Ozempic – Indikasi, Cara Kerja, dan Apakah bisa Menurunkan Berat Badan?

September 25, 2025 by Primecare Clinic
2150756392-_1_-1200x798.webp

Mengontrol gula darah pada diabetes tipe 2 seringkali tidak cukup hanya dengan diet dan olahraga. Banyak penderita diabetes yang membutuhkan obat-obatan untuk mengontrol kadar gula darah agar tetap stabil.

Saat ini, pilihan obat diabetes semakin beragam, mulai dari sediaan tablet hingga suntikan. Salah satu obat suntik untuk diabetes adalah ozempic. Obat ini tidak hanya membantu mengendalikan gula darah, tetapi juga dikenal bisa memberi efek tambahan berupa penurunan berat badan. 

Apa itu ozempic, bagaimana cara kerjanya, dan apakah ada efek sampingnya? Cek faktanya di artikel ini! 

Apa itu Ozempic?

Ozempic adalah nama dagang dari obat diabetes yang mengandung bahan aktif semaglutide. Semaglutide termasuk dalam golongan glucagon-like peptide-1 (GLP-1) receptor agonist. Obat ini dikembangkan untuk mengontrol kadar gula darah pada penderita diabetes tipe 2.

Ozempic berbentuk pen suntik sekali pakai yang digunakan secara subkutan (di bawah kulit). Untuk pengobatan diabetes, ozempic hanya digunakan sekali dalam seminggu. 

Penggunaan ozempic harus dengan resep dokter dan dalam pengawasan dokter. Pemakaian ozempic secara sembarangan dan tanpa indikasi yang jelas dapat menimbulkan berbagai efek samping. 

Cara Kerja Ozempic

Ozempic bekerja dengan meniru mekanisme hormon glucagon-like peptide-1 (GLP-1) yang secara alami diproduksi dalam tubuh. Mekanisme kerja ozempic yaitu:

  • Meningkatkan pelepasan insulin dari pankreas ketika gula darah naik setelah makan.
  • Menekan pelepasan glukagon dari hati, sehingga mencegah proses pelecehan glukosa di hati. Dengan begitu peningkatan kadar gula darah berlebih dapat dicegah.
  • Memperlambat pengosongan lambung, sehingga penyerapan glukosa berlangsung lebih lambat. Dengan begitu kadar gula darah tidak melonjak secara cepat. Proses ini juga memberikan rasa kenyang lebih lama karena makanan tertahan di lambung lebih lama. 

Gabungan mekanisme kerja tersebut membantu menjaga kadar gula darah tetap dalam batas normal dan mencegah lonjakan drastis setelah makan. Selain itu, ozempic juga memberi manfaat tambahan bagi pasien yang mengalami kelebihan berat badan, yaitu penurunan berat badan. 

Indikasi Ozempic

Ozempic adalah obat yang diformulasikan untuk mengobati diabetes tipe 2. Biasanya ozempic diresepkan untuk indikasi berikut:

  • Ozempic digunakan untuk mengobati diabetes tipe 2 pasien dewasa (usia 18 tahun ke atas). 
  • Mengontrol kadar gula darah pada pasien diabetes tipe 2, terutama jika diet sehat dan olahraga saja tidak cukup untuk menurunkan kadar gula darah.
  • Menurunkan risiko komplikasi kardiovaskular, seperti serangan jantung dan stroke pada pasien dengan diabetes tipe 2.

Apakah Benar bahwa Ozempic Bisa Menurunkan Berat Badan?

Salah satu hal yang membuat ozempic populer adalah kemampuannya untuk membantu menurunkan berat badan. 

Penelitian menunjukkan bahwa semaglutide dapat memberikan efek penurunan berat badan karena dapat menimbulkan rasa kenyang bertahan lebih lama sehingga porsi makan cenderung berkurang.

Selain itu, ozempic juga berinteraksi dengan reseptor GLP-1 di hypothalamus otak yang mengatur nafsu makan, akibatnya nafsu makan akan berkurang dan meningkatkan rasa kenyang. 

Meski demikian, perlu ditekankan bahwa ozempic bukan obat yang diformulasikan sebagai penurun berat badan atau pelangsing, melainkan obat diabetes. Efek penurunan berat badan hanyalah manfaat tambahan.

Oleh karena itu, penggunaan ozempic untuk tujuan utama menurunkan berat badan tanpa indikasi medis tidak dianjurkan dan harus tetap di bawah pengawasan dokter.

Cara Menggunakan Ozempic

Ozempic diberikan melalui suntikan subkutan dengan langkah-langkah sebagai berikut:

  1. Disuntikkan sekali seminggu, lokasi penyuntikan secara subkutan biasanya di perut, paha depan, atau lengan atas. Pada pemakaian pertama, kamu bisa minta tolong kepada tenaga kesehatan untuk menunjukkan cara menyuntik yang benar. 
  2. Dosis awal biasanya dimulai dari dosis rendah, yaitu mulai dari 0,25 mg sekali seminggu selama 4 minggu. Dosis bisa dinaikkan menjadi 0,5 mg per minggu. Perlu diperhatikan bahwa yang menentukan dosis adalah dokter yang merawat. 
  3. Obat dapat digunakan dengan atau tanpa makanan.
  4. Jika lupa dosis, suntikan bisa dilakukan sesegera mungkin dalam waktu 5 hari setelah dosis terlewat. Jika lebih dari itu, lewati dosis dan lanjutkan sesuai jadwal berikutnya.

Hal yang Perlu Diperhatikan Saat Memakai Ozempic

Ozempic hanya digunakan untuk penderita diabetes tipe 2 dan bukan terapi pilihan pertama. Ozempic hanya digunakan jika perubahan pola hidup dan obat lini pertama tidak cukup memberikan efek yang diharapkan.

Ozempic tidak diperuntukkan bagi pasien diabetes tipe 1 atau pasien yang mengalami ketoasidosis diabetik. 

Penggunaan Ozempic dapat menimbulkan efek samping, yaitu:

  • mual dan muntah
  • diare
  • sembelit
  • penurunan nafsu makan
  • pankreatitis (radang pankreas)
  • reaksi alergi seperti gatal, ruam, hingga sesak napas
  • Masalah pada ginjal
  • Gangguan penglihatan
  • Hipoglikemia

Ozempic harus disimpan sesuai petunjuk, biasanya di lemari pendingin pada suhu 2°C – 8°C dan jangan dibekukan. 

Penggunaan ozempic tetap harus diimbangi dengan menjaga pola makan sehat, olahraga rutin, dan kontrol gula darah. 

Ozempic Bukan Obat Bebas, Konsultasikan dengan Dokter

Ozempic bukan obat bebas dan hanya boleh digunakan dengan resep dokter dan setelah melalui pemeriksaan medis oleh dokter. 

Menggunakan Ozempic tanpa pengawasan bisa berisiko berbahaya. Oleh karena itu, pasien yang ingin menggunakan obat ini harus selalu berkonsultasi dengan tenaga kesehatan terlebih dahulu.

Kenapa CGM Jadi Pilihan yang Lebih Efektif untuk Memantau Gula Darah?

Dengan data yang terekam otomatis, CGM membantu dokter memahami pola gula darahmu secara menyeluruh, termasuk waktu-waktu kritis di mana gula darah sering melonjak atau turun drastis.

Manfaat nyata CGM antara lain:
✅ Mendeteksi fluktuasi gula darah lebih cepat sebelum menyebabkan gejala berat.
✅ Membantu dokter memberikan penyesuaian terapi yang tepat waktu.
✅ Membantu kamu mengatur pola makan dan aktivitas fisik dengan lebih bijak.
✅ Mencegah komplikasi serius, seperti hipoglikemia berat, hiperglikemi, hingga kondisi darurat medis.

Dengan kata lain, CGM memberi kamu dan doktermu kendali penuh atas kondisi tubuh, bukan sekadar reaksi setelah gejala muncul.

Konsultasi Diabetes di Primecare Clinic

Primecare Clinic menyediakan program manajemen diabetes yang bisa membantu Anda untuk menurunkan kadar HbA1C. Kamu bisa konsultasi dengan dokter spesialis penyakit dalam dan spesialis gizi klinik. Primecare Clinic juga menyediakan CGM untuk memonitor kadar gula darah sepanjang hari tanpa berkali-kali tusuk. Klik tautan ini untuk informasi selengkapnya! 

primecare

Jakarta Panglima Polim

Jl. Panglima Polim IX No.16, Kby. Baru, Kota Jakarta Selatan

Jakarta Tebet

Jl. Tebet Barat Dalam II No.46 14, Tebet Barat, Kota Jakarta Selatan

Samarinda

Jl. Muso Salim No.28, Karang Mumus, Kota Samarinda


Copyright by PT. Layanan Medika Pratama 2025. All rights reserved.



Copyright by PT. Layanan Medika Pratama 2025. All rights reserved.