Diare pada Penderita Diabetes: Penyebab, Bahaya, dan Cara Mengatasinya

September 10, 2025 by Primecare Clinic
6442-_1_-1200x800.webp

Diare merupakan masalah pencernaan yang cukup sering terjadi pada siapa saja. Diare bisa disebabkan oleh infeksi, intoleransi makanan atau minuman, efek samping obat, serta penyakit pencernaan misalnya irritable bowel syndrome. 

Pada penderita diabetes, diare bisa menjadi gejala komplikasi akibat gula darah yang tidak terkontrol dalam jangka panjang. Karena itu, diare pada diabetes harus diwaspadai.

Apa kaitan antara diare dan diabetes, serta bagaimana cara mengatasinya? Berikut penjelasannya!

Apa itu Diare pada Penderita Diabetes?

Diare adalah kondisi di mana seseorang buang air besar (BAB) lebih dari tiga kali dalam sehari, dengan tekstur feses yang lebih cair. Diare akut terjadi jika diare berlangsung tidak lebih dari 14 hari, sedangkan diare kronis terjadi jika lebih dari 14 hari.

Pada penderita diabetes diare bisa terjadi karena masalah pencernaan, efek samping obat, atau karena komplikasi yang disebut neuropati otonom diabetik. Untuk membedakan apakah diare pada penderita diabetes adalah diare biasa atau akibat kondisi diabetes, maka diperlukan pemeriksaan yang lebih lengkap oleh dokter. 

Apakah Diare Selalu Menjadi Gejala Diabetes?

Tidak semua diare berkaitan dengan diabetes. Banyak faktor lain yang bisa menyebabkan diare. Berikut beberapa penyebab diare selain diabetes:

  • Infeksi virus atau bakteri misalnya rotavirus, norovirus, atau bakteri E. coli dan Salmonella yang sering menyebabkan gejala pencernaan termasuk diare. 
  • Keracunan makanan karena mengonsumsi makanan yang terkontaminasi sehingga memicu diare.
  • Alergi atau intoleransi makanan, misalnya intoleransi laktosa atau alergi gluten dapat menyebabkan masalah pencernaan termasuk diare. 
  • Efek samping obat, beberapa jenis antibiotik, obat kanker, dan obat diabetes bisa menyebabkan efek samping diare.
  • Gangguan pencernaan kronis seperti sindrom iritasi usus besar atau penyakit radang usus. 

Dengan demikian, diare tidak selalu menjadi tanda diabetes. Namun, jika penderita diabetes mengalami diare berulang atau kronis, kondisi tersebut bisa berhubungan dengan komplikasi diabetes atau efek pengobatan diabetes yang sedang dijalani.

Penyebab Diare pada Penderita Diabetes

Ada beberapa penyebab yang dapat memicu diare pada penderita diabetes, antara lain:

1. Neuropati Otonom Diabetik

Neuropati otonom diabetik adalah kerusakan saraf otonom akibat penyakit diabetes yang tidak terkontrol dalam jangka panjang. Saraf otonom adalah sistem saraf yang mengatur fungsi kardiovaskular, pencernaan, kandung kemih, serta fungsi seksual.

Diare pada diabetes bisa disebabkan karena adanya kerusakan saraf di sistem pencernaan. Akibatnya, gerakan usus menjadi tidak normal dan bisa mengakibatkan diare berulang.

2. Efek Samping Obat Diabetes

Salah satu obat diabetes, yaitu metformin dapat menimbulkan efek samping berupa diare. Pada sebagian penderita, diare bisa muncul pada awal penggunaan obat atau ketika dosisnya dinaikkan terlalu cepat. 

3. Infeksi Saluran Pencernaan

Penderita diabetes lebih rentan terkena infeksi baik infeksi bakteri, virus, atau parasit karena sistem imun yang melemah. Infeksi pada saluran pencernaan dapat menyebabkan diare. 

Apakah Diare pada Penderita Diabetes itu Berbahaya?

Diare bisa menjadi kondisi yang berbahaya bila tidak segera ditangani. Cairan yang banyak keluar saat diare dapat menyebabkan dehidrasi, jika tidak segera mendapat penanganan dapat mengganggu keseimbangan elektrolit.

Pada penderita diabetes, diare kronis dapat meningkatkan risiko komplikasi lain seperti gangguan ginjal dan kardiovaskular. Diare kronis juga menjadi tanda adanya gangguan saraf pencernaan dan infeksi yang membutuhkan penanganan medis.

Cara Mencegah dan Mengatasi Diare pada Penderita Diabetes

Ada beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk mencegah dan mengatasi diare pada penderita diabetes, yaitu:

  • Mengatur pola makan dengan menghindari makanan pedas, berlemak, terlalu manis, serta menjaga kebersihan makanan agar tidak terkontaminasi kuman yang dapat memicu diare.
  • Menyesuaikan pengobatan jika obat tertentu misalnya metformin menyebabkan diare, konsultasikan dengan dokter untuk menyesuaikan dosis atau mengganti obat.
  • Jika mengalami diare, perbanyak minum air putih agar tidak terjadi dehidrasi.
  • Mengonsumsi probiotik untuk membantu menjaga bakteri baik di usus.
  • Mengontrol kadar gula darah dengan pola makan sehat, olahraga, dan minum obat sesuai anjuran dokter untuk mencegah komplikasi diabetes, salah satunya neuropati otonom diabetik. 

Kapan Penderita Diabetes atau Orang dengan Diare Harus ke Dokter?

Jika kamu mengalami diare dan disertai beberapa gejala di bawah, maka segera periksa ke dokter:

  • Diare berlangsung lebih dari 3 hari dan tidak membaik. 
  • Terdapat tanda dehidrasi seperti mulut kering, jarang buang air kecil, lemas, pusing dan penurunan kesadaran. 
  • Diare disertai gejala lain seperti muntah terus-menerus dan demam tinggi. 
  • Feses bercampur lendir, darah, atau berwarna hitam pekat.

Untuk menangani masalah diare, kamu bisa periksa ke dokter umum. Jika diperlukan, dokter umum akan merujuk ke dokter spesialis penyakit dalam. Namun, jika mengalami diare disertai tanda dehidrasi berat, maka segera pergi ke IGD terdekat agar mendapatkan terapi agar dehidrasi tidak berlanjut dan bertambah parah. 

Kenapa CGM Jadi Pilihan yang Lebih Efektif?

Dengan data yang terekam otomatis, CGM membantu dokter memahami pola gula darahmu secara menyeluruh, termasuk waktu-waktu kritis di mana gula darah sering melonjak atau turun drastis.

Manfaat nyata CGM antara lain:
✅ Mendeteksi fluktuasi gula darah lebih cepat sebelum menyebabkan gejala berat.
✅ Membantu dokter memberikan penyesuaian terapi yang tepat waktu.
✅ Membantu kamu mengatur pola makan dan aktivitas fisik dengan lebih bijak.
✅ Mencegah komplikasi serius, seperti hipoglikemia berat, hiperglikemi, hingga kondisi darurat medis.

Dengan kata lain, CGM memberi kamu dan doktermu kendali penuh atas kondisi tubuh, bukan sekadar reaksi setelah gejala muncul.

Menurut dr. Samuel Alexsander, selaku edukator diabetes di Primecare Clinic Tebet, Continuous Glucose Monitoring (CGM) merupakan salah satu inovasi terbaru dalam pemantauan kadar gula darah.

“Kalau dulu, kita hanya bisa mengetahui kadar gula darah lewat pemeriksaan dengan alat tes yang menusuk jari—hasilnya hanya menggambarkan kondisi pada satu waktu tertentu saja, seperti melihat satu potongan kecil dari puzzle besar. Sedangkan dengan CGM, kita dapat memantau kadar gula darah secara real-time dan berkelanjutan hingga 14 hari, sehingga gambaran yang terlihat menjadi jauh lebih utuh,” jelas dr. Samuel.

Ia menambahkan, setiap orang memiliki respons yang berbeda terhadap makanan yang dikonsumsi. “Ada orang yang setelah makan nasi satu piring gula darahnya langsung melonjak, ada juga yang tidak terlalu berubah. Dengan CGM, kita bisa melihat bagaimana tubuh kita sendiri bereaksi terhadap berbagai jenis makanan, aktivitas, atau bahkan stres harian. Dari situ, kita jadi bisa lebih mengenali tubuh sendiri dan mengambil langkah yang lebih tepat untuk menjaga kestabilan gula darah,” tambahnya.

Menariknya, teknologi CGM ini tidak hanya bermanfaat bagi pengidap diabetes, tetapi juga cocok digunakan untuk skrining bagi mereka yang memiliki riwayat atau keturunan diabetes, maupun bagi komunitas dan individu yang antusias menjaga kesehatan. Dengan menggunakan CGM, pengguna bisa mendapatkan pemahaman yang lebih dalam tentang bagaimana gaya hidup dan pola makan memengaruhi kadar gula darah mereka—bahkan sebelum muncul gejala atau diagnosis medis tertentu.

Manajemen Diabetes di Primecare Clinic

Primecare Clinic menyediakan layanan manajemen diabetes (ada CGM) secara menyeluruh untuk menurunkan kadar HbA1C. Kamu bisa berkonsultasi dengan dokter spesialis penyakit dalam dan dokter spesialis gizi klinik untuk mengontrol kadar gula darah. Klik tautan ini untuk informasi selengkapnya. 

primecare

Jakarta Panglima Polim

Jl. Panglima Polim IX No.16, Kby. Baru, Kota Jakarta Selatan

Jakarta Tebet

Jl. Tebet Barat Dalam II No.46 14, Tebet Barat, Kota Jakarta Selatan

Samarinda

Jl. Muso Salim No.28, Karang Mumus, Kota Samarinda


Copyright by PT. Layanan Medika Pratama 2025. All rights reserved.



Copyright by PT. Layanan Medika Pratama 2025. All rights reserved.