2149441273-_1_-1200x800.webp

Kulit berminyak adalah salah satu jenis kulit yang paling sering dialami, terutama di negara dengan iklim tropis, seperti Indonesia. Produksi minyak (sebum) yang berlebih dapat membuat wajah tampak mengkilap dan rentan berjerawat jika tidak dirawat dengan tepat.

Jadi, bagaimana penjelasan kulit berminyak?

Apa Itu Kulit Berminyak?

Kulit berminyak adalah kondisi ketika kelenjar sebasea memproduksi minyak secara berlebihan. Sebum sebenarnya berfungsi melindungi kulit, tetapi jika jumlahnya terlalu banyak, pori-pori bisa tersumbat. Akhirnya, kulit jadi berminyak. 

Padahal sebenarnya, sebum membantu menjaga kelembapan kulit, melindungi dari bakteri, serta mencegah kulit menjadi kering dan iritasi. Jika dianalogikan, mirip kotoran pada telinga, sebenarnya itu natural dan bermanfaat untuk telinga, tetapi jika berlebihan, bisa jadi gangguan untuk telinga.

Kapan Minyak Kulit Menjadi Masalah?

Minyak kulit baru menjadi masalah ketika menyebabkan wajah selalu mengkilap, pori-pori tampak besar, dan memicu komedo mau pun jerawat.

Ciri-Ciri Kulit Berminyak

Mengetahui ciri kulit berminyak penting agar perawatan yang dilakukan sesuai dengan kebutuhan kulit. Berikut ciri-ciri kulit berminyak:

1. Wajah Terlihat Mengkilap

Kilap biasanya muncul beberapa jam setelah mencuci wajah, terutama di area T-zone (dahi, hidung, dan dagu). Anda bisa mengecek ini di cermin.

2. Pori-Pori Besar dan Mudah Tersumbat

Produksi minyak berlebih membuat pori-pori tampak lebih besar dan rentan mengalami komedo hitam mau pun putih.

3. Mudah Berjerawat

Minyak berlebih pada kulit dapat bercampur dengan sel kulit mati dan bakteri, sehingga meningkatkan risiko munculnya jerawat.

Penyebab Kulit Berminyak

Kulit berminyak dapat disebabkan oleh berbagai faktor, baik dari dalam tubuh mau pun dari luar. Beberapa penyebabnya antara lain:

1. Faktor Genetik

Jika orang tua memiliki kulit berminyak, kemungkinan besar kondisi ini juga akan dialami oleh anaknya.

2. Perubahan Hormon 

Hormon androgen yang meningkat saat pubertas, menstruasi, atau stres dapat merangsang produksi minyak berlebih.

3. Penggunaan Produk yang Tidak Tepat

Produk perawatan kulit yang terlalu keras atau tidak sesuai jenis kulit justru dapat memicu kulit memproduksi lebih banyak minyak. Jadi, hati-hati dalam memilih produk skin care!

Cara Merawat Kulit Berminyak

Perawatan yang tepat dapat membantu mengontrol minyak tanpa merusak lapisan pelindung kulit. Berikut cara perawatannya:

1. Pilih Pembersih Wajah yang Lembut

Gunakan facial wash dengan label oil-free atau non-comedogenic

2. Gunakan Pelembap Khusus Kulit Berminyak

Kulit berminyak tetap membutuhkan pelembap. Pilih pelembap berbahan dasar air (water-based) atau memang pelembap khusus untuk kulit berminyak.

3. Gunakan Tabir Surya (Sunscreen) yang Tepat

Pilih sunscreen bertekstur gel atau lotion ringan agar tidak menyumbat pori-pori.

Kapan Harus ke Dokter?

Jika kulit berminyak disertai jerawat parah, iritasi, atau tidak membaik meski sudah dirawat dengan benar, sebaiknya konsultasikan ke dokter spesialis kulit dan kelamin atau dokter spesialis dermatologi, venereologi, dan estetika.

Kulit Berminyak bisa Menjadi Masalah

Minyak pada kulit pada dasarnya itu alami, tetapi bisa jadi masalah jika berlebihan, apalagi jika menimbulkan jerawat atau iritasi.

Kalau Anda memiliki masalah kulit berminyak, sebaiknya konsultasikan masalah ini ke dokter spesialis kulit dan kelamin atau dokter spesialis dermatologi, venereologi, dan estetika.

Di Primecare Clinic, tersedia dokter spesialis kulit dan kelamin dan dokter spesialis dermatologi, venereologi, dan estetika. Klik tautan ini untuk informasi selengkapnya!



Primecare Clinic sedang mengadakan promo di bulan April-Juni 2026 yaitu promo:

  1. Paket MCU anak basic
  2. Paket MCU anak advanced
  3. Skrining asma anak
  4. Skrining kesiapan sekolah
  5. Tes minat bakat anak
  6. Tes IQ anak
  7. Tes kesiapan anak masuk sekolah
  8. Vaksin PCV 13
  9. Paket vaksin flu + PCV 13
  10. Vaksin umroh dan haji (meningitis dan polio)
  11. Skrining paru (basic dan advanced)
  12. Konsultasi gizi dengan dokter spesialis gizi klinik
  13. Irigasi (pembersihan) telinga
  14. USG payudara + pap smear

Tertarik dengan promo ini? Ayo klik tautan ini untuk informasi selengkapnya!


9581-1200x800.webp

Saat sedang flu, banyak orang mencari cara agar cepat sembuh, apalagi hidung mampet dan terus pilek pasti rasanya tidak nyaman. Akhirnya, langkah yang dilakukan adalah suntik vitamin. Namun, muncul pertanyaan: apakah boleh suntik vitamin saat sedang flu? Berikut jawabannya!

Apakah Boleh Suntik Vitamin Saat Sedang Flu?

Jawabannya: suntik vitamin boleh dilakukan saat flu. Terutama jika infeksinya ringan, bukan berat seperti pneumonia.

Manfaat Suntik Vitamin saat Flu

1. Meningkatkan Daya Tahan Tubuh

Vitamin B dan C bisa meningkatkan daya tahan tubuh, sehingga cocok untuk suntik vitamin saat flu.

2. Mengurangi Rasa Lemas

Flu bisa menyebabkan lemas dan lelah. Suntik vitamin bisa membantu dalam meningkatkan energi.

3. Membantu Pemulihan

Suntik vitamin memang bukan pengobatan utama, tetapi bisa membantu dalam pemulihan.

Apakah Suntik Vitamin Bisa Menyembuhkan Flu?

Perlu dipahami bahwa suntik vitamin bukanlah obat untuk penyakit flu. Fungsi dari suntik vitamin saat flu adalah membantu dalam meningkatkan daya tahan tubuh, mengurangi rasa lemas, dan membantu pemulihan.

Tips Sebelum Suntik Vitamin saat Flu

Agar lebih aman saat suntik vitamin, konsultasikan terkait flu Anda terlebih dahulu dengan dokter umum untuk mengetahui penyebab flu dan sebelum melakukan prosedur suntik vitamin. Lebih baik jika Anda makan dengan pola gizi seimbang dan tidur yang cukup sebelum suntik vitamin.

Suntik Vitamin Tetap Diperbolehkan saat Flu

Suntik vitamin tetap boleh dilakukan saat sedang flu. Bahkan terdapat berbagai manfaat seperti meningkatkan daya tahan tubuh, mengurangi rasa lemas, dan membantu pemulihan.

Jika ragu, Anda bisa berkonsultasi dulu dengan dokter umum sebelum suntik vitamin. 

Di Primecare Clinic cabang Panglima Polim, Kebayoran Baru dan Tebet, Jakarta Selatan, tersedia dokter umum dan suntik vitamin. Klik tautan ini untuk informasi selengkapnya!


33648-1200x770.webp

Saat sedang batuk, banyak orang mencari cara agar cepat sembuh karena berbagai tujuan, salah satunya dengan suntik vitamin. Namun, muncul pertanyaan: apakah boleh suntik vitamin saat sedang batuk? Berikut jawabannya!

Apakah Boleh Suntik Vitamin Saat Sedang Batuk?

Jawabannya: suntik vitamin boleh dilakukan saat batuk, tetapi dengan kondisi tertentu.

Suntik vitamin umumnya aman dilakukan saat batuk, terutama jika batuk disebabkan oleh infeksi ringan. Namun, tetap perlu memperhatikan kondisi tubuh dan penyebab batuk.

Kapan Suntik Vitamin Masih Aman Dilakukan saat dalam Kondisi Batuk?

1. Batuk Ringan (Flu atau Iritasi Tenggorokan)

Jika batuk disebabkan oleh:

  • Flu ringan
  • Iritasi tenggorokan
  • Kelelahan

Suntik vitamin tetap masih boleh dilakukan untuk membantu dalam meningkatkan daya tahan tubuh.

2. Kondisi Tubuh Masih Stabil

Maksud dari kondisi tubuh masih stabil adalah:

  • Tidak lemas berlebihan
  • Tidak sesak napas
  • Tidak ada infeksi berat

Apakah Suntik Vitamin Bisa Menyembuhkan Batuk?

Perlu dipahami bahwa suntik vitamin bukanlah obat batuk. Fungsi dari suntik vitamin adalah membantu dalam meningkatkan daya tahan tubuh, sehingga efeknya terhadap kesembuhan bersifat tidak langsung.

Tips Sebelum Suntik Vitamin saat Batuk

Agar lebih aman saat suntik vitamin, konsultasikan terkait batuk Anda terlebih dahulu dengan dokter umum untuk mengetahui penyebab batuk dan sebelum melakukan prosedur suntik vitamin.

Suntik Vitamin Tetap Diperbolehkan saat Batuk

Suntik vitamin tetap boleh dilakukan saat sedang batuk, terutama jika batuk ringan dan kondisi tubuh stabil. Namun, jika batuk disertai gejala berat atau infeksi serius, sebaiknya tunda dan fokus pada pengobatan utama.

Lebih amannya, Anda bisa berkonsultasi dulu dengan dokter umum sebelum suntik vitamin. 

Di Primecare Clinic cabang Panglima Polim, Kebayoran Baru dan Tebet, Jakarta Selatan, tersedia dokter umum dan suntik vitamin. Klik tautan ini untuk informasi selengkapnya!


13857-1-1200x800.webp

USG payudara atau USG mammae merupakan prosedur untuk mendeteksi berbagai kondisi kesehatan, mulai dari kista hingga potensi kanker. 

Apakah ibu menyusui boleh USG payudara? Berikut jawabannya!

Apakah Ibu Menyusui Boleh USG Payudara?

Jawabannya, USG payudara tidak sebaiknya dilakukan oleh ibu menyusui. Alasannya adalah saat menyusui, payudara lebih padat dan kencang karena perubahan hormon, sehingga akan memengaruhi akurasi dari hasil USG payudara yang dilakukan, terlepas prosedur ini sebenarnya tidak memengaruhi produksi dan kualitas ASI.

Kapan Sebaiknya Ibu Menyusui Boleh USG Payudara?

Ibu menyusui sebaiknya baru USG payudara setelah selesai menyusui atau dengan kata lain anak sudah disapih. Tentu dengan catatan ibu sedang tidak menstruasi saat ingin USG payudara.

Tidak Perlu USG Payudara saat Masih Menyusui

USG payudara sebaiknya tidak dilakukan jika sedang menyusui. Lebih baik tunggu sampai Anda beres menyusui/menyapih anak, baru USG payudara.

Di Primecare Clinic cabang Panglima Polim, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, tersedia layanan USG payudara. Klik tautan ini untuk informasi selengkapnya!


21637-1-1-1200x801.webp

Menikah itu adalah urusan serius dan tentu persiapannya harus matang. Salah satu persiapannya adalah di sisi kesehatan, yaitu tes kesehatan atau MCU pranikah. Nah, apakah tes kesehatan sebelum menikah apakah wajib? 

Apakah Tes Kesehatan Sebelum Menikah Wajib?

Secara umum, tes kesehatan sebelum menikah tidak selalu wajib di semua daerah di Indonesia. Namun, di beberapa wilayah atau instansi, pemeriksaan kesehatan bisa menjadi persyaratan administratif untuk mendapatkan surat keterangan menikah.

Di Indonesia, kebijakan ini biasanya berkaitan dengan program kesehatan masyarakat, seperti:

  • Pemeriksaan kesehatan reproduksi
  • Deteksi penyakit menular
  • Konseling kesehatan calon pasangan

Mengapa Tes Kesehatan Sebelum Menikah Penting?

Meskipun tidak selalu wajib, tes kesehatan pranikah memiliki banyak manfaat penting bagi pasangan.

1. Mengetahui Kondisi Kesehatan Masing-Masing

Tes kesehatan membantu pasangan mengetahui bagaimana kondisi tubuh mereka, termasuk penyakit yang mungkin belum terdeteksi sebelumnya. Dengan begitu, pasangan dapat melakukan pengobatan atau pencegahan lebih awal.

2. Mencegah Penularan Penyakit

Beberapa penyakit dapat menular kepada pasangan atau bahkan kepada calon anak di masa depan, sehingga pemeriksaan pranikah membantu mendeteksi penyakit tersebut sejak dini.

Contoh penyakit menular ini seperti:

  • HIV
  • Hepatitis
  • Infeksi menular seksual seperti sifilis

Dengan mengetahui kondisi sejak awal, pasangan dapat mengambil langkah dan terapi medis yang tepat sebelum resmi menikah.

3. Mengetahui Risiko Penyakit Genetik

Tes kesehatan juga dapat membantu mengidentifikasi kemungkinan penyakit turunan yang dapat diwariskan kepada anak. Hal ini sangat penting bagi pasangan yang salah satu atau keduanya memiliki riwayat penyakit genetik dalam keluarga.

4. Persiapan Kehamilan yang Lebih Sehat

Bagi pasangan yang berencana memiliki anak setelah menikah, pemeriksaan kesehatan sebelum menikah membantu untuk memastikan bahwa tubuh siap untuk kehamilan. Dokter biasanya juga memberikan saran asupan zat gizi, vaksinasi, dan gaya hidup sehat untuk menunjang kehidupan pernikahan.

Jenis Tes Kesehatan Sebelum Menikah

Pemeriksaan pranikah biasanya meliputi beberapa jenis tes medis seperti:

1. Tes Darah

Tes darah dilakukan untuk mendeteksi berbagai kondisi seperti:

  • Anemia
  • Golongan darah dan rhesus
  • Infeksi tertentu

Pemeriksaan ini juga penting untuk melihat kecocokan kesehatan antara pasangan. Contohnya, jika ada pasangan rhesus positif dan rhesus negatif menikah, maka bisa ada potensi inkompatibilitas rhesus yang bisa menyebabkan anemia berat, sakit kuning, atau keguguran.

2. Tes Penyakit Menular 

Dokter biasanya menyarankan pemeriksaan terhadap penyakit menular yang berpotensi memengaruhi pasangan atau calon anak, seperti:

  • HIV
  • Hepatitis B dan C
  • Sifilis

Tes ini sangat penting untuk pencegahan sejak dini agar calon anak tidak tertular.

3. Pemeriksaan Kesehatan Reproduksi

Tes ini bertujuan untuk mengetahui kondisi kesehatan organ reproduksi pria dan wanita. Pemeriksaan ini membantu mendeteksi masalah kesuburan atau gangguan reproduksi lainnya.

4. Konseling Genetik

Jika terdapat riwayat penyakit genetik dalam keluarga, dokter dapat menyarankan konseling genetik. Tujuannya untuk memahami kemungkinan risiko penyakit yang bisa diturunkan kepada anak.

Kapan Sebaiknya Melakukan Tes Kesehatan Sebelum Menikah?

Idealnya, tes kesehatan pranikah dilakukan 3-6 bulan sebelum pernikahan. Alasannya, waktu ini cukup untuk:

  • Melakukan pemeriksaan medis
  • Mendapatkan hasil tes
  • Melakukan pengobatan atau vaksinasi jika diperlukan

Jadi, pasangan bisa punya waktu untuk mempersiapkan kesehatannya sebelum menikah.

Tes Kesehatan Sebelum Menikah Tidak Selalu Wajib, tetapi Dianjurkan untuk Dilakukan

Tes kesehatan sebelum menikah tidak selalu wajib (tergantung daerah), tetapi sangat dianjurkan bagi setiap pasangan yang akan menjalankan rumah tangga dan membangun keluarga, serta meneruskan keturunan. 

Tes kesehatan sebelum menikah dapat membantu dalam mendeteksi penyakit sejak dini, mencegah penularan penyakit (jika ada), serta mempersiapkan kehamilan yang lebih sehat.

Dengan melakukan tes kesehatan pranikah, pasangan dapat memulai kehidupan rumah tangga dengan kondisi yang lebih siap, sehat, dan terencana.

Di Primecare Clinic cabang Panglima Polim, Kebayoran Baru, dan Tebet Jakarta Selatan, tersedia MCU pranikah. Klik tautan ini untuk informasi selengkapnya!


1782-_1_-1200x764.webp

Menjelang hari pernikahan, banyak calon pengantin fokus pada persiapan acara seperti pakaian, dekorasi, gedung, mas kawin, jumlah undangan tamu, makanan, dsb. Semua itu penting, tetapi persiapan fisik juga tidak kalah penting.

Persiapan fisik yang baik tidak hanya membantu penampilan, tetapi juga menjaga stamina dan mencegah masalah kesehatan menjelang hari pernikahan.

Mengapa Persiapan Fisik Sebelum Pernikahan Itu Penting?

1. Menjaga Stamina dan Energi

Acara pernikahan biasanya berlangsung panjang, sehingga berpotensi melelahkan bagi tubuh. Tubuh yang bugar membantu Anda tetap fit sepanjang hari. Misalnya, menyalami ratusan-ribuan tamu dalam sehari.

2. Mendukung Penampilan Optimal

Berat badan ideal, kulit yang sehat, dan postur tubuh yang baik dapat meningkatkan rasa percaya diri di hari yang spesial.

3. Mencegah Gangguan Kesehatan

Persiapan fisik membantu menurunkan risiko sakit menjelang hari penting. Pastinya Anda tidak mau sakit di hari spesial bagi Anda dan pasangan Anda.

Kapan Harus Mulai Persiapan Fisik?

Idealnya, persiapan fisik sudah Anda lakukan dari jauh-jauh hari sebelum hari h pernikahan.

Misalnya, 3-6 bulan sebelum menikah, latihan kardio dulu dengan intensitas ringan. Semakin dekat dengan hari h, intensitas harus dikurangi dan hindari juga aktivitas fisik/olahraga yang berisiko cedera.

Contoh Olahraga yang Disarankan bagi Calon Pengantin

Olahraga membantu meningkatkan kebugaran dan membentuk tubuh secara sehat.

Beberapa contoh jenis olahraga untuk calon pengantin untuk persiapan fisik adalah:

  1. Kardio seperti lari, bersepeda, dan berenang
  2. Latihan beban dengan berat tubuh sendiri seperti squat 
  3. Latihan kelenturan tubuh seperti stretching

Pola Makan Sehat Menjelang Pernikahan

Dari segi pola makan, Anda bisa:

  1. Menerapkan prinsip gizi seimbang
  2. Membatasi makanan tinggi gula, garam, dan lemak
  3. Memenuhi kebutuhan cairan tubuh

Istirahat dan Manajemen Stres bagi Calon Pengantin

Persiapan pernikahan bisa memicu stres yang berdampak pada kesehatan. Karena itu, tidur yang cukup dan manajemen stres dengan relaksasi atau hal lain yang membuat Anda senang menjadi penting.

Tips Menjaga Konsistensi Persiapan Fisik Hingga Hari Pernikahan

1. Buat Rencana yang Realistis

Hindari target yang terlalu ekstrim agar tetap konsisten. Anda bisa berkonsultasi dengan dokter atau pelatih yang spesialis untuk latihan fisik untuk membuat perencanaan.

2. Lakukan Secara Bertahap

Perubahan kecil yang konsisten lebih efektif daripada perubahan drastis. Langsung menaikkan intensitas tanpa persiapan matang hanya akan menimbulkan cedera yang tidak perlu.

Persiapan Fisik Menjelang Pernikahan itu Penting

Persiapan fisik menjelang pernikahan sangat penting untuk memastikan Anda fit dan sehat di hari h pernikahan kelak. 

Kalau Anda bingung bagaimana persiapan fisik, maka Anda bisa berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu.


3753.webp

USG payudara atau USG mammae merupakan prosedur untuk mendeteksi berbagai kondisi kesehatan, mulai dari kista hingga potensi kanker. 

Apakah USG payudara boleh dilakukan saat hamil? 

Apakah Boleh USG Payudara saat Hamil?

Jawabannya, USG payudara tidak sebaiknya dilakukan saat hamil. Alasannya adalah saat hamil, payudara lebih padat dan kencang karena perubahan hormon, sehingga akan memengaruhi akurasi dari hasil USG payudara yang dilakukan, terlepas prosedur ini sebenarnya tidak memengaruhi kondisi janin.

Bagaimana jika saat sudah Membuat Janji USG Payudara, tetapi Testpack Positif Hamil?

Jika sudah terlanjur membuat janji untuk USG payudara, tetapi ternyata dikonfirmasi bahwa Anda sedang hamil (lewat testpack atau USG kehamilan). Maka beri tahu tenaga medis, kemungkinan USG payudara akan ditunda hingga Anda selesai menyusui.

Konsultasi dengan dokter umum bisa Anda lakukan terkait USG payudara ini.

Tidak Perlu USG Payudara saat Hamil

USG payudara sebaiknya tidak dilakukan jika sedang hamili. Jika sudah membuat janji USG payudara, tetapi diketahui bahwa sedang hamil, beri tahu tenaga medis untuk dilakukan penjadwalan ulang/pembatalan. Penundaan ini dilakukan agar hasil USG payudara akurat.

Di Primecare Clinic cabang Panglima Polim, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, tersedia layanan USG payudara. Klik tautan ini untuk informasi selengkapnya!


8371-2-1200x801.webp

USG payudara atau USG mammae merupakan prosedur untuk mendeteksi berbagai kondisi kesehatan, mulai dari kista hingga potensi kanker. 

Apakah USG payudara boleh dilakukan saat menstruasi/haid? 

Apakah Boleh USG Payudara saat Menstruasi?

Jawabannya, USG payudara tidak sebaiknya dilakukan saat menstruasi. Alasannya adalah ketika menstruasi, payudara lebih padat dan kencang karena perubahan hormon, sehingga akan memengaruhi akurasi dari hasil USG-nya.

Bagaimana jika saat sudah Membuat Janji USG Payudara, tetapi Keluar Darah Menstruasi?

Jika sudah terlanjur membuat janji untuk USG payudara, kemudian keluar darah menstruasi, maka Anda harus memberi tahu pihak klinik/rumah sakit. 

Jadwalkan ulang USG payudara. Sebaiknya dilakukan setelah Anda selesai menstruasi.

Kapan Waktu Terbaik Melakukan USG Payudara?

Meskipun boleh dilakukan kapan saja kecuali di momen/kondisi tertentu, dokter biasanya menyarankan waktu tertentu untuk hasil yang lebih optimal.

Beberapa waktu rekomendasi untuk USG payudara adalah beberapa hari setelah menstruasi selesai, ketika hormon relatif stabil dan payudara tidak terlalu sensitif.

Jika Anda ragu-ragu, Anda bisa berkonsultasi dengan dokter umum terlebih dahulu sebelum USG payudara.

Tunda USG Payudara jika sedang Menstruasi

USG payudara sebaiknya tidak dilakukan jika sedang menstruasi. Jika sudah membuat janji USG payudara, tetapi keluar darah menstruasi, beri tahu tenaga medis untuk dilakukan penjadwalan ulang. Penundaan ini dilakukan agar hasil USG payudara akurat.

Di Primecare Clinic cabang Panglima Polim, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, tersedia layanan USG payudara. Klik tautan ini untuk informasi selengkapnya!


29651-1200x800.webp

Terdapat dua jenis pap smear, yaitu pap smear konvensional dan thin prep. Meski keduanya sama-sama bisa untuk skrining kanker serviks, terdapat perbedaan. Berikut perbedaannya.

1. Metode

Pap smear konvensional dilakukan dengan sampel sel dioles langsung ke kaca objek (preparat), sementara itu metode thinprep adalah dengan sampel dimasukkan ke cairan khusus. 

2. Akurasi

Pap smear thinprep memiliki akurasi yang lebih tinggi dari konvensional. Hal ini karena akurasi pap smear konvensional bergantung pada lendir.

3. Biaya

Umumnya, biaya pap smear thinprep lebih tinggi daripada pap smear konvensional.

Jadi, harus Pap Smear Konvensional atau Pap Smear ThinPrep?

Kedua metode sama-sama bisa digunakan untuk skrining kanker serviks. Jika berbicara tentang akurasi, maka pap smear thinprep menjadi opsi yang lebih baik, tetapi biayanya lebih tinggi.

Untuk skrining awal, pap smear konvensional bisa jadi opsi, terutama di usia 21-29 tahun dan mulai aktif secara seksual.

Anda bisa berkonsultasi dengan dokter spesialis obgyn untuk mengetahui sebaiknya pap smear konvensional atau pap smear thinprep.

Ayo Skrining Kanker Serviks

Baik itu pap smear konvensional dan pap smear thinprep sama-sama bisa digunakan untuk skrining kanker serviks. Untuk akurasi, lebih baik pap smear thinprep lebih baik, meski harganya lebih tinggi dari konvensional. Metode apa pun yang Anda pilih

Di Primecare Clinic cabang Panglima Polim, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, tersedia layanan pap smear, baik itu konvensional mau pun thinprep. Klik tautan ini untuk informasi selengkapnya!


primecare

Jakarta Panglima Polim

Jl. Panglima Polim IX No.16, Kby. Baru, Kota Jakarta Selatan

Jakarta Tebet

Jl. Tebet Barat Dalam II No.46 14, Tebet Barat, Kota Jakarta Selatan

Samarinda

Jl. Muso Salim No.28, Karang Mumus, Kota Samarinda


Copyright by PT. Layanan Medika Pratama 2025. All rights reserved.



Copyright by PT. Layanan Medika Pratama 2025. All rights reserved.