4 Cara Menurunkan Kadar Gula Darah dengan Sehat

Kadar gula darah merupakan salah satu indikator penting dalam menjaga kesehatan tubuh. Saat kadar gula darah terlalu tinggi, kondisi ini dikenal sebagai hiperglikemia. Kadar gula darah tinggi menjadi tanda penyakit diabetes.
Kadar gula darah tinggi yang dibiarkan tanpa penanganan dapat memicu berbagai komplikasi serius, mulai dari kerusakan pembuluh darah, kerusakan saraf, hingga gangguan jantung dan ginjal. Oleh karena itu, menjaga kadar gula darah agar tetap dalam batas normal adalah langkah penting untuk mencegah diabetes dan komplikasinya.
Lalu, bagaimana cara menurunkan kadar gula darah dengan sehat? Simak penjelasannya di artikel ini, ya!
Apa Itu Kadar Gula Darah?
Kadar gula darah adalah jumlah gula atau glukosa yang terdapat dalam darah. Glukosa berasal dari makanan yang kita konsumsi, terutama karbohidrat. Glukosa adalah sumber energi utama bagi tubuh.
Setelah mengonsumsi makanan yang mengandung glukosa, kadar gula darah akan naik. Normalnya, glukosa dalam darah akan diserap masuk ke sel-sel tubuh untuk dimetabolisme menjadi energi.
Proses penyerapan glukosa dari darah ke sel tubuh melibatkan hormon insulin yang dihasilkan oleh pankreas. Jika produksi hormon insulin terganggu atau terjadi resistensi insulin, maka penyerapan glukosa ke dalam sel akan terganggu.
Akibatnya, glukosa tidak bisa masuk ke dalam sel tubuh dan tetap berada di aliran darah. Dengan demikian, kadar gula darah akan semakin tinggi dan menjadi penyakit diabetes.
Kadar Gula Darah Normal
Klasifikasi kadar gula darah tergantung pada waktu pemeriksaannya, yaitu pemeriksaan saat puasa minimal 8 jam tanpa asupan kalori dan pemeriksaan sewaktu atau 2 jam setelah makan. Berdasarkan Perkumpulan Endokrinologi Indonesia (PERKENI) 2021, berikut kriteria kadar gula darah:
| Gula Darah Puasa (mg/dL) | Gula Darah 2 Jam Setelah Makan | |
| Normal | 70-99 | 70-139 |
| Prediabetes | 100-125 | 140-199 |
| Diabetes | 126 ke atas | 200 ke atas |
Cara Menurunkan Kadar Gula Darah dengan Sehat
Jika kadar gula darah tinggi, maka harus diturunkan secara bertahap dengan melibatkan perubahan gaya hidup sehat. Berikut cara menurunkan kadar gula darah dengan sehat:
1. Mengatur Pola Makan
Pola makan yang dianjurkan adalah pola makan dengan gizi seimbang, sesuai dengan kebutuhan kalori dan zat gizi masing-masing. Konsumsi sumber karbohidrat kompleks yang berserat tinggi seperti beras merah, oat, jagung, kentang, dan ubi.
Untuk sumber protein, pilih protein baik seperti ikan, udang, daging tanpa lemak, kacang-kacangan, tahu, dan tempe. Batasi konsumsi pemanis tambahan dan makanan olahan.
2. Rutin Berolahraga
Aktivitas fisik membantu otot menggunakan glukosa sebagai energi sehingga menurunkan kadar gula darah. Olahraga juga dapat meningkatkan sensitivitas insulin.
Olahraga aerobik intensitas sedang seperti jogging, bersepeda, dan berenang selama 30-45 menit sudah cukup memberi manfaat. Lakukan olahraga 3-5 kali per minggu untuk mendapatkan hasil yang lebih optimal.
3. Mengelola Stres
Stres dapat meningkatkan hormon kortisol yang memengaruhi kadar gula darah. Mengelola stres dapat membantu menjaga kadar gula darah agar tidak naik. Kamu bisa melakukan meditasi, yoga, dan relaksasi untuk mengurangi stres. Jangan lupa untuk tidur cukup, karena kurang tidur juga dapat meningkatkan produksi hormon stres.
4. Konsultasi dengan Dokter
Jika sudah melakukan perubahan gaya hidup sehat tetapi kadar gula darah masih tinggi, maka kamu harus konsultasi dengan dokter. Dokter mungkin akan memberikan obat-obatan menyesuaikan dengan kadar gula darah dan kondisi medis secara keseluruhan.
Jika mendapat obat-obatan dari dokter, konsumsilah sesuai dengan anjuran, jangan mengurangi atau menambah dosis obat tanpa konsultasi terlebih dahulu.
Berapa Penurunan Gula Darah yang Normal?
Menurut pedoman Perkumpulan Endokrinologi Indonesia tahun 2024, target penurunan gula darah atau target glikemik bersifat perorangan dengan mempertimbangkan usia, komplikasi kardiovaskuler, adanya penyakit penyerta, serta riwayat hipoglikemia.
Jika kondisi pasien tidak hamil dan tidak berisiko terjadi hipoglikemia, maka target penurunan gula darah adalah mencapai:
- Gula darah puasa: 80-130 mg/dL
- Gula darah 1-2 jam setelah makan: kurang dari 180 mg/dL.
Dengan demikian dokter akan menentukan target penurunan gula darah setelah menilai dan memeriksa kondisi pasien secara keseluruhan.
Kapan Harus Menurunkan Gula Darah dan Kapan Sebaiknya Tidak Menurunkan Gula Darah?
Penderita diabetes atau seseorang yang mengalami hiperglikemia harus menurunkan dan mengontrol kadar gula darahnya agar dalam batas yang normal. Namun, target penurunan gula darah harus ditentukan sesuai dengan kondisi medis dan diperiksa oleh dokter. Pasalnya, jika kondisi hiperglikemia dibiarkan saja, maka bisa menyebabkan berbagai komplikasi.
Namun, ada kondisi tertentu di mana seseorang tidak disarankan untuk menurunkan gula darah, yaitu
- Jika kadar gula darah sudah normal
- Jika kadar gula darah mendekati batas rendah atau hipoglikemia (<80 mg/dL).
- Pada orang dengan kondisi tertentu, misalnya lansia dengan penyakit penyerta dan komplikasi, maka target gula darah sebaiknya ditentukan oleh dokter yang merawat untuk menghindari risiko hipoglikemia.
Kapan Harus Cek Gula Darah?
Frekuensi cek gula darah bisa berbeda tergantung kondisi masing-masing orang.
Untuk orang sehat tanpa diabetes, bisa cek gula darah setidaknya setahun sekali sebagai langkah pencegahan, terutama jika berusia di atas 35 tahun atau memiliki faktor risiko seperti kelebihan berat badan, riwayat keluarga diabetes, dan gaya hidup tidak sehat.
Penderita diabetes perlu memeriksa gula darah lebih sering untuk memantau pengobatan. Untuk frekuensi pemantauannya ditentukan secara individu bersama dengan tenaga kesehatan, bisa tiap satu minggu atau satu bulan. Dengan pemantauan rutin, risiko komplikasi bisa ditekan sejak dini.
Anda juga bisa memakai CGM agar bisa memantau/mengecek gula darah secara real time.
Kenapa CGM Jadi Pilihan yang Lebih Efektif untuk Memantau Gula Darah?
Dengan data yang terekam otomatis, CGM membantu dokter memahami pola gula darahmu secara menyeluruh, termasuk waktu-waktu kritis di mana gula darah sering melonjak atau turun drastis.
Manfaat nyata CGM antara lain:
✅ Mendeteksi fluktuasi gula darah lebih cepat sebelum menyebabkan gejala berat.
✅ Membantu dokter memberikan penyesuaian terapi yang tepat waktu.
✅ Membantu kamu mengatur pola makan dan aktivitas fisik dengan lebih bijak.
✅ Mencegah komplikasi serius, seperti hipoglikemia berat, hiperglikemi, hingga kondisi darurat medis.
Dengan kata lain, CGM memberi kamu dan doktermu kendali penuh atas kondisi tubuh, bukan sekadar reaksi setelah gejala muncul.
Menurut dr. Samuel Alexsander, selaku edukator diabetes di Primecare Clinic Tebet, Continuous Glucose Monitoring (CGM) merupakan salah satu inovasi terbaru dalam pemantauan kadar gula darah.
“Kalau dulu, kita hanya bisa mengetahui kadar gula darah lewat pemeriksaan dengan alat tes yang menusuk jari—hasilnya hanya menggambarkan kondisi pada satu waktu tertentu saja, seperti melihat satu potongan kecil dari puzzle besar. Sedangkan dengan CGM, kita dapat memantau kadar gula darah secara real-time dan berkelanjutan hingga 14 hari, sehingga gambaran yang terlihat menjadi jauh lebih utuh,” jelas dr. Samuel.
Ia menambahkan, setiap orang memiliki respons yang berbeda terhadap makanan yang dikonsumsi. “Ada orang yang setelah makan nasi satu piring gula darahnya langsung melonjak, ada juga yang tidak terlalu berubah. Dengan CGM, kita bisa melihat bagaimana tubuh kita sendiri bereaksi terhadap berbagai jenis makanan, aktivitas, atau bahkan stres harian. Dari situ, kita jadi bisa lebih mengenali tubuh sendiri dan mengambil langkah yang lebih tepat untuk menjaga kestabilan gula darah,” tambahnya.
Menariknya, teknologi CGM ini tidak hanya bermanfaat bagi pengidap diabetes, tetapi juga cocok digunakan untuk skrining bagi mereka yang memiliki riwayat atau keturunan diabetes, maupun bagi komunitas dan individu yang antusias menjaga kesehatan. Dengan menggunakan CGM, pengguna bisa mendapatkan pemahaman yang lebih dalam tentang bagaimana gaya hidup dan pola makan memengaruhi kadar gula darah mereka—bahkan sebelum muncul gejala atau diagnosis medis tertentu.
Konsultasi Diabetes di Primecare Clinic
Primecare Clinic menyediakan program manajemen diabetes. Kamu bisa konsultasi dengan dokter spesialis penyakit dalam dan spesialis gizi klinik. Primecare Clinic juga menyediakan CGM untuk memonitor kadar gula darah sepanjang hari tanpa berkali-kali tusuk.
Primecare Clinic menyediakan layanan pemantauan, termasuk CGM dan pengelolaan gula darah bersama dokter spesialis penyakit dalam dan dokter spesialis gizi klinik. Segera periksa dan konsultasikan kadar gula darah sejak dini sebelum gejala muncul. Terdapat dr. Anak Agung Arie Widyastuti, Sp.PD, FINASIM yang merupakan dokter spesialis penyakit dalam dengan spesialisasi penyakit diabetes di Primecare Clinic.
Primecare Clinic menyediakan program manajemen diabetes, termasuk pemantauan CGM, edukasi gizi, dan pendampingan medis yang disesuaikan dengan kebutuhan untuk mencapai tujuan Anda seperti menurunkan HbA1C. Klik tautan ini untuk informasi selengkapnya!


