9351-_1_-1200x800.webp

GTM atau Gerakan Tutup Mulut adalah kondisi di mana seorang anak menghindar atau menolak makanan yang diberikan. Anak bisa menutup mulutnya dengan rapat, menjauh, menggelengkan kepala, menyemburkan, melepehkan setelah disuapi makanan atau bahkan menangis. GTM sering terjadi pada anak-anak di rentang usia 6 bulan ketika bayi mulai diberikan makanan pendamping ASI (MPASI) hingga 3 tahun, dan biasanya memuncak di usia antara 1-2 tahun.

Penyebab GTM pada anak

Penyebab GTM bermacam-macam, antara lain:

1. Bosan dengan menu makanan yang diberikan

Anak bisa merasa bosan karena makanan yang diberikan kurang bervariasi. Selain makanannya, cara penyajian dan tekstur makanan juga dapat mempengaruhi selera anak, sehingga anak menolak untuk makan.

2. Terlalu sering mengemil

Bila anak terlalu sering mengemil, terutama makanan atau minuman yang manis-manis, kebutuhan energi anak akan cepat terpenuhi dengan cemilan sehingga saat sudah masuk waktu makan makanan utama anak sudah kenyang dan tidak mau makan lagi. Ini juga dapat mengganggu jadwal makan yang dapat mempengaruhi kebutuhan nutrisi anak.

3. Anak sedang sakit

Seperti halnya orang dewasa, anak yang sedang sakit juga dapat mengalami penurunan nafsu makan. Kondisi seperti peradangan, gangguan pencernaan, gangguan pernapasan atau nyeri bisa mempengaruhi indra perasa dan penciuman sehingga makanan atau minuman yang dikonsumsi terasa lebih hambar dari biasanya dan sulit untuk ditelan. Selain itu, anak menghabiskan energi lebih untuk melindungi tubuh dari penyakit, sehingga anak merasa lebih lemas dan malas untuk makan.

4. Belum lapar

Bisa jadi, anak menolak makan karena memang belum lapar. Bila itu terjadi, sebaiknya anak tidak perlu dipaksa makan serta mengatur jadwal makan anak (feeding rules).

5. Inappropriate Feeding Practice

Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh IDAI, inappropiate feeding practice merupakan penyebab tersering GTM pada anak. Hal ini meliputi perilaku makan yang keliru dan tekstur makan yang tidak sesuai dengan usia anak. Biasanya kondisi ini terjadi pada waktu dimulainya pemberian MPASI. Pemberian makan yang benar harus memperhatikan beberapa hal seperti tepat waktu, kuantitas dan kualitas makanan, kebersihan penyiapan dan penyajian makanan serta harus sesuai dengan tahapan perkembangan anak.

6. Tumbuh gigi

Ketika anak mengalami tumbuh gigi, gusi pada anak akan membengkak sehingga bisa menimbulkan rasa nyeri atau tidak nyaman pada mulut. Ha l itu bisa menyebabkan anak kehilangan nafsu makan sehingga anak melakukan GTM.

7. Menu makanan baru

Anak akan cenderung menolak sesuatu yang baru, termasuk juga makanan. Ini merupakan respon alami yang dapat terjadi ketika anak mencoba makanan dengan warna, bau, rasa, atau tekstur yang belum familiar.

8. Pertumbuhan anak melambat

Pada waktu bayi, mungkin orang tua mengenal istilah growth spurt yaitu ketika pertumbuhan anak terjadi dengan cepat. Tetapi seiring bertambahnya usia, pertumbuhan anak justru akan semakin melambat. Oleh karena itu, kebutuhan kalori harian  anak mungkin akan berkurang, sehingga nafsu makan anak bisa ikut menurun.

9. Anak mulai merasa mandiri

Ketika rasa otonomi atau kemandirian anak mulai berkembang seiring bertambahnya usia, mereka lebih suka makan sendiri dan menjadi selektif dalam memilih makanan. Jika ditekan atau dipaksa untuk makan, rasa kemandirian inilah yang akan menyebabkan anak menolak makan.

10. Terlalu banyak distraksi

Anak akan mudah kehilangan fokus bila banyak distraksi di sekeliling anak, seperti tontonan, gadget atau mainan. Akibatnya, anak lebih tertarik untuk menonton, bermain atau melakukan aktivitas lain yang bisa mengalihkan perhatian anak dari makanan.

Bahaya GTM pada anak

Pada dasarnya, hampir seluruh anak akan mengalami fase GTM. Namun, bukan berarti orang tua bisa mengabaikan GTM pada anak. Selera makan dapat didorong dan penolakan pada jenis makanan tertentu dapat diatasi seiring berjalannya waktu. Orang tua tetap perlu memperkenalkan anak pada makanan yang pernah ditolak agar sistem indera anak terbiasa dengan makanan tersebut. Jika GTM dibiarkan, maka risikonya:

  • Anak terus menolak makanan yang sama sepanjang hidupnya, yang menyebabkan pola makan terlalu terbatas
  • Anak cenderung menjadi picky eater
  • Masalah gizi akibat kebutuhan makronutrien dan/atau mikronutrien yang tidak seimbang yang dapat berdampak terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak

Cara mengatasi GTM pada anak

Ketika terjadi GTM pada anak, yang bisa orang tua lakukan antara lain:

  1. Cobalah untuk bersabar. Mungkin anak harus ditawari makanan beberapa kali dulu bahkan bisa sampai 20 kali hingga anak bersedia untuk makan, terutama bila menu makanan yang diberikan masih baru.
  2. Ganti tekstur makanan agar anak tidak bosan. Misalnya, anak makan telur rebus dipotong-potong, keesokan harinya anak bisa makan telur lagi namun dengan digoreng.
  3. Mengubah cara penyajian makanan dengan lebih menarik, misalnya mengganti piring, mangkuk, atau gelas dengan warna dan bentuk yang menarik
  4. Berikan porsi kecil-kecil dan berilah pujian kepada anak walau hanya mau makan sedikit.
  5. Bila sampai 10-15 menit anak masih menolak makan, maka hentikan proses makan. Jangan memaksa anak makan atau menghabiskan makanan agar tidak timbul trauma saat makan. Anak bisa mencoba makanan itu lagi di lain waktu.
  6. Jangan memberikan reaksi berlebihan seperti memarahi anak. Walau bisa membuat orang tua cemas, cobalah untuk tetap tenang.
  7. Utamakan kebutuhan cairan anak tetap terpenuhi agar tidak terjadi dehidrasi.

Cara mencegah GTM pada anak

Pencegahan GTM dapat dilakukan dengan cara:

  1. Mengatur jadwal makan anak teratur dalam sehari, yaitu 3 makanan utama diselingi oleh 2 cemilan atau snack sehat. Batasi waktu makan anak yaitu maksimal 30 menit.
  2. Memberikan lingkungan yang nyaman saat anak makan. Biasakan makan bersama keluarga di meja makan. Jika tidak memungkinkan untuk makan bersama, tetap latih anak makan di meja makan. 
  3. Berikan menu makan yang sama seperti yang dimakan orang tua.
  4. Mengingatkan anak sekitar 10-15 menit sebelum makan agar anak bisa mempersiapkan diri untuk makan.
  5. Jangan memberikan minuman lain selain air putih ketika makan agar anak tidak cepat kenyang sebelum makanan habis.
  6. Jangan menjadikan makanan sebagai hadiah, karena bisa mengubah persepsi anak terkait makanan (misal: makanan yang manis tapi enak adalah hadiah, dan makanan yang sehat tapi kurang enak adalah hukuman), karena dapat berpengaruh terhadap pola makan anak.

Kapan harus ke Dokter Spesialis Anak untuk Menangani Masalah GTM pada Anak?

Orang tua tidak perlu khawatir bila anak mengalami GTM dan bisa berkonsultasi ke dokter spesialis anak bila pada anak GTM disertai gejala seperti:

  • Tidak mau makan terus-terusan selama 3-7 hari
  • Hanya mau makan kurang dari 20 jenis makanan
  • Berat badan tidak naik atau bahkan menurun
  • Ada gejala yang menunjukkan anak sedang sakit, seperti demam, sariawan, batuk, pilek, atau tumbuh gigi
  • Menunjukkan reaksi emosional yang berlebihan saat diberi makan misalnya berteriak, melarikan diri, atau melempar barang 

Segeralah berobat ke fasilitas kesehatan terdekat bila terjadi tanda bahaya seperti:

  • Gejala dehidrasi, misalnya lemas, kurang minum, mata cekung, frekuensi berkemih berkurang, warna urin lebih gelap dan pekat
  • Anak tampak lebih lemas, tidak aktif, dan cenderung mengantuk. 

GTM pada Anak bisa Diatasi

GTM pada anak memang membuat frustasi, tetapi hal ini bisa diatasi dan dicegah. Jika anak Anda mengalami gejala seperti tidak mau makan secara terus-menerus, sakit, serta reaksi emosional yang berlebihan, maka Anda bisa membawa anak Anda ke dokter spesialis anak.

Di Primecare Clinic tersedia dokter spesialis anak. Klik tautan ini untuk informasi selengkapnya!

Sumber:

Leung, A. K., Marchand, V., Sauve, R. S., & Canadian Paediatric Society, Nutrition and Gastroenterology Committee (2012). The ‘picky eater’: The toddler or preschooler who does not eat. Paediatrics & child health, 17(8), 455–460. https://doi.org/10.1093/pch/17.8.455 

https://www.childfeedingguide.co.uk/tips/common-feeding-pitfalls/food-refusal/

https://www.idai.or.id/artikel/klinik/asi/gerakan-tutup-mulut-gtm-pada-batita

https://www.nhs.uk/baby/weaning-and-feeding/fussy-eaters/


2148733931-1200x675.webp

Tekanan darah adalah salah satu hal yang menjadi penanda apakah seseorang sehat atau tidak. Tekanan darah, baik itu yang terlalu tinggi atau terlalu rendah merupakan tanda adanya masalah kesehatan. Lalu, berapa tekanan darah normal bagi wanita?

Berapa Tekanan Darah Normal Wanita?

Menurut pedoman internasional seperti WHO dan American College of Cardiology (ACC/AHA):

  • Normal: <120/80 mmHg
  • Elevated: 120–129 / <80 mmHg
  • Hipertensi: ≥130/80 mmHg

Tekanan darah ≥140/90 mmHg sudah termasuk hipertensi yang memerlukan evaluasi medis lebih lanjut
Penelitian menunjukkan bahwa wanita dapat mengalami risiko penyakit jantung bahkan mulai dari tekanan sistolik sekitar 110 mmHg, lebih rendah dibanding pria

Apa saja faktor yang memengaruhi tekanan darah wanita?

Tekanan darah wanita dipengaruhi oleh berbagai faktor biologis dan gaya hidup:

1. Faktor hormonal

  • Estrogen membantu menjaga elastisitas pembuluh darah
  • Setelah menopause → risiko hipertensi meningkat

2. Usia

Semakin bertambah usia, pembuluh darah makin kaku → tekanan darah meningkat

3. Berat badan

Obesitas meningkatkan risiko hipertensi secara signifikan.

4. Pola makan

  • Konsumsi garam tinggi → meningkatkan tekanan darah
  • Diet rendah kalium dan serat juga berpengaruh

5. Aktivitas fisik & gaya hidup

  • Kurang olahraga
  • stres kronis
  • kurang tidur

Mengapa tekanan darah normal itu penting bagi wanita?

Tekanan darah normal penting untuk mencegah berbagai penyakit serius:

  • Penyakit jantung
  • Stroke
  • Gagal ginjal
  • Komplikasi kehamilan (preeklamsia)

Hipertensi adalah penyebab utama kematian global akibat penyakit kardiovaskular

Bahaya tekanan darah terlalu tinggi pada wanita

Hipertensi sering tidak bergejala (“silent killer”), tetapi dapat menyebabkan:

Komplikasi utama:

  • Serangan jantung
  • Stroke
  • Gagal ginjal
  • Kerusakan pembuluh darah

Pada kondisi berat:

  • ≥180/120 mmHg = krisis hipertensi (darurat medis)

Hipertensi merupakan faktor risiko utama kematian dini pada wanita di seluruh dunia

Bahaya tekanan darah terlalu rendah pada wanita

Tekanan darah rendah (<90/60 mmHg) dapat berbahaya jika menimbulkan gejala:

Gejala:

  • Pusing
  • Lemas
  • Pandangan kabur
  • Pingsan

Risiko:

  • Cedera akibat jatuh
  • Penurunan aliran darah ke otak
  • Bisa menjadi tanda kondisi serius (dehidrasi, gangguan jantung)

Cara agar tekanan darah tetap normal

Berikut cara yang terbukti secara ilmiah agar tekanan darah tetap normal:

1. Pola makan sehat

  • Kurangi garam (<5 gram/hari menurut WHO)
  • Perbanyak buah & sayur
  • Hindari makanan ultra-proses

2. Jaga berat badan ideal

Penurunan berat badan terbukti menurunkan tekanan darah. Klik tautan ini untuk mengecek apakah berat badan Anda sudah idael atau belum.

3. Rutin olahraga

Minimal 150 menit/minggu aktivitas sedang

4. Kelola stres

Kelola stres dengan meditasi, tidur cukup, dan relaksasi.

5. Terapkan gaya hidup sehat

  1. Hindari rokok dan alkohol
  2. Rutin cek tekanan darah

Terutama jika:

  • usia >30 tahun
  • ada riwayat keluarga hipertensi

Harus ke dokter apa jika terjadi masalah terkait tekanan darah (terlalu rendah atau terlalu tinggi)?

Jika tekanan darah tidak normal, konsultasikan ke:

1. Dokter umum

Dokter umum dapat melakukan skrining awal dan evaluasi gaya hidup.

2. Dokter spesialis penyakit dalam (SpPD)

Dokter spesialis penyakit dalam cocok untuk dikunjungi jika hipertensi/hipotensi menetap dan evaluasi penyakit penyerta.

3. Dokter spesialis jantung (SpJP)

Kardiolog atau dokter spesialis jantung cocok dikunjungi jika ada komplikasi jantung.

4. Dokter spesialis gizi klinik (SpGK)

Dokter spesialis gizi klinik cocok untuk pengaturan diet dan berat badan Anda.

Ayo Jaga Tekanan Darah agar Tetap Normal!

Tekanan darah adalah salah satu indikasi kesehatan. Karena itu, usahakan agar tidak terlalu tinggi atau rendah.

Jika ada masalah pada tekanan darah, Anda bisa ke dokter umum atau dokter spesialis penyakit dalam.

Di Primecare Clinic, tersedia dokter umum dan dokter spesialis penyakit dalam. Klik tautan ini untuk informasi selengkapnya!


19971-_1_-1200x832.webp

Lobster adalah makanan bergizi dan enak. Namun, apakah penderita diabetes boleh memakan seafood yang satu ini? Berikut jawabannya!

Apakah penderita diabetes boleh makan lobster?

Penderita diabetes umumnya boleh makan lobster karena lobster tinggi protein dan rendah karbohidrat sehingga tidak banyak memengaruhi kadar gula darah. Namun, perlu memperhatikan cara pengolahannya hindari lobster yang digoreng berlebihan, menggunakan saus manis, atau disajikan dengan mentega dan garam berlebihan. Konsumsi dalam porsi seimbang bersama sayur dan sumber karbohidrat sehat lebih dianjurkan. Jika memiliki komplikasi seperti kolesterol tinggi atau penyakit ginjal, sebaiknya perhatikan jumlah konsumsinya.

Zat gizi serta indeks/beban glikemik dari lobster

Lobster mengandung berbagai zat gizi penting, terutama protein tinggi, serta vitamin dan mineral seperti vitamin B12, zinc, selenium, fosfor, dan omega-3 dalam jumlah tertentu. Lobster juga relatif rendah lemak dan hampir tidak mengandung karbohidrat.

Karena kandungan karbohidratnya sangat rendah atau hampir nol, lobster memiliki indeks glikemik (IG) yang sangat rendah atau tidak signifikan, serta beban glikemik (BG) yang juga sangat rendah. Hal ini membuat lobster cenderung tidak menyebabkan lonjakan gula darah dan dapat menjadi pilihan sumber protein bagi penderita diabetes, terutama jika diolah dengan cara sehat.

Bahaya makan lobster secara berlebihan bagi penderita diabetes

Makan lobster secara berlebihan pada penderita diabetes dapat menimbulkan beberapa risiko, antara lain:

  • Asupan kolesterol dan natrium berlebih, terutama jika diolah dengan banyak garam, mentega, atau saus, yang dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan tekanan darah tinggi.
  • Porsi besar dapat menambah asupan kalori total, terutama bila disajikan dengan makanan tinggi karbohidrat atau lemak.
  • Pada penderita diabetes dengan gangguan ginjal, konsumsi protein berlebihan mungkin perlu dibatasi sesuai anjuran tenaga kesehatan.
  • Risiko peningkatan asam urat pada sebagian orang yang sensitif terhadap makanan tinggi purin, termasuk makanan laut tertentu seperti lobster.
  • Reaksi alergi pada individu yang memiliki alergi seafood.

Cara makan lobster dengan aman bagi penderita diabetes 

Cara makan lobster dengan aman bagi penderita diabetes antara lain:

  • Pilih metode memasak yang lebih sehat, seperti dikukus, direbus, atau dipanggang, bukan digoreng.
  • Hindari penggunaan saus manis, mentega berlebihan, atau bumbu tinggi garam.
  • Konsumsi dalam porsi wajar dan tidak berlebihan.
  • Padukan dengan sayuran tinggi serat untuk membantu menjaga kestabilan gula darah.
  • Hindari menyantap lobster bersama sumber karbohidrat berlebih, seperti nasi atau kentang dalam porsi besar.
  • Perhatikan kondisi kesehatan lain, seperti kolesterol tinggi, hipertensi, atau gangguan ginjal, yang mungkin memerlukan pembatasan tertentu.
  • Jika baru mencoba atau memiliki riwayat alergi seafood, perhatikan kemungkinan munculnya reaksi alergi.

Dengan pengolahan dan porsi yang tepat, lobster umumnya dapat menjadi pilihan sumber protein untuk penderita diabetes.

Kapan penderita diabetes harus ke dokter? 

Penderita diabetes sebaiknya ke dokter jika mengalami kondisi berikut:

  • Gula darah sering tinggi atau rendah dan sulit terkontrol.
  • Muncul gejala seperti sering haus, sering buang air kecil, penurunan berat badan tanpa sebab jelas, mudah lelah, atau penglihatan kabur.
  • Mengalami luka yang sulit sembuh, kesemutan, mati rasa, atau nyeri pada tangan dan kaki.
  • Mengalami komplikasi atau memiliki penyakit penyerta seperti tekanan darah tinggi, gangguan ginjal, atau kolesterol tinggi.
  • Ingin berkonsultasi mengenai pola makan, termasuk keamanan konsumsi makanan tertentu seperti lobster.
  • Muncul keluhan setelah makan seafood, seperti reaksi alergi, nyeri hebat, atau gangguan pencernaan yang menetap.

Penderita Diabetes harus ke Dokter Apa?

Contoh dokter yang dapat dikunjungi:

  • Dokter spesialis penyakit dalam, terutama subspesialis endokrin/metabolik untuk pengelolaan diabetes.
  • Dokter spesialis gizi klinik untuk pengaturan pola makan dan kebutuhan nutrisi.
  • Dokter umum untuk pemeriksaan awal dan pemantauan rutin.
  • Dokter spesialis ginjal atau jantung bila sudah terdapat komplikasi terkait organ tertentu.

Kontrol rutin tetap penting meskipun tidak ada keluhan, agar gula darah dan risiko komplikasi dapat dipantau lebih dini.

Konsultasi Diabetes di Primecare Clinic

Jika Anda mengalami kesulitan mengontrol gula darah, mengalami gula darah tinggi, atau mengalami diabetes, konsultasikan masalah tersebut di Primecare Clinic. 

Primecare clinic menyediakan layanan konsultasi dengan dokter spesialis penyakit dalam dan program manajemen diabetes yang lengkap, termasuk Continuous Glucose Monitoring (CGM).  Terdapat dr. Anak Agung Arie Widyastuti, Sp.PD, FINASIM yang merupakan dokter spesialis penyakit dalam dengan spesialisasi penyakit diabetes di Primecare Clinic.

Jangan tunggu sampai muncul gejala dan komplikasi, mulailah memantau gula darah sejak secara rutin dan konsultasi dengan dokter terkait. Klik tautan ini untuk informasi selengkapnya!


2476-_1_-1200x800.webp

Pempek adalah salah satu makanan yang enak dan rutin dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia. Namun, apakah penderita diabetes boleh mengonsumsi kuliner ini? Berikut jawabannya!

Pada umumnya, penderita diabetes boleh makan pempek selama porsinya dibatasi. Karbohidrat utama pada pempek berasal dari tepung sagu/tapioka yang merupakan karbohidrat sederhana yang cepat diserap tubuh. Oleh karena itu, penderita diabetes harus memperlakukan pempek sebagai makanan selingan (pencuci mulut) dalam porsi kecil, bukan sebagai makanan utama (main course). 

Zat Gizi serta Indeks/Beban Glikemik dari Pempek

Untuk memahami dampaknya pada gula darah, kita perlu melihat komponen penyusun pempek (daging ikan, tepung sagu, dan kuah cuko): 

Kandungan Zat Gizi (per 100 gram Pempek lenjer/kapal selam standar)

Karbohidrat: 25-30 gram (didominasi pati dari tepung sagu).

Protein: 10-15 gram (dari daging ikan seperti tenggiri atau gabus)

Lemak: Bervariasi. Jika direbus bisa sekitar 1-3 gram, namun jika digoreng bisa melonjak hingga 8-12 gram.

Indeks Glikemik (IG) dan Beban Glikemik (BG)

  • Tepung Sagu/Tapioka: Memiliki Indeks Glikemik Tinggi (70-85). Artinya, pati ini sangat cepat diubah menjadi glukosa di dalam darah.
  • Kuah Cuko: Terbuat dari gula merah/gula jawa dalam jumlah banyak. Gula merah murni memiliki IG sedang-tinggi (54-65), namun karena dicairkan dan diminum, penyerapannya sangat cepat.
  • Secara Keseluruhan (Pempek + Cuko): Masuk dalam kategori IG Tinggi dan Beban Glikemik Sedang hingga Tinggi tergantung porsi. Protein dari ikan sedikit membantu memperlambat lonjakan gula darah, tetapi dominasi karbohidrat dari sagu dan gula pada cuko tetap mendominasi efek glikemiknya.

Bahaya Makan Pempek secara Berlebihan bagi Penderita Diabetes

Jika dikonsumsi dalam jumlah banyak atau terlalu sering, pempek dapat memicu beberapa risiko kesehatan akut dan kronis, seperti: 

1. Gula darah naik secara mendadak

Kombinasi tepung sagu dan gula merah pada cuko akan menyebabkan glucose spike (gula darah melonjak tajam dalam waktu 1-2 jam setelah makan).

2. Resistensi insulin yang memburuk

Sering mengalami lonjakan gula darah akan membuat sel-sel tubuh semakin tidak sensitif terhadap insulin.

3. Lonjakan kalori dan berat badan

Pempek yang digoreng kaya akan kalori dari minyak. Obesitas atau kenaikan berat badan adalah musuh utama dalam manajemen diabetes tipe 2.

4. Risiko kardiovaskular (penyakit jantung)

Pempek goreng mengandung lemak jenuh. Penderita diabetes secara alami memiliki risiko penyakit jantung lebih tinggi; konsumsi gorengan berlebih akan mempercepat plak pada pembuluh darah (aterosklerosis).

Cara makan pempek dengan aman bagi penderita diabetes

Penderita diabetes tetap bisa menikmati pempek dengan melakukan modifikasi taktik makan berikut:

1. Pilih Pempek Rebus/Kukus

Hindari pempek yang digoreng. Konsumsilah pempek langsung setelah direbus (seperti pempek lenjer atau kapal selam sebelum digoreng).

2. Batasi Kuah Cuko (Jangan Diminum)

Cuko adalah sumber gula tersembunyi terbesar, sehingga tidak disarankan untukl menghirup kuah cuko. Cukup cocol pempek sedikit saja untuk mendapatkan rasanya.

3. Kontrol Porsi (Aturan Piring Makan)

Batasi hanya 1-2 potong kecil pempek. Anggap pempek sebagai pengganti nasi/karbohidrat utama pada jam makan tersebut, bukan camilan setelah makan nasi.

4. Sandingkan dengan Serat

Makanlah sayuran (seperti mentimun di mangkuk pempek dalam jumlah banyak) atau sayur hijau sebelum menyantap pempek. Serat larut air akan membantu memperlambat penyerapan glukosa di usus halus.

5. Modifikasi Resep

Kurangi proporsi tepung sagu dan perbanyak porsi daging ikan. Untuk cuko, gantilah gula merah dengan pemanis ramah diabetes (seperti stevia atau sukralosa) yang diberi pewarna alami atau sedikit kecap diet untuk replikasi warna.

Kapan penderita diabetes harus ke dokter?

Penderita diabetes harus segera memeriksakan diri jika setelah mengonsumsi makanan tinggi karbohidrat (seperti pempek) mengalami gejala hiperglikemia akut:

  • Sangat kehausan (polidipsia) dan sering buang air kecil (poliuria) terutama di malam hari.
  • Sakit kepala hebat, pandangan kabur, atau pusing berputar.
  • Lemas, mengantuk ekstrem, atau merasa linglung/bingung.
  • Hasil cek gula darah mandiri menunjukkan angka lebih dari 250 mg/dl

Dokter spesialis yang bisa dikunjungi untuk konsultasi diabetes

Penderita diabetes juga bisa konsultasi ke dokter spesialis untuk konsultasi lebih lanjut mengenai pilihan menu makanan yang tepat termasuk konsumsi pempek. Dokter spesialis yang dapat menjadi pilihan yaitu:

1. Dokter Spesialis Penyakit Dalam (Sp.PD)

Dokter spesialis penyakit dalam cocok untuk menangani diagnosis, manajemen obat, dan kontrol diabetes secara umum.

2. Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Endokrin, Metabolik, dan Diabetes (Sp.PD-KEMD)

Sub-spesialis (konsultan) yang sangat disarankan jika penderita diabetes memiliki kondisi yang sulit dikontrol, mengalami komplikasi, atau menggunakan terapi insulin intensif.

3. Dokter Spesialis Gizi Klinik (Sp.GK)

Dokter spesialis gizi klinik tepat untuk diajak berkonsultasi mengenai perencanaan menu (meal planning), menghitung kebutuhan kalori harian, serta memberikan panduan porsi spesifik jika pasien tetap ingin menyelipkan makanan daerah seperti pempek ke dalam dietnya.

Konsultasi Diabetes di Primecare Clinic

Jika Anda mengalami kesulitan mengontrol gula darah, mengalami gula darah tinggi, atau mengalami diabetes, konsultasikan masalah tersebut di Primecare Clinic. 

Primecare clinic menyediakan layanan konsultasi dengan dokter spesialis penyakit dalam dan program manajemen diabetes yang lengkap, termasuk Continuous Glucose Monitoring (CGM).  Terdapat dr. Anak Agung Arie Widyastuti, Sp.PD, FINASIM yang merupakan dokter spesialis penyakit dalam dengan spesialisasi penyakit diabetes di Primecare Clinic.

Jangan tunggu sampai muncul gejala dan komplikasi, mulailah memantau gula darah sejak secara rutin dan konsultasi dengan dokter terkait. Klik tautan ini untuk informasi selengkapnya!


7994-_1_.webp

Ya, penderita diabetes umumnya boleh mengkonsumsi gado-gado sebagai bagian dari pola makan sehat. Namun, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, terutama terkait porsi, bahan tambahan, dan kandungan karbohidrat yang dapat mempengaruhi kadar gula darah. Gado-gado memiliki beberapa komponen yang bermanfaat bagi penderita diabetes, seperti:

  • Sayuran yang kaya serat.
  • Tahu dan tempe sebagai sumber protein nabati.
  • Telur sebagai sumber protein hewani.
  • Kacang tanah yang mengandung lemak sehat dan protein.

Kombinasi serat, protein, dan lemak sehat dapat membantu memperlambat penyerapan gula ke dalam darah sehingga lonjakan gula darah setelah makan cenderung lebih terkendali.

Namun, kandungan karbohidrat dari lontong, kentang, serta tambahan gula pada saus kacang tetap perlu diperhatikan agar kadar gula darah tidak meningkat berlebihan.

Zat gizi serta indeks/beban glikemik dari gado-gado

1. Sayuran

  • Kangkung
  • Bayam
  • Kol
  • Kacang panjang
  • Tauge
  • Mentimun

Sebagian besar sayuran tersebut memiliki indeks glikemik (IG) yang rendah dan kaya serat. Serat membantu memperlambat penyerapan glukosa sehingga baik untuk pengendalian gula darah.

2. Tahu dan Tempe

Tahu dan tempe mengandung protein serta memiliki indeks glikemik yang sangat rendah. Protein dapat membantu memberikan rasa kenyang lebih lama dan mengurangi lonjakan gula darah setelah makan.

3. Telur

Telur hampir tidak mengandung karbohidrat sehingga tidak menyebabkan kenaikan gula darah yang signifikan.

4. Kacang Tanah dan Saus Kacang

Kacang tanah memiliki indeks glikemik rendah dan mengandung lemak tak jenuh yang baik untuk kesehatan jantung.

Namun, saus kacang pada gado-gado sering kali ditambahkan:

  • Gula merah
  • Gula pasir
  • Kecap manis

Bahan-bahan tersebut dapat meningkatkan kandungan gula dan beban glikemik makanan secara keseluruhan.

5. Lontong dan Kentang

Lontong dan kentang merupakan sumber karbohidrat utama dalam gado-gado.

Karbohidrat ini dapat meningkatkan kadar gula darah, terutama jika dikonsumsi dalam jumlah besar. Oleh karena itu, porsi kedua bahan ini perlu diperhatikan oleh penderita diabetes.

Bahaya makan gado-gado secara berlebihan bagi penderita diabetes

Beberapa risiko yang dapat terjadi antara lain:

1. Kenaikan Gula Darah

Porsi lontong, kentang, dan saus kacang yang berlebihan dapat menyebabkan kadar gula darah meningkat lebih tinggi dari yang diharapkan.

2. Kelebihan Kalori

Saus kacang mengandung kalori yang cukup tinggi karena berasal dari kacang tanah dan bahan tambahan lainnya. Konsumsi berlebihan dapat menyebabkan peningkatan berat badan. Hitung kebutuhan kalori Anda di tautan ini.

3. Meningkatkan Risiko Komplikasi Diabetes

Jika kadar gula darah sering tidak terkontrol dalam jangka panjang, risiko komplikasi diabetes dapat meningkat, seperti:

  • Penyakit jantung.
  • Stroke.
  • Kerusakan ginjal.
  • Gangguan saraf.
  • Gangguan penglihatan.

Cara makan gado-gado dengan aman bagi penderita diabetes (jika ada)

Beberapa langkah berikut dapat membantu menjaga kadar gula darah tetap terkendali.

1. Perbanyak Sayuran

Pastikan sebagian besar isi piring terdiri dari sayuran rendah pati seperti kol, kangkung, mentimun, tauge, dan kacang panjang.

2. Batasi Lontong dan Kentang

Kurangi porsi lontong atau kentang dibandingkan porsi yang biasa disajikan. Semakin banyak karbohidrat yang dikonsumsi, semakin besar potensi kenaikan gula darah.

3. Minta Saus Kacang dengan Gula Lebih Sedikit

Jika memungkinkan, pilih saus kacang dengan tambahan gula yang lebih sedikit atau gunakan secukupnya.

4.Tambahkan Sumber Protein

Tahu, tempe, dan telur dapat membantu meningkatkan rasa kenyang sekaligus memperlambat penyerapan karbohidrat.

5. Perhatikan Porsi Makan

Meski makanan tergolong sehat, konsumsi berlebihan tetap dapat meningkatkan asupan kalori dan karbohidrat.

6. Pantau Gula Darah Secara Berkala

Respons tubuh terhadap makanan dapat berbeda pada setiap orang. Pemeriksaan gula darah secara rutin dapat membantu mengetahui apakah pola makan yang dijalani sudah sesuai.

Kapan penderita diabetes harus ke dokter? 

Penderita diabetes sebaiknya berkonsultasi ke dokter apabila:

  • Kadar gula darah sering berada di atas target yang dianjurkan.
  • Mengalami gejala gula darah tinggi, seperti sering haus, sering buang air kecil, mudah lelah, atau pandangan kabur.
  • Sulit mengatur pola makan yang sesuai dengan kondisi kesehatan.
  • Mengalami kenaikan atau penurunan berat badan yang tidak diinginkan.
  • Memiliki komplikasi diabetes atau faktor risiko penyakit jantung.

Dokter yang bisa dikunjungi penderita diabetes untuk konsultasi

Untuk konsultasi terkait pengelolaan diabetes, pasien dapat mengunjungi:

Konsultasi Diabetes di Primecare Clinic

Jika Anda mengalami kesulitan mengontrol gula darah, mengalami gula darah tinggi, atau mengalami diabetes, konsultasikan masalah tersebut di Primecare Clinic. 

Primecare clinic menyediakan layanan konsultasi dengan dokter spesialis penyakit dalam dan program manajemen diabetes yang lengkap, termasuk Continuous Glucose Monitoring (CGM).  Terdapat dr. Anak Agung Arie Widyastuti, Sp.PD, FINASIM yang merupakan dokter spesialis penyakit dalam dengan spesialisasi penyakit diabetes di Primecare Clinic.

Jangan tunggu sampai muncul gejala dan komplikasi, mulailah memantau gula darah sejak secara rutin dan konsultasi dengan dokter terkait. Klik tautan ini untuk informasi selengkapnya!


2149144957-1-1200x801.webp

Makan malam bikin gemuk adalah anggapan yang cukup beredar luas di masyarakat. Namun, apakah pernyataan tersebut benar?

Apakah Makan Malam Bikin Gemuk?

Tidak selalu, kenaikan berat badan pada dasarnya ditentukan oleh keseimbangan energi (kalori masuk vs kalori keluar).

Jika total asupan kalori harian melebihi kebutuhan tubuh, maka berat badan akan naik, terlepas dari waktu makan (bisa cek di kalkulator BMR dan TDEE).

Namun, beberapa penelitian menunjukkan bahwa:

  • Asupan kalori yang lebih besar di malam hari berkaitan dengan risiko obesitas
  • Makan dalam jumlah besar saat malam dapat mempengaruhi metabolisme

Sebuah studi kohort selama 6 tahun menemukan bahwa orang yang mengonsumsi sebagian besar kalorinya saat makan malam memiliki risiko obesitas lebih tinggi.

Selain itu, studi lain menunjukkan bahwa kebiasaan makan larut malam berkaitan dengan peningkatan berat badan.

Mengapa ada anggapan bahwa makan malam bikin gemuk?

1. Metabolisme tubuh lebih rendah di malam hari

Pada malam hari, aktivitas tubuh menurun sehingga kebutuhan energi lebih kecil. Jika makan dalam jumlah besar, kalori cenderung disimpan sebagai lemak.

2. Kecenderungan makan berlebihan

Makan malam sering disertai:

  • ngemil
  • makanan tinggi kalori (gorengan, fast food)
  • makan sambil menonton (mindless eating)

3. Pola makan tidak teratur

Orang yang:

  • skip makan siang
  • atau diet ketat siang hari

cenderung balas makan berlebihan saat malam.

4. Ritme sirkadian (biological clock)

Tubuh memiliki ritme biologis yang mengatur metabolisme. Makan terlalu malam dapat mengganggu regulasi hormon metabolik.

Meta-analisis menunjukkan bahwa porsi makan malam yang besar berhubungan dengan BMI lebih tinggi.

Cara makan malam yang baik untuk kesehatan

1. Perhatikan porsi

  • Idealnya: 20–30% dari total kalori harian
  • Hindari makan dalam jumlah besar

2. Pilih jenis makanan yang tepat

Fokus pada:

  • protein: ayam, ikan, telur
  • serat: sayur, buah
  • karbohidrat kompleks (secukupnya)

3. Hindari makanan tertentu

  • gorengan
  • makanan tinggi gula
  • makanan ultra-processed

4. Perhatikan waktu makan malam

  • Ideal: 2–3 jam sebelum tidur
  • Hindari makan sangat larut (misalnya setelah jam 22.00)

5. Hindari “emotional eating”

Makan malam sering dipicu:

  • stres
  • bosan
  • kelelahan

Ini bukan lapar fisiologis, tetapi lapar emosional.

Apakah ada momen di mana kita sebaiknya tidak perlu makan malam?

Ada beberapa kondisi di mana seseorang boleh tidak makan malam, tetapi tidak berlaku untuk semua orang.

Bisa dipertimbangkan jika:

  • Sudah cukup kalori dari pagi–siang
  • Tidak merasa lapar
  • Sedang menjalani pola intermittent fasting (dengan pengawasan dokter spesialis gizi klinik)

Namun, perlu hati-hati:

Sebuah studi menunjukkan bahwa kebiasaan melewatkan makan malam justru berhubungan dengan peningkatan risiko kenaikan berat badan

Kenapa bisa?

  • Tubuh menjadi lebih lapar keesokan hari
  • Risiko overeating meningkat
  • metabolisme bisa terganggu

Harus ke dokter apa jika berat badan mengalami kenaikan signifikan?

Jika berat badan naik secara signifikan, sebaiknya evaluasi medis. Dokter yang dapat dikunjungi, antara lain:

1. Dokter umum

Untuk evaluasi awal, Anda bisa ke dokter umum. Pemeriksaan meliputi:

  • riwayat makan
  • aktivitas
  • skrining penyakit

2. Dokter spesialis gizi klinik (SpGK)

Dokter spesialis gizi klinik berperan dalam:

  • perencanaan diet
  • terapi nutrisi individual

3. Dokter spesialis penyakit dalam (Sp.PD)

Dokter spesialis penyakit dalam bisa dikunjungi jika dicurigai adanya kondisi medis seperti:

  • hipotiroid
  • sindrom metabolik
  • diabetes
  • PCOS

Makan Malam Tidak Selalu Meningkatkan Berat Badan secara Signifikan

Makan malam tidak selalu meningkatkan berat badan, bisa jadi porsinya yang terlalu besar. Namun, Anda perlu mengecek BMI secara berkala untuk mengetahui apakah Anda kelebihan berat badan atau tidak.

Jika Anda ragu, maka Anda bisa berkonsultasi dengan dokter spesialis gizi klinik.

Di Primecare Clinic cabang Panglima Polim, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, tersedia dokter spesialis gizi klinik. Klik tautan ini untuk informasi selengkapnya!

Referensi:

  1. Bo S, et al. Consuming more of daily caloric intake at dinner predisposes to obesity. PLoS One. 2014 
  2. Fong M, et al. Large dinners and excess weight: systematic review. Br J Nutr. 2017 
  3. Gluck ME, et al. Nighttime eating and weight gain. Am J Clin Nutr. 2008 

Yamamoto R, et al. Skipping dinner and weight gain. Nutrients. 2021


28168-2-1.webp

Secara medis, anak-anak sangat tidak disarankan untuk minum kopi. Meskipun kopi mengandung antioksidan, kandungan kafein di dalamnya adalah stimulan yang bekerja langsung pada sistem saraf pusat. Pada anak-anak, sistem saraf dan organ tubuh mereka masih dalam tahap perkembangan, sehingga reaksi terhadap kafein jauh lebih drastis dan berisiko dibandingkan pada orang dewasa. 

Di usia berapa anak boleh minum kopi?

Para ahli kesehatan anak, termasuk American Academy of Pediatrics (AAP), merekomendasikan:

  • Usia di bawah 12 tahun: Sama sekali tidak boleh (0 mg kafein).
  • Usia 12–18 tahun: Dibatasi secara ketat.
  • Usia 18 tahun ke atas: Dianggap sudah memiliki metabolisme yang cukup stabil untuk memproses kafein seperti orang dewasa.

Alasannya: Hati dan ginjal anak belum mampu memproses kafein secara efisien. Kafein menetap di aliran darah anak jauh lebih lama, yang dapat mengganggu penyerapan kalsium yang sangat dibutuhkan untuk pertumbuhan tulang dan gigi di masa emas mereka.

Dampak kafein terhadap anak

Kafein adalah zat psikoaktif. Dampak yang sering kami temukan di ruang praktik meliputi:

1. Gangguan Tidur

Anak menjadi sulit tidur atau kualitas tidurnya buruk, padahal tidur sangat krusial bagi perkembangan otak.

2. Masalah Jantung & Tekanan Darah

Peningkatan detak jantung (palpitasi) dan naiknya tekanan darah.

3. Gangguan Pencernaan

Kopi bersifat asam dan dapat memicu nyeri lambung atau diare pada anak.

4. Masalah Psikologis 

Meningkatkan kecemasan, kegugupan, dan membuat anak menjadi lebih rewel atau mudah marah.

5. Risiko pada Kesehatan Gigi

Kopi seringkali dinikmati dengan gula tinggi, yang meningkatkan risiko karies (gigi berlubang).

Batas aman konsumsi kafein pada anak

Jika anak sudah memasuki usia remaja (di atas 12 tahun), batasannya adalah sebagai berikut:

Kelompok UsiaBatas Maksimal Kafein per Hari
0 – 12 Tahun0 mg (Sangat Tidak Disarankan)
12 – 18 TahunMaksimal 100 mg (Setara dengan 1 cangkir kecil kopi standar)

Alternatif kopi bagi anak

Jika si kecil ingin ikut “ritual” minum bersama orang tua, berikan minuman yang mendukung pertumbuhannya:

  1. Susu Hangat dengan Kayu Manis: Memberikan sensasi rempah yang mirip kopi tanpa kafein.
  2. Cokelat Panas (Rendah Gula): Mengandung sedikit sekali kafein alami, namun jauh lebih aman selama tidak berlebihan.
  3. Smoothies Buah: Memberikan energi alami dari fruktosa dan serat.
  4. Minuman Kacang-kacangan: Seperti susu almond atau susu kedelai hangat.

Tips bagi orang tua untuk anak yang suka minum kopi

Jika anak Anda sudah terlanjur menyukai rasa kopi atau sering meminta, lakukan langkah berikut:

1. Edukasi, Bukan Larangan Tanpa Alasan

Jelaskan bahwa kopi bisa membuat jantung mereka berdebar kencang dan membuat mereka sulit tumbuh tinggi (karena gangguan penyerapan kalsium).

2. Jadilah Teladan

Jika Anda minum kopi, hindari menunjukkannya sebagai sesuatu yang “sangat enak” di depan anak yang masih balita.

3. Cek Label Kemasan

Seringkali anak menyukai “Kopi Susu Kekinian” yang sebenarnya mengandung kadar gula dan kafein yang sangat tinggi. Selalu baca label nutrisi.

4. Kurangi Secara Bertahap

Jika anak remaja Anda sudah rutin minum kopi, jangan hentikan secara mendadak untuk menghindari withdrawal effect seperti sakit kepala hebat. Kurangi porsinya secara perlahan.

Anak Baru boleh Minum Kopi ketika Berusia 12-18 Tahun

Jadi, anak 0-12 tahun tidak boleh minum kopi. Ketika remaja pun, konsumsinya dibatasi dan tidak boleh sebanyak orang dewasa.

Jika anak terlihat menyukai rasa kopi, lakukan edukasi dan jadi teladan. Jika butuh bantuan profesional terkait kebiasaan makan/minum anak, sebaiknya konsultasi dengan dokter spesialis anak atau psikolog anak.

Di Primecare cabang Panglima Polim, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, tersedia dokter spesialis anak dan psikolog anak. Klik tautan ini untuk informasi selengkapnya!


979-1200x800.webp

Kesehatan dan mendeteksi penyakit sejak dini. Namun, banyak orang merasa bingung saat harus memilih paket MCU karena tersedia berbagai pilihan pemeriksaan dengan cakupan yang berbeda.

Agar tidak salah memilih, penting untuk memahami kebutuhan kesehatan Anda terlebih dahulu. Dengan begitu, paket yang dipilih dapat memberikan manfaat yang optimal tanpa melakukan pemeriksaan yang tidak diperlukan.

Setiap orang memiliki faktor risiko kesehatan yang berbeda. Seseorang yang masih berusia 25 tahun dengan kondisi sehat tentu membutuhkan pemeriksaan yang berbeda dibandingkan seseorang yang berusia 50 tahun dengan riwayat diabetes atau penyakit jantung.

Memilih paket MCU yang sesuai dapat membantu:

  • Mendeteksi penyakit lebih dini.
  • Memantau kondisi kesehatan secara berkala.
  • Mengidentifikasi faktor risiko penyakit kronis.
  • Menghemat biaya dengan memilih pemeriksaan yang benar-benar dibutuhkan.
  • Membantu dokter memberikan rekomendasi kesehatan yang lebih tepat.

Berikut tips memilih paket MCU:

1. Kenali Tujuan Anda Melakukan Medical Check Up

Sebelum memilih paket MCU, tanyakan pada diri sendiri tujuan pemeriksaan yang ingin dilakukan.

a. Untuk Skrining Kesehatan Rutin

Jika Anda ingin mengetahui kondisi kesehatan secara umum dan tidak memiliki keluhan tertentu, paket MCU dasar biasanya sudah cukup. Pemeriksaan dasar umumnya mencakup:

Jenis pemeriksaan ini dapat membantu mendeteksi berbagai masalah kesehatan secara umum.

b. Untuk Mendeteksi Risiko Penyakit Metabolik

Apabila Anda memiliki faktor risiko seperti:

  • Kelebihan berat badan (Anda bisa mengeceknya dengan kalkulator BMI)
  • Riwayat diabetes dalam keluarga
  • Tekanan darah tinggi
  • Kolesterol tinggi

Maka sebaiknya memilih paket yang mencakup pemeriksaan:

Pemeriksaan tersebut dapat membantu mendeteksi gangguan metabolik sejak dini.

2. Sesuaikan dengan Usia

Kebutuhan medical check up biasanya meningkat seiring bertambahnya usia.

a. Usia di Bawah 40 Tahun

Pada kelompok usia ini, pemeriksaan dasar umumnya cukup jika tidak memiliki faktor risiko khusus.

Namun, bagi individu dengan gaya hidup kurang aktif, obesitas, merokok, atau riwayat penyakit keluarga, dokter mungkin menyarankan pemeriksaan tambahan.

b. Usia 40 Tahun ke Atas

Risiko penyakit kronis seperti diabetes, hipertensi, penyakit jantung, dan gangguan fungsi organ cenderung meningkat setelah usia 40 tahun.

Karena itu, pemeriksaan yang lebih komprehensif seperti:

sering kali direkomendasikan untuk kelompok usia ini.

3. Pertimbangkan Riwayat Penyakit Keluarga

Riwayat kesehatan keluarga dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami penyakit tertentu.

Misalnya:

  • Riwayat diabetes pada orang tua. (cek risiko diabetes di tautan ini)
  • Riwayat penyakit jantung.
  • Riwayat stroke.
  • Riwayat kanker tertentu.

Jika memiliki faktor risiko tersebut, konsultasikan dengan dokter mengenai pemeriksaan tambahan yang mungkin diperlukan sebagai bagian dari MCU.

4. Perhatikan Kebutuhan Khusus Pria dan Wanita

Kebutuhan pemeriksaan kesehatan dapat berbeda antara pria dan wanita.

Pada wanita, pemeriksaan kesehatan reproduksi dan skrining kanker tertentu dapat menjadi pertimbangan penting, terutama setelah usia tertentu atau jika memiliki faktor risiko keluarga.

5. Jangan Hanya Memilih Berdasarkan Harga

Banyak orang langsung memilih paket dengan harga paling murah. Padahal, yang terpenting adalah kesesuaian pemeriksaan dengan kebutuhan kesehatan.

Paket yang lebih lengkap belum tentu selalu diperlukan, tetapi paket yang terlalu sederhana juga bisa membuat faktor risiko tertentu tidak terdeteksi.

Karena itu, fokuslah pada manfaat pemeriksaan yang akan diperoleh, bukan hanya pada biaya yang dikeluarkan.

6. Konsultasikan dengan Dokter Sebelum Memilih Paket

Jika masih ragu, konsultasi dengan dokter dapat membantu menentukan paket yang paling sesuai.

Dokter akan mempertimbangkan:

  • Usia.
  • Jenis kelamin.
  • Riwayat penyakit pribadi.
  • Riwayat penyakit keluarga.
  • Gaya hidup.
  • Keluhan kesehatan yang sedang dialami.

Dengan demikian, pemeriksaan yang dilakukan menjadi lebih tepat sasaran.

Pilihannya, Anda bisa berkonsultasi dengan dokter umum atau dokter spesialis penyakit dalam.

Pilih Paket MCU yang Sesuai dengan Kebutuhan Anda!

Memilih paket medical check up yang tepat tidak harus selalu memilih paket yang paling mahal atau paling lengkap. Yang terpenting adalah menyesuaikan pemeriksaan dengan usia, kondisi kesehatan, faktor risiko, dan tujuan pemeriksaan.

Jika Anda masih bingung menentukan paket yang sesuai, konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter di Primecare Clinic agar mendapatkan rekomendasi pemeriksaan yang paling bermanfaat untuk kondisi kesehatan Anda. Klik tautan ini untuk informasi terkait paket MCU di Primecare Clinic!


7279-1200x800.webp

Kasus anak tidak sengaja meminum air sabun atau deterjen cukup sering terjadi, terutama pada usia balita. Hal ini umumnya terjadi secara tidak sengaja dan perlu ditangani dengan tepat agar tidak menimbulkan komplikasi.

Paparan bahan pembersih rumah tangga merupakan salah satu penyebab tersering keracunan pada anak, terutama usiakurang dari 5 tahun. 

Penyebab anak tidak sengaja minum air sabun

1. Usia dan perilaku anak

Anak usia 6 bulan – 5 tahun memiliki kecenderungan:

  • eksplorasi dengan mulut
  • belum memahami bahaya

2. Kurangnya pengawasan

Kejadian sering terjadi saat:

  • orang tua lengah
  • produk diletakkan di tempat terbuka

3. Kemasan produk yang menarik

Deterjen cair atau kapsul sering:

  • berwarna cerah
  • berbentuk seperti makanan/permen

Penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar paparan deterjen pada anak terjadi melalui tertelan (ingestion)

Gejala/bahaya anak tidak sengaja minum air sabun

Sebagian besar sabun memiliki sifat alkali (pH tinggi) yang dapat mengiritasi jaringan tubuh. 

Gejala ringan (paling sering):

  • Mual, muntah
  • Batuk
  • iritasi mulut

Gejala sedang:

  • Nyeri tenggorokan
  • sulit menelan
  • mengantuk

Gejala berat (jarang tapi serius):

  • Gangguan pernapasan
  • luka pada kerongkongan/lambung
  • aspirasi (cairan masuk ke paru)

Dalam studi, sekitar 76% anak dengan paparan deterjen menunjukkan gejala, meskipun sebagian besar ringan. 

Kasus berat seperti gangguan jalan napas dan perforasi esofagus memang jarang, tetapi dapat terjadi.

Apa yang harus dilakukan jika anak tidak sengaja minum air sabun

1. Tetap tenang dan cek kondisi anak

Perhatikan:

  • kesadaran
  • napas
  • apakah ada muntah atau batuk

2. Bersihkan mulut

Bilas mulut dengan air bersih

3. Jangan memaksa untuk muntah

Tidak dianjurkan karena dapat memperburuk iritasi

4. Jangan beri obat sembarangan

Memberi obat tanpa resep dokter bisa memperburuk gejala.

5. Segera ke fasilitas kesehatan

Segera ke fasilitas kesehatan jika muncul gejala:

  • muntah terus-menerus
  • sesak napas
  • nyeri hebat
  • anak tampak lemas atau mengantuk

Pedoman penanganan menyarankan evaluasi medis segera jika ada gejala sedang–berat

Cara pencegahan agar air sabun tidak diminum oleh anak di kemudian hari

1. Simpan produk dengan aman

Letakkan di tempat tinggi dan terkunci.

2. Gunakan kemasan asli

Hindari memindahkan sabun ke botol minuman.

3. Jauhkan sabun dari jangkauan anak

Termasuk sabun di kamar mandi dan dapur.

4. Edukasi anak (jika sudah cukup usia)

Ajarkan bahwa sabun bukanlah makanan/minuman

5. Pilih produk dengan pengaman anak (child-proof)

Penelitian menekankan bahwa edukasi orang tua dan keamanan produk sangat penting untuk menurunkan kejadian ini.

Jangan Ragu untuk Membawa Anak ke Fasilitas Kesehatan, Terutama jika Muncul Gejala

Minum air sabun, meskipun tidak sengaja, bisa menimbulkan gejala bagi anak. Jika muncul gejala, maka jangan ragu untuk ke UGD atau dokter spesialis anak.


9871-1200x801.webp

Dalam dunia medis, menelan rambut secara terus-menerus dapat memicu terbentuknya Trichobezoar, yaitu gumpalan rambut yang membeku di dalam saluran pencernaan (lambung atau usus). Karena rambut manusia mengandung protein keratin yang tidak bisa dicerna oleh asam lambung, rambut tersebut akan menumpuk dan bisa menyumbat sistem pencernaan. 

Lalu, bagaimana jika anak tidak sengaja menelan rambut?

Penyebab anak tidak sengaja menelan rambut

1. Eksplorasi Oral

Bayi atau balita sering memasukkan benda di sekitarnya ke mulut, termasuk rambut yang rontok di lantai atau boneka berbulu.

2. Kebiasaan Menggigit Rambut

Anak dengan rambut panjang sering kali menggigit ujung rambutnya saat sedang melamun atau cemas.

3. Trikotilomania & Trikofagia

Gangguan psikologis di mana anak memiliki dorongan untuk mencabut rambutnya sendiri (Trikotilomania) dan kemudian memakannya (Trikofagia).

4. Kurangnya Zat Besi (Pica)

Kadang-kadang, keinginan memakan benda bukan makanan (seperti rambut atau tanah) berkaitan dengan defisiensi nutrisi tertentu.

Gejala/bahaya anak tidak sengaja menelan rambut

Jika hanya satu atau dua helai, biasanya akan keluar bersama tinja. Namun, jika terjadi penumpukan, gejalanya meliputi:

  • Nyeri Perut Kronis: Rasa sakit yang datang dan pergi di area ulu hati.
  • Mual dan Muntah: Terutama setelah makan, karena lambung sudah penuh oleh gumpalan rambut.
  • Perut Terasa Keras: Adanya benjolan yang teraba di area perut atas.
  • Bau Mulut (Halitosis): Akibat sisa makanan yang terjebak di sela-sela gumpalan rambut yang membusuk.
  • Bahaya Serius: Penumpukan ini bisa menyebabkan obstruksi usus (penyumbatan total) atau robeknya dinding lambung, yang memerlukan tindakan operasi pembedahan.

Apa yang harus dilakukan jika anak tidak sengaja menelan rambut?

1. Observasi Tinja

Jika anak hanya menelan sedikit rambut secara tidak sengaja, pantau fesesnya selama 24-48 jam untuk memastikan rambut keluar secara alami.

2. Jangan Beri Obat Pencahar

Jangan memberikan obat pencahar tanpa resep dokter.

3. Konsultasi Medis

Jika anak mulai mengeluh sakit perut, kehilangan nafsu makan, atau sering muntah, segera ke dokter spesialis anak untuk dilakukan pemeriksaan lanjutan dengan USG atau Rontgen abdomen.

4. Evaluasi Psikologis

Jika Anda melihat anak sengaja mencabut dan memakan rambutnya, konsultasikan dengan psikolog anak untuk menangani aspek perilaku dan kecemasannya.

Cara pencegahan agar anak tidak menelan rambut di kemudian hari

1. Kebersihan Lingkungan

Rajin menyapu atau menyedot debu (vacuum) lantai untuk meminimalkan rambut rontok yang bisa dipungut anak.

2. Ikat Rambut

Jika anak memiliki rambut panjang dan suka memasukkannya ke mulut, sebaiknya rambut selalu diikat rapi atau dikepang.

3. Pilih Mainan yang Aman

Hindari boneka dengan bulu yang mudah rontok untuk anak yang masih dalam fase oral.

4. Edukasi dan Pengawasan

 Ajarkan anak bahwa rambut bukan makanan dan awasi kebiasaan mereka saat sedang melamun atau menonton televisi.

Jangan Ragu untuk ke Dokter Spesialis Anak atau Psikolog Anak

Jika anak Anda terlihat sering menelan atau makan rambut, tidak ada salahnya untuk ke dokter spesialis anak atau psikolog anak untuk pemeriksaan lebih lanjut. Jika terlalu lama dibiarkan, maka bisa ada dampak negatif.

Di Primecare Clinic, tersedia dokter spesialis anak dan psikolog anak. Klik tautan ini untuk informasi selengkapnya!


primecare

Jakarta Panglima Polim

Jl. Panglima Polim IX No.16, Kby. Baru, Kota Jakarta Selatan

Jakarta Tebet

Jl. Tebet Barat Dalam II No.46 14, Tebet Barat, Kota Jakarta Selatan

Samarinda

Jl. Muso Salim No.28, Karang Mumus, Kota Samarinda


Copyright by PT. Layanan Medika Pratama 2025. All rights reserved.



Copyright by PT. Layanan Medika Pratama 2025. All rights reserved.