28697-_1_-1200x800.webp

Vaksin HPV berperan penting dalam mencegah infeksi Human Papillomavirus yang dapat menyebabkan kanker serviks, kanker anus, hingga kutil kelamin. 

Saat ini, dua jenis vaksin yang paling sering digunakan adalah vaksin HPV 4 strain dan vaksin HPV 9 strain. Apa perbedaannya?

Perbedaan Utama Vaksin HPV 4 Strain dan 9 Strain

Berikut perbandingan utama kedua jenis vaksin HPV:

1. Cakupan Perlindungan

Vaksin HPV 4 strain melindungi 4 tipe HPV, sementara itu, vaksin HPV 9 strain: Melindungi 9 tipe HPV dengan tambahan 5 tipe berisiko tinggi

2. Efektivitas Pencegahan Kanker

Vaksin HPV 4 strain sangat efektif terhadap tipe HPV penyebab mayoritas kanker serviks, sementara itu, vaksin HPV 9 strain lebih unggul karena mencakup lebih banyak tipe HPV penyebab kanker

3. Harga dan Ketersediaan

Umumnya, harga vaksin HPV 9 strain lebih mahal dari vaksin HPV 4 strain.

Mana yang Lebih Baik: Vaksin HPV 4 Strain atau Vaksin HPV 9 Strain?

Untuk pencegahan lebih maksimal, vaksin HPV 9 strain lebih dianjurkan, tetapi semua kembali ke kondisi pasien. Disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter umum/dokter spesialis obgyn terlebih dahulu sebelum vaksin HPV untuk mendapatkan rekomendasi yang tepat.

Yuk Vaksin HPV!

Terlepas dari perbedaan jumlah strain, vaksin HPV penting untuk perlindungan dari kutil kelamin dan kanker serviks. Vaksin HPV 9 strain memiliki perlindungan lebih maksimal. Namun, pemberian berapa strain tergantung dari keputusan dokter, ketersediaan vaksin, dan kondisi pasien. Yang terpenting, jangan lupa untuk vaksin HPV, terutama jika Anda sudah aktif secara seksual.

Saat ini tersedia vaksin HPV di Primecare Clinic cabang Panglima Polim, Kebayoran Baru, dan Tebet, Jakarta Selatan. Klik tautan ini untuk informasi selengkapnya!


40370-_1_-1200x800.webp

Saat sahur, minum air bermanfaat untuk hidrasi dan memenuhi kebutuhan cairan. Namun, bagaimana kalau minum teh saat sahur? Rasanya ringan dan hangat, sehingga terasa menyegarkan sebelum berpuasa. Namun, minum teh saat sahur sebenarnya tidak disarankan, terutama jika dikonsumsi berlebihan atau menggantikan air putih sebagai minuman utama.

Kandungan Teh yang Perlu Diperhatikan

Teh mengandung beberapa zat yang dapat memengaruhi kondisi tubuh selama berpuasa.

1. Kafein

Teh mengandung kafein, meskipun jumlahnya lebih rendah dibanding kopi. Kafein bersifat diuretik ringan, yang artinya dapat meningkatkan produksi urin. Akibatnya, tubuh bisa lebih cepat kehilangan cairan di pagi hari, sehingga risiko haus dan dehidrasi saat puasa meningkat.

2. Tanin 

Teh juga mengandung tanin, sebuah senyawa yang dapat:

  • Menghambat penyerapan zat besi dari makanan
  • Mengurangi manfaat nutrisi dari menu sahur

Efek ini berisiko untuk beberapa pihak seperti:

  • Orang dengan anemia
  • Ibu hamil
  • Remaja dan wanita usia subur

Dampak Minum Teh saat Sahur terhadap Puasa

Kebiasaan minum teh saat sahur dapat memengaruhi kenyamanan berpuasa sepanjang hari. Berikut dampaknya:

1. Lebih Cepat Merasa Haus

Efek diuretik dari kafein membuat cairan tubuh lebih cepat keluar lewat urine. Akibatnya, tubuh kehilangan cadangan cairan lebih awal, sehingga rasa haus muncul lebih cepat di siang hari.

2. Berpotensi Mengiritasi Lambung

Bagi sebagian orang, teh, terutama teh pekat, dapat:

  • Meningkatkan asam lambung
  • Menyebabkan perih atau tidak nyaman di lambung

Kondisi ini tentu mengganggu puasa, apalagi jika Anda memiliki riwayat maag atau GERD.

3. Gangguan Kualitas Tidur

Jika sahur dilakukan dini hari (tidak dekat waktu subuh), kafein dalam teh bisa mengganggu kualitas tidur setelah sahur, yang akhirnaya membuat tubuh terasa lemas saat berpuasa.

Apakah Boleh Minum Teh Saat Sahur?

Minum teh saat sahur tidak sepenuhnya dilarang, namun sebaiknya:

  • Tidak menggantikan air putih sebagai minuman utama
  • Tidak dikonsumsi dalam jumlah banyak (sedikit saja)
  • Tidak diminum saat kondisi perut kosong, terutama untuk orang dengan riwayat GERD/asam lambung naik

Teh manis dingin atau teh pekat justru lebih berisiko menyebabkan haus.

Jika tetap ingin minum teh saat sahur, maka:

  • Pilih teh encer
  • Batasi 1 cangkir kecil saja
  • Pastikan tetap minum air putih yang cukup setelah minum teh

Alternatif Minuman saat Sahur

Agar tubuh tetap terhidrasi dan kuat berpuasa, pilih minuman yang lebih aman.

1. Air Putih sebagai Pilihan Utama

Air putih adalah minuman terbaik untuk sahur karena:

  • Tidak bersifat diuretik
  • Membantu menjaga keseimbangan cairan
  • Mendukung metabolisme tubuh selama puasa

Disarankan minum air putih secara bertahap saat sahur. Menurut rekomendasi Kemenkes, yaitu 2-4-2, disarankan untuk minum 2 gelas air putih saat sahur.

2. Susu atau Air Hangat

Susu rendah lemak atau air hangat bisa menjadi alternatif karena membantu membuat rasa kenyang lebih lama dan relatif lebih ramah untuk lambung.

3. Buah Tinggi Kandungan Air

Selain minuman, konsumsi buah dengan kandungan air yang tinggi seperti semangka, melon, pir juga membantu dalam menambah asupan cairan secara alami.

Minum Teh Boleh saat Sahur, tetapi Tidak Sebaiknya Jadi Minuman Utama

Minum teh saat sahur tidak disarankan sebagai minuman utama karena kandungan kafein dan tanin dapat meningkatkan risiko dehidrasi, rasa haus, serta mengganggu penyerapan zat besi. 

Untuk sahur yang optimal, air putih tetap menjadi pilihan terbaik, sementara teh sebaiknya dibatasi atau dihindari, terutama bagi Anda yang mudah haus atau memiliki masalah kesehatan pada lambung.


2148483241-1-1200x800.webp

Tes TORCH atau pemeriksaan TORCH adalah salah satu cek laboratorium yang sering dianjurkan oleh dokter, terutama pada wanita yang sedang merencanakan kehamilan atau sedang hamil. Pemeriksaan ini bertujuan untuk mendeteksi infeksi tertentu yang dapat berdampak serius pada janin mau pun kesehatan dari seorang calon ibu.

Apa saja jenis pemeriksaannya dan bagaimana prosedurnya?

Apa Itu Tes TORCH?

Tes TORCH adalah pemeriksaan darah untuk mendeteksi antibodi terhadap beberapa jenis infeksi yang disingkat dalam istilah TORCH.

TORCH sendiri merupakan singkatan dari:

  • T: Toxoplasmosis
  • O: Other (infeksi lain seperti sifilis, hepatitis, HIV, dan varicella)
  • R: Rubella
  • C: Cytomegalovirus (CMV)
  • H: Herpes Simplex Virus (HSV)

Infeksi-infeksi ini umumnya ringan pada orang dewasa, tetapi bisa berbahaya jika terjadi selama kehamilan.

Tujuan Tes TORCH

Tes TORCH bertujuan untuk:

  • Mendeteksi infeksi aktif atau infeksi lama
  • Mengetahui risiko penularan ke janin
  • Membantu dokter menentukan penanganan atau terapi lanjutan selama kehamilan

Siapa yang perlu Melakukan Tes TORCH?

Tes TORCH tidak selalu wajib untuk semua orang, tetapi sangat dianjurkan pada kondisi tertentu, seperti:

1. Wanita Hamil

Tes TORCH sering dilakukan pada wanita hamil, terutama dengan kondisi:

  • Hamil trimester awal
  • Memiliki riwayat keguguran berulang
  • Hasil USG janin tidak normal

2. Pasangan Sebelum Memulai Program Hamil

Tidak hanya untuk ibu hamil, bagi pasangan yang merencanakan kehamilan atau sedang promil, tes TORCH dapat membantu:

  • Mengidentifikasi infeksi sebelum hamil
  • Mengurangi risiko komplikasi pada janin
  • Merencanakan kehamilan yang lebih aman demi kesehatan ibu dan jamin

Pemeriksaan dalam Tes TORCH

Tes TORCH dilakukan melalui pemeriksaan darah dengan melihat kadar antibodi tertentu.

a. Pemeriksaan IgM dan IgG

  • IgM positif: Menandakan infeksi baru atau sedang aktif
  • IgG positif: Menandakan infeksi lama atau kekebalan tubuh

Interpretasi hasil harus dilakukan oleh dokter karena setiap kombinasi memiliki arti klinis yang berbeda. Dokter spesialis obgyn pada umumnya akan membacakan hasil dari tesnya dan memberikan langkah-langkah apa yang harus dilakukan selanjutnya, terutama jika hasil IgM positif (ada infeksi) atau hasilnya “abu-abu”.

Apakah perlu Puasa sebelum Tes TORCH?

Tes TORCH adalah cek laboratorium yang tidak memerlukan puasa sebelum prosedurnya dilakukan, tetapi dokter dapat memberikan instruksi tambahan tergantung kondisi pasien.

Prosedur Tes TORCH

Prosedur tes TORCH tergolong sederhana dan aman. Berikut prosedurnya:

  1. Pengambilan sampel darah dari vena
  2. Sampel dikirim ke laboratorium
  3. Hasil biasanya keluar dalam 1-3 hari kerja, tergantung dari fasilitas kesehatannya

Berapa Biaya Tes TORCH?

Biaya tes TORCH bervariasi tergantung:

  • Fasilitas kesehatan
  • Jumlah panel TORCH yang diperiksa
  • Kota dan laboratorium

Secara umum, biaya tes TORCH berkisar dari ratusan ribu hingga lebih dari satu juta rupiah, tergantung dari fasilitas kesehatan, jumlah panel yang diperiksa, serta di mana pemeriksaannya dilakukan.

Apakah Tes TORCH Wajib Dilakukan?

Tes TORCH tidak selalu wajib, tetapi sangat direkomendasikan pada kehamilan berisiko tinggi atau jika ada indikasi medis tertentu.

Untuk ibu hamil, sebaiknya tes TORCH, apalagi jika dokter spesialis obgyn Anda sudah menyarankan untuk melakukan tes TORCH.

Tes TORCH dan Paket Cek Lab Ibu Hamil Tersedia di Primecare Clinic

Tes TORCH serta paket cek lab ibu hamil tersedia di Primecare Clinic cabang Panglima Polim, Kebayoran Baru, dan Tebet, Jakarta Selatan. Pemeriksaan ini sebaiknya dilakukan, terutama pada ibu hamil dan pasangan yang sedang promil.

Sedang ingin tes TORCH atau cek lab untuk ibu hamil? Klik tautan ini untuk informasi selengkapnya!


5433-_1_-1200x800.webp

Tidak sengaja keluar di dalam saat berhubungan intim adalah situasi yang pasti membuat panik, baik karena kondom bocor, terlepas (tertinggal di dalam vagina), atau tidak sempat dikeluarkan tepat waktu. Atau sedang ingin metode “cabut singkong” saja, tetapi pihak pria gagal melakukannya karena berbagai hal, misalnya karena tidak bisa mengontrol ejakulasi.

Kondisi ini (tidak sengaja keluar di dalam) kerap menimbulkan kepanikan, terutama terkait risiko kehamilan yang tidak direncanakan dan infeksi menular seksual (IMS). Apa yang harus dilakukan?

Apa yang Dimaksud dengan Tidak Sengaja Keluar di Dalam?

Tidak sengaja keluar di dalam adalah kondisi ketika ejakulasi terjadi di dalam vagina tanpa perencanaan, tanpa sengaja, atau tanpa perlindungan kontrasepsi yang memadai.

Apakah Cairan Pra-Ejakulasi Juga Berisiko untuk Menyebabkan Kehamilan?

Cairan pra-ejakulasi atau madzi tetap berpotensi mengandung sperma, meskipun jumlahnya lebih sedikit. Artinya, risiko kehamilan tetap ada, walaupun ejakulasi penuh/orgasme belum terjadi.

Risiko Tidak Sengaja Keluar di Dalam saat Berhubungan Intim

Situasi ini memiliki beberapa risiko kesehatan yang perlu diperhatikan. Antara lain:

1. Kehamilan Tidak Direncanakan

Kehamilan bisa terjadi jika sperma masuk ke dalam vagina, terutama jika:

  • Terjadi di masa subur
  • Tidak menggunakan kontrasepsi (baik itu dari pihak pria atau pun wanita)
  • Masalah pada kondom seperti bocor, terlepas, atau tertinggal di dalam vagina

2. Risiko Infeksi Menular Seksual (IMS)

Tanpa perlindungan yang memadai, risiko penularan IMS seperti klamidia, gonore, sifilis, hingga HIV bisa meningkat, terutama jika status kesehatan pasangan tidak diketahui.

Apa yang Harus Dilakukan setelah Tidak Sengaja Keluar di Dalam?

Langkah cepat dan tepat sangat penting untuk meminimalkan risiko. Berikut yang harus Anda lakukan jika mengalami situasi tidak sengaja keluar di dalam.

1. Tetap Tenang dan Jangan Panik

Stres tidak akan mengubah situasi. Fokus pada langkah pencegahan yang masih bisa dilakukan. Hindari menyalahkan pasangan/satu sama lainnya.

2. Jangan Langsung Membilas Vagina Bagian Dalam

Membilas atau melakukan vaginal douche tidak mencegah kehamilan. Justru tindakan ini dapat meningkatkan risiko infeksi.

3. Pertimbangkan Kontrasepsi Darurat

Kontrasepsi darurat (morning after pill) dapat digunakan jika:

  • Tidak sengaja keluar di dalam
  • Kondom bocor atau tertinggal di dalam vagina
  • Tidak sedang menggunakan alat kontrasepsi lain

Kontrasepsi darurat paling efektif jika diminum secepat mungkin, maksimal 3-5 hari tergantung jenisnya. Namun, pil ini tidak dijual bebas dan harus menggunakan resep dokter. Jadi, segeralah berkonsultasi dengan dokter spesialis obgyn terkait situasi ini (tidak sengaja keluar di dalam).

4. Catat Waktu dan Siklus Menstruasi

Mengetahui apakah kejadian terjadi di masa subur membantu memperkirakan risiko kehamilan. Meski demikian, kehamilan tetap ada potensi untuk terjadi, terlepas ejakulasi di dalamnya terjadi saat masa subur atau tidak (peluang kehamilan paling besar tetap di masa subur). Anda bisa mengecek masa subur Anda dengan kalkulator masa subur di tautan ini.

Apakah Perlu Tes Kehamilan dan Tes IMS jika Tidak Sengaja Keluar di Dalam?

1. Kapan Perlu Tes Kehamilan?

Tes kehamilan dianjurkan jika:

  • Haid terlambat ≥ 7 hari
  • Muncul gejala awal kehamilan seperti mual atau payudara nyeri

Jika Anda langsung tes kehamilan setelah mengalami situasi tidak sengaja keluar di dalam, hasil tes kehamilannya bisa tidak akurat.

2. Kapan Perlu Tes Infeksi Menular Seksual?

Tes IMS disarankan jika:

  • Berhubungan tanpa kondom dengan pasangan yang status kesehatannya tidak diketahui
  • Muncul gejala seperti nyeri saat BAK, keputihan tidak normal, luka, atau gatal

Beberapa IMS tidak bergejala, sehingga pemeriksaan tetap penting meski merasa sehat. Untuk pemeriksaan ini, Anda bisa ke dokter spesialis obgyn atau dokter spesialis kulit dan kelamin.

Cara Mencegah Tidak Sengaja Keluar di Dalam

Berikut cara pencegahan agar tidak sengaja keluar di dalam.

1. Gunakan Kondom dengan Benar

  • Pastikan ukuran sesuai
  • Pasang sebelum penetrasi
  • Pegang pangkal kondom saat penis ditarik keluar

Tiga langkah ini dapat mencegah kondom tertinggal di dalam vagina. Kondom juga bisa mengurangi sensasi kenikmatan saat penetrasi, sehingga Anda (pria) bisa mengontrol rasa keinginan untuk ejakulasi dan peluang tidak sengaja keluar di dalam bisa mengecil.

2. Pertimbangkan Kontrasepsi Tambahan

Mengombinasikan kondom dengan metode lain seperti pil KB atau IUD, serta KB pada pria dapat meningkatkan perlindungan dari risiko kehamilan yang tidak direncanakan.

3. Komunikasi dengan Pasangan

Diskusikan batasan, metode kontrasepsi, dan rencana jika terjadi kegagalan kontrasepsi. 

Jika Anda (pria) sedang di posisi hubungan seksual di mana pasangan (wanita) Anda yang “mengambil alih” seperti posisi women on top. Segera sampaikan pesan eksplisit ke pasangan Anda jika Anda ingin ejakulasi agar hubungan seksualnya bisa dihentikan sementara atau dilanjut dengan stimulasi seksual non penetrasi agar  ejakulasi bisa dilakukan di luar vagina. Ini penting dilakukan jika metode KB Anda adalah “cabut singkong” tanpa kondom.

4. Pahami Pola Tubuh Sendiri (untuk Pria)

Bagi pria, Anda pasti bisa mengetahui kapan Anda mengalami ejakulasi, terutama jika rutin berhubungan seksual.

Pahami ritme tubuh Anda sendiri, terutama saat ingin orgasme/ejakulasi. Dengan mengetahui ritme ini, Anda bisa menghindar dari tidak sengaja keluar di dalam. Belajar untuk kontrol diri agar saat menikmati hubungan seksual, masih tidak lupa diri, sehingga tidak sampai  lupa untuk mengeluarkan penis dari vagina, terutama saat ingin ejakulasi (kondisi tidak menggunakan kondom).

Tidak Sengaja Keluar di Dalam? Jangan Lupa untuk Segera Berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Obgyn

Tidak sengaja keluar di dalam saat berhubungan memang membuat cemas bahkan panik, terutama jika Anda sedang tidak merencanakan kehamilan dalam waktu dekat. Namun, masih ada langkah yang bisa dilakukan untuk mengurangi risiko (kehamilan dan infeksi menular seksual). 

Jangan lupa untuk segera berkonsultasi dengan dokter spesialis obgyn jika mengalami situasi tidak sengaja keluar di dalam. Mereka akan memberikan solusi yang tepat. 

Di Primecare Clinic, tersedia dokter spesialis obgyn, Anda bisa berkonsultasi dengan mereka terkait masalah tidak sengaja keluar di dalam. Klik tautan ini untuk informasi selengkapnya!


83979-1-1200x800.webp

Merokok meningkatkan risiko berbagai penyakit serius, mulai dari gangguan paru-paru, penyakit jantung, hingga kanker. Nah, jadi pertanyaannya, perokok harus MCU apa saja? 

Berikut MCU yang cocok untuk perokok.

Mengapa Perokok Perlu Medical Check Up?

Zat berbahaya dalam rokok seperti nikotin, tar, dan karbon monoksida dapat merusak organ secara perlahan. Banyak penyakit akibat rokok bersifat tidak terlihat di awal.

Perokok Juga memiliki risiko lebih tinggi terhadap:

  • Penyakit paru obstruktif kronik (PPOK)
  • Kanker paru
  • Penyakit jantung koroner
  • Stroke
  • Hipertensi dan gangguan pembuluh darah
  • Gangguan fungsi hati

Karena itu, MCU rutin bagi perokok sangat dianjurkan meski merasa sehat.

Pemeriksaan/MCU yang Cocok untuk Perokok

Pemeriksaan/MCU yang cocok untuk perokok berhubungan dengan paru-paru, jantung, kanker, darah, hati, dan ginjal.

1. Rontgen Dada (Chest X-Ray)

Rontgen dada membantu mendeteksi:

  • Infeksi paru
  • Kelainan struktur paru
  • Tanda awal penyakit paru kronis

Pemeriksaan ini sering menjadi skrining dasar bagi perokok aktif.

2. Spirometri (Tes Fungsi Paru)

Spirometri mengukur kapasitas dan aliran udara paru-paru untuk mendeteksi:

  • PPOK
  • Asma
  • Penurunan fungsi paru-paru akibat rokok

Tes ini sangat dianjurkan bagi orang yang sudah lama merokok atau terus-terusan mengalami batuk.

3. Elektrokardiogram (EKG)

EKG digunakan untuk menilai:

  • Irama jantung
  • Tanda gangguan jantung
  • Risiko penyakit jantung koroner

4. Tes Kolesterol dan Profil Lipid

Perokok lebih berisiko mengalami kolesterol tinggi dan aterosklerosis. Pemeriksaan profil lipid meliputi:

  • Kolesterol total
  • LDL
  • HDL
  • Trigliserida

5. Darah Lengkap

Tes darah membantu menilai kondisi metabolik dan organ vital.

Pemeriksaan ini dapat menunjukkan:

  • Tanda infeksi
  • Kadar hemoglobin (perokok sering memiliki Hb tinggi sebagai kompensasi kekurangan oksigen)

6. Gula Darah/Kadar HbA1C

Merokok dapat meningkatkan risiko resistensi insulin dan diabetes, sehingga pemeriksaan gula darah puasa dan HbA1c penting dilakukan.

7. Tes Fungsi Hati (SGOT, SGPT)

Zat kimia rokok dapat memengaruhi kerja organ detoksifikasi tubuh. Karena itu, perlu tes fungsi hati.

Tes ini membantu mendeteksi:

  • Peradangan hati
  • Gangguan metabolisme akibat toksin

8. Tes Fungsi Ginjal (Ureum, Kreatinin)

Ginjal berperan menyaring racun dalam tubuh, termasuk zat dari rokok, sehingga pemeriksaan rutin pada ginjal bisa membantu deteksi dini gangguan ginjal akibat dari rokok.

9. Skrining Kanker Paru

Bagi perokok berat atau usia di atas 40–50 tahun, dokter dapat merekomendasikan LDCT paru.

10. Pemeriksaan Tambahan Sesuai Keluhan

Jika ada keluhan seperti batuk kronis, sesak napas, atau penurunan berat badan tanpa sebab, pemeriksaan lanjutan sangat dianjurkan untuk dilakukan. Untuk mengetahui apakah harus ada pemeriksaan tambahan, Anda perlu konsultasi dengan dokter.

Dokter akan menentukan pemeriksaan tambahan yang sesuai dengan kondisi kesehatan Anda.

Seberapa Sering Perokok Perlu Medical Check Up?

Tidak ada standar universal tentang frekuensi MCU bagi perokok. Namun, seberapa sering Anda merokok, usia, dan adanya keluhan bisa jadi patokan frekuensi MCU:

  • Perokok ringan & usia < 40 tahun: MCU 1 tahun sekali
  • Perokok berat atau usia ≥ 40 tahun: MCU 6-12 bulan sekali
  • Jika ada keluhan: segera periksa ke dokter tanpa harus menunggu lebih lama

Apakah jika Anda Berhenti Merokok Tetap Perlu MCU?

Mantan perokok tetap disarankan untuk menjalani MCU secara berkala karena efek rokok bisa bertahan lama. Kabar baiknya, berhenti merokok akan menurunkan risiko penyakit secara signifikan dari waktu ke waktu. Jadi, MCU bisa bermanfaat untuk melihat bagaimana hasil progres Anda setelah berhenti merokok.

Perokok, Baik itu yang Aktif atau pun sudah Berhenti, Sebaiknya Melakukan MCU Rutin

Medical check up yang cocok untuk perokok sebaiknya mencakup:

  • Pemeriksaan paru (rontgen dada, spirometri)
  • Pemeriksaan jantung dan kolesterol
  • Tes darah, fungsi hati, dan ginjal
  • Skrining kanker paru pada kelompok berisiko

Mantan perokok pun sebaiknya juga MCU rutin untuk mengetahui seberapa bagus progres kesehatan tubuh setelah berhenti merokok.

MCU rutin juga dapat membantu mendeteksi masalah kesehatan sejak dini termasuk pada perokok, sehingga penanganan bisa dilakukan lebih cepat dan efektif.

Di Primecare Clinic cabang Panglima Polim, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, tersedia MCU, termasuk paket skrining paru. Klik tautan ini untuk informasi selengkapnya!


6142-_1_-1200x900.webp

Medical Check Up (MCU) bertujuan menilai kondisi kesehatan tubuh secara menyeluruh. Namun, bagaimana jika seseorang sedang demam? Apakah MCU-nya bisa tetap dilakukan? Atau harus ditunda?

Apakah Boleh MCU Saat Demam?

Secara medis, MCU saat demam umumnya tidak dianjurkan, kecuali dalam kondisi tertentu. Demam menunjukkan tubuh sedang melawan infeksi. Kondisi ini membuat hasil MCU tidak mencerminkan kondisi kesehatan sebenarnya. Tentu saja banyak parameter pemeriksaan akan berubah saat demam, sehingga hasil MCU bisa tidak akurat.

Dampak Demam terhadap Hasil MCU

Demam dapat memengaruhi berbagai jenis pemeriksaan dalam MCU. Yaitu:

1. Hasil Tes Darah Bisa Abnormal

Demam sering menyebabkan peningkatan sel darah putih, CRP, atau penanda peradangan lainnya, sehingga hasil tes darah bisa tampak abnormal, padahal karena peserta MCU-nya sedang sakit saja.

2. Tekanan Darah dan Denyut Nadi Meningkat

Saat demam, denyut jantung dan tekanan darah bisa lebih tinggi dari normal, sehingga tidak jadi gambaran sebenarnya.

3. Pemeriksaan Fisik Tidak Optimal

Kondisi lemas, nyeri badan, dan pusing saat demam dapat mengganggu pemeriksaan fisik secara menyeluruh.

Risiko Melakukan MCU Saat Demam

Selain hasil yang kurang akurat, ada risiko lain yang perlu dipertimbangkan.

1. Hasil MCU Bisa Misleading

Temuan dalam MCU akibat demam dapat disalahartikan sebagai penyakit kronis atau gangguan kesehatan lain.

2. Risiko Penularan ke Orang Lain

Jika demam disebabkan infeksi, melakukan MCU berisiko menularkan penyakit ke tenaga medis dan pasien lain.

Kapan MCU Sebaiknya Dilakukan?

Menentukan waktu MCU yang tepat sangat penting untuk hasil yang valid. Jika terkait demam, maka:

1. Tunggu Suhu Tubuh Benar-Benar Turun

Disarankan menunggu setidaknya 2-3 hari setelah demam hilang (suhu tubuh kembali normal) sebelum melakukan MCU.

2. Kondisi Tubuh Harus Stabil

Pastikan tidak ada keluhan demam, menggigil, atau konsumsi obat penurun panas sebelum MCU, serta kondisi lainnya seperti flu.

Bagaimana Jika MCU Tidak Bisa Ditunda?

Dalam beberapa kondisi, MCU tetap harus dilakukan meski sedang demam:

1. MCU untuk Keperluan Mendesak

Jika MCU bersifat wajib dan tidak dapat dijadwalkan ulang seperti pendidikan/pekerjaan, sampaikan kondisi demam kepada petugas medis.

2. Dokter Akan Menentukan Pemeriksaan yang Aman

Dokter dapat menilai apakah MCU dapat dilanjutkan atau hanya dilakukan pemeriksaan tertentu saja agar tercipta kondisi win-win.

Kalau Demam, Sebaiknya Tunda MCU

Jika Anda demam saat mau MCU, sebaiknya tunda atau minta reschedule saja untuk MCU-nya. Lebih baik ditunda agar mendapatkan hasil yang akurat dan optimal daripada memaksakan diri dan hasilnya tidak akurat.


109204-1200x481.webp

Sebagian orang merasa sudah makan dalam porsi besar, bahkan lebih sering dari biasanya, tetapi berat badan tetap sulit naik. Kondisi ini kerap menimbulkan frustasi, terutama bagi yang sedang berusaha menambah berat badan.

Pada dasarnya, berat badan ditentukan oleh keseimbangan antara asupan kalori dan kebutuhan energi tubuh. Namun, proses ini tidak sesederhana “makan banyak lalu otomatis gemuk”. Tubuh memiliki cara kerja masing-masing dalam membakar energi, menyerap zat gizi, dan mengatur metabolisme.

Penyebab Makan Banyak Tapi Tetap Kurus

Beberapa hal berikut dapat menjadi penjelasan mengapa berat badan sulit naik meskipun merasa sudah makan banyak:

1. Metabolisme Tubuh Cenderung Cepat

Setiap orang memiliki laju metabolisme yang berbeda. Pada sebagian orang, tubuh membakar kalori lebih cepat sehingga energi dari makanan lebih cepat habis digunakan.

2. Aktivitas Fisik yang Tinggi

Aktivitas harian seperti banyak berjalan, berdiri lama, atau olahraga intens dapat meningkatkan kebutuhan kalori tanpa disadari.

3. Asupan Kalori Belum Benar-Benar Surplus

Merasa sudah makan banyak belum tentu berarti kalori yang masuk sudah melebihi kebutuhan harian. Bisa jadi jumlahnya masih sesuai atau bahkan kurang dari kebutuhan harian.

4. Masalah Penyerapan Zat Gizi

Gangguan pada sistem pencernaan dapat membuat zat gizi dari makanan tidak terserap optimal sehingga berat badan sulit bertambah.

5. Kondisi Medis Tertentu

Beberapa gangguan, seperti hipertiroid (kelenjar tiroid terlalu aktif), dapat meningkatkan metabolisme secara signifikan sehingga tubuh terus membakar energi lebih cepat.

Apa yang Harus Dilakukan Jika Ingin Menaikkan Berat Badan?

Untuk menaikkan berat badan secara sehat, pendekatannya perlu dilakukan secara bertahap dan terarah, bukan sekadar menambah porsi makan secara asal. Beberapa langkah berikut dapat membantu:

1. Tingkatkan Asupan Kalori Secara Bertahap

Tambahkan porsi makan sedikit demi sedikit agar tubuh dapat menyesuaikan diri. Pilih makanan padat gizi seperti protein, karbohidrat kompleks, dan lemak sehat, bukan hanya makanan tinggi gula.

2. Perbanyak Asupan Protein

Protein membantu pembentukan massa otot, terutama jika dikombinasikan dengan latihan kekuatan.

3. Tambahkan Camilan Bergizi

Sisipkan camilan sehat di antara waktu makan utama untuk memenuhi kebutuhan total kalori harian.

4. Lakukan Latihan Kekuatan

Latihan beban membantu meningkatkan massa otot sehingga kenaikan berat badan menjadi lebih sehat dan proporsional.

5. Pantau Perkembangan Secara Berkala

Perhatikan perubahan berat badan dan lingkar tubuh secara rutin, tetapi tetap beri waktu karena proses ini tidak terjadi secara instan.

Jika Makan Banyak Tapi Tetap Kurus, Harus ke Dokter Apa?

Jika berat badan sangat sulit naik meskipun asupan makan sudah ditingkatkan, atau disertai gejala lain, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter umum terlebih dahulu.

Dokter dapat melakukan evaluasi awal dan, bila diperlukan, merujuk ke dokter spesialis penyakit dalam untuk pemeriksaan lebih lanjut, termasuk evaluasi fungsi tiroid atau gangguan metabolisme lainnya. 

Konsultasi dengan dokter gizi klinik atau ahli gizi juga dapat membantu menyusun rencana peningkatan berat badan yang aman dan sesuai dengan kebutuhan tubuh.

Jangan Ragu ke Dokter Spesialis Gizi Klinik jika sudah Makan Banyak, tapi Tetap Kurus

Anda sudah makan banyak tapi tetap kurus? Jika iya, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis gizi klinik.

Di Primecare Clinic cabang Panglima Polim, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, tersedia dokter spesialis gizi klinik yang bisa membantu Anda untuk meningkatkan berat badan. Klik tautan ini untuk informasi selengkapnya! (Bisa telekonsultasi)


10055-1-1200x800.webp

Banyak orang ingin mengecilkan bagian tubuh tertentu, seperti perut, paha, atau lengan, tanpa harus menurunkan berat badan secara keseluruhan. Tidak heran jika berbagai latihan yang diklaim mampu “menghilangkan lemak di area tertentu” terdengar sangat menarik dan praktis.

Konsep ini dikenal dengan istilah spot reduction dan sering dianggap sebagai cara cepat untuk membentuk tubuh. 

Apa Itu Spot Reduction?

Spot reduction adalah anggapan bahwa lemak dapat dikurangi atau dihilangkan hanya pada bagian tubuh tertentu melalui latihan atau metode khusus.

Contohnya, melakukan sit-up untuk mengecilkan perut atau latihan lengan untuk menghilangkan lemak di area tersebut. Konsep ini terdengar logis karena otot yang dilatih terasa bekerja, tetapi mekanisme pembakaran lemak tidak sesederhana itu.

Apakah Bisa Mengecilkan Bagian Tubuh Tertentu? 

Secara fisiologis, tubuh membakar lemak secara menyeluruh, bukan hanya dari satu area yang sedang dilatih. Saat tubuh membutuhkan energi, cadangan lemak akan diambil dari berbagai bagian tubuh sesuai dengan faktor genetik, hormon, dan komposisi tubuh masing-masing.

Inilah sebabnya, ketika seseorang menurunkan lemak tubuh, bagian yang mengecil lebih dulu bisa berbeda-beda. Ada yang wajahnya lebih dulu tirus, ada yang lingkar perutnya berkurang, sementara pada orang lain justru paha atau lengan yang berubah lebih dulu.

Artinya, latihan pada satu bagian tubuh tidak secara langsung menghilangkan lemak di area tersebut. Perubahan ukuran tubuh terjadi karena penurunan lemak total, bukan karena latihan lokal semata. Dengan kata lain, spot reduction bukan cara yang efektif untuk menghilangkan lemak secara spesifik dan tidak bisa dilakukan.

Manfaat Latihan Tubuh Bagian Tertentu

Latihan yang menargetkan bagian tubuh tertentu tetap memberikan manfaat berikut:

1. Membentuk dan Menguatkan Otot

Latihan spesifik membantu meningkatkan kekuatan dan kepadatan otot di area yang dilatih sehingga tubuh terlihat lebih kencang.

2. Memperbaiki Postur Tubuh

Otot yang lebih kuat membantu menjaga keseimbangan dan memperbaiki postur, terutama pada area inti dan punggung.

3. Meningkatkan Kinerja Fisik

Latihan terarah mendukung aktivitas sehari-hari dan meningkatkan kemampuan tubuh dalam bergerak.

4. Mendukung Metabolisme Tubuh

Peningkatan massa otot membantu tubuh membakar energi lebih efisien dalam jangka panjang.

Cara Menurunkan Berat Badan dengan Sehat

Penurunan berat badan yang sehat perlu dilakukan secara menyeluruh melalui langkah berikut:

1. Mengatur Pola Makan Seimbang

Konsumsi makanan bergizi dengan asupan kalori yang sesuai kebutuhan untuk mendukung penurunan lemak tubuh.

2. Melakukan Latihan Seluruh Tubuh

Kombinasi latihan kardio dan latihan kekuatan yang melibatkan banyak kelompok otot membantu membakar lemak sekaligus meningkatkan massa otot.

3. Menjaga Konsistensi dan Kesabaran

Perubahan bentuk tubuh memerlukan waktu, sehingga pendekatan jangka panjang lebih efektif dibanding metode instan.

4. Menerapkan Gaya Hidup Aktif

Mengurangi waktu duduk dan meningkatkan aktivitas harian membantu menjaga keseimbangan energi tubuh.

Mau Turun Berat Badan, harus Ke Dokter Apa?

Jika masih merasa bingung harus mulai dari mana atau sudah mencoba berbagai cara tetapi hasilnya belum sesuai harapan, pertimbangkan untuk berkonsultasi dengan ahli gizi atau dokter spesialis gizi klinik

Melalui pendampingan yang tepat, pola makan, jenis latihan, dan target yang disusun akan lebih sesuai dengan kebutuhan tubuh, sehingga proses penurunan berat badan dapat berjalan lebih aman, terarah, dan berkelanjutan.

Jangan Ragu ke Dokter Spesialis Gizi Klinik jika Ingin Menurunkan Berat Badan

Spot reduction memang tidak bisa dilakukan, tetapi menurunkan berat badan tetap bisa dilakukan. Jika Anda ingin menurunkan berat badan, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis gizi klinik.

Di Primecare Clinic cabang Panglima Polim, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, tersedia dokter spesialis gizi klinik yang bisa membantu Anda untuk menurunkan berat badan. Klik tautan ini untuk informasi selengkapnya! (Bisa telekonsultasi)


14974-_1_-1200x800.webp

Banyak orang menilai keberhasilan diet hanya dari angka di timbangan. Padahal, berat badan yang turun belum tentu menandakan tubuh menjadi lebih sehat. Ada kalanya berat badan memang berkurang, tetapi tubuh justru terasa lebih lemas, mudah sakit, dan sulit fokus. Kondisi ini sering terjadi ketika penurunan berat badan dilakukan dengan cara yang tidak tepat.

Menurunkan berat badan seharusnya tidak hanya berorientasi pada hasil cepat, tetapi juga pada proses yang aman dan berkelanjutan. 

Apa saja Tanda Berat Badan Turun dengan Sehat?

Penurunan berat badan yang sehat biasanya terjadi secara bertahap dan tidak terasa menyiksa. Berikut tanda-tanda yang bisa dikenali:

1. Berat Badan Turun Perlahan dan Konsisten

Penurunan tidak terjadi secara ekstrem dalam waktu singkat sehingga tubuh punya waktu untuk beradaptasi.

2. Tubuh Tetap Bertenaga untuk Beraktivitas

Energi masih cukup untuk bekerja, berolahraga ringan, dan menjalani rutinitas tanpa rasa lemas berlebihan.

3. Rasa Lapar Tetap Ada tetapi Masih Bisa Dikendalikan

Lapar muncul sebagai sinyal alami tubuh tanpa memicu keinginan makan berlebihan atau pembatasan ekstrem.

4. Pola Tidur Cenderung Lebih Teratur

Tubuh lebih mudah beristirahat dan bangun dengan perasaan segar.

5. Suasana Hati Relatif Stabil

Tidak mudah merasa emosional akibat perubahan pola makan yang terlalu ketat.

6. Lingkar Tubuh Mulai Mengecil

Perubahan tidak hanya terlihat dari angka timbangan, tetapi juga dari pakaian yang terasa lebih longgar.

7. Pencernaan Terasa Lebih Lancar 

Buang air besar lebih teratur dan keluhan seperti kembung jarang muncul.

8. Kebiasaan Makan Menjadi Lebih Teratur

Jadwal makan lebih konsisten dan pilihan makanan terasa lebih terkontrol.

Mengapa Turun Berat Badan dengan Sehat Itu Penting?

Menurunkan berat badan secara sehat membantu tubuh beradaptasi dengan perubahan tanpa menimbulkan tekanan berlebihan. Cara ini memungkinkan tubuh membakar lemak secara bertahap sambil mempertahankan massa otot dan fungsi organ tetap optimal.

Pendekatan yang sehat juga lebih mudah dipertahankan dalam jangka panjang. Pola makan dan gaya hidup yang seimbang cenderung menjadi kebiasaan baru, bukan sekadar fase sementara. Dengan begitu, risiko berat badan naik kembali setelah diet dihentikan dapat ditekan, sekaligus memberikan manfaat kesehatan yang lebih menyeluruh.

Bahaya Turun Berat Badan dengan Cara Tidak Sehat

Penurunan berat badan yang terlalu cepat sering kali disertai berbagai dampak negatif bagi tubuh. 

1. Kebutuhan Dasar Tidak Terpenuhi

Asupan energi yang terlalu rendah membuat tubuh kehilangan sumber tenaga, sehingga muncul keluhan seperti tubuh terasa sangat lemas, mudah pusing, dan sulit berkonsentrasi saat beraktivitas. 

2. Mengganggu Keseimbangan Metabolisme

Dalam jangka panjang, penurunan berat badan dengan cara yang tidak sehat dapat mengganggu keseimbangan metabolisme. Tubuh berisiko memperlambat pembakaran energi sebagai mekanisme bertahan hidup, yang justru menyulitkan penurunan berat badan selanjutnya. 

3. Risiko Sakit Meningkat

Daya tahan tubuh dapat menurun akibat kekurangan zat gizi penting, sehingga risiko mudah sakit meningkat. Jika terus berlangsung, pola ini juga dapat memicu defisiensi zat gizi tertentu yang berdampak pada kesehatan secara menyeluruh, bukan hanya pada berat badan.

Untuk mencegah risiko tersebut, proses penurunan berat badan sebaiknya dilakukan dengan pendampingan tenaga kesehatan. Konsultasi dengan ahli gizi atau dokter spesialis gizi klinik dapat membantu menyusun strategi penurunan berat badan yang sesuai dengan kondisi tubuh, kebutuhan zat gizi, serta tujuan kesehatan jangka panjang, sehingga hasil yang dicapai lebih aman, realistis, dan berkelanjutan.

Mau Cek Progres Penurunan Berat Badan? Yuk ke Dokter Spesialis Gizi Klinik!

Kalau Anda mau mengecek progres penurunan berat badan sudah benar atau belum, maka Anda bisa berkonsultasi dengan dokter gizi klinik atau memakai layanan analisa komposisi tubuh.

Di Primecare Clinic cabang Panglima Polim, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, tersedia dokter spesialis gizi klinik yang bisa membantu Anda dalam menurunkan berat badan serta layanan analisa komposisi tubuh untuk memantau progres penurunan berat badan Anda secara komprehensif. Klik tautan ini untuk informasi selengkapnya! (Bisa telekonsultasi, tetapi analisa komposisi tubuh harus datang ke klinik)


407-_1_-1200x720.webp

Menurunkan berat badan sering terdengar sederhana. “Makan lebih sedikit dan bergerak lebih banyak”. Namun pada prakteknya, tidak sedikit orang yang merasa sudah berusaha keras, tetapi hasilnya belum juga terlihat. Ada juga yang berhasil turun cepat di awal, lalu berat badan naik kembali. 

Salah satu konsep dasar yang sering dibahas dalam penurunan berat badan adalah defisit kalori. Sayangnya, istilah ini kerap disalahpahami dan diterapkan secara keliru.

Apa Itu Defisit Kalori?

Defisit kalori adalah kondisi ketika jumlah kalori yang masuk ke tubuh lebih sedikit dibandingkan kalori yang digunakan tubuh. Kalori tersebut digunakan untuk berbagai fungsi, mulai dari bernapas, mencerna makanan, hingga melakukan aktivitas fisik sehari-hari. 

Mengapa Defisit Kalori Penting untuk Individu yang Obesitas/Kelebihan Berat Badan?

Pada kondisi kelebihan berat badan atau obesitas, tubuh menyimpan energi dalam jumlah berlebih. Jika kondisi ini berlangsung terus-menerus, risiko gangguan kesehatan seperti diabetes, tekanan darah tinggi, dan penyakit jantung akan meningkat.

Defisit kalori menjadi dasar penurunan berat badan karena membantu mengurangi penumpukan energi tersebut. Saat asupan kalori lebih rendah dari kebutuhan harian, tubuh akan memanfaatkan cadangan lemak sebagai sumber energi, sehingga berat badan dapat turun secara bertahap dan lebih terkontrol.

Cara Defisit Kalori yang Benar

Agar defisit kalori dapat berjalan dengan aman dan efektif, diperlukan pendekatan yang tepat. Berikut beberapa langkah yang dapat diterapkan:

1. Kurangi Porsi Secara Bertahap

Hindari pembatasan kalori secara ekstrem. Mengurangi porsi makan sedikit demi sedikit membantu tubuh beradaptasi dengan lebih baik.

2. Perhatikan Kebutuhan Gizi

Meskipun sedang dalam defisit kalori, asupan karbohidrat, protein, dan lemak tetap dibutuhkan agar fungsi tubuh tetap berjalan optimal.

3. Pilih Makanan Padat Gizi

Konsumsi sayur, buah, sumber protein, dan karbohidrat kompleks. Makanan ini membantu tubuh tetap bertenaga meskipun asupan kalori dikurangi.

4. Tetap Rutin Beraktivitas Fisik

Aktivitas fisik yang sesuai akan membuat defisit kalori lebih efektif, serta dapat menjaga kebugaran tubuh.

5. +Pertahankan Pola Makan Teratur

Jadwal makan yang konsisten membantu proses adaptasi dan membuat defisit kalori lebih nyaman dijalani.

Kesalahan Umum dalam Menerapkan Defisit Kalori

Meskipun defisit kalori berperan penting dalam penurunan berat badan, penerapannya sering kali kurang tepat. Kesalahan-kesalahan berikut dapat membuat proses penurunan berat badan menjadi tidak efektif atau sulit dipertahankan dalam jangka panjang:

1. Makan Sesedikit Mungkin

Defisit kalori kerap disalahartikan sebagai memangkas porsi makan secara ekstrem. Pendekatan ini justru berisiko membuat tubuh kekurangan energi dan menurunkan kepatuhan terhadap pola makan.

2. Hanya Fokus pada Angka Kalori

Kalori memang penting, tetapi kualitas makanan tidak bisa diabaikan. Asupan rendah kalori tanpa memperhatikan kandungan gizi dapat menyebabkan kekurangan nutrisi penting.

3. Menghindari Kelompok Makanan Tertentu

Banyak orang memilih menghindari makanan sumber karbohidrat atau lemak. Menghilangkan salah satu kelompok zat gizi tersebut sepenuhnya dapat mengganggu fungsi tubuh dan keseimbangan metabolisme.

4. Mengikuti Pola Diet yang Tidak Sesuai Kondisi Tubuh

Pola diet ekstrem mungkin menghasilkan penurunan berat badan yang cepat, tetapi umumnya sulit dipertahankan dan berisiko menimbulkan efek samping.

Bahaya Kesalahan Dalam Menerapkan Defisit Kalori

Defisit kalori yang dilakukan secara tidak tepat dapat menyebabkan tubuh terasa lemas, mudah pusing, dan sulit berkonsentrasi. Dalam jangka panjang, kondisi ini berisiko memperlambat metabolisme serta menurunkan massa otot.

Selain itu, pembatasan makan yang terlalu ketat sering berujung pada makan berlebihan setelah diet dihentikan. Akibatnya, berat badan kembali naik dan siklus diet pun terus berulang.

Berapa Lama Hasil Defisit Kalori Akan Terlihat?

Hasil defisit kalori umumnya tidak terlihat dalam hitungan hari. Perubahan biasanya mulai terasa dalam beberapa minggu, tergantung kondisi awal tubuh serta konsistensi pola makan dan aktivitas fisik.

Penurunan berat badan yang sehat berlangsung secara bertahap, sekitar 0,5–1 kg per minggu atau 2-4 kg per bulan. Selain perubahan angka di timbangan, tanda lain bahwa defisit kalori berjalan dengan baik adalah pakaian yang terasa lebih longgar dan energi yang lebih stabil sepanjang hari.

Kapan Sebaiknya Mulai dan Berhenti Defisit Kalori?

Defisit kalori sebaiknya diterapkan ketika tujuan utama adalah menurunkan berat badan atau mengurangi lemak tubuh. Namun, pendekatan ini tidak perlu dijalani secara terus-menerus.

Ketika berat badan sudah mendekati target atau tubuh mulai menunjukkan tanda kelelahan, sebaiknya kembali ke pola makan dengan kalori pemeliharaan. Pendekatan ini membantu tubuh beradaptasi sekaligus menjaga hasil penurunan berat badan agar lebih bertahan lama.

Kalau Mau Defisit Kalori, ke Dokter Apa?

Jika Anda ingin defisit kalori, Anda bisa ke dokter spesialis gizi klinik agar mendapatkan meal plan dan pengaturan makan yang tepat untuk defisit dan sesuai dengan kebutuhan dan tujuan Anda, apalagi jika ada kondisi medis. Selain itu, dokter spesialis gizi klinik bisa meresepkan obat jika diperlukan agar membantu dalam penurunan berat badan Anda.

Jangan Ragu ke Dokter Spesialis Gizi Klinik jika Mau Defisit Kalori

Anda mau defisit kalori karena kelebihan berat badan/obesitas atau tujuan lain? Jika iya, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis gizi klinik.

Di Primecare Clinic cabang Panglima Polim, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, tersedia dokter spesialis gizi klinik yang bisa membantu Anda dalam mengatasi skinny fat. Klik tautan ini untuk informasi selengkapnya! (Bisa telekonsultasi)


primecare

Jakarta Panglima Polim

Jl. Panglima Polim IX No.16, Kby. Baru, Kota Jakarta Selatan

Jakarta Tebet

Jl. Tebet Barat Dalam II No.46 14, Tebet Barat, Kota Jakarta Selatan

Samarinda

Jl. Muso Salim No.28, Karang Mumus, Kota Samarinda


Copyright by PT. Layanan Medika Pratama 2025. All rights reserved.



Copyright by PT. Layanan Medika Pratama 2025. All rights reserved.