2150756392-_1_-1200x798.webp

September 25, 2025 Primecare ClinicDiabetes

Mengontrol gula darah pada diabetes tipe 2 seringkali tidak cukup hanya dengan diet dan olahraga. Banyak penderita diabetes yang membutuhkan obat-obatan untuk mengontrol kadar gula darah agar tetap stabil.

Saat ini, pilihan obat diabetes semakin beragam, mulai dari sediaan tablet hingga suntikan. Salah satu obat suntik untuk diabetes adalah ozempic. Obat ini tidak hanya membantu mengendalikan gula darah, tetapi juga dikenal bisa memberi efek tambahan berupa penurunan berat badan. 

Apa itu ozempic, bagaimana cara kerjanya, dan apakah ada efek sampingnya? Cek faktanya di artikel ini! 

Apa itu Ozempic?

Ozempic adalah nama dagang dari obat diabetes yang mengandung bahan aktif semaglutide. Semaglutide termasuk dalam golongan glucagon-like peptide-1 (GLP-1) receptor agonist. Obat ini dikembangkan untuk mengontrol kadar gula darah pada penderita diabetes tipe 2.

Ozempic berbentuk pen suntik sekali pakai yang digunakan secara subkutan (di bawah kulit). Untuk pengobatan diabetes, ozempic hanya digunakan sekali dalam seminggu. 

Penggunaan ozempic harus dengan resep dokter dan dalam pengawasan dokter. Pemakaian ozempic secara sembarangan dan tanpa indikasi yang jelas dapat menimbulkan berbagai efek samping. 

Cara Kerja Ozempic

Ozempic bekerja dengan meniru mekanisme hormon glucagon-like peptide-1 (GLP-1) yang secara alami diproduksi dalam tubuh. Mekanisme kerja ozempic yaitu:

  • Meningkatkan pelepasan insulin dari pankreas ketika gula darah naik setelah makan.
  • Menekan pelepasan glukagon dari hati, sehingga mencegah proses pelecehan glukosa di hati. Dengan begitu peningkatan kadar gula darah berlebih dapat dicegah.
  • Memperlambat pengosongan lambung, sehingga penyerapan glukosa berlangsung lebih lambat. Dengan begitu kadar gula darah tidak melonjak secara cepat. Proses ini juga memberikan rasa kenyang lebih lama karena makanan tertahan di lambung lebih lama. 

Gabungan mekanisme kerja tersebut membantu menjaga kadar gula darah tetap dalam batas normal dan mencegah lonjakan drastis setelah makan. Selain itu, ozempic juga memberi manfaat tambahan bagi pasien yang mengalami kelebihan berat badan, yaitu penurunan berat badan. 

Indikasi Ozempic

Ozempic adalah obat yang diformulasikan untuk mengobati diabetes tipe 2. Biasanya ozempic diresepkan untuk indikasi berikut:

  • Ozempic digunakan untuk mengobati diabetes tipe 2 pasien dewasa (usia 18 tahun ke atas). 
  • Mengontrol kadar gula darah pada pasien diabetes tipe 2, terutama jika diet sehat dan olahraga saja tidak cukup untuk menurunkan kadar gula darah.
  • Menurunkan risiko komplikasi kardiovaskular, seperti serangan jantung dan stroke pada pasien dengan diabetes tipe 2.

Apakah Benar bahwa Ozempic Bisa Menurunkan Berat Badan?

Salah satu hal yang membuat ozempic populer adalah kemampuannya untuk membantu menurunkan berat badan. 

Penelitian menunjukkan bahwa semaglutide dapat memberikan efek penurunan berat badan karena dapat menimbulkan rasa kenyang bertahan lebih lama sehingga porsi makan cenderung berkurang.

Selain itu, ozempic juga berinteraksi dengan reseptor GLP-1 di hypothalamus otak yang mengatur nafsu makan, akibatnya nafsu makan akan berkurang dan meningkatkan rasa kenyang. 

Meski demikian, perlu ditekankan bahwa ozempic bukan obat yang diformulasikan sebagai penurun berat badan atau pelangsing, melainkan obat diabetes. Efek penurunan berat badan hanyalah manfaat tambahan.

Oleh karena itu, penggunaan ozempic untuk tujuan utama menurunkan berat badan tanpa indikasi medis tidak dianjurkan dan harus tetap di bawah pengawasan dokter.

Cara Menggunakan Ozempic

Ozempic diberikan melalui suntikan subkutan dengan langkah-langkah sebagai berikut:

  1. Disuntikkan sekali seminggu, lokasi penyuntikan secara subkutan biasanya di perut, paha depan, atau lengan atas. Pada pemakaian pertama, kamu bisa minta tolong kepada tenaga kesehatan untuk menunjukkan cara menyuntik yang benar. 
  2. Dosis awal biasanya dimulai dari dosis rendah, yaitu mulai dari 0,25 mg sekali seminggu selama 4 minggu. Dosis bisa dinaikkan menjadi 0,5 mg per minggu. Perlu diperhatikan bahwa yang menentukan dosis adalah dokter yang merawat. 
  3. Obat dapat digunakan dengan atau tanpa makanan.
  4. Jika lupa dosis, suntikan bisa dilakukan sesegera mungkin dalam waktu 5 hari setelah dosis terlewat. Jika lebih dari itu, lewati dosis dan lanjutkan sesuai jadwal berikutnya.

Hal yang Perlu Diperhatikan Saat Memakai Ozempic

Ozempic hanya digunakan untuk penderita diabetes tipe 2 dan bukan terapi pilihan pertama. Ozempic hanya digunakan jika perubahan pola hidup dan obat lini pertama tidak cukup memberikan efek yang diharapkan.

Ozempic tidak diperuntukkan bagi pasien diabetes tipe 1 atau pasien yang mengalami ketoasidosis diabetik. 

Penggunaan Ozempic dapat menimbulkan efek samping, yaitu:

  • mual dan muntah
  • diare
  • sembelit
  • penurunan nafsu makan
  • pankreatitis (radang pankreas)
  • reaksi alergi seperti gatal, ruam, hingga sesak napas
  • Masalah pada ginjal
  • Gangguan penglihatan
  • Hipoglikemia

Ozempic harus disimpan sesuai petunjuk, biasanya di lemari pendingin pada suhu 2°C – 8°C dan jangan dibekukan. 

Penggunaan ozempic tetap harus diimbangi dengan menjaga pola makan sehat, olahraga rutin, dan kontrol gula darah. 

Ozempic Bukan Obat Bebas, Konsultasikan dengan Dokter

Ozempic bukan obat bebas dan hanya boleh digunakan dengan resep dokter dan setelah melalui pemeriksaan medis oleh dokter. 

Menggunakan Ozempic tanpa pengawasan bisa berisiko berbahaya. Oleh karena itu, pasien yang ingin menggunakan obat ini harus selalu berkonsultasi dengan tenaga kesehatan terlebih dahulu.

Kenapa CGM Jadi Pilihan yang Lebih Efektif untuk Memantau Gula Darah?

Dengan data yang terekam otomatis, CGM membantu dokter memahami pola gula darahmu secara menyeluruh, termasuk waktu-waktu kritis di mana gula darah sering melonjak atau turun drastis.

Manfaat nyata CGM antara lain:
✅ Mendeteksi fluktuasi gula darah lebih cepat sebelum menyebabkan gejala berat.
✅ Membantu dokter memberikan penyesuaian terapi yang tepat waktu.
✅ Membantu kamu mengatur pola makan dan aktivitas fisik dengan lebih bijak.
✅ Mencegah komplikasi serius, seperti hipoglikemia berat, hiperglikemi, hingga kondisi darurat medis.

Dengan kata lain, CGM memberi kamu dan doktermu kendali penuh atas kondisi tubuh, bukan sekadar reaksi setelah gejala muncul.

Konsultasi Diabetes di Primecare Clinic

Primecare Clinic menyediakan program manajemen diabetes yang bisa membantu Anda untuk menurunkan kadar HbA1C. Kamu bisa konsultasi dengan dokter spesialis penyakit dalam dan spesialis gizi klinik. Primecare Clinic juga menyediakan CGM untuk memonitor kadar gula darah sepanjang hari tanpa berkali-kali tusuk. Klik tautan ini untuk informasi selengkapnya! 


2148502945-_1_-1200x801.webp

September 25, 2025 Primecare ClinicDiabetes

Diabetes merupakan salah satu penyakit kronis yang membutuhkan pengelolaan jangka panjang. Pengelolaan diabetes membutuhkan langkah yang konsisten mulai dari perubahan gaya hidup, pola makan sehat dan olahraga. Jika perubahan gaya hidup tidak cukup untuk mengontrol kadar gula darah, maka dokter akan memberikan obat-obatan.

Tujuan utama penggunaan obat diabetes adalah menurunkan gula darah, mencegah komplikasi, serta meningkatkan kualitas hidup pasien. Obat diabetes terdiri dari berbagai jenis, yaitu obat oral yang diminum dan obat suntik seperti insulin atau obat non-insulin yang bekerja dengan mekanisme berbeda. 

Salah satu obat suntik untuk pengobatan diabetes adalah trulicity. Apa itu trulicity, bagaimana cara kerjanya, serta apakah ada efek sampingnya? Simak penjelasannya di artikel ini! 

Apa itu Trulicity?

Trulicity adalah merk atau nama dagang dari dulaglutide. Pada September 2014, Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat menyetujui dulaglutide sebagai terapi tambahan untuk meningkatkan kontrol glikemik pada orang dewasa dengan diabetes tipe 2.

Trulicity berbentuk suntikan dan dapat disuntikkan secara subkutan (di bawah kulit) pada area perut, paha, atau lengan atas. Penggunaan trulicity hanya sekali dalam seminggu.

Obat ini berbeda dengan insulin. Insulin bekerja secara langsung menurunkan gula darah dengan membantu glukosa masuk ke dalam sel. Trulicity bekerja dengan cara meniru hormon alami tubuh yang berperan dalam meningkatkan sekresi insulin. Obat ini dapat dikombinasikan dengan beberapa jenis obat diabetes oral dan insulin.

Cara Kerja Trulicity

Trulicity termasuk dalam golongan GLP-1 (Glucagon-Like Peptide-1) receptor agonist atau incretin mimetic. Incretin adalah hormon peptide yang dihasilkan oleh sistem pencernaan setelah makanan dicerna. Hormon ini merangsang sekresi insulin. Insulin inilah yang menurunkan kadar gula darah dengan cara membantu glukosa masuk ke dalam sel tubuh sebagai sumber energi.

Trulicity juga membantu mengurangi produksi glukagon. Glukagon adalah hormon yang dihasilkan oleh sel alfa pankreas yang berfungsi meningkatkan kadar gula darah. Glukagon bekerja dengan merangsang hati untuk memecah glikogen menjadi glukosa, sehingga kadar gula darah naik. 

Trulicity berperan dalam menghambat pelepasan glukagon. Dengan begitu, proses pemecahan glikogen menjadi glukosa tidak terjadi, sehingga kadar gula darah tidak naik. 

Selain itu, trulicity juga memperlambat pengosongan lambung. Dengan begitu, laju makanan keluar dari lambung akan bertambah lama, sehingga kadar gula darah naik lebih lambat. Proses ini juga memberikan rasa kenyang lebih lama. Efek ini juga membantu sebagian pasien menurunkan berat badan.

Indikasi Trulicity

Trulicity adalah terapi tambahan pada pasien diabetes yang sudah melakukan perubahan gaya hidup, mengatur pola makan, dan olahraga. Namun, trulicity tidak direkomendasikan menjadi terapi lini pertama diabetes. 

Berikut beberapa indikasi trulicity:

  • Terapi diabetes tipe 2 pada pasien berusia 10 tahun ke atas yang kurang berespon terhadap terapi diabetes lini pertama. 
  • Mengendalikan gula darah pada pasien diabetes tipe 2 yang tidak dapat terkontrol hanya dengan pola makan sehat dan olahraga.
  • Mencegah komplikasi kardiovaskular, misalnya serangan jantung atau stroke pada penderita diabetes tipe 2 dengan riwayat penyakit jantung.

Cara Menggunakan Trulicity

Trulicity berbentuk suntikan yang berisi dosis tunggal. Berikut cara penggunaannya:

  • Trulicity diberikan sekali seminggu, usahakan pada hari yang sama untuk konsistensi.
  • Trulicity diberikan melalui suntikan subkutan ke perut, paha, atau lengan atas. Jangan menyuntikkan trulicity ke dalam otot (intramuskular) atau ke dalam vena (intravena). 
  • Dosis awal trulicity adalah 0,75 mg yang diberikan secara dan dapat ditingkatkan menjadi 1,5 mg sekali seminggu untuk kontrol glikemik tambahan. Perlu diingat bahwa yang menentukan dosis adalah dokter yang menangani. 
  • Jika satu dosis terlewat, maka arus diberikan dalam waktu 3 hari setelah dosis terlewat.
  • Hari pemberian mingguan dapat diubah jika perlu, asalkan dosis terakhir diberikan ≥3 hari sebelumnya.
  • Trulicity dapat diberikan dengan atau tanpa makanan.
  • Jangan mencampur trulicity dengan insulin dalam suntikan yang sama. 

Jangan lupa untuk konsultasikan penggunaan obat ini ke dokter terlebih dahulu.

Hal yang Perlu Diperhatikan Saat Menggunakan Trulicity

Seperti obat lain, Trulicity memiliki beberapa hal yang harus diperhatikan agar aman digunakan:

  • Trulicity tidak digunakan pada pasien dengan diabetes tipe 1.
  • Tidak direkomendasikan bagi pasien yang mengalami ketoasidosis diabetik dan penyakit gastrointestinal berat sebelumnya. 
  • Trulicity tidak direkomendasikan sebagai terapi lini pertama bagi pasien yang diabetesnya tidak terkontrol secara memadai dengan diet dan olahraga
  • Penggunaan trulicity dapat menimbulkan beberapa efek samping seperti masalah pencernaan, sakit perut, penurunan nafsu makan, dan kemerahan di area penyuntikan.

Trulicity Bukan Obat Bebas, Konsultasikan dengan Dokter

Penting untuk diingat bahwa trulicity bukan obat bebas yang bisa dibeli dan digunakan sembarangan. Penggunaannya harus melalui resep dokter, dengan pemantauan berkala untuk memastikan keamanan dan efektivitasnya.

Setiap penderita diabetes memiliki kondisi kesehatan yang berbeda, sehingga dosis dan indikasi penggunaan harus diputuskan oleh dokter. Menggunakan trulicity secara sembarangan dapat menimbulkan risiko serius, sehingga wajib konsultasi dengan dokter sebelum menggunakannya dan harus dalam pengawasan dokter. 

Kenapa CGM Jadi Pilihan yang Lebih Efektif untuk Memantau Gula Darah?

Dengan data yang terekam otomatis, CGM membantu dokter memahami pola gula darahmu secara menyeluruh, termasuk waktu-waktu kritis di mana gula darah sering melonjak atau turun drastis.

Manfaat nyata CGM antara lain:
✅ Mendeteksi fluktuasi gula darah lebih cepat sebelum menyebabkan gejala berat.
✅ Membantu dokter memberikan penyesuaian terapi yang tepat waktu.
✅ Membantu kamu mengatur pola makan dan aktivitas fisik dengan lebih bijak.
✅ Mencegah komplikasi serius, seperti hipoglikemia berat, hiperglikemi, hingga kondisi darurat medis.

Dengan kata lain, CGM memberi kamu dan doktermu kendali penuh atas kondisi tubuh, bukan sekadar reaksi setelah gejala muncul.

Konsultasi Diabetes di Primecare Clinic

Primecare Clinic menyediakan program manajemen diabetes yang bisa membantu Anda untuk menurunkan kadar HbA1C. Kamu bisa konsultasi dengan dokter spesialis penyakit dalam dan spesialis gizi klinik. Primecare Clinic juga menyediakan CGM untuk memonitor kadar gula darah sepanjang hari tanpa berkali-kali tusuk.

Primecare Clinic menyediakan layanan pemantauan, termasuk CGM dan pengelolaan gula darah bersama dokter spesialis penyakit dalam dan dokter spesialis gizi klinik. Segera periksa dan konsultasikan kadar gula darah sejak dini sebelum gejala muncul. Terdapat dr. Anak Agung Arie Widyastuti, Sp.PD, FINASIM yang merupakan dokter spesialis penyakit dalam dengan spesialisasi penyakit diabetes di Primecare Clinic.

Primecare Clinic menyediakan program manajemen diabetes, termasuk pemantauan CGM, edukasi gizi, dan pendampingan medis yang disesuaikan dengan kebutuhan untuk mencapai tujuan Anda seperti menurunkan HbA1C. Klik tautan ini untuk informasi selengkapnya! 


3424-1-1200x801.webp

September 24, 2025 Primecare ClinicDiabetes

Pepaya termasuk buah yang mudah ditemui di pasar maupun meja makan rumah. Harganya terjangkau, rasanya manis segar, dan sering dijadikan pencuci mulut setelah makan. 

Namun, karena rasa manis inilah, penderita diabetes kerap merasa ragu untuk menikmatinya. Ada kekhawatiran bahwa pepaya bisa membuat kadar gula darah naik terlalu cepat. 

Apakah Penderita Diabetes boleh Makan Pepaya?

Jawabannya: boleh, asalkan dikonsumsi dalam jumlah yang sesuai dan tidak berlebihan. Pepaya bukan makanan yang dilarang untuk penderita diabetes. 

Kandungan vitamin, mineral, dan seratnya mendukung pola makan sehat, asalkan dikonsumsi dalam porsi yang wajar. Namun, karena pepaya tetap mengandung karbohidrat alami, porsinya perlu dikendalikan agar tidak memicu lonjakan gula darah.

Kandungan Gizi dan Indeks Glikemik Pepaya

Pepaya kaya akan vitamin C, vitamin A, folat, serat, serta antioksidan seperti likopen yang baik untuk kesehatan tubuh. Kandungan seratnya membantu memperlambat penyerapan glukosa sehingga gula darah lebih stabil. 

Dari sisi indeks glikemik, pepaya memiliki nilai sekitar 60, yang tergolong sedang. Artinya, pepaya memang dapat meningkatkan kadar gula darah, tetapi tidak secepat makanan dengan indeks glikemik tinggi. Jika dikonsumsi dengan porsi yang tepat, pepaya masih bisa menjadi bagian dari pola makan sehat penderita diabetes.

Cara Makan Pepaya yang Aman untuk Penderita Diabetes

Agar pepaya tetap memberikan manfaat tanpa menimbulkan lonjakan gula darah, ada beberapa hal yang bisa diperhatikan saat mengonsumsinya:

1. Batasi Porsi

Idealnya, pepaya dikonsumsi sekitar 100-120 gram atau setara 1 mangkuk kecil per sekali makan. Porsi ini cukup untuk mendapatkan manfaat vitamin, mineral, dan serat, tanpa memberi beban berlebihan pada kadar gula darah.

2. Pilih Buah yang Matang Alami

Pepaya yang matang secara alami cenderung memiliki rasa manis yang seimbang dan kandungan gizi optimal..

3. Kombinasikan dengan Sumber Protein atau Lemak Sehat

Mengonsumsi pepaya bersama yogurt tanpa gula, taburan kacang, atau biji chia membantu memperlambat penyerapan glukosa di usus. Kombinasi ini juga membuat rasa kenyang bertahan lebih lama dan membantu menjaga keseimbangan gizi secara keseluruhan.

Kapan Harus Berkonsultasi ke Dokter?

Apabila setelah mengonsumsi pepaya muncul keluhan seperti lonjakan gula darah yang signifikan, rasa cepat lelah, atau sering merasa haus, segera konsultasikan dengan dokter spesialis penyakit dalam. 

Selain itu, penderita diabetes juga bisa berdiskusi dengan dokter gizi klinik atau ahli gizi untuk mendapatkan arahan pola makan yang lebih sesuai dengan kondisi tubuh masing-masing.

Kenapa CGM Jadi Pilihan yang Lebih Efektif untuk Memantau Gula Darah?

Dengan data yang terekam otomatis, CGM membantu dokter memahami pola gula darahmu secara menyeluruh, termasuk waktu-waktu kritis di mana gula darah sering melonjak atau turun drastis.

Manfaat nyata CGM antara lain:
✅ Mendeteksi fluktuasi gula darah lebih cepat sebelum menyebabkan gejala berat.
✅ Membantu dokter memberikan penyesuaian terapi yang tepat waktu.
✅ Membantu kamu mengatur pola makan dan aktivitas fisik dengan lebih bijak.
✅ Mencegah komplikasi serius, seperti hipoglikemia berat, hiperglikemi, hingga kondisi darurat medis.

Dengan kata lain, CGM memberi kamu dan doktermu kendali penuh atas kondisi tubuh, bukan sekadar reaksi setelah gejala muncul.

Menurut dr. Samuel Alexsander, selaku edukator diabetes di Primecare Clinic Tebet, Continuous Glucose Monitoring (CGM) merupakan salah satu inovasi terbaru dalam pemantauan kadar gula darah.

“Kalau dulu, kita hanya bisa mengetahui kadar gula darah lewat pemeriksaan dengan alat tes yang menusuk jari—hasilnya hanya menggambarkan kondisi pada satu waktu tertentu saja, seperti melihat satu potongan kecil dari puzzle besar. Sedangkan dengan CGM, kita dapat memantau kadar gula darah secara real-time dan berkelanjutan hingga 14 hari, sehingga gambaran yang terlihat menjadi jauh lebih utuh,” jelas dr. Samuel.

Ia menambahkan, setiap orang memiliki respons yang berbeda terhadap makanan yang dikonsumsi. “Ada orang yang setelah makan nasi satu piring gula darahnya langsung melonjak, ada juga yang tidak terlalu berubah. Dengan CGM, kita bisa melihat bagaimana tubuh kita sendiri bereaksi terhadap berbagai jenis makanan, aktivitas, atau bahkan stres harian. Dari situ, kita jadi bisa lebih mengenali tubuh sendiri dan mengambil langkah yang lebih tepat untuk menjaga kestabilan gula darah,” tambahnya.

Menariknya, teknologi CGM ini tidak hanya bermanfaat bagi pengidap diabetes, tetapi juga cocok digunakan untuk skrining bagi mereka yang memiliki riwayat atau keturunan diabetes, maupun bagi komunitas dan individu yang antusias menjaga kesehatan. Dengan menggunakan CGM, pengguna bisa mendapatkan pemahaman yang lebih dalam tentang bagaimana gaya hidup dan pola makan memengaruhi kadar gula darah mereka—bahkan sebelum muncul gejala atau diagnosis medis tertentu.

Konsultasi Diabetes di Primecare Clinic

Primecare Clinic menyediakan program manajemen diabetes. Kamu bisa konsultasi dengan dokter spesialis penyakit dalam dan dokter spesialis gizi klinik. Primecare Clinic juga menyediakan CGM untuk memonitor kadar gula darah sepanjang hari tanpa berkali-kali tusuk.

Primecare Clinic menyediakan layanan pemantauan, termasuk CGM dan pengelolaan gula darah bersama dokter spesialis penyakit dalam dan dokter spesialis gizi klinik. Segera periksa dan konsultasikan kadar gula darah sejak dini sebelum gejala muncul. Terdapat dr. Anak Agung Arie Widyastuti, Sp.PD, FINASIM yang merupakan dokter spesialis penyakit dalam dengan spesialisasi penyakit diabetes di Primecare Clinic.

Primecare Clinic menyediakan program manajemen diabetes, termasuk pemantauan CGM, edukasi gizi, dan pendampingan medis yang disesuaikan dengan kebutuhan untuk mencapai tujuan Anda seperti menurunkan HbA1C. Klik tautan ini untuk informasi selengkapnya!


31953-1-1200x800.jpg

September 24, 2025 Primecare ClinicDiabetes

Bagi penderita diabetes, memilih buah sering menimbulkan dilema. Di satu sisi, buah adalah sumber vitamin, mineral, dan serat yang penting. Namun, di sisi lain, rasa manis alami buah membuat banyak yang ragu untuk mengonsumsinya. Salah satunya adalah semangka, buah segar yang sering jadi favorit saat cuaca panas. 

Apakah Penderita Diabetes Boleh Makan Semangka?

Jawabannya: boleh, selama porsinya terkontrol. Semangka mengandung banyak air dan rendah kalori, sehingga bisa membantu menjaga hidrasi tanpa memberi tambahan energi berlebih. Namun, karena tetap mengandung gula alami, pengaturan porsi menjadi kunci agar tidak menimbulkan lonjakan gula darah yang signifikan.

Kandungan Gizi dan Indeks Glikemik Semangka

Semangka kaya akan vitamin C, vitamin A, magnesium, serta likopen yang berperan sebagai antioksidan. Kandungan airnya mencapai lebih dari 90%, sehingga memberi efek segar sekaligus mendukung keseimbangan cairan tubuh.

Tantangannya, semangka memiliki indeks glikemik (IG) tinggi sekitar 75, sehingga bisa meningkatkan gula darah dengan cepat bila dimakan terlalu banyak. Oleh karena itu, perlu diperhatikan porsinya agar tetap aman dikonsumsi. 

Cara Makan Semangka yang Aman untuk Penderita Diabetes

Agar tetap aman dan menyehatkan, beberapa hal ini bisa diperhatikan pnderita diabetes ketika mengonsumsi semangka:

1. Batasi Porsi

Konsumsi semangka sekitar 100–150 gram (setara 1 potong segitiga ukuran sedang) per sekali makan agar tidak memicu lonjakan gula darah.

2. Pilih Semangka Segar 

Hindari jus semangka dengan gula tambahan atau olahan manis berbahan dasar semangka karena bisa meningkatkan kadar gula darah lebih cepat.

3. Perhatikan Waktu Konsumsi

Semangka sebaiknya dikonsumsi di antara waktu makan atau sebagai camilan sore hari. Hindari makan dalam jumlah banyak saat perut kosong di pagi hari atau menjelang tidur, karena bisa memengaruhi kestabilan gula darah.

Kapan Harus ke Dokter?

Jika setelah makan semangka muncul gejala seperti lonjakan gula darah, rasa lelah berlebihan, atau jantung berdebar, segera konsultasikan dengan dokter spesialis penyakit dalam untuk evaluasi lebih lanjut.

Selain itu, penderita diabetes juga dianjurkan untuk berkonsultasi rutin dengan dokter gizi klinik atau ahli gizi agar mendapatkan panduan pola makan yang sesuai dengan kondisi tubuh, termasuk pengaturan porsi buah dalam menu harian.

Kenapa CGM Jadi Pilihan yang Lebih Efektif untuk Memantau Gula Darah?

Dengan data yang terekam otomatis, CGM membantu dokter memahami pola gula darahmu secara menyeluruh, termasuk waktu-waktu kritis di mana gula darah sering melonjak atau turun drastis.

Manfaat nyata CGM antara lain:
✅ Mendeteksi fluktuasi gula darah lebih cepat sebelum menyebabkan gejala berat.
✅ Membantu dokter memberikan penyesuaian terapi yang tepat waktu.
✅ Membantu kamu mengatur pola makan dan aktivitas fisik dengan lebih bijak.
✅ Mencegah komplikasi serius, seperti hipoglikemia berat, hiperglikemi, hingga kondisi darurat medis.

Dengan kata lain, CGM memberi kamu dan doktermu kendali penuh atas kondisi tubuh, bukan sekadar reaksi setelah gejala muncul.

Menurut dr. Samuel Alexsander, selaku edukator diabetes di Primecare Clinic Tebet, Continuous Glucose Monitoring (CGM) merupakan salah satu inovasi terbaru dalam pemantauan kadar gula darah.

“Kalau dulu, kita hanya bisa mengetahui kadar gula darah lewat pemeriksaan dengan alat tes yang menusuk jari—hasilnya hanya menggambarkan kondisi pada satu waktu tertentu saja, seperti melihat satu potongan kecil dari puzzle besar. Sedangkan dengan CGM, kita dapat memantau kadar gula darah secara real-time dan berkelanjutan hingga 14 hari, sehingga gambaran yang terlihat menjadi jauh lebih utuh,” jelas dr. Samuel.

Ia menambahkan, setiap orang memiliki respons yang berbeda terhadap makanan yang dikonsumsi. “Ada orang yang setelah makan nasi satu piring gula darahnya langsung melonjak, ada juga yang tidak terlalu berubah. Dengan CGM, kita bisa melihat bagaimana tubuh kita sendiri bereaksi terhadap berbagai jenis makanan, aktivitas, atau bahkan stres harian. Dari situ, kita jadi bisa lebih mengenali tubuh sendiri dan mengambil langkah yang lebih tepat untuk menjaga kestabilan gula darah,” tambahnya.

Menariknya, teknologi CGM ini tidak hanya bermanfaat bagi pengidap diabetes, tetapi juga cocok digunakan untuk skrining bagi mereka yang memiliki riwayat atau keturunan diabetes, maupun bagi komunitas dan individu yang antusias menjaga kesehatan. Dengan menggunakan CGM, pengguna bisa mendapatkan pemahaman yang lebih dalam tentang bagaimana gaya hidup dan pola makan memengaruhi kadar gula darah mereka—bahkan sebelum muncul gejala atau diagnosis medis tertentu.

Konsultasi Diabetes di Primecare Clinic

Primecare Clinic menyediakan program manajemen diabetes. Kamu bisa konsultasi dengan dokter spesialis penyakit dalam dan dokter spesialis gizi klinik. Primecare Clinic juga menyediakan CGM untuk memonitor kadar gula darah sepanjang hari tanpa berkali-kali tusuk.

Primecare Clinic menyediakan layanan pemantauan, termasuk CGM dan pengelolaan gula darah bersama dokter spesialis penyakit dalam dan dokter spesialis gizi klinik. Segera periksa dan konsultasikan kadar gula darah sejak dini sebelum gejala muncul. Terdapat dr. Anak Agung Arie Widyastuti, Sp.PD, FINASIM yang merupakan dokter spesialis penyakit dalam dengan spesialisasi penyakit diabetes di Primecare Clinic.

Primecare Clinic menyediakan program manajemen diabetes, termasuk pemantauan CGM, edukasi gizi, dan pendampingan medis yang disesuaikan dengan kebutuhan untuk mencapai tujuan Anda seperti menurunkan HbA1C. Klik tautan ini untuk informasi selengkapnya!


2151526884-1-1200x800.webp

September 24, 2025 Primecare ClinicDiabetes

Air kelapa muda sering dipilih untuk melepas dahaga karena rasanya segar dan alami. Banyak orang menganggap minuman ini sehat, bahkan lebih baik dibanding minuman manis kemasan. Namun, bagi penderita diabetes, sensasi segar tersebut kerap disertai rasa khawatir. 

Apakah Penderita Diabetes Boleh Minum Air Kelapa Muda?

Penderita diabetes tetap boleh mengonsumsi air kelapa muda, asalkan dengan jumlah terbatas. Air kelapa mengandung gula alami berupa glukosa dan fruktosa yang bisa meningkatkan kadar gula darah bila diminum berlebihan. 

Namun, dibandingkan minuman manis kemasan, air kelapa masih lebih baik karena selain rasa manisnya alami, juga mengandung elektrolit yang bermanfaat untuk tubuh.

Kandungan Gizi dan Indeks Glikemik Air Kelapa Muda

Air kelapa muda mengandung berbagai elektrolit penting, seperti kalium, natrium, magnesium, serta sejumlah kecil vitamin C. Kandungan ini membantu menjaga hidrasi tubuh dan menyeimbangkan cairan, terutama setelah beraktivitas.

Hingga saat ini, angka pasti indeks glikemik air kelapa muda memang belum tersedia. Meski begitu, berbagai literatur menyebutkan bahwa air kelapa muda memiliki beban glikemik rendah hingga sedang, sehingga gula di dalamnya diserap tubuh lebih perlahan dan tidak langsung memicu lonjakan gula darah tajam. 

Kondisi ini membuat air kelapa muda dapat menjadi alternatif minuman yang lebih ramah bagi kadar gula darah dibandingkan minuman manis lain. Namun, penderita diabetes tetap perlu membatasi jumlah konsumsinya agar asupan gula tetap terkendali.

Cara Minum Air Kelapa Muda yang Aman untuk Penderita Diabetes

Air kelapa muda bisa tetap menjadi pilihan minuman menyegarkan bagi penderita diabetes, asalkan dikonsumsi dengan cara yang tepat. Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan:

1. Batasi Porsi

Idealnya cukup 1 gelas (150–200 ml) sekali minum, dan tidak dikonsumsi setiap hari. Batasan ini membantu mencegah asupan gula alami dari air kelapa berlebihan dan tetap menjaga kadar gula darah stabil.

2. Hindari Tambahan Pemanis

Hindari menambahkan gula pasir, sirup, atau susu kental manis. Air kelapa muda sebenarnya sudah memiliki rasa manis alami, sehingga tidak memerlukan tambahan apa pun.

3. Perhatikan Waktu Konsumsi

Konsumsi air kelapa muda sebaiknya tidak bersamaan dengan makanan utama yang tinggi karbohidrat, karena bisa meningkatkan total asupan gula. Lebih baik diminum sebagai selingan di antara waktu makan.

4. Seimbangkan dengan Pola Makan Sehat

Jadikan air kelapa muda hanya sebagai variasi minuman alami, bukan pengganti air putih. Tetap utamakan air putih sebagai sumber hidrasi utama, dan kombinasikan dengan konsumsi buah tinggi serat untuk mendukung keseimbangan gula darah.

Kapan Harus Berkonsultasi ke Dokter?

Apabila setelah minum air kelapa muda muncul keluhan seperti lonjakan gula darah, rasa cepat lelah, atau jantung berdebar, sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter spesialis penyakit dalam. Selain itu, konsultasi bersama dokter gizi klinik atau ahli gizi juga penting untuk mendapatkan arahan pola makan yang lebih tepat dan sesuai dengan kondisi tubuh.

Kenapa CGM Jadi Pilihan yang Lebih Efektif untuk Memantau Gula Darah?

Dengan data yang terekam otomatis, CGM membantu dokter memahami pola gula darahmu secara menyeluruh, termasuk waktu-waktu kritis di mana gula darah sering melonjak atau turun drastis.

Manfaat nyata CGM antara lain:
✅ Mendeteksi fluktuasi gula darah lebih cepat sebelum menyebabkan gejala berat.
✅ Membantu dokter memberikan penyesuaian terapi yang tepat waktu.
✅ Membantu kamu mengatur pola makan dan aktivitas fisik dengan lebih bijak.
✅ Mencegah komplikasi serius, seperti hipoglikemia berat, hiperglikemi, hingga kondisi darurat medis.

Dengan kata lain, CGM memberi kamu dan doktermu kendali penuh atas kondisi tubuh, bukan sekadar reaksi setelah gejala muncul.

Menurut dr. Samuel Alexsander, selaku edukator diabetes di Primecare Clinic Tebet, Continuous Glucose Monitoring (CGM) merupakan salah satu inovasi terbaru dalam pemantauan kadar gula darah.

“Kalau dulu, kita hanya bisa mengetahui kadar gula darah lewat pemeriksaan dengan alat tes yang menusuk jari—hasilnya hanya menggambarkan kondisi pada satu waktu tertentu saja, seperti melihat satu potongan kecil dari puzzle besar. Sedangkan dengan CGM, kita dapat memantau kadar gula darah secara real-time dan berkelanjutan hingga 14 hari, sehingga gambaran yang terlihat menjadi jauh lebih utuh,” jelas dr. Samuel.

Ia menambahkan, setiap orang memiliki respons yang berbeda terhadap makanan yang dikonsumsi. “Ada orang yang setelah makan nasi satu piring gula darahnya langsung melonjak, ada juga yang tidak terlalu berubah. Dengan CGM, kita bisa melihat bagaimana tubuh kita sendiri bereaksi terhadap berbagai jenis makanan, aktivitas, atau bahkan stres harian. Dari situ, kita jadi bisa lebih mengenali tubuh sendiri dan mengambil langkah yang lebih tepat untuk menjaga kestabilan gula darah,” tambahnya.

Menariknya, teknologi CGM ini tidak hanya bermanfaat bagi pengidap diabetes, tetapi juga cocok digunakan untuk skrining bagi mereka yang memiliki riwayat atau keturunan diabetes, maupun bagi komunitas dan individu yang antusias menjaga kesehatan. Dengan menggunakan CGM, pengguna bisa mendapatkan pemahaman yang lebih dalam tentang bagaimana gaya hidup dan pola makan memengaruhi kadar gula darah mereka—bahkan sebelum muncul gejala atau diagnosis medis tertentu.

Konsultasi Diabetes di Primecare Clinic

Primecare Clinic menyediakan program manajemen diabetes. Kamu bisa konsultasi dengan dokter spesialis penyakit dalam dan dokter spesialis gizi klinik. Primecare Clinic juga menyediakan CGM untuk memonitor kadar gula darah sepanjang hari tanpa berkali-kali tusuk.

Primecare Clinic menyediakan layanan pemantauan, termasuk CGM dan pengelolaan gula darah bersama dokter spesialis penyakit dalam dan dokter spesialis gizi klinik. Segera periksa dan konsultasikan kadar gula darah sejak dini sebelum gejala muncul. Terdapat dr. Anak Agung Arie Widyastuti, Sp.PD, FINASIM yang merupakan dokter spesialis penyakit dalam dengan spesialisasi penyakit diabetes di Primecare Clinic.

Primecare Clinic menyediakan program manajemen diabetes, termasuk pemantauan CGM, edukasi gizi, dan pendampingan medis yang disesuaikan dengan kebutuhan untuk mencapai tujuan Anda seperti menurunkan HbA1C. Klik tautan ini untuk informasi selengkapnya!


7823-_1_-1200x800.webp

September 23, 2025 Primecare ClinicDiabetes

Diabetes melitus atau yang lebih sering disebut sebagai diabetes, merupakan penyakit metabolik yang ditandai dengan meningkatnya kadar gula darah. Diabetes semakin banyak ditemukan di masyarakat, seiring dengan gaya hidup yang kurang sehat. 

Data penelitian menunjukkan bahwa beban diabetes di Indonesia terus meningkat. Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 mencatat prevalensi diabetes melitus pada penduduk usia dewasa adalah sebesar 11,7%. Indonesia menjadi negara dengan jumlah penderita diabetes terbanyak ke-5 di dunia. 

Sementara itu, menurut International Diabetes Federation (IDF), prevalensi diabetes pada orang dewasa Indonesia diperkirakan mencapai 11,3% pada tahun 2024, yaitu sebanyak 19,5 juta. Jumlah ini diperkirakan akan meningkat menjadi 28,6 pada tahun 2045 jika tidak segera ditangani dengan tepat. 

Penelitian juga menunjukkan bahwa pria lebih banyak menderita diabetes dibanding wanita, di seluruh dunia, diperkirakan penderita diabetes 17,7 juta lebih banyak pria daripada wanita. Jadi, apakah pria lebih berisiko terkena diabetes? Berikut faktanya! 

Apakah Pria Berisiko Lebih Tinggi untuk Terkena Diabetes?

Beberapa penelitian epidemiologi menunjukkan bahwa pria cenderung lebih mudah mengalami diabetes tipe 2 dibandingkan wanita pada usia yang sama. Bahkan, pria sering mendapat diagnosis diabetes pada indeks massa tubuh (IMT) yang lebih rendah dibandingkan wanita.

Hal tersebut diperkirakan berhubungan dengan gaya hidup pria yang cenderung lebih berisiko, seperti merokok, konsumsi alkohol, serta kurang memperhatikan pola makan dan olahraga, yang memperparah kemungkinan terkena diabetes.

Namun, penting untuk dipahami bahwa wanita juga berisiko tinggi, terutama setelah memasuki masa menopause dan saat kehamilan. Perubahan hormonal pada wanita dapat meningkatkan resistensi insulin. Jadi, meskipun pria lebih rentan secara umum, wanita tetap harus waspada.

Mengapa Pria Lebih Berisiko untuk Kena Diabetes?

Ada beberapa faktor utama yang membuat pria lebih rentan terhadap diabetes, antara lain:

1. Distribusi Lemak Tubuh

Pria cenderung menyimpan lemak di area perut atau yang disebut sebagai lemak visceral. Lemak visceral ini berhubungan erat dengan meningkatnya resistensi insulin, yaitu kondisi ketika sel tubuh tidak merespons insulin dengan baik. Sebaliknya, wanita lebih banyak menyimpan lemak di bawah kulit (subkutan) yang relatif tidak terlalu berbahaya dibanding lemak visceral.

2. Faktor Hormon

Hormon testosteron yang dominan pada pria memiliki kaitan dengan meningkatnya sekresi insulin dan mencegah inflamasi atau peradangan. Penurunan kadar testosteron pada pria usia lanjut dapat meningkatkan risiko diabetes.

Sementara itu, hormon estrogen pada wanita terbukti memiliki efek dalam meningkatkan sensitivitas insulin, sekresi insulin, serta mengurangi kematian sel beta pankreas. Oleh karena itu, risiko diabetes akan meningkat pada wanita yang memasuki masa menopause.

3. Gaya Hidup

Gaya hidup tidak sehat juga menjadi faktor risiko diabetes. Sedentary lifestyle atau gaya hidup yang kurang gerak dapat meningkatkan risiko terjadinya diabetes. Pada pria, gaya hidup ini bisa menyebabkan obesitas, terutama obesitas sentral.

Merokok juga menjadi faktor risiko diabetes dan komplikasi diabetes, misalnya penyakit kardiovaskular. Laporan Global Adult Tobacco Survey (GATS) Indonesia tahun 2021 menunjukkan bahwa 34,5% orang dewasa atau 70,2 juta orang menggunakan tembakau. Persentase penggunaan tembakau pada laki-laki adalah 65,5% dan pada perempuan 3,3%. Hal ini meningkatkan risiko diabetes pada pria.

4. Genetik dan Faktor Lingkungan

Selain perbedaan biologis, faktor genetik dan lingkungan juga berpengaruh. Jika ada riwayat keluarga dengan diabetes, pria biasanya menunjukkan gejala lebih cepat dibanding wanita.

Selain itu, faktor lingkungan seperti tekanan pekerjaan, kurang tidur, serta stres kronis dapat meningkatkan risiko diabetes, dan hal ini lebih sering dialami oleh pria yang bekerja dengan tingkat stres yang lebih tinggi.

Cara Mencegah Diabetes bagi Pria

Meskipun risiko pria lebih tinggi, bukan berarti diabetes tidak bisa dicegah. Ada banyak langkah yang bisa dilakukan untuk menurunkan risiko, di antaranya:

1. Menjaga Berat Badan Ideal

Penumpukan lemak di perut atau obesitas sentral (perut buncit), merupakan salah satu faktor risiko utama diabetes pada pria. Menjaga berat badan ideal melalui pola makan sehat dan olahraga teratur sangat penting untuk menekan risiko diabetes. 

2. Pola Makan Seimbang

Pria perlu membatasi makanan tinggi gula sederhana dan lemak jenuh, serta memperbanyak konsumsi serat dari sayuran, buah, dan biji-bijian. Mengatur porsi makan dengan prinsip “isi piringku” dari Kementerian Kesehatan bisa menjadi panduan praktis untuk pola makan seimbang.

3. Olahraga Rutin

Aktivitas fisik seperti jalan cepat, jogging, bersepeda, atau latihan kekuatan dapat meningkatkan sensitivitas insulin dan membantu mengontrol berat badan. Rekomendasi minimal adalah 150 menit olahraga intensitas sedang per minggu. 

4. Mengelola Stres dan Tidur Cukup

Stres kronis dan kurang tidur terbukti meningkatkan kadar hormon kortisol yang berhubungan dengan resistensi insulin. Oleh karena itu, penting bagi pria untuk menjaga keseimbangan antara pekerjaan, istirahat, dan aktivitas relaksasi.

5. Pemeriksaan Rutin

Pemeriksaan gula darah rutin sangat dianjurkan, terutama bagi yang memiliki riwayat keluarga diabetes atau faktor risiko lain. Pemeriksaan HbA1C juga dapat memberikan gambaran kadar gula darah dalam jangka panjang.

Anda juga bisa memeriksa gula darah secara real time dengan teknologi CGM.

Kenapa CGM Jadi Pilihan yang Lebih Efektif untuk Memantau Gula Darah?

Dengan data yang terekam otomatis, CGM membantu dokter memahami pola gula darahmu secara menyeluruh, termasuk waktu-waktu kritis di mana gula darah sering melonjak atau turun drastis.

Manfaat nyata CGM antara lain:
✅ Mendeteksi fluktuasi gula darah lebih cepat sebelum menyebabkan gejala berat.
✅ Membantu dokter memberikan penyesuaian terapi yang tepat waktu.
✅ Membantu kamu mengatur pola makan dan aktivitas fisik dengan lebih bijak.
✅ Mencegah komplikasi serius, seperti hipoglikemia berat, hiperglikemi, hingga kondisi darurat medis.

Dengan kata lain, CGM memberi kamu dan doktermu kendali penuh atas kondisi tubuh, bukan sekadar reaksi setelah gejala muncul.

Menurut dr. Samuel Alexsander, selaku edukator diabetes di Primecare Clinic Tebet, Continuous Glucose Monitoring (CGM) merupakan salah satu inovasi terbaru dalam pemantauan kadar gula darah.

“Kalau dulu, kita hanya bisa mengetahui kadar gula darah lewat pemeriksaan dengan alat tes yang menusuk jari—hasilnya hanya menggambarkan kondisi pada satu waktu tertentu saja, seperti melihat satu potongan kecil dari puzzle besar. Sedangkan dengan CGM, kita dapat memantau kadar gula darah secara real-time dan berkelanjutan hingga 14 hari, sehingga gambaran yang terlihat menjadi jauh lebih utuh,” jelas dr. Samuel.

Ia menambahkan, setiap orang memiliki respons yang berbeda terhadap makanan yang dikonsumsi. “Ada orang yang setelah makan nasi satu piring gula darahnya langsung melonjak, ada juga yang tidak terlalu berubah. Dengan CGM, kita bisa melihat bagaimana tubuh kita sendiri bereaksi terhadap berbagai jenis makanan, aktivitas, atau bahkan stres harian. Dari situ, kita jadi bisa lebih mengenali tubuh sendiri dan mengambil langkah yang lebih tepat untuk menjaga kestabilan gula darah,” tambahnya.

Menariknya, teknologi CGM ini tidak hanya bermanfaat bagi pengidap diabetes, tetapi juga cocok digunakan untuk skrining bagi mereka yang memiliki riwayat atau keturunan diabetes, maupun bagi komunitas dan individu yang antusias menjaga kesehatan. Dengan menggunakan CGM, pengguna bisa mendapatkan pemahaman yang lebih dalam tentang bagaimana gaya hidup dan pola makan memengaruhi kadar gula darah mereka—bahkan sebelum muncul gejala atau diagnosis medis tertentu.

Konsultasi Diabetes di Primecare Clinic

Primecare Clinic menyediakan program manajemen diabetes. Kamu bisa konsultasi dengan dokter spesialis penyakit dalam dan dokter spesialis gizi klinik. Primecare Clinic juga menyediakan CGM untuk memonitor kadar gula darah sepanjang hari tanpa berkali-kali tusuk.

Primecare Clinic menyediakan layanan pemantauan, termasuk CGM dan pengelolaan gula darah bersama dokter spesialis penyakit dalam dan dokter spesialis gizi klinik. Segera periksa dan konsultasikan kadar gula darah sejak dini sebelum gejala muncul. Terdapat dr. Anak Agung Arie Widyastuti, Sp.PD, FINASIM yang merupakan dokter spesialis penyakit dalam dengan spesialisasi penyakit diabetes di Primecare Clinic.

Primecare Clinic menyediakan program manajemen diabetes, termasuk pemantauan CGM, edukasi gizi, dan pendampingan medis yang disesuaikan dengan kebutuhan untuk mencapai tujuan Anda seperti menurunkan HbA1C. Klik tautan ini untuk informasi selengkapnya! 


12253-1-1200x800.webp

September 22, 2025 Primecare ClinicDiabetes

Daging kambing sering hadir di berbagai hidangan khas, terutama saat perayaan atau acara keluarga. Rasanya yang gurih membuat banyak orang sulit menolaknya, termasuk penderita diabetes. Meski begitu, konsumsi daging kambing tetap perlu diperhatikan karena kandungan lemak jenuhnya bisa berdampak pada kesehatan bila tidak dikendalikan dengan baik.

Apakah Penderita Diabetes Boleh Makan Daging Kambing?

Jawabannya, boleh saja. Daging kambing tidak mengandung karbohidrat, sehingga tidak langsung menaikkan kadar gula darah. Kandungan utamanya berupa protein dan lemak. Meski begitu, konsumsi tetap perlu dikendalikan karena kadar lemak jenuh dalam daging kambing cukup tinggi dan bisa memengaruhi kesehatan jantung maupun metabolisme bila dimakan berlebihan.

Kandungan Gizi dan Indeks Glikemik Daging Kambing

Daging kambing kaya akan protein, zat besi, vitamin B12, serta zinc yang bermanfaat untuk pembentukan sel darah merah dan menjaga daya tahan tubuh. 

Dari sisi indeks glikemik (IG), daging kambing memiliki nilai 0 karena tidak mengandung karbohidrat. Artinya, daging ini tidak menyebabkan lonjakan gula darah. Namun, yang perlu diperhatikan adalah kandungan lemak jenuhnya. Jika dikonsumsi berlebihan, lemak jenuh bisa meningkatkan risiko resistensi insulin dan memperburuk kondisi diabetes.

Cara Aman Makan Daging Kambing untuk Penderita Diabetes

Penderita diabetes sebaiknya mengikuti beberapa tips berikut saat mengonsumsi daging kambing:

1. Batasi Konsumsi

Daging kambing sebaiknya tidak dimakan terlalu sering agar asupan lemak dan kolesterol tetap terkendali.

2. Pilih Bagian yang Rendah Lemak

Pilih bagian dengan sedikit lemak dan singkirkan lapisan lemak yang menempel sebelum dimasak.

3. Perhatikan Cara Memasak

Hidangan populer seperti sate kambing, gulai, atau tongseng biasanya tinggi lemak karena menggunakan santan, minyak, atau bumbu manis. Sebisa mungkin pilih cara masak lebih sehat, seperti dipanggang atau direbus.

4. Padukan dengan Sayuran Berserat Tinggi

Supaya menu lebih seimbang, tambahkan banyak sayuran seperti lalapan, tumis sayur, atau sup bening. Serat membantu mengontrol kadar gula darah sekaligus menyeimbangkan asupan lemak dari daging kambing.

Kapan Harus Berkonsultasi ke Dokter?

Segera temui dokter spesialis penyakit dalam jika setelah mengonsumsi daging kambing muncul gejala seperti kadar gula darah meningkat, kolesterol sulit terkontrol, atau tekanan darah cenderung naik.

Selain itu, penderita diabetes juga bisa berdiskusi dengan dokter gizi klinik maupun ahli gizi. Konsultasi ini bermanfaat untuk mendapatkan arahan lebih rinci terkait pola makan, termasuk cara aman mengatur konsumsi daging kambing sesuai kebutuhan tubuh masing-masing.

Kenapa CGM Jadi Pilihan yang Lebih Efektif untuk Memantau Gula Darah?

Dengan data yang terekam otomatis, CGM membantu dokter memahami pola gula darahmu secara menyeluruh, termasuk waktu-waktu kritis di mana gula darah sering melonjak atau turun drastis.

Manfaat nyata CGM antara lain:
✅ Mendeteksi fluktuasi gula darah lebih cepat sebelum menyebabkan gejala berat.
✅ Membantu dokter memberikan penyesuaian terapi yang tepat waktu.
✅ Membantu kamu mengatur pola makan dan aktivitas fisik dengan lebih bijak.
✅ Mencegah komplikasi serius, seperti hipoglikemia berat, hiperglikemi, hingga kondisi darurat medis.

Dengan kata lain, CGM memberi kamu dan doktermu kendali penuh atas kondisi tubuh, bukan sekadar reaksi setelah gejala muncul.

Menurut dr. Samuel Alexsander, selaku edukator diabetes di Primecare Clinic Tebet, Continuous Glucose Monitoring (CGM) merupakan salah satu inovasi terbaru dalam pemantauan kadar gula darah.

“Kalau dulu, kita hanya bisa mengetahui kadar gula darah lewat pemeriksaan dengan alat tes yang menusuk jari—hasilnya hanya menggambarkan kondisi pada satu waktu tertentu saja, seperti melihat satu potongan kecil dari puzzle besar. Sedangkan dengan CGM, kita dapat memantau kadar gula darah secara real-time dan berkelanjutan hingga 14 hari, sehingga gambaran yang terlihat menjadi jauh lebih utuh,” jelas dr. Samuel.

Ia menambahkan, setiap orang memiliki respons yang berbeda terhadap makanan yang dikonsumsi. “Ada orang yang setelah makan nasi satu piring gula darahnya langsung melonjak, ada juga yang tidak terlalu berubah. Dengan CGM, kita bisa melihat bagaimana tubuh kita sendiri bereaksi terhadap berbagai jenis makanan, aktivitas, atau bahkan stres harian. Dari situ, kita jadi bisa lebih mengenali tubuh sendiri dan mengambil langkah yang lebih tepat untuk menjaga kestabilan gula darah,” tambahnya.

Menariknya, teknologi CGM ini tidak hanya bermanfaat bagi pengidap diabetes, tetapi juga cocok digunakan untuk skrining bagi mereka yang memiliki riwayat atau keturunan diabetes, maupun bagi komunitas dan individu yang antusias menjaga kesehatan. Dengan menggunakan CGM, pengguna bisa mendapatkan pemahaman yang lebih dalam tentang bagaimana gaya hidup dan pola makan memengaruhi kadar gula darah mereka—bahkan sebelum muncul gejala atau diagnosis medis tertentu.

Konsultasi Diabetes di Primecare Clinic

Primecare Clinic menyediakan program manajemen diabetes. Kamu bisa konsultasi dengan dokter spesialis penyakit dalam dan dokter spesialis gizi klinik. Primecare Clinic juga menyediakan CGM untuk memonitor kadar gula darah sepanjang hari tanpa berkali-kali tusuk.

Primecare Clinic menyediakan layanan pemantauan, termasuk CGM dan pengelolaan gula darah bersama dokter spesialis penyakit dalam dan dokter spesialis gizi klinik. Segera periksa dan konsultasikan kadar gula darah sejak dini sebelum gejala muncul. Terdapat dr. Anak Agung Arie Widyastuti, Sp.PD, FINASIM yang merupakan dokter spesialis penyakit dalam dengan spesialisasi penyakit diabetes di Primecare Clinic.

Primecare Clinic menyediakan program manajemen diabetes, termasuk pemantauan CGM, edukasi gizi, dan pendampingan medis yang disesuaikan dengan kebutuhan untuk mencapai tujuan Anda seperti menurunkan HbA1C. Klik tautan ini untuk informasi selengkapnya!


135690-1-1200x798.webp

September 22, 2025 Primecare ClinicDiabetes

Kadar gula darah merupakan salah satu indikator penting dalam menjaga kesehatan tubuh. Saat kadar gula darah terlalu tinggi, kondisi ini dikenal sebagai hiperglikemia. Kadar gula darah tinggi menjadi tanda penyakit diabetes.

Kadar gula darah tinggi yang dibiarkan tanpa penanganan dapat memicu berbagai komplikasi serius, mulai dari kerusakan pembuluh darah, kerusakan saraf, hingga gangguan jantung dan ginjal. Oleh karena itu, menjaga kadar gula darah agar tetap dalam batas normal adalah langkah penting untuk mencegah diabetes dan komplikasinya.

Lalu, bagaimana cara menurunkan kadar gula darah dengan sehat? Simak penjelasannya di artikel ini, ya! 

Apa Itu Kadar Gula Darah?

Kadar gula darah adalah jumlah gula atau glukosa yang terdapat dalam darah. Glukosa berasal dari makanan yang kita konsumsi, terutama karbohidrat. Glukosa adalah sumber energi utama bagi tubuh.

Setelah mengonsumsi makanan yang mengandung glukosa, kadar gula darah akan naik. Normalnya, glukosa dalam darah akan diserap masuk ke sel-sel tubuh untuk dimetabolisme menjadi energi. 

Proses penyerapan glukosa dari darah ke sel tubuh melibatkan hormon insulin yang dihasilkan oleh pankreas. Jika produksi hormon insulin terganggu atau terjadi resistensi insulin, maka penyerapan glukosa ke dalam sel akan terganggu. 

Akibatnya, glukosa tidak bisa masuk ke dalam sel tubuh dan tetap berada di aliran darah. Dengan demikian, kadar gula darah akan semakin tinggi dan menjadi penyakit diabetes. 

Kadar Gula Darah Normal

Klasifikasi kadar gula darah tergantung pada waktu pemeriksaannya, yaitu pemeriksaan saat puasa minimal 8 jam tanpa asupan kalori dan pemeriksaan sewaktu atau 2 jam setelah makan. Berdasarkan Perkumpulan Endokrinologi Indonesia (PERKENI) 2021, berikut kriteria kadar gula darah:

 

Gula Darah Puasa

(mg/dL)

Gula Darah 2 Jam Setelah Makan
Normal70-9970-139
Prediabetes100-125140-199
Diabetes126 ke atas200 ke atas

 

Cara Menurunkan Kadar Gula Darah dengan Sehat

Jika kadar gula darah tinggi, maka harus diturunkan secara bertahap dengan melibatkan perubahan gaya hidup sehat. Berikut cara menurunkan kadar gula darah dengan sehat:

1. Mengatur Pola Makan

Pola makan yang dianjurkan adalah pola makan dengan gizi seimbang, sesuai dengan kebutuhan kalori dan zat gizi masing-masing. Konsumsi sumber karbohidrat kompleks yang berserat tinggi seperti beras merah, oat, jagung, kentang, dan ubi.

Untuk sumber protein, pilih protein baik seperti ikan, udang, daging tanpa lemak, kacang-kacangan, tahu, dan tempe. Batasi konsumsi pemanis tambahan dan makanan olahan.

2. Rutin Berolahraga

Aktivitas fisik membantu otot menggunakan glukosa sebagai energi sehingga menurunkan kadar gula darah. Olahraga juga dapat meningkatkan sensitivitas insulin.

Olahraga aerobik intensitas sedang seperti jogging, bersepeda, dan berenang selama 30-45 menit sudah cukup memberi manfaat. Lakukan olahraga 3-5 kali per minggu untuk mendapatkan hasil yang lebih optimal. 

3. Mengelola Stres

Stres dapat meningkatkan hormon kortisol yang memengaruhi kadar gula darah. Mengelola stres dapat membantu menjaga kadar gula darah agar tidak naik. Kamu bisa melakukan meditasi, yoga, dan relaksasi untuk mengurangi stres. Jangan lupa untuk tidur cukup, karena kurang tidur juga dapat meningkatkan produksi hormon stres. 

4. Konsultasi dengan Dokter

Jika sudah melakukan perubahan gaya hidup sehat tetapi kadar gula darah masih tinggi, maka kamu harus konsultasi dengan dokter. Dokter mungkin akan memberikan obat-obatan menyesuaikan dengan kadar gula darah dan kondisi medis secara keseluruhan. 

Jika mendapat obat-obatan dari dokter, konsumsilah sesuai dengan anjuran, jangan mengurangi atau menambah dosis obat tanpa konsultasi terlebih dahulu.

Berapa Penurunan Gula Darah yang Normal?

Menurut pedoman Perkumpulan Endokrinologi Indonesia tahun 2024, target penurunan gula darah atau target glikemik bersifat perorangan dengan mempertimbangkan usia, komplikasi kardiovaskuler, adanya penyakit penyerta, serta riwayat hipoglikemia.

Jika kondisi pasien tidak hamil dan tidak berisiko terjadi hipoglikemia, maka target penurunan gula darah adalah mencapai:

  • Gula darah puasa: 80-130 mg/dL
  • Gula darah 1-2 jam setelah makan: kurang dari 180 mg/dL.

Dengan demikian dokter akan menentukan target penurunan gula darah setelah menilai dan memeriksa kondisi pasien secara keseluruhan.

Kapan Harus Menurunkan Gula Darah dan Kapan Sebaiknya Tidak Menurunkan Gula Darah? 

Penderita diabetes atau seseorang yang mengalami hiperglikemia harus menurunkan dan mengontrol kadar gula darahnya agar dalam batas yang normal. Namun, target penurunan gula darah harus ditentukan sesuai dengan kondisi medis dan diperiksa oleh dokter. Pasalnya, jika kondisi hiperglikemia dibiarkan saja, maka bisa menyebabkan berbagai komplikasi. 

Namun, ada kondisi tertentu di mana seseorang tidak disarankan untuk menurunkan gula darah, yaitu

  • Jika kadar gula darah sudah normal 
  • Jika kadar gula darah mendekati batas rendah atau hipoglikemia (<80 mg/dL).
  • Pada orang dengan kondisi tertentu, misalnya lansia dengan penyakit penyerta dan komplikasi, maka target gula darah sebaiknya ditentukan oleh dokter yang merawat untuk menghindari risiko hipoglikemia. 

Kapan Harus Cek Gula Darah?

Frekuensi cek gula darah bisa berbeda tergantung kondisi masing-masing orang.

Untuk orang sehat tanpa diabetes, bisa cek gula darah setidaknya setahun sekali sebagai langkah pencegahan, terutama jika berusia di atas 35 tahun atau memiliki faktor risiko seperti kelebihan berat badan, riwayat keluarga diabetes, dan gaya hidup tidak sehat. 

Penderita diabetes perlu memeriksa gula darah lebih sering untuk memantau pengobatan. Untuk frekuensi pemantauannya ditentukan secara individu bersama dengan tenaga kesehatan, bisa tiap satu minggu atau satu bulan. Dengan pemantauan rutin, risiko komplikasi bisa ditekan sejak dini.

Anda juga bisa memakai CGM agar bisa memantau/mengecek gula darah secara real time.

Kenapa CGM Jadi Pilihan yang Lebih Efektif untuk Memantau Gula Darah?

Dengan data yang terekam otomatis, CGM membantu dokter memahami pola gula darahmu secara menyeluruh, termasuk waktu-waktu kritis di mana gula darah sering melonjak atau turun drastis.

Manfaat nyata CGM antara lain:
✅ Mendeteksi fluktuasi gula darah lebih cepat sebelum menyebabkan gejala berat.
✅ Membantu dokter memberikan penyesuaian terapi yang tepat waktu.
✅ Membantu kamu mengatur pola makan dan aktivitas fisik dengan lebih bijak.
✅ Mencegah komplikasi serius, seperti hipoglikemia berat, hiperglikemi, hingga kondisi darurat medis.

Dengan kata lain, CGM memberi kamu dan doktermu kendali penuh atas kondisi tubuh, bukan sekadar reaksi setelah gejala muncul.

Menurut dr. Samuel Alexsander, selaku edukator diabetes di Primecare Clinic Tebet, Continuous Glucose Monitoring (CGM) merupakan salah satu inovasi terbaru dalam pemantauan kadar gula darah.

“Kalau dulu, kita hanya bisa mengetahui kadar gula darah lewat pemeriksaan dengan alat tes yang menusuk jari—hasilnya hanya menggambarkan kondisi pada satu waktu tertentu saja, seperti melihat satu potongan kecil dari puzzle besar. Sedangkan dengan CGM, kita dapat memantau kadar gula darah secara real-time dan berkelanjutan hingga 14 hari, sehingga gambaran yang terlihat menjadi jauh lebih utuh,” jelas dr. Samuel.

Ia menambahkan, setiap orang memiliki respons yang berbeda terhadap makanan yang dikonsumsi. “Ada orang yang setelah makan nasi satu piring gula darahnya langsung melonjak, ada juga yang tidak terlalu berubah. Dengan CGM, kita bisa melihat bagaimana tubuh kita sendiri bereaksi terhadap berbagai jenis makanan, aktivitas, atau bahkan stres harian. Dari situ, kita jadi bisa lebih mengenali tubuh sendiri dan mengambil langkah yang lebih tepat untuk menjaga kestabilan gula darah,” tambahnya.

Menariknya, teknologi CGM ini tidak hanya bermanfaat bagi pengidap diabetes, tetapi juga cocok digunakan untuk skrining bagi mereka yang memiliki riwayat atau keturunan diabetes, maupun bagi komunitas dan individu yang antusias menjaga kesehatan. Dengan menggunakan CGM, pengguna bisa mendapatkan pemahaman yang lebih dalam tentang bagaimana gaya hidup dan pola makan memengaruhi kadar gula darah mereka—bahkan sebelum muncul gejala atau diagnosis medis tertentu.

Konsultasi Diabetes di Primecare Clinic

Primecare Clinic menyediakan program manajemen diabetes. Kamu bisa konsultasi dengan dokter spesialis penyakit dalam dan spesialis gizi klinik. Primecare Clinic juga menyediakan CGM untuk memonitor kadar gula darah sepanjang hari tanpa berkali-kali tusuk.

Primecare Clinic menyediakan layanan pemantauan, termasuk CGM dan pengelolaan gula darah bersama dokter spesialis penyakit dalam dan dokter spesialis gizi klinik. Segera periksa dan konsultasikan kadar gula darah sejak dini sebelum gejala muncul. Terdapat dr. Anak Agung Arie Widyastuti, Sp.PD, FINASIM yang merupakan dokter spesialis penyakit dalam dengan spesialisasi penyakit diabetes di Primecare Clinic.

Primecare Clinic menyediakan program manajemen diabetes, termasuk pemantauan CGM, edukasi gizi, dan pendampingan medis yang disesuaikan dengan kebutuhan untuk mencapai tujuan Anda seperti menurunkan HbA1C. Klik tautan ini untuk informasi selengkapnya!


46994-_1_-1200x800.webp

September 22, 2025 Primecare ClinicDiabetes

Daging sapi sudah lama menjadi bagian penting dalam pola makan. Rasanya gurih dan mudah diolah membuatnya sering dijadikan menu sehari-hari maupun hidangan istimewa. 

Namun bagi penderita diabetes, kenikmatan ini sering disertai rasa khawatir. Kandungan lemak jenuh di dalam daging sapi dianggap dapat meningkatkan risiko kesehatan.

Bolehkah Penderita Diabetes Makan Daging Sapi?

Jawabannya: boleh, selama dikonsumsi dalam jumlah yang sesuai dan dengan cara pengolahan yang sehat. 

Daging sapi bukan sumber karbohidrat, sehingga tidak langsung memengaruhi kadar gula darah. Meski begitu, beberapa bagian daging mengandung lemak jenuh cukup tinggi, terutama jika dipilih dari potongan berlemak atau dimasak dengan banyak minyak. Lemak jenuh berlebih ini yang dapat meningkatkan risiko penyakit jantung yang memang rentan dialami penderita diabetes.

Kandungan Gizi dan Indeks Glikemik Daging Sapi

Daging sapi mengandung protein berkualitas tinggi, zat besi, seng, vitamin B12, serta asam amino esensial yang dibutuhkan tubuh. Protein berperan penting dalam menjaga massa otot, yang bermanfaat untuk metabolisme dan pengendalian gula darah.

Menariknya, daging sapi memiliki indeks glikemik (IG) nol karena hampir tidak mengandung karbohidrat. Artinya, konsumsi daging sapi tidak langsung menyebabkan lonjakan gula darah. Namun, tetap perlu memperhatikan beban glikemik (BG) secara keseluruhan, karena daging sapi biasanya disantap bersama makanan tinggi karbohidrat seperti nasi, mie, atau saus yang rasanya manis.

Cara Makan Daging Sapi yang Aman untuk Penderita Diabetes

Supaya daging sapi tetap aman bagi penderita diabetes, perhatikan beberapa hal berikut:

1. Pilih Bagian Rendah Lemak

Utamakan potongan seperti has luar, has dalam, atau sengkel. Hindari potongan yang banyak lemaknya serta jeroan karena kandungan lemak jenuhnya lebih tinggi.

2. Batasi Porsi

Konsumsi daging sapi cukup 2–3 kali per minggu. Satu porsi idealnya sekitar 75–100 gram daging matang agar tidak berlebihan dan tetap seimbang dengan sumber protein lain.

3. Gunakan Metode Masak yang Sehat

Cara pengolahan berpengaruh besar terhadap nilai gizi. Pilih metode merebus, memanggang, atau menumis dengan sedikit minyak. Hindari menggoreng berulang dan penggunaan santan.

4. Lengkapi dengan Sayuran Berserat Tinggi

Tambahkan sayuran dalam setiap sajian untuk meningkatkan asupan serat. Serat membantu memperlambat penyerapan glukosa sehingga kadar gula darah lebih stabil.

5. Perhatikan Lauk Pendamping

Lonjakan gula darah seringnya lebih disebabkan oleh karbohidrat dari nasi, mie, atau saus manis, bukan dari daging sapinya. Pastikan lauk pendamping tetap seimbang agar asupan harian lebih terkontrol.

Kapan Perlu ke Dokter?

Meskipun daging sapi bisa menjadi bagian dari pola makan sehat penderita diabetes, ada kondisi yang perlu diwaspadai. 

Jika setelah mengonsumsi makanan berlemak muncul keluhan seperti nyeri dada, cepat lelah, atau gangguan pencernaan, sebaiknya segera konsultasi dengan dokter spesialis penyakit dalam. Selain itu, bisa juga untuk konsultasi dengan dokter gizi klinik atau ahli gizi untuk mendapatkan pola makan sesuai kebutuhan tubuh.

Kenapa CGM Jadi Pilihan yang Lebih Efektif untuk Memantau Gula Darah?

Dengan data yang terekam otomatis, CGM membantu dokter memahami pola gula darahmu secara menyeluruh, termasuk waktu-waktu kritis di mana gula darah sering melonjak atau turun drastis.

Manfaat nyata CGM antara lain:
✅ Mendeteksi fluktuasi gula darah lebih cepat sebelum menyebabkan gejala berat.
✅ Membantu dokter memberikan penyesuaian terapi yang tepat waktu.
✅ Membantu kamu mengatur pola makan dan aktivitas fisik dengan lebih bijak.
✅ Mencegah komplikasi serius, seperti hipoglikemia berat, hiperglikemi, hingga kondisi darurat medis.

Dengan kata lain, CGM memberi kamu dan doktermu kendali penuh atas kondisi tubuh, bukan sekadar reaksi setelah gejala muncul.

Menurut dr. Samuel Alexsander, selaku edukator diabetes di Primecare Clinic Tebet, Continuous Glucose Monitoring (CGM) merupakan salah satu inovasi terbaru dalam pemantauan kadar gula darah.

“Kalau dulu, kita hanya bisa mengetahui kadar gula darah lewat pemeriksaan dengan alat tes yang menusuk jari—hasilnya hanya menggambarkan kondisi pada satu waktu tertentu saja, seperti melihat satu potongan kecil dari puzzle besar. Sedangkan dengan CGM, kita dapat memantau kadar gula darah secara real-time dan berkelanjutan hingga 14 hari, sehingga gambaran yang terlihat menjadi jauh lebih utuh,” jelas dr. Samuel.

Ia menambahkan, setiap orang memiliki respons yang berbeda terhadap makanan yang dikonsumsi. “Ada orang yang setelah makan nasi satu piring gula darahnya langsung melonjak, ada juga yang tidak terlalu berubah. Dengan CGM, kita bisa melihat bagaimana tubuh kita sendiri bereaksi terhadap berbagai jenis makanan, aktivitas, atau bahkan stres harian. Dari situ, kita jadi bisa lebih mengenali tubuh sendiri dan mengambil langkah yang lebih tepat untuk menjaga kestabilan gula darah,” tambahnya.

Menariknya, teknologi CGM ini tidak hanya bermanfaat bagi pengidap diabetes, tetapi juga cocok digunakan untuk skrining bagi mereka yang memiliki riwayat atau keturunan diabetes, maupun bagi komunitas dan individu yang antusias menjaga kesehatan. Dengan menggunakan CGM, pengguna bisa mendapatkan pemahaman yang lebih dalam tentang bagaimana gaya hidup dan pola makan memengaruhi kadar gula darah mereka—bahkan sebelum muncul gejala atau diagnosis medis tertentu.

Konsultasi Diabetes di Primecare Clinic

Primecare Clinic menyediakan program manajemen diabetes. Kamu bisa konsultasi dengan dokter spesialis penyakit dalam dan dokter spesialis gizi klinik. Primecare Clinic juga menyediakan CGM untuk memonitor kadar gula darah sepanjang hari tanpa berkali-kali tusuk.

Primecare Clinic menyediakan layanan pemantauan, termasuk CGM dan pengelolaan gula darah bersama dokter spesialis penyakit dalam dan dokter spesialis gizi klinik. Segera periksa dan konsultasikan kadar gula darah sejak dini sebelum gejala muncul. Terdapat dr. Anak Agung Arie Widyastuti, Sp.PD, FINASIM yang merupakan dokter spesialis penyakit dalam dengan spesialisasi penyakit diabetes di Primecare Clinic.

Primecare Clinic menyediakan program manajemen diabetes, termasuk pemantauan CGM, edukasi gizi, dan pendampingan medis yang disesuaikan dengan kebutuhan untuk mencapai tujuan Anda seperti menurunkan HbA1C. Klik tautan ini untuk informasi selengkapnya!


89435-_1_-1200x800.webp

September 19, 2025 Primecare ClinicDiabetes

Pola makan memegang peranan besar dalam pengelolaan diabetes. Selain porsi, jenis makanan yang dipilih juga berpengaruh langsung pada kadar gula darah. Ada beberapa makanan yang sebaiknya dihindari atau dibatasi karena memiliki indeks glikemik tinggi atau kandungan gula yang besar. Mengenali pantangan ini akan membantu penderita diabetes lebih mudah menjaga gula darah tetap stabil.

Pantangan Makanan bagi Penderita Diabetes

Beberapa makanan dan minuman sebaiknya dihindari oleh penderita diabetes. Alasan utamanya karena kandungan gula sederhana, lemak jenuh, atau indeks glikemik (IG) dan beban glikemik (BG) yang tinggi.

1. Makanan Manis

Makanan manis seperti kue, biskuit, atau donat biasanya dibuat dari tepung terigu, gula tambahan, dan lemak. Kombinasi ini membuat kadar gula darah melonjak cepat setelah dikonsumsi. Selain IG dan BG tinggi, makanan ini juga rendah serat dan gizi sehingga tidak memberi manfaat berarti bagi tubuh.

2. Minuman Manis

Minuman manis seperti soda, teh manis dalam botol, atau jus buah kemasan mengandung gula cair dalam jumlah besar. Bentuk cair mempercepat penyerapan glukosa ke dalam darah, sehingga lonjakan gula darah terjadi sangat cepat. 

3. Daging Olahan

Daging olahan seperti sosis, nugget, bacon, dan daging asap memang tidak memengaruhi indeks glikemik secara langsung. Namun,kandungan lemak jenuh dan natriumnya sangat tinggi. 

Lemak jenuh dapat memperburuk profil kolesterol, sedangkan natrium berlebih meningkatkan risiko hipertensi. Kombinasi dua faktor ini membuat risiko komplikasi kardiovaskular pada penderita diabetes semakin tinggi. 

4. Kentang Goreng

Kentang sudah tergolong makanan dengan IG tinggi. Jika diolah dengan cara digoreng akan menambahkan lemak jenuh dan kadang lemak trans. Kombinasi antara IG tinggi dan lemak tidak sehat menjadikan kentang goreng sebagai salah satu makanan yang sebaiknya dihindari penderita diabetes. 

Risiko Mengonsumsi Pantangan Makanan bagi Penderita Diabetes

Mengabaikan pantangan makanan bisa memperburuk kondisi kesehatan. Beberapa risiko yang sering terjadi yaitu:

1. Lonjakan Gula Darah Mendadak

Makanan dengan IG dan BG tinggi membuat glukosa masuk ke darah lebih cepat. Kondisi ini menyebabkan kadar gula darah naik tajam dalam waktu singkat, lalu turun kembali secara drastis. Fluktuasi seperti ini membuat tubuh terasa lemas, mudah lapar, dan gula darah semakin sulit stabil.

2. Resistensi Insulin Semakin Parah

Jika konsumsi makanan tinggi IG terus berulang, sel tubuh lama-kelamaan menjadi kurang responsif terhadap insulin. Akibatnya, insulin yang diproduksi tidak mampu bekerja optimal. Kondisi ini memperberat pengendalian diabetes.

3. Risiko Komplikasi Kardiovaskular Meningkat

Pantangan makanan untuk penderita diabetes umumnya bukan hanya tinggi gula, tetapi juga tinggi lemak jenuh dan natrium. Kombinasi ini meningkatkan tekanan darah, memperburuk profil kolesterol, dan membebani kerja jantung. Dalam jangka panjang, penderita diabetes berisiko lebih besar mengalami penyakit jantung koroner, stroke, atau gagal ginjal.

4. Kendali Berat Badan Terganggu

Lonjakan gula darah yang cepat diikuti penurunan mendadak membuat rasa lapar muncul lebih sering. Pola ini mendorong seseorang untuk makan lebih banyak dari kebutuhan tubuh. Asupan kalori yang berlebihan akhirnya menambah berat badan, padahal obesitas merupakan salah satu faktor utama yang memperparah diabetes.

Cara Mengonsumsi Makanan dengan Lebih Sehat bagi Penderita Diabetes

Penderita diabetes tetap bisa menikmati makanan enak tanpa harus khawatir gula darah melonjak, selama pemilihan dan cara konsumsinya tepat.

1. Pilih Karbohidrat Kompleks

Mengganti nasi putih dengan nasi merah, quinoa, atau oatmeal membantu menjaga gula darah lebih stabil. Kandungan serat di dalamnya membuat tubuh mencerna glukosa lebih lambat, sehingga energi bertahan lebih lama.

2. Tambahkan Protein Rendah Lemak

Mengonsumsi ikan, tahu, tempe, atau ayam tanpa kulit membuat rasa kenyang bertahan sekaligus menjaga keseimbangan gula darah. Protein juga membantu memperbaiki sel-sel tubuh dan mendukung metabolisme.

3. Utamakan Buah Utuh Dibanding Jus

Mengonsumsi apel, pir, atau jeruk dalam bentuk utuh jauh lebih baik daripada jus dengan tambahan gula. Buah utuh mengandung serat alami yang memperlambat penyerapan gula sehingga kadar gula darah lebih terkendali.

4. Batasi Gorengan dan Pilih Metode Memasak Sehat

Mengukus, merebus, atau memanggang membuat masakan tetap lezat tanpa menambah lemak jenuh berlebihan. Cara ini tidak hanya lebih ramah bagi gula darah, tetapi juga menyehatkan jantung.

5. Minum Cukup Air Putih

Mencukupi kebutuhan cairan setiap hari membantu metabolisme berjalan lancar. Air putih tidak menambah kalori maupun gula sehingga menjadi pilihan terbaik untuk menjaga tubuh tetap segar dan sehat.

Kenapa CGM Jadi Pilihan yang Lebih Efektif untuk Memantau Gula Darah?

Dengan data yang terekam otomatis, CGM membantu dokter memahami pola gula darahmu secara menyeluruh, termasuk waktu-waktu kritis di mana gula darah sering melonjak atau turun drastis.

Manfaat nyata CGM antara lain:
✅ Mendeteksi fluktuasi gula darah lebih cepat sebelum menyebabkan gejala berat.
✅ Membantu dokter memberikan penyesuaian terapi yang tepat waktu.
✅ Membantu kamu mengatur pola makan dan aktivitas fisik dengan lebih bijak.
✅ Mencegah komplikasi serius, seperti hipoglikemia berat, hiperglikemi, hingga kondisi darurat medis.

Dengan kata lain, CGM memberi kamu dan doktermu kendali penuh atas kondisi tubuh, bukan sekadar reaksi setelah gejala muncul.

Menurut dr. Samuel Alexsander, selaku edukator diabetes di Primecare Clinic Tebet, Continuous Glucose Monitoring (CGM) merupakan salah satu inovasi terbaru dalam pemantauan kadar gula darah.

“Kalau dulu, kita hanya bisa mengetahui kadar gula darah lewat pemeriksaan dengan alat tes yang menusuk jari—hasilnya hanya menggambarkan kondisi pada satu waktu tertentu saja, seperti melihat satu potongan kecil dari puzzle besar. Sedangkan dengan CGM, kita dapat memantau kadar gula darah secara real-time dan berkelanjutan hingga 14 hari, sehingga gambaran yang terlihat menjadi jauh lebih utuh,” jelas dr. Samuel.

Ia menambahkan, setiap orang memiliki respons yang berbeda terhadap makanan yang dikonsumsi. “Ada orang yang setelah makan nasi satu piring gula darahnya langsung melonjak, ada juga yang tidak terlalu berubah. Dengan CGM, kita bisa melihat bagaimana tubuh kita sendiri bereaksi terhadap berbagai jenis makanan, aktivitas, atau bahkan stres harian. Dari situ, kita jadi bisa lebih mengenali tubuh sendiri dan mengambil langkah yang lebih tepat untuk menjaga kestabilan gula darah,” tambahnya.

Menariknya, teknologi CGM ini tidak hanya bermanfaat bagi pengidap diabetes, tetapi juga cocok digunakan untuk skrining bagi mereka yang memiliki riwayat atau keturunan diabetes, maupun bagi komunitas dan individu yang antusias menjaga kesehatan. Dengan menggunakan CGM, pengguna bisa mendapatkan pemahaman yang lebih dalam tentang bagaimana gaya hidup dan pola makan memengaruhi kadar gula darah mereka—bahkan sebelum muncul gejala atau diagnosis medis tertentu.

Konsultasi Diabetes di Primecare Clinic

Primecare Clinic menyediakan program manajemen diabetes yang bisa membantu Anda untuk menurunkan kadar HbA1C. 

Kamu bisa konsultasi dengan dokter spesialis penyakit dalam dan dokter spesialis gizi klinik. Primecare Clinic juga menyediakan CGM untuk memonitor kadar gula darah sepanjang hari tanpa berkali-kali tusuk. Klik tautan ini untuk informasi selengkapnya!


primecare

Jakarta Panglima Polim

Jl. Panglima Polim IX No.16, Kby. Baru, Kota Jakarta Selatan

Jakarta Tebet

Jl. Tebet Barat Dalam II No.46 14, Tebet Barat, Kota Jakarta Selatan

Samarinda

Jl. Muso Salim No.28, Karang Mumus, Kota Samarinda


Copyright by PT. Layanan Medika Pratama 2025. All rights reserved.



Copyright by PT. Layanan Medika Pratama 2025. All rights reserved.