Anak Menelan Plastik? Berikut Penyebabnya dan yang harus Dilakukan

June 8, 2026 by Primecare Clinic
104844-1-1200x800.webp

Anak-anak, terutama balita, memiliki rasa ingin tahu / penasaran yang sangat tinggi. Mereka sering memasukkan berbagai benda ke dalam mulut sebagai cara untuk mengenali lingkungan sekitar. Karena itu, tidak jarang anak tidak sengaja menelan benda asing, termasuk plastik. Tentu saja hal ini harus menjadi perhatian para orang tua, mengingat awareness balita akan benda-benda berbahaya di lingkungannya belum mencukupi.

Meskipun tidak semua kasus menelan plastik berbahaya, orang tua tetap perlu waspada karena kondisi ini dapat menimbulkan gangguan kesehatan, terutama jika plastik berukuran besar, tajam, atau menyebabkan sumbatan pada saluran pencernaan.

Penyebab anak tidak sengaja menelan plastik

Ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan anak menelan plastik secara tidak sengaja, antara lain:

  • Kebiasaan memasukkan benda ke dalam mulut, terutama pada bayi dan balita.
  • Bermain dengan benda kecil berbahan plastik tanpa pengawasan orang dewasa.
  • Plastik yang terdapat pada kemasan makanan atau mainan mudah terlepas dan tertelan.
  • Anak belum mampu membedakan benda yang boleh dimakan dan yang tidak.
  • Rasa penasaran yang tinggi terhadap benda-benda di sekitarnya.

Risiko ini umumnya lebih tinggi pada anak usia di bawah 5 tahun karena kemampuan mereka untuk mengenali bahaya masih terbatas.

Gejala/bahaya anak tidak sengaja menelan plastik

Bahaya yang ditimbulkan bergantung pada ukuran, bentuk, dan jenis plastik yang tertelan.

Pada beberapa kasus, plastik berukuran kecil dan tidak tajam dapat melewati saluran pencernaan dan keluar bersama tinja tanpa menimbulkan masalah. Namun, ada juga kemungkinan terjadinya komplikasi, seperti:

  • Tersedak atau gangguan pernapasan jika plastik masuk ke saluran napas.
  • Iritasi atau luka pada saluran pencernaan.
  • Sumbatan pada kerongkongan, lambung, atau usus.
  • Mual dan muntah akibat gangguan pada sistem pencernaan.
  • Nyeri perut yang cukup berat.

Semakin besar ukuran plastik yang tertelan, semakin tinggi risiko terjadinya penyumbatan pada saluran cerna.

Orang tua perlu segera memperhatikan kondisi anak setelah kejadian. Beberapa gejala yang dapat muncul antara lain:

  • Tersedak atau batuk mendadak.
  • Sulit menelan.
  • Air liur keluar berlebihan.
  • Nyeri tenggorokan atau dada.
  • Mual dan muntah.
  • Nyeri perut.
  • Perut kembung.
  • Tidak mau makan atau minum.
  • Sulit buang air besar.
  • Sesak napas atau napas berbunyi.

Apabila anak mengalami sesak napas, kebiruan, atau tampak kesulitan bernapas, kondisi ini merupakan keadaan darurat yang memerlukan pertolongan medis segera.

Apa yang harus dilakukan jika anak tidak sengaja menelan plastik

1. Tetap Tenang dan Periksa Kondisi Anak

Pastikan anak masih dapat bernapas dengan baik. Perhatikan apakah anak tampak tersedak, batuk, atau mengalami kesulitan bernapas.

2. Jangan Memaksa Anak Muntah

Memaksa anak muntah dapat meningkatkan risiko cedera pada kerongkongan atau menyebabkan benda masuk ke saluran napas.

3. Jangan Memasukkan Jari ke Dalam Mulut Anak

Tindakan ini dapat mendorong benda semakin masuk ke dalam saluran pencernaan atau menyebabkan luka.

4. Amati Gejala yang Muncul

Catat kapan kejadian terjadi, jenis plastik yang tertelan, serta gejala yang dialami anak. Informasi ini akan membantu dokter dalam menentukan penanganan.

5. Segera Periksakan ke Fasilitas Kesehatan Bila Diperlukan

Segera bawa anak ke dokter atau unit gawat darurat jika:

  • Anak sulit bernapas.
  • Anak terus-menerus muntah.
  • Mengalami nyeri perut yang berat.
  • Sulit menelan.
  • Tampak sangat rewel atau lemas.
  • Plastik yang tertelan berukuran besar atau memiliki bagian tajam.

Dokter dapat melakukan pemeriksaan fisik dan, bila diperlukan, pemeriksaan penunjang untuk memastikan posisi benda yang tertelan serta menentukan tindakan yang tepat.

Cara pencegahan agar anak tidak menelan plastik di kemudian hari

Pencegahan merupakan langkah terbaik untuk mengurangi risiko kejadian serupa. Beberapa hal yang dapat dilakukan orang tua antara lain:

  • Simpan plastik, kemasan, dan benda kecil di tempat yang tidak dapat dijangkau anak.
  • Pilih mainan yang sesuai dengan usia anak.
  • Periksa mainan secara berkala untuk memastikan tidak ada bagian yang rusak atau mudah lepas.
  • Awasi anak saat bermain.
  • Ajarkan anak untuk tidak memasukkan benda asing ke dalam mulut seiring bertambahnya usia.
  • Buang plastik bekas kemasan segera setelah digunakan.

Lakukan Penanganan yang Tepat jika Anak Tidak Sengaja Menelan Plastik

Jika anak menelan plastik, lakukan penanganan yang tepat. Jika terjadi gejala yang mengkhawatirkan seperti sulit bernapas atau muntah, segera bawa ke UGD atau dokter spesialis anak.

Terapkan langkah pencegahan agar kejadian ini tidak terjadi.

Referensi :

  1. Merck Manual Consumer Version – Foreign Bodies in the Digestive Tract. Diakses Juni 2026. Informasi mengenai gejala, komplikasi, dan penanganan benda asing yang tertelan pada saluran cerna.
  2. Johns Hopkins Medicine – Foreign Bodies in the Aerodigestive Tract. Diakses Juni 2026. Informasi mengenai risiko tersedak, gejala gangguan pernapasan, dan pencegahan pada anak.
  3. StatPearls – Pediatric Foreign Body Ingestion. Diakses Juni 2026. Tinjauan medis mengenai penyebab, gejala, evaluasi, dan tata laksana benda asing yang tertelan pada anak.
  4. MedlinePlus – Foreign Object Swallowed. Diakses Juni 2026. Edukasi mengenai tanda bahaya, pertolongan pertama, dan kapan harus mencari bantuan medis.
  5. Harvard Health Publishing – Swallowed Object. Diakses Juni 2026. Penjelasan mengenai perjalanan benda asing dalam saluran pencernaan serta risiko komplikasi.

primecare

Jakarta Panglima Polim

Jl. Panglima Polim IX No.16, Kby. Baru, Kota Jakarta Selatan

Jakarta Tebet

Jl. Tebet Barat Dalam II No.46 14, Tebet Barat, Kota Jakarta Selatan

Samarinda

Jl. Muso Salim No.28, Karang Mumus, Kota Samarinda


Copyright by PT. Layanan Medika Pratama 2025. All rights reserved.



Copyright by PT. Layanan Medika Pratama 2025. All rights reserved.