2150794374.webp

Anak kecil memiliki rasa ingin tahu yang sangat tinggi. Mereka sering memasukkan berbagai benda ke dalam mulut sebagai bagian dari proses eksplorasi. Salah satu benda yang cukup sering tertelan secara tidak sengaja adalah koin.

Kondisi ini dapat membuat orang tua panik, padahal tidak semua kasus membutuhkan tindakan operasi. Yang terpenting adalah mengetahui kapan kondisi ini dapat dipantau di rumah dan kapan harus segera dibawa ke rumah sakit.

Mengapa Anak Bisa Tidak Sengaja Menelan Koin?

Menelan benda asing paling sering terjadi pada anak usia 6 bulan hingga 5 tahun, terutama usia 1-3 tahun. Hal ini karena pada usia tersebut, koordinasi tangan dan mulut berkembang pesat sehingga anak gemar memasukkan benda ke mulut.

Beberapa faktor yang meningkatkan risiko antara lain:

  • Koin diletakkan di tempat yang mudah dijangkau anak.
  • Anak bermain tanpa pengawasan.
  • Kebiasaan memasukkan benda ke dalam mulut.
  • Kakak atau anggota keluarga meninggalkan benda-benda kecil di sekitar anak.

Koin merupakan salah satu benda yang paling sering tertelan oleh anak di berbagai negara.

Apa yang Terjadi Jika Anak Menelan Koin?

Setelah tertelan, koin dapat berada di beberapa lokasi:

  • Kerongkongan (esofagus), yaitu saluran yang menghubungkan mulut dengan lambung.
  • Lambung.
  • Usus.

Jika koin sudah masuk ke lambung, sebagian besar akan keluar sendiri melalui tinja dalam beberapa hari hingga beberapa minggu. Namun, apabila koin tersangkut di kerongkongan, kondisi ini dapat menjadi keadaan darurat yang memerlukan tindakan segera.

Gejala yang Harus Diwaspadai

Tidak semua anak menunjukkan gejala setelah menelan koin. Namun, segera cari pertolongan medis apabila muncul:

  • Sulit menelan.
  • Air liur terus keluar (ngiler berlebihan).
  • Anak menolak makan atau minum.
  • Nyeri di leher atau dada.
  • Batuk terus-menerus.
  • Tersedak.
  • Muntah berulang.
  • Napas berbunyi atau sesak napas.
  • Bibir atau wajah membiru.

Gejala-gejala tersebut dapat menandakan bahwa koin tersangkut di kerongkongan atau bahkan menekan saluran napas.

Apa yang Harus Dilakukan Orang Tua jika Anak Menelan Koin?

Jika Anda melihat atau mencurigai anak menelan koin:

  1. Tetap tenang dan jangan panik.
  2. Periksa apakah anak masih dapat bernapas dengan baik.
  3. Jangan memaksa anak muntah.
  4. Jangan memberikan makanan, nasi, pisang, atau roti dengan tujuan “mendorong” koin turun karena cara ini tidak terbukti efektif dan justru dapat meningkatkan risiko tersedak.
  5. Segera bawa anak ke fasilitas kesehatan untuk pemeriksaan.

Dokter biasanya akan melakukan wawancara, pemeriksaan fisik, dan bila diperlukan melakukan foto rontgen untuk mengetahui lokasi koin.

Bagaimana Dokter Menangani Kasus Anak Menelan Koin?

Penanganan bergantung pada lokasi koin dan kondisi anak.

a. Jika koin masih berada di kerongkongan

Dokter biasanya akan menyarankan pengambilan koin menggunakan prosedur endoskopi, terutama bila anak mengalami gejala atau koin berada di kerongkongan lebih dari beberapa jam.

b. Jika koin sudah berada di lambung

Apabila anak tidak memiliki gejala dan ukuran koin tidak terlalu besar, dokter biasanya akan melakukan observasi. Sebagian besar koin akan keluar sendiri bersama tinja tanpa memerlukan tindakan khusus.

Orang tua mungkin diminta memantau apakah koin keluar dan melakukan kontrol kembali sesuai anjuran dokter.

Kapan Harus Segera ke Instalasi Gawat Darurat?

Jangan menunda mencari pertolongan medis apabila:

  • Anak sulit bernapas.
  • Anak tampak tersedak berat.
  • Air liur terus keluar karena tidak bisa menelan.
  • Nyeri dada hebat.
  • Muntah terus-menerus.
  • Anak tampak sangat lemas atau kesadarannya menurun.

Kondisi tersebut membutuhkan evaluasi dan penanganan segera.

Bagaimana Cara Mencegahnya Anak Menelan Koin?

Pencegahan merupakan langkah terbaik. Orang tua dapat:

  • Menyimpan koin dan benda kecil di tempat yang tidak dapat dijangkau anak.
  • Mengawasi anak saat bermain.
  • Memilih mainan yang sesuai dengan usia anak.
  • Mengajarkan anak untuk tidak memasukkan benda ke dalam mulut.
  • Memastikan kakak atau anggota keluarga tidak meninggalkan benda kecil di lantai atau meja.

Kapan Harus Berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Anak?

Segera konsultasikan ke dokter spesialis anak apabila:

  • Anda melihat anak menelan koin.
  • Anak menunjukkan gejala setelah diduga menelan benda asing.
  • Anda tidak yakin apakah benda yang tertelan adalah koin atau jenis benda lain.

Perlu diketahui bahwa baterai kancing (button battery) dan magnet merupakan benda asing yang jauh lebih berbahaya dibandingkan koin dan harus segera mendapatkan penanganan darurat karena dapat menyebabkan luka bakar serta kerusakan jaringan dalam waktu singkat.

Anak Menelan Koin? Jangan Ragu untuk ke Dokter Spesialis Anak atau IGD

Sebagian besar kasus anak yang menelan koin dapat ditangani dengan baik dan banyak yang akan keluar sendiri melalui saluran pencernaan. Namun, apabila koin tersangkut di kerongkongan atau menyebabkan gangguan bernapas maupun menelan, kondisi tersebut merupakan keadaan darurat yang memerlukan penanganan segera.

Jangan mencoba mengeluarkan koin sendiri di rumah atau memaksa anak makan agar koin turun. Pemeriksaan oleh tenaga medis adalah cara paling aman untuk menentukan penanganan yang tepat.

Referensi 

  1. North American Society for Pediatric Gastroenterology, Hepatology and Nutrition. Management of Ingested Foreign Bodies in Children. Journal of Pediatric Gastroenterology and Nutrition. 2015.
  2. European Society for Paediatric Gastroenterology Hepatology and Nutrition & European Society of Gastrointestinal Endoscopy. Guideline for Management of Gastrointestinal Foreign Bodies in Children. 2023.
  3. American Academy of Pediatrics. Foreign Body Ingestion in Children.
  4. American Society for Gastrointestinal Endoscopy. Guideline for Management of Ingested Foreign Bodies and Food Impactions.

74-1200x900.webp

Apakah dokter menyarankan Anda atau kerabat Anda untuk menjalani Tes Toleransi Glukosa Oral (TTGO)? Bagi sebagian orang, istilah medis ini mungkin terdengar asing. Namun, bagi wanita hamil atau individu yang berisiko tinggi terkena diabetes, tes ini adalah prosedur standar yang sangat krusial.

Berbeda dengan tes gula darah biasa, TTGO memberikan gambaran yang jauh lebih akurat tentang bagaimana tubuh Anda memproses gula setelah makan. Artikel ini akan membahas secara mendalam mengenai apa itu TTGO.

Apa itu Tes Toleransi Glukosa Oral (TTGO)?

Tes Toleransi Glukosa Oral (TTGO) atau Oral Glucose Tolerance Test (OGTT) adalah prosedur medis yang digunakan untuk mengukur kemampuan dalam menyerap glukosa (gula) setelah Anda mengonsumsi cairan dengan kadar gula tinggi dalam jumlah tertentu.

Jika tes gula darah puasa hanya menunjukkan kondisi “statis” kadar gula saat tubuh tidak mendapat asupan, TTGO justru bertindak sebagai “tes beban”. 

Tes beban ini memaksa pankreas bekerja melepaskan insulin, sehingga dokter dapat melihat secara dinamis seberapa cepat dan efisien tubuh Anda menurunkan kadar gula darah tersebut kembali ke batas normal.

Mengapa TTGO Sangat Penting?

TTGO utamanya digunakan untuk mendiagnosis tiga kondisi klinis berikut:

1. Diabetes Melitus Tipe 2

Tes ini sangat sensitif untuk mendeteksi diabetes pada tahap awal, bahkan ketika hasil tes gula darah puasa seseorang masih terlihat normal atau berada di ambang batas (borderline).

Meski demikian, terdapat tes lain seperti HbA1C untuk umum (non ibu hamil)

2. Prediabetes (Impaired Glucose Tolerance)

Prediabetes adalah kondisi di mana kadar gula darah sudah lebih tinggi dari normal, tetapi belum cukup tinggi untuk dikategorikan sebagai diabetes tipe 2. 

Mengetahui kondisi prediabetes melalui TTGO sangat penting karena kondisi ini masih bisa disembuhkan melalui perubahan pola hidup dan diet yang tepat.

3. Diabetes Gestasional (Diabetes pada Masa Kehamilan)

Ibu hamil sangat rentan mengalami resistensi insulin akibat perubahan hormon kehamilan. Skrining diabetes gestasional biasanya diwajibkan bagi ibu hamil pada usia kandungan antara 24 hingga 28 minggu dengan menggunakan prosedur TTGO ini demi mencegah komplikasi pada janin dan proses persalinan.

Prosedur dan Persiapan Sebelum Menjalani TTGO

Untuk memastikan hasil tes akurat dan tidak mengalami bias, ada beberapa protokol persiapan yang wajib diikuti oleh pasien:

a. Persiapan Sebelum Tes

1. Berpuasa

Pasien diwajibkan berpuasa selama minimal 8 hingga 12 jam sebelum tes dimulai. Selama berpuasa, Anda hanya diperbolehkan meminum air putih.

Mirip dengan puasa sebelum MCU pada umumnya.

2. Aktivitas Normal

Dalam 3 hari sebelum tes, pasien disarankan untuk mengonsumsi karbohidrat dalam jumlah cukup seperti biasa dan tidak melakukan olahraga ekstrem yang tidak biasa dilakukan.

b. Langkah-Langkah Saat Tes Berlangsung

1. Pengambilan Sampel Darah Pertama (Puasa)

Petugas medis akan mengambil sampel darah Anda untuk mengukur kadar gula darah awal (kondisi puasa).

2. Meminum Larutan Glukosa

Anda akan diminta meminum segelas cairan manis khusus yang mengandung sekitar 75 gram glukosa murni dan dilarutkan dalam air 250 mL (untuk dewasa) . Cairan ini harus dihabiskan dalam waktu 5 menit.

3. Masa Tunggu

Anda akan diminta menunggu. Namun, tidak diperbolehkan makan, merokok, atau melakukan aktivitas fisik berat selama masa tunggu.

4. Pengambilan Sampel Darah Kedua (dan Ketiga)

Sampel darah akan diambil kembali setelah 2 jam (setelah Anda konsumsi larutan glukosa). 

TTGO itu Penting

TTGO itu penting untuk memeriksa atau diagnosis penyakit seperti diabetes gestasional. Jadi, ikuti prosedur ini jika disarankan oleh dokter.

Di Primecare Clinic cabang Panglima Polim, Kebayoran Baru, dan Tebet, Jakarta Selatan, tersedia layanan TTGO. Klik tautan ini untuk informasi selengkapnya.


primecare

Jakarta Panglima Polim

Jl. Panglima Polim IX No.16, Kby. Baru, Kota Jakarta Selatan

Jakarta Tebet

Jl. Tebet Barat Dalam II No.46 14, Tebet Barat, Kota Jakarta Selatan

Samarinda

Jl. Muso Salim No.28, Karang Mumus, Kota Samarinda


Copyright by PT. Layanan Medika Pratama 2025. All rights reserved.



Copyright by PT. Layanan Medika Pratama 2025. All rights reserved.