2150766871-1.webp

October 13, 2025 Primecare ClinicDiabetes

Pernahkah kamu merasa tiba-tiba lemas atau berkunang-kunang saat sedang lari panjang, padahal sebelumnya tubuh terasa bugar dan berenergi? Hal tersebut bisa jadi karena kadar gula darah turun terlalu rendah.

Bagi pelari, terutama yang menempuh jarak jauh seperti 5K, 10K, half marathon, dan marathon, banyak faktor yang perlu diperhatikan untuk menjaga performa, salah satunya adalah kadar gula darah.

Pasalnya, glukosa adalah bahan bakar utama otot saat berlari. Jika bahan bakar ini habis, tubuh akan kehabisan energi dan kehilangan tenaga. Akibatnya, kamu bisa merasa kelelahan, pusing, atau bahkan pingsan saat lari. 

Untuk mencegah terjadinya hal tersebut, kamu harus memantau kadar gula darah dengan rutin. Apa saja manfaat memantau kadar gula darah bagi pelari jarak jauh? Simak penjelasannya di bawah, ya! 

Pentingnya Memantau Gula Darah bagi Pelari Jarak Jauh

Selama berlari, tubuh bekerja seperti mesin yang membutuhkan bahan bakar. Glukosa yang didapatkan dari makanan atau minuman manis dan sumber karbohidrat berperan sebagai sumber energi utama untuk otot dan otak.

Oleh karena itu, pelari perlu memantau kadar gula darahnya secara rutin. Berikut beberapa manfaat memantau kadar gula darah bagi pelari jarak jauh:

1. Menjaga Energi Tetap Stabil Selama Lari

Kadar gula darah yang terkontrol membantu tubuh mempertahankan cadangan energi. Dengan begitu dapat mencegah rasa lemas di tengah lari.

2. Menentukan Waktu Tepat untuk Konsumsi Karbohidrat (Carbo-Loading) 

Dengan pemantauan kadar gula darah, pelari bisa tahu kapan kadar gula mulai menurun dan bisa segera menambah energi dengan mengonsumsi minuman isotonik atau makanan yang mengandung kabohidrat. 

3. Meningkatkan Performa dan Daya Tahan

Kadar glukosa yang optimal membuat otot bekerja lebih efisien. Dengan begitu pelari dapat menjaga pace agar lebih stabil. 

4. Mencegah Hipoglikemia (Gula Darah Rendah) 

Memantau gula darah menggunakan Continuos Glucose Monitoring (CGM) dapat memberikan deteksi dini ketika kadar gula darah mulai turun. Pelari bisa segera bertindak sebelum muncul gejala seperti gemetar, pusing, atau berkunang-kunang. 

5. Menganalisis Fluktuasi Kadar Gula Darah

Data naik-turunnya kadar gula darah bisa menjadi panduan personal untuk memperbaiki pola makan dan strategi lari yang tepat.

6. Mengoptimalkan Pemulihan Pasca-Lari

Setelah berolahraga, tubuh akan mengembalikan cadangan glikogen dari glukosa darah. Karena itu, kadar gula darah bisa semakin turun setelah lari. Dengan pemantauan yang ketat, kamu bisa mencegah hipoglikemia pasca-lari. 

Potensi Penyebab Penurunan Gula Darah Saat Lari Jarak Jauh

Saat aktivitas fisik, tubuh tidak hanya mengandalkan glukosa darah sebagai sumber energi. Tubuh akan menggunakan glikogen di otot sebagai sumber energi. Jika cadangan glikogen menipis, glukosa darah akan dipakai. 

Saat berlari, terutama di jarak yang panjang,  glikogen di otot akan diubah menjadi glukosa untuk menghasilkan energi. Lari jarak jauh akan menurunkan cadangan glikogen dengan cepat.

Ketika cadangan itu mulai menipis, tubuh mulai bergantung pada glukosa darah. Jika glukosa darah juga menipis, maka berisiko terjadi hipoglikemia yaitu kondisi ketika kadar gula darah turun terlalu rendah.

Beberapa faktor yang dapat mempercepat penurunan gula darah antara lain:

  • Durasi dan intensitas, semakin lama dan cepat pelari berlari, maka semakin banyak glukosa yang digunakan.
  • Kurang asupan karbohidrat sebelum lari sehingga tubuh tidak memiliki cadangan energi cukup.
  • Cuaca panas sehingga meningkatkan metabolisme dan penggunaan energi.

Bahaya Hipoglikemia saat Lari Jarak Jauh

Hipoglikemia terjadi ketika kadar gula darah turun di bawah 70 mg/dL. Saat hal ini terjadi, tubuh kekurangan bahan bakar untuk menjalankan fungsi otot dan otak.

Gejala awal penurunan gula darah biasanya meliputi tubuh gemetar, keringat dingin, pusing, sulit fokus, rasa lapar mendadak, dan pandangan kabur. Jika tidak segera ditangani, kondisi ini bisa berkembang menjadi hipoglikemia yang lebih berat dan bisa terjadi penurunan kesadaran. 

Di dunia olahraga dan di kalangan pelari, terdapat istilah bonking atau hitting the wall, yaitu kondisi ketika cadangan glikogen tubuh hampir habis, sehingga otot dan otak kekurangan bahan bakar. 

Ketika hal ini terjadi, tubuh tidak lagi mampu menghasilkan energi dalam jumlah cukup untuk mempertahankan performa. Akibatnya, pelari merasakan kelelahan ekstrem yang muncul tiba-tiba, bahkan seolah kehilangan kekuatan untuk terus berlari.

Peran CGM (Continuous Glucose Monitoring) bagi Pelari

Continuous Glucose Monitoring (CGM) adalah untuk memantau kadar glukosa secara real-time. CGM menggunakan sensor yang dipasang di bawah kulit, sehingga bisa mengukur kadar gula darah di cairan antar sel atau interstitial fluid

CGM bisa dihubungkan dengan smartphone sehingga data pengukuran bisa langsung dilihat di smartphone.

Bagi pelari, CGM bisa memberikan banyak manfaat, yaitu;

1. Pemantauan Gula Darah Secara Langsung

Dengan CGM, pelari tahu kapan gula darah mulai turun sebelum muncul gejala. Hal ini memungkinkan tindakan cepat seperti mengonsumsi makanan manis, energy bar atau minuman berenergi untuk mencegah penurunan performa.

2. Strategi Carbo Loading yang Lebih Efektif

CGM membantu pelari memastikan kadar gula darah stabil sebelum lomba. Artinya, pelari bisa tahu apakah energi tubuh sudah terisi penuh dan kapan harus carbo loading lagi ketika gula darah mulai turun.

3. Menganalisis Pola Pasca-Latihan

Setelah lari, data dari CGM bisa menunjukkan bagaimana kadar gula darah naik-turun selama aktivitas. Data ini bisa digunakan untuk membantu menyusun strategi pemenuhan gizi dan pemulihan pasca-lari.

Cara Mengatur Agar Gula Darah Tidak Drop Berlebihan Saat Long Run

Menjaga kadar gula darah stabil selama lari panjang membutuhkan strategi yang tepat. Berikut tips yang bisa diterapkan bagi pelari:

1. Perhatikan Asupan Sebelum Lari

Makan 2–3 jam sebelum mulai lari. Konsumsilah sumber karbohidrat kompleks seperti oatmeal, roti gandum, atau nasi merah. Hindari makanan tinggi gula sederhana sesaat sebelum lari karena bisa menyebabkan lonjakan gula darah dan penurunan dengan cepat.

2. Konsumsi Karbohidrat Saat Lari

Untuk lari dengan durasi lebih dari 90 menit, lakukan carbo-loading, misalnya tiap jam atau sesuai kebutuhan. Kamu bisa makan energy bar, minuman isotonik, atau buah seperti pisang.

3. Pantau dengan CGM

Pantau kadar gula darah secara real-time menggunakan CGM. Jika kadar gula mendekati 80–90 mg/dL, segera konsumsi karbohidrat yang dapat diserap dengan cepat untuk mencegah penurunan drastis.

4. Jaga Hidrasi dan Elektrolit

Dehidrasi dapat memperburuk kelelahan dan mengganggu metabolisme glukosa. Minumlah cukup cairan dan elektrolit sebelum dan selama lari.

5. Pemulihan Setelah Lari

Dalam 30 menit setelah selesai lari, konsumsi makanan tinggi karbohidrat dan protein untuk mengembalikan glikogen dan mempercepat pemulihan otot.

Pantau Gula Darah dengan CGM!

Pemantauan gula darah berkelanjutan akan bermanfaat secara optimal jika disertai pendampingan dan edukasi dari tenaga medis yang berpengalaman.

Mulailah memahami pola gula darahmu lebih awal sebelum gejala muncul, cegah komplikasi sedini mungkin, dan nikmati hidup yang lebih sehat, aman, serta terkontrol bersama Primecare Clinic.

Klik tautan ini untuk mengetahui lebih lanjut tentang program manajemen diabetes dan layanan CGM di Primecare Clinic!


2150775193-_1_-1200x800.webp

October 13, 2025 Primecare ClinicDiabetes

Kenaikan kadar gula darah dapat terjadi karena berbagai sebab, baik penyebab yang normal maupun tidak normal. Penyebab kenaikan gula darah karena proses yang normal di antaranya adalah kondisi setelah makan atau setelah melakukan aktivitas fisik tertentu. Setelah makan, kadar gula darah yang meningkat adalah proses alami tubuh yang nantinya akan menurunkan kembali kadar gula darah dengan bantuan hormon insulin. Hal itulah yang tidak terjadi pada penderita diabetes. Bagaimana hal ini dapat terjadi? Mari kita simak jawabannya. 

Kondisi Gula Darah Naik Setelah Makan

Kadar gula darah akan naik setelah makan akibat proses pencernaan di dalam tubuh, terutama ketika mengonsumsi makanan yang mengandung banyak karbohidrat karena tubuh akan memecah makanan tersebut menjadi glukosa. Selanjutnya, sel beta di pankreas akan memproduksi hormon insulin yang membantu glukosa masuk ke dalam sel. Dalam kondisi normal, hal ini dapat mengembalikan kadar gula darah ke angka normal. 

Apakah Gula Darah Naik Setelah Makan Itu Normal? 

Ya, kadar gula darah naik setelah makan adalah hal yang normal. Pada orang yang sehat, kondisi ini akan bertahan selama kurang lebih 1-2 jam yang kemudian akan turun kembali karena aktivitas hormon insulin. 

Namun, pada orang yang memiliki diabetes, ketika 2 jam setelah makan kadar glukosanya sangat mungkin tetap mengalami kenaikan karena kurangnya produksi hormon insulin atau terjadinya resistensi insulin. Hal ini menyebabkan glukosa mengalami kesulitan untuk masuk ke dalam sel yang seharusnya glukosa digunakan sebagai bahan bakar metabolisme di dalam sel sehingga kadar glukosa di dalam darah tidak menurun setelah makan.

Penyebab Gula Darah Naik setelah Makan

1. Mengonsumsi porsi makan yang banyak, terutama karbohidrat yang banyak

Karbohidrat adalah sumber energi utama yang akan dipecah menjadi gula. Mengonsumsi terlalu banyak karbohidrat maka akan tinggi juga glukosa yang akan dihasilkan.

2. Mengonsumsi karbohidrat dengan glikemik indeks yang tinggi.

Glikemik indeks adalah pengukuran seberapa cepat makanan yang mengandung karbohidrat dicerna atau dipecah menjadi gula dan diserap ke dalam darah. Glikemik indeks yang rendah akan menurunkan efek pada peningkatan kadar gula darah.

3. Kurangnya kombinasi makanan lainnya, seperti protein, dan lemak, dan serat 

Protein, dan lemak, dan serat membuat makanan membutuhkan waktu lebih lama untuk memengaruhi kadar gula darah. 

Apakah Gula Darah Naik Setelah Makan Itu Berbahaya? 

Kenaikan gula darah setelah makan adalah hal yang normal terjadi pada orang yang sehat karena nantinya akan kembali turun akibat kerjanya hormon insulin. Namun, jika setelah 2 jam kadar gula darah tidak kunjung turun atau nilainya >140 mg/dL maka hal tersebut menjadi warning sign (peringatan). Jika terjadi hal seperti itu maka segera berkonsultasi dengan dokter. 

Pada orang yang menderita diabetes kenaikan kadar gula darah setelah makan dapat menjadi hal yang normal, tetapi perlu diperhatikan apakah kenaikannya dalam rentang normal atau drastis. Selain itu, perlu diperhatikan kadar gula darah setelah makan pada penderita diabetes. Hal ini penting karena dapat menjadi evaluasi makanan apa saja yang sebaiknya dikonsumsi oleh pasien dan keberhasilan terapi obat antidiabetes.

Cara Mencegah/Mengatasi Gula Darah Naik Berlebihan Setelah Makan

1. Pilih karbohidrat yang memiliki nilai glikemik indeks yang rendah

Contoh makanan dengan kadar glikemik indeks yang rendah adalah oatmeal, smoothies pisang, kacang-kacangan kering.

2. Makan dengan jenis karbohidrat kompleks dan berkualitas

Karbohidrat kompleks dapat mencegah timbulnya puncak glukosa darah yang tinggi setelah makan. Contoh untuk makanan ini adalah sayuran bertepung (jagung, kentang), buah-buahan, biji-bijian utuh, dan susu rendah lemak atau yogurt tawar. 

3. Makan karbohidrat yang dikombinasikan dengan makronutrien lainnya, seperti protein, lemak, dan serat

Dengan mengombinasikan komposisi makanan akan membuat porsi karbohidrat berkurang. 

4. Hindari makanan yang mengandung lemak jenuh

Makanan yang mengandung lemak jenuh dapat menyebabkan kadar glukosa tinggi dalam waktu yang lama. Contoh makanan ini adalah kentang goreng, pizza siap saji. 

5. Mengecek makanan yang dapat memengaruhi kadar gula darah

Sebelum makan dapat melakukan pengecekan gula darah. Setelah itu, minum dengan air yang mengandung 0 kalori. Kemudian 2 jam setelah makan lakukan kembali pengecekan kadar gula darah untuk mengevaluasi makanan apa saja yang dapat meningkatkan kadar gula darah berlebihan. Pengecekan gula darah dapat dilakukan dengan menggunakan blood glucose meter (BGM) atau continuous glucose monitor (CGM). 

6. Lakukan aktivitas fisik setelah makan

Melakukan aktivitas fisik dengan intensitas ringan seperti berjalan kaki dapat menurunkan kadar glukosa darah. 

Jika Gula Darah Naik Signifikan/Drastis Setelah Makan, Kemana Harus Berkonsultasi?

Jika mengalami kadar gula darah meningkat drastis setelah makan atau jika kadar gula darah setelah 2 jam meningkat lebih dari 140 mg/dL maka Anda perlu memeriksakan diri dan berkonsultasi dengan dokter umum atau dokter spesialis penyakit dalam untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. 

Kenapa CGM Jadi Pilihan yang Lebih Efektif untuk Memantau Gula Darah?

Dengan data yang terekam otomatis, CGM membantu dokter memahami pola gula darahmu secara menyeluruh, termasuk waktu-waktu kritis di mana gula darah sering melonjak atau turun drastis.

Manfaat nyata CGM antara lain:
✅ Mendeteksi fluktuasi gula darah lebih cepat sebelum menyebabkan gejala berat.
✅ Membantu dokter memberikan penyesuaian terapi yang tepat waktu.
✅ Membantu kamu mengatur pola makan dan aktivitas fisik dengan lebih bijak.
✅ Mencegah komplikasi serius, seperti hipoglikemia berat, hiperglikemi, hingga kondisi darurat medis.

Dengan kata lain, CGM memberi kamu dan doktermu kendali penuh atas kondisi tubuh, bukan sekadar reaksi setelah gejala muncul.

Menurut dr. Samuel Alexsander, selaku edukator diabetes di Primecare Clinic Tebet, Continuous Glucose Monitoring (CGM) merupakan salah satu inovasi terbaru dalam pemantauan kadar gula darah.

“Kalau dulu, kita hanya bisa mengetahui kadar gula darah lewat pemeriksaan dengan alat tes yang menusuk jari—hasilnya hanya menggambarkan kondisi pada satu waktu tertentu saja, seperti melihat satu potongan kecil dari puzzle besar. Sedangkan dengan CGM, kita dapat memantau kadar gula darah secara real-time dan berkelanjutan hingga 14 hari, sehingga gambaran yang terlihat menjadi jauh lebih utuh,” jelas dr. Samuel.

Ia menambahkan, setiap orang memiliki respons yang berbeda terhadap makanan yang dikonsumsi. “Ada orang yang setelah makan nasi satu piring gula darahnya langsung melonjak, ada juga yang tidak terlalu berubah. Dengan CGM, kita bisa melihat bagaimana tubuh kita sendiri bereaksi terhadap berbagai jenis makanan, aktivitas, atau bahkan stres harian. Dari situ, kita jadi bisa lebih mengenali tubuh sendiri dan mengambil langkah yang lebih tepat untuk menjaga kestabilan gula darah,” tambahnya.

Menariknya, teknologi CGM ini tidak hanya bermanfaat bagi pengidap diabetes, tetapi juga cocok digunakan untuk skrining bagi mereka yang memiliki riwayat atau keturunan diabetes, maupun bagi komunitas dan individu yang antusias menjaga kesehatan. Dengan menggunakan CGM, pengguna bisa mendapatkan pemahaman yang lebih dalam tentang bagaimana gaya hidup dan pola makan memengaruhi kadar gula darah mereka—bahkan sebelum muncul gejala atau diagnosis medis tertentu.

Konsultasi Diabetes di Primecare Clinic

Primecare Clinic menyediakan program manajemen diabetes. Kamu bisa konsultasi dengan dokter spesialis penyakit dalam dan dokter spesialis gizi klinik. Primecare Clinic juga menyediakan CGM untuk memonitor kadar gula darah sepanjang hari tanpa berkali-kali tusuk.

Primecare Clinic menyediakan layanan pemantauan, termasuk CGM dan pengelolaan gula darah bersama dokter spesialis penyakit dalam dan dokter spesialis gizi klinik. Segera periksa dan konsultasikan kadar gula darah sejak dini sebelum gejala muncul. Terdapat dr. Anak Agung Arie Widyastuti, Sp.PD, FINASIM yang merupakan dokter spesialis penyakit dalam dengan spesialisasi penyakit diabetes di Primecare Clinic.

Primecare Clinic menyediakan program manajemen diabetes, termasuk pemantauan CGM, edukasi gizi, dan pendampingan medis yang disesuaikan dengan kebutuhan untuk mencapai tujuan Anda seperti menurunkan HbA1C. Klik tautan ini untuk informasi selengkapnya!


2150766864-_1_.webp

October 13, 2025 Primecare ClinicDiabetes

Padel adalah jenis olahraga yang kini sedang populer di berbagai kalangan masyarakat. Jika dilihat sekilas, padel mirip dengan tenis lapangan tapi lebih ringan dan santai. Meski terlihat seperti permainan ringan, padel sebenarnya membutuhkan kecepatan, koordinasi, dan daya tahan yang tinggi, lho. 

Selama bermain padel, tubuh membutuhkan banyak energi. Sumber energi utama diambil dari glukosa sebagai bahan bakar otot. Karena itu, keseimbangan kadar gula darah menjadi hal yang sangat penting saat olahraga, termasuk padel.

Apa saja manfaat memantau gula darah bagi pemain padel? Simak faktanya berikut! 

Pentingnya Memantau Gula Darah bagi Pemain Padel

Glukosa dari makanan yang mengandung karbohidrat berperan sebagai sumber energi utama bagi otot selama aktivitas fisik. Ketika bermain padel, otot menggunakan glukosa dalam jumlah besar.

Pemantauan gula darah membantu memastikan tubuh memiliki cukup bahan bakar untuk bermain padel. Jika gula darah terlalu rendah, maka berpotensi terjadi hipoglikemia atau kadar gula darah di bawah normal saat bermain padel. Akibatnya, tubuh akan lemas, kelelahan, bahkan pingsan. 

Dengan mengetahui bagaimana kadar glukosa berfluktuasi selama latihan dan pertandingan, pemain padel bisa mengatur asupan karbohidrat, serta strategi latihan dan istirahat dengan lebih tepat.

Potensi Penurunan Gula Darah Ketika Bermain Padel

Selama permainan padel, tubuh bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan energi otot dan otak. Tubuh akan menggunakan glukosa darah dan cadangan gula dalam otot dan hati jika diperlukan. Karena itu, kadar gula darah bisa turun selama bermain padel. 

Bermain padel yang intens dan tidak disertai asupan energi yang cukup bisa menyebabkan penurunan kadar gula darah hingga terjadi hipoglikemia. Gejala hipoglikemia bisa mulai dari yang ringan seperti gemetar, berkeringat, lemas, atau pusing. Bila dibiarkan dan tidak segera ditangani, gula darah akan semakin menurun dan gejala akan memberat bahkan pingsan.

Bahaya Hipoglikemia saat Bermain Padel

Hipoglikemia bukan hanya menurunkan performa, tetapi juga bisa membahayakan keselamatan pemain padel. Saat kadar gula darah turun drastis, otak dan otot akan kekurangan energi. Hal itu menyebabkan gangguan konsentrasi dan gangguan kesehatan. 

Beberapa bahaya hipoglikemia yang perlu diwaspadai:

1. Penurunan performa

Otot tidak mendapatkan energi cukup untuk bermain padel sehingga menyebabkan kelelahan.

2. Cedera

Kelelahan berlebih membuat pemain lebih rentan jatuh dan cedera selama permainan.

3. Risiko Kesehatan

Bila kadar gula turun terlalu rendah bisa menyebabkan kehilangan kesadaran dan kejang.

Oleh karena itu, pemain padel harus cukup makan sebelum bermain untuk menghindari hipoglikemia dan waspada terhadap tanda-tanda awal hipoglikemia.

Peran CGM bagi Pemain Padel

Untuk memantau fluktuasi kadar gula darah selama bermain padel, bisa menggunakan Continuous Glucose Monitoring (CGM). 

CGM bekerja dengan memantau kadar glukosa melalui sensor yang dipasang di bawah kulit. Sensor tersebut mengukur kadar gula darah di cairan antar sel tubuh (interstitial fluid) secara terus-menerus. Dengan begitu, CGM dapat memberikan informasi kadar gula darah sepanjang hari secara real-time. 

Beberapa manfaat CGM bagi pemain padel, yaitu:

1. Pemantauan Gula Darah Secara Real-time

CGM dapat dihubungkan dengan gadget, misalnya HP. Dengan begitu, pemain padel bisa melihat grafik kadar glukosa secara langsung melalui HPnya. 

2. Peringatan Dini

CGM akan mengirimkan notifikasi bila kadar gula terlalu rendah atau terlalu tinggi. Jika gula darah turun saat bermain padel, CGM akan memberikan peringatan. Dengan begitu, kamu bisa mengambil tindakan cepat sebelum gejala muncul.

3. Evaluasi Berkala

Data dari CGM juga digunakan untuk menilai bagaimana fluktuasi kadar gula darah selama bermain padel. Misalnya, beberapa pemain mungkin mengalami penurunan gula darah setelah 30 menit bermain, sementara yang lain lebih stabil. Dengan begitu, kamu bisa menyesuaikan asupan makan dan kapan harus istirahat saat bermain padel. 

Cara Mengatur agar Gula Darah Tidak Drop Berlebihan saat Bermain Padel

Berikut beberapa langkah penting untuk menjaga kadar gula darah agar tidak drop saat bermain padel:

1. Konsumsi Karbohidrat Sebelum Bermain

Konsumsilah makanan yang mengandung karbohidrat kompleks 1–2 jam sebelum bermain. Karbohidrat kompleks tidak menyebabkan gula darah naik dengan cepat, memberikan rasa kenyang lebih lama, dan membantu menyediakan energi yang bertahan lama. Sumber karbohidrat kompleks misalnya oatmeal, nasi merah, atau roti gandum utuh.

2. Isi Ulang Energi Selama Permainan

Jika durasi permainan padel panjang, misalnya lebih dari 60 menit, sempatkan untuk mengisi ulang energi selama permainan. Kamu bisa makan energy bar, buah pisang, dan minum minuman isotonik. 

3. Perhatikan Hidrasi

Dehidrasi dapat memperburuk efek hipoglikemia. Minumlah air atau minuman elektrolit secara teratur sebelum dan selama permainan padel. 

4. Kenali Tanda-tanda Hipoglikemia

Jangan abaikan gejala hipoglikemia seperti gemetar, keringat dingin, pusing, atau jantung berdebar. Segera hentikan permainan dan konsumsi sumber energi seperti jus dan energy bar. 

Opini Dokter tentang CGM

Menurut dr. Samuel Alexsander, selaku edukator diabetes di Primecare Clinic Tebet, Continuous Glucose Monitoring (CGM) merupakan salah satu inovasi terbaru dalam pemantauan kadar gula darah.

“Kalau dulu, kita hanya bisa mengetahui kadar gula darah lewat pemeriksaan dengan alat tes yang menusuk jari—hasilnya hanya menggambarkan kondisi pada satu waktu tertentu saja, seperti melihat satu potongan kecil dari puzzle besar. Sedangkan dengan CGM, kita dapat memantau kadar gula darah secara real-time dan berkelanjutan hingga 14 hari, sehingga gambaran yang terlihat menjadi jauh lebih utuh,” jelas dr. Samuel.

Ia menambahkan, setiap orang memiliki respons yang berbeda terhadap makanan yang dikonsumsi. “Ada orang yang setelah makan nasi satu piring gula darahnya langsung melonjak, ada juga yang tidak terlalu berubah. Dengan CGM, kita bisa melihat bagaimana tubuh kita sendiri bereaksi terhadap berbagai jenis makanan, aktivitas, atau bahkan stres harian. Dari situ, kita jadi bisa lebih mengenali tubuh sendiri dan mengambil langkah yang lebih tepat untuk menjaga kestabilan gula darah,” tambahnya.

Menariknya, teknologi CGM ini tidak hanya bermanfaat bagi pengidap diabetes, tetapi juga cocok digunakan untuk skrining bagi mereka yang memiliki riwayat atau keturunan diabetes, maupun bagi komunitas dan individu yang antusias menjaga kesehatan. Dengan menggunakan CGM, pengguna bisa mendapatkan pemahaman yang lebih dalam tentang bagaimana gaya hidup dan pola makan memengaruhi kadar gula darah mereka—bahkan sebelum muncul gejala atau diagnosis medis tertentu

Dapatkan Pemantauan dan Edukasi CGM di Primecare Clinic

Teknologi canggih seperti CGM akan memberikan hasil maksimal bila disertai edukasi dan pemantauan oleh dokter berpengalaman.
Di Primecare Clinic, kamu bisa mendapatkan layanan lengkap mulai dari pemasangan sensor CGM, edukasi cara membacanya, hingga interpretasi hasil oleh dokter spesialis.

Jadi, jangan tunggu sampai gejala datang. Kenali pola gula darahmu sejak dini, cegah komplikasi sebelum terjadi, dan rasakan hidup yang sehat, aman, terkendali bersama Primecare Clinic. Klik tautan ini untuk informasi selengkapnya seputar program manajemen diabetes dan CGM di Primecare Clinic!


2149303523-1-1200x800.webp

October 10, 2025 Primecare ClinicDiabetes

Makan di luar bisa jadi tantangan bagi penderita diabetes karena menu restoran sering tinggi gula, lemak, dan porsi yang besar. Namun, kamu tetap bisa menikmati waktu makan di luar tanpa khawatir gula darah naik, asalkan punya strategi yang tepat. 

Yuk, simak 7 tips berikut ini agar kadar gula tetap terjaga dan kamu bisa makan dengan nyaman!

1. Batasi Minuman Manis

Minuman manis seperti soda, es teh kemasan, atau jus dengan tambahan gula bisa langsung menaikkan kadar gula darah. Sebaiknya pilih air mineral, infused water, teh tawar, atau kopi tanpa gula.  

Jika ingin rasa manis, kamu bisa minta gula dipisah agar bisa mengontrol jumlahnya, atau gunakan pemanis rendah kalori yang aman untuk penderita diabetes sebagai alternatif.

2. Bijak Memilih Karbohidrat

Restoran biasanya menyajikan nasi putih, roti putih, atau kentang goreng sebagai sumber karbohidrat. Padahal, makanan ini punya indeks glikemik tinggi. Lebih baik pilih alternatif seperti nasi merah, kentang rebus, atau roti gandum jika tersedia. Kalau tidak ada, kendalikan porsinya agar tidak berlebihan.

3. Utamakan Sayuran dan Protein

Isi setengah piringmu dengan sayuran. Pilih lauk berprotein seperti ikan, ayam tanpa kulit, atau tahu dan tempe. Kombinasi protein dan serat dari sayuran membantu mengendalikan kadar gula darah.

4. Hati-hati dengan Konsep All You Can Eat

Restoran all you can eat sering membuat orang sulit mengendalikan porsi makan. Untuk menjaga kadar gula darah tetap stabil, kamu bisa mulai dengan makanan pembuka yang ringan seperti sayuran. 

Pilih lauk yang dipanggang, direbus, atau dikukus karena biasanya lebih rendah lemak dibanding makanan yang digoreng. Selain itu, batasi juga konsumsi makanan tinggi karbohidrat sederhana agar lonjakan gula darah dapat dihindari.

5. Perhatikan Saus dan Dressing

Banyak orang tidak menyadari bahwa saus dan dressing bisa menjadi “jebakan” gula dan kalori tersembunyi. Saus manis, mayones, atau dressing berbasis krim umumnya mengandung gula atau garam dalam jumlah tinggi. Sebaiknya prioritaskan pilihan dressing yang rendah gula, dan tetap konsumsi dalam jumlah secukupnya agar kadar gula darah tetap terkontrol.

6. Kendalikan Porsi 

Di restoran biasa, porsi makanan kadangi lebih besar dari yang dibutuhkan tubuh. Untuk menghindari makan berlebihan, kamu bisa berbagi menu dengan teman, memesan setengah porsi jika tersedia, atau langsung meminta kotak untuk membungkus sebagian makanan sebelum mulai makan. Trik ini bisa membantu mengontrol asupan dan menjaga kadar gula darah tetap stabil.

7. Jangan Malu Bertanya

Tidak ada salahnya bertanya kepada pelayan mengenai cara memasak atau kandungan dalam menu. Misalnya, kamu bisa menanyakan apakah makanan digoreng, mengandung banyak gula, atau bisa disajikan tanpa tambahan saus, minyak, atau bahan tertentu.

Kenapa CGM Jadi Pilihan yang Lebih Efektif untuk Memantau Gula Darah?

Dengan data yang terekam otomatis, CGM membantu dokter memahami pola gula darahmu secara menyeluruh, termasuk waktu-waktu kritis di mana gula darah sering melonjak atau turun drastis.

Manfaat nyata CGM antara lain:
✅ Mendeteksi fluktuasi gula darah lebih cepat sebelum menyebabkan gejala berat.
✅ Membantu dokter memberikan penyesuaian terapi yang tepat waktu.
✅ Membantu kamu mengatur pola makan dan aktivitas fisik dengan lebih bijak.
✅ Mencegah komplikasi serius, seperti hipoglikemia berat, hiperglikemi, hingga kondisi darurat medis.

Dengan kata lain, CGM memberi kamu dan doktermu kendali penuh atas kondisi tubuh, bukan sekadar reaksi setelah gejala muncul.

Menurut dr. Samuel Alexsander, selaku edukator diabetes di Primecare Clinic Tebet, Continuous Glucose Monitoring (CGM) merupakan salah satu inovasi terbaru dalam pemantauan kadar gula darah.

“Kalau dulu, kita hanya bisa mengetahui kadar gula darah lewat pemeriksaan dengan alat tes yang menusuk jari—hasilnya hanya menggambarkan kondisi pada satu waktu tertentu saja, seperti melihat satu potongan kecil dari puzzle besar. Sedangkan dengan CGM, kita dapat memantau kadar gula darah secara real-time dan berkelanjutan hingga 14 hari, sehingga gambaran yang terlihat menjadi jauh lebih utuh,” jelas dr. Samuel.

Ia menambahkan, setiap orang memiliki respons yang berbeda terhadap makanan yang dikonsumsi. “Ada orang yang setelah makan nasi satu piring gula darahnya langsung melonjak, ada juga yang tidak terlalu berubah. Dengan CGM, kita bisa melihat bagaimana tubuh kita sendiri bereaksi terhadap berbagai jenis makanan, aktivitas, atau bahkan stres harian. Dari situ, kita jadi bisa lebih mengenali tubuh sendiri dan mengambil langkah yang lebih tepat untuk menjaga kestabilan gula darah,” tambahnya.

Menariknya, teknologi CGM ini tidak hanya bermanfaat bagi pengidap diabetes, tetapi juga cocok digunakan untuk skrining bagi mereka yang memiliki riwayat atau keturunan diabetes, maupun bagi komunitas dan individu yang antusias menjaga kesehatan. Dengan menggunakan CGM, pengguna bisa mendapatkan pemahaman yang lebih dalam tentang bagaimana gaya hidup dan pola makan memengaruhi kadar gula darah mereka—bahkan sebelum muncul gejala atau diagnosis medis tertentu.

Konsultasi Diabetes di Primecare Clinic

Primecare Clinic menyediakan program manajemen diabetes. Kamu bisa konsultasi dengan dokter spesialis penyakit dalam dan dokter spesialis gizi klinik. Primecare Clinic juga menyediakan CGM untuk memonitor kadar gula darah sepanjang hari tanpa berkali-kali tusuk.

Primecare Clinic menyediakan layanan pemantauan, termasuk CGM dan pengelolaan gula darah bersama dokter spesialis penyakit dalam dan dokter spesialis gizi klinik. Segera periksa dan konsultasikan kadar gula darah sejak dini sebelum gejala muncul. Terdapat dr. Anak Agung Arie Widyastuti, Sp.PD, FINASIM yang merupakan dokter spesialis penyakit dalam dengan spesialisasi penyakit diabetes di Primecare Clinic.

Primecare Clinic menyediakan program manajemen diabetes, termasuk pemantauan CGM, edukasi gizi, dan pendampingan medis yang disesuaikan dengan kebutuhan untuk mencapai tujuan Anda seperti menurunkan HbA1C. Klik tautan ini untuk informasi selengkapnya!


1912-1-1200x800.webp

October 9, 2025 Primecare ClinicDiabetes

Martabak telur sering dianggap lebih aman dibanding martabak manis karena rasanya gurih dan tidak mengandung gula. Namun, bagi penderita diabetes, ada beberapa hal yang tetap perlu diperhatikan sebelum menyantapnya.

Bolehkah Penderita Diabetes Makan Martabak Telur?

Secara umum, martabak telur bukan makanan yang sepenuhnya dilarang. Namun, penderita diabetes tidak disarankan mengonsumsinya secara bebas. 

Adonan kulit martabak terbuat dari tepung terigu yang memiliki indeks glikemik tinggi, sementara proses pengolahannya umumnya menggunakan banyak minyak. Akibatnya, risiko kenaikan gula darah tetap ada, ditambah dengan beban lemak yang cukup besar.

Kandungan Gizi dan Indeks Glikemik Martabak Telur

Martabak telur umumnya dibuat dari beberapa bahan berikut:

1. Tepung Terigu (Kulit Martabak)

Tepung terigu memiliki indeks glikemik sekitar 70, sehingga mudah meningkatkan kadar gula darah, terutama jika dikonsumsi dalam jumlah besar.

2. Telur

Telur merupakan sumber protein hewani yang baik, rendah karbohidrat, dan tidak langsung memengaruhi kadar gula darah.

3. Daging Cincang (Opsional)

Daging cincang bisa menambah asupan protein, namun bisa mengandung lemak jenuh tinggi jika menggunakan daging berlemak.

4. Kondimen Lainnya

Kondimen seperti bawang, daun bawang, dan rempah umumnya aman bagi penderita diabetes.

5. Minyak Goreng atau Margarin

Minyak maupun margarin termasuk dalam bahan makanan dengan indeks glikemik rendah, tetapi tinggi lemak dan kalori.

Dari sisi zat gizi, martabak telur lebih kaya protein dibanding martabak manis. Namun, kombinasi tepung terigu dan minyak membuat beban kalori dan glikemik tetap tinggi jika dikonsumsi berlebihan.

Cara Makan Martabak Telur yang Aman untuk Penderita Diabetes

Supaya tetap bisa menikmati martabak telur tanpa mengganggu kendali gula darah, penderita diabetes bisa menerapkan beberapa langkah berikut:

1. Batasi Porsi

Konsumsi sekitar 1–2 potong kecil saja. Hindari makan satu loyang sekaligus karena bisa menyebabkan lonjakan kalori dan gula darah.

2. Pilih Isian yang Lebih Sehat

Tambahkan lebih banyak sayuran, dan kurangi penggunaan daging berlemak sebagai isian.

3. Gunakan Cara Memasak yang Lebih Baik

Jika membuat sendiri di rumah, gunakan sedikit minyak atau pilih wajan anti lengket untuk mengurangi kandungan lemak.

Kapan Penderita Diabetes Harus ke Dokter?

Jika setelah makan martabak telur kadar gula darah meningkat drastis, sebaiknya segera konsultasikan dengan dokter spesialis penyakit dalam untuk evaluasi lebih lanjut. Selain itu, kamu juga bisa berkonsultasi dengan dokter gizi klinik atau ahli gizi untuk mendapatkan rekomendasi pola makan yang sesuai dengan kondisi tubuh dan kebutuhan sehari-hari.

Kenapa CGM Jadi Pilihan yang Lebih Efektif untuk Memantau Gula Darah?

Dengan data yang terekam otomatis, CGM membantu dokter memahami pola gula darahmu secara menyeluruh, termasuk waktu-waktu kritis di mana gula darah sering melonjak atau turun drastis.

Manfaat nyata CGM antara lain:
✅ Mendeteksi fluktuasi gula darah lebih cepat sebelum menyebabkan gejala berat.
✅ Membantu dokter memberikan penyesuaian terapi yang tepat waktu.
✅ Membantu kamu mengatur pola makan dan aktivitas fisik dengan lebih bijak.
✅ Mencegah komplikasi serius, seperti hipoglikemia berat, hiperglikemi, hingga kondisi darurat medis.

Dengan kata lain, CGM memberi kamu dan doktermu kendali penuh atas kondisi tubuh, bukan sekadar reaksi setelah gejala muncul.

Menurut dr. Samuel Alexsander, selaku edukator diabetes di Primecare Clinic Tebet, Continuous Glucose Monitoring (CGM) merupakan salah satu inovasi terbaru dalam pemantauan kadar gula darah.

“Kalau dulu, kita hanya bisa mengetahui kadar gula darah lewat pemeriksaan dengan alat tes yang menusuk jari—hasilnya hanya menggambarkan kondisi pada satu waktu tertentu saja, seperti melihat satu potongan kecil dari puzzle besar. Sedangkan dengan CGM, kita dapat memantau kadar gula darah secara real-time dan berkelanjutan hingga 14 hari, sehingga gambaran yang terlihat menjadi jauh lebih utuh,” jelas dr. Samuel.

Ia menambahkan, setiap orang memiliki respons yang berbeda terhadap makanan yang dikonsumsi. “Ada orang yang setelah makan nasi satu piring gula darahnya langsung melonjak, ada juga yang tidak terlalu berubah. Dengan CGM, kita bisa melihat bagaimana tubuh kita sendiri bereaksi terhadap berbagai jenis makanan, aktivitas, atau bahkan stres harian. Dari situ, kita jadi bisa lebih mengenali tubuh sendiri dan mengambil langkah yang lebih tepat untuk menjaga kestabilan gula darah,” tambahnya.

Menariknya, teknologi CGM ini tidak hanya bermanfaat bagi pengidap diabetes, tetapi juga cocok digunakan untuk skrining bagi mereka yang memiliki riwayat atau keturunan diabetes, maupun bagi komunitas dan individu yang antusias menjaga kesehatan. Dengan menggunakan CGM, pengguna bisa mendapatkan pemahaman yang lebih dalam tentang bagaimana gaya hidup dan pola makan memengaruhi kadar gula darah mereka—bahkan sebelum muncul gejala atau diagnosis medis tertentu.

Konsultasi Diabetes di Primecare Clinic

Primecare Clinic menyediakan program manajemen diabetes. Kamu bisa konsultasi dengan dokter spesialis penyakit dalam dan dokter spesialis gizi klinik. Primecare Clinic juga menyediakan CGM untuk memonitor kadar gula darah sepanjang hari tanpa berkali-kali tusuk.

Primecare Clinic menyediakan layanan pemantauan, termasuk CGM dan pengelolaan gula darah bersama dokter spesialis penyakit dalam dan dokter spesialis gizi klinik. Segera periksa dan konsultasikan kadar gula darah sejak dini sebelum gejala muncul. Terdapat dr. Anak Agung Arie Widyastuti, Sp.PD, FINASIM yang merupakan dokter spesialis penyakit dalam dengan spesialisasi penyakit diabetes di Primecare Clinic.

Primecare Clinic menyediakan program manajemen diabetes, termasuk pemantauan CGM, edukasi gizi, dan pendampingan medis yang disesuaikan dengan kebutuhan untuk mencapai tujuan Anda seperti menurunkan HbA1C. Klik tautan ini untuk informasi selengkapnya!


Martabak_manis_hanya_ada_di_indonesia.webp

October 9, 2025 Primecare ClinicDiabetes

Martabak manis adalah salah satu jajanan paling populer di Indonesia. Aromanya menggoda, teksturnya lembut, dan topping-nya melimpah. Sayangnya, di balik kenikmatan itu, martabak manis bukanlah pilihan aman bagi penderita diabetes. 

Bolehkan Penderita Diabetes Makan Martabak Manis?

Jawabannya adalah sebaiknya tidak. Martabak manis mengandung karbohidrat sederhana, gula, serta lemak jenuh dalam jumlah tinggi. Kombinasi ini bisa membuat kadar gula darah melonjak tajam dan meningkatkan risiko komplikasi jika dikonsumsi oleh penderita diabetes.

Kandungan Gizi dan Indeks Glikemik Martabak Manis

Martabak manis biasanya dibuat dari tepung terigu, telur, gula pasir, margarin, serta berbagai topping seperti cokelat, meses, keju, dan susu kental manis. Dari sisi gizi, makanan ini sangat tinggi kalori dan gula, tetapi rendah serat serta protein. Hampir semua bahan di dalamnya berkontribusi terhadap kenaikan gula darah yang cepat. Berikut beberapa di antaranya:

  1. Tepung terigu memiliki indeks glikemik tinggi sehingga cepat menaikkan kadar glukosa darah.
  2. Gula pasir, susu kental manis, dan topping manis seperti meses atau cokelat mempercepat lonjakan karena kandungan sukrosanya yang tinggi.
  3. Margarin tidak meningkatkan gula darah secara langsung karena indeks glikemiknya rendah, tetapi tetap menyumbang lemak jenuh yang berisiko bagi kesehatan jantung.

Kombinasi bahan-bahan tersebut membuat beban glikemik martabak manis sangat tinggi, sehingga sebaiknya dihindari oleh penderita diabetes.

Cara Makan Martabak Manis untuk Penderita Diabetes yang Aman

Tidak ada cara aman untuk menikmati martabak manis bagi penderita diabetes. Bahkan dalam porsi kecil sekalipun, lonjakan gula darah tetap berisiko terjadi. Oleh karena itu, martabak manis termasuk makanan yang sebaiknya dihindari penderita diabetes.

Sebagai gantinya, penderita diabetes bisa memilih camilan yang lebih sehat, seperti buah dengan indeks glikemik rendah untuk tetap bisa menikmati rasa manis tanpa membahayakan kesehatan.

Kapan Penderita Diabetes Harus ke Dokter?

Jika kamu penderita diabetes dan mengalami gejala seperti gula darah melonjak tajam setelah mengonsumsi makanan manis, termasuk martabak manis, segera periksakan diri ke dokter spesialis penyakit dalam. Jangan abaikan tanda-tanda seperti tubuh lemas, jantung berdebar, sering merasa haus, atau buang air kecil berlebihan.

Selain itu, konsultasikan juga dengan dokter gizi klinik atau ahli gizi untuk mendapatkan panduan pola makan yang tepat. 

Kenapa CGM Jadi Pilihan yang Lebih Efektif untuk Memantau Gula Darah?

Dengan data yang terekam otomatis, CGM membantu dokter memahami pola gula darahmu secara menyeluruh, termasuk waktu-waktu kritis di mana gula darah sering melonjak atau turun drastis.

Manfaat nyata CGM antara lain:
✅ Mendeteksi fluktuasi gula darah lebih cepat sebelum menyebabkan gejala berat.
✅ Membantu dokter memberikan penyesuaian terapi yang tepat waktu.
✅ Membantu kamu mengatur pola makan dan aktivitas fisik dengan lebih bijak.
✅ Mencegah komplikasi serius, seperti hipoglikemia berat, hiperglikemi, hingga kondisi darurat medis.

Dengan kata lain, CGM memberi kamu dan doktermu kendali penuh atas kondisi tubuh, bukan sekadar reaksi setelah gejala muncul.

Menurut dr. Samuel Alexsander, selaku edukator diabetes di Primecare Clinic Tebet, Continuous Glucose Monitoring (CGM) merupakan salah satu inovasi terbaru dalam pemantauan kadar gula darah.

“Kalau dulu, kita hanya bisa mengetahui kadar gula darah lewat pemeriksaan dengan alat tes yang menusuk jari—hasilnya hanya menggambarkan kondisi pada satu waktu tertentu saja, seperti melihat satu potongan kecil dari puzzle besar. Sedangkan dengan CGM, kita dapat memantau kadar gula darah secara real-time dan berkelanjutan hingga 14 hari, sehingga gambaran yang terlihat menjadi jauh lebih utuh,” jelas dr. Samuel.

Ia menambahkan, setiap orang memiliki respons yang berbeda terhadap makanan yang dikonsumsi. “Ada orang yang setelah makan nasi satu piring gula darahnya langsung melonjak, ada juga yang tidak terlalu berubah. Dengan CGM, kita bisa melihat bagaimana tubuh kita sendiri bereaksi terhadap berbagai jenis makanan, aktivitas, atau bahkan stres harian. Dari situ, kita jadi bisa lebih mengenali tubuh sendiri dan mengambil langkah yang lebih tepat untuk menjaga kestabilan gula darah,” tambahnya.

Menariknya, teknologi CGM ini tidak hanya bermanfaat bagi pengidap diabetes, tetapi juga cocok digunakan untuk skrining bagi mereka yang memiliki riwayat atau keturunan diabetes, maupun bagi komunitas dan individu yang antusias menjaga kesehatan. Dengan menggunakan CGM, pengguna bisa mendapatkan pemahaman yang lebih dalam tentang bagaimana gaya hidup dan pola makan memengaruhi kadar gula darah mereka—bahkan sebelum muncul gejala atau diagnosis medis tertentu.

Konsultasi Diabetes di Primecare Clinic

Primecare Clinic menyediakan program manajemen diabetes. Kamu bisa konsultasi dengan dokter spesialis penyakit dalam dan dokter spesialis gizi klinik. Primecare Clinic juga menyediakan CGM untuk memonitor kadar gula darah sepanjang hari tanpa berkali-kali tusuk.

Primecare Clinic menyediakan layanan pemantauan, termasuk CGM dan pengelolaan gula darah bersama dokter spesialis penyakit dalam dan dokter spesialis gizi klinik. Segera periksa dan konsultasikan kadar gula darah sejak dini sebelum gejala muncul. Terdapat dr. Anak Agung Arie Widyastuti, Sp.PD, FINASIM yang merupakan dokter spesialis penyakit dalam dengan spesialisasi penyakit diabetes di Primecare Clinic.

Primecare Clinic menyediakan program manajemen diabetes, termasuk pemantauan CGM, edukasi gizi, dan pendampingan medis yang disesuaikan dengan kebutuhan untuk mencapai tujuan Anda seperti menurunkan HbA1C. Klik tautan ini untuk informasi selengkapnya!


4-1.jpg

October 9, 2025 Primecare ClinicDiabetes

Tahukah kamu bahwa pemantauan gula darah secara rutin bukan hanya penting bagi penderita diabetes, tapi juga bagi mereka yang memiliki riwayat hiperglikemi (gula darah tinggi) atau hipoglikemi (gula darah rendah)?

Fluktuasi kadar gula darah yang tidak terpantau dapat memicu gejala berbahaya, mulai dari lemas, pusing, keringat dingin, hingga pingsan dan kehilangan kesadaran. Bahkan, dalam kasus tertentu, kadar gula yang ekstrem bisa menyebabkan kondisi gawat darurat yang mengancam nyawa.

Dua Cara Melakukan Pemantauan Gula Darah

1. Pemeriksaan Gula Darah Perifer (Konvensional)

Metode ini menggunakan alat tes tusuk jari (glukometer) untuk mengukur kadar gula darah pada waktu tertentu, seperti sebelum makan, dua jam setelah makan, atau sebelum tidur.
Hasil pemeriksaan perlu dicatat dalam jurnal gula darah harian, agar dokter dapat melihat tren dan menyesuaikan terapi. Namun, cara ini membutuhkan ketekunan tinggi karena waktu pemeriksaannya terbatas dan hasilnya hanya menggambarkan kondisi sesaat.

2. Continuous Glucose Monitoring (CGM)

Teknologi terbaru yang kini semakin direkomendasikan oleh dokter adalah Continuous Glucose Monitoring (CGM). Dengan pemasangan sensor kecil di kulit selama 14 hari, CGM akan memantau kadar gula darah setiap beberapa menit, secara real time dan terhubung langsung dengan ponsel pintar kamu. Artinya, kamu bisa melihat grafik naik-turunnya gula darah sepanjang hari, tanpa perlu repot melakukan tusuk jari berulang kali atau mencatat manual di buku jurnal.

Kenapa CGM Jadi Pilihan yang Lebih Efektif?

Dengan data yang terekam otomatis, CGM membantu dokter memahami pola gula darahmu secara menyeluruh, termasuk waktu-waktu kritis di mana gula darah sering melonjak atau turun drastis.

Manfaat nyata CGM antara lain:
✅ Mendeteksi fluktuasi gula darah lebih cepat sebelum menyebabkan gejala berat.
✅ Membantu dokter memberikan penyesuaian terapi yang tepat waktu.
✅ Membantu kamu mengatur pola makan dan aktivitas fisik dengan lebih bijak.
✅ Mencegah komplikasi serius, seperti hipoglikemia berat, hiperglikemi, hingga kondisi darurat medis.

Dengan kata lain, CGM memberi kamu dan doktermu kendali penuh atas kondisi tubuh, bukan sekadar reaksi setelah gejala muncul.

Menurut dr. Samuel Alexsander, selaku edukator diabetes di Primecare Clinic Tebet, Continuous Glucose Monitoring (CGM) merupakan salah satu inovasi terbaru dalam pemantauan kadar gula darah.

“Kalau dulu, kita hanya bisa mengetahui kadar gula darah lewat pemeriksaan dengan alat tes yang menusuk jari—hasilnya hanya menggambarkan kondisi pada satu waktu tertentu saja, seperti melihat satu potongan kecil dari puzzle besar. Sedangkan dengan CGM, kita dapat memantau kadar gula darah secara real-time dan berkelanjutan hingga 14 hari, sehingga gambaran yang terlihat menjadi jauh lebih utuh,” jelas dr. Samuel.

Ia menambahkan, setiap orang memiliki respons yang berbeda terhadap makanan yang dikonsumsi. “Ada orang yang setelah makan nasi satu piring gula darahnya langsung melonjak, ada juga yang tidak terlalu berubah. Dengan CGM, kita bisa melihat bagaimana tubuh kita sendiri bereaksi terhadap berbagai jenis makanan, aktivitas, atau bahkan stres harian. Dari situ, kita jadi bisa lebih mengenali tubuh sendiri dan mengambil langkah yang lebih tepat untuk menjaga kestabilan gula darah,” tambahnya.

Menariknya, teknologi CGM ini tidak hanya bermanfaat bagi pengidap diabetes, tetapi juga cocok digunakan untuk skrining bagi mereka yang memiliki riwayat atau keturunan diabetes, maupun bagi komunitas dan individu yang antusias menjaga kesehatan. Dengan menggunakan CGM, pengguna bisa mendapatkan pemahaman yang lebih dalam tentang bagaimana gaya hidup dan pola makan memengaruhi kadar gula darah mereka—bahkan sebelum muncul gejala atau diagnosis medis tertentu.

Dapatkan Pemantauan dan Edukasi CGM di Primecare Clinic

Teknologi canggih seperti CGM akan memberikan hasil maksimal bila disertai edukasi dan pemantauan oleh dokter berpengalaman.
Di Primecare Clinic, kamu bisa mendapatkan layanan lengkap mulai dari pemasangan sensor CGM, edukasi cara membacanya, hingga interpretasi hasil oleh dokter spesialis.

Jadi, jangan tunggu sampai gejala datang. Kenali pola gula darahmu sejak dini, cegah komplikasi sebelum terjadi, dan rasakan hidup yang sehat, aman, terkendali bersama Primecare Clinic. Klik tautan ini untuk informasi selengkapnya seputar program manajemen diabetes dan CGM di Primecare Clinic!


3927-_1_.webp

September 26, 2025 Primecare ClinicDiabetes

Meski dikenal sebagai buah rendah kalori, melon tetap menyimpan rasa manis yang bisa membuat penderita diabetes ragu untuk mengonsumsinya. Kekhawatiran ini wajar, sebab melon mengandung gula alami yang tetap bisa berpengaruh pada kadar glukosa darah.

Apakah Penderita Diabetes Boleh Makan Melon?

Jawabannya: boleh, selama porsinya terkontrol. Melon bukan termasuk buah yang dilarang untuk penderita diabetes. Kandungan serat dan airnya cukup tinggi, sehingga bisa membantu memberikan rasa kenyang lebih lama sekaligus menjaga tubuh tetap terhidrasi. 

Buah ini juga rendah kalori, sehingga aman dijadikan sebagai salah satu pilihan camilan. Namun, perlu diingat bahwa melon tetap mengandung gula alami berupa fruktosa. Jika dikonsumsi berlebihan, fruktosa tetap bisa memicu kenaikan kadar gula darah.

Kandungan Gizi dan Indeks Glikemik Melon

Melon merupakan sumber vitamin C, vitamin A, kalium, serta antioksidan yang bermanfaat untuk daya tahan tubuh dan kesehatan jantung. Kandungan airnya yang tinggi juga membantu mencegah dehidrasi.

Dari sisi indeks glikemik, melon memiliki nilai sekitar 65, yang tergolong sedang. Artinya, melon bisa menaikkan kadar gula darah lebih cepat dibandingkan buah dengan indeks glikemik rendah. Meski begitu, beban glikemik melon relatif lebih rendah jika dikonsumsi dalam porsi wajar, sehingga tidak akan langsung memicu lonjakan besar pada gula darah.

Cara Makan Melon yang Aman untuk Penderita Diabetes

Melon bisa tetap dinikmati penderita diabetes asalkan porsinya dijaga dan cara konsumsinya diperhatikan. Berikut beberapa hal yang bisa diperhatikan:

1. Batasi Porsi

Idealnya konsumsi melon sekitar 100–120 gram atau setara 1–2 potong sedang per sekali makan. Porsi kecil membantu menghindari lonjakan gula darah.

2. Utamakan Buah Segar

Pilih melon yang dimakan langsung. Hindari olahan seperti jus melon atau es buah yang diberi tambahan gula, sirup, atau susu kental manis.

3. Atur Waktu Konsumsi

Sebaiknya makan melon dalam porsi kecil sebagai camilan di sela waktu makan. Hindari mengonsumsi dalam jumlah besar sekaligus, terutama setelah makan besar, agar kadar gula darah lebih mudah terkontrol.

Kapan Sebaiknya Penderita Diabetes Berkonsultasi ke Dokter?

Setiap orang dengan diabetes bisa memiliki respon tubuh yang berbeda terhadap konsumsi buah. Jika setelah makan melon kadar gula darah meningkat tajam, tubuh terasa cepat lelah, atau muncul keluhan seperti jantung berdebar, penting untuk segera memeriksakan diri. Konsultasi bisa dilakukan ke dokter spesialis penyakit dalam yang menangani diabetes.

Selain itu, pendampingan dari dokter gizi klinik atau ahli gizi juga sangat membantu untuk menyesuaikan porsi buah dengan kebutuhan tubuh masing-masing.

Kenapa CGM Jadi Pilihan yang Lebih Efektif untuk Memantau Gula Darah?

Dengan data yang terekam otomatis, CGM membantu dokter memahami pola gula darahmu secara menyeluruh, termasuk waktu-waktu kritis di mana gula darah sering melonjak atau turun drastis.

Manfaat nyata CGM antara lain:
✅ Mendeteksi fluktuasi gula darah lebih cepat sebelum menyebabkan gejala berat.
✅ Membantu dokter memberikan penyesuaian terapi yang tepat waktu.
✅ Membantu kamu mengatur pola makan dan aktivitas fisik dengan lebih bijak.
✅ Mencegah komplikasi serius, seperti hipoglikemia berat, hiperglikemi, hingga kondisi darurat medis.

Dengan kata lain, CGM memberi kamu dan doktermu kendali penuh atas kondisi tubuh, bukan sekadar reaksi setelah gejala muncul.

Menurut dr. Samuel Alexsander, selaku edukator diabetes di Primecare Clinic Tebet, Continuous Glucose Monitoring (CGM) merupakan salah satu inovasi terbaru dalam pemantauan kadar gula darah.

“Kalau dulu, kita hanya bisa mengetahui kadar gula darah lewat pemeriksaan dengan alat tes yang menusuk jari—hasilnya hanya menggambarkan kondisi pada satu waktu tertentu saja, seperti melihat satu potongan kecil dari puzzle besar. Sedangkan dengan CGM, kita dapat memantau kadar gula darah secara real-time dan berkelanjutan hingga 14 hari, sehingga gambaran yang terlihat menjadi jauh lebih utuh,” jelas dr. Samuel.

Ia menambahkan, setiap orang memiliki respons yang berbeda terhadap makanan yang dikonsumsi. “Ada orang yang setelah makan nasi satu piring gula darahnya langsung melonjak, ada juga yang tidak terlalu berubah. Dengan CGM, kita bisa melihat bagaimana tubuh kita sendiri bereaksi terhadap berbagai jenis makanan, aktivitas, atau bahkan stres harian. Dari situ, kita jadi bisa lebih mengenali tubuh sendiri dan mengambil langkah yang lebih tepat untuk menjaga kestabilan gula darah,” tambahnya.

Menariknya, teknologi CGM ini tidak hanya bermanfaat bagi pengidap diabetes, tetapi juga cocok digunakan untuk skrining bagi mereka yang memiliki riwayat atau keturunan diabetes, maupun bagi komunitas dan individu yang antusias menjaga kesehatan. Dengan menggunakan CGM, pengguna bisa mendapatkan pemahaman yang lebih dalam tentang bagaimana gaya hidup dan pola makan memengaruhi kadar gula darah mereka—bahkan sebelum muncul gejala atau diagnosis medis tertentu.

Konsultasi Diabetes di Primecare Clinic

Primecare Clinic menyediakan program manajemen diabetes. Kamu bisa konsultasi dengan dokter spesialis penyakit dalam dan dokter spesialis gizi klinik. Primecare Clinic juga menyediakan CGM untuk memonitor kadar gula darah sepanjang hari tanpa berkali-kali tusuk.

Primecare Clinic menyediakan layanan pemantauan, termasuk CGM dan pengelolaan gula darah bersama dokter spesialis penyakit dalam dan dokter spesialis gizi klinik. Segera periksa dan konsultasikan kadar gula darah sejak dini sebelum gejala muncul. Terdapat dr. Anak Agung Arie Widyastuti, Sp.PD, FINASIM yang merupakan dokter spesialis penyakit dalam dengan spesialisasi penyakit diabetes di Primecare Clinic.

Primecare Clinic menyediakan program manajemen diabetes, termasuk pemantauan CGM, edukasi gizi, dan pendampingan medis yang disesuaikan dengan kebutuhan untuk mencapai tujuan Anda seperti menurunkan HbA1C. Klik tautan ini untuk informasi selengkapnya!


571-_1_-1200x800.webp

September 26, 2025 Primecare ClinicDiabetes

Buah musiman seperti rambutan selalu menjadi favorit banyak orang di Indonesia. Teksturnya lembut dengan rasa manis menyegarkan membuat rambutan sulit untuk ditolak, apalagi ketika sedang musim panen. 

Namun, bagi penderita diabetes, keinginan menikmati rambutan sering disertai rasa khawatir. Kandungan gulanya dianggap bisa memicu kenaikan kadar glukosa darah. 

Apakah Penderita Diabetes Boleh Makan Rambutan?

Jawabannya: boleh, asalkan dikonsumsi dalam jumlah yang wajar. Rambutan mengandung gula alami berupa fruktosa dan glukosa yang tetap bisa memengaruhi kadar gula darah. Namun, jika porsinya terkendali, rambutan bisa menjadi camilan buah yang menyegarkan sekaligus menambah asupan vitamin dan mineral.

Kandungan Gizi dan Indeks Glikemik Rambutan

Rambutan kaya akan vitamin C, mangan, zat besi, serta antioksidan yang baik untuk daya tahan tubuh. Serat dalam rambutan juga membantu memperlambat penyerapan gula sehingga kadar glukosa darah lebih stabil.

Dari sisi indeks glikemik, rambutan memiliki nilai sekitar 59, termasuk kategori sedang. Artinya, rambutan tidak secepat gula pasir atau minuman manis dalam meningkatkan kadar gula darah, tetapi tetap perlu dikendalikan konsumsinya. 

Cara Mengonsumsi Rambutan yang Aman bagi Penderita Diabetes

Rambutan tetap bisa dinikmati penderita diabetes selama porsinya terkendali dan cara konsumsinya diperhatikan. Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan:

1. Batasi Porsi

Konsumsi rambutan secukupnya, idealnya 2–3 buah dalam satu waktu, agar gula darah tetap terkendali.

2. Utamakan Buah Segar

Rambutan yang dimakan langsung lebih baik daripada olahan seperti rambutan kalengan atau sirup, karena biasanya mengandung tambahan gula yang bisa memicu lonjakan gula darah.

3. Padukan dengan Makanan Bergizi

Rambutan sebaiknya dimakan setelah menu utama yang mengandung protein dan serat, misalnya lauk seperti ikan, ayam, tempe, atau tahu, ditambah sayuran. Cara ini membantu memperlambat penyerapan glukosa sehingga lonjakan gula darah dapat dicegah.

Kapan Harus ke Dokter?

Jika setelah makan rambutan muncul gejala seperti lonjakan gula darah, tubuh terasa sangat lelah, atau jantung berdebar, segera konsultasikan dengan dokter spesialis penyakit dalam untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Selain itu, penderita diabetes juga disarankan berkonsultasi dengan dokter gizi klinik atau ahli gizi agar mendapat arahan mengenai porsi buah dan pola makan yang sesuai dengan kondisi tubuh masing-masing.

Kenapa CGM Jadi Pilihan yang Lebih Efektif untuk Memantau Gula Darah?

Dengan data yang terekam otomatis, CGM membantu dokter memahami pola gula darahmu secara menyeluruh, termasuk waktu-waktu kritis di mana gula darah sering melonjak atau turun drastis.

Manfaat nyata CGM antara lain:
✅ Mendeteksi fluktuasi gula darah lebih cepat sebelum menyebabkan gejala berat.
✅ Membantu dokter memberikan penyesuaian terapi yang tepat waktu.
✅ Membantu kamu mengatur pola makan dan aktivitas fisik dengan lebih bijak.
✅ Mencegah komplikasi serius, seperti hipoglikemia berat, hiperglikemi, hingga kondisi darurat medis.

Dengan kata lain, CGM memberi kamu dan doktermu kendali penuh atas kondisi tubuh, bukan sekadar reaksi setelah gejala muncul.

Menurut dr. Samuel Alexsander, selaku edukator diabetes di Primecare Clinic Tebet, Continuous Glucose Monitoring (CGM) merupakan salah satu inovasi terbaru dalam pemantauan kadar gula darah.

“Kalau dulu, kita hanya bisa mengetahui kadar gula darah lewat pemeriksaan dengan alat tes yang menusuk jari—hasilnya hanya menggambarkan kondisi pada satu waktu tertentu saja, seperti melihat satu potongan kecil dari puzzle besar. Sedangkan dengan CGM, kita dapat memantau kadar gula darah secara real-time dan berkelanjutan hingga 14 hari, sehingga gambaran yang terlihat menjadi jauh lebih utuh,” jelas dr. Samuel.

Ia menambahkan, setiap orang memiliki respons yang berbeda terhadap makanan yang dikonsumsi. “Ada orang yang setelah makan nasi satu piring gula darahnya langsung melonjak, ada juga yang tidak terlalu berubah. Dengan CGM, kita bisa melihat bagaimana tubuh kita sendiri bereaksi terhadap berbagai jenis makanan, aktivitas, atau bahkan stres harian. Dari situ, kita jadi bisa lebih mengenali tubuh sendiri dan mengambil langkah yang lebih tepat untuk menjaga kestabilan gula darah,” tambahnya.

Menariknya, teknologi CGM ini tidak hanya bermanfaat bagi pengidap diabetes, tetapi juga cocok digunakan untuk skrining bagi mereka yang memiliki riwayat atau keturunan diabetes, maupun bagi komunitas dan individu yang antusias menjaga kesehatan. Dengan menggunakan CGM, pengguna bisa mendapatkan pemahaman yang lebih dalam tentang bagaimana gaya hidup dan pola makan memengaruhi kadar gula darah mereka—bahkan sebelum muncul gejala atau diagnosis medis tertentu.

Konsultasi Diabetes di Primecare Clinic

Primecare Clinic menyediakan program manajemen diabetes. Kamu bisa konsultasi dengan dokter spesialis penyakit dalam dan dokter spesialis gizi klinik. Primecare Clinic juga menyediakan CGM untuk memonitor kadar gula darah sepanjang hari tanpa berkali-kali tusuk.

Primecare Clinic menyediakan layanan pemantauan, termasuk CGM dan pengelolaan gula darah bersama dokter spesialis penyakit dalam dan dokter spesialis gizi klinik. Segera periksa dan konsultasikan kadar gula darah sejak dini sebelum gejala muncul. Terdapat dr. Anak Agung Arie Widyastuti, Sp.PD, FINASIM yang merupakan dokter spesialis penyakit dalam dengan spesialisasi penyakit diabetes di Primecare Clinic.

Primecare Clinic menyediakan program manajemen diabetes, termasuk pemantauan CGM, edukasi gizi, dan pendampingan medis yang disesuaikan dengan kebutuhan untuk mencapai tujuan Anda seperti menurunkan HbA1C. Klik tautan ini untuk informasi selengkapnya!


2150756392-_1_-1200x798.webp

September 25, 2025 Primecare ClinicDiabetes

Mengontrol gula darah pada diabetes tipe 2 seringkali tidak cukup hanya dengan diet dan olahraga. Banyak penderita diabetes yang membutuhkan obat-obatan untuk mengontrol kadar gula darah agar tetap stabil.

Saat ini, pilihan obat diabetes semakin beragam, mulai dari sediaan tablet hingga suntikan. Salah satu obat suntik untuk diabetes adalah ozempic. Obat ini tidak hanya membantu mengendalikan gula darah, tetapi juga dikenal bisa memberi efek tambahan berupa penurunan berat badan. 

Apa itu ozempic, bagaimana cara kerjanya, dan apakah ada efek sampingnya? Cek faktanya di artikel ini! 

Apa itu Ozempic?

Ozempic adalah nama dagang dari obat diabetes yang mengandung bahan aktif semaglutide. Semaglutide termasuk dalam golongan glucagon-like peptide-1 (GLP-1) receptor agonist. Obat ini dikembangkan untuk mengontrol kadar gula darah pada penderita diabetes tipe 2.

Ozempic berbentuk pen suntik sekali pakai yang digunakan secara subkutan (di bawah kulit). Untuk pengobatan diabetes, ozempic hanya digunakan sekali dalam seminggu. 

Penggunaan ozempic harus dengan resep dokter dan dalam pengawasan dokter. Pemakaian ozempic secara sembarangan dan tanpa indikasi yang jelas dapat menimbulkan berbagai efek samping. 

Cara Kerja Ozempic

Ozempic bekerja dengan meniru mekanisme hormon glucagon-like peptide-1 (GLP-1) yang secara alami diproduksi dalam tubuh. Mekanisme kerja ozempic yaitu:

  • Meningkatkan pelepasan insulin dari pankreas ketika gula darah naik setelah makan.
  • Menekan pelepasan glukagon dari hati, sehingga mencegah proses pelecehan glukosa di hati. Dengan begitu peningkatan kadar gula darah berlebih dapat dicegah.
  • Memperlambat pengosongan lambung, sehingga penyerapan glukosa berlangsung lebih lambat. Dengan begitu kadar gula darah tidak melonjak secara cepat. Proses ini juga memberikan rasa kenyang lebih lama karena makanan tertahan di lambung lebih lama. 

Gabungan mekanisme kerja tersebut membantu menjaga kadar gula darah tetap dalam batas normal dan mencegah lonjakan drastis setelah makan. Selain itu, ozempic juga memberi manfaat tambahan bagi pasien yang mengalami kelebihan berat badan, yaitu penurunan berat badan. 

Indikasi Ozempic

Ozempic adalah obat yang diformulasikan untuk mengobati diabetes tipe 2. Biasanya ozempic diresepkan untuk indikasi berikut:

  • Ozempic digunakan untuk mengobati diabetes tipe 2 pasien dewasa (usia 18 tahun ke atas). 
  • Mengontrol kadar gula darah pada pasien diabetes tipe 2, terutama jika diet sehat dan olahraga saja tidak cukup untuk menurunkan kadar gula darah.
  • Menurunkan risiko komplikasi kardiovaskular, seperti serangan jantung dan stroke pada pasien dengan diabetes tipe 2.

Apakah Benar bahwa Ozempic Bisa Menurunkan Berat Badan?

Salah satu hal yang membuat ozempic populer adalah kemampuannya untuk membantu menurunkan berat badan. 

Penelitian menunjukkan bahwa semaglutide dapat memberikan efek penurunan berat badan karena dapat menimbulkan rasa kenyang bertahan lebih lama sehingga porsi makan cenderung berkurang.

Selain itu, ozempic juga berinteraksi dengan reseptor GLP-1 di hypothalamus otak yang mengatur nafsu makan, akibatnya nafsu makan akan berkurang dan meningkatkan rasa kenyang. 

Meski demikian, perlu ditekankan bahwa ozempic bukan obat yang diformulasikan sebagai penurun berat badan atau pelangsing, melainkan obat diabetes. Efek penurunan berat badan hanyalah manfaat tambahan.

Oleh karena itu, penggunaan ozempic untuk tujuan utama menurunkan berat badan tanpa indikasi medis tidak dianjurkan dan harus tetap di bawah pengawasan dokter.

Cara Menggunakan Ozempic

Ozempic diberikan melalui suntikan subkutan dengan langkah-langkah sebagai berikut:

  1. Disuntikkan sekali seminggu, lokasi penyuntikan secara subkutan biasanya di perut, paha depan, atau lengan atas. Pada pemakaian pertama, kamu bisa minta tolong kepada tenaga kesehatan untuk menunjukkan cara menyuntik yang benar. 
  2. Dosis awal biasanya dimulai dari dosis rendah, yaitu mulai dari 0,25 mg sekali seminggu selama 4 minggu. Dosis bisa dinaikkan menjadi 0,5 mg per minggu. Perlu diperhatikan bahwa yang menentukan dosis adalah dokter yang merawat. 
  3. Obat dapat digunakan dengan atau tanpa makanan.
  4. Jika lupa dosis, suntikan bisa dilakukan sesegera mungkin dalam waktu 5 hari setelah dosis terlewat. Jika lebih dari itu, lewati dosis dan lanjutkan sesuai jadwal berikutnya.

Hal yang Perlu Diperhatikan Saat Memakai Ozempic

Ozempic hanya digunakan untuk penderita diabetes tipe 2 dan bukan terapi pilihan pertama. Ozempic hanya digunakan jika perubahan pola hidup dan obat lini pertama tidak cukup memberikan efek yang diharapkan.

Ozempic tidak diperuntukkan bagi pasien diabetes tipe 1 atau pasien yang mengalami ketoasidosis diabetik. 

Penggunaan Ozempic dapat menimbulkan efek samping, yaitu:

  • mual dan muntah
  • diare
  • sembelit
  • penurunan nafsu makan
  • pankreatitis (radang pankreas)
  • reaksi alergi seperti gatal, ruam, hingga sesak napas
  • Masalah pada ginjal
  • Gangguan penglihatan
  • Hipoglikemia

Ozempic harus disimpan sesuai petunjuk, biasanya di lemari pendingin pada suhu 2°C – 8°C dan jangan dibekukan. 

Penggunaan ozempic tetap harus diimbangi dengan menjaga pola makan sehat, olahraga rutin, dan kontrol gula darah. 

Ozempic Bukan Obat Bebas, Konsultasikan dengan Dokter

Ozempic bukan obat bebas dan hanya boleh digunakan dengan resep dokter dan setelah melalui pemeriksaan medis oleh dokter. 

Menggunakan Ozempic tanpa pengawasan bisa berisiko berbahaya. Oleh karena itu, pasien yang ingin menggunakan obat ini harus selalu berkonsultasi dengan tenaga kesehatan terlebih dahulu.

Kenapa CGM Jadi Pilihan yang Lebih Efektif untuk Memantau Gula Darah?

Dengan data yang terekam otomatis, CGM membantu dokter memahami pola gula darahmu secara menyeluruh, termasuk waktu-waktu kritis di mana gula darah sering melonjak atau turun drastis.

Manfaat nyata CGM antara lain:
✅ Mendeteksi fluktuasi gula darah lebih cepat sebelum menyebabkan gejala berat.
✅ Membantu dokter memberikan penyesuaian terapi yang tepat waktu.
✅ Membantu kamu mengatur pola makan dan aktivitas fisik dengan lebih bijak.
✅ Mencegah komplikasi serius, seperti hipoglikemia berat, hiperglikemi, hingga kondisi darurat medis.

Dengan kata lain, CGM memberi kamu dan doktermu kendali penuh atas kondisi tubuh, bukan sekadar reaksi setelah gejala muncul.

Konsultasi Diabetes di Primecare Clinic

Primecare Clinic menyediakan program manajemen diabetes yang bisa membantu Anda untuk menurunkan kadar HbA1C. Kamu bisa konsultasi dengan dokter spesialis penyakit dalam dan spesialis gizi klinik. Primecare Clinic juga menyediakan CGM untuk memonitor kadar gula darah sepanjang hari tanpa berkali-kali tusuk. Klik tautan ini untuk informasi selengkapnya! 


primecare

Jakarta Panglima Polim

Jl. Panglima Polim IX No.16, Kby. Baru, Kota Jakarta Selatan

Jakarta Tebet

Jl. Tebet Barat Dalam II No.46 14, Tebet Barat, Kota Jakarta Selatan

Samarinda

Jl. Muso Salim No.28, Karang Mumus, Kota Samarinda


Copyright by PT. Layanan Medika Pratama 2025. All rights reserved.



Copyright by PT. Layanan Medika Pratama 2025. All rights reserved.