Mulut Kering pada Penderita Diabetes – Penyebab dan harus ke Dokter Apa?

November 11, 2025 by Primecare Clinic

Diabetes adalah penyakit kronis yang ditandai dengan tingginya kadar gula dalam darah (hiperglikemia) yang disebabkan karena kurangnya produksi insulin atau terjadi resistensi insulin. Keadaan hiperglikemia ini menyebabkan beberapa kondisi yang kurang baik pada penderita diabetes, seperti penyembuhan luka yang lama, adanya gangguan saraf, dan dapat menimbulkan gejala pada mulut, salah satunya mulut terasa kering. 

Data Kemenkes RI menyebutkan bahwa keluhan mulut kering pada penderita diabetes adalah sebanyak 30-50%. Angka ini meningkat seiring dengan kontrol gula darah yang buruk. Kondisi mulut kering ini seringkali diabaikan oleh penderita karena kurangnya informasi terkait hal ini. Padahal, penderita diabetes perlu melakukan perawatan gigi dan mulut dengan rutin agar tidak terjadi komplikasi yang lebih parah. 

Fenomena Mulut Kering Pada Penderita Diabetes

Mulut kering, atau yang dikenal sebagai xerostomia, adalah keluhan yang cukup sering dirasakan oleh penderita diabetes. Fenomena ini umum terjadi pada penderita diabetes. Xerostomia merupakan salah satu manifestasi klinis dari penyakit diabetes di rongga mulut. 

Jika kondisi mulut kering ini diabaikan dalam jangka waktu yang lama, dapat menimbulkan berbagai komplikasi di rongga mulut, yaitu gingivitis (radang gusi) diabetika, infeksi jamur seperti kandidiasis, karies gigi, dan sindrom mulut terbakar. 

Selain itu, penting untung penderita diabetes mengetahui gejala xerostomia agar pasien sadar bahwa ini merupakan kondisi yang tidak normal. Gejala xerostomia yang sering dirasakan oleh penderita diabetes meliputi:

  • Rongga mulut terasa kering, nyeri, dan terbakar pada lidah dan mukosa 
  • Rasa haus yang meningkat sehingga sering minum
  • Kesulitan dalam berbicara
  • Kesulitan mengunyah makanan
  • Kesulitan menelan
  • Kesulitan memakai gigi tiruan lepasan 

Penyebab Mulut Kering Pada Penderita Diabetes

Xerostomia merupakan keluhan yang muncul akibat hiposalivasi, yaitu penurunan produksi atau sekresi air liur (saliva) di bawah batas normal. Sekresi saliva normal tanpa stimulasi adalah ≥0,3 ml/menit, sedangkan dengan stimulasi adalah 1−2 ml/menit. Xerostomia terjadi ketika pengeluaran air liur (dengan atau tanpa stimulasi) kurang dari 50% angka normal.

Penyebab penurunan produksi air liur pada penderita diabetes, terutama yang tidak terkontrol dengan baik, meliputi:

1. Kadar gula darah yang buruk (hiperglikemia tidak terkontrol)

Gula darah tinggi dapat mengganggu fungsi kelenjar air liur dan mengurangi produksi air liur. Kontrol glikemik yang buruk dapat memperburuk respons jaringan periodontal (gusi) terhadap iritasi plak bakteri.

2. Neuropati diabetik

Komplikasi diabetes berupa neuropati dapat menyebabkan hiposalivasi. Neuropati pada kelenjar air liur juga dilaporkan sebagai penyebab mulut kering. Kerusakan ini dapat melibatkan saraf yang mempersarafi kelenjar parotis (sumber utama penghasil air liur).

3. Dehidrasi

Gejala poliuria (sering berkemih) adalah salah satu gejala khas yang terjadi pada diabetes yang dapat menyebabkan dehidrasi sehingga menurunkan produksi air liur.

4. Durasi penyakit

Semakin lama pasien menderita diabetes dengan kondisi hiperglikemia, semakin tinggi kemungkinan terjadinya komplikasi kronik seperti mulut kering. Hal ini juga dikaitkan dengan proses penuaan (aging) dimana jaringan pada kelenjar air liur hilang dan digantikan oleh jaringan ikat dan lemak yang mengurangi aliran air liur. 

5. Penyebab lainnya,

Penyebab lainnya yang dapat menyebabkan mulut kering pada penderita diabetes di antaranya:

  1. Perubahan pembuluh darah kecil pada kelenjar air liur,
  2. Terjadinya peradangan di mulut
  3. Terjadi infiltrasi lemak ke kelenjar air liur

Cara Mengatasi Mulut Kering pada Penderita Diabetes

Penanganan mulut kering pada penderita diabetes melibatkan kombinasi antara pengendalian penyakit diabetes dan perawatan pada rongga mulut.

Langkah utama dan pertama dalam mencegah dan mengatasi mulut kering adalah mengontrol kadar gula darah agar tetap stabil. Kontrol ini dapat dicapai melalui:

  • Diet sehat
  • Mengonsumsi obat-obatan sesuai resep dokter
  • Memantau kadar gula darah secara teratur. Menjaga gula darah tetap stabil dapat  secara bertahap memperbaiki fungsi kelenjar air liur

Perawatan pada rongga mulut untuk menjaga kelembapan, penderita disarankan untuk:

  • Minum air putih yang cukup sepanjang hari. Dianjurkan untuk meningkatkan frekuensi minum air putih dalam jumlah sedikit tetapi sering.
  • Mengunyah permen karet bebas gula atau menggunakan produk pelembap mulut, seperti semprotan atau gel, untuk merangsang produksi saliva dan mempertahankan kelembapan.
  • Menghindari minuman yang dapat memperburuk kondisi mulut kering, seperti minuman berkafein dan beralkohol.

Menjaga kebersihan mulut dengan melakukan perawatan rutin yang baik sangat penting untuk mencegah komplikasi (seperti karies dan infeksi) akibat penurunan saliva. Hal yang dapat dilakukan untuk menjaga kebersihan mulut, yaitu:

  • Menyikat gigi dua kali sehari dengan pasta gigi berfluoride. Waktu yang ideal untuk  menyikat gigi adalah pagi setelah sarapan dan malam sebelum tidur.
  • Menggunakan benang gigi (dental floss) dan menghindari penggunaan tusuk gigi.

Kapan Penderita Diabetes Harus ke Dokter?

Penderita diabetes harus segera ke dokter jika mengalami hal di bawah ini:

  • Kontrol gula darah yang buruk.
  • Terjadi komplikasi seperti, gangguan saraf pada kaki atau tangan, pandangan kabur, luka yang tidak kunjung sembuh.
  • Mulut kering berlangsung lama atau semakin parah​.
  • Muncul gejala tambahan seperti bau mulut, infeksi, luka di mulut, atau kesulitan menelan sehingga sulit makan atau minum.

Berdasarkan cara mengatasi mulut kering, yaitu dengan kombinasi pengendalian kontrol gula darah dan perawatan gigi dan mulut, penderita diabetes dapat berkonsultasi dengan dokter berikut:

1. Dokter Spesialis Penyakit Dalam

Untuk pengendalian glikemik dan pencegahan terhadap komplikasi, penderita diabetes dapat berkonsultasi dengan dokter penyakit dalam. 

2. Dokter Spesialis Penyakit Dalam Subspesialis Endokrin Metabolisme Diabetes

Jika penderita diabetes mengalami beberapa kondisi abnormal seperti, tidak adanya penurunan hasil pemeriksaan laboratorium pada diabetes dalam 3 bulan; tidak tercapainya target dalam terapi antidiabetes (AOD) tunggal dan kombinasi selama 3 bulan, dan lain-lain maka pasien perlu dirujuk ke dokter subspesialis endokrin metabolisme diabetes.

3. Dokter Gigi Umum

Penderita diabetes sangat perlu untuk melakukan kunjungan rutin ke dokter gigi karena adanya manifestasi klinis pada mulut yang sering dialamI oleh pasien diabetes. Hal ini tentu dapat mencegah komplikasi atau kerusakan pada gigi dan mulut bertambah parah. Disarankan rutin melakukan pemeriksaan gigi setiap 6 bulan sekali.

4. Dokter Gigi Spesialis Penyakit Mulut

Keahlian dokter penyakit mulut dapat menangani gejala mulut kering dan komplikasinya (seperti sindrom mulut terbakar atau infeksi jamur kandida) yang merupakan manifestasi penyakit sistemik pada rongga mulut.

Konsultasi Diabetes di Primecare Clinic

Primecare Clinic menyediakan program manajemen diabetes yang dapat membantumu untuk menurunkan kadar HbA1C. Kamu bisa konsultasi dengan dokter spesialis penyakit dalam dan dokter spesialis gizi klinik. Primecare Clinic juga menyediakan CGM untuk memonitor kadar gula darah sepanjang hari tanpa berkali-kali tusuk.

Primecare Clinic menyediakan layanan pemantauan, termasuk CGM dan pengelolaan gula darah bersama dokter spesialis penyakit dalam dan dokter spesialis gizi klinik. Segera periksa dan konsultasikan kadar gula darah sejak dini sebelum gejala muncul. Terdapat dr. Anak Agung Arie Widyastuti, Sp.PD, FINASIM yang merupakan dokter spesialis penyakit dalam dengan spesialisasi penyakit diabetes di Primecare Clinic.

Primecare Clinic menyediakan program manajemen diabetes, termasuk pemantauan CGM, edukasi gizi, dan pendampingan medis yang disesuaikan dengan kebutuhan untuk mencapai tujuan Anda seperti menurunkan HbA1C. Klik tautan ini untuk informasi selengkapnya!

primecare

Jakarta Panglima Polim

Jl. Panglima Polim IX No.16, Kby. Baru, Kota Jakarta Selatan

Jakarta Tebet

Jl. Tebet Barat Dalam II No.46 14, Tebet Barat, Kota Jakarta Selatan

Samarinda

Jl. Muso Salim No.28, Karang Mumus, Kota Samarinda


Copyright by PT. Layanan Medika Pratama 2025. All rights reserved.



Copyright by PT. Layanan Medika Pratama 2025. All rights reserved.