12961-_1_-1200x800.webp

Perut buncit sampai terlihat seperti hamil bisa disebabkan banyak hal, tidak selalu karena lemak saja, bahkan terlihat seperti hamil. Penting dibedakan apakah buncitnya terasa keras, kembung, atau disertai gejala lain.

Berikut penyebab perut buncit seperti hamil hingga solusinya.

Penyebab Perut Buncit seperti Hamil

1. Penumpukan lemak perut

Disebut juga lemak visceral. Biasanya karena pola makan tinggi kalori, gula, dan kurang aktivitas. Perut terlihat membesar dan cenderung “padat”.

2. Kembung / gas berlebih

Akibat gangguan pencernaan atau makanan tertentu. Perut bisa terlihat besar tapi sering terasa penuh atau begah.

3. Gangguan pencernaan

Gangguan pencernaan seperti Irritable Bowel Syndrome (IBS), yang menyebabkan perut kembung, nyeri, dan perubahan pola BAB.

4. Penumpukan cairan (asites)

Kondisi serius yang disebut Asites. Biasanya terkait penyakit hati, ginjal, atau jantung. Perut tampak besar dan terasa tegang.

5. Kehamilan

Jika terjadi pada wanita usia subur dan disertai terlambat haid, tentu perlu dipertimbangkan kemungkinan ini. Untuk pastinya, Anda bisa berkonsultasi dan USG dengan dokter spesialis obgyn.

6. Miom atau kista ovarium

a. Mioma Uteri (tumor jinak di rahim) 

b. Kista OvariumKeduanya bisa membuat perut tampak membesar seperti hamil.

7. Gangguan hormon

Gangguan hormon seperti hipotiroidisme, yang bisa menyebabkan metabolisme melambat dan perut membesar.

8. Sembelit kronis

Penumpukan feses di usus bisa membuat perut tampak sangat buncit.

Cara mengecilkan perut buncit seperti hamil 

Untuk mengecilkan perut buncit, kuncinya adalah menurunkan lemak tubuh secara keseluruhan lewat defisit kalori yang konsisten, sambil menjaga massa otot.

1. Defisit kalori yang realistis

Targetkan defisit sekitar 300–500 kkal/hari agar turun perlahan tapi stabil. Kurangi minuman manis, gorengan, dan makanan ultra-proses

Perbanyak makanan utuh (sayur, buah, protein tanpa lemak, karbo kompleks)

Gunakan porsi terukur (misalnya metode piring: ½ sayur, ¼ protein, ¼ karbo)

 Anda juga bisa menghitung kebutuhan kalori harian dengan kalkulator BMR dan TDEE pada tautan ini.

2. Prioritaskan protein & serat

Protein membantu kenyang lebih lama dan menjaga otot: Telur, ayam tanpa kulit, ikan, tempe, tahu, Serat membantu kontrol nafsu makan dan pencernaan: Sayuran hijau, buah utuh, kacang-kacangan, oats Ini juga membantu mengurangi perut kembung yang sering disangka “lemak”.

3. Latihan: kombinasi kardio + beban

Kardio (jalan cepat, lari, sepeda) 150–300 menit/minggu

Latihan beban 2–4x/minggu untuk mempertahankan otot

Latihan core (plank, crunch) bagus untuk kekuatan, tapi bukan pembakar lemak lokal.

4. Perbaiki gaya hidup

Tidur cukup (7–9 jam): kurang tidur bisa mengganggu hormon lapar

Kelola stres: hormon stres tinggi (terkait Kortisol) dapat mendorong penumpukan lemak perut

Minum cukup air, batasi alkohol dan minuman tinggi gula

5. Evaluasi “buncit” non-lemak

Kadang perut terlihat seperti hamil bukan karena lemak: Kembung/gas, Sembelit

Kondisi medis seperti Asites atau Kista Ovarium, Kalau perut terasa keras, cepat membesar, atau disertai nyeri/haid tidak normal, sebaiknya periksa.

6. Target yang masuk akal

Turun 0,5–1% berat badan per minggu sudah bagus. Lingkar pinggang biasanya ikut turun seiring waktu. Ukur tiap 2–4 minggu, bukan setiap hari.

Kalau perut buncit seperti hamil, harus ke dokter apa?

Kalau perut buncit sampai terlihat seperti hamil, pilihan dokter tergantung penyebab yang dicurigai. Tapi sebagai langkah awal, jangan langsung lompat ke banyak spesialis, mulai dari dokter umum dulu untuk pemeriksaan awal, wawancara gejala, dan menentukan apakah perlu dirujuk ke spesialis seperti dokter spesialis obgyn atau dokter spesialis gizi klinik.

Kapan harus ke dokter jika perut buncit seperti hamil?

Perut buncit yang terlihat seperti hamil tidak selalu berbahaya, tapi ada kondisi tertentu yang tidak boleh ditunda untuk diperiksakan. Kuncinya ada pada kecepatan perubahan, rasa, dan gejala penyerta. Segera ke dokter Kalau muncul tanda berikut: Perut membesar cepat dalam hitungan hari/minggu, Terasa keras, tegang, atau nyeri, Disertai sesak napas atau cepat kenyang, Ada mual, muntah, atau tidak bisa BAB, Berat badan turun tanpa sebab jelas

Kaki ikut bengkak (bisa terkait cairan seperti Asites), Perlu diperiksa dalam waktu dekat (tidak darurat, tapi jangan ditunda), Perut buncit tidak mengecil walau pola makan dijaga

Sering kembung, begah, atau gangguan pencernaan (misalnya Irritable Bowel Syndrome)

Wanita dengan:

  • Telat haid
  • Nyeri panggul
  • Perdarahan tidak normal
  • (bisa terkait Kista Ovarium atau Mioma Uteri)
  • Bisa dipantau dulu (jika ringan)
  • Perut buncit bertahap dan lama (bulan/tahun)
  • Tidak ada nyeri atau gejala lain
  • Kemungkinan besar terkait pola makan, lemak perut, atau kembung ringan

Tetap, kalau tidak membaik setelah 2-4 minggu perubahan pola makan dan aktivitas, sebaiknya tetap cek ke dokter.

Perut Buncit Berbahaya untuk Kesehatan

Perut buncit berbahaya untuk kesehatan. Karena itu, jika Anda mengalami perut buncit, ada baiknya ke dokter umum dahulu untuk mengetahui penyebabnya, terutama jika sudah usaha seperti kardio, tetapi berat tidak kunjung turun.

Di Primecare Clinic cabang Panglima Polim, Kebayoran Baru, dan Tebet, Jakarta Selatan, tersedia dokter umum. Klik tautan ini untuk informasi selengkapnya!


138888-1-1200x800.webp

Berolahraga adalah kebiasaan hidup sehat yang harus dipertahankan dan dilakukan. Namun, bagaimana kalau sedang sakit? Bolehkah berolahraga?

Apakah Boleh Berolahraga saat Sakit?

Boleh, tetapi tergantung jenis dan derajat penyakitnya. Pada pasien dengan demam, tidak disarankan untuk olahraga dikarenakan demam dapat meningkatkan beban kardiovaskular, risiko dehidrasi, dan risiko heat illness. Sehingga direkomendasikan untuk tunda olahraga sampai bebas demam ≥24 jam.

Penyebab orang masih berolahraga meski saat sakit

Banyak juga pasien yang beranggapan olahraga memberikan efek psikologis (mood & well-being) sehingga dapat memberikan perbaikan mood, penurunan stress dan rasa “feel better” pasien merasa olahraga membuat badan lebih enak sehingga tetap dilakukan walau sedang sakit ringan. Terdapat kesalahpahaman tentang sistem imun, banyak orang percaya bahwa olahraga dapat meningkatkan imun sehingga harus tetap dilakukan saat sakit, padahal olahraga berat saat sakit justru bisa menambah stress fisiologi dan memperburuk infeksi.

Bahaya olahraga saat sakit

Olahraga saat seseorang sedang sakit dapat menimbulkan berbagai dampak yang merugikan secara klinis. Ketika tubuh mengalami infeksi, sistem imun sedang bekerja aktif untuk melawan patogen, sehingga aktivitas fisik—terutama dengan intensitas sedang hingga berat akan menjadi stresor tambahan yang dapat memperburuk infeksi dan memperlambat proses penyembuhan

Selain itu, olahraga intensitas tinggi dapat menyebabkan penurunan sementara fungsi sistem imun (transient immunosuppression) melalui peningkatan hormon stres seperti kortisol, sehingga tubuh menjadi lebih rentan terhadap infeksi atau memperburuk kondisi yang sudah ada. 

Bahaya yang lebih serius adalah risiko miokarditis (peradangan otot jantung), terutama pada infeksi virus. Aktivitas fisik saat terjadi infeksi sistemik dapat meningkatkan risiko aritmia hingga kematian mendadak, meskipun jarang

Pada kondisi demam, olahraga juga dapat meningkatkan risiko dehidrasi dan gangguan termoregulasi, yang berpotensi menyebabkan heat exhaustion atau heat stroke. Olahraga saat sakit dapat memperparah kelelahan (fatigue) karena energi tubuh sudah digunakan untuk melawan infeksi. Hal ini dapat menyebabkan pemulihan menjadi lebih lama. Secara keseluruhan, olahraga saat sakit—terutama bila disertai demam, nyeri otot berat, atau gejala sistemik—dapat memperburuk kondisi, memperlambat pemulihan, serta meningkatkan risiko komplikasi serius. Oleh karena itu, istirahat merupakan pilihan yang lebih aman hingga kondisi tubuh kembali pulih.

Olahraga ringan yang diperbolehkan saat sakit 

Olahraga ringan masih diperbolehkan pada kondisi sakit ringan, terutama bila gejala terbatas pada saluran napas atas seperti pilek, hidung tersumbat, atau sakit tenggorokan ringan, tanpa disertai demam atau gejala sistemik. Aktivitas fisik dengan intensitas rendah dalam kondisi ini umumnya tidak memperburuk penyakit dan dapat membantu menjaga kebugaran tubuh.

Beberapa bentuk olahraga ringan yang dapat dilakukan antara lain:

  • jalan santai (walking)
  • stretching / peregangan
  • yoga ringan atau breathing exercise
  • aktivitas harian ringan (misalnya mobilitas ringan di rumah)

Selain itu olahraga intensitas rendah tidak memberikan stres imunologis yang signifikan, berbeda dengan olahraga berat yang justru dapat menekan sistem imun. Dengan demikian, aktivitas ringan masih dapat ditoleransi selama kondisi tubuh memungkinkan

Anda bisa mengetahui zona detak jantung olahraga intensitas ringan di tautan ini.

Kapan harus berhenti berolahraga untuk sementara (istirahat) ketika sakit?

Olahraga harus dihentikan bila terdapat demam, karena kondisi ini menunjukkan respons inflamasi sistemik. Aktivitas fisik saat demam dapat meningkatkan beban kardiovaskular, memperburuk dehidrasi, serta mengganggu termoregulasi tubuh. Konsensus menyatakan bahwa olahraga sebaiknya ditunda hingga setidaknya 24 jam bebas demam tanpa antipiretik.

Selain itu, olahraga juga harus dihentikan bila muncul nyeri otot berat (myalgia), lemas signifikan, atau malaise, karena hal ini menandakan keterlibatan sistemik akibat infeksi. Dalam kondisi ini, olahraga dapat memperburuk kelelahan dan memperpanjang proses pemulihan.

Pada pasien dengan gejala kardiopulmoner seperti nyeri dada, sesak napas, atau palpitasi, olahraga harus dihentikan segera karena terdapat risiko miokarditis atau gangguan irama jantung, terutama pada infeksi virus. Kondisi ini memiliki potensi komplikasi serius termasuk kematian mendadak

Jika terdapat gejala infeksi saluran napas bawah, seperti batuk berat atau sesak, olahraga juga tidak dianjurkan karena dapat memperburuk fungsi paru dan memperparah gejala

Selain itu, pada kondisi gangguan gastrointestinal seperti muntah atau diare, olahraga harus dihentikan karena risiko dehidrasi dan ketidakseimbangan elektrolit yang dapat membahayakan

Olahraga yang tidak diperbolehkan saat sakit

1. HIIT

Secara umum, olahraga intensitas tinggi seperti lari cepat (running), HIIT (high-intensity interval training), atau latihan kardio berat tidak dianjurkan saat sakit. Aktivitas ini meningkatkan denyut jantung, suhu tubuh, dan kebutuhan oksigen, sehingga dapat memperparah beban fisiologis. Studi menunjukkan bahwa olahraga berat selama infeksi dapat mengganggu fungsi imun dan memperlambat pemulihan.

2. Angkat Beban

Latihan kekuatan berat (weightlifting intens) juga sebaiknya dihindari karena meningkatkan tekanan intratorakal dan stres kardiovaskular. Dalam kondisi infeksi, hal ini dapat meningkatkan risiko kelelahan berlebihan dan memperlambat recovery

3. Endurance Sport

Olahraga dengan durasi panjang (endurance exercise) seperti lari jarak jauh, bersepeda jarak jauh, atau maraton juga tidak dianjurkan karena dapat menyebabkan dehidrasi dan penurunan imunitas sementara.

Secara keseluruhan, olahraga yang tidak diperbolehkan saat sakit meliputi aktivitas dengan intensitas tinggi, beban berat, durasi panjang, serta olahraga kompetitif atau kelompok. Dalam kondisi sakit, tubuh memerlukan istirahat untuk pemulihan, sehingga menghindari aktivitas tersebut merupakan langkah penting untuk mencegah perburukan kondisi dan komplikasi.

Prioritaskan Istirahat saat Sakit

Ketika sakit, prioritaskan untuk istirahat. Olahraga bisa dilakukan ketika tubuh sudah fit kembali.

Semoga lekas sembuh!


2177439-1-1200x675.webp

Kolesterol menjadi hal yang harus diperhatikan karena jika terlalu tinggi bisa berbahaya, terutama untuk kesehatan jantung. Pertanyaannya, berapa kadar kolesterol normal pada pria? Apa efeknya jika terlalu tinggi atau rendah?

Berapa kadar kolesterol normal pada pria?

Kolesterol adalah lemak yang dibutuhkan tubuh, tetapi kadarnya harus seimbang. Pemeriksaan biasanya melihat beberapa komponen:

  • Kolesterol total: idealnya < 200 mg/dL.
  • LDL (low-density lipoprotein / “kolesterol jahat”): idealnya < 100 mg/dL
  • HDL (high-density lipoprotein / “kolesterol baik”): idealnya ≥ 40 mg/dL pada pria
  • Trigliserida: idealnya < 150 mg/dL

LDL disebut “jahat” karena bisa menumpuk di pembuluh darah, sedangkan HDL membantu membersihkan kolesterol dari darah.

Jadi, kolesterol normal pria harus di bawah 200 mg/dL untuk kolesterol total di mana LDL di bawah 100 mg/dL, HDL di atas atau sama dengan 40 mg/dL, dan trigliserida di bawah 150 mg/dL.

Mengapa memiliki kadar kolesterol normal itu penting bagi pria?

Menjaga kolesterol tetap normal sangat penting karena berkaitan langsung dengan kesehatan jantung dan pembuluh darah.

Jika kadar kolesterol seimbang:

  • Aliran darah tetap lancar
  • Risiko penyumbatan pembuluh darah menurun
  • Jantung bekerja lebih efisien

Pria umumnya memiliki risiko penyakit jantung lebih tinggi pada usia produktif dibanding wanita, sehingga kontrol kolesterol menjadi sangat penting sejak dini.

Risiko jika kolesterol tidak normal

a. Risiko Jika kolesterol terlalu tinggi:

  • Penumpukan plak di pembuluh darah (aterosklerosis)
  • Penyakit jantung koroner
  • Stroke
  • Tekanan darah tinggi

b. Jika kolesterol terlalu rendah (jarang terjadi):

  • Gangguan produksi hormon
  • Masalah fungsi sel tubuh
  • Dalam beberapa kasus, bisa terkait dengan kondisi kesehatan tertentu

Jadi, bukan hanya tinggi yang berbahaya—terlalu rendah pun bisa berdampak, meskipun lebih jarang.

Cara agar bisa punya kadar kolesterol yang normal

Beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan:

a. Perbaiki pola makan

Kurangi lemak jenuh (gorengan, makanan cepat saji), perbanyak serat (sayur, buah, oat).

b. Rutin berolahraga

Rutin olahraga minimal 30 menit per hari atau 150 menit per minggu.

c. Jaga berat badan ideal

Kelebihan berat badan meningkatkan LDL. Untuk mengetahui apakah berat badan Anda sudah ideal atau belum, Anda bisa menghitung BMI Anda di tautan ini.

d. Berhenti merokok

Merokok menurunkan HDL (kolesterol baik).

e. Batasi konsumsi alkohol

Batasi konsumsi alkohol agar kolesterol bisa normal.

f. Kelola stres dengan baik

Kebiasaan ini tidak hanya menurunkan kolesterol, tapi juga meningkatkan kesehatan secara keseluruhan. Anda bisa skrining tingkat stres di tautan ini.

Cara mengecek kolesterol

Pemeriksaan kolesterol dilakukan melalui tes darah, yang sering disebut profil lipid.

Hal yang perlu diperhatikan:

  • Biasanya perlu puasa 9-12 jam sebelum tes (tergantung jenis pemeriksaan)
  • Bisa dilakukan di laboratorium, klinik, atau rumah sakit
  • Disarankan rutin cek setiap:
    • 4–6 tahun sekali (dewasa sehat)
    • Lebih sering jika memiliki faktor risiko (misalnya obesitas, diabetes, riwayat keluarga)

Harus ke dokter apa jika kadar kolesterol tidak normal?

Jika hasil kolesterol tidak normal, Anda bisa berkonsultasi dengan:

1. Dokter umum

Dokter umum cocok sebagai langkah awal pemeriksaan dan penanganan.

2. Dokter spesialis penyakit dalam

Jika kondisi lebih kompleks, Anda disarankan untuk ke dokter spesialis penyakit dalam.

3. Dokter spesialis jantung dan pembuluh darah

Jika sudah ada risiko atau gejala penyakit jantung, maka sebaiknya Anda ke dokter spesialis jantung dan pembuluh darah.

Dokter akan mengevaluasi kondisi secara menyeluruh dan menentukan apakah cukup dengan perubahan gaya hidup atau perlu obat.

Kolesterol Normal itu Penting bagi Pria

Kadar kolesterol normal pada pria sangat penting untuk menjaga kesehatan jantung dan mencegah penyakit serius. Dengan pola hidup sehat dan pemeriksaan rutin, risiko komplikasi bisa ditekan secara signifikan.

Jika Anda belum pernah cek kolesterol, sekarang adalah waktu yang tepat untuk mulai peduli pada kesehatan Anda.

Di Primecare Clinic, tersedia layanan cek kolesterol serta konsultasi dengan dokter umum, dokter spesialis penyakit dalam, dan dokter spesialis jantung dan pembuluh darah. Klik tautan ini untuk informasi selengkapnya!


29651-_1_-_1_-1200x800.webp

Pap smear adalah salah satu pemeriksaan penting untuk menjaga kesehatan organ reproduksi wanita serta deteksi dini kanker serviks. Namun, masih banyak yang bertanya: apakah wanita yang belum menikah boleh melakukan pap smear? Pertanyaan ini sering muncul karena adanya anggapan bahwa pemeriksaan ini hanya diperuntukkan bagi wanita yang sudah menikah.

Apakah Wanita yang Belum Menikah Boleh Pap Smear?

Pap smear boleh dilakukan untuk wanita yang belum menikah, yaitu pada wanita yang sudah pernah berhubungan seksual/aktif secara seksual, tetapi belum/tidak menikah. 

Pap smear tidak hanya diperuntukkan bagi wanita yang sudah menikah. Secara medis, pemeriksaan ini dianjurkan bagi wanita yang sudah pernah melakukan aktivitas seksual. Hal ini karena infeksi Human Papillomavirus (HPV) yang menjadi penyebab utama kanker serviks biasanya ditularkan melalui kontak seksual.

Wanita yang belum pernah melakukan hubungan seksual belum dianjurkan untuk pap smear. Namun, jika Anda penasaran, bisa berkonsultasi dengan dokter spesialis obgyn terlebih dahulu.

Kapan Wanita Perlu Melakukan Pap Smear?

Ada beberapa kondisi yang menjadi rekomendasi untuk melakukan pap smear, yaitu:

1. Sudah Aktif Secara Seksual

Wanita yang sudah pernah melakukan hubungan seksual (terlepas menikah atau tidak) dianjurkan mulai melakukan pap smear setahun sekali.

2. Memiliki Faktor Risiko Kanker Serviks

Beberapa faktor risiko yang meningkatkan pentingnya pap smear bagi wanita antara lain:

  • Berganti pasangan seksual
  • Memiliki riwayat infeksi HPV
  • Sistem kekebalan tubuh lemah
  • Merokok

Anda punya kondisi ini? Sebaiknya pap smear, terutama jika sudah aktif secara seksual.

Pap Smear bisa Dilakukan pada Wanita yang belum Menikah, tetapi pernah Berhubungan Seksual

Jadi, wanita yang belum menikah tetap boleh melakukan pap smear dengan catatan sudah pernah berhubungan seksual sebelumnya.

Jika masih ragu atau merasa tidak nyaman, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter spesialis obgyn agar dapat menentukan jenis pemeriksaan yang paling sesuai dengan kondisi Anda.

Di Primecare Clinic cabang Panglima Polim, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, tersedia dokter spesialis obgyn. Klik tautan ini untuk informasi selengkapnya!


7210.webp

Terdapat berbagai pembahasan mitos dan fakta yang cukup populer di topik berat badan, salah satunya adalah “minum air es bikin gemuk”. Apakah benar faktanya demikian? Berikut jawabannya!

Apakah benar bahwa minum air es bikin gemuk?

Anggapan bahwa minum air es dapat menyebabkan gemuk sebenarnya hanyalah mitos belaka. Hal ini disebabkan oleh karena air es mengandung nol kalori, sehingga air es tidak berpengaruh terhadap naiknya asupan energi ke dalam tubuh. Walaupun begitu, air es tetap bermanfaat untuk menjaga agar kebutuhan cairan tubuh tercukupi, membantu agar jaringan pada tubuh kita dapat bekerja dengan optimal, serta mencegah adanya dehidrasi.

Mengapa ada anggapan bahwa minum air es bikin gemuk?

Beberapa orang beranggapan air es membuat gemuk karena adanya salah kaprah bahwa suhu air yang dingin mempengaruhi naiknya berat badan. Padahal, seseorang dapat menjadi gemuk karena konsumsi makanan atau minuman tinggi dengan jumlah kalori melebihi kebutuhan sehari-hari. Berbagai jenis makanan atau minuman dingin seperti es teh manis, sirup, es buah, atau kopi susu memiliki kandungan gula yang cukup tinggi yang bila dikonsumsi berlebihan dapat menyebabkan gemuk. Namun, bukan berarti air es biasa dapat menyebabkan gemuk, karena tanpa tambahan zat lainnya, air es memiliki nol kalori.

Berapa kalori air es?

Secara umum, air terdiri dari senyawa H2O, terdiri dari dua atom hidrogen (H2) dan 1 atom oksigen (O). Air putih biasa yang diambil dari air tanah atau sungai yang disaring/dimasak mengandung sedikit mineral, sedangkan air mineral yang diambil langsung dari pegunungan atau sumber mata air alami memiliki kandungan mineral lebih banyak seperti magnesium, kalsium, dan natrium.

Air putih, baik air es, dingin, maupun panas, memiliki nol kalori, baik air dingin maupun air panas. Hal ini kemungkinan disebabkan karena air tidak mengandung unsur karbon (C) yang bila berikatan dengan unsur kimia lain dapat membentuk senyawa baru yang dapat mengandung sejumlah kalori.

Tips minum air es dengan sehat

Berikut tips minum air es dengan sehat agar kebutuhan cairan tubuh kita tetap terjaga:

  1. Konsumsi air putih sebanyak minimal 2-3 liter sehari.
  2. Pastikan air es yang dikonsumsi dalam keadaan matang untuk mengurangi risiko kontaminasi.
  3. Minum air lebih banyak ketika berolahraga untuk mengganti cairan yang hilang dan menghindari terjadinya dehidrasi.

Kurangi konsumsi minuman yang tinggi kalori seperti teh manis, kopi susu, teh boba, alkohol, soda, dan energy drink untuk mencegah kenaikan berat badan.

Minum air es tidak bikin gemuk

Hingga kini, belum ada studi yang menyatakan bahwa air es berpengaruh terhadap peningkatan berat badan. Di sisi lain, beberapa studi menyebutkan adanya pengaruh konsumsi air dingin terhadap perubahan metabolisme tubuh yang mungkin akan berpengaruh ke penurunan berat badan, walau dalam jumlah sedikit. Salah satu penelitian menyebutkan bahwa minum air dingin dapat menurunkan rasa lapar dibandingkan minum air suhu ruangan. Penelitian lain juga menyatakan bahwa tubuh membutuhkan sedikit kalori tambahan untuk menyesuaikan suhu air es yang diminum agar sesuai dengan suhu di dalam tubuh.

Air es atau air dingin juga dipercaya memicu aktivasi brown fat (jaringan lemak cokelat), jaringan lemak yang lebih sehat yang mengandung banyak mitokondria dan zat besi. Brown fat ini berfungsi dalam membakar kalori untuk menghasilkan panas di dalam tubuh yang dapat membantu metabolisme lemak dan gula darah.

Walaupun begitu, minuman-minuman dingin yang sering disajikan dengan es seperti teh manis, sirup, soda, alkohol, atau kopi susu tetap berisiko menyebabkan gemuk. Tapi ingat, hal itu tidak dipengaruhi oleh suhu air yang lebih dingin, melainkan karena jumlah kalorinya yang lebih tinggi dibandingkan air putih biasa. Oleh karena itu, hati-hati dalam mengkonsumsi minuman es yang tinggi kadar gulanya karena tidak hanya dapat meningkatkan risiko obesitas tetapi juga penyakit lain seperti diabetes dan penyakit pada liver.

Konsultasi dengan dokter spesialis gizi klinik jika ingin menurunkan berat badan

Jika Anda sedang ingin menurunkan berat badan, maka Anda sebaiknya berkonsultasi dengan dokter spesialis gizi klinik, termasuk jika ada keluhan kegemukan atau kelebihan berat badan.

Di Primecare Clinic cabang Panglima Polim, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, tersedia dokter spesialis gizi klinik. Klik tautan ini untuk informasi selengkapnya!


27801-_1_-1200x800.webp

Sarden kaleng adalah makanan favorit bagi sebagian orang, terutama karena rasanya yang enak dan kemudahan dalam memasak dan menyajikannya. Namun, apakah sarden kaleng ini aman untuk dikonsumsi oleh penderita diabetes? Berikut jawabannya!

Apakah Penderita Diabetes Boleh Makan Sarden Kaleng?

Boleh, penderita diabetes tetap dapat mengonsumsi sarden kaleng. Bahkan, dalam jumlah yang tepat, sarden termasuk pilihan yang relatif aman karena rendah karbohidrat dan kaya protein. Namun, perlu diperhatikan: Jenis saus (tomat, minyak, sambal), Kandungan garam (natrium), dan porsi konsumsinya.

Bagaimana Zat Gizi dan Indeks Glikemik/Beban Glikemik Sarden Kaleng?

Sarden merupakan salah satu superfood dari laut. Dalam satu porsi sarden kaleng (sekitar 100 gram), terkandung nutrisi penting seperti:

  • Protein Berkualitas Tinggi: Membantu rasa kenyang lebih lama.
  • Asam Lemak Omega-3 (EPA & DHA): Sangat baik untuk kesehatan jantung.
  • Vitamin D dan Kalsium: Penting untuk kesehatan tulang yang sering rentan pada penderita diabetes.
  • Vitamin B12: Mendukung fungsi saraf.

Indeks Glikemik (IG) dan Beban Glikemik (BG): Sarden kaleng memiliki nilai Indeks Glikemik (IG) yang sangat rendah (mendekati 0). Hal ini dikarenakan ikan sarden hampir tidak mengandung karbohidrat. Secara otomatis, Beban Glikemiknya (BG) juga sangat rendah, sehingga tidak menyebabkan lonjakan gula darah secara drastis setelah dikonsumsi. GI bisa meningkat jika dikonsumsi dengan nasi putih berlebihan, mengandung saus dengan tambahan gula.

Bahaya Makan Sarden Kaleng secara Berlebihan bagi Penderita Diabetes

Meski bergizi, makan sarden kaleng secara berlebihan atau setiap hari membawa risiko:

  • Kandungan Natrium (Garam) Tinggi: Produk kalengan menggunakan garam sebagai pengawet. Natrium berlebih memicu hipertensi, yang merupakan komplikasi umum diabetes.
  • Gula Tersembunyi: Hati-hati dengan varian sarden dalam saus tomat atau saus cabai, karena sering kali mengandung gula tambahan untuk menyeimbangkan rasa.
  • Zat Aditif: Pengawet dan penguat rasa (MSG) berlebih dapat memicu peradangan jika dikonsumsi jangka panjang.
  • Paparan BPA: Lapisan dalam kaleng terkadang mengandung Bisphenol-A (BPA) yang menurut beberapa studi dapat memengaruhi kontrol metabolisme.
  • Risiko asam urat (pada sebagian orang) Sarden termasuk ikan dengan purin sedang → berpotensi memicu asam urat jika berlebihan

Cara Makan Sarden Kaleng dengan Aman untuk Penderita Diabetes

1. Pilih Media yang Tepat

Prioritaskan sarden dalam air (in spring water) atau minyak zaitun (in olive oil) daripada sarden dalam saus tomat yang manis.

2. Bilas dan Tiriskan

Jika sarden direndam dalam air garam, Anda bisa membilasnya sebentar dengan air bersih untuk mengurangi kadar natrium.

3. Tambahkan Sayuran Segar

Jangan hanya makan ikan dan sausnya.

Masak kembali sarden dengan menambahkan banyak sayuran seperti buncis, brokoli, atau bayam untuk menambah serat.

4. Perhatikan Karbohidrat Pendamping

Hindari memakan sarden dengan nasi putih dalam porsi besar. Gunakan nasi merah, jagung, atau ubi sebagai alternatif yang lebih ramah gula darah.

Manfaat Sardenuntuk Penderita Diabetes

Jika dikonsumsi dengan benar, sarden menawarkan manfaat:

  • Kesehatan Jantung: Penderita diabetes memiliki risiko lebih tinggi terkena penyakit kardiovaskular. Omega-3 dalam sarden membantu menurunkan peradangan dan kadar trigliserida.
  • Sensitivitas Insulin: Beberapa penelitian menunjukkan bahwa asam lemak omega-3 dapat membantu meningkatkan sensitivitas sel terhadap insulin.
  • Kontrol Berat Badan: Protein yang tinggi membantu menahan nafsu makan, mencegah keinginan ngemil berlebih yang bisa mengacaukan kadar gula darah.

Penderita Diabetes harus ke Dokter Apa?

Diabetes adalah kondisi yang sangat personal; apa yang aman bagi satu orang mungkin berbeda bagi orang lain. Anda harus segera menemui dokter jika:

  • Gula darah tetap tinggi atau sulit dikontrol meski sudah mengatur pola makan.
  • Muncul gejala komplikasi seperti kaki kesemutan, luka sulit sembuh, atau pandangan kabur.
  • Ingin menyusun menu diet spesifik berdasarkan kondisi ginjal (terutama karena sarden tinggi protein dan purin).

Anda bisa ke dokter umum untuk awal. Kemudian, beberapa dokter spesialis ini bisa dikunjungi:

  • Dokter Spesialis Penyakit Dalam (Sp.PD): Untuk kontrol diabetes secara umum.
  • Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Endokrin, Metabolik, dan Diabetes (Sp.PD-KEMD): Untuk penanganan diabetes yang lebih kompleks.
  • Dokter Spesialis Gizi Klinik (Sp.GK): Untuk berkonsultasi mengenai takaran dan jenis makanan yang paling tepat sesuai profil kesehatan Anda

Konsultasi Diabetes di Primecare Clinic

Jika Anda mengalami kesulitan mengontrol gula darah, mengalami gula darah tinggi, atau mengalami diabetes, konsultasikan masalah tersebut di Primecare Clinic. 

Primecare clinic menyediakan layanan konsultasi dengan dokter spesialis penyakit dalam dan program manajemen diabetes yang lengkap, termasuk Continuous Glucose Monitoring (CGM).  Terdapat dr. Anak Agung Arie Widyastuti, Sp.PD, FINASIM yang merupakan dokter spesialis penyakit dalam dengan spesialisasi penyakit diabetes di Primecare Clinic.

Jangan tunggu sampai muncul gejala dan komplikasi, mulailah memantau gula darah sejak secara rutin dan konsultasi dengan dokter terkait. Klik tautan ini untuk informasi selengkapnya!


28168-1.webp

Salah satu pertanyaan populer dari ibu hamil adalah boleh minum kopi atau tidak. Apakah ibu hamil boleh minum kopi? Apa yang terjadi pada janin ketika ibu hamil minum kopi? Apa saja alternatif kopi bagi ibu hamil?

Apakah ibu hamil boleh minum kopi?

Boleh namun tetapi harus dibatasi. Banyak guideline yang menyarankan ≤200 mg kafein/hari (≈ 1–2 cangkir kopi) WHO menyarankan untuk mengurangi konsumsi kopi jika >300 mg/hari untuk menurunkan komplikasi kehamilan. Namun bukti terbaru menunjukkan bahkan dosis rendah masih memiliki risiko.

Apa yang Terjadi pada Janin jika Ibu Hamil Minum Kopi

1. Kafein langsung masuk ke janin

Kafein mudah melewati plasenta, namun janin tidak memiliki enzim untuk metabolisme kafein, hal tersebut menyebabkan kafein menumpuk di tubuh janin, sehingga memiliki potensi toksik lebih tinggi pada jaringan janin.

2. Gangguan pertumbuhan janin

Kafein menyebabkan vasokonstriksi (penyempitan pembuluh darah uteroplasenta) sehingga menyebabkan penurunan aliran nutrisi dan oksigen, hal tersebut berdampak janin menjadi IUGR (intrauterine growth restriction) dan BBLR (berat badan lahir rendah).

3. Risiko keguguran meningkat

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa konsumsi kafein dapat meningkatkan risiko abortus spontan, risiko tersebut meningkat seiring dengan jumlah kafein yang dikonsumsi. Bahkan berdasarkan penelitian, jumlah sedikitpun tetap ada hubungannya dengan risiko keguguran.

4. Gangguan perkembangan organ dan otak

Kafein menghambat reseptor adenosin. Adenosin memiliki peran penting untuk perkembangan otak dan regulasi aliran darah, sehingga dampaknya dapat terjadi gangguan perkembangan otak dan risiko gangguan kognitif jangka panjang.

Dampak Kopi bagi Ibu Hamil

Efek kafein pada kehamilan telah banyak diteliti sejak 1980-an. Selama kehamilan, metabolisme kafein pada ibu melambat, terutama setelah trimester pertama, sehingga waktu paruhnya meningkat hingga sekitar 15 jam. Kafein juga dapat dengan mudah melewati plasenta, sementara janin dan plasenta tidak mampu memetabolismenya, sehingga dapat terakumulasi dan berpotensi mengganggu perkembangan embrio.

Studi epidemiologi menunjukkan bahwa konsumsi kafein saat hamil berkaitan dengan IUGR/berat lahir rendah, subfertilitas, dan keguguran. Batas “aman” sebelumnya (<300 mg/hari) kini mulai dipertanyakan, karena bukti terbaru menunjukkan bahkan konsumsi di bawah 300 mg, bahkan 100–200 mg/hari, tetap berisiko meningkatkan keguguran, gangguan pertumbuhan janin, berat lahir rendah, serta dampak jangka panjang pada anak seperti gangguan kognitif dan obesitas.

Alternatif Kopi bagi Ibu Hamil

1. Kopi Decaf

Decaffeinated coffee (kopi decaf) memiliki kandungan kafein sangat rendah (2–4 mg/cup) dibanding kopi biasa sehingga direkomendasikan sebagai alternatif untuk menurunkan paparan kafein.

2. Teh dan Susu

Teh herbal tertentu (ginger, peppermint, lemon balm) Beberapa herbal tertentu digunakan secara klinis untuk gejala kehamilan (misalnya mual), Susu (atau fortified plant-based milk) karena tidak mengandung kafein dan memberikan nutrisi penting (kalsium, protein vitamin D).

3. Infused Water

Air putih / infused water penting untuk hidrasi yang adekuat untuk volume plasma, cairan amnion. 

Ibu Hamil sebaiknya Tidak Minum Kopi

Dari penjelasan artikel ini, ibu hamil sebaiknya tidak minum kopi. Anda bisa beralih ke alternatif seperti decaf, teh dan susu, atau infused water. Lebih lanjut, Anda bisa bertanya ke dokter spesialis obgyn jika ada perrtanyaan lebih spesifik/lanjut.

Di Primecare Clinic cabang Panglima Polim, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, tersedia dokter spesialis obgyn. Klik tautan ini untuk informasi selengkapnya!


pexels-detait-7793462-2-1200x2134.webp

Test pack merupakan alat yang umum digunakan untuk mendeteksi kehamilan secara mandiri di rumah. Hasilnya biasanya ditunjukkan dalam bentuk garis, baik satu garis (negatif) maupun dua garis (positif).

Namun, tidak jarang muncul kondisi di mana garis kedua terlihat sangat tipis atau samar. Hal ini sering menimbulkan pertanyaan: apakah test pack positif samar berarti hamil?

Berikut penjelasan lengkapnya.

Apa Itu Test Pack Positif Samar?

Test pack positif samar adalah kondisi ketika hasil pemeriksaan menunjukkan dua garis, namun garis kedua terlihat sangat tipis, pudar, atau tidak sejelas garis utama.

Meski terlihat samar, garis kedua ini biasanya tetap menandakan adanya hormon kehamilan yaitu hormon Human Chorionic Gonadotropin (hCG) dalam urin. Namun, karena garisnya tidak jelas, hasil ini sering membuat bingung dan ragu.

Apa Penyebab Test Pack Positif Samar?

Hasil test pack yang samar bisa terjadi karena beberapa hal berikut:

1. Masih sangat awal kehamilan

Jika pemeriksaan dilakukan terlalu cepat (misalnya baru telat 1–2 hari), hormon kehamilan masih sedikit, sehingga garis yang muncul belum tegas. 

2. Tes dilakukan terlalu cepat

Misalnya, tes dilakukan sebelum telat haid atau tepat di hari pertama telat, sehingga hormon belum cukup tinggi untuk terdeteksi jelas. Idealnya tes kehamilan dilakukan 1 minggu setelah telat haid.

3. Terlalu banyak minum sebelum tes

Minum air berlebihan sebelum tes dapat membuat urin lebih encer, sehingga garis terlihat lebih samar.

4. Perbedaan kualitas test pack

Setiap merek memiliki sensitivitas berbeda. Pada beberapa alat, hasil positif awal bisa terlihat lebih tipis dibandingkan yang lain.

5. Garis muncul terlalu lama setelah tes

Test pack umumnya harus dibaca dalam waktu 3–5 menit setelah digunakan (tergantung petunjuk alat). Jika garis baru muncul setelah lebih dari 10 menit, biasanya itu bukan tanda kehamilan, melainkan garis bayangan (evaporation line).

6. Kondisi kehamilan yang belum berkembang

Dalam beberapa kasus, sempat terjadi pembuahan tetapi tidak berlanjut, sehingga garis bisa terlihat samar lalu menghilang pada pemeriksaan berikutnya.

Apakah Test Pack Positif Samar Pasti Hamil?

Test pack positif samar tidak selalu berarti pasti hamil, tetapi juga tidak bisa langsung dianggap negatif.

Pada banyak kasus, ini memang tanda awal kehamilan. Namun, karena garisnya belum jelas, hasil ini masih perlu dipastikan kembali.

Artinya:

  • Bisa benar hamil (tahap sangat awal)
  • Bisa juga hasil sementara yang belum pasti

Karena itu, tidak cukup hanya satu kali pemeriksaan.

Apa yang Harus Dilakukan Jika Test Pack Positif Samar?

Jika mendapatkan hasil seperti ini, tidak perlu panik. Berikut langkah yang bisa dilakukan:

1. Ulangi test pack 2–3 hari kemudian

Jika hamil, biasanya garis akan menjadi lebih jelas.

2. Gunakan urin pertama di pagi hari

Urin di pagi hari lebih pekat, sehingga hasil lebih akurat.

3. Lakukan tes di waktu yang tepat

Waktu terbaik melakukan test pack adalah:

  • Minimal 2–3 hari setelah telat haid, atau
  • Lebih ideal sekitar 7 hari setelah telat haid agar hasil lebih jelas

4. Ikuti petunjuk penggunaan dengan benar

Terutama waktu membaca hasil (sekitar 3–5 menit, jangan terlalu cepat atau terlalu lama).

5. Perhatikan perubahan hasil

Bandingkan apakah garis semakin jelas atau tetap samar.

Kapan Harus ke Dokter Spesialis Obgyn untuk Kasus Test Pack Positif Samar?

Sebaiknya konsultasi ke dokter kandungan (Obgyn) jika:

  • Hasil tetap samar setelah beberapa kali tes
  • Sudah telat haid tetapi hasil tidak jelas
  • Muncul keluhan seperti nyeri perut atau flek/perdarahan
  • Ingin memastikan kehamilan sejak dini

Dokter spesialis obgyn dapat melakukan pemeriksaan lanjutan untuk memastikan kondisi secara lebih akurat.

Test Pack Positif Samar bisa Menjadi Tanda Awal Kehamilan, tetapi perlu Pemeriksaan Ulang demi Akurasi

Test pack positif samar adalah kondisi di mana garis kedua terlihat tipis, yang sering terjadi pada tahap awal kehamilan atau karena faktor teknis saat pemeriksaan.

Hal yang perlu diingat:

  • Garis samar bisa menjadi tanda awal kehamilan
  • Waktu pemeriksaan sangat memengaruhi hasil
  • Hasil harus dibaca dalam waktu yang dianjurkan (±3–5 menit)
  • Pemeriksaan ulang sangat penting untuk memastikan hasil

Dengan langkah yang tepat, kondisi ini dapat dipastikan secara lebih akurat.

Namun, jika Anda ingin hasil yang lebih pasti, Anda bisa mengulang test pack di lain waktu atau ke dokter spesialis obgyn untuk dilakukan USG agar bisa diketahui apakah benar hamil atau tidak.

Di Primecare Clinic cabang Panglima Polim, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, tersedia dokter spesialis obgyn. Klik tautan ini untuk informasi selengkapnya!


fuad787041-kabba-2227164_1280-1200x683.webp

Aktivitas haji terdiri dari 70% aktivitas fisik dan sisanya 30% adalah ibadah spiritual non-fisik, serta mayoritas jamaah haji berusia antara usia dewasa hingga lansia. Oleh karena itu, sebelum melakukan ibadah haji, tentunya para calon jamaah haji perlu persiapan yang matang. Salah satunya adalah memastikan bahwa kesehatan tubuh terjaga dengan baik dan prima. 

Aktivitas selama beribadah haji banyak menghabiskan aktivitas di luar dengan cuaca di negara Arab Saudi yang cenderung lebih panas, sehingga tubuh kita akan mengalami penyesuaian untuk beradaptasi di lingkungan dengan perbedaan suhu ekstrem dibandingkan di Indonesia. Selain itu, pasien dengan penyakit kronis berat meliputi gagal ginjal, gagal hati, gagal jantung kronis, dementia, Alzheimer’s dan kanker stadium ganas juga tidak dianjurkan untuk melakukan ibadah haji. Oleh karena itu, bagi Anda para calon jamaah haji, sangat penting untuk memastikan kesehatan fisik Anda siap sebelum keberangkatan untuk menurunkan risiko terjadinya penyakit yang bisa mengganggu kelancaran ibadah haji.

Contoh Persiapan Fisik sebelum Haji

Persiapan fisik yang bisa dilakukan sebelum berangkat haji antara lain:

  1. Olahraga rutin selama 30 menit sebanyak 3-5 kali sehari untuk menjaga kondisi tubuh agar tetap bugar.
  2. Menjaga pola makan yang sehat dan menghindari makanan/minuman yang kaya pengawet.
  3. Melakukan medical check up (MCU) untuk evaluasi kondisi tubuh secara umum. MCU bisa dilakukan 1-3 bulan sebelum keberangkatan. Pemeriksaan MCU meliputi:
    a. Pemeriksaan laboratorium, seperti darah lengkap, urin lengkao, profil gula darah, profil lipid, asam urat, fungsi ginjal, dan fungsi hati. Untuk jamaah haji wanita di kelompok usia subur (rata-rata 20-35 tahun), biasanya bisa disertakan tes kehamilan.
    b. Pemeriksaan radiologi seperti rontgen dada untuk melihat kondisi jantung dan paru-paru atau ultrasonography (USG) abdomen untuk melihat kondisi organ-organ di dalam perut
    c. Pemeriksaan elektrokardiografi (EKG) untuk melihat aktivitas listrik jantung
    d. Bagi jamaah haji usia di atas 40 tahun atau usia 35 tahun dengan riwayat penyakit jantung disarankan melakukan treadmill test untuk melihat ada tidaknya gangguan pada jantung pada saat kondisi istirahat maupun saat beraktivitas berat.
  4. Vaksinasi yang diwajibkan negara Arab Saudi bagi jamaah umroh dan/atau haji serta para pendatang yang melakukan perjalanan di kawasan Arab Saudi, yaitu:
         a. Vaksin untuk mencegah penyakit meningitis yang dapat menyebabkan peradangan selaput otak. Vaksin yang diberikan adalah vaksin meningokokus yang melindungi tubuh dari infeksi bakteri Neisseria meningitidis penyebab meningitis. Ada 2 jenis vaksin meningitis, yaitu:

    • vaksin meningokokus konjugat, diberikan 1 dosis, disuntikkan secara intramuskular atau melalui jaringan otot.
    • vaksin meningokokus polisakarida, diberikan 1 dosis, disuntikkan secara subkutan atau di dalam jaringan lemak antara otot dan kulit.
      b. Vaksin untuk mencegah penyakit polio. Penyakit polio atau poliomyelitis adalah penyakit yang disebabkan oleh virus polio yang menyerang sistem saraf dan dapat menyebabkan kelumpuhan. Jenis vaksin yang digunakan adalah Inactivated Poliovirus Vaccine (IPV) sejumlah 1 dosis, diberikan secara intramuskular.

Pemberian vaksin dilakukan maksimal dua minggu sebelum keberangkatan karena efektifitas vaksin mulai terbentuk 10-14 hari setelah pemberian. 

Rekomendasi vaksin lainnya yang juga bisa diberikan sebelum haji antara lain vaksin influenza dan pneumococcus (PCV) yang masing-masing diberikan sebanyak 1 dosis dengan disuntikkan secara intramuskular. Karena nanti Anda akan berinteraksi dengan jamaah haji lain dari seluruh dunia, Anda bisa mencegah tertular oleh virus yang mungkin bisa menyebabkan wabah, pandemi atau masalah darurat kesehatan di seluruh dunia.

Namun bila ada kondisi tertentu seperti ibu hamil/menyusui, riwayat alergi terhadap kandungan vaksin, riwayat penyakit kronis tertentu atau sedang mengalami sakit yang menular seperti batuk dan/atau demam, sebaiknya konsultasi dulu ke dokter sebelum melakukan vaksinasi. 

Jika gaya hidup aktif/sering berolahraga, apa harus persiapan fisik untuk haji juga?

Bagi Anda yang sudah menerapkan olahraga secara rutin, tetap harus memperhatikan kondisi fisik Anda untuk memastikan tubuh sudah siap untuk menjalani aktivitas selama ibadah haji. Sebaiknya jangan melakukan olahraga yang terlalu ekstrem menjelang keberangkatan haji karena tubuh perlu melakukan pemulihan yang lama dan bisa menurunkan kapasitas tubuh dalam beradaptasi terhadap pengaruh lingkungan dan aktivitas ketika pelaksanaan haji. Beberapa pilihan olahraga yang bisa dilakukan untuk persiapan haji antara lain:

  1. Jalan kaki kecil dengan durasi cepat sebagai latihan melakukan thawaf dan sa’i ketika ibadah haji
  2. Latihan kekuatan otot kaki seperti naik turun tangga dan squat.
  3. Jogging atau berlari kecil untuk melatih kapasitas paru-paru dan daya tahan jantung agar tidak mudah sesak napas, terutama di cuaca panas.
  4. Bersepeda bisa menjadi alternatif bagi Anda yang mengalami gangguan persendian kaki untuk latihan menjaga stamina.
  5. Yoga untuk menjaga kelenturan otot, sekaligus menjaga ketenangan mental dan spiritual.

Kalau Mau Haji, Bagusnya ke Dokter Apa untuk Persiapan?

Untuk memastikan kondisi fisik Anda sudah cukup baik untuk persiapan berangkat ibadah haji, Anda bisa melakukannya dengan melakukan MCU sekaligus konsultasi ke dokter umum.

Bila Anda memiliki kondisi atau penyakit kronis tertentu seperti hipertensi, diabetes mellitus, dislipidemia, autoimun, dan/atau keganasan, sebaiknya konsultasi ke dokter spesialis penyakit dalam untuk penyesuaian obat atau terapi yang dapat dikonsumsi selama ibadah haji. Bagi jamaah wanita di usia subur disarankan juga untuk konsultasi dengan dokter spesialis obstetri dan ginekologi (obgyn) untuk pertimbangan pemberian obat penunda menstruasi untuk mengatur jadwal siklus menstruasi.

Tips Persiapan Fisik untuk Haji

Berikut tips-tips untuk persiapan fisik untuk haji:

  • Lakukan olahraga bersama keluarga dan/atau teman agar terasa lebih menyenangkan
  • Membuat catatan pengingat/reminder untuk persiapan yang perlu dilakukan seperti jadwal rutinitas olahraga, jadwal medical check up, vaksinasi, serta konsultasi dengan dokter.
  • Membuat checklist untuk obat-obat yang akan dibawa ketika berangkat haji
  • Bagi jamaah wanita, catat siklus menstruasi Anda agar dokter dapat memberikan petunjuk pemakaian obat sesuai dengan jadwal menstruasi secara akurat (Anda bisa menghitung masa subur/siklus menstruasi di tautan ini).
  • Istirahat cukup dan tidur selama 7-9 jam sehari agar metabolisme tubuh dapat terjaga dengan baik, terutama menjelang keberangkatan
  • Selalu memantau perkembangan kebijakan baik pemerintah Indonesia maupun Arab Saudi terkait dengan persyaratan kesehatan fisik untuk menunaikan ibadah haji.

Persiapan Fisik juga Penting untuk Haji

Jadi, persiapan fisik juga penting untuk haji agar haji bisa dilakukan dengan optimal.

Semoga persiapan untuk haji yang Anda lakukan bisa menyukseskan ibadah haji yang Anda lakukan.


503-1-1200x1182.webp

Donat adalah makanan yang enak karena bisa dimodifikasi seperti memakai meses, selai, dsb. sehinggga banyak dikonsumsi banyak orang. Namun, bagaimana dengan penderita diabetes? Apakah boleh makan donat?

Apakah penderita diabetes boleh makan donat?

Tidak, pasien dengan diabetes melitus tidak direkomendasikan untuk mengkonsumsi donat 

Donat topping gula tepung menjadi makanan dengan index glikemik paling tinggi, disebabkan kandungan makanan mempengaruhi absorpsi saluran pencernaan secara otomatis mempengaruhi kadar glukosa darah. Semakin lambat makann di absorpsi, maka index glikemik semakin rendah. Selain itu bahan gula memiliki indeks glikemik yang juga lebih tinggi jika dibandingkan dengan bahan coklat maupun sereal. 

Bahaya makan donat secara berlebihan bagi penderita diabetes

Makan donat berlebihan memang berisiko besar, terutama bagi penderita Diabetes Mellitus. Donat umumnya tinggi gula sederhana, tepung olahan, dan lemak—kombinasi yang bisa memperburuk kontrol gula darah. Berikut dampak utamanya:

1. Lonjakan gula darah cepat

Donat memiliki indeks glikemik tinggi, sehingga bisa menyebabkan gula darah naik drastis setelah makan. Ini berbahaya karena tubuh penderita diabetes sulit mengontrol lonjakan tersebut.

2. Memperburuk resistensi insulin

Konsumsi gula dan karbohidrat olahan berlebihan dapat memperparah resistensi insulin, sehingga tubuh makin sulit menggunakan insulin secara efektif.

3. Risiko komplikasi meningkat

Jika sering terjadi lonjakan gula darah, risiko komplikasi seperti penyakit jantung, kerusakan saraf, hingga gangguan ginjal bisa meningkat dalam jangka panjang.

4. Berat badan naik

Donat mengandung tinggi kalori dan lemak trans. Kelebihan berat badan dapat memperparah kondisi diabetes dan membuat kontrol gula darah makin sulit.

5. Memicu peradangan

Makanan tinggi gula dan lemak tidak sehat bisa meningkatkan peradangan dalam tubuh yang berkaitan dengan berbagai komplikasi diabetes.

Cara makan donat dengan aman bagi penderita diabetes 

Beberapa penelitian menjelaskan bahwa produk donat dapat dikonsumsi jika terdapat beberapa modifikasi, salah satunya apabila produk donat menggunakan gula stevia sebagai pengganti gula pasir serta selai yang biasa digunakan yang memerlukan banyak gula diganti dengan kurma ataupun madu 

Kapan penderita diabetes harus ke dokter?

Penderita Diabetes Mellitus sebaiknya tidak menunggu sampai kondisi parah untuk ke dokter. Ada waktu-waktu tertentu yang memang penting untuk segera konsultasi.

1. Saat pertama kali terdiagnosis

Untuk menentukan rencana pengobatan, pola makan, dan edukasi dasar tentang pengelolaan diabetes.

2. Gula darah sering tidak terkontrol

Terlalu tinggi terus (hiperglikemia) Atau sering terlalu rendah (hipoglikemia) Ini menandakan terapi perlu disesuaikan.

3. Muncul gejala yang memburuk

Sering haus dan buang air kecil, Berat badan turun tanpa sebab, Luka sulit sembuh, Penglihatan mulai kabur.

4. Ada tanda komplikasi

Kesemutan atau mati rasa (saraf), Nyeri dada atau sesak napas (jantung), Pembengkakan kaki (ginjal atau jantung), Luka pada kaki yang tidak sembuh.

5. Saat sakit atau stres berat

Infeksi atau kondisi tertentu bisa membuat gula darah naik drastis.

6. Kontrol rutin

Walaupun merasa sehat, tetap perlu cek berkala (biasanya tiap 3–6 bulan) untuk memantau gula darah, HbA1c, dan fungsi organ.

Konsultasi Diabetes di Primecare Clinic

Jika Anda mengalami kesulitan mengontrol gula darah, mengalami gula darah tinggi, atau mengalami diabetes, konsultasikan masalah tersebut di Primecare Clinic. 

Primecare clinic menyediakan layanan konsultasi dengan dokter spesialis penyakit dalam dan program manajemen diabetes yang lengkap, termasuk Continuous Glucose Monitoring (CGM).  Terdapat dr. Anak Agung Arie Widyastuti, Sp.PD, FINASIM yang merupakan dokter spesialis penyakit dalam dengan spesialisasi penyakit diabetes di Primecare Clinic.

Jangan tunggu sampai muncul gejala dan komplikasi, mulailah memantau gula darah sejak secara rutin dan konsultasi dengan dokter terkait. Klik tautan ini untuk informasi selengkapnya!


primecare

Jakarta Panglima Polim

Jl. Panglima Polim IX No.16, Kby. Baru, Kota Jakarta Selatan

Jakarta Tebet

Jl. Tebet Barat Dalam II No.46 14, Tebet Barat, Kota Jakarta Selatan

Samarinda

Jl. Muso Salim No.28, Karang Mumus, Kota Samarinda


Copyright by PT. Layanan Medika Pratama 2025. All rights reserved.



Copyright by PT. Layanan Medika Pratama 2025. All rights reserved.