Gula Darah Mendadak Naik – Penyebab, Bahaya, dan Cara Mengatasinya

October 14, 2025 by Primecare Clinic
942-1-1200x800.webp

Tubuh kita mempunyai mekanisme untuk menjaga kadar gula darah agar tetap normal. Salah satunya adalah dengan adanya hormon insulin yang dihasilkan pankreas. Hormon ini berperan dalam membantu glukosa agar masuk ke dalam sel untuk diubah menjadi energi. Dengan begitu, kadar gula darah tetap stabil. 

Namun, pada kondisi tertentu gula darah bisa tiba-tiba melonjak tinggi. Bagi penderita diabetes maupun orang sehat, kenaikan mendadak kadar gula darah dapat menimbulkan risiko kesehatan. 

Apa saja penyebab gula darah tiba-tiba tinggi, serta bagaimana cara mencegah dan menanganinya? Cek faktanya di artikel ini, ya! 

Kapan Gula Darah Dikatakan Mendadak Naik?

Kadar gula darah normal pada orang dewasa adalah berkisar antara 70-99 mg/dL saat puasa atau 70-139 mg/dL dua jam setelah makan. Gula darah biasanya melonjak naik pada 30-60 menit setelah makan lalu turun lagi dua jam setelah makan.

Gula darah dikatakan naik jika kadar gula darah melebihi batas normal, yaitu:

  • Lebih dari 99 mg/dL saat puasa 
  • Lebih dari 139 mg/dL dua jam setelah makan
  • Lebih dari 199 mg/dL pada pemeriksaan gula darah sewaktu. 

Dalam literatur ilmiah tidak ada batasan kenaikan kadar gula darah yang dianggap “mendadak”. Besarnya lonjakan gula darah dilihat dari waktu pemeriksaan serta mempertimbangkan kondisi individual seperti usia, makanan yang dikonsumsi, adakah penyakit yang menyertai, serta obat-obatan yang sedang dikonsumsi.

Penyebab Gula Darah Mendadak Naik

Beberapa faktor yang dapat menyebabkan lonjakan gula darah antara lain:

1. Konsumsi Makanan Tinggi Gula

Mengonsumsi makanan yang mengandung gula, terutama gula sederhana seperti kue, permen, minuman manis, atau nasi putih dalam porsi besar dapat meningkatkan gula darah dengan cepat. 

2. Stres 

Saat stres tubuh mengeluarkan hormon kortisol dan adrenalin yang dapat memicu pelepasan glukosa dari hati ke dalam darah. Proses ini dapat meningkatkan kadar gula darah. 

3. Kurang Aktivitas Fisik

Sedentary lifestyle atau gaya hidup yang kurang aktif membuat gula darah lebih mudah naik karena sedikit glukosa yang diubah menjadi energi. Bagi penderita diabetes, disarankan olahraga teratur dengan intensitas sedang.

4. Gangguan Tidur

Kurang tidur dapat meningkatkan gula darah. Tidur cukup dan teratur penting untuk mengendalikan gula darah.

5. Efek Samping Obat

Beberapa obat seperti kortikosteroid, diuretik, obat tekanan darah tertentu, dan antidepresan dapat meningkatkan gula darah. 

Bahaya Gula Darah Mendadak Naik

Kenaikan gula darah secara mendadak dapat berbahaya terutama jika sering terjadi, berikut beberapa risiko yang bisa terjadi jika gula darah sering mendadak naik:

1. Hiperglikemia

Hiperglikemia adalah kondisi saat kadar gula darah melebihi batas normal. Gejala hiperglikemia yaitu sering haus, sering buang air kecil, sakit kepala, atau mudah lelah. Bila kenaikan gula darah sangat tinggi, bisa berisiko mengalami ketoasidosis diabetik dan penurunan kesadaran. 

2. Dehidrasi

Kadar gula darah tinggi membuat tubuh membuang lebih banyak cairan melalui urin. Proses tersebut dapat menyebabkan tubuh kehilangan banyak cairan dan dehidrasi.

3. Komplikasi Jangka Panjang

Jika sering terjadi, lonjakan gula darah dapat merusak pembuluh darah dan meningkatkan risiko penyakit jantung, stroke, kerusakan ginjal, hingga gangguan saraf.

Cara Mengecek Apakah Gula Darah Mendadak Naik

Kadar gula darah yang tinggi pada penderita diabetes dapat menimbulkan beberapa gejala seperti sering haus, sering kencing, dan sering lapar. Namun, kenaikan kadar gula darah tidak selalu menimbulkan gejala.

Oleh karena itu, butuh pemeriksaan untuk memastikan apakah gula darah benar-benar naik mendadak, berikut beberapa pemeriksaan yang bisa dilakukan:

1. Menggunakan Glukometer

Alat ini bisa mengukur kadar gula darah dengan cepat melalui sampel darah dari tusukan ujung jari.

2. Continuous Glucose Monitoring (CGM)

Alat ini dipasang di bawah kulit dan mampu merekam kadar gula darah secara real-time sepanjang hari.

3. Tes laboratorium

Pemeriksaan gula darah puasa, gula darah sewaktu, dan tes HbA1c di laboratorium bisa memberikan gambaran kadar gula darah lebih detail.

Apa yang Harus Dilakukan Ketika Gula Darah Mendadak Naik? 

Jika gula darah tiba-tiba naik, berikut beberapa langkah pertolongan awal:

  • Minum air putih cukup banyak untuk membantu tubuh mengurangi kadar gula melalui urin.
  • Lakukan aktivitas fisik ringan misalnya berjalan santai selama 15–30 menit, agar glukosa digunakan oleh otot.
  • Hindari makanan manis atau karbohidrat sederhana agar kadar gula stabil kembali.
  • Jika mengonsumsi obat diabetes atau menggunakan  insulin, gunakan dosis sesuai arahan dokter.
  • Segera konsultasi ke tenaga medis jika gula darah sangat tinggi (misalnya di atas 300 mg/dL) atau disertai gejala seperti mual, muntah, napas cepat, sangat lemas, atau penurunan kesadaran. 

Cara Mencegah Gula Darah Mendadak Naik

Beberapa langkah berikut bisa membantu menjaga kadar gula tetap stabil:

1. Mengatur Pola Makan

pilih makanan dengan indeks glikemik rendah seperti nasi merah, sayuran, kacang-kacangan, dan buah segar. Makan dalam porsi kecil tetapi lebih sering agar gula darah tidak mendadak naik.

2. Olahraga Teratur

Aktivitas fisik 30 menit sehari dengan frekuensi 4-5 kali seminggu dapat meningkatkan sensitivitas insulin.

3. Kelola Stres

Teknik relaksasi, meditasi, atau hobi bisa membantu menurunkan hormon stres. Jika perlu kamu bisa berkonsultasi kepada tenaga profesional seperti psikolog. 

4. Tidur cukup

Kualitas tidur yang baik mendukung keseimbangan hormon tubuh, termasuk hormon yang berpengaruh dalam metabolisme gula darah. 

Kalau Gula Darah Mendadak Naik Harus ke Dokter Apa? 

Jika kamu mengalami lonjakan gula darah mendadak, kamu bisa konsultasi dengan dokter umum sebagai langkah awal, terutama jika lonjakan gula darah baru terjadi sekali atau jarang. Jika diperlukan dokter umum akan memberikan rujukan ke dokter spesialis penyakit dalam, khususnya spesialis endokrin. Kamu juga perlu konsultasi dengan dokter gizi untuk membantu menyusun pola makan yang sesuai agar kadar gula lebih terkontrol.

Pemeriksaan medis sangat penting untuk menentukan apakah lonjakan ini disebabkan oleh diabetes, gangguan hormon, atau faktor lain. Dengan penanganan yang tepat, komplikasi bisa dicegah sejak dini.

Kenapa CGM Jadi Pilihan yang Lebih Efektif untuk Memantau Gula Darah?

Dengan data yang terekam otomatis, CGM membantu dokter memahami pola gula darahmu secara menyeluruh, termasuk waktu-waktu kritis di mana gula darah sering melonjak atau turun drastis.

Manfaat nyata CGM antara lain:
✅ Mendeteksi fluktuasi gula darah lebih cepat sebelum menyebabkan gejala berat.
✅ Membantu dokter memberikan penyesuaian terapi yang tepat waktu.
✅ Membantu kamu mengatur pola makan dan aktivitas fisik dengan lebih bijak.
✅ Mencegah komplikasi serius, seperti hipoglikemia berat, hiperglikemi, hingga kondisi darurat medis.

Dengan kata lain, CGM memberi kamu dan doktermu kendali penuh atas kondisi tubuh, bukan sekadar reaksi setelah gejala muncul.

Menurut dr. Samuel Alexsander, selaku edukator diabetes di Primecare Clinic Tebet, Continuous Glucose Monitoring (CGM) merupakan salah satu inovasi terbaru dalam pemantauan kadar gula darah.

“Kalau dulu, kita hanya bisa mengetahui kadar gula darah lewat pemeriksaan dengan alat tes yang menusuk jari—hasilnya hanya menggambarkan kondisi pada satu waktu tertentu saja, seperti melihat satu potongan kecil dari puzzle besar. Sedangkan dengan CGM, kita dapat memantau kadar gula darah secara real-time dan berkelanjutan hingga 14 hari, sehingga gambaran yang terlihat menjadi jauh lebih utuh,” jelas dr. Samuel.

Ia menambahkan, setiap orang memiliki respons yang berbeda terhadap makanan yang dikonsumsi. “Ada orang yang setelah makan nasi satu piring gula darahnya langsung melonjak, ada juga yang tidak terlalu berubah. Dengan CGM, kita bisa melihat bagaimana tubuh kita sendiri bereaksi terhadap berbagai jenis makanan, aktivitas, atau bahkan stres harian. Dari situ, kita jadi bisa lebih mengenali tubuh sendiri dan mengambil langkah yang lebih tepat untuk menjaga kestabilan gula darah,” tambahnya.

Menariknya, teknologi CGM ini tidak hanya bermanfaat bagi pengidap diabetes, tetapi juga cocok digunakan untuk skrining bagi mereka yang memiliki riwayat atau keturunan diabetes, maupun bagi komunitas dan individu yang antusias menjaga kesehatan. Dengan menggunakan CGM, pengguna bisa mendapatkan pemahaman yang lebih dalam tentang bagaimana gaya hidup dan pola makan memengaruhi kadar gula darah mereka—bahkan sebelum muncul gejala atau diagnosis medis tertentu.

Konsultasi Diabetes di Primecare Clinic

Primecare Clinic menyediakan program manajemen diabetes. Kamu bisa konsultasi dengan dokter spesialis penyakit dalam dan spesialis gizi klinik. Primecare Clinic juga menyediakan CGM untuk memonitor kadar gula darah sepanjang hari tanpa berkali-kali tusuk.

Primecare Clinic menyediakan layanan pemantauan, termasuk CGM dan pengelolaan gula darah bersama dokter spesialis penyakit dalam dan dokter spesialis gizi klinik. Segera periksa dan konsultasikan kadar gula darah sejak dini sebelum gejala muncul. Terdapat dr. Anak Agung Arie Widyastuti, Sp.PD, FINASIM yang merupakan dokter spesialis penyakit dalam dengan spesialisasi penyakit diabetes di Primecare Clinic.

Primecare Clinic menyediakan program manajemen diabetes, termasuk pemantauan CGM, edukasi gizi, dan pendampingan medis yang disesuaikan dengan kebutuhan untuk mencapai tujuan Anda seperti menurunkan HbA1C. Klik tautan ini untuk informasi selengkapnya! 

primecare

Jakarta Panglima Polim

Jl. Panglima Polim IX No.16, Kby. Baru, Kota Jakarta Selatan

Jakarta Tebet

Jl. Tebet Barat Dalam II No.46 14, Tebet Barat, Kota Jakarta Selatan

Samarinda

Jl. Muso Salim No.28, Karang Mumus, Kota Samarinda


Copyright by PT. Layanan Medika Pratama 2025. All rights reserved.



Copyright by PT. Layanan Medika Pratama 2025. All rights reserved.