Apakah Penderita Diabetes Boleh Minum Susu? Berikut Jawabannya!

Susu dikenal sebagai sumber protein, kalsium, vitamin, dan mineral yang penting untuk kesehatan tulang dan metabolisme tubuh. Namun, banyak penderita diabetes merasa ragu untuk mengonsumsinya karena khawatir dengan kandungan gula di dalamnya.
Apakah Penderita Diabetes Boleh Minum Susu?
Faktanya, penderita diabetes masih boleh minum susu. Laktosa dalam susu adalah gula alami yang masih boleh dikonsumsi penderita diabetes, asalkan jumlahnya tidak berlebihan. Namun, yang lebih penting diperhatikan adalah jenis susunya, karena sebagian produk mengandung gula tambahan yang bisa membuat gula darah cepat meningkat.
Jenis Susu yang Aman untuk Penderita Diabetes
Beberapa jenis susu berikut dapat menjadi pilihan yang lebih aman untuk penderita diabetes:
1. Susu Khusus Diabetes
Susu jenis ini sudah diformulasikan rendah indeks glikemik, diperkaya serat, protein, dan lemak sehat untuk membantu mengontrol gula darah.
2. Susu Nabati Unsweetened
Susu nabati tanpa tambahan pemanis tambahan dapat memberikan variasi protein dan kalsium, tetapi kandungan karbohidrat tiap jenis susu berbeda, sehingga tetap perlu diperhatikan porsinya.
3. Susu Rendah Lemak atau Skim
Susu jenis ini lebih aman untuk gula darah sekaligus membantu menjaga kesehatan jantung karena rendah lemak jenuh.
Jenis Susu yang Sebaiknya Dihindari Penderita Diabetes
Beberapa jenis susu tidak disarankan karena bisa membuat kadar gula darah lebih sulit stabil dan meningkatkan risiko komplikasi diabetes.
1. Susu Full Cream dalam Jumlah Banyak
Konsumsi susu full cream secara berlebihan bisa menambah asupan lemak jenuh Kondisi ini berbahaya karena penderita diabetes memiliki risiko lebih tinggi terkena penyakit jantung akibat gula darah yang tidak stabil, sehingga lemak jenuh bisa semakin memperparah kerusakan pembuluh darah.
2. Susu Berperisa Manis
Susu dengan tambahan rasa seperti cokelat, stroberi, atau vanilla biasanya mengandung gula tambahan. Kandungan ini bisa memicu gula darah naik lebih cepat.
3. Susu Kental Manis
Susu kental manis memiliki kadar gula yang sangat tinggi sehingga membuat penderita diabetes kesulitan mengendalikan gula darah.
Kandungan Gizi dan Indeks Glikemik Susu
Dalam 100 gram susu sapi, terkandung sekitar 53 kalori (222 kJ), 3 gram protein, 5 gram karbohidrat, dan 2,5 gram lemak. Susu juga mengandung vitamin dan mineral penting, terutama kalsium serta vitamin D, yang berperan dalam menjaga kesehatan tulang.
Indeks glikemik (IG) susu sapi berada di kisaran 31, termasuk kategori rendah. Meski begitu, ketika susu diberi tambahan gula, sirup, atau perisa manis, beban glikemiknya meningkat, sehingga lonjakan gula darah bisa menjadi lebih cepat dan tinggi.
Cara Aman Minum Susu untuk Penderita Diabetes
Penderita diabetes tetap bisa menikmati susu, asal memperhatikan porsinya dan jenis yang dipilih. Beberapa langkah berikut dapat membantu menjaga kadar gula darah tetap stabil:
1. Pilih Susu Khusus Diabetes
Selain membantu menjaga kadar gula darah tetap stabil, susu khusus diabetes juga bisa memberi rasa aman karena formulanya sudah disesuaikan dengan kebutuhan tubuh.
2. Batasi Porsi
Konsumsi sekitar 1 gelas kecil (200 ml) per hari atau sesuai arahan tenaga kesehatan.
3. Pilih Susu Tanpa Pemanis Tambahan
Hindari susu dengan rasa manis tambahan atau susu kental manis karena bisa membuat kadar gula darah melonjak lebih cepat.
4. Kombinasikan dengan Makanan Berserat
Minum susu bersama oatmeal, roti gandum, atau buah rendah gula lebih baik daripada mencampurnya dengan minuman manis.
Kapan Harus ke Dokter?
Segera temui dokter jika setelah mengonsumsi susu kadar gula darah terasa sulit dikendalikan, atau muncul gejala seperti sering buang air kecil, cepat lelah, rasa haus berlebihan, atau berat badan turun tanpa sebab.
Dokter spesialis penyakit dalam dapat membantu mengevaluasi kondisi lebih lanjut. Selain itu, penderita diabetes juga bisa berkonsultasi dengan dokter gizi klinik atau ahli gizi untuk mendapatkan panduan minum susu yang lebih sesuai dengan kebutuhan tubuh.
Kenapa CGM Jadi Pilihan yang Lebih Efektif?
Dengan data yang terekam otomatis, CGM membantu dokter memahami pola gula darahmu secara menyeluruh, termasuk waktu-waktu kritis di mana gula darah sering melonjak atau turun drastis.
Manfaat nyata CGM antara lain:
✅ Mendeteksi fluktuasi gula darah lebih cepat sebelum menyebabkan gejala berat.
✅ Membantu dokter memberikan penyesuaian terapi yang tepat waktu.
✅ Membantu kamu mengatur pola makan dan aktivitas fisik dengan lebih bijak.
✅ Mencegah komplikasi serius, seperti hipoglikemia berat, hiperglikemi, hingga kondisi darurat medis.
Dengan kata lain, CGM memberi kamu dan doktermu kendali penuh atas kondisi tubuh, bukan sekadar reaksi setelah gejala muncul.
Menurut dr. Samuel Alexsander, selaku edukator diabetes di Primecare Clinic Tebet, Continuous Glucose Monitoring (CGM) merupakan salah satu inovasi terbaru dalam pemantauan kadar gula darah.
“Kalau dulu, kita hanya bisa mengetahui kadar gula darah lewat pemeriksaan dengan alat tes yang menusuk jari—hasilnya hanya menggambarkan kondisi pada satu waktu tertentu saja, seperti melihat satu potongan kecil dari puzzle besar. Sedangkan dengan CGM, kita dapat memantau kadar gula darah secara real-time dan berkelanjutan hingga 14 hari, sehingga gambaran yang terlihat menjadi jauh lebih utuh,” jelas dr. Samuel.
Ia menambahkan, setiap orang memiliki respons yang berbeda terhadap makanan yang dikonsumsi. “Ada orang yang setelah makan nasi satu piring gula darahnya langsung melonjak, ada juga yang tidak terlalu berubah. Dengan CGM, kita bisa melihat bagaimana tubuh kita sendiri bereaksi terhadap berbagai jenis makanan, aktivitas, atau bahkan stres harian. Dari situ, kita jadi bisa lebih mengenali tubuh sendiri dan mengambil langkah yang lebih tepat untuk menjaga kestabilan gula darah,” tambahnya.
Menariknya, teknologi CGM ini tidak hanya bermanfaat bagi pengidap diabetes, tetapi juga cocok digunakan untuk skrining bagi mereka yang memiliki riwayat atau keturunan diabetes, maupun bagi komunitas dan individu yang antusias menjaga kesehatan. Dengan menggunakan CGM, pengguna bisa mendapatkan pemahaman yang lebih dalam tentang bagaimana gaya hidup dan pola makan memengaruhi kadar gula darah mereka—bahkan sebelum muncul gejala atau diagnosis medis tertentu.
Manajemen Diabetes di Primecare Clinic
Primecare clinic menyediakan layanan manajemen diabetes bersama dokter spesialis penyakit dalam dan dokter spesialis gizi klinik serta terdapat CGM dalam programnya. Program ini bisa membantumu untuk menurunkan kadar HbA1C dan mengelola gejala diabetes. Klik tautan ini untuk informasi lebih lanjut.


