Apakah Penderita Diabetes Boleh Makan Ketoprak? Ini Jawabannya!

Ketoprak termasuk salah satu makanan khas Indonesia yang populer. Kombinasi lontong, tahu, bihun, tauge, dan bumbu kacang membuatnya digemari banyak orang. Namun, penderita diabetes perlu mengetahui apakah makanan ini tetap aman dikonsumsi.
Bolehkah Penderita Diabetes Makan Ketoprak?
Penderita diabetes masih bisa makan ketoprak, tetapi porsinya harus sangat terkontrol. Beberapa bahan utama, seperti lontong dan bihun mengandung karbohidrat yang dapat cepat meningkatkan kadar gula darah. Selain itu, bumbu kacang yang biasanya mengandung gula merah dapat menambah risiko lonjakan glukosa.
Indeks Glikemik dan Kandungan Gizi Ketoprak
Ketoprak merupakan hidangan khas Indonesia yang memadukan berbagai bahan dengan karakteristik gizi yang beragam.
1. Lontong
Lontong yang terbuat dari beras putih memiliki indeks glikemik sekitar 70 sehingga dapat meningkatkan kadar gula darah dengan cepat.
2. Bihun
Bihun memiliki indeks glikemik sekitar 65, yang termasuk kategori sedang. Nilai ini berarti bihun dapat meningkatkan gula darah secara moderat.
3. Tahu
Tahu merupakan sumber protein nabati dengan kandungan karbohidrat yang rendah dan indeks glikemik sekitar 15, sehingga sangat ramah bagi pengendalian gula darah.
4. Tauge dan Mentimun
Sayuran umumnya aman untuk pengendalian gula darah. Selain itu, tauge dan mentimun dapat membantu menambah asupan serat, vitamin, serta mineral penting pada hidangan.
5. Bumbu Kacang
Kacang tanah sebenarnya mengandung protein dan lemak sehat yang baik untuk metabolisme. Namun, penambahan gula merah atau kecap manis dalam bumbu kacang dapat meningkatkan indeks glikemik dan total kalori hidangan.
6. Kerupuk (Jika Ditambahkan)
Kerupuk umumnya terbuat dari tepung tapioka atau tepung beras yang tinggi karbohidrat sederhana, serta digoreng dengan minyak banyak. Kandungan tersebut membuatnya memiliki IG tinggi dan kurang bersahabat bagi pengendalian gula darah.
Secara keseluruhan, ketoprak termasuk makanan yang bisa dinikmati penderita diabetes dengan beberapa catatan.
Cara Makan Ketoprak yang Aman untuk Penderita Diabetes
Sepiring ketoprak bisa tetap dinikmati dengan aman selama porsi, komposisi, dan cara pengolahannya diatur dengan bijak. Berikut beberapa tips yang bisa diterapkan:
1. Batasi Lontong dan Bihun
Porsi karbohidrat seperti lontong dan bihun sebaiknya dikurangi. Gantikan sebagian dengan tahu, tauge, atau mentimun agar serat dan protein meningkat.
2. Minta Bumbu Kacang Lebih Sedikit
Gunakan bumbu secukupnya saja, atau kurangi gula merah pada bumbu kacang agar gula darah tetap terjaga.
3. Hindari Kerupuk
Kerupuk sebaiknya dihindari karena mengandung karbohidrat sederhana dan minyak tinggi yang dapat mengganggu kestabilan gula darah.
4. Perhatikan Waktu Makan
Waktu makan juga berpengaruh terhadap metabolisme tubuh. Mengonsumsi ketoprak di siang hari memberi tubuh kesempatan lebih panjang untuk membakar kalori dibandingkan saat malam.
Kapan Penderita Diabetes Harus ke Dokter?
Jika setelah makan ketoprak kadar gula darah terasa melonjak tinggi, tubuh menjadi lemah, mudah haus, atau jantung berdebar, segera konsultasikan dengan dokter spesialis penyakit dalam. Selain itu, diskusikan bersama ahli gizi atau dokter gizi klinik pola makan yang tepat untuk pengelolaan kondisi diabetes.
Kenapa CGM Jadi Pilihan yang Lebih Efektif untuk Memantau Gula Darah?
Dengan data yang terekam otomatis, CGM membantu dokter memahami pola gula darahmu secara menyeluruh, termasuk waktu-waktu kritis di mana gula darah sering melonjak atau turun drastis.
Manfaat nyata CGM antara lain:
✅ Mendeteksi fluktuasi gula darah lebih cepat sebelum menyebabkan gejala berat.
✅ Membantu dokter memberikan penyesuaian terapi yang tepat waktu.
✅ Membantu kamu mengatur pola makan dan aktivitas fisik dengan lebih bijak.
✅ Mencegah komplikasi serius, seperti hipoglikemia berat, hiperglikemi, hingga kondisi darurat medis.
Dengan kata lain, CGM memberi kamu dan doktermu kendali penuh atas kondisi tubuh, bukan sekadar reaksi setelah gejala muncul.
Menurut dr. Samuel Alexsander, selaku edukator diabetes di Primecare Clinic Tebet, Continuous Glucose Monitoring (CGM) merupakan salah satu inovasi terbaru dalam pemantauan kadar gula darah.
“Kalau dulu, kita hanya bisa mengetahui kadar gula darah lewat pemeriksaan dengan alat tes yang menusuk jari—hasilnya hanya menggambarkan kondisi pada satu waktu tertentu saja, seperti melihat satu potongan kecil dari puzzle besar. Sedangkan dengan CGM, kita dapat memantau kadar gula darah secara real-time dan berkelanjutan hingga 14 hari, sehingga gambaran yang terlihat menjadi jauh lebih utuh,” jelas dr. Samuel.
Ia menambahkan, setiap orang memiliki respons yang berbeda terhadap makanan yang dikonsumsi. “Ada orang yang setelah makan nasi satu piring gula darahnya langsung melonjak, ada juga yang tidak terlalu berubah. Dengan CGM, kita bisa melihat bagaimana tubuh kita sendiri bereaksi terhadap berbagai jenis makanan, aktivitas, atau bahkan stres harian. Dari situ, kita jadi bisa lebih mengenali tubuh sendiri dan mengambil langkah yang lebih tepat untuk menjaga kestabilan gula darah,” tambahnya.
Menariknya, teknologi CGM ini tidak hanya bermanfaat bagi pengidap diabetes, tetapi juga cocok digunakan untuk skrining bagi mereka yang memiliki riwayat atau keturunan diabetes, maupun bagi komunitas dan individu yang antusias menjaga kesehatan. Dengan menggunakan CGM, pengguna bisa mendapatkan pemahaman yang lebih dalam tentang bagaimana gaya hidup dan pola makan memengaruhi kadar gula darah mereka—bahkan sebelum muncul gejala atau diagnosis medis tertentu.
Konsultasi Diabetes di Primecare Clinic
Primecare Clinic menyediakan program manajemen diabetes. Kamu bisa konsultasi dengan dokter spesialis penyakit dalam dan dokter spesialis gizi klinik. Primecare Clinic juga menyediakan CGM untuk memonitor kadar gula darah sepanjang hari tanpa berkali-kali tusuk.
Primecare Clinic menyediakan layanan pemantauan, termasuk CGM dan pengelolaan gula darah bersama dokter spesialis penyakit dalam dan dokter spesialis gizi klinik. Segera periksa dan konsultasikan kadar gula darah sejak dini sebelum gejala muncul. Terdapat dr. Anak Agung Arie Widyastuti, Sp.PD, FINASIM yang merupakan dokter spesialis penyakit dalam dengan spesialisasi penyakit diabetes di Primecare Clinic.
Primecare Clinic menyediakan program manajemen diabetes, termasuk pemantauan CGM, edukasi gizi, dan pendampingan medis yang disesuaikan dengan kebutuhan untuk mencapai tujuan Anda seperti menurunkan HbA1C. Klik tautan ini untuk informasi selengkapnya!


