44268-_1_-1200x800.webp

Dalam usaha menurunkan berat badan, tidak sedikit orang yang memilih untuk mengurangi porsi makan secara drastis. Bahkan, sebagian orang sengaja mengonsumsi kalori jauh di bawah kebutuhan tubuh dengan harapan berat badan turun lebih cepat.

Padahal, makan terlalu sedikit dalam waktu yang lama justru dapat menimbulkan berbagai masalah kesehatan. Salah satu kondisi yang sering dibahas adalah makan di bawah BMR (Basal Metabolic Rate).

Lalu, apa sebenarnya yang dimaksud dengan makan di bawah BMR? Apakah kondisi ini berbahaya? Dan apakah metabolisme tubuh dapat kembali normal jika sudah lama menjalani pola makan tersebut?

Simak penjelasannya berikut ini.

Apa Itu BMR ?

Basal Metabolic Rate (BMR) adalah jumlah energi minimum yang dibutuhkan tubuh untuk menjalankan fungsi-fungsi vital saat sedang beristirahat, seperti:

  • Bernapas
  • Memompa darah
  • Menjaga suhu tubuh
  • Memperbaiki jaringan
  • Menjalankan fungsi otak, hati, ginjal, dan organ lainnya

Artinya, meskipun Anda tidak melakukan aktivitas apa pun, tubuh tetap membutuhkan energi agar dapat bekerja dengan baik.

Sebagai contoh, seseorang memiliki BMR sebesar 1.400 kkal per hari. Jika ia hanya mengonsumsi 900–1.000 kkal setiap hari dalam waktu lama, maka asupan energinya berada di bawah kebutuhan dasar tubuh.

Penyebab Seseorang Makan di Bawah BMR

Ada beberapa alasan mengapa seseorang dapat mengonsumsi kalori di bawah BMR, baik disadari maupun tidak.

1. Ingin Menurunkan Berat Badan dengan Cepat

Ini merupakan penyebab yang paling sering. Banyak orang beranggapan bahwa semakin sedikit makan, semakin cepat berat badan turun. Padahal, penurunan berat badan yang terlalu cepat belum tentu sehat dan sering kali sulit dipertahankan.

2. Mengikuti Diet yang Terlalu Ketat

Beberapa program diet membatasi kalori secara ekstrem, misalnya hanya mengonsumsi 600–1.000 kkal per hari tanpa pengawasan tenaga kesehatan.

3. Gangguan Nafsu Makan

Nafsu makan dapat menurun akibat stres, depresi, kecemasan, efek samping obat tertentu, maupun penyakit kronis sehingga seseorang tidak menyadari bahwa asupan kalorinya sudah terlalu rendah.

4. Gangguan Makan (Eating Disorder)

Kondisi seperti anoreksia nervosa dapat menyebabkan seseorang sengaja membatasi makan karena takut mengalami kenaikan berat badan. Kondisi ini memerlukan penanganan oleh tenaga kesehatan.

5. Salah Menghitung Kebutuhan Kalori

Tidak sedikit orang menggunakan kalkulator kalori dari internet tanpa memperhitungkan usia, massa otot, aktivitas fisik, maupun kondisi kesehatan sehingga target kalorinya menjadi terlalu rendah.

Bahaya Makan di Bawah BMR

Jika terjadi hanya selama satu atau dua hari, umumnya tubuh masih mampu beradaptasi. Namun, apabila berlangsung selama berminggu-minggu hingga berbulan-bulan, berbagai dampak kesehatan dapat muncul.

1. Berat Badan Memang Turun, tetapi Massa Otot Ikut Berkurang

Saat energi dari makanan tidak mencukupi, tubuh tidak hanya menggunakan lemak sebagai sumber energi, tetapi juga mulai memecah jaringan otot.

Akibatnya, tubuh menjadi lebih lemah dan metabolisme ikut menurun.

2. Tubuh Mudah Lelah

Asupan energi yang terlalu sedikit menyebabkan tubuh kekurangan bahan bakar sehingga mudah merasa lemas, sulit berkonsentrasi, dan cepat mengantuk.

Kekurangan Vitamin dan Mineral

Semakin sedikit makanan yang dikonsumsi, semakin besar risiko kekurangan zat gizi penting seperti:

  • Protein
  • Zat besi
  • Kalsium
  • Vitamin B12
  • Vitamin D
  • Asam folat

Kondisi ini dapat meningkatkan risiko anemia, tulang rapuh, hingga gangguan daya tahan tubuh.

3. Gangguan Hormon

Pada wanita, pembatasan kalori yang terlalu ekstrem dapat menyebabkan siklus menstruasi menjadi tidak teratur bahkan berhenti (amenore).

Pada pria maupun wanita, produksi hormon reproduksi dapat ikut menurun sehingga memengaruhi kesuburan.

4. Penurunan Laju Metabolisme

Tubuh memiliki mekanisme bertahan hidup ketika energi sangat terbatas. Salah satunya adalah menghemat penggunaan energi dengan menurunkan pengeluaran kalori.

Akibatnya, berat badan menjadi semakin sulit turun meskipun makan sangat sedikit.

5. Risiko Batu Empedu

Penurunan berat badan yang terlalu cepat akibat diet ekstrem juga diketahui dapat meningkatkan risiko terbentuknya batu empedu.

Apa yang Harus Dilakukan Jika Sudah Terlanjur Makan di Bawah BMR?

Jika Anda menyadari telah menjalani pola makan sangat rendah kalori selama beberapa minggu atau bulan, jangan langsung meningkatkan asupan secara berlebihan.

Beberapa langkah yang dapat dilakukan adalah:

  • Tingkatkan asupan kalori secara bertahap.
  • Prioritaskan makanan bergizi seimbang.
  • Pastikan kebutuhan protein tercukupi untuk membantu mempertahankan massa otot.
  • Mulai kembali melakukan aktivitas fisik ringan hingga latihan kekuatan sesuai kemampuan.
  • Tidur yang cukup setiap malam.
  • Hindari kembali menjalani diet yang terlalu ketat.

Pada sebagian orang yang mengalami kekurangan gizi berat atau makan sangat sedikit dalam waktu lama, peningkatan asupan kalori perlu dilakukan secara bertahap di bawah pengawasan tenaga kesehatan untuk mengurangi risiko komplikasi.

Cara Agar Tidak Makan di Bawah BMR

Agar program penurunan berat badan tetap aman, beberapa hal berikut dapat dilakukan:

1. Jangan Menurunkan Asupan Kalori Terlalu Drastis

Sebagian besar orang cukup mengurangi sekitar 300–500 kkal per hari dari total kebutuhan energi hariannya, bukan dari BMR (defisit kalori).

2. Hitung Kebutuhan Kalori dengan Benar

Kebutuhan energi harian tidak hanya dipengaruhi oleh BMR, tetapi juga aktivitas fisik, usia, jenis kelamin, komposisi tubuh, dan kondisi kesehatan. Hitung kebutuhan kalori harian Anda dengan kalkulator BMR dan TDEE ini.

3. Perbanyak Protein

Protein membantu mempertahankan massa otot selama proses penurunan berat badan dan memberikan rasa kenyang lebih lama.

4. Lakukan Latihan Beban

Latihan kekuatan membantu mempertahankan bahkan meningkatkan massa otot sehingga metabolisme tubuh tetap terjaga.

5. Hindari Diet yang Menjanjikan Penurunan Berat Badan Sangat Cepat

Program diet yang menjanjikan penurunan berat badan ekstrem dalam waktu singkat umumnya sulit dipertahankan dan berisiko menimbulkan gangguan kesehatan.

Apakah Metabolisme Bisa Kembali Seperti Sedia Kala Setelah Lama Makan di Bawah BMR?

Kabar baiknya, pada banyak orang laju metabolisme dapat membaik setelah kebutuhan energi kembali tercukupi.

Namun, prosesnya tidak terjadi secara instan. Lama pemulihan bergantung pada beberapa faktor, antara lain:

  • Berapa lama menjalani diet rendah kalori
  • Seberapa besar penurunan berat badan
  • Banyaknya massa otot yang hilang
  • Kondisi kesehatan secara keseluruhan
  • Aktivitas fisik yang dilakukan

Dengan meningkatkan asupan kalori secara bertahap, memenuhi kebutuhan protein, melakukan latihan kekuatan, serta menjaga pola hidup sehat, metabolisme umumnya akan membaik dalam beberapa minggu hingga beberapa bulan.

Pada kondisi tertentu, terutama bila sudah terjadi malnutrisi berat atau gangguan makan, pemulihan dapat memerlukan waktu lebih lama dan memerlukan pendampingan tenaga kesehatan.

Harus ke Dokter Apa Jika Sudah Lama Makan di Bawah BMR?

Jika Anda telah menjalani pola makan di bawah BMR selama berbulan-bulan dan mulai mengalami keluhan seperti mudah lelah, menstruasi tidak teratur, rambut rontok, berat badan turun drastis, sering pusing, atau sulit berkonsentrasi, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter.

Dokter yang dapat membantu antara lain:

Pada beberapa kasus, dokter juga dapat menyarankan pemeriksaan darah untuk menilai kadar hemoglobin, fungsi tiroid, gula darah, vitamin, mineral, maupun kondisi kesehatan lainnya.

Kapan Harus Segera Memeriksakan Diri ke Dokter?

Segera periksakan diri apabila mengalami:

  • Berat badan turun drastis tanpa sebab yang jelas.
  • Tidak menstruasi selama tiga bulan atau lebih (bagi wanita yang sebelumnya memiliki siklus teratur). Anda bisa mengecek siklus Anda dengan kalkulator masa subur ini.
  • Pingsan atau sering hampir pingsan.
  • Jantung berdebar atau denyut jantung sangat lambat.
  • Sulit makan atau memiliki ketakutan berlebihan terhadap makanan.
  • Lemas berat hingga mengganggu aktivitas sehari-hari.

Makan di Bawah BMR Bukanlah Diet yang Sehat

Makan di bawah BMR dalam waktu lama bukanlah cara yang sehat untuk menurunkan berat badan. Kondisi ini dapat menyebabkan hilangnya massa otot, kekurangan gizi, gangguan hormon, hingga penurunan laju metabolisme.

Jika sudah terlanjur menjalani pola makan tersebut, jangan panik. Asupan kalori dapat ditingkatkan secara bertahap dengan pola makan bergizi seimbang dan disertai aktivitas fisik yang sesuai. 

Apabila muncul keluhan atau kondisi ini telah berlangsung lama, konsultasikan dengan dokter agar mendapatkan evaluasi dan penanganan yang tepat.

Di Primecare Clinic, tersedia program penurunan berat badan dengan dokter spesialis gizi klinik. Klik tautan ini untuk informasi selengkapnya!

program penurunan berat badan primecare clinic jakarta


24762-_1_-1200x800.webp

Banyak orang merasa kecewa ketika sudah rutin berolahraga selama berminggu-minggu, tetapi angka di timbangan tidak juga berubah. Kondisi ini sering membuat seseorang kehilangan semangat bahkan berhenti menjalani pola hidup sehat.

Padahal, berat badan yang tidak kunjung turun bukan berarti olahraga yang dilakukan sia-sia. Ada berbagai faktor yang dapat memengaruhi penurunan berat badan, mulai dari pola makan, kualitas tidur, tingkat stres, hingga perubahan komposisi tubuh.

Lalu, apa saja penyebab berat badan sulit turun meski sudah rajin berolahraga?

Mengapa Berat Badan Tidak Turun Meski Rutin Berolahraga?

Olahraga memang berperan penting dalam membantu menurunkan berat badan. Namun, olahraga hanyalah salah satu bagian dari proses tersebut. Agar berat badan turun, tubuh harus berada dalam kondisi defisit kalori, yaitu jumlah kalori yang dibakar lebih besar daripada kalori yang dikonsumsi.

Berdasarkan pedoman dari American College of Sports Medicine (ACSM), kombinasi antara pembatasan asupan kalori, aktivitas fisik, dan perubahan gaya hidup merupakan cara yang paling efektif untuk menurunkan berat badan. Olahraga tanpa disertai pengaturan pola makan sering kali belum cukup untuk menghasilkan penurunan berat badan yang signifikan. (1)

Selain itu, beberapa faktor berikut juga dapat menyebabkan berat badan sulit turun meski sudah rutin berolahraga.

1. Tubuh mulai beradaptasi

Saat pertama kali mulai berolahraga, tubuh biasanya membakar lebih banyak energi. Namun seiring waktu, tubuh akan beradaptasi sehingga jumlah kalori yang dibakar untuk aktivitas yang sama menjadi lebih sedikit. Kondisi ini dikenal sebagai adaptive thermogenesis atau adaptasi metabolik.

Hal ini bukan berarti metabolisme menjadi “rusak”, melainkan tubuh menjadi lebih efisien dalam menggunakan energi. Oleh karena itu, variasi jenis olahraga atau peningkatan intensitas latihan secara bertahap mungkin diperlukan.

2. Asupan kalori masih lebih tinggi daripada yang dibakar

Banyak orang tidak menyadari bahwa makanan atau minuman setelah berolahraga dapat menggantikan bahkan melebihi jumlah kalori yang baru saja dibakar.

Sebagai contoh, berjalan cepat selama 45 menit mungkin membakar sekitar 250–300 kalori, tetapi segelas minuman boba atau kopi dengan sirup dan krim dapat mengandung lebih dari 400 kalori. Akibatnya, defisit kalori tidak tercapai.

Untuk menghitung kebutuhan kalori harian, Anda bisa mengestimasinya dengan kalkulator BMR dan TDEE ini.

3. Berat badan sedang mengalami plateau

Setelah beberapa minggu atau bulan menjalani program penurunan berat badan, sebagian orang mengalami kondisi yang dikenal sebagai weight loss plateau. Pada fase ini, berat badan cenderung berhenti turun meskipun pola makan dan olahraga masih dilakukan.

Plateau merupakan hal yang umum terjadi karena tubuh menyesuaikan kebutuhan energinya dengan berat badan yang sudah berkurang. Untuk mengatasinya, diperlukan evaluasi kembali pola makan, jenis latihan, maupun aktivitas fisik harian.

Apakah Massa Otot Bisa Memengaruhi Angka di Timbangan?

Jawabannya adalah ya.

Saat rutin melakukan olahraga, terutama latihan kekuatan seperti angkat beban, tubuh tidak hanya membakar lemak tetapi juga membentuk massa otot. Otot memiliki massa yang lebih besar dibandingkan lemak dalam volume yang sama.

Akibatnya, angka di timbangan mungkin tidak banyak berubah meskipun persentase lemak tubuh sebenarnya menurun.

Sebagai ilustrasi, seseorang dapat kehilangan 2 kg lemak tetapi sekaligus menambah 2 kg massa otot. Berat badan tetap sama, tetapi bentuk tubuh menjadi lebih ramping, lingkar pinggang mengecil, dan kebugaran meningkat.

Karena itu, berat badan bukan satu-satunya indikator keberhasilan program hidup sehat. Perubahan ukuran pakaian, lingkar pinggang, persentase lemak tubuh, hingga peningkatan kekuatan fisik juga merupakan tanda bahwa tubuh mengalami perubahan ke arah yang lebih sehat.

Contoh Kesalahan Pola Makan Setelah Berolahraga

Tanpa disadari, beberapa kebiasaan setelah olahraga justru dapat menghambat penurunan berat badan.

1. Menganggap sudah “berhak” makan lebih banyak

Setelah berolahraga, sebagian orang merasa telah membakar banyak kalori sehingga tidak masalah mengkonsumsi makanan dalam jumlah besar sebagai “hadiah”. Padahal, kalori yang masuk bisa jauh lebih tinggi dibandingkan yang telah dibakar.

2. Mengonsumsi minuman tinggi gula

Minuman olahraga, kopi kekinian, jus dengan tambahan gula, atau minuman boba seringkali mengandung kalori yang cukup tinggi. Jika dikonsumsi terlalu sering, minuman ini dapat menghambat defisit kalori.

3. Terlalu sering mengonsumsi cemilan tinggi kalori

Protein memang penting untuk pemulihan otot. Namun, tidak semua cemilan berlabel “protein” rendah kalori. Protein bar, granola, atau smoothie dapat mengandung gula dan lemak tambahan yang cukup tinggi.

4. Tidak memperhatikan ukuran porsi

Meskipun memilih makanan yang sehat, mengonsumsi porsi yang terlalu besar tetap dapat menyebabkan asupan kalori berlebih.

Berdasarkan penelitian yang dipublikasikan dalam The American Journal of Clinical Nutrition, banyak orang cenderung melebihkan jumlah kalori yang dibakar saat berolahraga dan tanpa sadar mengonsumsi kalori lebih banyak setelahnya. 

Fenomena ini dikenal sebagai compensatory eating, yaitu peningkatan asupan makan sebagai respons terhadap aktivitas fisik. (2)

Pengaruh Kurang Tidur dan Stres terhadap Berat Badan

Tidak hanya olahraga dan pola makan, kualitas tidur serta tingkat stres juga berperan besar dalam mengatur berat badan.

1. Kurang tidur

Tidur kurang dari 7 jam per malam dapat mempengaruhi hormon yang mengatur rasa lapar dan kenyang.

Kadar hormon ghrelin, yang merangsang rasa lapar, akan meningkat. Sebaliknya, hormon leptin, yang memberikan rasa kenyang, akan menurun. Akibatnya, seseorang menjadi lebih mudah lapar dan cenderung memilih makanan tinggi gula maupun lemak.

Selain itu, kurang tidur juga membuat tubuh terasa lebih lelah sehingga aktivitas fisik sehari-hari menjadi berkurang.

2. Stres berkepanjangan

Saat mengalami stres kronis, tubuh menghasilkan lebih banyak hormon kortisol.

Kadar kortisol yang tinggi dapat meningkatkan nafsu makan, terutama terhadap makanan manis dan tinggi kalori. Pada sebagian orang, stres juga dapat menyebabkan penumpukan lemak di area perut serta mengganggu kualitas tidur, sehingga semakin menyulitkan penurunan berat badan.

Oleh karena itu, menjaga kesehatan mental, mengelola stres, dan tidur yang cukup merupakan bagian penting dari program penurunan berat badan.

Harus ke Dokter Apa Jika Sudah Olahraga, tetapi Berat Badan Tidak Kunjung Turun?

Jika berat badan tidak kunjung turun meskipun Anda telah berolahraga secara rutin dan menjaga pola makan selama beberapa bulan, sebaiknya jangan langsung menyalahkan diri sendiri. Dalam beberapa kasus, terdapat kondisi medis yang dapat mempengaruhi metabolisme atau menyebabkan penurunan berat badan menjadi lebih sulit.

Sebagai langkah awal, Anda dapat berkonsultasi dengan dokter umum. Dokter akan mengevaluasi riwayat kesehatan, pola makan, aktivitas fisik, penggunaan obat-obatan, serta melakukan pemeriksaan fisik. Bila diperlukan, dokter juga dapat menyarankan pemeriksaan penunjang seperti kadar gula darah, profil lipid, fungsi tiroid, atau pemeriksaan lainnya sesuai indikasi.

Apabila ditemukan kondisi tertentu, dokter umum dapat merujuk Anda ke dokter spesialis penyakit dalam (Sp.PD), terutama bila dicurigai terdapat gangguan metabolik seperti diabetes, hipotiroidisme, sindrom metabolik, atau obesitas yang memerlukan penanganan lebih lanjut. Pada beberapa kondisi, pasien juga dapat dirujuk ke dokter spesialis gizi klinik (Sp.GK) untuk mendapatkan perencanaan makan yang lebih terarah sesuai kebutuhan dan tujuan kesehatan.

Segera konsultasikan ke dokter apabila berat badan tetap tidak berubah setelah menjalani pola hidup sehat selama beberapa bulan, mengalami kenaikan berat badan yang tidak diketahui penyebabnya, atau disertai gejala lain seperti mudah lelah, rambut rontok berlebihan, sembelit, gangguan menstruasi, atau pembengkakan pada leher yang dapat mengarah pada gangguan hormon.

Kesimpulan

Berat badan yang tidak kunjung turun meski rutin berolahraga bukan berarti usaha Anda gagal. Penurunan berat badan dipengaruhi oleh banyak faktor, seperti keseimbangan antara asupan dan pengeluaran kalori, perubahan massa otot, pola makan setelah olahraga, kualitas tidur, tingkat stres, hingga kondisi medis tertentu.

Daripada hanya berfokus pada angka di timbangan, cobalah memperhatikan perubahan lain seperti lingkar pinggang yang mengecil, pakaian yang terasa lebih longgar, tubuh yang lebih bugar, dan peningkatan kekuatan saat berolahraga. Semua perubahan tersebut merupakan tanda bahwa tubuh sedang bergerak ke arah yang lebih sehat.

Apabila Anda merasa sudah menjalani pola hidup sehat tetapi berat badan tetap sulit turun, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter spesilais gizi klinik agar dapat diketahui penyebabnya dan diberikan penanganan yang sesuai.

Di Primecare Clinic Jakarta, tersedia program penurunanb berat badan dengan dokter spesialis gizi klinik. Klik tautan ini untuk informasi selengkapnya!

Referensi

  1. American College of Sports Medicine. ACSM’s Guidelines for Exercise Testing and Prescription, 11th Edition.
  2. Blundell JE, et al. Compensatory eating after exercise and the role of appetite regulation. The American Journal of Clinical Nutrition. 2015. 

14452-_1_-1200x800.webp

Keinginan untuk memiliki berat badan ideal membuat banyak orang mencari berbagai cara untuk menurunkan berat badan, salah satunya dengan mengonsumsi fat burner. Produk ini sering dipromosikan sebagai suplemen yang dapat membantu membakar lemak lebih cepat, meningkatkan metabolisme, hingga mempercepat penurunan berat badan.

Namun, apakah fat burner benar-benar bekerja sesuai klaimnya? Apakah aman dikonsumsi oleh semua orang? Sebelum memutuskan untuk menggunakannya, penting untuk memahami cara kerja, kandungan, manfaat, serta risiko yang mungkin ditimbulkan.

Apa Itu Fat Burner ?

Fat burner adalah suplemen yang dirancang untuk membantu proses penurunan berat badan dengan meningkatkan pembakaran lemak, menekan nafsu makan, atau meningkatkan pengeluaran energi tubuh.

Perlu diketahui bahwa fat burner bukanlah obat penurun berat badan dan bukan solusi instan untuk menghilangkan lemak. Suplemen ini hanya berperan sebagai pendukung program diet yang tetap harus disertai pola makan sehat dan olahraga secara teratur.

Efektivitas fat burner juga dapat berbeda pada setiap orang, tergantung kondisi kesehatan, pola hidup, dan jenis produk yang digunakan.

Cara Kerja Fat Burner

Setiap produk memiliki mekanisme kerja yang berbeda, tetapi secara umum fat burner bekerja melalui beberapa cara berikut:

1. Meningkatkan Metabolisme

Beberapa kandungan dalam fat burner dapat meningkatkan laju metabolisme sehingga tubuh membakar lebih banyak kalori, bahkan saat sedang beristirahat.

2. Meningkatkan Penggunaan Lemak sebagai Energi

Fat burner tertentu membantu tubuh menggunakan cadangan lemak sebagai sumber energi selama beraktivitas atau berolahraga.

3. Menekan Nafsu Makan

Sebagian produk mengandung zat yang membantu memberikan rasa kenyang lebih lama sehingga asupan kalori menjadi lebih sedikit.

4. Meningkatkan Energi

Kandungan stimulan pada fat burner dapat membuat tubuh terasa lebih berenergi sehingga pengguna lebih semangat berolahraga. Namun, efek ini juga dapat meningkatkan risiko munculnya efek samping tertentu.

Kandungan Fat Burner

Berikut beberapa bahan yang paling sering ditemukan pada produk fat burner:

1. Kafein

Kafein merupakan bahan yang paling umum digunakan. Fungsinya adalah meningkatkan metabolisme, membantu pembakaran kalori, serta meningkatkan energi dan fokus saat berolahraga.

2. Ekstrak Teh Hijau

Mengandung katekin dan sedikit kafein yang dipercaya dapat membantu meningkatkan oksidasi lemak, terutama bila dikombinasikan dengan aktivitas fisik.

3. L-Carnitine

L-carnitine berperan dalam membantu membawa asam lemak ke dalam sel untuk diubah menjadi energi. Namun, manfaatnya terhadap penurunan berat badan pada orang sehat masih menunjukkan hasil penelitian yang beragam.

4. Capsaicin

Senyawa alami dari cabai yang dapat meningkatkan pengeluaran energi tubuh serta memberikan efek termogenesis, yaitu peningkatan produksi panas yang sedikit meningkatkan pembakaran kalori.

5. Garcinia Cambogia

Mengandung asam hidroksisitrat (HCA) yang pernah dipromosikan dapat menekan nafsu makan. Namun, bukti ilmiah mengenai efektivitasnya masih belum konsisten.

6. Serat Larut Air

Beberapa produk mengandung serat seperti glucomannan yang dapat membantu meningkatkan rasa kenyang sehingga asupan makanan menjadi lebih sedikit.

Apakah Fat Burner Benar-Benar Efektif dalam Menurunkan Berat Badan?

Jawabannya adalah dapat membantu, tetapi efeknya umumnya tidak besar.

Berbagai penelitian menunjukkan bahwa beberapa kandungan dalam fat burner memang dapat memberikan sedikit peningkatan pembakaran kalori atau membantu mengurangi nafsu makan. Namun, penurunan berat badan yang dihasilkan biasanya relatif kecil dan akan jauh lebih optimal bila disertai dengan:

  • Mengurangi asupan kalori sesuai kebutuhan tubuh.
  • Mengonsumsi makanan bergizi seimbang.
  • Berolahraga secara rutin.
  • Tidur yang cukup.
  • Mengelola stres.

Tanpa perubahan gaya hidup tersebut, fat burner umumnya tidak memberikan hasil yang bermakna.

Efek Samping dan Risiko Fat Burner

Karena banyak produk mengandung stimulan, penggunaan fat burner dapat menimbulkan beberapa efek samping, seperti:

  • Jantung berdebar.
  • Tekanan darah meningkat.
  • Sulit tidur atau insomnia.
  • Gelisah dan cemas.
  • Sakit kepala.
  • Mual atau gangguan pencernaan.

Pada sebagian orang, terutama yang memiliki penyakit jantung, hipertensi, gangguan irama jantung, gangguan tiroid, atau sedang hamil dan menyusui, penggunaan fat burner dapat meningkatkan risiko terjadinya komplikasi.

Selain itu, tidak semua produk suplemen memiliki kualitas dan keamanan yang sama. Beberapa produk bahkan dapat mengandung bahan yang tidak tercantum pada label atau memiliki dosis yang tidak sesuai.

Cara Menggunakan Fat Burner dengan Aman

Apabila ingin menggunakan fat burner, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan:

  • Pilih produk yang memiliki izin edar resmi dari BPOM.
  • Ikuti dosis yang dianjurkan pada kemasan dan jangan melebihi dosis.
  • Hindari mengonsumsi beberapa produk berkafein secara bersamaan, seperti kopi, minuman energi, dan fat burner.
  • Jangan mengonsumsi fat burner menjelang waktu tidur.
  • Tetap jalankan pola makan sehat dan olahraga secara rutin.
  • Hentikan penggunaan apabila muncul efek samping seperti jantung berdebar hebat, nyeri dada, pusing berat, atau sesak napas.
  • Konsultasikan terlebih dahulu kepada dokter apabila memiliki penyakit kronis atau sedang mengonsumsi obat-obatan tertentu.

Apakah Jika Berat Badan Sudah Ideal, Masih Perlu Mengonsumsi Fat Burner?

Secara umum, tidak perlu.

Apabila berat badan sudah berada dalam rentang yang sehat, penggunaan fat burner biasanya tidak memberikan manfaat yang signifikan. Mengonsumsi suplemen tersebut justru dapat meningkatkan risiko efek samping tanpa memberikan keuntungan yang jelas.

Untuk mempertahankan berat badan ideal, langkah yang lebih dianjurkan adalah:

  • Mengonsumsi makanan bergizi seimbang.
  • Tetap aktif secara fisik.
  • Melakukan latihan kekuatan dan olahraga aerobik secara rutin.
  • Tidur yang cukup.
  • Menjaga pola hidup sehat secara konsisten.

Bila tujuan Anda adalah membentuk otot atau menurunkan persentase lemak tubuh meskipun berat badan sudah normal, strategi yang lebih efektif adalah mengatur pola makan dan program latihan yang sesuai dibandingkan mengandalkan fat burner.

Untuk mengetahui berat badan Anda sudah ideal atau tidak, Anda bisa menghitung BMI di tautan ini.

Kesimpulan

Fat burner merupakan suplemen yang dapat membantu meningkatkan metabolisme, menekan nafsu makan, atau meningkatkan penggunaan lemak sebagai sumber energi. Namun, manfaatnya dalam menurunkan berat badan umumnya hanya bersifat tambahan dan tidak dapat menggantikan pola makan sehat maupun olahraga.

Tidak semua orang membutuhkan fat burner, terutama jika berat badan sudah ideal. Penggunaan suplemen ini juga perlu dilakukan secara bijak karena dapat menimbulkan efek samping, terutama pada orang dengan kondisi kesehatan tertentu.

Jika Anda mengalami kesulitan menurunkan berat badan, memiliki obesitas, atau ingin mengetahui metode penurunan berat badan yang paling sesuai dengan kondisi kesehatan Anda, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis gizi klinik. Evaluasi yang tepat dapat membantu menentukan strategi penurunan berat badan yang aman, efektif, dan sesuai dengan kebutuhan masing-masing individu.

Di Primecare Clinic Jakarta, tersedia program penurunan berat badan (terdapat fat burner) dengan dokter spesialis gizi klinik. Klik tautan ini untuk informasi selengkapnya!

program penurunan berat badan primecare clinic jakarta


13564-_2_-1200x800.webp

Menurunkan berat badan merupakan tujuan banyak orang, baik untuk meningkatkan penampilan maupun menjaga kesehatan. Namun, tidak sedikit yang memilih cara instan tanpa mengetahui apakah metode tersebut aman dan efektif.

Padahal, penurunan berat badan yang sehat bukan hanya tentang makan lebih sedikit, tetapi juga memahami bagaimana tubuh menggunakan energi serta menerapkan perubahan gaya hidup yang dapat dipertahankan dalam jangka panjang.

Lalu, bagaimana cara menurunkan berat badan yang benar?

Berikut penjelasan lengkapnya.

Mengapa Berat Badan Bisa Bertambah?

Berat badan bertambah ketika jumlah kalori yang masuk ke dalam tubuh lebih banyak daripada kalori yang digunakan.

Namun, kenaikan berat badan tidak hanya dipengaruhi oleh pola makan. Beberapa faktor lain juga dapat berperan, seperti:

  • Kurang aktivitas fisik atau gaya hidup sedenter
  • Pola tidur yang tidak teratur.
  • Stres berkepanjangan.
  • Faktor genetik.
  • Perubahan hormon.
  • Kondisi medis tertentu.
  • Efek samping beberapa jenis obat.

Karena itu, program penurunan berat badan sebaiknya mempertimbangkan kondisi masing-masing individu.

Apa Prinsip Dasar dalam Menurunkan Berat Badan?

Prinsip utama dalam menurunkan berat badan adalah menciptakan defisit kalori, yaitu kondisi ketika tubuh membakar lebih banyak kalori dibandingkan jumlah yang dikonsumsi.

Defisit kalori dapat dicapai melalui kombinasi:

  • Mengurangi asupan kalori dari makanan.
  • Meningkatkan aktivitas fisik.
  • Menerapkan kebiasaan hidup yang lebih sehat.

Sebelum memulai program, Anda juga disarankan mengetahui kebutuhan kalori harian melalui perhitungan BMR (Basal Metabolic Rate) dan TDEE (Total Daily Energy Expenditure) agar target penurunan berat badan dapat disusun secara lebih tepat. Anda bisa menghitung BMR dan TDEE pada kalkulator di tautan ini.

Bagaimana Cara Mengatur Pola Makan untuk Menurunkan Berat Badan?

Pola makan yang sehat merupakan fondasi utama dalam program weight loss.

Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain:

  • Mengonsumsi makanan bergizi seimbang.
  • Memperbanyak protein untuk membantu mempertahankan massa otot.
  • Meningkatkan konsumsi sayur dan buah yang kaya serat.
  • Mengurangi makanan tinggi gula, lemak jenuh, dan makanan ultra-proses.
  • Mengatur porsi makan sesuai kebutuhan kalori harian.
  • Memilih air putih sebagai minuman utama.

Tidak ada satu jenis makanan yang dapat menurunkan berat badan secara instan. Yang terpenting adalah menjaga keseimbangan antara asupan kalori dan kebutuhan tubuh.

Seberapa Penting Olahraga dalam Program Penurunan Berat Badan?

Olahraga membantu meningkatkan pengeluaran kalori sekaligus menjaga kesehatan jantung, otot, dan metabolisme tubuh.

Program olahraga yang ideal umumnya mengombinasikan:

  • Latihan kardio, seperti jalan cepat, bersepeda, berenang, atau jogging untuk membantu membakar kalori.
  • Latihan kekuatan (strength training) untuk membantu mempertahankan atau meningkatkan massa otot sehingga metabolisme tubuh tetap optimal.

Olahraga saja sering kali belum cukup jika pola makan tidak diperhatikan. Oleh karena itu, keduanya perlu berjalan bersamaan.

Kebiasaan Sehari-Hari Apa yang Dapat Membantu Membakar Kalori?

Selain diet dan olahraga, beberapa kebiasaan sederhana juga dapat membantu mendukung program penurunan berat badan, seperti:

  • Lebih banyak berjalan kaki.
  • Menggunakan tangga dibanding lift atau eskalator jika memungkinkan.
  • Berdiri dan bergerak di sela pekerjaan yang banyak duduk.
  • Tidur 7–9 jam setiap malam.
  • Mengelola stres dengan baik.
  • Memantau berat badan dan komposisi tubuh secara berkala.

Perubahan kecil yang dilakukan secara konsisten sering kali memberikan hasil yang lebih baik dibandingkan perubahan ekstrem yang hanya berlangsung sementara.

Apakah Obat Diperlukan untuk Menurunkan Berat Badan?

Sebagian besar orang dapat menurunkan berat badan melalui perubahan pola makan, aktivitas fisik, dan gaya hidup yang sehat. Namun, pada kondisi tertentu, dokter dapat mempertimbangkan pemberian terapi tambahan untuk membantu mencapai target penurunan berat badan.

Beberapa jenis terapi yang dapat digunakan antara lain:

  • Fat blocker, yaitu obat yang membantu mengurangi penyerapan sebagian lemak dari makanan sehingga asupan kalori dari lemak dapat berkurang.
  • Appetite suppressant, yaitu obat yang membantu mengurangi rasa lapar atau mengontrol nafsu makan sehingga asupan kalori menjadi lebih terkendali.
  • Fat burner, yaitu produk yang diklaim membantu meningkatkan pembakaran kalori atau metabolisme tubuh. Namun, efektivitas dan keamanan fat burner dapat bervariasi tergantung kandungan produknya, sehingga penggunaannya sebaiknya dikonsultasikan terlebih dahulu dengan dokter.
  • Terapi berbasis GLP-1, yaitu obat yang awalnya dikembangkan untuk membantu mengontrol kadar gula darah pada pasien diabetes tipe 2. Terapi ini juga diketahui dapat meningkatkan rasa kenyang, mengurangi nafsu makan, dan membantu penurunan berat badan pada pasien yang memenuhi indikasi.

Ke Dokter Apa jika Ingin Menurunkan Berat Badan?

Jika ingin menurunkan berat badan, Anda bisa ke dokter spesialis gizi klinik. Mereka akan memberikan treatment/perawatan yang tepat untuk menurunkan berat badan.

Kesimpulan

Menurunkan berat badan yang sehat memerlukan pendekatan yang menyeluruh, bukan sekadar mengurangi makan.

Hal yang perlu diingat:

  • Defisit kalori merupakan prinsip utama dalam penurunan berat badan.
  • Pola makan sehat dan olahraga perlu dilakukan secara bersamaan.
  • Kebiasaan sehari-hari juga berperan dalam meningkatkan pembakaran kalori.
  • Pada kondisi tertentu, terapi obat dapat menjadi pilihan sebagai bagian dari program weight management yang terstruktur.

Dengan strategi yang tepat dan konsisten, target berat badan ideal dapat dicapai secara lebih aman dan berkelanjutan.

Di Primecare Clinic Jakarta, tersedia program penurunan berat badan dengan dokter spesialis gizi klinik. Klik tautan ini untuk informasi selengkapnya!

program penurunan berat badan primecare clinic jakarta


553-_1_-1200x800.webp

Perut buncit menjadi salah satu keluhan yang paling sering disampaikan saat seseorang ingin menurunkan berat badan. Tidak sedikit yang mencari cara agar lemak di area perut dapat hilang lebih cepat, mulai dari melakukan latihan khusus hingga mencoba berbagai produk pelangsing.

Namun, apakah benar lemak di perut bisa dikurangi hanya pada area tersebut saja?

Berikut penjelasan lengkapnya.

Apakah Mengecilkan Perut Saja Itu Mungkin?

Banyak orang percaya bahwa latihan seperti sit-up atau plank dapat membakar lemak hanya di area perut. Faktanya, tubuh tidak dapat memilih lokasi tertentu untuk membakar lemak, sebuah konsep yang dikenal sebagai spot reduction.

Saat tubuh mengalami defisit kalori, lemak akan dibakar dari berbagai bagian tubuh, bukan hanya dari area yang dilatih. Itulah sebabnya, seseorang dapat rutin melatih otot perut tetapi ukuran lingkar perut belum tentu langsung mengecil apabila persentase lemak tubuh secara keseluruhan masih tinggi.

Meski demikian, latihan otot perut tetap bermanfaat untuk memperkuat otot inti (core muscles) dan memperbaiki postur tubuh.

Bagaimana Cara Mengecilkan Perut?

Cara paling efektif untuk membantu mengecilkan perut adalah dengan menurunkan persentase lemak tubuh secara keseluruhan melalui perubahan gaya hidup yang sehat.

Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain:

  • Menerapkan pola makan bergizi seimbang dengan defisit kalori yang sesuai. Hitung kebutuhan kalori harian di kalkulator ini.
  • Mengonsumsi protein dan serat dalam jumlah yang cukup.
  • Melakukan olahraga secara rutin, baik latihan kardio maupun latihan kekuatan.
  • Tidur yang cukup setiap malam.
  • Mengelola stres dengan baik.

Selain itu, evaluasi melalui Body Composition Analysis (BCA) juga dapat membantu memantau perubahan persentase lemak tubuh dan massa otot selama menjalani program penurunan berat badan. (Anda bisa mengestimasi body fat atau lemak Anda di tautan ini).

Pada sebagian orang, setelah berat badan berhasil turun, masih dapat ditemukan lemak yang menetap di area tertentu (localized fat), misalnya pada perut, lengan, atau paha. 

Pada kondisi seperti ini, dokter dapat mempertimbangkan tindakan tambahan seperti mesotherapy pada pasien yang sesuai.

Mesotherapy bukan merupakan terapi utama untuk menurunkan berat badan, melainkan prosedur yang bertujuan membantu mengurangi timbunan lemak pada area tertentu sebagai pelengkap program weight management yang komprehensif.

Apa Manfaat Memiliki Lingkar Perut yang Lebih Ideal?

Lingkar perut yang lebih ideal bukan hanya memberikan manfaat dari segi penampilan, tetapi juga berhubungan dengan kesehatan.

Mengurangi lemak di area perut dapat membantu menurunkan risiko berbagai penyakit, seperti:

  • Diabetes melitus tipe 2.
  • Hipertensi.
  • Penyakit jantung.
  • Stroke.
  • Perlemakan hati (fatty liver).
  • Sindrom metabolik.

Selain itu, tubuh juga dapat terasa lebih ringan saat beraktivitas dan kebugaran fisik menjadi lebih baik.

Apa Bahaya Menggunakan Cara yang Tidak Tepat untuk Mengecilkan Perut?

Keinginan mendapatkan perut yang lebih ramping dalam waktu singkat sering kali membuat seseorang mencoba berbagai metode yang belum terbukti aman.

Beberapa cara yang sebaiknya dihindari antara lain:

  • Diet yang terlalu ketat atau ekstrem.
  • Mengonsumsi obat atau suplemen pelangsing tanpa pengawasan tenaga medis.
  • Mengandalkan alat pelangsing yang tidak memiliki bukti ilmiah.
  • Berolahraga secara berlebihan tanpa memperhatikan kondisi tubuh.

Cara-cara tersebut tidak hanya berisiko menimbulkan efek samping, tetapi juga dapat menyebabkan kehilangan massa otot, kekurangan nutrisi, hingga berat badan kembali naik setelah program selesai.

Karena itu, program penurunan berat badan sebaiknya dilakukan secara bertahap dan disesuaikan dengan kondisi masing-masing individu.

Kesimpulan

Perut buncit tidak dapat dihilangkan hanya dengan melatih satu area tubuh saja. Cara yang paling efektif adalah menurunkan persentase lemak tubuh secara keseluruhan melalui pola makan sehat, aktivitas fisik yang teratur, dan perubahan gaya hidup yang konsisten.

Hal yang perlu diingat:

  • Lemak tidak dapat dibakar hanya pada satu bagian tubuh.
  • Defisit kalori tetap menjadi dasar utama penurunan berat badan.
  • Body Composition Analysis membantu memantau perubahan komposisi tubuh.
  • Mesotherapy dapat menjadi terapi tambahan pada pasien tertentu yang memiliki timbunan lemak di area spesifik, tetapi bukan pengganti pola hidup sehat.

Dengan strategi yang tepat, target memiliki lingkar perut yang lebih ideal dapat dicapai secara aman dan berkelanjutan.

Jika Anda ingin konsultasi terkait keluhan perut buncit dan penurunan berat badan, maka Anda bisa berkonsultasi dengan dokter spesialis gizi klinik.

Di Primecare Clinic Jakarta, tersedia program penurunan berat badan dengan dokter spesialis gizi klinik. Klik tautan ini untuk informasi selengkapnya!

program penurunan berat badan primecare clinic jakarta


15132-_1_-1200x828.webp

Sudah mengurangi porsi makan dan rutin berolahraga, tetapi angka pada timbangan tidak kunjung berubah? Kondisi ini sering membuat banyak orang merasa frustrasi dan akhirnya menyerah menjalani program diet.

Padahal, berat badan yang sulit turun tidak selalu berarti program diet Anda gagal. Ada berbagai faktor yang dapat memengaruhi proses penurunan berat badan, mulai dari pola hidup hingga kondisi medis tertentu.

Lalu, apa saja penyebab berat badan sulit turun dan bagaimana cara mengatasinya?

Berikut penjelasan lengkapnya.

Apa Penyebab Berat Badan Sulit Turun?

Penurunan berat badan dipengaruhi oleh keseimbangan antara kalori yang masuk dan kalori yang dibakar tubuh. Namun, proses ini juga dipengaruhi oleh berbagai faktor lain.

Beberapa penyebab berat badan sulit turun antara lain:

1. Pola makan masih berlebihan

Tanpa disadari, camilan, minuman manis, atau porsi makan yang terlalu besar dapat membuat asupan kalori tetap berlebih meskipun merasa sudah “diet”.

2. Aktivitas fisik kurang optimal

Olahraga memang penting, tetapi frekuensi, intensitas, dan jenis latihan juga perlu disesuaikan. Mengandalkan olahraga tanpa memperhatikan pola makan sering kali belum cukup untuk menciptakan defisit kalori.

3. Massa otot yang rendah

Otot membantu membakar lebih banyak kalori dibandingkan lemak. Massa otot yang rendah dapat membuat metabolisme tubuh menjadi lebih lambat.

4. Kurang tidur dan stres

Kurang tidur serta stres berkepanjangan dapat memengaruhi hormon yang mengatur rasa lapar dan kenyang, sehingga seseorang lebih mudah makan berlebihan.

5. Kondisi medis tertentu

Pada sebagian orang, berat badan yang sulit turun dapat dipengaruhi oleh kondisi medis, seperti gangguan tiroid, sindrom ovarium polikistik (PCOS), diabetes, atau efek samping obat tertentu.

Kebiasaan yang Tanpa Disadari Dapat Menghambat Progres Diet

Selain faktor di atas, beberapa kebiasaan sehari-hari juga dapat memperlambat penurunan berat badan, misalnya:

  • Sering mengonsumsi minuman manis atau kopi dengan tambahan gula.
  • Terlalu sering ngemil di sela waktu makan.
  • Kurang mengonsumsi protein dan serat.
  • Jarang melakukan latihan kekuatan untuk mempertahankan massa otot.
  • Pola tidur yang tidak teratur.
  • Tidak menghitung kebutuhan kalori harian. 
  • Terlalu sering menjalani “cheat day” hingga asupan kalori berlebihan.

Kebiasaan kecil seperti ini sering kali tidak disadari, tetapi dapat memberikan pengaruh yang cukup besar terhadap hasil program diet.

Kapan Seseorang Dikatakan Mengalami Berat Badan Sulit Turun?

Setiap orang memiliki kecepatan penurunan berat badan yang berbeda. Karena itu, penting untuk memiliki ekspektasi yang realistis.

Secara umum, penurunan berat badan yang sehat berkisar sekitar 0,5–1 kg per minggu dengan pola makan dan aktivitas fisik yang sesuai.

Berat badan dapat dikatakan sulit turun apabila:

  • Berat badan tidak berubah atau bahkan meningkat meskipun telah menjalani pola makan sehat dan olahraga secara konsisten selama beberapa minggu.
  • Berat badan berhenti turun (weight loss plateau) dalam waktu yang cukup lama meskipun program sudah dijalankan dengan baik.
  • Sulit mencapai target berat badan meskipun merasa sudah membatasi asupan makanan.

Jika kondisi ini terjadi, evaluasi lebih lanjut dapat membantu menemukan penyebabnya.

Apa yang Harus Dilakukan Jika Berat Badan Sulit Turun?

Jika berat badan sulit turun, jangan terburu-buru mencoba diet ekstrem atau mengurangi makan secara berlebihan.

Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain:

  • Evaluasi kembali pola makan dan ukuran porsi.
  • Hitung kebutuhan kalori harian menggunakan BMR dan TDEE. 👉 Hitung kebutuhan kalori harian Anda di sini:
    https://primecareclinic.co.id/kalkulator-bmr/
  • Pastikan terjadi defisit kalori yang sesuai.
  • Lakukan kombinasi latihan kardio dan latihan kekuatan.
  • Tidur yang cukup setiap malam.
  • Kelola stres dengan baik.
  • Lakukan evaluasi komposisi tubuh melalui Body Composition Analysis, karena terkadang berat badan tidak banyak berubah tetapi massa otot meningkat dan lemak tubuh berkurang.

Apabila diperlukan, konsultasi dengan dokter spesialis gizi klinik dapat membantu menentukan strategi penurunan berat badan yang lebih sesuai.

Harus ke Dokter Apa Jika Berat Badan Sulit Turun?

Jika berat badan tetap sulit turun meskipun sudah menjalani pola hidup sehat secara konsisten, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter spesialis gizi klinik (Sp.GK).

Dokter akan mengevaluasi berbagai faktor yang dapat memengaruhi berat badan, seperti:

  • Pola makan
  • Aktivitas fisik
  • Komposisi tubuh
  • Kondisi metabolik
  • Penyakit yang mungkin mendasari

Pada kondisi tertentu, dokter juga dapat menyarankan pemeriksaan penunjang atau terapi yang disesuaikan dengan kondisi masing-masing individu.

Kesimpulan

Berat badan yang sulit turun tidak selalu disebabkan oleh kurangnya usaha. Berbagai faktor, mulai dari pola makan, aktivitas fisik, kebiasaan sehari-hari, hingga kondisi medis tertentu dapat memengaruhi keberhasilan program penurunan berat badan.

Hal yang perlu diingat:

  • Berat badan yang sulit turun memerlukan evaluasi secara menyeluruh.
  • Defisit kalori tetap menjadi dasar utama dalam proses penurunan berat badan.
  • Body Composition Analysis membantu menilai perubahan komposisi tubuh, bukan hanya angka pada timbangan.
  • Program penurunan berat badan yang dipersonalisasi umumnya memberikan hasil yang lebih optimal.

Dengan mengetahui penyebabnya, strategi penurunan berat badan dapat disesuaikan sehingga hasilnya lebih efektif dan berkelanjutan.

Di Primecare Clinic Jakarta, tersedia program penurunan berat badan dengan dokter spesialis gizi klinik. Klik tautan ini untuk informasi selengkapnya!

program penurunan berat badan primecare clinic jakarta


2149357364-_1_.webp

Infertilitas merupakan kondisi yang cukup sering dialami pasangan usia reproduktif. Memahami penyebab dan pilihan terapi sangat penting agar pasangan dapat segera mendapatkan penanganan yang tepat.

Terdapat infertilitas primer dan sekunder. Artikel ini akan membahas infertilitas primer.

Apa itu Infertilitas Primer?

Infertilitas adalah kondisi ketika pasangan tidak berhasil hamil setelah ≥12 bulan hubungan seksual rutin tanpa kontrasepsi. 

Infertilitas primer berarti belum pernah terjadi kehamilan sebelumnya.

Secara global, sekitar 1 dari 6 orang mengalami infertilitas dalam hidupnya.

Penyebab Infertilitas dari Sisi Wanita

Gangguan dapat terjadi pada berbagai organ reproduksi, bisa disebabkan kombinasi beberapa faktor.

1. Gangguan ovulasi (paling sering)

Contoh: Polycystic Ovary Syndrome (PCOS): PCOS adalah penyebab utama anovulasi dan infertilitas pada wanita

2. Sumbatan tuba falopi

Akibat infeksi, operasi, atau endometriosis. Selain itu, sumbatan ini dapat menghambat pertemuan sel telur dan sperma.

Umumnya, hidrotubasi dilakukan untuk mendeteksi sumbatan pada tuba falopi.

3. Kelainan rahim

Mioma, polip, atau kelainan bentuk rahim.

4. Gangguan hormonal

Ketidakseimbangan hormon dari otak (hipotalamus–hipofisis)

Penyebab Infertilitas dari Sisi Pria

Faktor pria menyumbang sebagian besar kasus infertilitas.

Penyebab utama:

  • Jumlah sperma rendah (low sperm count)
  • Pergerakan sperma buruk (motilitas)
  • Bentuk sperma abnormal (morfologi)

Selain itu:

  • gangguan hormonal
  • sumbatan saluran reproduksi
  • gangguan produksi sperma

Menurut WHO, masalah kualitas dan fungsi sperma adalah penyebab utama infertilitas pria.

Rangkaian Tes untuk Diagnosis Infertilitas

Evaluasi dilakukan pada kedua pasangan.

Pada wanita:

  • USG transvaginal
  • pemeriksaan hormon (FSH, LH, TSH, prolaktin)
  • pemeriksaan ovulasi
  • HSG (cek saluran tuba)

Pada pria:

  • Analisis sperma (utama) → jumlah, bentuk, dan pergerakan sperma
  • pemeriksaan hormon jika diperlukan

WHO menekankan bahwa diagnosis infertilitas melibatkan evaluasi klinis, laboratorium, dan imaging.

Apakah infertilitas primer bisa disembuhkan?

Banyak kasus dapat ditangani, tergantung penyebabnya.

  • Gangguan ovulasi → dapat diatasi dengan obat
  • Sumbatan → bisa dengan tindakan operasi
  • Faktor pria → terapi hormonal atau teknik reproduksi

Namun, pada beberapa kasus, tidak ditemukan penyebab (unexplained infertility).

Pilihan Program Kehamilan (Promil) Medis

Penanganan dilakukan bertahap, dari yang paling sederhana hingga lanjut:

1. Terapi obat (induksi ovulasi)

Untuk merangsang pelepasan sel telur dan umumnya pada kasus PCOS.

2. Inseminasi buatan (IUI)

Prosedur inseminasi buatan berupa sperma dimasukkan langsung ke rahim dengan alat tertentu.

3. Bayi tabung / IVF (In Vitro Fertilization)

  • Pembuahan dilakukan di laboratorium
  • Embrio kemudian dimasukkan ke rahim

IVF merupakan salah satu metode assisted reproductive technology (ART) yang paling efektif untuk infertilitas.

Jangan Ragu untuk Berkonsultasi dengan Dokter Terkait Infertilitas

Jika Anda mengalami gejala infertilitas, termasuk infertilitas primer, maka Anda tidak perlu ragu untuk ke dokter. Pilihannya, Anda bisa ke dokter spesialis andrologi (untuk pria) dan dokter spesialis obgyn (untuk wanita). Dokter bisa memberikan solusi atas masalah Anda.

Di Primecare Clinic cabang Panglima Polim, Kebayoran Baru, dan Tebet, Jakarta Selatan, tersedia dokter spesialis andrologi, dokter spesialis obgyn, dan tes kesuburan pria serta wanita. Klik tautan ini untuk informasi selengkapnya!



Salah satu cara menurunkan berat badan adalah dengan medikasi atau pengobatan, tetapi medikasi ini perlu pengawasan oleh dokter.

Salah satu obat yang sering digunakan untuk penurunan berat badan adalah apisate.

Apa itu Apisate?

Apisate adalah obat etikal yang dikategorikan sebagai anorektik atau penekan nafsu makan (appetite suppressant).

Obat ini dirancang sebagai terapi penunjang jangka pendek untuk manajemen berat badan pada kasus obesitas klinis, yang wajib dikombinasikan dengan pembatasan kalori (diet) dan modifikasi perilaku (olahraga).

Karena potensi efek samping sistemik dan risiko ketergantungannya, obat ini termasuk dalam golongan obat keras yang distribusinya diawasi dengan ketat.

Kandungan Apisate

Setiap tablet Apisate umumnya diformulasikan sebagai tablet lepas lambat (sustained-release) yang mengandung zat aktif Diethylpropion Hidroklorida (Amfepramone) yang bertindak sebagai penekan nafsu makan.

Cara Kerja Apisate

Secara farmakodinamik, Diethylpropion bekerja sebagai agen simpatomimetik indirek.

Mekanisme utamanya adalah merangsang pelepasan neurotransmiter norepinefrin (dan dalam jumlah lebih kecil, dopamin) dari simpanan terminal saraf di otak. Peningkatan kadar norepinefrin di hipotalamus ini menstimulasi respons fight or flight tubuh secara ringan, yang secara langsung menekan sinyal lapar di pusat kenyang otak.

Mekanisme lepas lambat pada tablet memastikan zat aktif dilepaskan secara bertahap sepanjang hari untuk menjaga efek penekanan nafsu makan yang stabil.

Manfaat Apisate

Manfaat klinis utama Apisate adalah membantu memicu penurunan berat badan awal pada pasien dengan obesitas yang gagal menurunkan berat badan melalui diet dan olahraga saja. Penurunan nafsu makan yang diinduksi oleh obat ini membantu pasien mematuhi rencana diet rendah kalori yang diresepkan oleh dokter. Perlu digaris bawahi secara klinis bahwa obat ini bukan pembakar lemak mekanis; obat ini hanya alat bantu untuk mengontrol asupan kalori masuk.

Siapa yang Dapat Menggunakan Apisate?

Apisate tidak ditujukan untuk tujuan kosmetik atau menurunkan berat badan beberapa kilogram demi penampilan. Obat ini diindikasikan secara medis untuk:

  • Orang dewasa dengan Obesitas Klinis yang memiliki Body Mass Index (BMI) atau Indeks Massa Tubuh (IMT) ≥ 30kg/m2
  • Pasien dengan IMT ≥ 27 kg/m2 yang disertai faktor risiko atau komorbiditas medis terkait berat badan, seperti diabetes tipe 2, dislipidemia, atau hipertensi yang terkontrol.

Cara Mengonsumsi Apisate yang Benar

Kepatuhan terhadap aturan pakai sangat penting untuk meminimalkan risiko efek samping:

  • Dosis: Harus disesuaikan secara individual oleh dokter. Biasanya diberikan 1 tablet per hari.
  • Waktu: Umumnya dikonsumsi pada pagi hari (sekitar pertengahan pagi). Mengkonsumsinya terlalu sore atau malam hari berisiko tinggi menyebabkan gangguan tidur parah (insomnia).
  • Cara menelan: Tablet harus ditelan utuh dengan air putih. Jangan dikunyah, dihancurkan, atau dibelah, karena tindakan tersebut akan merusak matriks lepas lambat (sustained-release) dan menyebabkan seluruh dosis obat terlepas sekaligus ke dalam tubuh (dose dumping).

Efek Samping Apisate yang Perlu Diketahui

Karena bekerja pada sistem saraf pusat dan kardiovaskular, Diethylpropion memiliki profil efek samping yang signifikan:

  • Sistem Saraf Pusat: Insomnia, sakit kepala, kegelisahan, kecemasan, tremor, dan pusing.
  • Kardiovaskular: Palpitasi (jantung berdebar), takikardia (denyut jantung cepat), dan peningkatan tekanan darah.
  • Saluran Cerna: Mulut kering (xerostomia), mual, konstipasi, atau diare.
  • Risiko Jangka Panjang: Ketergantungan psikis dan toleransi obat (efek obat menurun seiring waktu), serta risiko hipertensi pulmonal primer (meskipun jarang).

Hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Menggunakan Apisate

Sebelum memulai terapi, evaluasi medis menyeluruh wajib dilakukan. Kontraindikasi utama penggunaan obat ini meliputi:

  • Riwayat penyakit kardiovaskular berat (penyakit jantung koroner, aritmia, stroke, atau hipertensi berat yang tidak terkontrol).
  • Hipertiroidisme.
  • Glaukoma sudut tertutup.
  • Riwayat gangguan psikiatri (seperti depresi berat atau gangguan kecemasan).
  • Riwayat penyalahgunaan zat atau alkohol.
  • Interaksi Obat Kritis: Tidak boleh digunakan bersamaan atau dalam waktu 14 hari setelah penghentian obat golongan Monoamine Oxidase Inhibitors (MAOI) karena dapat memicu krisis hipertensi yang fatal.

Kapan Harus Berkonsultasi ke Dokter?

Anda wajib berkonsultasi dengan dokter baik sebelum mulai (untuk skrining kelayakan medis) maupun selama menjalani terapi jika menemui kondisi berikut: Umumnya, dokter spesialis gizi yang akan memberikan obat ini.

Sebelum Penggunaan: Jika Anda sedang merencanakan kehamilan, sedang hamil, menyusui, atau mengonsumsi obat-obatan lain secara rutin.

Segera ke Dokter/IGD Jika Mengalami Efek Samping Berat:

  • Nyeri dada, jantung berdebar sangat kencang, atau sesak napas saat beraktivitas ringan.
  • Pembengkakan pada pergelangan kaki atau tungkai bawah.
  • Perubahan suasana perasaan yang drastis, kecemasan ekstrem, atau halusinasi.
  • Tekanan darah melonjak drastis saat diukur secara mandiri.

Evaluasi Efektivitas: Jika setelah menggunakan obat ini selama 4 minggu (disertai diet) berat badan Anda tidak turun minimal sebesar target klinis yang ditentukan dokter, terapi ini biasanya harus dihentikan karena obat dinilai tidak efektif untuk Anda.

Apakah boleh mengonsumsi Apisate tanpa resep dari dokter?

SANGAT TIDAK BOLEH. Apisate adalah obat golongan keras.

Mengonsumsinya tanpa pengawasan medis langsung menempatkan Anda pada risiko komplikasi kardiovaskular akut dan ketergantungan zat. Pembelian atau penggunaan tanpa resep resmi adalah tindakan yang berbahaya bagi keselamatan tubuh. 

Turun Berat Badan dengan Aman

Salah satu cara untuk turun berat badan yang aman adalah medikasi dengan pengawasan oleh dokter.

Di Primecare Clinic Jakarta, tersedia program penurunan berat badan yang diawasi oleh dokter spesialis gizi klinik. Klik tautan ini untuk informasi selengkapnya!

program penurunan berat badan primecare clinic jakarta


19071.webp

Anak kecil memiliki kebiasaan memasukkan benda ke dalam mulut sebagai bagian dari proses eksplorasi. Hal ini membuat mereka rentan menelan benda kecil seperti karet headset.  Sebagian besar kasus tidak berbahaya dan benda dapat keluar sendiri, tetapi tetap perlu pemantauan.

Penyebab anak tidak sengaja menelan karet headset

Beberapa faktor utama:

  • Usia (6 bulan–3 tahun) → fase oral (sering memasukkan benda ke mulut) 
  • Benda kecil dan mudah dilepas (karet earbud)
  • Kurangnya pengawasan orang tua
  • Benda terlihat menarik atau kenyal untuk digigit

Penelitian menunjukkan bahwa benda kecil rumah tangga seperti mainan, karet, dan bagian kecil lainnya sering tertelan oleh anak. 

Gejala dan bahaya yang mungkin terjadi jika menelan karet headset

Sebagian besar anak tidak menunjukkan gejala. Namun, gejala yang perlu diwaspadai:

Gejala ringan:

  • Muntah
  • batuk
  • tidak nyaman di tenggorokan

Gejala serius:

  • Tersedak atau sesak napas
  • sulit menelan
  • nyeri dada atau perut
  • muntah berulang

Komplikasi yang mungkin terjadi:

  • Sumbatan saluran cerna
  • Luka atau iritasi
  • Aspirasi (benda masuk ke saluran napas)

Gejala seperti batuk, muntah, atau tersedak merupakan tanda umum ingestion benda asing pada anak.

Apa yang harus dilakukan jika anak menelan karet headset?

 Langkah awal:

  • Tetap tenang
  • Pastikan anak tidak sesak napas
  • Periksa apakah anak masih aktif dan sadar

Jika tidak ada gejala:

  • Observasi di rumah
  • Perhatikan BAB (benda biasanya keluar dalam beberapa hari)

 Jangan dilakukan:

  • Memaksa anak muntah
  • Memberi obat sembarangan

Segera ke dokter jika:

  • anak sesak napas atau tersedak
  • muntah terus-menerus
  • nyeri perut hebat
  • benda diduga tersangkut

Sebagian besar benda kecil akan keluar spontan tanpa tindakan, tetapi sekitar 10–20% kasus memerlukan intervensi medis.

Jika Anda ragu, maka Anda bisa ke IGD atau dokter spesialis anak.

Cara pencegahan agar tidak terulang

Pencegahan sangat penting karena kasus ini sering terjadi berulang.

1. Jauhkan benda kecil dari jangkauan anak

Benda kecil ini termasuk karet headset, baterai, kancing

2. Simpan barang di tempat tertutup

Terutama benda berukuran kecil

3. Awasi anak saat bermain

Terutama usia < 3 tahun. 

Anak usia kurang dari 3 tahun adalah kelompok paling berisiko sehingga pengawasan ketat adalah kunci utama pencegahan.

4. Edukasi anak (jika sudah cukup usia)

JIka anak sudah cukup usia, ajarka nuntuk tidak memasukkan benda ke mulut

5. Pilih barang dengan desain aman anak

Hindari benda kecil yang mudah dilepas. Pilih barang yang didesain ramah untuk anak.

Jangan Ragu untuk ke Dokter Spesialis Anak jika Ada Gejala yang Berbahaya

Menelan karet headset bisa terjadi karena ketidaksengajaan, terutama ketika anak sedang fase oral. Meski umumnya benda akan keluar bersama tinja, jangan ragu untuk ke dokter spesialis anak atau IGD jika menunjukkan gejala seperti muntah dan demam.

Referensi:

  1. McMahon K, et al. Pediatric Foreign Body Ingestion. StatPearls, 2025 
  2. Jayachandra S, et al. Foreign body ingestion in children: systematic review. Int J Pediatr Otorhinolaryngol, 2013 
  3. American Family Physician. Management of Foreign Body Ingestion in Children, 2026 
  4. MedlinePlus. Foreign object swallowed, NIH 
  5. Royal Children’s Hospital Guideline. Foreign body ingestion, Australia

3879-_1_-1200x800.webp

Banyak orang tua menggunakan televisi, tablet, atau ponsel agar anak mau menghabiskan makanannya. Cara ini memang sering terlihat efektif dalam jangka pendek. Namun, berbagai penelitian menunjukkan bahwa kebiasaan makan sambil menatap layar (screen time) dapat berdampak pada pola makan, perkembangan kemampuan mengatur rasa lapar dan kenyang, hingga risiko obesitas pada anak. 

Jadi, apakah anak boleh makan sambil nonton TV?

Apakah anak boleh makan sambil nonton TV?

Secara garis besar, anak makan sambil nonton TV / layar elektronik lainnya tidak dianjurkan, terutama jika dilakukan sebagai kebiasaan sehari-hari. Organisasi seperti American Academy of Pediatrics (AAP) dan World Health Organization (WHO) menganjurkan agar waktu makan menjadi momen tanpa layar (screen-free meals). Anak sebaiknya fokus pada makanan, anggota keluarga yang sedang makan bersama, dan belajar mengenali rasa lapar maupun kenyang.

Sesekali makan sambil menonton televisi saat acara khusus tentu tidak akan langsung menyebabkan masalah. Namun apabila dilakukan setiap hari, kebiasaan ini dapat mempengaruhi pola makan dan kesehatan anak dalam jangka panjang.

Mengapa Kebiasaan Anak Makan Sambil Nonton TV sering terjadi?

Penyebab kebiasaan ini sangat umum ditemukan tak lain adalah :  

1. Anak Lebih Mudah Duduk Tenang

Banyak anak aktif sulit duduk diam selama waktu makan. Tayangan televisi membuat perhatian anak teralihkan sehingga orang tua merasa proses makan menjadi lebih mudah.

2. Orang Tua Ingin Anak Cepat Menghabiskan Makanan

Sebagian orang tua khawatir anak makan terlalu sedikit sehingga menggunakan TV sebagai “alat bantu” agar anak membuka mulut tanpa banyak penolakan.

3. Jadwal Orang Tua yang Sibuk

Ketika orang tua memiliki waktu terbatas, memberikan tontonan sering dianggap sebagai solusi praktis agar waktu makan berlangsung lebih cepat.

4. Sudah Menjadi Kebiasaan di Rumah

Anak belajar dari lingkungan. Jika seluruh anggota keluarga terbiasa makan sambil menonton televisi, anak akan menganggap hal tersebut sebagai sesuatu yang normal.

Dampak Negatif Makan Sambil Menatap Layar seperti nonton TV

1. Anak Tidak Mengenali Rasa Lapar dan Kenyang

Saat perhatian terfokus pada layar, otak kurang memperhatikan sinyal kenyang dari tubuh. Akibatnya anak dapat makan terlalu banyak atau justru makan tanpa menikmati makanan.

Kemampuan mengenali rasa lapar dan kenyang (responsive eating) merupakan dasar penting dalam pembentukan kebiasaan makan sehat.

2. Risiko Obesitas Meningkat

Durasi screen time yang tinggi berkaitan dengan peningkatan risiko overweight dan obesitas pada anak.

Hal ini disebabkan oleh kombinasi beberapa faktor:

  • makan lebih banyak tanpa sadar
  • lebih sering mengonsumsi makanan tinggi kalori
  • aktivitas fisik berkurang
  • paparan iklan makanan tidak sehat

3. Pola Makan Menjadi Kurang Sehat

Anak yang sering makan sambil menonton televisi cenderung:

  • lebih sedikit makan buah dan sayur
  • lebih sering mengkonsumsi makanan cepat saji
  • lebih banyak mengonsumsi minuman manis
  • lebih sering memilih camilan tinggi gula dan garam

4. Mengganggu Interaksi Keluarga

Waktu makan sebenarnya merupakan kesempatan bagi anak belajar berbicara, berkomunikasi, dan membangun hubungan dengan keluarga.

Ketika televisi menyala, interaksi ini menjadi jauh berkurang.

5. Anak Menjadi Bergantung pada Screen Time Saat Makan

Sebagian anak akhirnya menolak makan apabila televisi dimatikan.

Jika sudah terbentuk kebiasaan seperti ini, proses mengubahnya akan membutuhkan waktu dan konsistensi dari seluruh anggota keluarga.

Tips Menghentikan atau Mengurangi Kebiasaan Anak Makan Sambil Nonton TV

Menghilangkan kebiasaan ini tidak harus dilakukan secara mendadak. Orang tua dapat melakukannya secara bertahap.Bisa dimulai dari : 

1. Tetapkan Area Makan Bebas Layar

Jadikan meja makan sebagai zona tanpa televisi, ponsel, maupun tablet.

2. Bangun Rutinitas Makan

Usahakan anak makan pada jam yang relatif sama setiap hari.

Rutinitas membantu anak memahami kapan waktunya makan dan mengurangi keinginan mencari distraksi.

3. Libatkan Anak Saat Makan

Ajak anak berbicara mengenai:

  • rasa makanan
  • warna makanan
  • tekstur makanan
  • aktivitas yang dilakukan hari itu

Percakapan sederhana dapat membuat waktu makan menjadi lebih menyenangkan daripada menonton televisi.

4. Hindari Memaksa Anak Menghabiskan Makanan

Memaksa anak makan justru dapat membuat pengalaman makan menjadi tidak menyenangkan. Biarkan anak belajar mengenali rasa lapar dan kenyangnya sendiri, selama pertumbuhan tetap sesuai.

5. Berikan Contoh yang Baik

Anak adalah peniru yang sangat baik.Jika orang tua juga meletakkan ponsel saat makan dan fokus berinteraksi dengan keluarga, anak lebih mudah mengikuti kebiasaan tersebut.

Cara Menerapkan Feeding Rules yang Benar

Salah satu prinsip yang banyak direkomendasikan dalam ilmu nutrisi anak adalah Division of Responsibility in Feeding yang dikembangkan oleh ahli gizi anak Ellyn Satter.

Prinsip ini membagi tanggung jawab antara orang tua dan anak.

1. Tugas Orang Tua

Orang tua menentukan:

  • apa yang disajikan
  • kapan waktu makan
  • di mana anak makan

Orang tua juga bertugas menyediakan makanan bergizi dalam suasana makan yang nyaman tanpa distraksi layar.

2. Tugas Anak

Anak menentukan:

  • apakah ingin makan
  • berapa banyak makanan yang ingin dihabiskan

Dengan cara ini, anak belajar mengenali rasa lapar dan kenyang secara alami.

Pendekatan ini terbukti membantu membangun hubungan yang sehat dengan makanan serta mengurangi konflik saat makan.

3. Terapkan Jadwal Makan Teratur

Idealnya terdiri atas:

  • 3 kali makan utama
  • 2–3 kali camilan sehat
  • hindari ngemil terus-menerus sepanjang hari

4. Batasi Durasi Makan

Waktu makan sekitar 20–30 menit umumnya sudah cukup.

Apabila anak tidak mau makan setelah waktu tersebut, hindari mengejar anak sambil membawa makanan.

Kapan harus ke dokter spesialis anak atau psikolog anak terkait kebiasaan makan anak?

Segera ke dokter spesialis anak jika:

  • berat badan tidak naik atau justru turun
  • tinggi badan tidak bertambah sesuai kurva pertumbuhan (cek di kalkulator gizi anak berikut untuk estimasi)
  • anak hanya mau makan sangat sedikit jenis makanan
  • sering tersedak atau sulit menelan
  • muntah berulang saat makan
  • dicurigai memiliki alergi makanan atau gangguan saluran cerna
  • terjadi defisiensi zat besi atau kekurangan gizi

Terapkan Aturan dan Jadi Teladan untuk Anak

Jika ingin mengurangi kebiasaan anak yang menonton TV sambil makan komunikasikan dan buat aturan bersama anak untuk makan tidak sambil nonton TV. Orang tua juga bisa berperan menjadi teladan seperti tidak ikut nonton TV saat makan.

Jika anak kesulitan makan baik itu secara fisiologis atau psikis, tidak ada salahnya untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis anak dan psikolog anak.

Di Primecare Clinic cabang Panglima Polim, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, tersedia dokter spesialis anak dan psikolog anak. Klik tautan ini untuk informasi selengkapnya!


primecare

Jakarta Panglima Polim

Jl. Panglima Polim IX No.16, Kby. Baru, Kota Jakarta Selatan

Jakarta Tebet

Jl. Tebet Barat Dalam II No.46 14, Tebet Barat, Kota Jakarta Selatan

Samarinda

Jl. Muso Salim No.28, Karang Mumus, Kota Samarinda


Copyright by PT. Layanan Medika Pratama 2025. All rights reserved.



Copyright by PT. Layanan Medika Pratama 2025. All rights reserved.