503-1-1200x1182.webp

Donat adalah makanan yang enak karena bisa dimodifikasi seperti memakai meses, selai, dsb. sehinggga banyak dikonsumsi banyak orang. Namun, bagaimana dengan penderita diabetes? Apakah boleh makan donat?

Apakah penderita diabetes boleh makan donat?

Tidak, pasien dengan diabetes melitus tidak direkomendasikan untuk mengkonsumsi donat 

Donat topping gula tepung menjadi makanan dengan index glikemik paling tinggi, disebabkan kandungan makanan mempengaruhi absorpsi saluran pencernaan secara otomatis mempengaruhi kadar glukosa darah. Semakin lambat makann di absorpsi, maka index glikemik semakin rendah. Selain itu bahan gula memiliki indeks glikemik yang juga lebih tinggi jika dibandingkan dengan bahan coklat maupun sereal. 

Bahaya makan donat secara berlebihan bagi penderita diabetes

Makan donat berlebihan memang berisiko besar, terutama bagi penderita Diabetes Mellitus. Donat umumnya tinggi gula sederhana, tepung olahan, dan lemak—kombinasi yang bisa memperburuk kontrol gula darah. Berikut dampak utamanya:

1. Lonjakan gula darah cepat

Donat memiliki indeks glikemik tinggi, sehingga bisa menyebabkan gula darah naik drastis setelah makan. Ini berbahaya karena tubuh penderita diabetes sulit mengontrol lonjakan tersebut.

2. Memperburuk resistensi insulin

Konsumsi gula dan karbohidrat olahan berlebihan dapat memperparah resistensi insulin, sehingga tubuh makin sulit menggunakan insulin secara efektif.

3. Risiko komplikasi meningkat

Jika sering terjadi lonjakan gula darah, risiko komplikasi seperti penyakit jantung, kerusakan saraf, hingga gangguan ginjal bisa meningkat dalam jangka panjang.

4. Berat badan naik

Donat mengandung tinggi kalori dan lemak trans. Kelebihan berat badan dapat memperparah kondisi diabetes dan membuat kontrol gula darah makin sulit.

5. Memicu peradangan

Makanan tinggi gula dan lemak tidak sehat bisa meningkatkan peradangan dalam tubuh yang berkaitan dengan berbagai komplikasi diabetes.

Cara makan donat dengan aman bagi penderita diabetes 

Beberapa penelitian menjelaskan bahwa produk donat dapat dikonsumsi jika terdapat beberapa modifikasi, salah satunya apabila produk donat menggunakan gula stevia sebagai pengganti gula pasir serta selai yang biasa digunakan yang memerlukan banyak gula diganti dengan kurma ataupun madu 

Kapan penderita diabetes harus ke dokter?

Penderita Diabetes Mellitus sebaiknya tidak menunggu sampai kondisi parah untuk ke dokter. Ada waktu-waktu tertentu yang memang penting untuk segera konsultasi.

1. Saat pertama kali terdiagnosis

Untuk menentukan rencana pengobatan, pola makan, dan edukasi dasar tentang pengelolaan diabetes.

2. Gula darah sering tidak terkontrol

Terlalu tinggi terus (hiperglikemia) Atau sering terlalu rendah (hipoglikemia) Ini menandakan terapi perlu disesuaikan.

3. Muncul gejala yang memburuk

Sering haus dan buang air kecil, Berat badan turun tanpa sebab, Luka sulit sembuh, Penglihatan mulai kabur.

4. Ada tanda komplikasi

Kesemutan atau mati rasa (saraf), Nyeri dada atau sesak napas (jantung), Pembengkakan kaki (ginjal atau jantung), Luka pada kaki yang tidak sembuh.

5. Saat sakit atau stres berat

Infeksi atau kondisi tertentu bisa membuat gula darah naik drastis.

6. Kontrol rutin

Walaupun merasa sehat, tetap perlu cek berkala (biasanya tiap 3–6 bulan) untuk memantau gula darah, HbA1c, dan fungsi organ.

Konsultasi Diabetes di Primecare Clinic

Jika Anda mengalami kesulitan mengontrol gula darah, mengalami gula darah tinggi, atau mengalami diabetes, konsultasikan masalah tersebut di Primecare Clinic. 

Primecare clinic menyediakan layanan konsultasi dengan dokter spesialis penyakit dalam dan program manajemen diabetes yang lengkap, termasuk Continuous Glucose Monitoring (CGM).  Terdapat dr. Anak Agung Arie Widyastuti, Sp.PD, FINASIM yang merupakan dokter spesialis penyakit dalam dengan spesialisasi penyakit diabetes di Primecare Clinic.

Jangan tunggu sampai muncul gejala dan komplikasi, mulailah memantau gula darah sejak secara rutin dan konsultasi dengan dokter terkait. Klik tautan ini untuk informasi selengkapnya!


2148439186-_2_-_2_-1200x800.webp

Salah satu mitos kesehatan yang cukup umum adalah minum air dingin bisa menunda menstruasi. Benarkah demikian? Berikut faktanya!

Apakah benar bahwa minum air dingin bisa menunda menstruasi?

Jawabannya adalah tidak benar. Secara medis, minum air dingin tidak memiliki hubungan langsung dengan siklus menstruasi. Menstruasi diatur oleh sistem hormon kompleks yang melibatkan otak (hipotalamus dan kelenjar pituitari) serta ovarium. Suhu minuman yang masuk ke tubuh tidak mempengaruhi sistem hormon ini.

Tubuh manusia juga memiliki mekanisme untuk menjaga suhu internal tetap stabil (sekitar 36–37°C). Jadi, meskipun Anda minum air dingin, suhu tersebut tidak akan “mengganggu” proses biologis yang mengatur menstruasi.

Mengapa ada mitos minum air dingin bisa menunda menstruasi?

Mitos ini cukup umum dan biasanya berasal dari beberapa hal berikut:

a. Kepercayaan turun-temurun

Banyak budaya mengaitkan suhu dingin dengan “perlambatan aliran darah”.

b. Logika sederhana yang keliru

Karena dingin membuat pembuluh darah menyempit sementara, orang mengira hal ini bisa menghentikan atau menunda haid.

c. Kurangnya edukasi kesehatan reproduksi

Kurangnya edukasi kesehatan reproduksi berpotensi menyebarkan misinformasi seperti hal ini.

d. Pengalaman pribadi yang merupakan suatu kebetulan

Misalnya seseorang minum es lalu haidnya telat, padahal penyebabnya bukan air dingin

Padahal, efek dingin pada tubuh bersifat sementara dan lokal, tidak sampai memengaruhi sistem hormon reproduksi.

Beberapa penjelasan penyebab telat menstruasi 

Menstruasi bisa terlambat karena berbagai faktor yang benar-benar berpengaruh secara medis, antara lain:

  • Stres (emosional maupun fisik)
  • Perubahan berat badan drastis
  • Pola makan yang tidak seimbang
  • Olahraga berlebihan (overtraining)
  • Perubahan hormon (misalnya pada sindrom ovarium polikistik / PCOS)
  • Penggunaan alat kontrasepsi hormonal
  • Kehamilan

Faktor-faktor ini mempengaruhi keseimbangan hormon dalam tubuh, yang memang berperan langsung dalam mengatur siklus menstruasi.

Tips minum air dingin bagi wanita

Minum air dingin sebenarnya aman, termasuk saat menstruasi, selama tidak berlebihan. Berikut beberapa tips:

a. Sesuaikan dengan kondisi tubuh

Jika merasa tidak nyaman (misalnya kram bertambah), bisa pilih air suhu normal atau hangat

b. Hindari minuman terlalu dingin saat tubuh sedang sensitif

Lebih baik pilih air biasa atau air hangat.

c. Tetap cukup hidrasi/penuhi kebutuhan cairan

Air putih, baik dingin maupun tidak, penting untuk kesehatan.

d. Perhatikan kondisi tertentu

Misalnya jika Anda memiliki gangguan lambung, air dingin mungkin memicu ketidaknyamanan.

Intinya, pilih suhu minuman yang membuat tubuh Anda paling nyaman. 

Minum Air Dingin Tidak Menunda Menstruasi

Jadi, minum air dingin tidak menyebabkan menstruasi tertunda. Jika Anda mengalami keterlambatan haid, kemungkinan besar penyebabnya adalah faktor hormonal, gaya hidup, atau kondisi kesehatan tertentu, bukan karena air dingin.

Memahami fakta ini penting agar kita tidak terjebak dalam mitos yang bisa menyesatkan. Jika siklus menstruasi sering tidak teratur atau terlambat dalam waktu lama, sebaiknya konsultasikan dengan tenaga medis untuk mendapatkan penjelasan yang tepat.

Air dingin tidak mempengaruhi siklus menstruasi. Fokuslah pada faktor kesehatan yang benar-benar berperan, seperti pola hidup, stres, dan keseimbangan hormon.

Kalau Anda telat haid karena satu dan lain hal, sebaiknya Anda berkonsultasi dengan dokter spesialis obgyn.

Di Primecare Clinic, tersedia dokter speisalis obgyn untuk konsultasi seputar menstruasi. Klik tautan ini untuk informasi selengkapnya!


63777-_1_-1200x800.webp

Konsultasi kehamilan merupakan langkah penting untuk memastikan kesehatan ibu dan janin selama masa kehamilan. Melalui pemeriksaan rutin, dokter dapat memantau perkembangan janin sekaligus mendeteksi risiko sejak dini. Namun, pertanyaan dari ibu hamil sendiri juga penting untuk menjaga kesehatan selama kehamilan. Apa saja pertanyaan yang sebaiknya ditanyakan ke dokter spesialis obgyn saat konsultasi kehamilan?

Pertanyaan Dasar Saat Konsultasi Kehamilan

1. Apakah Kondisi Kehamilan Saya Normal?

Tanyakan apakah perkembangan janin sesuai dengan usia kehamilan, termasuk berat badan, detak jantung, dan posisi janin. 

2. Apa Saja Vitamin yang Perlu Dikonsumsi?

Pastikan Anda mengetahui suplemen penting seperti asam folat, zat besi, dan kalsium yang dibutuhkan selama kehamilan, serta frekuensi konsumsi dan cara konsumsinya.

3. Makanan Apa yang Harus Dihindari/Diabtasi?

Dokter biasanya akan menjelaskan makanan yang berisiko. Contohnya adalah makanan mentah seperti sushi.

Pertanyaan Tentang Perubahan Tubuh

1. Apakah Keluhan X yang Saya Alami itu Normal?

Tanyakan apakah keluhan Anda selama kehamilan seperti mual dan muntah, serta gejala/keluhan lainnya adalah hal yang normal atau perlu pemeriksaan lebih lanjut.

2. Berapa Kenaikan Berat Badan Ideal?

Mengetahui target kenaikan berat badan penting untuk kesehatan ibu dan bayi. Selain dokter spesialis obgyn, Anda juga bisa bertanya perihal berat badan selama kehamilan dengan dokter spesialis gizi klinik.

3. Apakah Aman Berolahraga?

Tanyakan jenis olahraga yang aman dan sesuai dengan kondisi kehamilan Anda, apalagi jika Anda rutin beraktivitas fisik sebelum kehamilan.

Pertanyaan Tentang Pemeriksaan Medis

1. Pemeriksaan Apa Saja yang Dibutuhkan?

Tanyakan jadwal USG, tes darah, dan pemeriksaan lainnya selama kehamilan. Misalnya, ketika mendekati kehamilan (trimester 3), USG tidak dilakukan sebulan sekali. Frekuensinya akan bertambah.

2. Kapan Harus Melakukan USG?

Mengetahui waktu terbaik USG membantu memantau perkembangan janin secara optimal. Hal ini cocok jika Anda sedang ingin mengetahui apakah Anda sedang hamil atau tidak (trimester 1).

3. Apakah Perlu Tes/Cek Lab Tambahan?

Contohnya adalah tes lab TTGO, dsb. Anda bisa bertanya dengan dokter spesialis obgyn terdahulu.

Pertanyaan Tentang Gaya Hidup

1. Apakah Aman untuk Bepergian Jauh atau dengan Transportasi Tertentu?

Tanyakan batasan perjalanan, terutama jika menggunakan kendaraan untuk berpergian jarak jauh atau moda udara seperti pesawat.

2. Bolehkah Berhubungan Intim?

Ini penting untuk memastikan keamanan aktivitas seksual selama kehamilan. Umumnya diperbolehkan, kecuali pada kondisi tertentu.

Pertanyaan Menjelang Persalinan

1. Apa saja Tanda-Tanda Persalinan?

Pahami tanda awal seperti kontraksi, pecah ketuban, atau flek darah, sehingga Anda bisa mengambil keputusan dengan cepat terkait kapan harus ke rumah sakit.

2. Metode Persalinan Apa yang Disarankan?

Diskusikan kemungkinan persalinan normal atau operasi caesar sesuai dengan kondisi kesehatan.

3. Apa yang Harus Dipersiapkan/Bagaimana Birth Plan-nya?

Tanyakan apa yang harus dipersiapkan serta bagaimana birth plan Anda.

Tips Agar Konsultasi Kehamilan dengan Dokter Spesialis Obgyn Lebih Maksimal/Optimal

1. Catat Semua Pertanyaan

Tulis pertanyaan sebelum datang agar tidak ada yang terlewat.

2. Bawa Catatan Kesehatan

Riwayat medis diri Anda sangat membantu dokter dalam memberikan rekomendasi. Contohnya adalah riwayat penyakit dan BMI sebelumnya.

3. Jangan Ragu Bertanya

Tidak ada pertanyaan yang sepele jika menyangkut kesehatan ibu dan bayi. Tanya semua hal yang Anda ingin tahu atau sedang ragu atas suatu informasi?

Menyiapkan Pertanyaan saat Konsultasi Kehamilan itu Penting!

Menyiapkan pertanyaan saat konsultasi kehamilan sangat penting agar Anda mendapatkan informasi yang lengkap dan tepat, serta terhindar dari informasi yang tidak akurat. Hal ini agar Anda bisa mempersiapkan kehamilan dengan baik dan terlindung dari bahaya misinformasi/disinformasi seputar kehamilan.

Di Primecare Clinic, tersedia dokter speisalis obgyn untuk konsultasi seputar kehamilan. Klik tautan ini untuk informasi selengkapnya!


2147646004-1200x800.webp

Suntik vitamin adalah metode pemberian nutrisi langsung ke dalam tubuh melalui injeksi, baik secara intramuskular (ke otot) maupun intravena (melalui pembuluh darah). Prosedur ini biasanya dilakukan untuk meningkatkan daya tahan tubuh, mengatasi kekurangan vitamin, atau sebagai bagian dari terapi tertentu.

Mengapa harus Makan Berat sebelum Suntik Vitamin?

Banyak tenaga medis menyarankan untuk makan terlebih dahulu sebelum melakukan suntik vitamin. Hal ini bukan tanpa alasan, karena berkaitan dengan keamanan dan kenyamanan pasien. Pada dasarnya, Anda harus makan sebelum suntik vitamin untuk mencegah kenaikan asam lambung saat perut kosong, terutama untuk penderita GERD/asam lambung naik.

Apakah Semua Suntik Vitamin Dianjurkan untuk Dilakukan setelah Makan?

Apa pun jenis suntik vitaminnya, tetap dianjurkan untuk makan berat terlebih dahulu untuk mencegah risiko kenaikan asam lambung saat perut kosong.

Apa yang Sebaiknya Dimakan sebelum Suntik Vitamin?

Umumnya, makanan berat dianjurkan untuk dikonsumsi sebelum suntik vitamin. Namun, hindari makanan berlemak tinggi. Lalu, jangan lupa untuk minum air putih untuk hidrasi sebelum suntik vitamin.

Berapa Lama Jarak Makan sebelum Suntik Vitamin?

Idealnya, suntik vitamin dilakukan 30 menit-1 jam setelah makan berat.

Sebaiknya Makan Berat Terlebih dahulu sebelum Suntik Vitamin

Jadi, pada dasarnya, sebaiknya makan berat terlebih dahulu sebelum suntik vitamin untuk menghindari risiko kenaikan asam lambung, terutama jika Anda penderita GERD/asam lambung naik.

Di Primecare Clinic cabang Panglima Polim, Kebayoran Baru, dan Tebet, Jakarta Selatan, tersedia paket layanan suntik vitamin. Klik tautan ini untuk informasi selengkapnya!


85-1200x800.webp

Apakah boleh vaksin HPV tanpa pap smear terlebih dahulu? Jawabannya adalah terdapat kondisi di mana Anda harus pap smear dulu, dan ada juga kondisi di mana Anda tidak perlu pap smear sebelum vaksin HPV.

Kondisi Di Mana Tidak Perlu Pap Smear sebelum Vaksin HPV

Beberapa kondisi ini tidak mengharuskan Anda pap smear sebelum vaksin HPV:

  1. Belum pernah berhubungan seksual
  2. Vaksin HPV dosis ke-2 atau ke-3

Alasannya adalah risiko paparan virus HPV yang rendah pada kondisi tersebut, sehingga tidak perlu pap smear. 

Kondisi Di Mana Perlu Pap Smear sebelum Vaksin HPV

Sebaliknya, kondisi berikut mengharuskan Anda pap smear terlebih dahulu sebelum vaksin HPV:

  1. Sudah pernah berhubungan seksual
  2. Vaksin HPV dosis pertama
  3. Memiliki faktor risiko tinggi seperti kelainan pada serviks atau ada riwayat infeksi HPV

Jika Anda ragu, maka Anda bisa berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter umum/dokter spesialis obgyn sebelum vaksin HPV untuk mendapatkan jawaban apakah perlu pap smear dulu atau tidak.

Terdapat Kondisi Di Mana Anda harus Pap Smear Terlebih Dahulu sebelum Vaksin HPV

Jika Anda sudah pernah berhubungan seksual, vaksin HPV-nya pada dosis pertama, dan memiliki faktor risiko tinggi, maka pap smear sebaiknya dilakukan sebelum vaksin HPV. Namun, jika belum pernah berhubungan seksual atau vaksin HPV-nya sudah dosis ke-2 atau ke-3, maka pap smear tidak perlu dilakukan.

Kalau Anda masih ragu tentang pap smear sebelum vaksin HPV, maka Anda bisa berkonsultasi dengan dokter umum/dokter spesialis obgyn terlebih dahulu.

Di Primecare Clinic cabang Panglima Polim, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, tersedia layanan pap smear dan vaksin HPV serta konsultasi dokter umum/dokter spesialis obgyn. Klik tautan ini untuk informasi selengkapnya!


13553-_1_-1200x800.webp

Banyak wanita bertanya apakah aman menerima vaksin HPV ketika sedang menstruasi? Berikut jawabannya:

Apakah Boleh Vaksin HPV saat Haid?

Kabar baiknya, vaksin HPV tetap boleh dilakukan saat haid dan tidak ada larangan medis terkait hal ini.

Namun, jika Anda masih ragu, disarankan untuk berkonsultasi dahulu dengan dokter umum atau dokter spesialis obgyn sebelum mendapat vaksin HPV. Umumnya berkaitan dengan kenyamanan, misalnya, seperti jika Anda sedang demam atau nyeri saat haid.

Apakah Haid Mempengaruhi Efektivitas Vaksin HPV?

Jawabannya adalah: sejauh ini, tidak ada hubungan antara haid dan efektivitas vaksin HPV.

1. Tidak Mengganggu Sistem Imun

Haid adalah proses alami dan tidak menurunkan kemampuan sistem imun dalam merespons vaksin. Artinya, tubuh tetap dapat membentuk antibodi secara optimal setelah vaksin HPV, meski saat haid sekalipun.

2. Tidak Mempengaruhi Keamanan

Sejauh ini, tidak ada bukti bahwa vaksin HPV menjadi lebih berisiko jika diberikan saat haid. Efek samping yang mungkin muncul seperti nyeri di tempat suntikan atau demam ringan tetap bisa terjadi.

Vaksin HPV bisa Diberikan saat Haid

Jadi, vaksin HPV tetap aman dan boleh diberikan saat haid. 

Haid tidak memengaruhi efektivitas maupun keamanan vaksin, sehingga jika kondisi tubuh Anda terasa cukup fit, sebaiknya vaksin HPV tidak perlu ditunda.

Jika masih ragu, Anda bisa berkonsultasi dengan dokter umum atau dokter spesialis obgyn.

Di Primecare Clinic cabang Panglima Polim, Kebayoran Baru, dan Tebet, Jakarta Selatan, tersedia vaksin HPV dan dokter umum/dokter spesialis obgyn. Klik tautan ini untuk informasi selengkapnya!


2149351652-1-1200x800.webp

Pemeriksaan pap smear sering direkomendasikan untuk mendeteksi dini perubahan sel pada leher rahim yang bisa berkembang menjadi kanker (kanker serviks). Namun, apakah prosedur ini bisa dilakukan pada wanita yang sedang hamil?

Apakah Pap Smear Boleh Dilakukan Saat Hamil?

Pap smear tidak disarankan untuk dilakukan saat hamil. Berikut alasannya:

Mengapa Pap Smear Tidak Dianjurkan Saat Hamil?

Berikut beberapa alasan mengapa pap smear sering ditunda hingga setelah persalinan:

1. Risiko Perdarahan

Selama kehamilan, leher rahim menjadi lebih sensitif dan memiliki aliran darah yang meningkat. Pengambilan sampel saat pap smear bisa memicu perdarahan ringan. Meskipun biasanya tidak berbahaya, hal ini dapat menimbulkan kekhawatiran pada ibu hamil.

2. Ketidaknyamanan Lebih Tinggi

Perubahan hormonal selama kehamilan membuat area serviks lebih sensitif. Prosedur pap smear bisa terasa lebih tidak nyaman atau bahkan menyakitkan dibandingkan saat sedang tidak hamil.

3. Hasil Pap Smear Kurang Akurat

Perubahan sel alami selama kehamilan dapat memengaruhi hasil pap smear, sehingga berpotensi menghasilkan interpretasi yang kurang akurat.

Kapan Sebaiknya Pap Smear? Apakah setelah Melahirkan?

Jika Anda ingin pap smear, tetapi sedang hamil, sebaiknya rencanakan pap smear setelah selesai nifas (tidak hanya setelah melahirkan). Hal ini karena salah satu syarat pap smear adalah tidak sedang haid. 

Kalau Anda ragu, maka Anda bisa berkonsultasi dengan dokter spesialis obgyn terlebih dahulu.

Pap Smear saat Hamil Tidak Disarankan

Pap smear saat hamil pada saat hamil tidak sebaiknya dilakukan karena ada risiko perdarahan, ketidaknyamanan, dan hasil yang bisa kurang akurat. 

Jika Anda sedang hamil dan mempertimbangkan pap smear, sebaiknya konsultasi terlebih dahulu dengan dokter spesialis obgyn untuk menentukan langkah terbaik sesuai kondisi Anda.

Primecare Clinic cabang Panglima Polim, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan memiliki layanan pap smear dan konsultasi dengan dokter spesialis obgyn. Klik tautan ini untuk informasi selengkapnya!


108848-1200x800.webp

Pap smear adalah prosedur pemeriksaan untuk mendeteksi perubahan sel pada leher rahim (serviks) yang berpotensi menjadi kanker. Tes ini sangat penting bagi wanita untuk mendeteksi dini kanker serviks sehingga penanganan bisa dilakukan lebih cepat. Namun, apakah pap smear boleh dilakukan saat haid? Berikut penjelasannya

Apakah Boleh Pap Smear Saat Haid?

Tidak disarankan melakukan pap smear saat sedang haid. Namun, dalam kondisi tertentu seperti haid ringan (spotting), beberapa dokter mungkin tetap dapat melakukan pap smear, tergantung situasi dan pertimbangan medis.

Anda sebaiknya berkonsultasi dengan dokter spesialis obgyn terlebih dahulu sebelum pap smear, terutama jika ada spotting.

Mengapa Pap Smear Sebaiknya Tidak Dilakukan Saat Haid?

Bukan tanpa alasan mengapa tidak disarankan pap smear saat haid. Berikut potensi risikonya:

1. Hasil Bisa Tidak Akurat

Darah yang keluar saat haid bisa mencampur sampel sel, sehingga hasil pemeriksaan menjadi kurang jelas.

2. Risiko Pengulangan Tes

Jika hasil tidak valid, Anda mungkin harus mengulang pap smear di waktu lain, yang tentu kurang praktis karena harus ke klinik/RS lebih dari sekali dan memakan biaya lebih banyak.

3. Prosedur Menjadi Kurang Nyaman

Saat haid, area kewanitaan lebih sensitif sehingga prosedur bisa terasa lebih tidak nyaman.

Apa yang harus Dilakukan jika sudah Menjadwalkan/Reservasi Pap Smear, tetapi Haid?

Jika di hari h jadwal pap smear, ternyata Anda mengalami haid, maka informasikan hal ini ke tenaga medis. Umumnya, akan dilakukan reschedule pap smear setelah haid agar hasil pap smear Anda lebih akurat.

Pap Smear Sebaiknya Tidak Dilakukan saat Haid

Pap smear saat haid memiliki berbagai risiko seperti hasil tidak akurat, risiko pengulangan, dan ketidaknyamanan saat menjalani prosedur, sehingga pap smear sebaiknya dilakukan ketika sedang tidak haid.

Primecare Clinic cabang Panglima Polim, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, menyediakan layanan pap smear konvensional dan thinprep. Klik tautan ini untuk informasi selengkapnya!


2149441273-_1_-1200x800.webp

Kulit berminyak adalah salah satu jenis kulit yang paling sering dialami, terutama di negara dengan iklim tropis, seperti Indonesia. Produksi minyak (sebum) yang berlebih dapat membuat wajah tampak mengkilap dan rentan berjerawat jika tidak dirawat dengan tepat.

Jadi, bagaimana penjelasan kulit berminyak?

Apa Itu Kulit Berminyak?

Kulit berminyak adalah kondisi ketika kelenjar sebasea memproduksi minyak secara berlebihan. Sebum sebenarnya berfungsi melindungi kulit, tetapi jika jumlahnya terlalu banyak, pori-pori bisa tersumbat. Akhirnya, kulit jadi berminyak. 

Padahal sebenarnya, sebum membantu menjaga kelembapan kulit, melindungi dari bakteri, serta mencegah kulit menjadi kering dan iritasi. Jika dianalogikan, mirip kotoran pada telinga, sebenarnya itu natural dan bermanfaat untuk telinga, tetapi jika berlebihan, bisa jadi gangguan untuk telinga.

Kapan Minyak Kulit Menjadi Masalah?

Minyak kulit baru menjadi masalah ketika menyebabkan wajah selalu mengkilap, pori-pori tampak besar, dan memicu komedo mau pun jerawat.

Ciri-Ciri Kulit Berminyak

Mengetahui ciri kulit berminyak penting agar perawatan yang dilakukan sesuai dengan kebutuhan kulit. Berikut ciri-ciri kulit berminyak:

1. Wajah Terlihat Mengkilap

Kilap biasanya muncul beberapa jam setelah mencuci wajah, terutama di area T-zone (dahi, hidung, dan dagu). Anda bisa mengecek ini di cermin.

2. Pori-Pori Besar dan Mudah Tersumbat

Produksi minyak berlebih membuat pori-pori tampak lebih besar dan rentan mengalami komedo hitam mau pun putih.

3. Mudah Berjerawat

Minyak berlebih pada kulit dapat bercampur dengan sel kulit mati dan bakteri, sehingga meningkatkan risiko munculnya jerawat.

Penyebab Kulit Berminyak

Kulit berminyak dapat disebabkan oleh berbagai faktor, baik dari dalam tubuh mau pun dari luar. Beberapa penyebabnya antara lain:

1. Faktor Genetik

Jika orang tua memiliki kulit berminyak, kemungkinan besar kondisi ini juga akan dialami oleh anaknya.

2. Perubahan Hormon 

Hormon androgen yang meningkat saat pubertas, menstruasi, atau stres dapat merangsang produksi minyak berlebih.

3. Penggunaan Produk yang Tidak Tepat

Produk perawatan kulit yang terlalu keras atau tidak sesuai jenis kulit justru dapat memicu kulit memproduksi lebih banyak minyak. Jadi, hati-hati dalam memilih produk skin care!

Cara Merawat Kulit Berminyak

Perawatan yang tepat dapat membantu mengontrol minyak tanpa merusak lapisan pelindung kulit. Berikut cara perawatannya:

1. Pilih Pembersih Wajah yang Lembut

Gunakan facial wash dengan label oil-free atau non-comedogenic

2. Gunakan Pelembap Khusus Kulit Berminyak

Kulit berminyak tetap membutuhkan pelembap. Pilih pelembap berbahan dasar air (water-based) atau memang pelembap khusus untuk kulit berminyak.

3. Gunakan Tabir Surya (Sunscreen) yang Tepat

Pilih sunscreen bertekstur gel atau lotion ringan agar tidak menyumbat pori-pori.

Kapan Harus ke Dokter?

Jika kulit berminyak disertai jerawat parah, iritasi, atau tidak membaik meski sudah dirawat dengan benar, sebaiknya konsultasikan ke dokter spesialis kulit dan kelamin atau dokter spesialis dermatologi, venereologi, dan estetika.

Kulit Berminyak bisa Menjadi Masalah

Minyak pada kulit pada dasarnya itu alami, tetapi bisa jadi masalah jika berlebihan, apalagi jika menimbulkan jerawat atau iritasi.

Kalau Anda memiliki masalah kulit berminyak, sebaiknya konsultasikan masalah ini ke dokter spesialis kulit dan kelamin atau dokter spesialis dermatologi, venereologi, dan estetika.

Di Primecare Clinic, tersedia dokter spesialis kulit dan kelamin dan dokter spesialis dermatologi, venereologi, dan estetika. Klik tautan ini untuk informasi selengkapnya!


9581-1200x800.webp

Saat sedang flu, banyak orang mencari cara agar cepat sembuh, apalagi hidung mampet dan terus pilek pasti rasanya tidak nyaman. Akhirnya, langkah yang dilakukan adalah suntik vitamin. Namun, muncul pertanyaan: apakah boleh suntik vitamin saat sedang flu? Berikut jawabannya!

Apakah Boleh Suntik Vitamin Saat Sedang Flu?

Jawabannya: suntik vitamin boleh dilakukan saat flu. Terutama jika infeksinya ringan, bukan berat seperti pneumonia.

Manfaat Suntik Vitamin saat Flu

1. Meningkatkan Daya Tahan Tubuh

Vitamin B dan C bisa meningkatkan daya tahan tubuh, sehingga cocok untuk suntik vitamin saat flu.

2. Mengurangi Rasa Lemas

Flu bisa menyebabkan lemas dan lelah. Suntik vitamin bisa membantu dalam meningkatkan energi.

3. Membantu Pemulihan

Suntik vitamin memang bukan pengobatan utama, tetapi bisa membantu dalam pemulihan.

Apakah Suntik Vitamin Bisa Menyembuhkan Flu?

Perlu dipahami bahwa suntik vitamin bukanlah obat untuk penyakit flu. Fungsi dari suntik vitamin saat flu adalah membantu dalam meningkatkan daya tahan tubuh, mengurangi rasa lemas, dan membantu pemulihan.

Tips Sebelum Suntik Vitamin saat Flu

Agar lebih aman saat suntik vitamin, konsultasikan terkait flu Anda terlebih dahulu dengan dokter umum untuk mengetahui penyebab flu dan sebelum melakukan prosedur suntik vitamin. Lebih baik jika Anda makan dengan pola gizi seimbang dan tidur yang cukup sebelum suntik vitamin.

Suntik Vitamin Tetap Diperbolehkan saat Flu

Suntik vitamin tetap boleh dilakukan saat sedang flu. Bahkan terdapat berbagai manfaat seperti meningkatkan daya tahan tubuh, mengurangi rasa lemas, dan membantu pemulihan.

Jika ragu, Anda bisa berkonsultasi dulu dengan dokter umum sebelum suntik vitamin. 

Di Primecare Clinic cabang Panglima Polim, Kebayoran Baru dan Tebet, Jakarta Selatan, tersedia dokter umum dan suntik vitamin. Klik tautan ini untuk informasi selengkapnya!


primecare

Jakarta Panglima Polim

Jl. Panglima Polim IX No.16, Kby. Baru, Kota Jakarta Selatan

Jakarta Tebet

Jl. Tebet Barat Dalam II No.46 14, Tebet Barat, Kota Jakarta Selatan

Samarinda

Jl. Muso Salim No.28, Karang Mumus, Kota Samarinda


Copyright by PT. Layanan Medika Pratama 2025. All rights reserved.



Copyright by PT. Layanan Medika Pratama 2025. All rights reserved.