46530-1-1200x801.webp

November 17, 2025 Primecare ClinicDiabetes

Gorengan selalu menggoda dengan teksturnya yang renyah dan rasa gurih yang sulit ditolak. Namun, penderita diabetes perlu tahu bagaimana gorengan bisa memengaruhi gula darah dan kondisi kesehatan mereka.

Bolehkah Penderita Diabetes Makan Gorengan?

Jawabannya: boleh, tetapi tidak dianjurkan dan harus sangat dibatasi.

Gorengan mengandung tepung (karbohidrat tinggi) dan kalori yang cukup besar. Kombinasi ini membuat gorengan mudah meningkatkan gula darah, apalagi jika dikonsumsi bersama nasi, mie, atau minuman manis.

Jadi, penderita diabetes boleh mencicipi sesekali, tetapi bukan makanan yang boleh dikonsumsi rutin.

Kandungan Gizi dan Indeks Glikemik Gorengan

Gorengan umumnya memiliki kandungan tinggi kalori, karbohidrat, dan lemak, tergantung jenis dan bahan yang digunakan. Sebagian besar gorengan terbuat dari tepung, seperti tepung terigu, yang memiliki indeks glikemik (IG) cukup tinggi.

Proses penggorengan dalam minyak panas dapat meningkatkan jumlah lemak tidak sehat, termasuk lemak trans, yang dapat berdampak buruk bagi kesehatan jantung dan metabolisme, khususnya pada penderita diabetes. 

Oleh karena itu, gorengan tidak begitu  direkomendasikan dikonsumsi oleh penderita diabetes. Jika ingin tetap mengonsumsinya, sebaiknya gunakan tepung alternatif dan metode memasak yang lebih sehat.

Bahaya Makan Gorengan Berlebihan bagi Penderita Diabetes

Konsumsi gorengan secara berlebihan membawa sejumlah risiko serius bagi penderita diabetes, antara lain:

1. Meningkatkan Gula Darah

Tepung dalam gorengan cepat diubah menjadi glukosa, sehingga gula darah bisa naik drastis.

2. Meningkatkan Kolesterol dan Risiko Jantung

Gorengan tinggi lemak dan kalori, sehingga dapat meningkatkan kolesterol total, trigliserida, dan memperbesar risiko penyakit jantung, yang sudah lebih rentan dialami penderita diabetes.

3. Menambah Berat Badan

Gorengan umumnya tinggi kalori, namun tidak membuat kenyang lebih lama, sehingga dapat mendorong makan berlebihan dan meningkatkan risiko obesitas, yang menjadi salah satu faktor utama memburuknya kondisi diabetes.

4. Memicu Peradangan

Minyak yang digunakan berulang kali menghasilkan radikal bebas dan produk oksidasi lemak, memperburuk peradangan, yang dapat memengaruhi metabolisme tubuh.

Cara Makan Gorengan yang Aman bagi Penderita Diabetes

Untuk tetap bisa menikmati gorengan tanpa membahayakan gula darah, berikut beberapa strategi yang bisa diterapkan:

1. Batasi Jumlah

Konsumsi gorengan sebaiknya dibatasi maksimal satu potong per kali makan dan tidak dilakukan setiap hari. 

2. Serap Minyak Berlebih

Gunakan tisu untuk menyerap minyak setelah menggoreng. Langkah ini tidak menghilangkan semua lemak, tetapi dapat mengurangi jumlah minyak yang masuk ke tubuh.

3. Coba Metode Memasak Lebih Sehat

Gunakan alternatif pengolahan seperti air fryer. Gorengan tetap renyah, tetapi risiko kenaikan gula darah dan konsumsi lemak berlebih bisa ditekan.

4. Pilih Waktu Makan yang Tepat

Konsumsi gorengan bersamaan dengan makanan utama. Kombinasikan dengan sayuran atau sumber serat lainnya untuk membantu mencegah lonjakan gula darah dan mengurangi risiko makan berlebihan.

Kapan Penderita Diabetes Harus Ke Dokter?

Meskipun gorengan dapat dinikmati sesekali dengan strategi yang tepat, penderita diabetes tetap perlu memantau respons tubuh terhadap makanan ini. Segera periksakan diri ke dokter jika sering mengalami lonjakan gula darah setelah mengonsumsi gorengan. 

Dokter penyakit dalam dapat membantu manajemen diabetes secara tepat, sementara ahli gizi atau dokter gizi bisa menyusun pola makan yang aman, termasuk mengatur konsumsi gorengan dan makanan tinggi lemak atau tepung lainnya.

Konsultasi Diabetes di Primecare Clinic

Primecare Clinic menyediakan program manajemen diabetes yang dapat membantumu untuk menurunkan kadar HbA1C. Kamu bisa konsultasi dengan dokter spesialis penyakit dalam dan dokter spesialis gizi klinik. Primecare Clinic juga menyediakan CGM untuk memonitor kadar gula darah sepanjang hari tanpa berkali-kali tusuk.

Primecare Clinic menyediakan layanan pemantauan, termasuk CGM dan pengelolaan gula darah bersama dokter spesialis penyakit dalam dan dokter spesialis gizi klinik. Segera periksa dan konsultasikan kadar gula darah sejak dini sebelum gejala muncul. Terdapat dr. Anak Agung Arie Widyastuti, Sp.PD, FINASIM yang merupakan dokter spesialis penyakit dalam dengan spesialisasi penyakit diabetes di Primecare Clinic.

Primecare Clinic menyediakan program manajemen diabetes, termasuk pemantauan CGM, edukasi gizi, dan pendampingan medis yang disesuaikan dengan kebutuhan untuk mencapai tujuan Anda seperti menurunkan HbA1C. Klik tautan ini untuk informasi selengkapnya!


8270-1-1200x800.jpg

November 17, 2025 Primecare ClinicDiabetes

Diabetes adalah penyakit metabolik yang dikarakteristikkan dengan tingginya kadar gula dalam darah karena turunnya produksi insulin, atau terjadi resisten insulin, atau keduanya. 

Jika tidak ditangani dengan tepat, diabetes akan menimbulkan berbagai macam komplikasi pada beberapa organ, seperti pada mata, jantung, ginjal, dan lain sebagainya. 

Tidak hanya itu, komplikasi lain yang dapat terjadi adalah berbagai masalah pada gigi dan mulut, salah satunya bau mulut pada penderita diabetes. Mengapa hal ini dapat terjadi? Yuk, kita simak jawabannya. 

Fenomena Bau Mulut pada Penderita Diabetes

Bau mulut, atau dalam bahasa medis disebut halitosis, adalah bau tidak sedap yang muncul saat mengembuskan napas. 

Bau mulut ini dapat terjadi lebih sering pada penderita diabetes akibat beberapa faktor, salah satunya kenaikan kadar gula darah tinggi (hiperglikemia) yang dapat memengaruhi kondisi gigi dan mulut. 

Pada sebuah penelitian disebutkan bahwa hampir setengah (sebanyak 49,3%) dari subjek penelitian yang mengalami bau mulut adalah penderita diabetes. Tentu saja hal ini memperkuat hubungan antara bau mulut dan penyakit diabetes. 

Penyebab Bau Mulut pada Penderita Diabetes

Berbagai penyakit gigi dan mulut dapat menjangkiti penderita diabetes, termasuk bau mulut. Kadar gula darah tinggi pada penderita diabetes menjadi bagian dari pemicu berbagai masalah pada gigi dan mulut. Bagaimana hal ini bisa terjadi? Berikut penjelasannya:

1. Penurunan aliran air liur

Hiperglikemia dapat menyebabkan gangguan pada fungsi kelenjar air liur sehingga terjadi penurunan aliran saliva (air liur). Aliran air liur yang menurun dapat berkontribusi pada perkembangan bakteri dan bau tidak sedap pada mulut.

2. Penyakit periodontal (penyakit gigi dan jaringan di sekitarnya)

Kadar gula yang tinggi memicu pertumbuhan bakteri di mulut. Bakteri ini dapat menyebabkan plak pada gigi. Jika plak ini tidak dibersihkan dapat menyebabkan kerusakan gigi dan penyakit gusi yang selanjutnya mengakibatkan bau mulut.

Selain itu, aktivitas bakteri yang mencerna glukosa atau partikel makanan akan mengeluarkan gas yang berbau. 

3. Peningkatan kadar keton

Karena adanya proses metabolisme yang berubah, kadar badan keton dalam aliran darah meningkat pada pasien diabetes. Hal inilah yang menyebabkan munculnya bau mulut yang berbau buah. Bau buah ini akan sangat tercium ketika pasien mengalami komplikasi akut berupa diabetes ketoasidosis.   

4. Peningkatan kadar senyawa organik volatil 

Senyawa organik volatil adalah senyawa organik yang mudah menguap ke udara, termasuk fenol, ammonia, dan aseton. Pada penderita diabetes, senyawa ini meningkat dan dapat menyebabkan bau mulut. 

Cara Mengatasi Bau Mulut pada Penderita Diabetes

Penanganan bau mulut pada penderita diabetes melibatkan kombinasi antara pengendalian penyakit diabetes agar kontrol glikemiknya baik dan juga perawatan pada rongga mulut, baik gigi, gusi, dan lidah. Di bawah ini beberapa cara untuk mengatasi bau mulut pada diabetes, yaitu:

1. Kontrol glikemik yang baik

Kondisi kadar gula darah meningkat memiliki beberapa dampak pada area mulut seperti penurunan aliran air liur yang mengakibatkan terjadinya bau mulut. Oleh karena itu, penting untuk menjaga kadar gula darah, kadar HbA1c, dan memantau adanya badan keton yang menyebabkan bau buah pada penderita diabetes.

2. Menjaga kebersihan gigi dan mulut

Menjaga kebersihan mulut berlaku bagi semua orang, tidak hanya penderita diabetes. Hal ini dapat dilakukan dengan rajin menyikat gigi dengan benar dan menggunakan pasta gigi berfluoride, minimal saat pagi hari dan malam hari sebelum tidur untuk membantu menghilangkan sisa makanan. Selain sikat gigi, menggunakan obat kumur dan dental flossing dapat mencegah aktivitas bakteri pada gigi dan mulut. 

3. Minum yang cukup

Minum yang cukup dapat menghidrasi area mulut sehingga area dalam mulut lembab, tidak terjadi penurunan aliran air liur, dan dapat menghambat pertumbuhan bakteri yang menyebabkan bau mulut. 

4. Hindari makanan pemicu

Beberapa makanan memiliki bau yang tajam dan meninggalkan bau di mulut, seperti bawang dan rempah-rempah tertentu. Mengonsumsi makanan seperti ini dapat memperparah kondisi bau mulut pada penderita diabetes. 

5. Hentikan merokok

Bagi penderita diabetes yang merokok dianjurkan untuk berhenti merokok. Selain banyaknya dampak buruk merokok yang mengakibatkan kerusakan pada organ seperti jantung dan paru-paru, tentu merokok akan berdampak buruk pada kondisi diabetes. Merokok juga dapat memperburuk kondisi bau mulut pada penderita diabetes. 

6. Rutin periksa gigi

Rutin melakukan pemeriksaan gigi ke dokter gigi atau ke dokter gigi spesialis bergantung pada kondisi gigi dan mulut sesuai anjuran dokter gigi. Hal ini dilakukan untuk mengevaluasi kondisi gigi dan mulut akibat kadar gula darah yang tinggi. 

Kapan Penderita Diabetes Harus ke Dokter?

Penderita diabetes harus segera ke dokter jika mengalami hal di bawah ini:

  • Kontrol gula darah yang buruk. Jika pasien rutin mengonsumsi obat antidiabetes dan rutin memonitor gula darah, tetapi didapatkan hasil yang kurang optimal dapat menjadi indikator pasien harus berkonsultasi dengan dokter. 
  • Terjadi komplikasi seperti, gangguan saraf pada kaki atau tangan, pandangan kabur, luka yang tidak kunjung sembuh.
  • Terjadi komplikasi akut, seperti  diabetes ketoasidosis dengan gejala mual, muntah, sesak napas, bau mulut seperti buah-buahan, dehidrasi, sakit kepala, dan lain sebagainya.
  • Jika bau mulut tetap ada, meski sudah melakukan beberapa cara untuk menghilangkannya dan melakukan perawatan mulut yang baik di rumah.

Lalu, penderita diabetes dapat berkonsultasi dengan beberapa dokter terkait dengan keluhannya dan sebagai bentuk pencegahan berbagai komplikasi, termasuk bau mulut, di antaranya: 

1. Dokter Spesialis Penyakit Dalam

Untuk pengendalian glikemik dan pencegahan terhadap komplikasi, penderita diabetes dapat berkonsultasi dengan dokter penyakit dalam. 

2. Dokter Spesialis Penyakit Dalam Subspesialis Endokrin Metabolisme Diabetes

Jika penderita diabetes mengalami beberapa kondisi abnormal seperti, tidak adanya penurunan hasil pemeriksaan laboratorium pada diabetes dalam 3 bulan; tidak tercapainya target dalam terapi antidiabetes (AOD) tunggal dan kombinasi selama 3 bulan, dan lain-lain maka pasien perlu dirujuk ke dokter subspesialis endokrin metabolisme diabetes.

3. Dokter Gigi Umum

Penderita diabetes sangat perlu untuk melakukan kunjungan rutin ke dokter gigi karena adanya manifestasi klinis pada mulut yang sering dialami oleh pasien diabetes. Hal ini tentu dapat mencegah komplikasi atau kerusakan pada gigi dan mulut bertambah parah. Disarankan rutin melakukan pemeriksaan gigi setiap 6 bulan sekali atau sesuai anjuran dokter gigi. 

4. Dokter Gigi Spesialis Periodonsia 

Pada penderita diabetes yang rentan mengalami masalah pada gigi dan mulut, terutama penyakit gigi dan jaringan di sekitarnya melingkupi gusi dan tulang pendukungnya yang dapat menjadi sumber bakteri penyebab bau mulut dapat berkonsultasi dengan dokter gigi spesialis periodonsia untuk mengevaluasi apakah ada kerusakan pada gigi, gusi, atau area di sekitarnya. 

Konsultasi Diabetes di Primecare Clinic

Primecare Clinic adalah klinik diabetes yang menyediakan program manajemen diabetes yang dapat membantumu untuk menurunkan kadar HbA1C. Kamu bisa konsultasi dengan dokter spesialis penyakit dalam dan dokter spesialis gizi klinik. Primecare Clinic juga menyediakan CGM untuk memonitor kadar gula darah sepanjang hari tanpa berkali-kali tusuk.

Primecare Clinic menyediakan layanan pemantauan, termasuk CGM dan pengelolaan gula darah bersama dokter spesialis penyakit dalam dan dokter spesialis gizi klinik. Segera periksa dan konsultasikan kadar gula darah sejak dini sebelum gejala muncul. Terdapat dr. Anak Agung Arie Widyastuti, Sp.PD, FINASIM yang merupakan dokter spesialis penyakit dalam dengan spesialisasi penyakit diabetes di Primecare Clinic.

Primecare Clinic menyediakan program manajemen diabetes, termasuk pemantauan CGM, edukasi gizi, dan pendampingan medis yang disesuaikan dengan kebutuhan untuk mencapai tujuan Anda seperti menurunkan HbA1C. Klik tautan ini untuk informasi selengkapnya!


36029-_1_-1200x800.webp

November 17, 2025 Primecare ClinicDiabetes

Agar-agar sering dijadikan camilan karena rasanya lezat, rendah kalori, dan mudah dibuat. Namun, banyak penderita diabetes masih bingung apakah makanan ini benar-benar aman dikonsumsi, terutama karena sering disajikan dengan tambahan gula.

Bolehkah Penderita Diabetes Makan Agar-Agar? 

Ya, penderita diabetes boleh makan agar-agar. Camilan ini pada dasarnya aman, asalkan cara pengolahannya diperhatikan. 

Hal yang perlu diwaspadai bukan agar-agarnya, melainkan pemanis dan bahan tambahan seperti gula pasir, sirup, susu kental manis, atau topping manis lainnya yang dapat meningkatkan gula darah. 

Kandungan Gizi dan Indeks Glikemik Agar-Agar 

Meskipun belum ditemukan data resmi mengenai indeks glikemik (IG) agar-agar polos, kandungan gizinya menunjukkan bahwa makanan ini kemungkinan memiliki IG yang sangat rendah. 

Agar-agar polos memiliki kandungan gizi yang sangat sederhana. Komponen yang paling menonjol adalah seratnya, terutama serat jenis agarosa dan agaropektin. Kedua jenis serat ini membantu memberi rasa kenyang lebih lama serta memperlambat penyerapan glukosa di dalam tubuh, sehingga mendukung kontrol gula darah.

Cara Makan Agar-Agar yang Aman bagi Penderita Diabetes

Agar-agar bisa menjadi camilan yang aman, tetapi cara pengolahannya tetap perlu diperhatikan agar tidak memengaruhi gula darah. Berikut beberapa panduan yang bisa diterapkan:

1. Pilih Agar-Agar Plain

Pilih jenis agar-agar plain yang tidak mengandung gula tambahan, pewarna berlebihan, atau campuran pemanis.

2. Gunakan Pemanis Rendah Kalori

Jika ingin agar-agar terasa manis tanpa meningkatkan gula darah, gunakan pemanis rendah kalori sebagai pengganti gula biasa.

3. Tambahkan Buah dengan Indeks Glikemik Rendah

Agar-agar bisa terasa lebih segar dan bernutrisi dengan tambahan buah. Pilih buah yang indeks glikemiknya rendah agar tetap aman bagi kadar gula darah, seperti stroberi, blueberry, dan kiwi. 

4. Konsumsi dalam Porsi Wajar

Meskipun agar-agar rendah kalori dan relatif aman, porsinya tetap perlu diperhatikan. Mengonsumsi dalam jumlah berlebihan tetap dapat memengaruhi asupan karbohidrat harian

Kapan Penderita Diabetes Harus Ke Dokter?

Meski agar-agar aman dikonsumsi, kondisi tubuh setiap penderita diabetes bisa berbeda. Kalau mulai muncul keluhan seperti gula darah yang naik tiba-tiba, segera temui dokter penyakit dalam untuk evaluasi lebih lanjut. Selain itu, konsultasikan juga pola makan dengan ahli gizi atau dokter gizi klinik agar pengaturannya lebih sesuai dengan kondisi kesehatan dan kebutuhan harian.

Konsultasi Diabetes di Primecare Clinic

Primecare Clinic adalah klinik diabetes yang menyediakan program manajemen diabetes yang dapat membantumu untuk menurunkan kadar HbA1C. Kamu bisa konsultasi dengan dokter spesialis penyakit dalam dan dokter spesialis gizi klinik. Primecare Clinic juga menyediakan CGM untuk memonitor kadar gula darah sepanjang hari tanpa berkali-kali tusuk.

Primecare Clinic menyediakan layanan pemantauan, termasuk CGM dan pengelolaan gula darah bersama dokter spesialis penyakit dalam dan dokter spesialis gizi klinik. Segera periksa dan konsultasikan kadar gula darah sejak dini sebelum gejala muncul. Terdapat dr. Anak Agung Arie Widyastuti, Sp.PD, FINASIM yang merupakan dokter spesialis penyakit dalam dengan spesialisasi penyakit diabetes di Primecare Clinic.

Primecare Clinic menyediakan program manajemen diabetes, termasuk pemantauan CGM, edukasi gizi, dan pendampingan medis yang disesuaikan dengan kebutuhan untuk mencapai tujuan Anda seperti menurunkan HbA1C. Klik tautan ini untuk informasi selengkapnya!


4628-1-1200x800.webp

November 17, 2025 Primecare ClinicDiabetes

Siomay adalah jajanan yang banyak disukai karena rasanya enak dan mudah ditemukan. Namun, penderita diabetes perlu memahami cara mengonsumsinya dengan tepat agar tetap aman bagi kadar gula darah.

Bolehkah Penderita Diabetes Makan Siomay?

Boleh, selama porsinya dikontrol. Siomay termasuk makanan berbahan dasar ikan atau ayam, sehingga tetap dapat menjadi pilihan sumber protein. Tantangannya adalah siomay biasanya mengandung tambahan tepung dan sering disajikan dengan saus tinggi gula. Kombinasi inilah yang dapat meningkatkan gula darah jika dikonsumsi terlalu banyak.

Kandungan Gizi dan Beban Glikemik Siomay

Satu potong siomay (sekitar 51 kkal) mengandung kurang lebih 4,5 gram protein, 6 gram karbohidrat, dan 0,8 gram lemak. Nilai ini menunjukkan bahwa siomay merupakan makanan dengan kalori sedang dan protein yang cukup baik, tergantung komposisi adonannya.

Karbohidrat pada siomay terutama berasal dari tepung. Semakin banyak tepung yang digunakan, semakin tinggi beban glikemiknya, sehingga lebih besar pula pengaruhnya terhadap kenaikan gula darah. Selain itu, saus kacang yang biasa digunakan memiliki kalori dan gula tambahan yang cukup besar, sehingga perlu dibatasi agar respons gula darah tetap terkendali.

Bahaya Makan Siomay Berlebihan bagi Penderita Diabetes

Meskipun siomay boleh dikonsumsi, konsumsi berlebihan tetap membawa sejumlah risiko bagi penderita diabetes. Berikut beberapa diantaranya: 

1. Risiko Gula Darah Meningkat

Karbohidrat dari tepung dalam siomay akan diubah tubuh menjadi glukosa. Jika dimakan dalam jumlah besar atau disiram banyak saus kacang, lonjakan gula darah bisa terjadi lebih cepat. Pada sebagian orang, kenaikan ini berlangsung cukup signifikan karena kombinasi tepung dan gula tambahan.

2. Asupan Kalori Bertambah Tanpa Disadari

Siomay sering dianggap sebagai camilan, sehingga mudah dikonsumsi dalam jumlah lebih banyak tanpa disadari. Namun, ketika ditambah saus kacang atau kecap manis, total kalorinya bisa meningkat cukup tinggi. Jika dikonsumsi berlebihan, tambahan kalori ini berisiko memicu kenaikan berat badan, yang kemudian memperburuk kontrol gula darah

Cara Makan Siomay yang Aman bagi Penderita Diabetes

Supaya tetap bisa menikmati siomay tanpa membuat gula darah melonjak, beberapa tips berikut bisa diterapkan:

1. Batasi Porsi

Cukup konsumsi sekitar 1-2 potong dalam satu kali makan, dan tidak perlu setiap hari. Pembatasan porsi membantu menjaga asupan karbohidrat tetap terkendali.

2. Pilih Siomay dengan Komposisi Protein Lebih Banyak

Siomay dengan komposisi ikan atau ayam yang lebih dominan biasanya memakai tepung lebih sedikit sehingga beban glikemiknya lebih rendah. Pilihan ini cenderung lebih aman untuk pengaturan gula darah.

3. Batasi Saus

Saus kacang cukup dipakai sedikit saja karena mengandung gula dan kalori yang cukup tinggi. 

4. Tambahkan Pendamping yang Lebih Sehat

Supaya lebih seimbang, tambahkan pendamping seperti kol, pare, tahu, atau telur rebus. Pilihan ini membuat makan siomay terasa lebih mengenyangkan. Serat dan protein dari pendampingnya juga membantu gula darah naik lebih pelan dan tetap stabil.

Kapan Penderita Diabetes Harus Ke Dokter?

Penderita diabetes tetap perlu memperhatikan respons tubuh setelah mengonsumsi siomay. Jika gula darah sering naik setelah makan, sebaiknya segera konsultasi ke dokter.

Dokter penyakit dalam dapat membantu mengevaluasi kondisi diabetes secara menyeluruh, sementara ahli gizi atau dokter gizi dapat memberikan panduan makan yang lebih spesifik, termasuk cara mengatur porsi siomay, jenis saus yang lebih aman, dan frekuensi konsumsinya.

Konsultasi Diabetes di Primecare Clinic

Primecare Clinic adalah klinik diabetes yang menyediakan program manajemen diabetes yang dapat membantumu untuk menurunkan kadar HbA1C. Kamu bisa konsultasi dengan dokter spesialis penyakit dalam dan dokter spesialis gizi klinik. Primecare Clinic juga menyediakan CGM untuk memonitor kadar gula darah sepanjang hari tanpa berkali-kali tusuk.

Primecare Clinic menyediakan layanan pemantauan, termasuk CGM dan pengelolaan gula darah bersama dokter spesialis penyakit dalam dan dokter spesialis gizi klinik. Segera periksa dan konsultasikan kadar gula darah sejak dini sebelum gejala muncul. Terdapat dr. Anak Agung Arie Widyastuti, Sp.PD, FINASIM yang merupakan dokter spesialis penyakit dalam dengan spesialisasi penyakit diabetes di Primecare Clinic.

Primecare Clinic menyediakan program manajemen diabetes, termasuk pemantauan CGM, edukasi gizi, dan pendampingan medis yang disesuaikan dengan kebutuhan untuk mencapai tujuan Anda seperti menurunkan HbA1C. Klik tautan ini untuk informasi selengkapnya!


25962-_1_-1200x798.webp

November 17, 2025 Primecare ClinicDiabetes

Buat sebagian orang, makan tanpa cabe itu rasanya hambar. Entah itu cabe merah, cabe hijau, ataupun rawit. Semua punya sensasi pedas yang membuat makan lebih nikmat.  

Bolehkah Penderita Diabetes Makan Cabe?

Jawabannya adalah boleh, bahkan cabe dapat memberikan manfaat. Senyawa aktif dalam cabe, yaitu capsaicin dapat membantu meningkatkan sensitivitas insulin, menurunkan respons glukosa setelah makan, dan membantu pengaturan nafsu makan. 

Meski begitu, konsumsi berlebihan tetap tidak dianjurkan, terutama bagi penderita diabetes yang memiliki masalah lambung atau pencernaan.

Kandungan Gizi dan Indeks Glikemik Cabe

Cabe termasuk bumbu atau penyedap. Fungsinya terutama untuk menambah rasa pedas dan aroma pada masakan. Kandungan kalori dan karbohidratnya rendah, sehingga cabe sendiri tidak memberikan energi dan tidak memengaruhi gula darah secara langsung.

Cabe juga kaya vitamin C, yang berperan sebagai antioksidan dan mendukung daya tahan tubuh. Selain itu, senyawa aktif capsaicin memberi sensasi pedas sekaligus berpotensi membantu sensitivitas insulin dan pengaturan nafsu makan.

Dari sisi glikemik, cabe memiliki indeks glikemik dan beban glikemik yang sangat rendah, sehingga aman dikonsumsi oleh penderita diabetes, selama tetap dijadikan bumbu dan tidak dikombinasikan dengan makanan tinggi gula atau karbohidrat berlebihan.

Cara Makan Cabe yang Aman untuk Penderita Diabetes

Berikut beberapa cara mengonsumsi cabe yang aman bagi penderita diabetes:

1. Konsumsi Secukupnya

Makan terlalu banyak cabe bisa mengiritasi lambung, apalagi jika penderita diabetes juga memiliki maag atau GERD.

2. Hindari Sambal yang Mengandung Gula 

Beberapa sambal botolan atau sambal rumahan menambahkan gula, kecap manis, atau minyak berlebihan. Pilih sambal tanpa gula dan gunakan sedikit minyak agar konsumsi cabe tetap aman dan gula darah tetap terkontrol.

3. Batasi Kombinasi dengan Makanan Tinggi Karbohidrat

Cabe aman dikonsumsi. Namun, jika dikonsumsi bersamaan dengan banyak nasi, gorengan, atau camilan tinggi karbohidrat, gula darah bisa meningkat. Kombinasikan dengan sayur atau lauk rendah karbohidrat supaya lebih aman.

4. Perhatikan Respon Tubuh

Amati apakah konsumsi cabe memicu gejala lambung seperti panas, nyeri, atau refluks. Sesuaikan jumlah cabe agar tetap nyaman bagi pencernaan.

5. Waspadai Makan Berlebihan

Pada sebagian orang, rasa pedas dapat meningkatkan selera makan. Perhatikan porsi makan agar tidak berlebihan sehingga gula darah tetap stabil.

Kapan Penderita Diabetes Harus Ke Dokter?

Penderita diabetes tetap perlu memantau kondisi tubuh meski konsumsi cabe aman. Segera periksakan diri ke dokter jika gula darah sulit dikontrol atau muncul gangguan lambung akibat makanan pedas. 

Kunjungi dokter penyakit dalam untuk manajemen diabetes yang tepat, serta ahli gizi atau dokter gizi untuk menyesuaikan pola makan, termasuk pengaturan konsumsi cabe dan bumbu pedas lainnya agar tetap aman bagi kesehatan.

Konsultasi Diabetes di Primecare Clinic

Primecare Clinic adalah klinik diabetes yang menyediakan program manajemen diabetes yang dapat membantumu untuk menurunkan kadar HbA1C. Kamu bisa konsultasi dengan dokter spesialis penyakit dalam dan dokter spesialis gizi klinik. Primecare Clinic juga menyediakan CGM untuk memonitor kadar gula darah sepanjang hari tanpa berkali-kali tusuk.

Primecare Clinic menyediakan layanan pemantauan, termasuk CGM dan pengelolaan gula darah bersama dokter spesialis penyakit dalam dan dokter spesialis gizi klinik. Segera periksa dan konsultasikan kadar gula darah sejak dini sebelum gejala muncul. Terdapat dr. Anak Agung Arie Widyastuti, Sp.PD, FINASIM yang merupakan dokter spesialis penyakit dalam dengan spesialisasi penyakit diabetes di Primecare Clinic.

Primecare Clinic menyediakan program manajemen diabetes, termasuk pemantauan CGM, edukasi gizi, dan pendampingan medis yang disesuaikan dengan kebutuhan untuk mencapai tujuan Anda seperti menurunkan HbA1C. Klik tautan ini untuk informasi selengkapnya!


338-_1_.webp

November 14, 2025 Primecare ClinicDiabetes

Padel kini menjadi olahraga yang semakin populer. Permainannya mirip tenis, menggunakan raket untuk memukul bola melewati net ke arah lawan, tetapi dilakukan di lapangan yang lebih kecil. Padel dapat dimainkan oleh berbagai kalangan. 

Namun, bagi penderita diabetes mungkin ada kekhawatiran untuk bermain padel. Apakah padel bisa membantu mengontrol gula darah dan apakah aman bagi penderita diabetes? Simak faktanya berikut! 

Apakah Penderita Diabetes Boleh Main Padel?

Pada dasarnya penderita diabetes boleh bermain padel asalkan kondisi gula darah stabil dan tidak ada komplikasi yang dapat meningkatkan risiko cedera. 

Padel termasuk olahraga aerobik dan interval intensitas sedang hingga tinggi. Olahraga padel melibatkan gerakan lari, melompat, dan memukul sehingga membutuhkan konsentrasi dan koordinasi tubuh yang baik. Olahraga seperti ini baik untuk meningkatkan kebugaran jantung, membakar kalori, dan memperbaiki metabolisme tubuh.

Dengan kontrol yang baik, olahraga padel aman bagi penderita diabetes, bahkan bisa menjadi pilihan olahraga rutin yang menyenangkan bagi penderita diabetes.

Tips Aman Sebelum, Saat, dan Sesudah Main Padel

Bagi penderita diabetes yang ingin mulai bermain padel, ada beberapa hal yang harus diperhatikan sebelum, saat, dan setelah bermain. Berikut beberapa tips yang bermain padel bagi penderita diabetes:

a. Sebelum Bermain

  1. Periksa gula darah, pastikan dalam batas aman yaitu antara 100-200 mg/dL

  2. Makan dulu sebelum olahraga, pilih makanan yang mengandung karbohidrat kompleks dan protein.

  3. Minum air putih yang cukup, untuk menghindari dehidrasi.

  4. Lakukan pemanasan seperti peregangan ringan agar otot siap bergerak dan mencegah cedera.

b. Saat Bermain

  1. Atur intensitas permainan, jika baru mulai olahraga, mulailah dari intensitas ringan hingga sedang, sekitar 30–45 menit.

  2. Waspadai tanda hipoglikemia, jika mulai merasa gemetar, pusing, atau lemas, segera berhenti dan konsumsi makanan manis atau minuman berkarbohidrat.

  3. Istirahat di antara sesi bermain dengan minum air, duduk sejenak, dan rasakan apakah tubuh masih nyaman dan kuat untuk melanjutkan permainan.

c. Sesudah Bermain

  1. Lakukan pendinginan agar detak jantung dan pernapasan kembali normal.

  2. Cek ulang gula darah karena setelah olahraga kadar gula bisa menurun hingga beberapa jam kemudian.

  3. Isi ulang energi dengan mengonsumsi makanan sehat.

  4. Periksa kondisi kaki dan tangan, pastikan tidak ada luka atau lecet yang bisa menjadi masalah di kemudian hari.

Manfaat Main Padel bagi Penderita Diabetes

Padel dapat memberikan banyak manfaat bagi kesehatan jika dilakukan dengan aman. Berikut beberapa manfaat padel bagi penderita diabetes:

a. Mengontrol Kadar Gula Darah

Gerakan padel yang melibatkan otot besar seperti kaki, paha, dan lengan membantu sel otot menyerap glukosa dari darah untuk digunakan sebagai energi. Dengan begitu dapat membantu menurunkan kadar gula darah pada penderita diabetes. 

b. Meningkatkan Kesehatan Jantung

Bermain padel meningkatkan detak jantung secara bertahap tanpa membuat tubuh kelelahan berlebihan. Olahraga ini meningkatkan kesehatan kardiovaskuler dan membantu menurunkan risiko penyakit jantung, yang sering menjadi komplikasi pada diabetes.

c. Menurunkan Berat Badan

Olahraga dapat membantu menurunkan berat badan, termasuk padel. Selama bermain padel, tubuh akan membakar kalori dan membantu menurunkan berat badan. Penurunan berat badan sekitar 5–10% dari berat tubuh sudah dapat memperbaiki kontrol gula darah secara signifikan.

d. Menguatkan Otot dan Sendi

Gerakan memukul, berlari pendek, dan berpindah arah membantu memperkuat otot serta meningkatkan keseimbangan tubuh. 

e. Menurunkan Stres dan Memperbaiki Suasana Hati

Olahraga dapat membantu memperbaiki suasana hati karena meningkatkan produksi hormon endorfin yang dapat menurunkan stres. Apalagi jika olahraga padel dilakukan bersama dengan teman atau kerabat dekat sehingga mendorong interaksi sosial yang menyenangkan.

f. Meningkatkan Kualitas Tidur

Olahraga rutin seperti padel membantu meningkatkan kualitas tidur dan membuat tubuh terasa lebih segar dan bugar. Tidur yang cukup juga berpengaruh terhadap kestabilan gula darah.

Penderita diabetes dianjurkan berolahraga sebanyak 3-5 kali seminggu, dengan durasi 45–60 menit per sesi. Bagi pemula, mulai dari intensitas ringan dulu, lalu tingkatkan perlahan. Kombinasikan juga dengan latihan ringan lain seperti jalan kaki atau peregangan agar tubuh beradaptasi.

Jika gula darah dan kondisi tubuh sudah stabil, latihan bisa dilakukan lebih rutin. Pastikan selalu mendengarkan sinyal tubuh saat berolahraga. Jika merasa cepat lelah, pusing, atau haus berlebihan, hentikan dulu aktivitas dan istirahat.

Konsultasi Diabetes di Primecare Clinic

Primecare Clinic adalah klinik diabetes yang menyediakan program manajemen diabetes yang dapat membantumu untuk menurunkan kadar HbA1C. Kamu bisa konsultasi dengan dokter spesialis penyakit dalam dan dokter spesialis gizi klinik. Primecare Clinic juga menyediakan CGM untuk memonitor kadar gula darah sepanjang hari tanpa berkali-kali tusuk.

Primecare Clinic menyediakan layanan pemantauan, termasuk CGM dan pengelolaan gula darah bersama dokter spesialis penyakit dalam dan dokter spesialis gizi klinik. Segera periksa dan konsultasikan kadar gula darah sejak dini sebelum gejala muncul. Terdapat dr. Anak Agung Arie Widyastuti, Sp.PD, FINASIM yang merupakan dokter spesialis penyakit dalam dengan spesialisasi penyakit diabetes di Primecare Clinic.

Primecare Clinic menyediakan program manajemen diabetes, termasuk pemantauan CGM, edukasi gizi, dan pendampingan medis yang disesuaikan dengan kebutuhan untuk mencapai tujuan Anda seperti menurunkan HbA1C. Klik tautan ini untuk informasi selengkapnya!


2150950838-_1_-1200x800.webp

November 13, 2025 Primecare ClinicDiabetes

Mandi air panas dikenal memiliki berbagai manfaat bagi kesehatan tubuh. Paparan air hangat dapat membantu melancarkan sirkulasi darah, melemaskan otot yang tegang, menurunkan stres, serta memperbaiki kualitas tidur.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa mandi air panas secara rutin dapat memberikan efek positif bagi tubuh. Bahkan, terdapat penelitian yang menyatakan bahwa kebiasaan mandi air panas berhubungan perbaikan kontrol kadar gula darah pada penderita diabetes tipe 2.

Jadi, apakah penderita diabetes boleh mandi air panas dan apa saja manfaatnya? Simak faktanya berikut! 

Apakah Penderita Diabetes Boleh Mandi Air Panas?

Secara umum, penderita diabetes boleh mandi air panas. Bahkan, beberapa penelitian menunjukkan bahwa mandi air panas dengan cara yang aman dapat memberikan efek positif terhadap metabolisme dan sirkulasi darah pada penderita diabetes.

Namun, penderita diabetes harus lebih memperhatikan suhu air, durasi, serta kondisi tubuh sebelum dan sesudah mandi. Mandi air panas berisiko terjadi luka bakar akibat berkurangnya sensasi rasa panas, terutama pada penderita diabetes yang mengalami neuropati perifer. 

Neuropati perifer adalah salah satu komplikasi diabetes yang menyebabkan penurunan kemampuan saraf untuk merasakan panas, dingin, atau nyeri, terutama di area kaki. Akibatnya, penderita diabetes mungkin tidak sadar jika air mandi terlalu panas hingga akhirnya menyebabkan luka bakar tanpa terasa.

Manfaat Mandi Air Panas bagi Penderita Diabetes

Mandi air panas dapat memberikan beberapa manfaat bagi penderita diabetes, yaitu:

a. Membantu Kontrol Gula Darah

Sebuah penelitian yang dilakukan di Jepang menemukan adanya hubungan antara rutin mandi air panas dengan perbaikan kontrol gula darah. 

Penelitian tersebut melibatkan pasien diabetes tipe 2 yang melakukan mandi air panas (hot-water bathing/HWB) di rumah selama pandemi COVID-19 dan menggunakan indikator HbA1c untuk menilai kontrol glikemik. Hasilnya menunjukkan bahwa pasien yang rutin mandi air panas memiliki risiko lebih rendah terhadap kontrol gula darah yang buruk (HbA1c ≥7%).

Namun, faktor lain seperti usia, gaya hidup, dan pengobatan juga memengaruhi hasil. Dengan kata lain, penelitian ini menunjukkan bahwa mandi air panas berpotensi membantu pengendalian kadar gula darah, meskipun masih diperlukan penelitian lanjutan untuk memastikan hubungan sebab-akibatnya.

b. Melancarkan Sirkulasi Darah

Air hangat dapat membantu melebarkan pembuluh darah, sehingga aliran darah ke seluruh tubuh menjadi lebih lancar. Pada penderita diabetes yang mengalami masalah sirkulasi, hal ini bisa memberikan manfaat. 

Aliran darah yang lancar membantu mencegah luka, mempercepat penyembuhan luka, dan mengurangi risiko komplikasi seperti ulkus diabetikum, yaitu luka yang sulit sembuh pada diabetes.

c. Mengurangi Stres dan Membantu Tidur

Stres dapat meningkatkan kadar hormon kortisol yang berpengaruh pada naiknya kadar gula darah. Mandi air hangat dapat menurunkan ketegangan otot, membuat tubuh lebih rileks, dan membantu tidur lebih nyenyak. Kualitas tidur yang baik serta relaksasi tubuh secara tidak langsung membantu menjaga kestabilan gula darah.

Cara Mandi Air Panas yang Aman untuk Penderita Diabetes

Meskipun memiliki potensi manfaat, penderita diabetes tetap perlu berhati-hati jika ingin mandi air panas. Berikut tips mandi air panas yang aman bagi penderita diabetes:

a. Periksa Suhu Air

Suhu yang aman untuk mandi atau berendam adalah sekitar 37–40°C. Gunakan termometer atau cek suhu dengan bagian dalam siku atau lengan. Hindari air terlalu panas karena dapat menyebabkan luka bakar. 

b. Batasi Waktu Mandi

Durasi mandi atau berendam air panas yang ideal bagi penderita diabetes adalah 10–15 menit. Mandi terlalu lama bisa membuat kulit kering. 

c. Periksa Kulit dan Kaki Setiap Selesai Mandi

Setelah mandi, pastikan tidak ada luka, lecet, kemerahan, atau kulit melepuh akibat air panas. Luka kecil pada penderita diabetes bisa berkembang menjadi infeksi serius jika tidak segera diobati.

d. Jangan Menggosok Kulit Terlalu Kencang

Ketika mandi, gosok kulit dengan lembut dan perlahan, bisa menggunakan tanahnya atau spons yang lembut. Hindari menggosok dengan terlalu kencang karena dapat menyebabkan luka. 

e. Gunakan Pelembab Setelah Mandi

Mandi air panas dapat menyebabkan kulit menjadi kering. Gunakan pelembab yang sesuai setelah mandi, agar kulit tidak bertambah kering. 

Jadi, penderita diabetes boleh mandi air panas asalkan dilakukan dengan aman dan nyaman. Perhatikan suhu air, durasi mandi, dan selalu periksa kondisi kulit. Namun, perlu diingat bahwa mandi air panas bukan pengganti pengobatan atau pola hidup sehat, melainkan pelengkap gaya hidup sehat bagi penderita diabetes.

Konsultasi Diabetes di Primecare Clinic

Primecare Clinic adalah klinik diabetes yang menyediakan program manajemen diabetes yang dapat membantumu untuk menurunkan kadar HbA1C. Kamu bisa konsultasi dengan dokter spesialis penyakit dalam dan dokter spesialis gizi klinik. Primecare Clinic juga menyediakan CGM untuk memonitor kadar gula darah sepanjang hari tanpa berkali-kali tusuk.

Primecare Clinic menyediakan layanan pemantauan, termasuk CGM dan pengelolaan gula darah bersama dokter spesialis penyakit dalam dan dokter spesialis gizi klinik. Segera periksa dan konsultasikan kadar gula darah sejak dini sebelum gejala muncul. Terdapat dr. Anak Agung Arie Widyastuti, Sp.PD, FINASIM yang merupakan dokter spesialis penyakit dalam dengan spesialisasi penyakit diabetes di Primecare Clinic.

Primecare Clinic menyediakan program manajemen diabetes, termasuk pemantauan CGM, edukasi gizi, dan pendampingan medis yang disesuaikan dengan kebutuhan untuk mencapai tujuan Anda seperti menurunkan HbA1C. Klik tautan ini untuk informasi selengkapnya!



November 12, 2025 Primecare ClinicDiabetes

Penderita diabetes sering mencari pengobatan alternatif yang alami untuk menurunkan kadar gula darah karena ada kekhawatiran jika terus-menerus mengonsumsi obat diabetes. Salah satu alternatif yang kerap dipilih adalah daun insulin. 

Namun, apakah daun insulin benar-benar efektif dan mujarab untuk menurunkan kadar gula darah dan mengobati diabetes? Simak faktanya berikut! 

Apa Itu Daun Insulin?

Tanaman insulin memiliki nama ilmiah Smallanthus sonchifolius atau sering Costus igneus atau Yakon. Tanaman ini berasal dari Amerika Tengah dan Selatan, tetapi kini banyak dibudidayakan di Asia, termasuk Indonesia dan India.

Tanaman insulin memiliki daun berbentuk lonjong dan berwarna hijau tua. Tanaman ini menghasilkan umbi yang manis.  Tanaman ini disebut “daun insulin” bukan karena mengandung insulin, melainkan karena diyakini memiliki efek mirip hormon insulin dalam menurunkan kadar gula darah.

Dalam pengobatan tradisional India (Ayurveda), daun ini telah lama digunakan sebagai terapi alami bagi penderita diabetes mellitus. Kandungan aktif dalam daun ini meliputi flavonoid, fenolik, polifenol, dan tryptophan yang memiliki efek antioksidan dan antidiabetes.

Apakah Benar Daun Insulin Mujarab bagi Penderita Diabetes?

Banyak klaim beredar bahwa daun insulin dapat menyembuhkan diabetes. Namun, secara ilmiah, klaim tersebut perlu dikaji dengan hati-hati. Beberapa riset menunjukkan hasil positif, tetapi belum cukup kuat untuk menggantikan terapi medis yang sudah terbukti efektif.

Penelitian pada tikus yang diberikan deksametason untuk menginduksi hiperglikemia menunjukkan hasil bahwa ekstrak daun insulin mampu menurunkan kadar glukosa darah secara signifikan.

Efek penurunan gula darah diperkirakan melalui pelepasan insulin, aksi sensitisasi insulin, atau kombinasi keduanya

Namun, hingga saat ini, penelitian klinis pada manusia masih terbatas dan berskala kecil. Beberapa uji coba awal menunjukkan adanya penurunan kadar gula darah setelah konsumsi daun insulin, tetapi belum bisa disimpulkan bahwa tanaman ini dapat menggantikan obat diabetes medis seperti metformin atau insulin suntik.

Dengan demikian, daun insulin dapat digunakan sebagai terapi pendamping, bukan pengganti pengobatan medis utama dan sebaiknya konsultasi dengan dokter yang menangani terlebih dahulu. Penderita diabetes tetap perlu menjalani terapi dari dokter dan memantau kadar gula darah secara rutin.

Manfaat Lain Daun Insulin

Selain untuk membantu mengendalikan kadar gula darah, daun insulin juga dipercaya memiliki berbagai manfaat lain, yaitu:

1. Menurunkan Kolesterol

Kandungan flavonoid dalam daun insulin diketahui dapat menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL) dan trigliserida dalam darah, sehingga baik untuk kesehatan jantung.

2. Melindungi Hati (Liver) 

Ekstrak daun insulin juga dipercaya memiliki efek hepatoprotektif (melindungi hati) karena mampu menekan stres oksidatif yang merusak sel-sel hati.

3. Meningkatkan Daya Tahan Tubuh

Kandungan antioksidan daun insulin membantu melawan radikal bebas, memperkuat sistem kekebalan tubuh, dan mengurangi peradangan.

Meskipun berbagai manfaat daun insulin tersebut menjanjikan, perlu dicatat bahwa sebagian besar masih berasal dari penelitian pada hewan atau uji laboratorium, bukan uji klinis pada manusia. 

Cara Mengonsumsi Daun Insulin

Daun insulin dapat dikonsumsi dalam berbagai cara, baik dalam bentuk segar maupun olahan. Berikut beberapa cara yang umum digunakan:

1. Seduhan Daun Kering

Daun insulin yang telah dikeringkan bisa diseduh seperti teh. Caranya, ambil 3–5 lembar daun kering, seduh dengan air panas, diamkan selama 10 menit, lalu minum selagi hangat.

2. Rebusan Daun Insulin

Daun insulin juga dapat dikonsumsi dengan direbus. Ambil beberapa lembar daun segar (3–5 lembar) lalu rebus dalam 500 ml air hingga tersisa setengahnya, lalu saring untuk membuang ampasnya.

3. Ekstrak Daun Insulin

Kini sudah banyak produk herbal ekstrak daun insulin dalam bentuk kapsul atau serbuk yang dijual di pasaran. Namun, pastikan produk tersebut terdaftar di BPOM dan berasal dari produsen yang tepercaya.

Efek Samping Daun Insulin

Walaupun tergolong tanaman herbal alami, konsumsi daun insulin tidak sepenuhnya bebas risiko. Beberapa efek samping yang mungkin muncul antara lain:

  1. Hipoglikemia atau penurunan gula darah terlalu drastis 
  2. Gangguan pencernaan, beberapa orang melaporkan mual, kembung, atau diare ringan setelah mengonsumsi daun ini, terutama dalam jumlah berlebihan
  3. Reaksi alergi seperti gatal atau ruam kulit bisa terjadi pada individu yang sensitif terhadap kandungan tanaman

Selain itu, daun insulin tidak dianjurkan untuk ibu hamil, menyusui, atau anak-anak, karena belum ada penelitian yang memastikan keamanannya pada kelompok tersebut.

Jadi, daun insulin memang dipercaya dapat menurunkan kadar gula darah. Namun, penderita diabetes tetap memerlukan pengobatan medis untuk mengontrol kadar gula darah.

Konsultasi Diabetes di Primecare Clinic

Primecare Clinic menyediakan program manajemen diabetes yang dapat membantumu untuk menurunkan kadar HbA1C. Kamu bisa konsultasi dengan dokter spesialis penyakit dalam dan dokter spesialis gizi klinik. Primecare Clinic juga menyediakan CGM untuk memonitor kadar gula darah sepanjang hari tanpa berkali-kali tusuk.

Primecare Clinic menyediakan layanan pemantauan, termasuk CGM dan pengelolaan gula darah bersama dokter spesialis penyakit dalam dan dokter spesialis gizi klinik. Segera periksa dan konsultasikan kadar gula darah sejak dini sebelum gejala muncul. Terdapat dr. Anak Agung Arie Widyastuti, Sp.PD, FINASIM yang merupakan dokter spesialis penyakit dalam dengan spesialisasi penyakit diabetes di Primecare Clinic.

Primecare Clinic menyediakan program manajemen diabetes, termasuk pemantauan CGM, edukasi gizi, dan pendampingan medis yang disesuaikan dengan kebutuhan untuk mencapai tujuan Anda seperti menurunkan HbA1C. Klik tautan ini untuk informasi selengkapnya!



November 11, 2025 Primecare ClinicDiabetes

Kolesterol tinggi dan diabetes merupakan masalah kesehatan yang sering dialami masyarakat akibat pola hidup tidak sehat. Keduanya sering muncul bersamaan dan meningkatkan risiko penyakit jantung serta stroke, sehingga sering dikira sebagai penyakit yang sama.

Kolesterol tinggi dan diabetes disebabkan oleh hal yang berbeda, walaupun keduanya bisa berkaitan. Oleh karena itu, penting untuk memahami perbedaan kolesterol tinggi dan diabetes untuk mendapat perawatan yang tepat. Simak penjelasannya di artikel ini.

Perbedaan Kolesterol dan Diabetes

Kolesterol adalah zat lemak yang secara alami diproduksi oleh hati dan juga dapat diperoleh dari makanan, terutama yang berasal dari hewan seperti daging merah, telur, dan produk susu berlemak. Kolesterol memiliki fungsi penting bagi tubuh, di antaranya:

  • Membentuk hormon (seperti estrogen, testosteron, dan kortisol)
  • Membantu produksi vitamin D
  • Menjadi bahan dasar pembentukan empedu yang membantu pencernaan lemak

Ada tiga jenis kolesterol dalam tubuh, yaitu:

1. Kolesterol LDL (Low-Density Lipoprotein)

LDL sering disebut sebagai “kolesterol jahat”. Jika kadar LDL tinggi dapat menumpuk di dinding pembuluh darah dan menyebabkan penyempitan pembuluh darah arteri (aterosklerosis). 

Aterosklerosis dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke jika penyumbatan terjadi di pembuluh darah jantung dan otak.

2. Kolesterol HDL (High-Density Lipoprotein)

HDL dikenal sebagai “kolesterol baik”. HDL berfungsi membawa kolesterol berlebih kembali ke hati untuk dibuang dari tubuh.

3. Trigliserida

Trigliserida adalah jenis lemak lain dalam tubuh yang berfungsi sebagai cadangan makanan. Kadar trigliserida yang tinggi meningkatkan risiko penyakit jantung.

Kadar kolesterol tinggi biasanya tidak menimbulkan gejala spesifik, sehingga banyak orang baru menyadarinya setelah terjadi komplikasi seperti serangan jantung atau stroke.Berbeda dengan kolesterol tinggi, diabetes adalah penyakit metabolik yang ditandai dengan kadar gula darah yang tinggi dalam waktu lama. Hal ini terjadi karena gangguan produksi insulin pada DM 1 atau terjadinya resistensi insulin pada DM 2. Insulin adalah hormon yang mengatur penyerapan glukosa ke dalam sel untuk dijadikan energi.

Gejala diabetes meliputi sering buang air kecil, mudah haus, mudah lapar, berat badan turun tanpa sebab, cepat lelah, serta luka yang sulit sembuh. Jika tidak dikontrol, diabetes dapat menyebabkan komplikasi serius seperti gangguan ginjal, mata, saraf, dan jantung.

Meskipun berbeda, kolesterol dan diabetes memiliki kaitan yang erat. Kadar gula darah yang tinggi dapat memengaruhi metabolisme lemak, menyebabkan peningkatan trigliserida dan penurunan kolesterol HDL.

Penderita diabetes tipe 2 dapat mengalami dislipidemia diabetik, yaitu peningkatan kadar trigliserida, kadar kolesterol HDL rendah, dan kolesterol LDL sedikit meningkat atau masih dalam batas normal. Kondisi ini menyebabkan penderita diabetes berisiko lebih tinggi terhadap penyakit jantung dibanding orang tanpa diabetes.

Oleh karena itu, pemeriksaan kolesterol secara rutin penting dilakukan pada penderita diabetes. Seseorang dengan kolesterol tinggi sebaiknya juga memeriksa kadar gula darah.

Anda juga bisa mengecek risiko diabetes Anda dengan kalkulator di tautan ini.

Harus ke Dokter Apa Jika Didiagnosis Diabetes atau Kolesterol?

Bagi seseorang yang mengalami peningkatan kadar gula darah dan dicurigai mengalami diabetes, maka bisa berkonsultasi dengan dokter umum terlebih dahulu untuk pemeriksaan awal. Jika kondisi pasien masih dapat ditangani, dokter umum dapat memberikan obat serta memberikan edukasi tentang pola hidup sehat bagi penderita diabetes. 

Jika diperlukan, dokter umum dapat merujuk pasien ke dokter penyakit dalam terutama subspesialis endokrinologi metabolik. Dokter ini berfokus pada gangguan hormonal dan metabolik, termasuk gula darah dan fungsi insulin.

Selain itu, penderita diabetes juga disarankan berkonsultasi dengan dokter spesialis gizi klinik untuk mendapatkan panduan pola makan seimbang, menentukan jumlah kalori, serta mengatur meal plan untuk menjaga kadar gula darah.

Sedangkan untuk orang yang mengalami kolesterol tinggi, untuk pemeriksaan awal juga bisa ke dokter umum. Jika kondisi masih bisa ditangani, maka dokter umum dapat memberikan obat untuk kolesterol. Jika diperlukan, dokter umum akan merujuk ke dokter spesialis penyakit dalam.

Dokter akan melakukan pemeriksaan menyeluruh dan memberikan pengobatan yang sesuai kondisi pasien. Jika terdapat tanda-tanda komplikasi seperti nyeri dada, sesak napas, atau hasil pemeriksaan menunjukkan penyumbatan pembuluh darah, pasien dapat dirujuk ke dokter spesialis jantung dan pembuluh darah.

Selain itu, penderita kolesterol tinggi juga perlu konsultasi dengan dokter spesialis gizi klinik untuk membantu merancang meal plan untuk menurunkan kadar kolesterol.

Penting untuk diingat bahwa perubahan gaya hidup, seperti menjaga pola makan, berhenti merokok, berolahraga teratur, dan menjaga berat badan ideal merupakan langkah utama dalam menurunkan kadar kolesterol dan gula darah. Untuk mengetahui apakah berat badan Anda sudah ideal atau belum, klik tautan ini!

Konsultasi Diabetes di Primecare Clinic

Primecare Clinic menyediakan program manajemen diabetes yang dapat membantumu untuk menurunkan kadar HbA1C. Kamu bisa konsultasi dengan dokter spesialis penyakit dalam dan dokter spesialis gizi klinik. Primecare Clinic juga menyediakan CGM untuk memonitor kadar gula darah sepanjang hari tanpa berkali-kali tusuk.

Primecare Clinic menyediakan layanan pemantauan, termasuk CGM dan pengelolaan gula darah bersama dokter spesialis penyakit dalam dan dokter spesialis gizi klinik. Segera periksa dan konsultasikan kadar gula darah sejak dini sebelum gejala muncul. Terdapat dr. Anak Agung Arie Widyastuti, Sp.PD, FINASIM yang merupakan dokter spesialis penyakit dalam dengan spesialisasi penyakit diabetes di Primecare Clinic.

Primecare Clinic menyediakan program manajemen diabetes, termasuk pemantauan CGM, edukasi gizi, dan pendampingan medis yang disesuaikan dengan kebutuhan untuk mencapai tujuan Anda seperti menurunkan HbA1C. Klik tautan ini untuk informasi selengkapnya!



November 11, 2025 Primecare ClinicDiabetes

Diabetes adalah penyakit kronis yang ditandai dengan tingginya kadar gula dalam darah (hiperglikemia) yang disebabkan karena kurangnya produksi insulin atau terjadi resistensi insulin. Keadaan hiperglikemia ini menyebabkan beberapa kondisi yang kurang baik pada penderita diabetes, seperti penyembuhan luka yang lama, adanya gangguan saraf, dan dapat menimbulkan gejala pada mulut, salah satunya mulut terasa kering. 

Data Kemenkes RI menyebutkan bahwa keluhan mulut kering pada penderita diabetes adalah sebanyak 30-50%. Angka ini meningkat seiring dengan kontrol gula darah yang buruk. Kondisi mulut kering ini seringkali diabaikan oleh penderita karena kurangnya informasi terkait hal ini. Padahal, penderita diabetes perlu melakukan perawatan gigi dan mulut dengan rutin agar tidak terjadi komplikasi yang lebih parah. 

Fenomena Mulut Kering Pada Penderita Diabetes

Mulut kering, atau yang dikenal sebagai xerostomia, adalah keluhan yang cukup sering dirasakan oleh penderita diabetes. Fenomena ini umum terjadi pada penderita diabetes. Xerostomia merupakan salah satu manifestasi klinis dari penyakit diabetes di rongga mulut. 

Jika kondisi mulut kering ini diabaikan dalam jangka waktu yang lama, dapat menimbulkan berbagai komplikasi di rongga mulut, yaitu gingivitis (radang gusi) diabetika, infeksi jamur seperti kandidiasis, karies gigi, dan sindrom mulut terbakar. 

Selain itu, penting untung penderita diabetes mengetahui gejala xerostomia agar pasien sadar bahwa ini merupakan kondisi yang tidak normal. Gejala xerostomia yang sering dirasakan oleh penderita diabetes meliputi:

  • Rongga mulut terasa kering, nyeri, dan terbakar pada lidah dan mukosa 
  • Rasa haus yang meningkat sehingga sering minum
  • Kesulitan dalam berbicara
  • Kesulitan mengunyah makanan
  • Kesulitan menelan
  • Kesulitan memakai gigi tiruan lepasan 

Penyebab Mulut Kering Pada Penderita Diabetes

Xerostomia merupakan keluhan yang muncul akibat hiposalivasi, yaitu penurunan produksi atau sekresi air liur (saliva) di bawah batas normal. Sekresi saliva normal tanpa stimulasi adalah ≥0,3 ml/menit, sedangkan dengan stimulasi adalah 1−2 ml/menit. Xerostomia terjadi ketika pengeluaran air liur (dengan atau tanpa stimulasi) kurang dari 50% angka normal.

Penyebab penurunan produksi air liur pada penderita diabetes, terutama yang tidak terkontrol dengan baik, meliputi:

1. Kadar gula darah yang buruk (hiperglikemia tidak terkontrol)

Gula darah tinggi dapat mengganggu fungsi kelenjar air liur dan mengurangi produksi air liur. Kontrol glikemik yang buruk dapat memperburuk respons jaringan periodontal (gusi) terhadap iritasi plak bakteri.

2. Neuropati diabetik

Komplikasi diabetes berupa neuropati dapat menyebabkan hiposalivasi. Neuropati pada kelenjar air liur juga dilaporkan sebagai penyebab mulut kering. Kerusakan ini dapat melibatkan saraf yang mempersarafi kelenjar parotis (sumber utama penghasil air liur).

3. Dehidrasi

Gejala poliuria (sering berkemih) adalah salah satu gejala khas yang terjadi pada diabetes yang dapat menyebabkan dehidrasi sehingga menurunkan produksi air liur.

4. Durasi penyakit

Semakin lama pasien menderita diabetes dengan kondisi hiperglikemia, semakin tinggi kemungkinan terjadinya komplikasi kronik seperti mulut kering. Hal ini juga dikaitkan dengan proses penuaan (aging) dimana jaringan pada kelenjar air liur hilang dan digantikan oleh jaringan ikat dan lemak yang mengurangi aliran air liur. 

5. Penyebab lainnya,

Penyebab lainnya yang dapat menyebabkan mulut kering pada penderita diabetes di antaranya:

  1. Perubahan pembuluh darah kecil pada kelenjar air liur,
  2. Terjadinya peradangan di mulut
  3. Terjadi infiltrasi lemak ke kelenjar air liur

Cara Mengatasi Mulut Kering pada Penderita Diabetes

Penanganan mulut kering pada penderita diabetes melibatkan kombinasi antara pengendalian penyakit diabetes dan perawatan pada rongga mulut.

Langkah utama dan pertama dalam mencegah dan mengatasi mulut kering adalah mengontrol kadar gula darah agar tetap stabil. Kontrol ini dapat dicapai melalui:

  • Diet sehat
  • Mengonsumsi obat-obatan sesuai resep dokter
  • Memantau kadar gula darah secara teratur. Menjaga gula darah tetap stabil dapat  secara bertahap memperbaiki fungsi kelenjar air liur

Perawatan pada rongga mulut untuk menjaga kelembapan, penderita disarankan untuk:

  • Minum air putih yang cukup sepanjang hari. Dianjurkan untuk meningkatkan frekuensi minum air putih dalam jumlah sedikit tetapi sering.
  • Mengunyah permen karet bebas gula atau menggunakan produk pelembap mulut, seperti semprotan atau gel, untuk merangsang produksi saliva dan mempertahankan kelembapan.
  • Menghindari minuman yang dapat memperburuk kondisi mulut kering, seperti minuman berkafein dan beralkohol.

Menjaga kebersihan mulut dengan melakukan perawatan rutin yang baik sangat penting untuk mencegah komplikasi (seperti karies dan infeksi) akibat penurunan saliva. Hal yang dapat dilakukan untuk menjaga kebersihan mulut, yaitu:

  • Menyikat gigi dua kali sehari dengan pasta gigi berfluoride. Waktu yang ideal untuk  menyikat gigi adalah pagi setelah sarapan dan malam sebelum tidur.
  • Menggunakan benang gigi (dental floss) dan menghindari penggunaan tusuk gigi.

Kapan Penderita Diabetes Harus ke Dokter?

Penderita diabetes harus segera ke dokter jika mengalami hal di bawah ini:

  • Kontrol gula darah yang buruk.
  • Terjadi komplikasi seperti, gangguan saraf pada kaki atau tangan, pandangan kabur, luka yang tidak kunjung sembuh.
  • Mulut kering berlangsung lama atau semakin parah​.
  • Muncul gejala tambahan seperti bau mulut, infeksi, luka di mulut, atau kesulitan menelan sehingga sulit makan atau minum.

Berdasarkan cara mengatasi mulut kering, yaitu dengan kombinasi pengendalian kontrol gula darah dan perawatan gigi dan mulut, penderita diabetes dapat berkonsultasi dengan dokter berikut:

1. Dokter Spesialis Penyakit Dalam

Untuk pengendalian glikemik dan pencegahan terhadap komplikasi, penderita diabetes dapat berkonsultasi dengan dokter penyakit dalam. 

2. Dokter Spesialis Penyakit Dalam Subspesialis Endokrin Metabolisme Diabetes

Jika penderita diabetes mengalami beberapa kondisi abnormal seperti, tidak adanya penurunan hasil pemeriksaan laboratorium pada diabetes dalam 3 bulan; tidak tercapainya target dalam terapi antidiabetes (AOD) tunggal dan kombinasi selama 3 bulan, dan lain-lain maka pasien perlu dirujuk ke dokter subspesialis endokrin metabolisme diabetes.

3. Dokter Gigi Umum

Penderita diabetes sangat perlu untuk melakukan kunjungan rutin ke dokter gigi karena adanya manifestasi klinis pada mulut yang sering dialamI oleh pasien diabetes. Hal ini tentu dapat mencegah komplikasi atau kerusakan pada gigi dan mulut bertambah parah. Disarankan rutin melakukan pemeriksaan gigi setiap 6 bulan sekali.

4. Dokter Gigi Spesialis Penyakit Mulut

Keahlian dokter penyakit mulut dapat menangani gejala mulut kering dan komplikasinya (seperti sindrom mulut terbakar atau infeksi jamur kandida) yang merupakan manifestasi penyakit sistemik pada rongga mulut.

Konsultasi Diabetes di Primecare Clinic

Primecare Clinic menyediakan program manajemen diabetes yang dapat membantumu untuk menurunkan kadar HbA1C. Kamu bisa konsultasi dengan dokter spesialis penyakit dalam dan dokter spesialis gizi klinik. Primecare Clinic juga menyediakan CGM untuk memonitor kadar gula darah sepanjang hari tanpa berkali-kali tusuk.

Primecare Clinic menyediakan layanan pemantauan, termasuk CGM dan pengelolaan gula darah bersama dokter spesialis penyakit dalam dan dokter spesialis gizi klinik. Segera periksa dan konsultasikan kadar gula darah sejak dini sebelum gejala muncul. Terdapat dr. Anak Agung Arie Widyastuti, Sp.PD, FINASIM yang merupakan dokter spesialis penyakit dalam dengan spesialisasi penyakit diabetes di Primecare Clinic.

Primecare Clinic menyediakan program manajemen diabetes, termasuk pemantauan CGM, edukasi gizi, dan pendampingan medis yang disesuaikan dengan kebutuhan untuk mencapai tujuan Anda seperti menurunkan HbA1C. Klik tautan ini untuk informasi selengkapnya!


primecare

Jakarta Panglima Polim

Jl. Panglima Polim IX No.16, Kby. Baru, Kota Jakarta Selatan

Jakarta Tebet

Jl. Tebet Barat Dalam II No.46 14, Tebet Barat, Kota Jakarta Selatan

Samarinda

Jl. Muso Salim No.28, Karang Mumus, Kota Samarinda


Copyright by PT. Layanan Medika Pratama 2025. All rights reserved.



Copyright by PT. Layanan Medika Pratama 2025. All rights reserved.