6246-_1_-1200x801.webp

Anak kecil memiliki rasa ingin tahu yang sangat tinggi. Mereka sering memasukkan berbagai benda ke dalam mulut sebagai bagian dari proses eksplorasi. Salah satu benda yang cukup sering tertelan secara tidak sengaja adalah koin. 

Kondisi ini dapat membuat orang tua panik, padahal tidak semua kasus membutuhkan tindakan operasi. Yang terpenting adalah mengetahui kapan kondisi ini dapat dipantau di rumah dan kapan harus segera dibawa ke rumah sakit.

Mengapa Anak Bisa Tidak Sengaja Menelan Koin?

Menelan benda asing paling sering terjadi pada anak usia 6 bulan hingga 5 tahun, terutama usia 1–3 tahun. Pada usia ini, koordinasi tangan dan mulut berkembang pesat sehingga anak gemar memasukkan benda ke mulut.

Beberapa faktor yang meningkatkan risiko antara lain:

  • Koin diletakkan di tempat yang mudah dijangkau anak.
  • Anak bermain tanpa pengawasan.
  • Kebiasaan memasukkan benda ke dalam mulut.
  • Kakak atau anggota keluarga meninggalkan benda-benda kecil di sekitar anak.

Koin merupakan salah satu benda yang paling sering tertelan oleh anak di berbagai negara.

Apa yang Terjadi Jika Anak Menelan Koin?

Setelah tertelan, koin dapat berada di beberapa lokasi:

  • Kerongkongan (esofagus), yaitu saluran yang menghubungkan mulut dengan lambung.
  • Lambung.
  • Usus.

Jika koin sudah masuk ke lambung, sebagian besar akan keluar sendiri melalui tinja dalam beberapa hari hingga beberapa minggu. Namun, apabila koin tersangkut di kerongkongan, kondisi ini dapat menjadi keadaan darurat yang memerlukan tindakan segera.

Gejala yang Harus Diwaspadai

Tidak semua anak menunjukkan gejala setelah menelan koin. Namun, segera cari pertolongan medis apabila muncul:

  • Sulit menelan.
  • Air liur terus keluar (ngiler berlebihan).
  • Anak menolak makan atau minum.
  • Nyeri di leher atau dada.
  • Batuk terus-menerus.
  • Tersedak.
  • Muntah berulang.
  • Napas berbunyi atau sesak napas.
  • Bibir atau wajah membiru.

Gejala-gejala tersebut dapat menandakan bahwa koin tersangkut di kerongkongan atau bahkan menekan saluran napas.

Apa yang Harus Dilakukan Orang Tua?

Jika Anda melihat atau mencurigai anak menelan koin:

  1. Tetap tenang dan jangan panik.
  2. Periksa apakah anak masih dapat bernapas dengan baik.
  3. Jangan memaksa anak muntah.
  4. Jangan memberikan makanan, nasi, pisang, atau roti dengan tujuan “mendorong” koin turun karena cara ini tidak terbukti efektif dan justru dapat meningkatkan risiko tersedak.
  5. Segera bawa anak ke fasilitas kesehatan untuk pemeriksaan.

Dokter biasanya akan melakukan wawancara, pemeriksaan fisik, dan bila diperlukan melakukan foto rontgen untuk mengetahui lokasi koin.

Bagaimana Dokter Menanganinya?

Penanganan bergantung pada lokasi koin dan kondisi anak.

1. Jika koin masih berada di kerongkongan

Dokter biasanya akan menyarankan pengambilan koin menggunakan prosedur endoskopi, terutama bila anak mengalami gejala atau koin berada di kerongkongan lebih dari beberapa jam.

2. Jika koin sudah berada di lambung

Apabila anak tidak memiliki gejala dan ukuran koin tidak terlalu besar, dokter biasanya akan melakukan observasi. Sebagian besar koin akan keluar sendiri bersama tinja tanpa memerlukan tindakan khusus.

Orang tua mungkin diminta memantau apakah koin keluar dan melakukan kontrol kembali sesuai anjuran dokter.

Kapan Harus Segera ke Instalasi Gawat Darurat?

Jangan menunda mencari pertolongan medis apabila:

  • Anak sulit bernapas.
  • Anak tampak tersedak berat.
  • Air liur terus keluar karena tidak bisa menelan.
  • Nyeri dada hebat.
  • Muntah terus-menerus.
  • Anak tampak sangat lemas atau kesadarannya menurun.

Kondisi tersebut membutuhkan evaluasi dan penanganan segera.

Bagaimana Cara Mencegahnya Anak Menelan Koin?

Pencegahan merupakan langkah terbaik. Orang tua dapat:

  • Menyimpan koin dan benda kecil di tempat yang tidak dapat dijangkau anak.
  • Mengawasi anak saat bermain.
  • Memilih mainan yang sesuai dengan usia anak.
  • Mengajarkan anak untuk tidak memasukkan benda ke dalam mulut.
  • Memastikan kakak atau anggota keluarga tidak meninggalkan benda kecil di lantai atau meja.

Kapan Harus Berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Anak?

Segera konsultasikan ke dokter spesialis anak apabila:

  • Anda melihat anak menelan koin.
  • Anak menunjukkan gejala setelah diduga menelan benda asing.
  • Anda tidak yakin apakah benda yang tertelan adalah koin atau jenis benda lain.

Perlu diketahui bahwa baterai kancing (button battery) dan magnet merupakan benda asing yang jauh lebih berbahaya dibandingkan koin dan harus segera mendapatkan penanganan darurat karena dapat menyebabkan luka bakar serta kerusakan jaringan dalam waktu singkat.

Kesimpulan

Sebagian besar kasus anak yang menelan koin dapat ditangani dengan baik dan banyak yang akan keluar sendiri melalui saluran pencernaan. Namun, apabila koin tersangkut di kerongkongan atau menyebabkan gangguan bernapas maupun menelan, kondisi tersebut merupakan keadaan darurat yang memerlukan penanganan segera.

Jangan mencoba mengeluarkan koin sendiri di rumah atau memaksa anak makan agar koin turun. Pemeriksaan oleh tenaga medis adalah cara paling aman untuk menentukan penanganan yang tepat.

Referensi 

  1. North American Society for Pediatric Gastroenterology, Hepatology and Nutrition. Management of Ingested Foreign Bodies in Children. Journal of Pediatric Gastroenterology and Nutrition. 2015.
  2. European Society for Paediatric Gastroenterology Hepatology and Nutrition & European Society of Gastrointestinal Endoscopy. Guideline for Management of Gastrointestinal Foreign Bodies in Children. 2023.
  3. American Academy of Pediatrics. Foreign Body Ingestion in Children.
  4. American Society for Gastrointestinal Endoscopy. Guideline for Management of Ingested Foreign Bodies and Food Impactions.A

24917-_1_.webp

Ketika mendapati anak rewel tanpa sebab, bisa jadi penyebabnya adalah adanya ruam popok. Umumnya hal ini bisa dilihat dari bagian tubuh yang ditutupi popok mengalami ruam atau kemerahan, sehingga si kecil rewel hingga menangis, terutama kesakitan ketika disentuh bagian tersebut.

Berikut penjelasan tentang ruam popok!

Apa itu Ruam Popok?

Ruam popok atau diaper dermatitis muncul ketika ada reaksi peradangan kulit di sekitar area popok. Sesuai dengan namanya, ruam pada kulit muncul akibat dari pemakaian popok yang dapat dipengaruhi oleh berbagai macam faktor seperti kelembaban, kontak kulit yang lama terhadap urin dan/atau feses di dalam popok, dan iritan lain seperti deterjen.

Faktor Risiko Terjadinya Ruam Popok

Faktor risiko terjadinya ruam popok antara lain:

  • Usia: Ruam popok umum terjadi pada usia bayi dan anak-anak, dengan kasus paling sering di rentang usia 9-12 bulan. Hal itu karena kulit bayi baru lahir (newborn) dan anak-anak belum berkembang sempurna sehingga lebih rentan mengalami infeksi. 
  • Diet/asupan makanan: perubahan pola makan seiring pertumbuhan bayi berpengaruh terhadap perubahan mikrobiota usus dan pH feses, yang bila menempel pada kulit bisa menimbulkan iritasi bila tidak dibersihkan dengan baik.
  • Frekuensi penggantian popok: kontak yang berkepanjangan dengan iritan seperti urin dan feses meningkatkan risiko peradangan kulit.
  • Gejala ruam popok

Ruam popok terjadi di area tubuh yang tertutup popok, seperti bokong, paha, dan alat kelamin. Gejalanya dapat berupa:

  • Kulit yang meradang di area popok
  • Kulit gatal dan nyeri di area popok
  • Luka di area popok
  • Rasa tidak nyaman, rewel, atau menangis, terutama saat mengganti popok.
  • Pada kasus yang lebih berat, mungkin dapat muncul lepuh dan luka pada kulit.

Penyebab Utama Ruam Popok 

Penyebab terjadinya ruam popok bisa bermacam-macam, antara lain:

  • Gesekan terlalu sering antara kulit dan popok yang bisa menimbulkan luka terutama bila bahan popok yang dipakai terlalu kasar.
  • Iritasi akibat kontak kulit dengan urin dan feses pada popok. Urin dan feses mengandung amoniak yang dapat merusak permukaan kulit sehingga rentan terhadap infeksi.
  • Kulit yang basah dan lembab dapat meningkatkan pertumbuhan jamur dan bakteri. Agen infeksi yang paling sering ditemukan adalah jamur Candida albicans.
  • Penggunaan antibiotik jangka panjang, karena antibiotik tidak hanya membasmi kuman bakteri yang ‘jahat’ tetapi juga bakteri baik atau mikrobiota dalam tubuh. Karena itu, jamur mudah tumbuh di area kulit yang tertutup popok. Untuk bayi yang mendapatkan ASI eksklusif juga berisiko mengalami ruam popok bila ibunya yang menyusui juga sedang mengkonsumsi antibiotik.
  • Reaksi alergi akibat paparan deterjen, parfum, sabun, atau pewarna pada popok. Bayi/anak juga mungkin alergi terhadap pakaian, tisu basah, atau sabun. 

Cara Mengatasi Ruam Popok di Rumah dengan Metode ABCDE

Secara garis besar, penanganan ruam popok dilakukan dengan pendekatan ABCDE (Air, Barrier, Clean, Dry, Educate)

  1. Air (Udara): pada area yang tertutup popok harus terpapar oleh udara sesering mungkin dengan mengganti popok secara berkala
  2. Barrier (Penghalang): mengoleskan krim barrier (seperti zink oksida atau petroleum jelly) ke area yang tertutup popok
  3. Clean (Pembersihan): membersihkan area yang tertutup popok dengan air setiap mau mengganti popok dan tidak menggosok dengan terlalu kuat
  4. Dry diaper (Popok kering): Gunakan popok kering dengan daya serap tinggi serta berpori yang memungkinkan adanya sirkulasi udara dan hindari popok berbahan kain. Untuk bayi baru lahir, popok perlu diganti setiap 2 jam sekali, dan untuk bayi/anak yang lebih besar popok bisa diganti 3-4 jam sekali.
  5. Educate (Edukasi): tenaga kesehatan melakukan edukasi mengenai tata cara pencegahan dan penanganan ruam popok yang tepat kepada orang tua. 

Rekomendasi Salep atau Krim Ruam Popok yang Aman

Untuk pengobatan di rumah, pemberian salep yang mengandung zink oksida atau petroleum jelly akan bermanfaat sebagai pelindung kulit terhadap iritasi yang dapat terjadi pada ruam popok. Apabila setelah 3-4 hari belum membaik, bayi dan anak perlu diperiksa untuk pengobatan lebih lanjut dengan obat topikal yang memerlukan resep dokter.

Biasanya, dokter akan meresepkan salep sesuai dengan gejala dan kemungkinan penyebab munculnya ruam, misalnya anti peradangan seperti hidrokortison 0,5%, salep antijamur seperti ketokonazol dan/atau mikonazol untuk ruam popok akibat dari infeksi jamur, serta salep antibiotik bila ruam diduga muncul akibat infeksi bakteri. 

Kapan Harus Membawa Bayi/anak ke Dokter Spesialis Anak terkait ruam popok? 

Umumnya, ruam popok bisa diobati secara mandiri di rumah. Namun bila keluhan belum membaik segera bawa anak ke dokter spesialis anak untuk pemeriksaan dan pengobatan lebih lanjut, terutama bila ditemukan gejala seperti:

  • Ruam disertai demam.
  • Ruam yang menetap atau memburuk meskipun sudah diobati di rumah.
  • Ruam yang berdarah, gatal, atau mengeluarkan cairan.
  • Ruam yang menyebabkan rasa terbakar atau nyeri saat bayi buang air kecil atau buang air besar.

Cara mencegah ruam popok di masa depan

Pencegahan terjadinya ruam popok secara garis besar bisa dilakukan sesuai dengan metode ABCDE yang disebutkan di atas. Beberapa hal penting yang perlu diingat oleh orang tua agar ruam popok tidak terjadi pada anak yaitu:

  • Mengganti popok secara teratur setiap 2-3 jam atau segera bila sudah kotor atau penuh.
  • Memilih popok yang pas dan tidak terlalu ketat pada anak untuk memungkinkan sirkulasi udara.
  • Menggunakan salep seperti petroleum jelly dan zink oksida
  • Menghindari produk pembersih yang mengandung bahan kimia keras, alkohol, atau pewangi.

Jangan Ragu ke Dokter Spesialis Anak jika Terjadi Ruam Popok

Jika terjadi ruam popok disertai gejala seperti demam, ruam tidak kunjung hilang, berdarah atau mengeluarkan cairan, hingga anak merasa nyeri ketika buang air kecil/besar, jangan ragu untuk ke dokter spesialis anak.

Di Primecare Clinic, tersedia dokter spesialis anak. Klik tautan ini untuk informasi selengkapnya!


164660-1200x581.webp

Haid tidak teratur sering terjadi pada remaja dan sering menimbulkan kekhawatiran bagi orang tua. Namun, tidak semua kondisi ini berbahaya—sebagian merupakan proses alami dalam perkembangan tubuh.

Apa itu haid tidak teratur pada remaja?

Haid tidak teratur adalah kondisi ketika siklus menstruasi:

  • tidak datang setiap bulan
  • jaraknya terlalu panjang atau terlalu pendek
  • atau jumlah darah tidak konsisten

Pada remaja, kondisi ini cukup sering terjadi, terutama dalam beberapa tahun pertama setelah haid pertama (menarche).

Penelitian menunjukkan bahwa siklus menstruasi bisa tidak teratur selama beberapa bulan hingga beberapa tahun setelah menarche karena sistem hormonal yang belum matang 

Selain itu, sekitar 55–82% remaja mengalami gangguan ovulasi di awal masa menstruasi, yang menyebabkan siklus tidak teratur. Sehingga dalam banyak kasus, ini adalah proses adaptasi tubuh yang normal.

Penyebab haid tidak teratur pada remaja

Penyebabnya bisa fisiologis (normal) maupun patologis.

a. Ketidakseimbangan hormon (paling sering)

  • Sistem hormon (hipotalamus–hipofisis–ovarium) belum stabil
  • Ovulasi belum terjadi secara teratur

b. Faktor gaya hidup

  • Stres
  • Kurang tidur
  • Pola makan tidak seimbang
  • Olahraga berlebihan atau kurang aktivitas

c. Status gizi

Berat badan terlalu rendah atau berlebih dapat memengaruhi siklus menstruasi. Ketahui status gizi dengan kalkulator BMI.

d. Faktor biologis & genetik

Penelitian menyebutkan bahwa faktor genetik, lingkungan, dan gaya hidup berperan dalam keteraturan siklus menstruasi remaja

e. Penyebab medis (lebih jarang)

  • Sindrom ovarium polikistik (PCOS)
  • gangguan tiroid
  • kelainan pembekuan darah
  • kista ovarium

Gejala remaja yang haidnya tidak teratur

Menurut The American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG) and The American Academy of Pediatrics (AAP), gejala haid tidak teratur meliputi:

  • Jarak siklus <21 hari atau >45 hari
  • Darah haid sangat banyak atau sangat sedikit
  • Nyeri haid berat (dismenore)
  • Siklus yang sangat berubah-ubah

Bahaya haid tidak teratur pada remaja

Risiko yang dapat terjadi:

  • Anemia akibat perdarahan berlebih
  • Gangguan kesuburan di masa depan
  • Gangguan hormon kronis (misalnya PCOS)
  • Gangguan kualitas hidup (nyeri, stres, cemas)

Haid tidak teratur juga bisa menjadi indikator awal gangguan sistem reproduksi atau metabolik jika berlangsung lama

Apa yang harus dilakukan sebagai orang tua jika anak remaja mengalami haid tidak teratur?

Peran orang tua sangat penting.

a. Jangan panik, lakukan observasi

  • Catat siklus haid anak
  • Perhatikan pola dan keluhan

b. Edukasi anak

  • Jelaskan bahwa ini bisa normal di awal
  • Ajarkan cara mencatat siklus haid

c. Perbaiki gaya hidup

  • Pastikan makan cukup dan seimbang
  • cukup tidur
  • kelola stres

d. Buka komunikasi

Penelitian menunjukkan bahwa komunikasi ibu–anak penting dalam kesiapan dan kesehatan menstruasi remaja

Cara pencegahan haid tidak teratur pada remaja

Menjaga siklus haid tetap teratur pada remaja sangat bergantung pada keseimbangan hormon. Keseimbangan ini dipengaruhi oleh pola hidup sehari-hari, termasuk nutrisi, aktivitas, dan kondisi psikologis

a. Asupan

Asupan nutrisi berperan penting dalam pembentukan dan regulasi hormon reproduksi.

  • Remaja perlu mendapatkan:
    • Protein → membantu produksi hormon
    • Zat besi → mencegah anemia akibat menstruasi
    • Vitamin dan mineral (vitamin B, D, zinc) → mendukung fungsi hormon
  • Hindari:
    • Diet ekstrem atau terlalu membatasi kalori
    • Pola makan tidak teratur

b. Menjaga berat badan ideal

Berat badan memiliki pengaruh langsung terhadap hormon reproduksi.

  • Berat badan terlalu rendah → tubuh dapat menghentikan ovulasi (amenore)
  • Obesitas → meningkatkan resistensi insulin dan gangguan hormon seperti PCOS

Penelitian menunjukkan bahwa indeks massa tubuh (IMT) yang tidak normal berhubungan dengan gangguan siklus menstruasi

c. Rutin melakukan aktivitas fisik

Aktivitas fisik membantu menjaga metabolisme dan keseimbangan hormon.

  • Dianjurkan:
    • olahraga ringan–sedang (jalan kaki, bersepeda, berenang)
    • minimal 30 menit, 3–5 kali per minggu
  • Perlu dihindari:
    • olahraga berlebihan (overtraining)
    • gaya hidup sedentary (kurang gerak)

d. Mengelola stres dengan baik

Stres merupakan salah satu faktor utama yang memengaruhi siklus haid.

  • Stres dapat mengganggu:
    • sumbu hipotalamus–hipofisis–ovarium (HPO axis)
    • produksi hormon estrogen dan progesteron
  • Dampaknya:
    • haid terlambat
    • siklus tidak teratur
    • bahkan tidak haid sementara

e. Edukasi kesehatan reproduksi sejak dini

Pengetahuan yang baik membantu remaja lebih sadar terhadap kondisi tubuhnya.

  • Remaja perlu memahami:
    • siklus haid normal (terdapat kalkulator siklus haid/masa subur di tautan ini).
    • cara mencatat siklus
    • tanda bahaya (haid terlalu lama, tidak haid berbulan-bulan, dll)

Edukasi juga membantu:

  • mencegah keterlambatan diagnosis
  • mengurangi kecemasan
  • meningkatkan perilaku hidup sehat

Harus ke dokter apa jika haid tidak teratur pada remaja?

Jika diperlukan pemeriksaan, dapat ke:

Kapan harus ke dokter untuk kasus haid tidak teratur pada remaja?

Segera periksakan jika:

  • Tidak haid >3 bulan (bukan hamil)
  • Haid sangat banyak atau >7 hari
  • Nyeri hebat hingga mengganggu aktivitas
  • Siklus tetap tidak teratur setelah >3 tahun sejak menarche
  • Disertai gejala lain (jerawat berat, rambut berlebih, obesitas → curiga PCOS)

Jangan Ragu untuk ke Dokter jika Siklus Haid Anak Tidak Teratur

Orang tua pasti menginginkan yang terbaik untuk anaknya. Jika anak Anda mengalami haid tidak teratur, komunikasi secara terbuka. Jangan ragu untuk ke dokter jika diperlukan, baik itu ke dokter umum/obgyn/anak.

Di Primecare Clinic cabang Panglima Polim, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan tersedia dokter umum, anak, dan obgyn. Klik tautan ini untuk informasi selengkapnya!


2150794374.webp

Anak kecil memiliki rasa ingin tahu yang sangat tinggi. Mereka sering memasukkan berbagai benda ke dalam mulut sebagai bagian dari proses eksplorasi. Salah satu benda yang cukup sering tertelan secara tidak sengaja adalah koin.

Kondisi ini dapat membuat orang tua panik, padahal tidak semua kasus membutuhkan tindakan operasi. Yang terpenting adalah mengetahui kapan kondisi ini dapat dipantau di rumah dan kapan harus segera dibawa ke rumah sakit.

Mengapa Anak Bisa Tidak Sengaja Menelan Koin?

Menelan benda asing paling sering terjadi pada anak usia 6 bulan hingga 5 tahun, terutama usia 1-3 tahun. Hal ini karena pada usia tersebut, koordinasi tangan dan mulut berkembang pesat sehingga anak gemar memasukkan benda ke mulut.

Beberapa faktor yang meningkatkan risiko antara lain:

  • Koin diletakkan di tempat yang mudah dijangkau anak.
  • Anak bermain tanpa pengawasan.
  • Kebiasaan memasukkan benda ke dalam mulut.
  • Kakak atau anggota keluarga meninggalkan benda-benda kecil di sekitar anak.

Koin merupakan salah satu benda yang paling sering tertelan oleh anak di berbagai negara.

Apa yang Terjadi Jika Anak Menelan Koin?

Setelah tertelan, koin dapat berada di beberapa lokasi:

  • Kerongkongan (esofagus), yaitu saluran yang menghubungkan mulut dengan lambung.
  • Lambung.
  • Usus.

Jika koin sudah masuk ke lambung, sebagian besar akan keluar sendiri melalui tinja dalam beberapa hari hingga beberapa minggu. Namun, apabila koin tersangkut di kerongkongan, kondisi ini dapat menjadi keadaan darurat yang memerlukan tindakan segera.

Gejala yang Harus Diwaspadai

Tidak semua anak menunjukkan gejala setelah menelan koin. Namun, segera cari pertolongan medis apabila muncul:

  • Sulit menelan.
  • Air liur terus keluar (ngiler berlebihan).
  • Anak menolak makan atau minum.
  • Nyeri di leher atau dada.
  • Batuk terus-menerus.
  • Tersedak.
  • Muntah berulang.
  • Napas berbunyi atau sesak napas.
  • Bibir atau wajah membiru.

Gejala-gejala tersebut dapat menandakan bahwa koin tersangkut di kerongkongan atau bahkan menekan saluran napas.

Apa yang Harus Dilakukan Orang Tua jika Anak Menelan Koin?

Jika Anda melihat atau mencurigai anak menelan koin:

  1. Tetap tenang dan jangan panik.
  2. Periksa apakah anak masih dapat bernapas dengan baik.
  3. Jangan memaksa anak muntah.
  4. Jangan memberikan makanan, nasi, pisang, atau roti dengan tujuan “mendorong” koin turun karena cara ini tidak terbukti efektif dan justru dapat meningkatkan risiko tersedak.
  5. Segera bawa anak ke fasilitas kesehatan untuk pemeriksaan.

Dokter biasanya akan melakukan wawancara, pemeriksaan fisik, dan bila diperlukan melakukan foto rontgen untuk mengetahui lokasi koin.

Bagaimana Dokter Menangani Kasus Anak Menelan Koin?

Penanganan bergantung pada lokasi koin dan kondisi anak.

a. Jika koin masih berada di kerongkongan

Dokter biasanya akan menyarankan pengambilan koin menggunakan prosedur endoskopi, terutama bila anak mengalami gejala atau koin berada di kerongkongan lebih dari beberapa jam.

b. Jika koin sudah berada di lambung

Apabila anak tidak memiliki gejala dan ukuran koin tidak terlalu besar, dokter biasanya akan melakukan observasi. Sebagian besar koin akan keluar sendiri bersama tinja tanpa memerlukan tindakan khusus.

Orang tua mungkin diminta memantau apakah koin keluar dan melakukan kontrol kembali sesuai anjuran dokter.

Kapan Harus Segera ke Instalasi Gawat Darurat?

Jangan menunda mencari pertolongan medis apabila:

  • Anak sulit bernapas.
  • Anak tampak tersedak berat.
  • Air liur terus keluar karena tidak bisa menelan.
  • Nyeri dada hebat.
  • Muntah terus-menerus.
  • Anak tampak sangat lemas atau kesadarannya menurun.

Kondisi tersebut membutuhkan evaluasi dan penanganan segera.

Bagaimana Cara Mencegahnya Anak Menelan Koin?

Pencegahan merupakan langkah terbaik. Orang tua dapat:

  • Menyimpan koin dan benda kecil di tempat yang tidak dapat dijangkau anak.
  • Mengawasi anak saat bermain.
  • Memilih mainan yang sesuai dengan usia anak.
  • Mengajarkan anak untuk tidak memasukkan benda ke dalam mulut.
  • Memastikan kakak atau anggota keluarga tidak meninggalkan benda kecil di lantai atau meja.

Kapan Harus Berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Anak?

Segera konsultasikan ke dokter spesialis anak apabila:

  • Anda melihat anak menelan koin.
  • Anak menunjukkan gejala setelah diduga menelan benda asing.
  • Anda tidak yakin apakah benda yang tertelan adalah koin atau jenis benda lain.

Perlu diketahui bahwa baterai kancing (button battery) dan magnet merupakan benda asing yang jauh lebih berbahaya dibandingkan koin dan harus segera mendapatkan penanganan darurat karena dapat menyebabkan luka bakar serta kerusakan jaringan dalam waktu singkat.

Anak Menelan Koin? Jangan Ragu untuk ke Dokter Spesialis Anak atau IGD

Sebagian besar kasus anak yang menelan koin dapat ditangani dengan baik dan banyak yang akan keluar sendiri melalui saluran pencernaan. Namun, apabila koin tersangkut di kerongkongan atau menyebabkan gangguan bernapas maupun menelan, kondisi tersebut merupakan keadaan darurat yang memerlukan penanganan segera.

Jangan mencoba mengeluarkan koin sendiri di rumah atau memaksa anak makan agar koin turun. Pemeriksaan oleh tenaga medis adalah cara paling aman untuk menentukan penanganan yang tepat.

Referensi 

  1. North American Society for Pediatric Gastroenterology, Hepatology and Nutrition. Management of Ingested Foreign Bodies in Children. Journal of Pediatric Gastroenterology and Nutrition. 2015.
  2. European Society for Paediatric Gastroenterology Hepatology and Nutrition & European Society of Gastrointestinal Endoscopy. Guideline for Management of Gastrointestinal Foreign Bodies in Children. 2023.
  3. American Academy of Pediatrics. Foreign Body Ingestion in Children.
  4. American Society for Gastrointestinal Endoscopy. Guideline for Management of Ingested Foreign Bodies and Food Impactions.

74-1200x900.webp

Apakah dokter menyarankan Anda atau kerabat Anda untuk menjalani Tes Toleransi Glukosa Oral (TTGO)? Bagi sebagian orang, istilah medis ini mungkin terdengar asing. Namun, bagi wanita hamil atau individu yang berisiko tinggi terkena diabetes, tes ini adalah prosedur standar yang sangat krusial.

Berbeda dengan tes gula darah biasa, TTGO memberikan gambaran yang jauh lebih akurat tentang bagaimana tubuh Anda memproses gula setelah makan. Artikel ini akan membahas secara mendalam mengenai apa itu TTGO.

Apa itu Tes Toleransi Glukosa Oral (TTGO)?

Tes Toleransi Glukosa Oral (TTGO) atau Oral Glucose Tolerance Test (OGTT) adalah prosedur medis yang digunakan untuk mengukur kemampuan dalam menyerap glukosa (gula) setelah Anda mengonsumsi cairan dengan kadar gula tinggi dalam jumlah tertentu.

Jika tes gula darah puasa hanya menunjukkan kondisi “statis” kadar gula saat tubuh tidak mendapat asupan, TTGO justru bertindak sebagai “tes beban”. 

Tes beban ini memaksa pankreas bekerja melepaskan insulin, sehingga dokter dapat melihat secara dinamis seberapa cepat dan efisien tubuh Anda menurunkan kadar gula darah tersebut kembali ke batas normal.

Mengapa TTGO Sangat Penting?

TTGO utamanya digunakan untuk mendiagnosis tiga kondisi klinis berikut:

1. Diabetes Melitus Tipe 2

Tes ini sangat sensitif untuk mendeteksi diabetes pada tahap awal, bahkan ketika hasil tes gula darah puasa seseorang masih terlihat normal atau berada di ambang batas (borderline).

Meski demikian, terdapat tes lain seperti HbA1C untuk umum (non ibu hamil)

2. Prediabetes (Impaired Glucose Tolerance)

Prediabetes adalah kondisi di mana kadar gula darah sudah lebih tinggi dari normal, tetapi belum cukup tinggi untuk dikategorikan sebagai diabetes tipe 2. 

Mengetahui kondisi prediabetes melalui TTGO sangat penting karena kondisi ini masih bisa disembuhkan melalui perubahan pola hidup dan diet yang tepat.

3. Diabetes Gestasional (Diabetes pada Masa Kehamilan)

Ibu hamil sangat rentan mengalami resistensi insulin akibat perubahan hormon kehamilan. Skrining diabetes gestasional biasanya diwajibkan bagi ibu hamil pada usia kandungan antara 24 hingga 28 minggu dengan menggunakan prosedur TTGO ini demi mencegah komplikasi pada janin dan proses persalinan.

Prosedur dan Persiapan Sebelum Menjalani TTGO

Untuk memastikan hasil tes akurat dan tidak mengalami bias, ada beberapa protokol persiapan yang wajib diikuti oleh pasien:

a. Persiapan Sebelum Tes

1. Berpuasa

Pasien diwajibkan berpuasa selama minimal 8 hingga 12 jam sebelum tes dimulai. Selama berpuasa, Anda hanya diperbolehkan meminum air putih.

Mirip dengan puasa sebelum MCU pada umumnya.

2. Aktivitas Normal

Dalam 3 hari sebelum tes, pasien disarankan untuk mengonsumsi karbohidrat dalam jumlah cukup seperti biasa dan tidak melakukan olahraga ekstrem yang tidak biasa dilakukan.

b. Langkah-Langkah Saat Tes Berlangsung

1. Pengambilan Sampel Darah Pertama (Puasa)

Petugas medis akan mengambil sampel darah Anda untuk mengukur kadar gula darah awal (kondisi puasa).

2. Meminum Larutan Glukosa

Anda akan diminta meminum segelas cairan manis khusus yang mengandung sekitar 75 gram glukosa murni dan dilarutkan dalam air 250 mL (untuk dewasa) . Cairan ini harus dihabiskan dalam waktu 5 menit.

3. Masa Tunggu

Anda akan diminta menunggu. Namun, tidak diperbolehkan makan, merokok, atau melakukan aktivitas fisik berat selama masa tunggu.

4. Pengambilan Sampel Darah Kedua (dan Ketiga)

Sampel darah akan diambil kembali setelah 2 jam (setelah Anda konsumsi larutan glukosa). 

TTGO itu Penting

TTGO itu penting untuk memeriksa atau diagnosis penyakit seperti diabetes gestasional. Jadi, ikuti prosedur ini jika disarankan oleh dokter.

Di Primecare Clinic cabang Panglima Polim, Kebayoran Baru, dan Tebet, Jakarta Selatan, tersedia layanan TTGO. Klik tautan ini untuk informasi selengkapnya.


primecare

Jakarta Panglima Polim

Jl. Panglima Polim IX No.16, Kby. Baru, Kota Jakarta Selatan

Jakarta Tebet

Jl. Tebet Barat Dalam II No.46 14, Tebet Barat, Kota Jakarta Selatan

Samarinda

Jl. Muso Salim No.28, Karang Mumus, Kota Samarinda


Copyright by PT. Layanan Medika Pratama 2025. All rights reserved.



Copyright by PT. Layanan Medika Pratama 2025. All rights reserved.