9827-1-1200x800.webp

Melaksanakan ibadah umroh dan haji membutuhkan kondisi tubuh yang sehat dan daya tahan yang kuat. Salah satu langkah pencegahan yang sangat dianjurkan sebelum berangkat adalah vaksin flu sebelum umroh dan haji. Vaksin ini membantu melindungi jamaah dari infeksi influenza yang mudah menular di keramaian.

Meski vaksin flu tidak wajib seperti vaksin meningitis dan polio, vaksin flu tetap penting sebelum ibadah umroh dan haji. Berikut alasannya!

Mengapa Vaksin Flu Penting Sebelum Umroh dan Haji?

1. Risiko Penularan Tinggi

Jutaan jamaah dari berbagai negara berkumpul dalam satu waktu, sehingga virus mudah menyebar melalui udara, sehingga keramaian di Tanah Suci membuat risiko penularan penyakit pernapasan sangat tinggi. Jadi, tidak ada salanya menambah proteksi dengan vaksin flu.

2. Perubahan Cuaca Ekstrem

Perbedaan suhu antara siang dan malam di Arab Saudi dapat melemahkan daya tahan tubuh, sehingga vaksin flu bisa melindungi dari infeksi flu.

3. Aktivitas Fisik yang Padat

Ibadah umroh dan haji membutuhkan stamina tinggi sehingga tubuh lebih rentan kelelahan dan jatuh sakit jika tidak mempersiapkan diri dengan baik. Jadi, ada baiknya vaksin flu sebelum berangkat ke Tanah Suji.

Manfaat Vaksin Flu Sebelum Ibadah Umroh dan Haji

Vaksin flu memberikan berbagai manfaat penting bagi jamaah. Yaitu:

1. Melindungi dari Infeksi Influenza

Vaksin flu dapat mengurangi risiko terkena flu selama perjalanan dan ibadah.

2. Mengurangi Risiko Komplikasi

Vaksin flu bisa mencegah flu berkembang menjadi penyakit yang lebih serius seperti pneumonia.

3. Menjaga Kebugaran Selama Ibadah

Jamaah tetap bisa beribadah dengan nyaman tanpa gangguan kesehatan. Pastinya tidak ada yang mau jatuh sakit ketika ibadah di Tanah Suci.

Kapan Waktu Terbaik untuk Vaksin Flu sebelum Umroh dan Haji?

1. 2-4 Minggu Sebelum Keberangkatan

2-4 minggu sebelum keberangkatan ke Tanah Suci adalah waktu ideal agar tubuh memiliki cukup waktu untuk membentuk antibodi. Lebih baik vaksin meningitis dan polio serta flu dilakukan dalam satu waktu agar hemat waktu.

2. Sebelum Musim Flu Meningkat

Vaksin  flu lebih efektif jika dilakukan sebelum terjadi lonjakan kasus influenza.

Siapa yang Dianjurkan Mendapat Vaksin Flu sebelum Ibadah Umroh dan Haji?

1. Jamaah Lansia

Jamaah lansia memiliki risiko lebih tinggi terkena komplikasi flu, sehingga dianjurkan untuk vaksin flu.

2. Jamaah dengan Penyakit Kronis

Contoh penyakit kronisnya adalah diabetes, asma, atau penyakit jantung. Ada baiknya juga konsultasi dengan dokter umum/dokter spesialis penyakit dalam terlebih dahulu.

3. Semua Calon Jamaah Umroh dan Haji

Vaksin ini sangat dianjurkan untuk semua jamaah tanpa terkecuali untuk mendapatkan perlindungan ekstra, terutama jika belum vaksin flu sebelumnya.

Vaksin Flu bisa Jadi Proteksi ketika Ibadah Umroh dan Haji

Vaksin flu sebelum umroh dan haji merupakan langkah pencegahan yang penting untuk menjaga kesehatan jamaah selama beribadah di Tanah Suci. Dengan perlindungan ini, risiko tertular influenza dapat berkurang sehingga ibadah dapat dijalankan dengan lebih nyaman dan khusyuk, serta mengurangi potensi jatuh sakit ketika sedang beribadah.

Di Primecare Clinic Jakarta, tersedia vaksin meningitis, polio, dan flu. Klik tautan ini untuk informasi selengkapnya!


9850-_1_-1200x800.webp

Menjalankan ibadah umroh dan haji membutuhkan kondisi fisik yang prima. Perjalanan yang panjang, cuaca ekstrem di Arab Saudi, serta aktivitas ibadah yang padat membuat tubuh harus dalam keadaan sehat dan kuat. Salah satu persiapan kesehatan yang banyak disarankan adalah suntik vitamin sebelum umroh dan haji.

Apa saja manfaatnya dan jenis vitamin yang umum digunakan?

Manfaat Suntik Vitamin untuk Jamaah Umroh dan Haji

Suntik vitamin sering menjadi bagian dari persiapan kesehatan sebelum keberangkatan ibadah. Berikut manfaatnya:

1. Meningkatkan Imunitas Tubuh

Vitamin seperti Vitamin C dan B kompleks membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh agar tidak mudah sakit. Tentunya Anda tidak mau jatuh sakit ketika sedang beribadah di Tanah Suci bukan?

2. Mengurangi Kelelahan

Aktivitas ibadah saat umroh dan haji membutuhkan stamina tinggi, apalagi jika hotel tempat Anda menginap jauh dari tempat ibadah (Masjidil Haram atau Masjid Nabawi).

Suntik vitamin membantu mengurangi rasa lelah berlebihan, sehingga bisa membantu Anda untuk beribadah dengan optimal.

3. Mempercepat Pemulihan Tubuh

Jika tubuh mulai merasa lemah atau kurang fit, suntik vitamin dapat membantu proses pemulihan lebih cepat.

Jenis Vitamin yang Umum Disuntikkan sebelum Ibadah Umroh/Haji

Ada beberapa jenis vitamin yang biasanya diberikan sebelum keberangkatan umroh dan haji, yaitu:

1. Vitamin C

Vitamin C berfungsi sebagai antioksidan dan meningkatkan daya tahan tubuh, sehingga Anda tidak mudah untuk jatuh sakit.

2. Vitamin B Kompleks

VItamin B kompleks embantu dalam metabolisme energi dan mengurangi rasa lelah, sehingga Anda bisa lebih fit ketika beribadah.

3. Multivitamin Infus

Kombinasi dari beberapa vitamin untuk efek kebugaran yang lebih optimal dan Anda bisa lebih bugar untuk ibadah.

Kapan Waktu yang Tepat untuk Suntik Vitamin?

a. 1-2 Minggu Sebelum Keberangkatan

Idealnya, suntik vitamin dilakukan 1-2 minggu sebelum keberangkatan untuk meningkatkan kondisi tubuh sebelum perjalanan jauh.

b. Saat Tubuh Terasa Lelah

Suntik vitamin juga bisa dilakukan jika tubuh mulai terasa tidak fit menjelang keberangkatan. Jadi, sebelum berangkat ke Tanah Suci, Anda bisa suntik vitamin dulu.

Suntik Vitamin bisa Menjadi Persiapan Ibadah Umroh dan Haji

Suntik vitamin sebelum umroh dan haji merupakan salah satu langkah persiapan kesehatan yang dapat membantu menjaga stamina dan daya tahan tubuh. Meski tidak wajib, prosedur ini sangat bermanfaat terutama bagi jamaah yang ingin memastikan kondisi tubuh tetap fit selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.

Di Primecare Clinic Jakarta, tersedia layanan suntik/infus vitamin, klik tautan ini untuk infomasi selengkapnya!


8371-1200x801.webp

USG dan rontgen adalah dua jenis pemeriksaan penunjang medis yang sering digunakan dokter untuk membantu diagnosis penyakit. 

Meski sama-sama berfungsi melihat kondisi organ dalam, perbedaan USG dan rontgen cukup signifikan, dilihat dari berbagai sisi.

Berikut ini adalah perbedaan dari USG dan rontgen.

1. Cara Kerja

USG bekerja dengan memancarkan gelombang suara ke dalam tubuh. Gelombang tersebut dipantulkan oleh jaringan tubuh dan diubah menjadi gambar di layar monitor. Sementara itu, rontgen bekerja dengan memancarkan sinar-X yang menembus tubuh. Jaringan keras seperti tulang akan menyerap lebih banyak sinar, sehingga tampak lebih jelas pada hasil gambar.

2. Fungsi dan Kegunaan 

USG sering digunakan untuk:

  • Pemeriksaan kehamilan
  • Melihat organ perut (hati, ginjal, pankreas)
  • Mendeteksi kista atau tumor
  • Pemeriksaan organ reproduksi
  • Mengevaluasi aliran darah (USG Doppler)
  • Pemeriksaan payudara

Sementara itu, rontgen umumnya dipakai untuk:

  • Mendeteksi patah tulang
  • Pemeriksaan paru-paru
  • Melihat kelainan sendi
  • Mendeteksi infeksi atau sumbatan
  • Pemeriksaan gigi dan dada

3. Teknologi yang Digunakan

USG menggunakan gelombang suara, sementara itu rontgen menggunakan sinar X.

4. Keamanan

USG menggunakan gelombang suara, sehingga bisa dipakai berulang kali. Sementara itu, rontgen mengandung radiasi, sehingga penggunaannya harus dibatasi. Jadi, biasanya petugas akan menanyakan kapan Anda terakhir kali rontgen.

5. Hasil Pencitraan/Gambar

USG akan memberikan gambaran secara real-time dan dinamis, sementara rontgen menghasilkan gambar statis.

6. Contoh Momen yang Pas untuk Evaluasi dengan Alatnya

USG cocok untuk pemeriksaan seperti kehamilan, nyeri di perut, serta organ lunak. Sementara penggunaan rontgen cocok untuk kasus seperti patah tulang dan pemeriksaan paru-paru.

Mana yang Lebih Baik? USG atau Rontgen?

Keduanya memiliki kelebihan dan kekurangan, serta ciri khasnya masing-masing. Jadi, mana yang lebih baik, semuanya tergantung konteks kasus. Dokter akan menyarankan pemeriksaan terbaik untuk Anda, apakah lebih tepat USG atau rontgen.

USG dan Rontgen itu Berbeda

Terdapat berbagai perbedaan dari USG dan rontgen. Konsultasi ke dokter jika Anda ingin memakai layanan ini, biasanya ketika pemeriksaan lebih lanjut atau MCU (medical check up).

Primecare Clinic cabang Panglima Polim, Jakarta Selatan memiliki USG dan rontgen, tetapi pada beberapa kasus, perlu ada surat pengantar dokter jika ingin memakai alat kesehatan tersebut. Klik tautan ini untuk informasi selengkapnya!


18239-2-1-1200x801.webp

Idul Adha menjadi momen yang dinantikan banyak keluarga untuk menikmati berbagai olahan daging merah dari sapi, kambing, domba, dsb. Sate, gulai, rendang, tongseng, hingga semur daging sering tersaji selama beberapa hari setelah perayaan. Namun, di balik kenikmatan tersebut, konsumsi daging merah dan makanan tinggi lemak secara berlebihan dapat meningkatkan kadar kolesterol dalam tubuh. Hal ini berisiko untuk kelompok tertentu.

Karena itu, cek kolesterol setelah Idul Adha menjadi salah satu langkah bijak untuk memantau kesehatan, terutama bagi individu yang memiliki faktor risiko penyakit jantung, hipertensi, diabetes, atau riwayat kolesterol tinggi.

Mengapa Perlu Cek Kolesterol Setelah Idul Adha?

Pola makan selama Idul Adha umumnya berbeda dari hari biasa karena ada kelebihan konsumsi daging merah. Asupan lemak jenuh dan kolesterol dari daging merah cenderung meningkat sehingga berpotensi memengaruhi kolesterol. Berikut beberapa alasan untuk cek kolesterol setelah Idul Adha.

1. Mendeteksi Peningkatan Kolesterol Sejak Dini

Kolesterol tinggi sering kali tidak menimbulkan gejala yang jelas. Banyak orang baru menyadari kondisi kolesterol tinggi setelah mengalami komplikasi seperti penyakit jantung atau stroke. Karena itu, melalui pemeriksaan kolesterol, perubahan kadar lemak dalam darah dapat diketahui lebih awal sehingga tindakan pencegahan dapat segera dilakukan.

2. Menilai Dampak Konsumsi Daging Berlebih

Mengonsumsi daging merah secara berlebihan selama beberapa hari berturut-turut dapat meningkatkan kadar kolesterol LDL dan trigliserida, terutama jika diolah dengan santan atau digoreng.

Untuk itu, pemeriksaan laboratorium dapat mendeteksi apakah pola makan selama hari raya memberikan dampak terhadap kesehatan metabolik.

3. Mengurangi Risiko Penyakit Kardiovaskuler

Kolesterol tinggi merupakan salah satu faktor risiko utama penyakit jantung koroner, stroke, dan penyumbatan pembuluh darah. Dengan melakukan cek kolesterol secara rutin, risiko penyakit kardiovaskuler dapat dikendalikan lebih baik.

Apa Itu Pemeriksaan Kolesterol?

Pemeriksaan kolesterol adalah tes darah yang digunakan untuk mengukur kadar lemak dalam tubuh. Hasil tes biasanya mencakup beberapa komponen penting.

1. Kolesterol Total

Menunjukkan jumlah keseluruhan kolesterol dalam darah. Termasuk HDL, LDL.

2. Kolesterol LDL (Low-Density Lipoprotein)

Sering disebut sebagai kolesterol jahat karena dapat menumpuk di dinding pembuluh darah dan menyebabkan penyumbatan. Anda harus memperhatikan hal ini lebih seksama.

3. Kolesterol HDL (High-Density Lipoprotein)

Dikenal sebagai kolesterol baik yang berfungsi membantu mengangkut kolesterol berlebih ke hati untuk dibuang. Jadi, ini berbeda dengan LDL.

3. Trigliserida

Merupakan jenis lemak yang digunakan tubuh sebagai sumber energi. Kadar trigliserida yang tinggi dapat meningkatkan risiko penyakit jantung.

Siapa yang Sebaiknya Melakukan Cek Kolesterol Setelah Idul Adha?

Pemeriksaan kolesterol setelah Idul Adha sangat dianjurkan bagi orang dengan profil:

  • Usia di atas 30 tahun.
  • Penderita hipertensi.
  • Penderita diabetes.
  • Individu dengan berat badan berlebih atau obesitas. Anda bisa mengetahuinya lewat cek BMI di sini.
  • Perokok aktif.
  • Orang dengan riwayat keluarga kolesterol tinggi.
  • Penderita penyakit jantung.
  • Individu yang mengonsumsi daging dan makanan berlemak secara berlebihan selama Idul Adha.

Kapan Waktu Terbaik Cek Kolesterol Setelah Idul Adha?

Waktu yang ideal untuk melakukan pemeriksaan adalah sekitar 1 hingga 2 minggu setelah Idul Adha. Pada periode ini, perubahan metabolisme akibat pola makan selama hari raya biasanya sudah dapat terlihat seperti lewat cek kolesterol.

Jika memiliki riwayat kolesterol tinggi atau sedang menjalani pengobatan, konsultasikan dengan dokter umum atau dokter spesialis penyakit dalam untuk  jadwal pemeriksaan yang paling sesuai.

Cek Kolesterol setelah Idul Adha adalah Langkah yang Bijak

Cek kolesterol setelah Idul Adha merupakan langkah yang bijak terutama bagi mereka yang mengonsumsi banyak daging merah dan makanan tinggi lemak selama perayaan, serta memiliki penyakit metabolik tertentu.

Dengan kombinasi pemeriksaan rutin, pola makan seimbang, dan gaya hidup aktif, kesehatan jantung dapat tetap terjaga meskipun sedang musim mengonsumi daging merah dalam porsi besar.

Di Primecare Clinic tersedia panel kolesterol untuk cek kolesterol. Klik tautan ini untuk informasi selengkapnya!


3135-1200x675.webp

Perayaan Idul Adha identik dengan hidangan berbahan dasar daging sapi dan kambing. Mulai dari sate, gulai, tongseng, hingga rendang menjadi menu favorit keluarga selama beberapa hari setelah hari raya. Namun, konsumsi daging merah dan makanan tinggi lemak secara berlebihan dapat berdampak pada kesehatan, terutama bagi individu yang memiliki riwayat kolesterol tinggi, hipertensi, diabetes, atau penyakit jantung.

Oleh karena itu, melakukan Medical Check Up (MCU) setelah Idul Adha menjadi langkah yang bijak. Mengapa hal ini penting dan apa saja yang harus dicek?

Mengapa MCU Setelah Idul Adha Penting?

Setelah Idul Adha, banyak orang mengalami perubahan pola makan yang cukup signifikan. Konsumsi daging merah dalam jumlah besar dapat memengaruhi berbagai indikator kesehatan.

1. Memantau Kadar Kolesterol

Daging merah mengandung lemak jenuh yang dapat meningkatkan kadar kolesterol LDL atau kolesterol “jahat”. Jika tidak dikontrol, hal ini berbahaya bagi jantung.

Dengan MCU, Anda dapat mengetahui apakah terjadi peningkatan kadar kolesterol setelah periode konsumsi daging merah dalam kadar yang tinggi.

2. Mengevaluasi Kadar Asam Urat

Daging kambing, sapi, dan jeroan mengandung purin yang dapat meningkatkan kadar asam urat dalam darah. Bagi penderita gout atau asam urat, kondisi ini dapat memicu nyeri sendi dan peradangan.

Pemeriksaan asam urat menjadi salah satu tes yang direkomendasikan setelah Idul Adha, terutama bagi kelompok berisiko seperti riwayat asam urat tinggi.

3. Memeriksa Tekanan Darah

Makanan bersantan, tinggi garam, dan tinggi lemak yang sering disajikan saat Idul Adha dapat memengaruhi tekanan darah. MCU dapat membantu mendeteksi hipertensi yang mungkin muncul atau memburuk setelah makan banyak daging merah.

Siapa yang Dianjurkan Melakukan MCU Setelah Idul Adha?

Tidak semua orang harus langsung melakukan pemeriksaan lengkap. Namun, MCU sangat dianjurkan bagi:

  • Individu berusia di atas 30 tahun.
  • Penderita kolesterol tinggi.
  • Penderita hipertensi.
  • Penderita diabetes mellitus.
  • Orang dengan riwayat penyakit jantung.
  • Individu yang mengalami kenaikan berat badan setelah hari raya.
  • Mereka yang mengonsumsi daging dan makanan berlemak secara berlebihan selama Idul Adha.
  • Perokok aktif dan mantan perokok.

Jenis Pemeriksaan MCU yang Disarankan Setelah Idul Adha

Paket pemeriksaan dapat disesuaikan dengan kondisi kesehatan masing-masing individu.

1. Pemeriksaan Profil Lipid/Lemak

Tes ini bertujuan mengukur:

  • Kolesterol total
  • Kolesterol LDL
  • Kolesterol HDL
  • Trigliserida

Hasil pemeriksaan akan menunjukkan apakah pola makan yang banyak daging berefek pada kolesterol.

2. Tes Asam Urat

Pemeriksaan ini membantu mendeteksi peningkatan kadar asam urat akibat konsumsi makanan tinggi purin seperti jeroan dan daging merah.

3. Pemeriksaan Gula Darah

Tes yang biasanya dilakukan meliputi:

  • Gula darah puasa
  • Gula darah sewaktu
  • HbA1c

Pemeriksaan ini penting untuk menilai kontrol gula darah dalam jangka pendek maupun jangka panjang.

4. Pemeriksaan Fungsi Hati

Konsumsi makanan tinggi lemak dapat memengaruhi kesehatan hati. Pemeriksaan SGOT dan SGPT dapat membantu menilai fungsi organ tersebut.

5. Pemeriksaan Fungsi Ginjal

Tes ureum dan kreatinin berguna untuk memastikan ginjal bekerja dengan baik dalam menyaring zat sisa metabolisme tubuh.

6. Pemeriksaan Tekanan Darah

Pemeriksaan tekanan darah untuk mengecek bagaimana tekanan darah setelah banyak konsumsi daging merah.

7. Berat Badan dan Lingkar Tubuh

Jika Anda memiliki BMI dekat dengan 25 kg/m^2 atau berlebih, tidak ada salahnya untuk mengecek berat badan dan lingkar tubuh. Anda juga bisa ke dokter spesialis gizi untuk pengecekan hal ini.

Kapan Waktu Terbaik Melakukan MCU Setelah Idul Adha?

Idealnya, MCU dilakukan sekitar 1 hingga 2 minggu setelah Idul Adha. Rentang waktu ini memungkinkan tubuh menunjukkan perubahan metabolik yang lebih akurat akibat pola makan selama perayaan.

Namun, jika Anda mengalami gejala seperti:

  • Nyeri dada
  • Sakit kepala berkepanjangan
  • Sesak napas
  • Nyeri sendi mendadak
  • Tekanan darah tinggi

Maka pemeriksaan sebaiknya dilakukan lebih cepat.

Manfaat Jangka Panjang MCU Rutin

Melakukan MCU secara berkala tidak hanya bermanfaat setelah Idul Adha, tetapi juga menjadi investasi kesehatan jangka panjang. Dengan pemeriksaan rutin, berbagai penyakit seperti diabetes, hipertensi, kolesterol tinggi, gangguan ginjal, dan penyakit jantung dapat terdeteksi lebih awal sehingga penanganannya menjadi lebih efektif. Jadi, Anda bisa menikmati perayaan dan konsumsi daging merah tanpa khawatir belebihan.

MCU setelah Idul Adha adalah Langkah yang Bijak

MCU setelah Idul Adha merupakan langkah bijak untuk memastikan kondisi tubuh tetap sehat setelah periode konsumsi daging dan makanan berlemak yang cenderung meningkat. Pemeriksaan seperti kolesterol, asam urat, gula darah, fungsi hati, dan fungsi ginjal dapat membantu mendeteksi risiko kesehatan sejak dini.

Dengan mengombinasikan Medical Check Up rutin dan gaya hidup sehat, Anda dapat menikmati momen Idul Adha tanpa mengabaikan kesehatan secara jangka panjang.

Di Primecare Clinic tersedia paket MCU. Klik tautan ini untuk informasi selengkapnya!


89204-1200x800.webp

Anak takut ke dokter? Pasti pusing rasanya. Apalagi jika anak sedang harus ke dokter karena sakit seperti demam atau jadwal pemberian vaksin.

Apa penyebab anak takut ke dokter? Bagaimana cara mengatasinya?

Penyebab Anak Takut ke Dokter

Umumnya, anak takut ke dokter itu bukan tanpa sebab. Berikut beberapa penyebabnya.

1. Pengalaman Buruk Sebelumnya

Jika anak pernah mengalami suntikan atau prosedur yang menyakitkan, hal ini bisa membekas pada psikis mereka dan menimbulkan trauma. Ujungnya, anak jadi takut ke dokter.

2. Takut dengan Orang Asing

Dokter dan tenaga medis adalah orang asing atau baru kenal di mata anak, sehingga bisa memicu rasa tidak nyaman atau takut di benak sang anak.

3. Imajinasi Berlebihan

Anak mungkin saja membayangkan hal-hal menakutkan jika mau ke dokter, apalagi jika mendengar cerita dari orang lain terkait pengalaman mereka saat ke dokter.

4. Lingkungan yang Tidak Familiar

Bau obat, alat medis, dan suasana klinik?RS yang kurang familiar bisa membuat anak merasa tidak aman.

Cara Mengatasi Anak yang Takut ke Dokter

Berikut beberapa langkah efektif yang bisa dilakukan orang tua:

1. Beri Penjelasan yang Jujur dan Sederhana

Gunakan bahasa yang mudah dipahami anak. Hindari berbohong atau white lie seperti “nggak akan sakit sama sekali”, karena bisa merusak kepercayaan anak di kemudian hari.

2. Pilih Waktu Kunjungan yang Tepat

Hindari jadwal kunjungan ke dokter ketika anak sedang berada di jam makan atau tidur mereka agar peluang terjadinya rewel bisa berkurang.

3. Bawa Mainan Favorit

Mainan atau benda kesayangan dari sang anak bisa memberikan rasa nyaman dan aman untuk mereka.

4. Tetap Tenang dan Positif

Anak bisa menangkap emosi orang tua. Jadi, jika Anda terlihat cemas, anak akan ikut merasa takut.

Hal yang Sebaiknya Dihindari Orang Tua Terkait Anak Takut ke Dokter

Beberapa hal ini justru bisa memperparah ketakutan anak:

1. Jangan Menakut-nakuti Anak

Hindari untuk menakuti anak dengan ketakutan berbau medis. Contoh: “Kalau nggak mau, nanti disuntik dokter!” Ini akan membuat anak semakin takut untuk ke dokter.

2. Jangan Memaksa Secara Kasar

Paksaan ke dokter pada anak bisa menimbulkan trauma jangka panjang.

3. Hindari Memberi Janji Palsu

Jangan memberi janji palsu seperti kalau sudah ke dokter, maka akan diberi coklat, tetapi ujungnya tidak diberikan sama sekali. Kejujuran penting untuk membangun rasa percaya anak.

Kapan Harus Mencari Bantuan Profesional jika Anak Takut ke Dokter?

Jika ketakutan anak sangat berlebihan hingga mengganggu kesehatan (misalnya menolak untuk berobat sama sekali dan terjadi secara terus-menerus), pertimbangkan untuk berkonsultasi dengan psikolog anak.

Ketakutan Anak untuk Ke Dokter bisa Diatasi

Ketakutan anak terhadap dokter adalah hal yang wajar, namun bisa diatasi dengan pendekatan yang tepat. Kunci utamanya adalah komunikasi yang baik, dukungan emosional, dan menciptakan pengalaman positif.

Dengan kesabaran dan strategi yang tepat, anak bisa belajar bahwa pergi ke dokter bukanlah sesuatu yang menakutkan, melainkan langkah penting untuk menjaga kesehatan.

Jika Anda butuh bantuan profesional, tersedia psikolog anak di Primecare Clinic cabang Panglima Polim, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Klik tautan ini untuk informasi selengkapnya!


89204-1200x800.webp

Anak takut disuntik? Ini adalah hal yang lumrah karena suntik bisa menimbulkan rasa sakit. Namun, suntik tetap diperlukan, misalnya untuk vaksinasi atau pengobatan tertentu. 

Kalau anak takut disuntik, apa yang harus dilakukan?

Mengapa Anak Takut Disuntik?

Memahami penyebabnya adalah langkah awal. Berikut beberapa potensi penyebab anak takut disuntik.

1. Rasa Takut akan Rasa Sakit

Suntikan sering diasosiasikan dengan rasa nyeri dan sakit meskipun sebenarnya hanya berlangsung sebentar. Jadi, wajar jika anak takut.

2. Pengalaman Traumatis Sebelumnya

Jika anak pernah mengalami suntikan yang menyakitkan, hal ini bisa menimbulkan ketakutan. Apalagi jika mau disuntik lagi.

3. Melihat Orang Lain Ketakutan

Anak bisa meniru reaksi orang lain, termasuk orang tua atau temannya yang takut disuntik. Misal, anak yang disuntik sebelumnya menangis karena kesakitan.

4. Kurangnya Pemahaman

Anak belum memahami bahwa suntikan bisa bermanfaat untuk kesehatan seperti mencegah penyakit tertentu.

Cara Mengatasi Anak yang Takut Disuntik

Berikut beberapa cara yang bisa Anda lakukan sebagai orang tua:

1. Beri Penjelasan yang Jujur dan Menenangkan

Jelaskan bahwa suntikan memang mungkin terasa sedikit sakit, tetapi hanya sebentar dan sangat penting untuk kesehatan. Manfaatnya jauh lebih banyak dibanding rasa sakitnya yang terasa sebentar saja.

2. Distraksi/Alihkan Perhatian

Alihkan perhatian anak ketika disuntik, misalnya dengan mengajak anak berbicara atau bermain. Anda juga bisa meminta saran dari dokter spesialis anak tentang distraksi yang cocok.

3. Ajarkan Teknik Pernapasan

Minta anak untuk menarik napas dalam-dalam dan menghembuskannya perlahan saat proses suntik berlangsung.

4. Jangan Tunjukkan Kecemasan

Anak bisa ikut takut jika orang tuanya cemas/takut. Berusaha tegar dan tenang di depan anak bisa membantu mereka ketika sedang disuntik.

5. Janjikan dan Beri Hadiah Setelah Disuntik

Hadiah seperti barang atau sekedar pujian/apresiasi bisa membantu anak mengasosiasikan pengalaman ini dengan hal positif.

Tips Saat Proses Penyuntikan

Momen ini sangat menentukan pengalaman anak.

1. Posisi yang Nyaman

Pangku anak atau peluk dengan lembut agar ia merasa aman. Ajak anak untuk berbicara juga sebagai bentuk distraksi.

2. Jangan Memperpanjang Momen

Semakin cepat prosesnya, semakin kecil rasa takut yang dirasakan.

3. Gunakan Kata-Kata Positif

Hindari kata seperti “sakit” atau “jarum”, gunakan istilah bernada positif.

Hal yang Tidak Boleh Dilakukan ketika Anak Takut Disuntik

Sebaiknya jangan melakukan hal ini:

1. Jangan Berbohong

Mengatakan “tidak sakit sama sekali” bisa membuat anak kehilangan kepercayaan karena pada kenyataannya suntikan tetap terasa sakit meski hanya sebentar saja.

2. Jangan Mengancam

Mengancam juga akan membuat anak trauma dan mengasosiasikan suntikan jadi hal negatif. Contoh: “Kalau tidak mau disuntik, nanti suntikannya jadi dua kali”.

3. Jangan Memaksa Secara Kasar

Memaksa dengan kasar bisa menimbulkan trauma jangka panjang bagi anak.

Kapan Perlu Bantuan Profesional?

Jika anak menunjukkan ketakutan ekstrem seperti histeris, tantrum, menangis berlebihan atau menolak tindakan medis penting, sebaiknya konsultasikan dengan psikolog anak untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Ketakutan Anak untuk Disuntik bisa Diatasi

Ketakutan anak terhadap suntikan adalah hal yang wajar, namun bisa diatasi dengan pendekatan yang tepat. Dukungan emosional, komunikasi yang jujur, dan teknik distraksi sangat membantu mengurangi kecemasan anak.

Dengan kesabaran dan konsistensi, anak akan belajar bahwa suntikan bukanlah hal yang perlu ditakuti, melainkan bagian penting dari menjaga kesehatan. Namun, jika sudah berlebihan atau butuh bantuan profesional, jangan ragu untuk ke psikolog anak.

Di Primecare Clinic, tersedia psikolog anak. Klik tautan ini untuk informasi selengkapnya!


103358-1-1200x673.webp

Leukosit atau sel darah putih merupakan bagian penting dari sistem kekebalan tubuh yang berfungsi melawan infeksi dan peradangan. Pemeriksaan kadar leukosit biasanya dilakukan melalui tes darah, baik saat medical check up (MCU) maupun saat evaluasi kondisi tertentu.

Namun, masih banyak masyarakat yang bertanya-tanya: apa arti kadar leukosit tinggi? Apakah kondisi ini berbahaya?

Berikut penjelasan lengkapnya.

Apa Itu Kondisi Leukosit Tinggi?

Kondisi leukosit tinggi atau disebut juga leukositosis adalah keadaan di mana jumlah sel darah putih dalam darah melebihi nilai normal.

Secara umum, kadar leukosit normal pada orang dewasa berkisar antara 4.000-11.000 sel per mikroliter darah. Jika jumlahnya melebihi rentang tersebut, maka dapat dikategorikan sebagai leukosit tinggi. Namun, penting untuk dipahami bahwa leukosit tinggi bukanlah suatu penyakit, melainkan tanda atau respons tubuh terhadap kondisi tertentu.

Apa Penyebab Leukosit Tinggi?

Leukosit tinggi dapat disebabkan oleh berbagai kondisi, mulai dari yang ringan hingga yang memerlukan evaluasi lebih lanjut.

Beberapa penyebab yang paling umum antara lain:

1. Infeksi

Baik infeksi bakteri, virus, maupun jamur dapat meningkatkan jumlah leukosit sebagai bagian dari respons imun tubuh.

2. Peradangan

Kondisi seperti penyakit autoimun atau peradangan kronis dapat memicu peningkatan leukosit.

3. Stres fisik atau emosional

Kelelahan, trauma, atau stres dapat menyebabkan peningkatan leukosit sementara.

4. Efek samping obat

Beberapa jenis obat dapat memengaruhi produksi sel darah putih.

5. Gangguan pada sumsum tulang

Dalam kondisi tertentu, seperti leukemia, produksi leukosit dapat meningkat secara tidak normal.

Apakah Leukosit Tinggi Berbahaya?

Leukosit tinggi tidak selalu berbahaya, karena sering kali merupakan respons normal tubuh terhadap infeksi atau peradangan.

Namun, kondisi ini perlu diperhatikan lebih lanjut apabila:

  • Nilai leukosit sangat tinggi
  • Tidak ada tanda infeksi yang jelas
  • Terjadi dalam jangka waktu lama
  • Disertai gejala seperti demam berkepanjangan, lemas, atau penurunan berat badan

Dalam beberapa kasus, leukosit tinggi dapat menjadi tanda adanya kondisi medis yang lebih serius.

Oleh karena itu, hasil pemeriksaan tidak dapat dinilai secara terpisah, melainkan harus dikaitkan dengan kondisi klinis secara keseluruhan.

Bagaimana Cara Mengecek Kadar Leukosit?

Kadar leukosit dapat diketahui melalui pemeriksaan darah, yaitu pemeriksaan darah lengkap (Complete Blood Count / CBC)

Pemeriksaan ini meliputi:

  • Jumlah total leukosit
  • Jenis-jenis leukosit (differential count)

Pemeriksaan ini umum dilakukan, baik sebagai bagian dari MCU maupun untuk evaluasi kondisi kesehatan tertentu.

Jika Leukosit Tinggi, Harus ke Dokter Apa?

Jika hasil pemeriksaan menunjukkan leukosit tinggi, langkah selanjutnya adalah melakukan konsultasi dengan dokter.

1. Dokter umum

Sebagai langkah awal, dokter umum akan melakukan evaluasi kondisi secara menyeluruh dan menentukan apakah diperlukan pemeriksaan lanjutan.

2. Dokter spesialis penyakit dalam

Jika diperlukan, pasien dapat dirujuk ke dokter spesialis penyakit dalam, terutama jika dicurigai adanya:

  • Infeksi serius
  • Penyakit kronis
  • Gangguan darah atau sistem imun

Penanganan akan difokuskan pada penyebab yang mendasari, bukan hanya pada angka leukosit itu sendiri.

Kesimpulan

Leukosit tinggi adalah kondisi di mana jumlah sel darah putih melebihi batas normal, yang umumnya merupakan respons tubuh terhadap infeksi atau peradangan.

Hal yang perlu diingat:

  • Leukosit tinggi bukan merupakan diagnosis penyakit
  • Penyebabnya dapat bervariasi, dari ringan hingga serius
  • Pemeriksaan darah diperlukan untuk mengetahuinya
  • Evaluasi dokter penting untuk menentukan penyebab dan penanganan

Dengan pemeriksaan dan interpretasi yang tepat, kondisi ini dapat dipahami dan ditangani secara optimal. Jadi, tidak perlu khawatir.

Jika Anda masih ragu, di Primecare Clinic Jakarta, tersedia dokter umum dan dokter spesialis penyakit dalam. Klik tautan ini untuk informasi selengkapnya!


2185-1-1200x915.webp

Udang sering dianggap sebagai makanan yang tinggi kolesterol, sehingga banyak orang, terutama yang punya kolesterol tinggi tetap memilih untuk menghindarinya.

Namun, apakah benar makan udang bisa langsung membuat kolesterol naik?

Atau sebenarnya masih aman jika dikonsumsi dengan cara yang tepat?

Kandungan Kolesterol dalam Udang

Udang memang mengandung kolesterol yang cukup tinggi. Dalam 100 gram udang, terdapat sekitar 160–200 mg kolesterol.

Namun, ada hal penting yang sering terlewat:

  • Udang rendah lemak jenuh (lemak yang paling berpengaruh menaikkan kolesterol jahat)
  • Mengandung protein tinggi
  • Mengandung omega-3 yang baik untuk jantung
  • Kaya mineral seperti selenium dan yodium

Jadi, meskipun tinggi kolesterol, udang tetap memiliki banyak zat gizi yang bermanfaat.

Bolehkah Penderita Kolesterol Tinggi Makan Udang?

Jawabannya: boleh, tetapi perlu dibatasi. 

Penderita kolesterol tinggi tidak harus menghindari udang sepenuhnya, karena:

  • Kolesterol dalam makanan tidak selalu langsung meningkatkan kolesterol darah
  • Faktor lain seperti lemak jenuh, pola makan, dan gaya hidup justru lebih berpengaruh

Namun, tetap perhatikan hal ini ketika mengonsumsi udang:

  • Jumlah konsumsi
  • Cara pengolahan
  • Kondisi kesehatan masing-masing

Jika Anda ragu, maka Anda bisa berkonsultasi dengan dokter spesialis gizi klinik.

Apakah Udang Bisa Memicu Kolesterol Tinggi?

Ini adalah hal yang sering disalahpahami. Udang mengandung kolesterol. Namun, makan udang langsung menyebabkan kolesterol tinggi.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa:

  • Udang bisa sedikit meningkatkan kolesterol “jahat” (LDL)
  • Tapi juga meningkatkan kolesterol “baik” (HDL), yang justru membantu melindungi pembuluh darah

Selain itu, tubuh memiliki sistem untuk mengatur keseimbangan kolesterol.

Cara Aman Mengonsumsi Udang

Agar tetap aman, berikut beberapa tips yang bisa dilakukan:

a. Batasi jumlah

Konsumsi secukupnya (misalnya 1–2 porsi per minggu)

b. Pilih cara masak yang sehat

Beberapa rekomendasi metode memasak udang:

  • Direbus
  • Dikukus
  • Dipanggang

Hindari metode:

  • Digoreng dengan banyak minyak
  • Dimasak dengan mentega atau santan berlebihan

c. Seimbangkan dengan pola makan sehat

  • Perbanyak sayur dan buah
  • Kurangi makanan tinggi lemak jenuh

d. Terapkan gaya hidup sehat

  • Olahraga rutin
  • Menjaga berat badan

Manfaat Udang Jika Dikonsumsi dengan Tepat

Jika dikonsumsi dengan cara yang benar, udang memiliki berbagai manfaat:

  • Sumber protein tinggi untuk membantu pembentukan otot
  • Baik untuk jantung karena mengandung omega-3
  • Mendukung fungsi tiroid berkat kandungan yodium
  • Mengandung antioksidan yang membantu melindungi sel tubuh

Kesimpulan

Udang memang mengandung kolesterol tinggi, tetapi tidak perlu dihindari sepenuhnya. 

Kunci utamanya tentang kolesterol dan udang adalah:

  • Konsumsi dalam jumlah wajar
  • Memilih cara masak yang sehat
  • Menjaga pola makan dan gaya hidup secara keseluruhan

Dengan cara ini, udang tetap bisa menjadi bagian dari pola makan yang sehat.


44703-2-1200x800.webp

Nyeri pada payudara, atau secara medis dikenal sebagai mastalgia, sering kali diasosiasikan dengan sindrom pra-menstruasi (PMS). Namun, tidak sedikit wanita yang mengeluhkan rasa nyeri meski jadwal menstruasi masih jauh. Penyebab nyeri payudara di luar siklus menstruasi (mastalgia non-siklik) bersifat multifaktorial. Beberapa kemungkinan penyebab utamanya antara lain:
Ketidakseimbangan Hormonal: Meski bukan menjelang haid, fluktuasi pada hormon estrogen dan progesteron atau sensitivitas berlebih terhadap hormon prolaktin dapat memicu jaringan payudara menjadi lebih padat dan sensitif.

Penyebab Payudara Nyeri, padahal Haid Masih Lama

a. Ketegangan Otot (Muskuloskeletal)

Sering kali, apa yang dirasakan sebagai nyeri payudara sebenarnya berasal dari otot dada (pectoralis major) di bawahnya. Hal ini bisa dipicu oleh aktivitas fisik berat, postur tubuh yang salah, atau cedera pada dinding dada.

b. Konsumsi Obat-obatan Tertentu

Penggunaan kontrasepsi hormonal, terapi pengganti hormon, atau obat antidepresan tertentu dapat menimbulkan efek samping berupa nyeri pada jaringan payudara.

c. Ketidakseimbangan Asam Lemak

Penelitian menunjukkan bahwa ketidakseimbangan asam lemak dalam sel dapat meningkatkan sensitivitas jaringan payudara terhadap sirkulasi hormon.

d. Gaya Hidup dan Diet

Konsumsi kafein yang tinggi dan tingkat stres yang tidak terkelola dapat memperburuk persepsi nyeri melalui mekanisme stimulasi sara

Apa yang harus dilakukan jika payudara nyeri padahal haid masih lama?

Jika nyeri yang dirasakan bersifat ringan hingga sedang berikut yg dapat dilakukan:

a. Evaluasi Penyangga (Bra)

Gunakan sports bra yang memberikan kompresi tepat, terutama saat beraktivitas fisik, untuk mengurangi guncangan.

b. Kompres Suhu

Penggunaan kompres hangat atau dingin (tergantung kenyamanan individu) selama 15 menit dapat membantu relaksasi otot dan saraf di sekitar payudara.

c. Modifikasi Diet

Mengurangi asupan kafein (kopi, teh, cokelat) dan membatasi asupan lemak jenuh terbukti pada beberapa kasus dapat menurunkan intensitas nyeri.

d. Suplementasi

Beberapa studi menyarankan penggunaan Vitamin E atau Evening Primrose Oil, namun sebaiknya dikonsultasikan terlebih dahulu dengan tenaga medis

Kalau payudara nyeri padahal haid masih lama, harus ke dokter apa?

Untuk keluhan terkait nyeri payudara, paling tepat berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan (Sp.OG).

Dokter Sp.OG memiliki kompetensi untuk memeriksa apakah nyeri tersebut berkaitan dengan sistem reproduksi atau hormonal. Jika ditemukan indikasi adanya massa (benjolan) yang mencurigakan, pasien mungkin akan dirujuk ke Dokter Spesialis Bedah Umum (Sp.B) atau Bedah Onkologi (Sp.B(K)Onk) untuk pemeriksaan lebih lanjut seperti USG mammae atau mamografi.

Kapan harus ke dokter jika payudara nyeri padahal haid masih lama?

Bila ada:

  1. Nyeri Terlokalisasi: Nyeri yang menetap hanya pada satu titik spesifik dan tidak berpindah-pindah.
  2. Massa atau Benjolan dengan Karakteristik Spesifik seperti:

a. Konsistensi Keras: Terasa padat dan tidak kenyal saat ditekan.

b. Batas Tidak Tegas: Pinggiran benjolan terasa menyatu dengan jaringan sekitar (tidak bulat sempurna).

c. Imobil: Benjolan tidak dapat digeser atau digerakkan (seolah menempel pada dinding dada atau jaringan di bawahnya).

d. Painless (Seringkali): Pada tahap awal, benjolan ganas justru sering kali tidak disertai rasa nyeri.

e. Perubahan pada Tekstur Kulit (Skin Changes)

f. Dimpling (Lesung Pipi): Kulit tampak tertarik ke dalam atau melekuk di titik tertentu.

g. Peau d’orange: Kulit payudara membengkak dan pori-porinya terlihat sangat jelas, menyerupai tekstur kulit jeruk.

h. Eritema: Kemerahan atau rasa panas pada kulit yang tidak disertai demam (bisa menjadi indikasi Inflammatory Breast Cancer).

a. Kelainan pada Area Puting (Nipple Abnormalities)

Retraksi Puting: Puting yang semula menonjol tiba-tiba tertarik ke dalam (inversi) secara menetap.

Erosi atau Borok: Adanya luka atau eksim di area puting yang tidak kunjung sembuh meski sudah diberi salep.

Cairan Abnormal (Nipple Discharge): Keluar cairan berwarna bening atau bercampur darah secara spontan (tanpa dipencet).

b. Asimetri dan Perubahan Kontur

Satu payudara tampak membengkak secara signifikan tanpa kaitan dengan siklus haid.

Jangan Ragu untuk Periksa Payudara Anda

Payudara nyeri padahal haid masih lama bisa jadi tanda adanya masalah kesehatan. Jika ragu, Anda bisa berkonsultasi dengan dokter spesialis obgyn atau onkologi.

Di Primecare Clinic, tersedia dokter spesialis obgyn. Klik tautan ini untuk informasi selengkapnya!


primecare

Jakarta Panglima Polim

Jl. Panglima Polim IX No.16, Kby. Baru, Kota Jakarta Selatan

Jakarta Tebet

Jl. Tebet Barat Dalam II No.46 14, Tebet Barat, Kota Jakarta Selatan

Samarinda

Jl. Muso Salim No.28, Karang Mumus, Kota Samarinda


Copyright by PT. Layanan Medika Pratama 2025. All rights reserved.



Copyright by PT. Layanan Medika Pratama 2025. All rights reserved.