849-1200x800.webp

Radang amandel atau tonsilitis adalah kondisi umum yang sering dialami anak-anak maupun orang dewasa. Rasanya pasti tidak enak, apalagi jika sampai mengganggu pernapasan dan aktivitas sehari-hari, rasanya mau cepat sembuh saja.

Pertanyaannya, kalau lagi radang amandel, harus ke dokter apa? Berikut dokter yang bisa menangani radang amandel.

Kalau Radang Amandel ke Dokter Apa?

Terdapat dua pilihan dokter jika Anda mengalami radang amandel, yaitu:

1. Dokter Umum

Dokter umum adalah pilihan pertama yang bisa Anda kunjungi jika mengalami radang amandel ringan hingga sedang, misalnya gejala baru hanya nyeri sedikit pada tenggorokan. Dokter umum dapat:

  • Melakukan pemeriksaan fisik
  • Memberikan obat pereda nyeri, demam, atau antibiotik jika diperlukan
  • Menentukan apakah pasien perlu dirujuk ke dokter spesialis

2. Dokter Spesialis THT

Jika radang amandel sering kambuh, berlangsung lama, atau menimbulkan komplikasi, dokter umum biasanya akan merujuk pasien ke dokter spesialis THT (Telinga, Hidung, dan Tenggorokan).

Dokter THT bisa menangani hal ini terkait radang amandel:

  • Radang amandel yang bersifat kronis
  • Radang amandel yang sering kambuh
  • Amandel membesar hingga mengganggu pernapasan
  • Pertimbangan untuk perlu adanya tindakan operasi amandel (tonsilektomi)

Kapan Harus Segera ke Dokter Terkait Radang Amandel?

Segera periksakan diri ke dokter jika mengalami kondisi berikut ketika radang amandel:

  • Demam tinggi lebih dari 3 hari
  • Nyeri menelan yang semakin parah, bahkan hingga sulit untuk makan dan minum
  • Sulit bernapas
  • Radang amandel sering kambuh dalam setahun
  • Amandelnya mengeluarkan nanah

Baik itu dokter umum atau dokter spesialis THT, bisa jadi rujukan untuk konsultasi terkait gejala ini.

Apakah jika Radang Amandel, maka pasti harus Operasi?

Tidak semua radang amandel memerlukan operasi. Operasi amandel biasanya disarankan oleh dokter jika Anda mengalami hal ini:

  • Radang amandel kambuh lebih dari 5-7 kali setahun
  • Amandel sangat besar, sehingga mengganggu pernapasan
  • Terjadi komplikasi serius

Keputusan operasi amandel pastinya akan ditentukan oleh dokter spesialis THT setelah pemeriksaan komprehensif dilakukan.

Jangan Ragu untuk Konsultasi Terkait Radang Amandel ke Dokter

Jika Anda mengalami radang amandel, jangan ragu untuk konsultasi ke dokter. Pilihannya bisa ke dokter umum atau dokter spesialis THT, tergantung gejala yang dirasakan. Tenang saja, tidak semua radang amandel perlu tindakan operasi.

Primecare Clinic cabang Panglima Polim, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan memiliki dokter umum dan dokter spesialis THT. Klik tautan ini jika Anda ingin konsultasi terkait radang amandel!


2147766689-1-1200x1200.webp

Telat haid sering kali menimbulkan kekhawatiran, terutama bagi perempuan yang siklus menstruasinya teratur, pasti kaget dan cemas ketika haidnya telat. Pertanyaan-pertanyaan seperti “apakah saya hamil?”, “kok gak haid ya, apa ada masalah” cukup menghantui dan mengganggu pikiran.

Faktanya, kondisi telat haid tidak hanya disebabkan oleh kehamilan, tetapi ada berbagai kondisi lainnya. Pertanyaannya kalau mau periksa telat haid, ke dokter apa? Ini jawabannya!

Telat Haid, harus Periksa ke Dokter Apa?

Berikut adalah dokter yang bisa Anda kunjungi terkait keluhan telat haid:

1. Dokter Umum 

Dokter umum bisa menjadi pilihan pertama untuk kasus telat haid jika:

  • Telat haid terjadi sesekali atau pertama kali terjadi
  • Tidak ada keluhan berat lainnya
  • Ingin pemeriksaan awal atau tes kehamilan

Dokter umum dapat melakukan wawancara medis, pemeriksaan fisik, dan merujuk ke dokter spesialis bila diperlukan.

2. Dokter Spesialis Kandungan (Sp.OG)

Dokter spesialis kandungan/obgyn adalah pilihan utama jika:

  • Telat haid telah terjadi lebih dari 2 bulan
  • Siklus haid tidak teratur dalam waktu lama
  • Ada nyeri perut bawah, perdarahan abnormal, atau keputihan tidak normal
  • Program hamil
  • Hasil tes kehamilan positif atau meragukan, misalnya positif samar

Dokter kandungan dapat melakukan USG, pemeriksaan hormon, dan evaluasi organ reproduksi secara menyeluruh untuk kasus telat haid.

3. Dokter Spesialis Penyakit Dalam 

Dalam beberapa kasus, telat haid berkaitan dengan hormon, seperti:

  • Gangguan tiroid
  • Diabetes
  • Gangguan metabolik

Jika dicurigai adanya masalah hormon, maka dokter spesialis obgyn atau dokter umum bisa merujuk Anda ke dokter spesialis penyakit dalam.

Kapan jika Telat Haid, harus Segera ke Dokter?

Segera periksakan diri ke dokter jika telat haid disertai keluhan ini:

  • Nyeri perut hebat
  • Perdarahan di luar jadwal haid
  • Mual muntah berat
  • Berat badan naik atau turun drastis
  • Tumbuh jerawat parah atau rambut berlebih (indikasi gejala PCOS)

Semakin cepat ke dokter, semakin baik. Hal ini karena deteksi penyakit bisa dilakukan lebih awal.

Bagaimana jika Telat Haid, tetapi Tes Kehamilan Negatif?

Jika tes kehamilan negatif, tetapi haid masih telat atau belum terjadi, maka:

  • Ulangi tes setelah 7 hari
  • Periksa ke dokter spesialis obgyn

Jangan Ragu untuk Konsultasi dengan Dokter jika Telat Haid

Dokter umum, dokter spesialis obgyn, atau dokter spesialis penyakit dalam bisa jadi opsi jika terjadi kondisi telat haid, terutama jika telat haid ini pertama kali terjadi dan disertai gejala berat seperti perdarahan.

Di Primecare Clinic cabang Panglima Polim, Kebayoran Baru, dan Tebet, Jakarta Selatan, tersedia dokter spesialis obgyn, dokter spesialis penyakit dalam, dan dokter umum. Klik tautan ini untuk informasi selengkapnya jika Anda ingin konsultasi terkait telat haid.



Dokter spesialis THT (Telinga, Hidung, dan Tenggorokan) berperan penting dalam menangani berbagai gangguan yang berkaitan dengan pernapasan, pendengaran, suara, hingga keseimbangan tubuh, sesuai dengan spesialisasinya yaitu telinga, hidung, dan tenggorokan. Jika ada masalah di seputar bagian tubuh tersebut, jangan ragu untuk konsultasi dengan mereka.

Pertanyaannya, kapan harus ke dokter spesialis THT? Ini jawabannya!

Kapan Harus ke Dokter Spesialis THT?

Tidak semua keluhan pada THT harus langsung ke dokter spesialis. Namun, ada kondisi tertentu yang sebaiknya segera diperiksakan.

1. Kapan Telinga perlu Diperiksa ke Dokter Spesialis THT?

Segera ke dokter spesialis THT jika telinga Anda mengalami hal ini:

  • Nyeri telinga hebat atau berkepanjangan
  • Keluar cairan atau nanah dari telinga
  • Telinga berdenging terus-menerus (tinnitus)
  • Penurunan pendengaran mendadak
  • Merasa berputar (indikasi vertigo)

2. Kapan Hidung perlu Diperiksa ke Dokter Spesialis THT?

Beberapa keluhan hidung yang memerlukan pemeriksaan dokter spesialis THT adalah:

  • Hidung tersumbat lebih dari 10 hari
  • Mimisan sering atau sulit berhenti
  • Nyeri wajah dan kepala akibat sinus
  • Ingus berwarna kuning kehijauan, disertai dengan demam
  • Ada dugaan timbulnya polip hidung

3. Kapan Tenggorokan perlu Diperiksa ke Dokter Spesialis THT?

Periksakan tenggorokan Anda ke dokter spesialis THT jika Anda mengalami:

  • Sakit tenggorokan lebih dari satu minggu
  • Sulit menelan atau terasa mengganjal
  • Suara serak atau bindeng lebih dari dua minggu
  • Amandel membesar dan bengkak, bahkan sering kambuh
  • Batuk kronis (terus-menerus) tanpa sebab jelas

Apakah Harus ke Dokter Umum Dulu, atau bisa Langsung ke Dokter Spesialis THT?

Pada keluhan ringan seperti flu biasa atau sakit tenggorokan ringan, dokter umum harusnya sudah cukup, Namun, Anda sebaiknya ke dokter spesialis THT jika keluhan di bawah ini tidak membaik setelah 3-5 hari

  • Gejala semakin berat, misalnya tenggorokan terus merah tanpa adanya indikasi radang akan berkurang dalam waktu dekat
  • Keluhan pada telinga, hidung, atau pun tenggorokan sering kambuh

Jangan Ragu untuk Konsultasi dengan Dokter Spesialis THT

Jadi, Anda tidak perlu ragu untuk konsultasi dengan dokter spesialis THT, terutama jika ada keluhan pada telinga, hidung, atau pun tenggorokan Anda, apalagi jika keluhannya sering kambuh dan terasa sangat berat.

Di Primecare Clinic cabang Panglima Polim, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, tersedia dokter spesialis THT serta layanannya seperti irigasi telinga dan audiometri. Klik tautan ini jika Anda tertarik untuk konsultasi dengan dokter spesialis THT!


486-_1_-1200x800.webp

Memeriksa kesehatan payudara sangat penting untuk mendeteksi masalah sejak dini, seperti benjolan, nyeri, perubahan bentuk, bahkan hingga masalah kesehatan seperti kanker. Masalahnya, kalau mau periksa payudara harus ke dokter apa? Berikut jawabannya!

Dokter Apa saja yang bisa Menangani Masalah Payudara?

1. Dokter Spesialis Obstetri & Ginekologi (Obgyn)

Selain pemeriksaan kehamilan, keluhan di sekitar vagina seperti keputihan, dokter spesialis obgyn juga bisa menangani pemeriksaan pada payudara.

2. Dokter Umum

Dokter umum cocok jadi pilihan awal jika Anda belum mengetahui permasalahan pasti, sehingga ingin cek payudara saja sebagai permulaan.

3. Dokter Spesialis Bedah (Bedah Umum / Bedah Onkologi)

Anda bisa dirujuk ke dokter bedah jika terjadi keluhan atau gejala seperti perubahan bentuk, benjolan, keluar cairan dari puting tanpa sebab yang jelas, dll.

Mereka ahli dalam mendiagnosis kelainan pada payudara dan melakukan tindakan seperti biopsi atau operasi bila memang diperlukan.

4. Dokter Spesialis Onkologi

Dokter spesialis onkologi adalah dokter spesialis kanker. Anda bisa dirujuk ke mereka jika mengalami kanker payudara atau terapi kanker.

5. Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Hematologi Onkologi (SpPD-KHOM)

Jika kondisi terkait kanker payudara membutuhkan pengobatan lanjutan seperti kemoterapi, dokter spesialis penyakit dalam ini dapat menangani terapi tersebut.

Jenis Pemeriksaan Payudara yang Dilakukan Dokter

1. Pemeriksaan Fisik Payudara

Pemeriksaan fisik ini mencakup pemeriksaan benjolan, perubahan kulit, atau kelainan lainnya pada payudara jika ditemukan.

2. USG Payudara

USG payudara ini menggunakan USG (bukan X-ray). Umumnya, pemeriksaan ini dilakukan setelah konsultasi dengan dokter umum dan Anda mendapatkan surat pengantar untuk pemeriksaan dengan USG payudara.

3. Mammografi

Mammografi adalah pemeriksaan yang berbeda dengan payudara. Pemeriksaan ini bisa dipakai untuk memeriksa indikasi kanker payudara.

4. Biopsi Payudara

Jika dari pemeriksaan lewat USG atau mamografi menemukan kelainan, dokter mungkin menyarankan biopsi untuk menegakkan diagnosis terkait masalah pada payudara Anda.

Kapan harus Periksa Payudara?

Anda sebaiknya segera ke dokter jika terdapat kondisi ini pada payudara Anda:

  • Benjolan pada payudara atau ketiak
  • Nyeri payudara yang tidak kunjung hilang
  • Puting mengeluarkan darah
  • Perubahan bentuk atau ukuran payudara
  • Permukaan kulit menyerupai kulit jeruk
  • Terjadi perubahan posisi atau bentuk puting

Jangan Ragu untuk Periksa Payudara

Jangan ragu untuk memeriksakan payudara Anda dengan dokter, baik itu dokter umum atau pun dokter spesialis. Setelah konsultasi, Anda akan diarahkan untuk pemeriksaan seperti fisik, USG, mammografi, atau bahkan biopsi.

Pemeriksaan payudara ini penting untuk mendeteksi dini penyakit serta mencegah hal yang tidak diinginkan. Mencegah lebih baik daripada mengobati.

Di Primecare Clinic tersedia dokter spesialis obgyn dan dokter umum. Tersedia juga layanan pemeriksaan payudara, yaitu USG payudara. Ingin konsultasi dengan dokter untuk periksa payudara atau USG payudara? Klik tautan ini untuk informasi selengkapnya!


2148875858-1-1200x864.webp

Keputihan adalah hal normal, tetapi bisa menjadi tanda masalah kesehatan bila muncul perubahan warna, bau, jumlah, atau disertai gejala lain. 

Pertanyaannya, kalau mau konsultasi seputar masalah keputihan itu harus ke dokter apa ya? Ini jawabannya!

Dokter yang Tepat untuk Periksa Keputihan

1. Dokter Kandungan (Spesialis Obgyn)

Dokter kandungan atau Sp.OG adalah pilihan paling tepat untuk memeriksa keputihan, terutama jika keputihan disebabkan oleh masalah pada organ reproduksi seperti vagina, serviks, atau rahim.

Konsultasikan masalah keputihan Anda dengan dokter kandungan jika:

  • Keputihan berbau menyengat
  • Berwarna kuning, hijau, atau kecokelatan
  • Menggumpal seperti susu basi
  • Disertai gatal, nyeri, atau perih
  • Disertai perdarahan
  • Keputihan terus-menerus atau berulang

2. Dokter Kulit dan Kelamin (Sp.KK)

Jika keputihan dicurigai terkait dengan infeksi menular seksual (IMS) atau masalah kulit di area genital, dokter spesialis kulit dan kelamin dapat menjadi pilihan.

Masalah keputihan cocok untuk dikonsultasikan dengan dokter spesialis kulit dan kelamin jika:

  • Ada luka, ruam, atau benjolan di area vagina
  • Muncul gejala terkait infeksi menular seksual 
  • Keputihan terjadi setelah kontak seksual berisiko seperti tanpa pengaman 

3. Dokter Umum

Bila gejala masih ringan atau Anda membutuhkan pemeriksaan awal, dokter umum juga bisa membantu sebelum merujuk ke spesialis.

Anda bisa konsultasi masalah terkait keputihan dengan dokter umum jika:

  • Keputihan baru terjadi pertama kali
  • Gejala belum parah
  • Ingin pemeriksaan dan saran awal terkait masalah keputihan Anda

Kapan Masalah Keputihan harus Dikonsultasikan dengan Dokter?

Beberapa kondisi keputihan ini menjadi tanda bahwa Anda harus segera ke dokter:

  • Bau amis atau busuk
  • Warna kuning, hijau, atau abu-abu
  • Tekstur berbusa atau menggumpal
  • Disertai gatal, nyeri, atau perih saat berkemih
  • Jumlahnya sangat banyak

Jika Anda mengalami salah satunya saja dari kondisi di atas, sebaiknya segera periksa ke dokter.

Persiapan Sebelum Periksa ke Dokter terkait Keputihan

1. Catat Gejala yang Dialami

Catat gejala terkait keputihan seperti:

  • Kapan keputihan mulai muncul
  • Warna dan bau
  • Apakah keputihannya disertai gatal atau nyeri

2. Hindari Membersihkan Vagina Berlebihan

Douching atau penggunaan cairan pembersih sebelum pemeriksaan bisa mengganggu hasil diagnosis terkait keputihan.

3. Bawa Riwayat Pengobatan

Jika Anda pernah menggunakan obat tertentu terkait masalah keputihan atau kewanitaan, maka informasikan ke dokter. Hal ini penting agar dokter bisa memberikan pengobatan yang tepat untuk Anda.

Jangan Ragu untuk Periksa Terkait Keputihan ke Dokter

Kalau Anda ingin periksa keputihan, maka dokter yang paling tepat adalah dokter kandungan (Sp.OG). Namun, dokter kulit dan kelamin (Sp.KK) juga bisa menjadi pilihan bila masalah keputihan ini berkaitan dengan masalah kulit atau infeksi menular seksual (IMS). Sementara itu, untuk keluhan ringan, Anda bisa mulai dengan cara berkonsultasi dengan dokter umum.

Di Primecare Clinic, tersedia dokter spesialis obgyn, kulit dan kelamin, serta dokter umum. Tertarik untuk konsultasi terkait keputihan Anda? Klik tautan ini untuk informasi selengkapnya!


1394-_1_-1200x800.webp

Ketika GERD (Gastroesophageal Reflux Disease) sering kambuh, banyak orang bingung harus memeriksakan diri ke dokter apa. Penanganan yang tepat sangat penting agar gejala tidak semakin parah dan kualitas hidup tetap terjaga.

Berikut dokter yang bisa Anda kunjungi jika GERD kambuh!

Dokter Apa yang  Bisa Menangani Keluhan GERD Kambuh?

1. Dokter Umum

Dokter umum bisa jadi pilihan jika GERD kambuh, terutama untuk penanganan awal. Mereka bisa mendiagnosis serta memberikan obat untuk mengatasi GERD/asam lambung.

2. Dokter Spesialis Penyakit Dalam/Internis

Dokter spesialis penyakit dalam adalah pilihan dokter spesialis yang cocok untuk menangani GERD yang kambuh. Mereka dapat:

  • Mendiagnosis penyebab GERD
  • Memberikan obat antasida, PPI, atau H2 blocker
  •  Menyusun rencana perawatan jangka panjang terkait GERD

Biasanya, pasien akan dirujuk ke spesialis gastroenterologi lebih lanjut jika diperlukan.

3. Dokter Spesialis Gastroenterologi (Pencernaan)

Jika GERD sudah kronis, sering kambuh, atau tidak membaik setelah pemberian obat, maka Anda sebaiknya menemui dokter gastroenterologi. Mereka dapat melakukan:

  • Pemeriksaan endoskopi
  • Evaluasi kerusakan esofagus
  • Penanganan komplikasi seperti Barrett’s esophagus atau esofagitis

Dokter spesialis ini adalah dokter yang cocok jika GERD-nya sudah parah dan gejalanya berat.

Kapan Harus ke Dokter Karena GERD?

1. Gejala GERD Sering Kambuh

GERD sering kambuh seperti mules lebih dari dua kali seminggu atau regurgitasi (makanan kembali ke kerongkongan) asam terus-menerus, maka Anda bisa segera ke konsultasi dengan dokter.

2. Sudah Minum Obat Bebas, tetapi Tidak Membantu

Jika antasida atau obat lambung yang diberikan sebagai perawatan awal sudah tidak mempan, evaluasi lebih lanjut dengan dokter, baik itu evaluasi oleh dokter umum atau dokter spesialis.

3. Ada Tambahan Gejala yang Mengkhawatirkan

Jika ada tambahan gejala seperti sulit menelan, nyeri dada yang tidak biasa, penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas, muntah darah, atau tinja berwarna hitam. Maka, segera ke dokter untuk penanganan agar komplikasi bisa ditangani sesegera mungkin.

Pemeriksaan yang Biasanya Dilakukan Dokter Terkait GERD

Terdapat tiga pemeriksaan yang biasanya dilakukan oleh dokter untuk memeriksa GERD, misalnya:

1. Endoskopi Saluran Cerna Atas

Pemeriksaan ini (endoskopi) berfungsi untuk melihat langsung kondisi esofagus dan lambung.

2. Tes pH 24 Jam

Tes ini akan mengukur intensitas dan frekuensi asam lambung yang naik ke esofagus (kerongkongan).

3. Manometri Esofagus

Manometri berfungsi untuk memeriksa fungsi otot esofagus (kerongkongan).

GERD Kambuh? Ayo Segera ke Dokter!

Jika GERD kambuh, Anda sebaiknya segera ke dokter, baik itu dokter umum atau pun dokter spesialis penyakit dalam.

Di Primecare Clinic tersedia dokter umum, dokter spesialis penyakit dalam, serta homecare suntik GERD untuk menangani keluhan GERD Anda. GERD Anda kambuh? Ayo klik tautan ini!


40140-_1_-1200x800.webp

Cek sperma atau analisis semen adalah pemeriksaan laboratorium untuk menilai seberapa baik/buruk kualitas dan kuantitas dari sperma. 

Tes ini penting terutama bagi pasangan yang sedang menjalani program hamil, mengalami kesulitan mendapatkan keturunan, atau pria yang sedang terapi hormon. Pemeriksaan dilakukan dengan menganalisis semen yang telah dikeluarkan lewat ejakulasi.

Bagaimana prosedur dan manfaat, serta persiapannya?

Apa Itu Cek Sperma?

Cek sperma adalah tes medis yang mengevaluasi kesehatan sperma dan cairan semen. 

Tes ini membantu mengetahui apakah sperma memiliki kemampuan yang baik untuk membuahi sel telur.

Mengapa Cek Sperma Penting?

1. Mengidentifikasi Penyebab Infertilitas

Analisis semen dapat mendeteksi kelainan yang memengaruhi kesuburan pria. Jadi, cek sperma ini dapat membantu dalam menangani kasus infertilitas, seperti kesulitan untuk mendapatkan keturunan.

2. Mengevaluasi Keberhasilan Pengobatan/Operasi/Terapi

Jika seseorang menjalani terapi hormon, operasi varikokel, atau perawatan lain, tes ini membantu menilai apakah kondisi sperma telah membaik.

Dokter akan memberi tahu kapan momen yang tepat untuk cek sperma pasca tindakan tertentu.

3. Pemeriksaan Pra-Nikah dan Program Hamil

Beberapa pasangan melakukan cek sperma sebagai langkah awal sebelum memulai program hamil atau fertilisasi in vitro (IVF). Hal ini tentu karena peluang keberhasilan program hamil atau IVF ditentukan dari kualitas sperma pria.

Pemeriksaan Apa Saja yang Dinilai dalam Cek Sperma?

1.  Konsentrasi dan Jumlah Sperma

Tes menghitung jumlah sperma per mililiter semen. Semakin tinggi konsentrasi dan jumlahnya, semakin besar peluang untuk terjadi pembuahan.

2. Motilitas (Pergerakan Sperma)

Motilitas adalah konsep untuk menilai seberapa aktif sperma bergerak menuju sel telur. Sperma yang tidak bergerak atau bergerak lambat menurunkan peluang terjadinya kehamilan.

3. Morfologi (Bentuk Sperma)

Menilai bentuk kepala, leher, dan ekor sperma. Sperma dengan bentuk normal memiliki peluang lebih besar untuk membuahi. Sementara kelainan dalam bentuk akan menurunkan peluang terjadinya kehamilan.

4. Volume dan Konsistensi Semen

Cairan terlalu kental atau terlalu sedikit dapat memengaruhi kemampuan sperma bergerak.

5. pH dan Warna Semen

pH abnormal atau perubahan warna dapat menandakan infeksi atau gangguan pada sistem reproduksi pria.

Prosedur Pengambilan Sperma pada Cek Sperma

a. Metode Pengambilan Sampel

Biasanya sampel diperoleh melalui masturbasi di ruang khusus laboratorium. Dalam beberapa kasus tertentu, pengambilan sampel dapat menggunakan kondom khusus yang tidak mengandung spermisida.

b. Mengapa Sampel Sperma harus Diperiksa Segera?

Sperma harus dianalisis dalam waktu 30-60 menit setelah dikeluarkan untuk menjaga akurasi dari hasil cek sperma.

Persiapan Sebelum Cek Sperma

1. Tidak Boleh Ejakulasi dengan Durasi Tertentu

Disarankan untuk tidak ejakulasi selama 2-7 hari sebelum pemeriksaan agar cek sperma bisa optimal.

2. Hindari Alkohol dan Rokok

Rokok dan alkohol dapat menurunkan kualitas sperma.

3. Tidak Menggunakan Pelumas

Pelumas dapat merusak sperma dan mengganggu hasil dari cek sperma.

4. Informasikan Penggunaan Obat

Beberapa obat seperti antibiotik atau steroid dapat memengaruhi hasil cek sperma. Beri tahu dokter atau tenaga kesehatan jika menggunakan obat tertentu.

Interpretasi Hasil Cek Sperma

Disclaimer: interpretasi hanya boleh dilakukan oleh tenaga kesehatan profesional. Informasi ini hanya bentuk edukasi semata.

a.  Oligospermia

Jumlah sperma rendah dari batas normal.

b. Azoospermia

Tidak ditemukan sperma sama sekali dalam sampel. Jadi, di dalam semennya, tidak ada sperma.

c. Asthenozoospermia

Motilitas (pergerakan) sperma rendah.

d. Teratozoospermia

Bentuk sperma tidak normal atau terlalu banyak yang cacat.

Hasil dari cek sperma bisa berbeda antara satu pemeriksaan dengan yang lain, sehingga dokter biasanya menyarankan pemeriksaan ulang dalam jarak 2-4 minggu.

Berapa Biaya Cek Sperma?

Biaya tergantung fasilitas kesehatan, tetapi secara umum berkisar dari ratusan ribu hingga sekitar satu jutaan rupiah, tergantung paket pemeriksaan.

Apa yang harus Dilakukan setelah Cek Sperma?

Setelah cek sperma, Anda bisa menunggu hasilnya. Setelah hasilnya keluar, Anda bisa menerapkan saran yang telah diberikan oleh dokter, terkait dari hasil cek spermanya.

Kapan harus Cek Sperma?

Momen ini bisa jadi waktu yang tepat untuk cek sperma:

  • Akan menikah dalam waktu dekat atau ada rencana menikah
  • Istri tidak kunjung hamil setelah rutin hubungan seksual tanpa KB setelah:
  1. 1 tahun untuk pasangan berusia lebih muda dari 35 tahun
  2. 6 bulan untuk pasangan berusia 35 tahun dan lebih tua

Pemeriksaan ini bisa untuk mengecek apakah terjadi infertilitas primer mau pun sekunder.

  • Mendapatkan saran dari dokter untuk cek sperma, biasanya karena sedang menjalani terapi hormon atau cek kesuburan

Kalau mau Cek Sperma harus ke Dokter Apa?

Jika Anda mau cek sperma, maka Anda bisa berkonsultasi dengan dokter spesialis obgyn (kandungan) atau dokter spesialis andrologi terlebih dahulu.

Cek Sperma bisa Membantu untuk Analisa Kesuburan

Cek sperma bisa membantu pasangan yang ingin menikah dan pasangan yang sudah menikah, tetapi belum mendapatkan keturunan dalam waktu tertentu. Jadi, jangan ragu untuk cek sperma untuk mengetahui masalah kesuburan.

Primecare Clinic cabang Panglima Polim, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan memiliki layanan cek dan analisa sperma. Jika Anda tertarik, klik tautan ini untuk informasi selengkapnya!


2148847221-1-1200x798.webp

Tes darah lengkap bisa dilakukan untuk mendeteksi penyakit tertentu dan membantu dokter untuk menegakkan diagnosa. 

Apa saja manfaat tes darah lengkap bagi pasien?

1. Mendeteksi Penyakit Sedini Mungkin

Tes darah lengkap mampu mendeteksi tanda awal berbagai penyakit seperti infeksi, gangguan metabolik, anemia, hingga kelainan hormon.

Semakin cepat suatu penyakit terdeteksi, semakin besar peluang untuk mencegah komplikasi yang lebih serius. 

2. Memantau Kondisi Organ

Tes darah lengkap bisa membantu Anda untuk memantau kondisi organ, misalnya SGOT dapat menjadi penilaian kinerja hati dan ureum bisa digunakan untuk mengecek kinerja ginjal.

3. Mengecek Kondisi Pemenuhan Zat Gizi Tubuh

Tes darah dapat melihat kekurangan zat gizi seperti zat besi, vitamin B12, dan folat lewat hemoglobin, hematokrit, dan indeks eritrosit.

4. Investasi Kesehatan Jangka Panjang

Pada dasarnya, tes darah juga adalah investasi kesehatan secara jangka panjang. Anda bisa mencegah terjadinya komplikasi penyakit serius yang penanganannya memerlukan biaya besar. 

5. Mengecek Pengaruh dari Gaya Hidup

Tes darah lengkap dapat mengecek bagaimana pengaruh suatu gaya hidup terhadap kondisi tubuh Anda. Contohnya, Anda bisa mengetahui pengaruh keaktifan olahraga atau diet terhadap gula darah Anda setelah tes darah lengkap.

Tes Darah Lengkap Tersedia di Primecare Clinic!

Tersedia Paket Medical Check Up dengan tes darah lengkap serta cek laboratorium di Primecare Clinic

Di Primecare Clinic cabang Panglima Polim, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, tersedia paket medical check up (MCU) dengan tes darah lengkap sebagai salah satu dari pemeriksaannya beserta cek laboratorium. Klik tautan ini untuk informasi selengkapnya!



Setelah immune booster atau suntik vitamin, badan terasa lebih baik, seperti pegal dan letih berkurang. Namun, bisa ada pertanyaan efek ini akan bertahan berapa lama? Berikut jawabannya!

Efek Immune Booster/Suntik Vitamin Bertahan dalam Jangka Waktu yang Tidak Pasti

Efek dari immune booster/suntik vitamin tidak pasti. Ada yang berlangsung 24 jam, ada yang berlangsung hingga 72 jam. Bahkan, ada yang bertahan hingga 2 minggu.

Menurut penelitian yang terbit di Pubmed, infus vitamin berhasil menurunkan skor kelelahan secara signifikan setelah 2 jam pasca infus dan efeknya masih terasa 1 hari setelahnya.

Mengapa Efek Immune Booster/Suntik Vitamin Memiliki Durasi yang Tidak Pasti?

Penyebab durasi efek immune booster yang tidak pasti ini adalah karena bergantung pada status pasien seperti bagaimana pemenuhan vitamin pada pasien, pola hidup, diet, stres, metabolisme, dll.

Jadi, Apakah Immune Booster/Suntik Vitamin Worth It?

Jawabannya tetap worth it, terutama jika Anda memiliki gaya hidup aktif/padat aktivitas, ingin meningkatkan imunitas, sedang banyak kerja/lembur, bahkan ketika mau liburan.

Immune Booster/Suntik Vitamin Tersedia di Primecare Clinic

Saat ini, immune booster/suntik vitamin tersedia di Primecare Clinic. Layanan ini bisa dilakukan di klinik (cabang Panglima Polim dan Tebet, Jakarta Selatan) mau pun homecare (di rumah Anda sendiri).

Tertarik untuk immune booster/suntik vitamin? Yuk klik tautan ini!


2147882212-1-1200x800.webp

Mirip dengan tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi adalah kondisi yang sering tidak menimbulkan gejala, tetapi dapat meningkatkan risiko penyakit jantung, stroke, dan gangguan pembuluh darah. 

Jadi, kalau kolesterol tinggi, harus ke dokter apa? Ini jawabannya!

Dokter yang Sebaiknya Anda Kunjungi jika Mengalami Kolesterol Tinggi

1. Dokter Umum

Jika mengalami kolesterol tinggi, Anda bisa ke dokter umum terlebih dahulu. Mereka akan:

  • Mengevaluasi hasil tes laboratorium Anda
  • Menilai faktor risiko (usia, riwayat keluarga, pola makan, merokok, dan aktivitas fisik) kolesterol tinggi
  • Memberikan saran seputar gaya hidup sehat
  • Meresepkan obat jika dibutuhkan
  • Memberikan rujukan ke dokter spesialis bila kondisi Anda ternyata lebih kompleks dan perlu penanganan lebih lanjut 

2. Dokter Spesialis Penyakit Dalam

Jika kadar kolesterol sangat tinggi atau disertai penyakit penyerta seperti diabetes, hipertensi, atau obesitas, dokter umum bisa merujuk Anda ke dokter spesialis penyakit dalam atau dengan kata lain dokter Sp.PD. 

Dokter spesialis penyakit dalam memiliki kompetensi untuk menangani masalah khusus pada metabolik, seperti kolesterol tinggi.

3. Dokter Spesialis Jantung (Kardiolog)

Jika kolesterol tinggi sudah menimbulkan gejala atau risiko serius terhadap jantung, Anda perlu berkonsultasi dokter spesialis jantung dan pembuluh darah/kardiolog atau dokter Sp.JP

Beberapa kondisi ini bisa jadi pertimbangan untuk konsultasi ke kardiolog:

  • Mengalami nyeri dada
  • Memiliki riwayat serangan jantung atau stroke
  • Terdapat penyakit jantung bawaan atau aritmia (gangguan irama jantung)
  • LDL sangat tinggi, bahkan sejak usia muda

Pemeriksaan Apa Saja yang akan Dilakukan Dokter?

Pada dasarnya dokter akan melakukan pemeriksaan seperti pemeriksaan darah lengkap dengan profil lemak (panel kolesterol), riwayat kesehatan, serta pemeriksaan penunjang seperti EKG jika diperlukan.

Kapan Harus Segera ke Dokter Terkait Kolesterol Tinggi?

1. Hasil Lab Menunjukkan bahwa LDL Sangat Tinggi

Jika LDL (kolesterol jahat) berada di atas kisaran yang direkomendasikan, terutama >160 mg/dL, Anda perlu segera ke dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut.

2. Ada Gejala yang Mengarah ke Penyakit Jantung

Gejala yang mengarah ke penyakit jantung termasuk:

  • Nyeri dada
  • Sesak napas
  • Kelelahan ekstrem
  • Rasa nyeri yang menjalar ke lengan atau punggung 

3. Memiliki Kondisi dengan Risiko Tinggi

Kondisi ini adalah:

  • Merokok
  • Diabetes
  • Hipertensi
  • Obesitas
  • Riwayat keluarga penyakit jantung dini

Konsultasi Terkait Kolesterol Tinggi di Primecare Clinic

Jika mengalami kolesterol tinggi, maka segeralah ke dokter untuk mendapatkan penanganan, baik itu dokter umum atau pun dokter spesialis seperti dokter spesialis penyakit dalam dan dokter spesialis jantung dan pembuluh darah.

Di Primecare Clinic terdapat MCU khusus pemeriksaan kolesterol, serta dokter umum dan dokter spesialis yang bisa membantu Anda untuk menangani masalah kolesterol Anda. Klik tautan ini untuk informasi selengkapnya!


primecare

Jakarta Panglima Polim

Jl. Panglima Polim IX No.16, Kby. Baru, Kota Jakarta Selatan

Jakarta Tebet

Jl. Tebet Barat Dalam II No.46 14, Tebet Barat, Kota Jakarta Selatan

Samarinda

Jl. Muso Salim No.28, Karang Mumus, Kota Samarinda


Copyright by PT. Layanan Medika Pratama 2025. All rights reserved.



Copyright by PT. Layanan Medika Pratama 2025. All rights reserved.