Olahraga membuat tubuh lebih sehat, bugar, dan kuat. Namun, masih banyak orang yang lupa atau menunda minum setelah olahraga. Padahal, kebiasaan ini bisa menimbulkan berbagai dampak buruk bagi tubuh, mulai dari dehidrasi ringan hingga gangguan fungsi organ. Ditambah dengan orang yang bangga tidak minum saat atau setelah olahraga.
Jadi, apa saja bahaya tidak minum setelah olahraga? Berikut bahayanya!
Bahaya Tidak Minum Setelah Olahraga
Tidak segera minum setelah berolahraga dapat memicu berbagai masalah kesehatan, baik jangka pendek maupun jangka panjang.
1. Dehidrasi
Dehidrasi adalah risiko paling umum jika tidak minum setelah olahraga. Berikut gejala dehidrasi setelah olahraga
- Haus berlebihan
- Mulut dan bibir kering
- Urin (pipis) berwarna kuning pekat
- Pusing dan lemas
Jika hal ini dibiarkan, dehidrasi dapat mengganggu kinerja jantung dan ginjal. Jadi, ada organ dalam yang terancam jika Anda tidak minum setelah olahraga, apalagi jika Anda berolahraga dengan tipe endurance.
2. Kram dan Nyeri Otot
Kurangnya cairan dan elektrolit membuat otot lebih mudah mengalami kram, terutama setelah latihan intensitas sedang hingga berat.
3. Penurunan Performa Fisik
Tidak minum setelah olahraga menyebabkan suplai oksigen dan nutrisi ke otot menurun, sehingga tubuh terasa cepat lelah dan performa olahraga berikutnya ikut menurun.
4. Gangguan Fungsi Ginjal
Ginjal membutuhkan cairan yang cukup untuk menyaring zat sisa. Kurang minum setelah olahraga dapat meningkatkan risiko:
- Urin pekat
- Batu ginjal
- Gangguan fungsi ginjal pada kondisi ekstrem
Tidak salah jika banyak pihak/nakes yang mengatakan bahwa ginjal bisa terganggu jika Anda berolahraga tanpa minum (saat atau pun setelah).
5. Pusing dan Penurunan Tekanan Darah
Kehilangan cairan tanpa penggantian yang cukup dapat menurunkan volume darah, sehingga memicu pusing, mual, bahkan risiko pingsan.
6. Proses Pemulihan Menjadi Lebih Lama
Tanpa hidrasi yang baik, tubuh membutuhkan waktu lebih lama untuk memperbaiki jaringan otot dan mengembalikan energi setelah olahraga.
Jika pemulihan berlangsung lebih lama, maka Anda butuh waktu leibh lama juga untuk bisa latihan lebih berat lagi seperti anaerobik (HIIT) atau latihan interval run/tempo run.
Siapa yang Paling Berisiko Jika Tidak Minum Setelah Olahraga?
Tidak semua orang memiliki risiko yang sama. Namun, beberapa kalangan ini memiliki risiko tinggi pada kesehatan jika tiadk minum setelah olahraga.
1. Atlet dan Pelari Jarak Jauh
Atlet endurance kehilangan cairan lebih banyak, sehingga kebutuhan minumnya lebih tinggi. Jadi, jangan sampai sudah lari lebih dari 10 km, tetapi tidak minum sama sekali.
2. Orang dengan Aktivitas Fisik Berat
Pekerja lapangan atau mereka yang berolahraga di cuaca panas lebih rentan mengalami dehidrasi. Jika tidak minum, akan ada banyak gangguan kesehatan.
3. Lansia
Lansia yang berolahraga tentu menjadi teladan. Namun, kebutuhan cairan tetap harus dijaga.
Rasa haus pada lansia sering berkurang, sehingga risiko tidak minum setelah olahraga menjadi lebih besar. Karena itu, perlu minum tanpa muncul rasa haus terlebih dahulu.
Kapan dan Berapa Banyak Harus Minum Setelah Olahraga?
Minum setelah olahraga sebaiknya dilakukan segera. Jangan menunggu haus dahulu baru mau minum air.
Waktu terbaik minum setelah olahraga adalah dalam 30 menit pertama setelah selesai olahraga dan dilanjutkan secara bertahap hingga warna urin kembali jernih (putih).
Untuk olahraga intensitas ringan hingga sedang, air putih cukup, tetapi jika olahraganya di atas 60 menit, sebaiknya Anda minum minuman elektrolit/isotonik, terutama jika banyak berkeringat.
Segera Minum setelah Berolahraga!
Tidak minum setelah olahraga bukanlah kebiasaan sepele Bahkan hal ini sebaiknya jangan dibanggakan (tidak minum setelah olahraga) karena ada bahaya untuk kesehatan.
Dehidrasi, kram otot, penurunan performa, hingga gangguan ginjal dapat terjadi jika tubuh kekurangan cairan. Oleh karena itu, pastikan Anda selalu minum setelah olahraga untuk menjaga kesehatan dan mempercepat pemulihan tubuh.
Pilihannya, Anda bisa minum air putih jika olahraga ringan-sedang dengan durasi kurang dari satu jam dan minuman elektrolit/isotonik jika olahraga dengan intensitas berat atau durasi lebih dari satu jam, apalagi jika mengeluarkan banyak keringat.











