Apakah Penderita Diabetes Boleh Main Padel? Ini Jawabannya!

Padel kini menjadi olahraga yang semakin populer. Permainannya mirip tenis, menggunakan raket untuk memukul bola melewati net ke arah lawan, tetapi dilakukan di lapangan yang lebih kecil. Padel dapat dimainkan oleh berbagai kalangan.
Namun, bagi penderita diabetes mungkin ada kekhawatiran untuk bermain padel. Apakah padel bisa membantu mengontrol gula darah dan apakah aman bagi penderita diabetes? Simak faktanya berikut!
Apakah Penderita Diabetes Boleh Main Padel?
Pada dasarnya penderita diabetes boleh bermain padel asalkan kondisi gula darah stabil dan tidak ada komplikasi yang dapat meningkatkan risiko cedera.
Padel termasuk olahraga aerobik dan interval intensitas sedang hingga tinggi. Olahraga padel melibatkan gerakan lari, melompat, dan memukul sehingga membutuhkan konsentrasi dan koordinasi tubuh yang baik. Olahraga seperti ini baik untuk meningkatkan kebugaran jantung, membakar kalori, dan memperbaiki metabolisme tubuh.
Dengan kontrol yang baik, olahraga padel aman bagi penderita diabetes, bahkan bisa menjadi pilihan olahraga rutin yang menyenangkan bagi penderita diabetes.
Tips Aman Sebelum, Saat, dan Sesudah Main Padel
Bagi penderita diabetes yang ingin mulai bermain padel, ada beberapa hal yang harus diperhatikan sebelum, saat, dan setelah bermain. Berikut beberapa tips yang bermain padel bagi penderita diabetes:
a. Sebelum Bermain
- Periksa gula darah, pastikan dalam batas aman yaitu antara 100-200 mg/dL
- Makan dulu sebelum olahraga, pilih makanan yang mengandung karbohidrat kompleks dan protein.
- Minum air putih yang cukup, untuk menghindari dehidrasi.
- Lakukan pemanasan seperti peregangan ringan agar otot siap bergerak dan mencegah cedera.
b. Saat Bermain
- Atur intensitas permainan, jika baru mulai olahraga, mulailah dari intensitas ringan hingga sedang, sekitar 30–45 menit.
- Waspadai tanda hipoglikemia, jika mulai merasa gemetar, pusing, atau lemas, segera berhenti dan konsumsi makanan manis atau minuman berkarbohidrat.
- Istirahat di antara sesi bermain dengan minum air, duduk sejenak, dan rasakan apakah tubuh masih nyaman dan kuat untuk melanjutkan permainan.
c. Sesudah Bermain
- Lakukan pendinginan agar detak jantung dan pernapasan kembali normal.
- Cek ulang gula darah karena setelah olahraga kadar gula bisa menurun hingga beberapa jam kemudian.
- Isi ulang energi dengan mengonsumsi makanan sehat.
- Periksa kondisi kaki dan tangan, pastikan tidak ada luka atau lecet yang bisa menjadi masalah di kemudian hari.
Manfaat Main Padel bagi Penderita Diabetes
Padel dapat memberikan banyak manfaat bagi kesehatan jika dilakukan dengan aman. Berikut beberapa manfaat padel bagi penderita diabetes:
a. Mengontrol Kadar Gula Darah
Gerakan padel yang melibatkan otot besar seperti kaki, paha, dan lengan membantu sel otot menyerap glukosa dari darah untuk digunakan sebagai energi. Dengan begitu dapat membantu menurunkan kadar gula darah pada penderita diabetes.
b. Meningkatkan Kesehatan Jantung
Bermain padel meningkatkan detak jantung secara bertahap tanpa membuat tubuh kelelahan berlebihan. Olahraga ini meningkatkan kesehatan kardiovaskuler dan membantu menurunkan risiko penyakit jantung, yang sering menjadi komplikasi pada diabetes.
c. Menurunkan Berat Badan
Olahraga dapat membantu menurunkan berat badan, termasuk padel. Selama bermain padel, tubuh akan membakar kalori dan membantu menurunkan berat badan. Penurunan berat badan sekitar 5–10% dari berat tubuh sudah dapat memperbaiki kontrol gula darah secara signifikan.
d. Menguatkan Otot dan Sendi
Gerakan memukul, berlari pendek, dan berpindah arah membantu memperkuat otot serta meningkatkan keseimbangan tubuh.
e. Menurunkan Stres dan Memperbaiki Suasana Hati
Olahraga dapat membantu memperbaiki suasana hati karena meningkatkan produksi hormon endorfin yang dapat menurunkan stres. Apalagi jika olahraga padel dilakukan bersama dengan teman atau kerabat dekat sehingga mendorong interaksi sosial yang menyenangkan.
f. Meningkatkan Kualitas Tidur
Olahraga rutin seperti padel membantu meningkatkan kualitas tidur dan membuat tubuh terasa lebih segar dan bugar. Tidur yang cukup juga berpengaruh terhadap kestabilan gula darah.
Penderita diabetes dianjurkan berolahraga sebanyak 3-5 kali seminggu, dengan durasi 45–60 menit per sesi. Bagi pemula, mulai dari intensitas ringan dulu, lalu tingkatkan perlahan. Kombinasikan juga dengan latihan ringan lain seperti jalan kaki atau peregangan agar tubuh beradaptasi.
Jika gula darah dan kondisi tubuh sudah stabil, latihan bisa dilakukan lebih rutin. Pastikan selalu mendengarkan sinyal tubuh saat berolahraga. Jika merasa cepat lelah, pusing, atau haus berlebihan, hentikan dulu aktivitas dan istirahat.
Konsultasi Diabetes di Primecare Clinic
Primecare Clinic adalah klinik diabetes yang menyediakan program manajemen diabetes yang dapat membantumu untuk menurunkan kadar HbA1C. Kamu bisa konsultasi dengan dokter spesialis penyakit dalam dan dokter spesialis gizi klinik. Primecare Clinic juga menyediakan CGM untuk memonitor kadar gula darah sepanjang hari tanpa berkali-kali tusuk.
Primecare Clinic menyediakan layanan pemantauan, termasuk CGM dan pengelolaan gula darah bersama dokter spesialis penyakit dalam dan dokter spesialis gizi klinik. Segera periksa dan konsultasikan kadar gula darah sejak dini sebelum gejala muncul. Terdapat dr. Anak Agung Arie Widyastuti, Sp.PD, FINASIM yang merupakan dokter spesialis penyakit dalam dengan spesialisasi penyakit diabetes di Primecare Clinic.
Primecare Clinic menyediakan program manajemen diabetes, termasuk pemantauan CGM, edukasi gizi, dan pendampingan medis yang disesuaikan dengan kebutuhan untuk mencapai tujuan Anda seperti menurunkan HbA1C. Klik tautan ini untuk informasi selengkapnya!

