Puasa sering dianggap sebagai cara alami untuk menurunkan berat badan. Frekuensi makan jadi berkurang, sehingga wajar ada asumsi kalau berat badan akan turun. Terkadang realitanya justru sebaliknya. Sudah puasa, tapi berat badan malah naik.
Anda mengalami hal ini? Tenang, Anda tidak sendirian kok. Ada beberapa alasan logis kenapa berat badan bisa bertambah selama puasa. Yuk kita bahas satu per satu, lengkap dengan cara mengatasinya!
Penyebab Sudah Puasa Tapi Berat Badan Malah Naik?
Puasa bisa membantu untuk menciptakan kondisi defisit kalori karena frekuensi makan lebih sedikit. Namun dalam praktiknya, pola makan saat berbuka dan sahur sangat menentukan hasil akhirnya.
Berikut beberapa penyebab mengapa sudah puasa, tapi berat badan malah naik:
1. Kalori Tetap Surplus saat Buka Puasa
Puasa bukan berarti langsung kurus ya. Jika Anda mengalami surplus kalori setelah buka puasa, wajar kalau berat badan naik. Terutama kalau makan dalam porsi besar ketika jam buka puasa dan lanjut makan malam lagi sebelum tidur.
Total kalori harian bisa tetap lebih tinggi dari kebutuhan tubuh. Kelebihan kalori inilah yang akan disimpan sebagai lemak, atau dengan kata lain kondisi surplus kalori.
Walaupun hanya makan dua kali sehari, kalau porsinya besar dan tinggi lemak serta gula, berat badan tetap bisa naik. Terutama jika kebutuhan kalori harian (TDEE) Anda tidak terlalu besar.
2. Terlalu Banyak Gula dan Karbohidrat Sederhana
Kolak, es buah, teh manis, sirup, kue manis, hingga minuman kemasan bisa jadi menu favorit berbuka karena manis. Masalahnya, makanan dan minuman tinggi gula menyebabkan lonjakan insulin yang cepat.
Saat insulin tinggi, tubuh lebih mudah menyimpan energi dalam bentuk lemak, terutama jika tidak diimbangi aktivitas fisik yang cukup.
Selain itu, gula dan karbohidrat sederhana juga membuat kamu cepat lapar lagi, sehingga cenderung makan lebih banyak di malam hari. Tidak lupa gula punya kalori yang cukup besar jika dikonsumsi berlebihan.
3. Pola Makan “Balas Dendam” Alias Emotional Eating
Karena merasa seharian tidak makan, banyak orang tanpa sadar menerapkan emotional eating. Pikiran seperti:
- “Tadi kan sudah puasa, jadi ya tidak masalah dong makan banyak.”
- “Mumpung buka, sekalian puas-puasin untuk makan banyak”
Akhirnya justru membuat kalori tidak terkontrol dan berujung surplus kalori. Padahal tubuh tidak benar-benar butuh kalori yang banyak.
4. Aktivitas Fisik Menurun
Saat puasa, sebagian orang jadi lebih pasif seperti:
- Lebih banyak duduk
- Mengurangi olahraga
- Malas bergerak karena takut lemas
Padahal penurunan aktivitas berarti pembakaran kalori juga turun. Jika asupan tetap tinggi, surplus kalori semakin besar.
Tetap dianjurkan untuk beraktivitas fisik saat puasa, misalnya sebelum berbuka, setelah salat tarawih, dan sebelum sahur.
5. Retensi Air (Berat Air, Bukan Lemak)
Terkadang berat badan naik 1-2 kg dalam beberapa hari. Namun, peningkatan berat badan ini belum tentu peningkatan lemak.
Konsumsi tinggi karbohidrat dan garam membuat tubuh menyimpan lebih banyak cairan, sehingga terjadi retensi cairan
Artinya, kenaikan berat badan cepat sering kali hanya karena air, bukan lemak.
Untuk analisa lebih lengkap, harus memakai analisa komposisi tubuh dengan timbangan khusus.
Kesalahan Umum saat Puasa yang Bikin Berat Badan Naik
Berikut kesalahan yang sering tidak disadari, sehingga berat badan naik meski sudah puasa:
1. Melewatkan Sahur
Tidak sahur membuat tubuh sangat lapar saat berbuka. Akibatnya, kamu cenderung makan berlebihan dan sulit mengontrol porsi. Ujungnya surplus kalori dan berat badan naik.
Selain itu, sahur juga penting untuk menjaga energi dan metabolisme tetap stabil sepanjang hari.
2. Kurang Protein
Protein membantu mempertahankan massa otot dan membuat kenyang lebih lama. Jika asupan protein rendah, tubuh bisa kehilangan otot. Padahal otot berperan besar dalam pembakaran kalori.
Protein juga membantu dalam puasa karena membuat rasa kenyang terasa lebih lama.
3. Minuman Tinggi Gula
Minuman sering jadi sumber kalori tersembunyi. Segelas minuman manis bisa mengandung 150-300 kalori tanpa memberikan rasa kenyang yang berarti. Jangan lupa untuk mengecek kandungan gula di label informasi gizi.
Cara Puasa Agar Berat Badan Turun, Bukan Naik
Kalau tujuanmu ingin tetap fit atau bahkan menurunkan berat badan saat puasa, ini strategi yang bisa kamu terapkan:
1. Atur Total Kalori Harian
Puasa tetap bergantung pada keseimbangan energi. Kamu tetap perlu memperhatikan porsi makan. Karena itu, agar tidak mengalami kenaikan berat badan, Anda harus defisit kalori atau maintenance.
Pengaturan total kalori harian bisa dilakukan dengan:
- Mengetahui TDEE (bisa Anda hitung di tautan ini)
- Meal prep dengan baik, meal plan bisa konsultasi dengan dokter spesialis gizi klinik
2. Prioritaskan Protein saat Sahur dan Berbuka
Contoh sumber protein:
- Telur
- Dada ayam
- Ikan
- Tahu dan tempe
- Greek yogurt
Protein membantu kenyang lebih lama dan menjaga massa otot.
Sumber serat seperti buah dan sayur juga bisa membantu menjaga kenyang terasa lebih lama.
3. Batasi Gorengan dan Gula
Gorengan dan gula tidak harus hilang sepenuhnya. Tapi batasi frekuensinya.
Misalnya:
- Cukup 1 gorengan, bukan 4-5 gorengan ketika buka atau sahur
- Ganti teh manis dengan air putih atau infused water
- Kurangi sirup berlebihan
- Batasi minuman bersoda
4. Tetap Aktif Bergerak
Kamu bisa mencoba:
- Jalan kaki 20-30 menit sebelum berbuka
- Latihan ringan setelah salat tarawih
- Stretching atau bodyweight training ringan
Olahraga ringan tetap aman selama tidak berlebihan.
5. Perhatikan Pola Tidur
Kurang tidur bisa mengganggu hormon lapar (ghrelin) dan hormon kenyang (leptin). Akibatnya Anda jadi lebih mudah lapar dan sulit mengontrol makan.
Jangan begadang terlalu malam kecuali dengan tujuan ibadah.
Hati-Hati Surplus Kalori saat Puasa
Sudah puasa tapi berat badan malah naik bukan hal yang aneh. Penyebab utamanya biasanya bukan karena puasanya, melainkan pola makan dan gaya hidup, sehingga terjadi surplus kalori
Puasa bisa membantu menurunkan berat badan jika:
- Kalori tetap terkontrol, sehingga terjadi defisit kalori
- Protein cukup
- Aktivitas fisik tetap ada
- Asupan tinggi kalori seperti gula dan gorengan dibatasi
Jadi, kalau timbangan naik saat puasa, jangan langsung panik. Evaluasi pola makan dan aktivitasmu dulu. Dengan sedikit penyesuaian, puasa justru bisa jadi momen yang baik untuk memperbaiki komposisi tubuh.
Anda juga bisa konsultasi dengan dokter spesialis gizi klinik jika punya keluhan tersebut.
Tersedia dokter spesialis gizi klinik di Primecare Clinic cabang Panglima Polim, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Klik tautan ini untuk informasi selengkapnya!