Apakah Penderita Diabetes Boleh Minum Air Es? Ini Faktanya!

September 10, 2025 by Primecare Clinic
2150408461-_1_-_1_-1200x800.webp

Pola makan sehat merupakan salah satu terapi yang harus dijalankan oleh penderita diabetes. Makanan dan minuman yang akan dikonsumsi oleh penderita diabetes sangat perlu diperhatikan karena akan memengaruhi kadar gula dalam darah dan juga proses metabolismenya. Oleh sebab itu, banyak makanan dan minuman yang sebaiknya tidak dikonsumsi oleh penderita diabetes untuk tetap menjaga kadar gula dalam kondisi normal. Air es tentu menjadi minuman primadona, terutama di kala cuaca panas. Namun, apakah air es boleh dikonsumsi oleh penderita diabetes? 

Apakah Penderita Diabetes Boleh Minum Air Es?

Ya, penderita diabetes boleh minum air es. 

Karena adanya pembatasan konsumsi makanan dan minuman pada pasien diabetes, air es ini dapat menjadi alternatif cara minum air putih agar terasa lebih segar. 

Penderita diabetes sangat dibatasi untuk mengonsumsi minuman dingin berperisa karena dikhawatirkan akan menambah kalori yang nantinya akan meningkatkan kadar gula dalam darahnya. Sebaliknya, mengonsumsi air es sangat aman karena pada dasarnya air es adalah air putih dingin yang memiliki nilai 0 kalori. 

Zat Gizi, Indeks Glikemik, dan Beban Glikemik Air Es

Air es atau air putih dingin tidak memiliki kandungan gizi makro, seperti karbohidrat, protein, lemak sehingga air putih mengandung 0 kalori. Walaupun begitu, ada jenis air putih yang memiliki kandungan gizi mikro, seperti mineral dalam jumlah sedikit yang sering disebut air mineral. Kandungan gizi mineral ini tidak lantas menambahkan nilai kalori pada air putih.

Berapa nilai indeks glikemik dan beban glikemik air putih? Sebelumnya, kita ketahui dahulu apa itu  indeks glikemik dan beban glikemik. Indeks glikemik adalah pengukuran seberapa cepat makanan/minuman yang mengandung karbohidrat dapat meningkatkan kadar gula darah. Indeks glikemik memiliki rentang nilai 0-100. Sementara, beban glikemik air adalah perhitungan indeks glikemik disertai jumlah porsi karbohidrat yang dikonsumsi. Karena air putih tidak mengandung karbohidrat, maka nilai  indeks glikemik dan beban glikemiknya adalah 0. 

Cara Minum Air Es Untuk Penderita Diabetes Yang Aman

Seringkali pasien diabetes merasa bosan dengan air es dan ingin mengonsumsi minuman segar lainnya, tetapi tentunya dengan pilihan yang tetap aman untuk dikonsumsi. Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengonsumsi air es yang aman bagi penderita diabetes, yaitu:

  1. Untuk mendapatkan cita rasa atau sensasi berbeda ketika minum air putih, pasien dapat memilih air putih karbonasi (sparkling water).
  2. Campurkan air es dengan perasan lemon. Hal ini dapat memberikan sensasi rasa segar di mulut. Akan tetapi, perlu diperhatikan jumlah dan frekuensi konsumsinya. 
  3. Buat menjadi infused water dengan menambahkan potongan buah atau sayur, seperti jeruk, buah beri-berian, timun, peach/persik, daun mint, atau herbal segar lainnya. Setelah air sudah dicampurkan dengan potongan buah ataupun tambahan lain, infused water dapat disimpan dahulu di dalam lemari pendingin agar aroma dan rasanya menyatu. 

Kapan Penderita Diabetes Harus ke Dokter?

Penderita diabetes yang sudah terdiagnosis oleh dokter harus mengonsumsi obat antidiabetes setiap hari sehingga sangat perlu untuk rutin ke dokter. Selain itu, dibutuhkan juga terapi non farmakologis, seperti perubahan gaya hidup. 

Untuk memantau kondisi pasien, makan pasien perlu untuk berkonsultasi ke dokter dengan kondisi seperti di bawah ini:

  1. Pasien diabetes harus melakukan kontrol rutin minimal satu bulan sekali, baik itu oleh dokter umum, atau dokter spesialis penyakit dalam, atau pun dokter subspesialis endokrin metabolisme diabetes bergantung pada kondisi pasien dan status rujukannya. 
  2. Pasien yang mengalami kesulitan mengatur pola makan, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter spesialis gizi klinik untuk mendapatkan informasi tentang diet yang sesuai dengan kebutuhan gizi harian dan pembatasan kalori yang dibutuhkan. Selain itu, pasien juga bisa mendapatkan saran terkait aktivitas fisik yang dapat menunjang pola hidup sehat. 
  3. Jika pasien mengalami komplikasi akut, seperti hipoglikemia, sesak napas, tidak sadarkan diri, berat badan yang menurun dengan cepat dapat segera dirujuk ke fasilitas kesehatan sekunder atau tersier untuk mendapatkan penanganan yang tepat sesegera mungkin. 
  4. Jika didapatkan gejala yang mengarah pada komplikasi lainnya, seperti neuropati (gangguan saraf) atau retinopati (gangguan pada retina mata) diabetes, maka pasien dapat dirujuk ke dokter spesialis berdasarkan jenis komplikasinya. Misalnya, jika ada gangguan saraf, maka sebaiknya ke dokter saraf.

Kenapa CGM Jadi Pilihan yang Lebih Efektif?

Dengan data yang terekam otomatis, CGM membantu dokter memahami pola gula darahmu secara menyeluruh, termasuk waktu-waktu kritis di mana gula darah sering melonjak atau turun drastis.

Manfaat nyata CGM antara lain:
✅ Mendeteksi fluktuasi gula darah lebih cepat sebelum menyebabkan gejala berat.
✅ Membantu dokter memberikan penyesuaian terapi yang tepat waktu.
✅ Membantu kamu mengatur pola makan dan aktivitas fisik dengan lebih bijak.
✅ Mencegah komplikasi serius, seperti hipoglikemia berat, hiperglikemi, hingga kondisi darurat medis.

Dengan kata lain, CGM memberi kamu dan doktermu kendali penuh atas kondisi tubuh, bukan sekadar reaksi setelah gejala muncul.

Menurut dr. Samuel Alexsander, selaku edukator diabetes di Primecare Clinic Tebet, Continuous Glucose Monitoring (CGM) merupakan salah satu inovasi terbaru dalam pemantauan kadar gula darah.

“Kalau dulu, kita hanya bisa mengetahui kadar gula darah lewat pemeriksaan dengan alat tes yang menusuk jari—hasilnya hanya menggambarkan kondisi pada satu waktu tertentu saja, seperti melihat satu potongan kecil dari puzzle besar. Sedangkan dengan CGM, kita dapat memantau kadar gula darah secara real-time dan berkelanjutan hingga 14 hari, sehingga gambaran yang terlihat menjadi jauh lebih utuh,” jelas dr. Samuel.

Ia menambahkan, setiap orang memiliki respons yang berbeda terhadap makanan yang dikonsumsi. “Ada orang yang setelah makan nasi satu piring gula darahnya langsung melonjak, ada juga yang tidak terlalu berubah. Dengan CGM, kita bisa melihat bagaimana tubuh kita sendiri bereaksi terhadap berbagai jenis makanan, aktivitas, atau bahkan stres harian. Dari situ, kita jadi bisa lebih mengenali tubuh sendiri dan mengambil langkah yang lebih tepat untuk menjaga kestabilan gula darah,” tambahnya.

Menariknya, teknologi CGM ini tidak hanya bermanfaat bagi pengidap diabetes, tetapi juga cocok digunakan untuk skrining bagi mereka yang memiliki riwayat atau keturunan diabetes, maupun bagi komunitas dan individu yang antusias menjaga kesehatan. Dengan menggunakan CGM, pengguna bisa mendapatkan pemahaman yang lebih dalam tentang bagaimana gaya hidup dan pola makan memengaruhi kadar gula darah mereka—bahkan sebelum muncul gejala atau diagnosis medis tertentu.

Manajemen Diabetes di Primecare Clinic

Primecare clinic menyediakan layanan manajemen diabetes bersama dokter spesialis penyakit dalam dan dokter spesialis gizi klinik serta terdapat CGM dalam programnya. Program ini bisa membantumu untuk menurunkan kadar HbA1C dan mengelola gejala diabetes. Klik tautan ini untuk informasi lebih lanjut. 

primecare

Jakarta Panglima Polim

Jl. Panglima Polim IX No.16, Kby. Baru, Kota Jakarta Selatan

Jakarta Tebet

Jl. Tebet Barat Dalam II No.46 14, Tebet Barat, Kota Jakarta Selatan

Samarinda

Jl. Muso Salim No.28, Karang Mumus, Kota Samarinda


Copyright by PT. Layanan Medika Pratama 2025. All rights reserved.



Copyright by PT. Layanan Medika Pratama 2025. All rights reserved.