Mengapa Minum Teh Tidak Disarankan untuk Sahur? Ini Jawabannya!

Saat sahur, minum air bermanfaat untuk hidrasi dan memenuhi kebutuhan cairan. Namun, bagaimana kalau minum teh saat sahur? Rasanya ringan dan hangat, sehingga terasa menyegarkan sebelum berpuasa. Namun, minum teh saat sahur sebenarnya tidak disarankan, terutama jika dikonsumsi berlebihan atau menggantikan air putih sebagai minuman utama.
Kandungan Teh yang Perlu Diperhatikan
Teh mengandung beberapa zat yang dapat memengaruhi kondisi tubuh selama berpuasa.
1. Kafein
Teh mengandung kafein, meskipun jumlahnya lebih rendah dibanding kopi. Kafein bersifat diuretik ringan, yang artinya dapat meningkatkan produksi urin. Akibatnya, tubuh bisa lebih cepat kehilangan cairan di pagi hari, sehingga risiko haus dan dehidrasi saat puasa meningkat.
2. Tanin
Teh juga mengandung tanin, sebuah senyawa yang dapat:
- Menghambat penyerapan zat besi dari makanan
- Mengurangi manfaat nutrisi dari menu sahur
Efek ini berisiko untuk beberapa pihak seperti:
- Orang dengan anemia
- Ibu hamil
- Remaja dan wanita usia subur
Dampak Minum Teh saat Sahur terhadap Puasa
Kebiasaan minum teh saat sahur dapat memengaruhi kenyamanan berpuasa sepanjang hari. Berikut dampaknya:
1. Lebih Cepat Merasa Haus
Efek diuretik dari kafein membuat cairan tubuh lebih cepat keluar lewat urine. Akibatnya, tubuh kehilangan cadangan cairan lebih awal, sehingga rasa haus muncul lebih cepat di siang hari.
2. Berpotensi Mengiritasi Lambung
Bagi sebagian orang, teh, terutama teh pekat, dapat:
- Meningkatkan asam lambung
- Menyebabkan perih atau tidak nyaman di lambung
Kondisi ini tentu mengganggu puasa, apalagi jika Anda memiliki riwayat maag atau GERD.
3. Gangguan Kualitas Tidur
Jika sahur dilakukan dini hari (tidak dekat waktu subuh), kafein dalam teh bisa mengganggu kualitas tidur setelah sahur, yang akhirnaya membuat tubuh terasa lemas saat berpuasa.
Apakah Boleh Minum Teh Saat Sahur?
Minum teh saat sahur tidak sepenuhnya dilarang, namun sebaiknya:
- Tidak menggantikan air putih sebagai minuman utama
- Tidak dikonsumsi dalam jumlah banyak (sedikit saja)
- Tidak diminum saat kondisi perut kosong, terutama untuk orang dengan riwayat GERD/asam lambung naik
Teh manis dingin atau teh pekat justru lebih berisiko menyebabkan haus.
Jika tetap ingin minum teh saat sahur, maka:
- Pilih teh encer
- Batasi 1 cangkir kecil saja
- Pastikan tetap minum air putih yang cukup setelah minum teh
Alternatif Minuman saat Sahur
Agar tubuh tetap terhidrasi dan kuat berpuasa, pilih minuman yang lebih aman.
1. Air Putih sebagai Pilihan Utama
Air putih adalah minuman terbaik untuk sahur karena:
- Tidak bersifat diuretik
- Membantu menjaga keseimbangan cairan
- Mendukung metabolisme tubuh selama puasa
Disarankan minum air putih secara bertahap saat sahur. Menurut rekomendasi Kemenkes, yaitu 2-4-2, disarankan untuk minum 2 gelas air putih saat sahur.
2. Susu atau Air Hangat
Susu rendah lemak atau air hangat bisa menjadi alternatif karena membantu membuat rasa kenyang lebih lama dan relatif lebih ramah untuk lambung.
3. Buah Tinggi Kandungan Air
Selain minuman, konsumsi buah dengan kandungan air yang tinggi seperti semangka, melon, pir juga membantu dalam menambah asupan cairan secara alami.
Minum Teh Boleh saat Sahur, tetapi Tidak Sebaiknya Jadi Minuman Utama
Minum teh saat sahur tidak disarankan sebagai minuman utama karena kandungan kafein dan tanin dapat meningkatkan risiko dehidrasi, rasa haus, serta mengganggu penyerapan zat besi.
Untuk sahur yang optimal, air putih tetap menjadi pilihan terbaik, sementara teh sebaiknya dibatasi atau dihindari, terutama bagi Anda yang mudah haus atau memiliki masalah kesehatan pada lambung.

