27801-_1_-1200x800.webp

Sarden kaleng adalah makanan favorit bagi sebagian orang, terutama karena rasanya yang enak dan kemudahan dalam memasak dan menyajikannya. Namun, apakah sarden kaleng ini aman untuk dikonsumsi oleh penderita diabetes? Berikut jawabannya!

Apakah Penderita Diabetes Boleh Makan Sarden Kaleng?

Boleh, penderita diabetes tetap dapat mengonsumsi sarden kaleng. Bahkan, dalam jumlah yang tepat, sarden termasuk pilihan yang relatif aman karena rendah karbohidrat dan kaya protein. Namun, perlu diperhatikan: Jenis saus (tomat, minyak, sambal), Kandungan garam (natrium), dan porsi konsumsinya.

Bagaimana Zat Gizi dan Indeks Glikemik/Beban Glikemik Sarden Kaleng?

Sarden merupakan salah satu superfood dari laut. Dalam satu porsi sarden kaleng (sekitar 100 gram), terkandung nutrisi penting seperti:

  • Protein Berkualitas Tinggi: Membantu rasa kenyang lebih lama.
  • Asam Lemak Omega-3 (EPA & DHA): Sangat baik untuk kesehatan jantung.
  • Vitamin D dan Kalsium: Penting untuk kesehatan tulang yang sering rentan pada penderita diabetes.
  • Vitamin B12: Mendukung fungsi saraf.

Indeks Glikemik (IG) dan Beban Glikemik (BG): Sarden kaleng memiliki nilai Indeks Glikemik (IG) yang sangat rendah (mendekati 0). Hal ini dikarenakan ikan sarden hampir tidak mengandung karbohidrat. Secara otomatis, Beban Glikemiknya (BG) juga sangat rendah, sehingga tidak menyebabkan lonjakan gula darah secara drastis setelah dikonsumsi. GI bisa meningkat jika dikonsumsi dengan nasi putih berlebihan, mengandung saus dengan tambahan gula.

Bahaya Makan Sarden Kaleng secara Berlebihan bagi Penderita Diabetes

Meski bergizi, makan sarden kaleng secara berlebihan atau setiap hari membawa risiko:

  • Kandungan Natrium (Garam) Tinggi: Produk kalengan menggunakan garam sebagai pengawet. Natrium berlebih memicu hipertensi, yang merupakan komplikasi umum diabetes.
  • Gula Tersembunyi: Hati-hati dengan varian sarden dalam saus tomat atau saus cabai, karena sering kali mengandung gula tambahan untuk menyeimbangkan rasa.
  • Zat Aditif: Pengawet dan penguat rasa (MSG) berlebih dapat memicu peradangan jika dikonsumsi jangka panjang.
  • Paparan BPA: Lapisan dalam kaleng terkadang mengandung Bisphenol-A (BPA) yang menurut beberapa studi dapat memengaruhi kontrol metabolisme.
  • Risiko asam urat (pada sebagian orang) Sarden termasuk ikan dengan purin sedang → berpotensi memicu asam urat jika berlebihan

Cara Makan Sarden Kaleng dengan Aman untuk Penderita Diabetes

1. Pilih Media yang Tepat

Prioritaskan sarden dalam air (in spring water) atau minyak zaitun (in olive oil) daripada sarden dalam saus tomat yang manis.

2. Bilas dan Tiriskan

Jika sarden direndam dalam air garam, Anda bisa membilasnya sebentar dengan air bersih untuk mengurangi kadar natrium.

3. Tambahkan Sayuran Segar

Jangan hanya makan ikan dan sausnya.

Masak kembali sarden dengan menambahkan banyak sayuran seperti buncis, brokoli, atau bayam untuk menambah serat.

4. Perhatikan Karbohidrat Pendamping

Hindari memakan sarden dengan nasi putih dalam porsi besar. Gunakan nasi merah, jagung, atau ubi sebagai alternatif yang lebih ramah gula darah.

Manfaat Sardenuntuk Penderita Diabetes

Jika dikonsumsi dengan benar, sarden menawarkan manfaat:

  • Kesehatan Jantung: Penderita diabetes memiliki risiko lebih tinggi terkena penyakit kardiovaskular. Omega-3 dalam sarden membantu menurunkan peradangan dan kadar trigliserida.
  • Sensitivitas Insulin: Beberapa penelitian menunjukkan bahwa asam lemak omega-3 dapat membantu meningkatkan sensitivitas sel terhadap insulin.
  • Kontrol Berat Badan: Protein yang tinggi membantu menahan nafsu makan, mencegah keinginan ngemil berlebih yang bisa mengacaukan kadar gula darah.

Penderita Diabetes harus ke Dokter Apa?

Diabetes adalah kondisi yang sangat personal; apa yang aman bagi satu orang mungkin berbeda bagi orang lain. Anda harus segera menemui dokter jika:

  • Gula darah tetap tinggi atau sulit dikontrol meski sudah mengatur pola makan.
  • Muncul gejala komplikasi seperti kaki kesemutan, luka sulit sembuh, atau pandangan kabur.
  • Ingin menyusun menu diet spesifik berdasarkan kondisi ginjal (terutama karena sarden tinggi protein dan purin).

Anda bisa ke dokter umum untuk awal. Kemudian, beberapa dokter spesialis ini bisa dikunjungi:

  • Dokter Spesialis Penyakit Dalam (Sp.PD): Untuk kontrol diabetes secara umum.
  • Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Endokrin, Metabolik, dan Diabetes (Sp.PD-KEMD): Untuk penanganan diabetes yang lebih kompleks.
  • Dokter Spesialis Gizi Klinik (Sp.GK): Untuk berkonsultasi mengenai takaran dan jenis makanan yang paling tepat sesuai profil kesehatan Anda

Konsultasi Diabetes di Primecare Clinic

Jika Anda mengalami kesulitan mengontrol gula darah, mengalami gula darah tinggi, atau mengalami diabetes, konsultasikan masalah tersebut di Primecare Clinic. 

Primecare clinic menyediakan layanan konsultasi dengan dokter spesialis penyakit dalam dan program manajemen diabetes yang lengkap, termasuk Continuous Glucose Monitoring (CGM).  Terdapat dr. Anak Agung Arie Widyastuti, Sp.PD, FINASIM yang merupakan dokter spesialis penyakit dalam dengan spesialisasi penyakit diabetes di Primecare Clinic.

Jangan tunggu sampai muncul gejala dan komplikasi, mulailah memantau gula darah sejak secara rutin dan konsultasi dengan dokter terkait. Klik tautan ini untuk informasi selengkapnya!


28168-1.webp

Salah satu pertanyaan populer dari ibu hamil adalah boleh minum kopi atau tidak. Apakah ibu hamil boleh minum kopi? Apa yang terjadi pada janin ketika ibu hamil minum kopi? Apa saja alternatif kopi bagi ibu hamil?

Apakah ibu hamil boleh minum kopi?

Boleh namun tetapi harus dibatasi. Banyak guideline yang menyarankan ≤200 mg kafein/hari (≈ 1–2 cangkir kopi) WHO menyarankan untuk mengurangi konsumsi kopi jika >300 mg/hari untuk menurunkan komplikasi kehamilan. Namun bukti terbaru menunjukkan bahkan dosis rendah masih memiliki risiko.

Apa yang Terjadi pada Janin jika Ibu Hamil Minum Kopi

1. Kafein langsung masuk ke janin

Kafein mudah melewati plasenta, namun janin tidak memiliki enzim untuk metabolisme kafein, hal tersebut menyebabkan kafein menumpuk di tubuh janin, sehingga memiliki potensi toksik lebih tinggi pada jaringan janin.

2. Gangguan pertumbuhan janin

Kafein menyebabkan vasokonstriksi (penyempitan pembuluh darah uteroplasenta) sehingga menyebabkan penurunan aliran nutrisi dan oksigen, hal tersebut berdampak janin menjadi IUGR (intrauterine growth restriction) dan BBLR (berat badan lahir rendah).

3. Risiko keguguran meningkat

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa konsumsi kafein dapat meningkatkan risiko abortus spontan, risiko tersebut meningkat seiring dengan jumlah kafein yang dikonsumsi. Bahkan berdasarkan penelitian, jumlah sedikitpun tetap ada hubungannya dengan risiko keguguran.

4. Gangguan perkembangan organ dan otak

Kafein menghambat reseptor adenosin. Adenosin memiliki peran penting untuk perkembangan otak dan regulasi aliran darah, sehingga dampaknya dapat terjadi gangguan perkembangan otak dan risiko gangguan kognitif jangka panjang.

Dampak Kopi bagi Ibu Hamil

Efek kafein pada kehamilan telah banyak diteliti sejak 1980-an. Selama kehamilan, metabolisme kafein pada ibu melambat, terutama setelah trimester pertama, sehingga waktu paruhnya meningkat hingga sekitar 15 jam. Kafein juga dapat dengan mudah melewati plasenta, sementara janin dan plasenta tidak mampu memetabolismenya, sehingga dapat terakumulasi dan berpotensi mengganggu perkembangan embrio.

Studi epidemiologi menunjukkan bahwa konsumsi kafein saat hamil berkaitan dengan IUGR/berat lahir rendah, subfertilitas, dan keguguran. Batas “aman” sebelumnya (<300 mg/hari) kini mulai dipertanyakan, karena bukti terbaru menunjukkan bahkan konsumsi di bawah 300 mg, bahkan 100–200 mg/hari, tetap berisiko meningkatkan keguguran, gangguan pertumbuhan janin, berat lahir rendah, serta dampak jangka panjang pada anak seperti gangguan kognitif dan obesitas.

Alternatif Kopi bagi Ibu Hamil

1. Kopi Decaf

Decaffeinated coffee (kopi decaf) memiliki kandungan kafein sangat rendah (2–4 mg/cup) dibanding kopi biasa sehingga direkomendasikan sebagai alternatif untuk menurunkan paparan kafein.

2. Teh dan Susu

Teh herbal tertentu (ginger, peppermint, lemon balm) Beberapa herbal tertentu digunakan secara klinis untuk gejala kehamilan (misalnya mual), Susu (atau fortified plant-based milk) karena tidak mengandung kafein dan memberikan nutrisi penting (kalsium, protein vitamin D).

3. Infused Water

Air putih / infused water penting untuk hidrasi yang adekuat untuk volume plasma, cairan amnion. 

Ibu Hamil sebaiknya Tidak Minum Kopi

Dari penjelasan artikel ini, ibu hamil sebaiknya tidak minum kopi. Anda bisa beralih ke alternatif seperti decaf, teh dan susu, atau infused water. Lebih lanjut, Anda bisa bertanya ke dokter spesialis obgyn jika ada perrtanyaan lebih spesifik/lanjut.

Di Primecare Clinic cabang Panglima Polim, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, tersedia dokter spesialis obgyn. Klik tautan ini untuk informasi selengkapnya!


pexels-detait-7793462-2-1200x2134.webp

Test pack merupakan alat yang umum digunakan untuk mendeteksi kehamilan secara mandiri di rumah. Hasilnya biasanya ditunjukkan dalam bentuk garis, baik satu garis (negatif) maupun dua garis (positif).

Namun, tidak jarang muncul kondisi di mana garis kedua terlihat sangat tipis atau samar. Hal ini sering menimbulkan pertanyaan: apakah test pack positif samar berarti hamil?

Berikut penjelasan lengkapnya.

Apa Itu Test Pack Positif Samar?

Test pack positif samar adalah kondisi ketika hasil pemeriksaan menunjukkan dua garis, namun garis kedua terlihat sangat tipis, pudar, atau tidak sejelas garis utama.

Meski terlihat samar, garis kedua ini biasanya tetap menandakan adanya hormon kehamilan yaitu hormon Human Chorionic Gonadotropin (hCG) dalam urin. Namun, karena garisnya tidak jelas, hasil ini sering membuat bingung dan ragu.

Apa Penyebab Test Pack Positif Samar?

Hasil test pack yang samar bisa terjadi karena beberapa hal berikut:

1. Masih sangat awal kehamilan

Jika pemeriksaan dilakukan terlalu cepat (misalnya baru telat 1–2 hari), hormon kehamilan masih sedikit, sehingga garis yang muncul belum tegas. 

2. Tes dilakukan terlalu cepat

Misalnya, tes dilakukan sebelum telat haid atau tepat di hari pertama telat, sehingga hormon belum cukup tinggi untuk terdeteksi jelas. Idealnya tes kehamilan dilakukan 1 minggu setelah telat haid.

3. Terlalu banyak minum sebelum tes

Minum air berlebihan sebelum tes dapat membuat urin lebih encer, sehingga garis terlihat lebih samar.

4. Perbedaan kualitas test pack

Setiap merek memiliki sensitivitas berbeda. Pada beberapa alat, hasil positif awal bisa terlihat lebih tipis dibandingkan yang lain.

5. Garis muncul terlalu lama setelah tes

Test pack umumnya harus dibaca dalam waktu 3–5 menit setelah digunakan (tergantung petunjuk alat). Jika garis baru muncul setelah lebih dari 10 menit, biasanya itu bukan tanda kehamilan, melainkan garis bayangan (evaporation line).

6. Kondisi kehamilan yang belum berkembang

Dalam beberapa kasus, sempat terjadi pembuahan tetapi tidak berlanjut, sehingga garis bisa terlihat samar lalu menghilang pada pemeriksaan berikutnya.

Apakah Test Pack Positif Samar Pasti Hamil?

Test pack positif samar tidak selalu berarti pasti hamil, tetapi juga tidak bisa langsung dianggap negatif.

Pada banyak kasus, ini memang tanda awal kehamilan. Namun, karena garisnya belum jelas, hasil ini masih perlu dipastikan kembali.

Artinya:

  • Bisa benar hamil (tahap sangat awal)
  • Bisa juga hasil sementara yang belum pasti

Karena itu, tidak cukup hanya satu kali pemeriksaan.

Apa yang Harus Dilakukan Jika Test Pack Positif Samar?

Jika mendapatkan hasil seperti ini, tidak perlu panik. Berikut langkah yang bisa dilakukan:

1. Ulangi test pack 2–3 hari kemudian

Jika hamil, biasanya garis akan menjadi lebih jelas.

2. Gunakan urin pertama di pagi hari

Urin di pagi hari lebih pekat, sehingga hasil lebih akurat.

3. Lakukan tes di waktu yang tepat

Waktu terbaik melakukan test pack adalah:

  • Minimal 2–3 hari setelah telat haid, atau
  • Lebih ideal sekitar 7 hari setelah telat haid agar hasil lebih jelas

4. Ikuti petunjuk penggunaan dengan benar

Terutama waktu membaca hasil (sekitar 3–5 menit, jangan terlalu cepat atau terlalu lama).

5. Perhatikan perubahan hasil

Bandingkan apakah garis semakin jelas atau tetap samar.

Kapan Harus ke Dokter Spesialis Obgyn untuk Kasus Test Pack Positif Samar?

Sebaiknya konsultasi ke dokter kandungan (Obgyn) jika:

  • Hasil tetap samar setelah beberapa kali tes
  • Sudah telat haid tetapi hasil tidak jelas
  • Muncul keluhan seperti nyeri perut atau flek/perdarahan
  • Ingin memastikan kehamilan sejak dini

Dokter spesialis obgyn dapat melakukan pemeriksaan lanjutan untuk memastikan kondisi secara lebih akurat.

Test Pack Positif Samar bisa Menjadi Tanda Awal Kehamilan, tetapi perlu Pemeriksaan Ulang demi Akurasi

Test pack positif samar adalah kondisi di mana garis kedua terlihat tipis, yang sering terjadi pada tahap awal kehamilan atau karena faktor teknis saat pemeriksaan.

Hal yang perlu diingat:

  • Garis samar bisa menjadi tanda awal kehamilan
  • Waktu pemeriksaan sangat memengaruhi hasil
  • Hasil harus dibaca dalam waktu yang dianjurkan (±3–5 menit)
  • Pemeriksaan ulang sangat penting untuk memastikan hasil

Dengan langkah yang tepat, kondisi ini dapat dipastikan secara lebih akurat.

Namun, jika Anda ingin hasil yang lebih pasti, Anda bisa mengulang test pack di lain waktu atau ke dokter spesialis obgyn untuk dilakukan USG agar bisa diketahui apakah benar hamil atau tidak.

Di Primecare Clinic cabang Panglima Polim, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, tersedia dokter spesialis obgyn. Klik tautan ini untuk informasi selengkapnya!


fuad787041-kabba-2227164_1280-1200x683.webp

Aktivitas haji terdiri dari 70% aktivitas fisik dan sisanya 30% adalah ibadah spiritual non-fisik, serta mayoritas jamaah haji berusia antara usia dewasa hingga lansia. Oleh karena itu, sebelum melakukan ibadah haji, tentunya para calon jamaah haji perlu persiapan yang matang. Salah satunya adalah memastikan bahwa kesehatan tubuh terjaga dengan baik dan prima. 

Aktivitas selama beribadah haji banyak menghabiskan aktivitas di luar dengan cuaca di negara Arab Saudi yang cenderung lebih panas, sehingga tubuh kita akan mengalami penyesuaian untuk beradaptasi di lingkungan dengan perbedaan suhu ekstrem dibandingkan di Indonesia. Selain itu, pasien dengan penyakit kronis berat meliputi gagal ginjal, gagal hati, gagal jantung kronis, dementia, Alzheimer’s dan kanker stadium ganas juga tidak dianjurkan untuk melakukan ibadah haji. Oleh karena itu, bagi Anda para calon jamaah haji, sangat penting untuk memastikan kesehatan fisik Anda siap sebelum keberangkatan untuk menurunkan risiko terjadinya penyakit yang bisa mengganggu kelancaran ibadah haji.

Contoh Persiapan Fisik sebelum Haji

Persiapan fisik yang bisa dilakukan sebelum berangkat haji antara lain:

  1. Olahraga rutin selama 30 menit sebanyak 3-5 kali sehari untuk menjaga kondisi tubuh agar tetap bugar.
  2. Menjaga pola makan yang sehat dan menghindari makanan/minuman yang kaya pengawet.
  3. Melakukan medical check up (MCU) untuk evaluasi kondisi tubuh secara umum. MCU bisa dilakukan 1-3 bulan sebelum keberangkatan. Pemeriksaan MCU meliputi:
    a. Pemeriksaan laboratorium, seperti darah lengkap, urin lengkao, profil gula darah, profil lipid, asam urat, fungsi ginjal, dan fungsi hati. Untuk jamaah haji wanita di kelompok usia subur (rata-rata 20-35 tahun), biasanya bisa disertakan tes kehamilan.
    b. Pemeriksaan radiologi seperti rontgen dada untuk melihat kondisi jantung dan paru-paru atau ultrasonography (USG) abdomen untuk melihat kondisi organ-organ di dalam perut
    c. Pemeriksaan elektrokardiografi (EKG) untuk melihat aktivitas listrik jantung
    d. Bagi jamaah haji usia di atas 40 tahun atau usia 35 tahun dengan riwayat penyakit jantung disarankan melakukan treadmill test untuk melihat ada tidaknya gangguan pada jantung pada saat kondisi istirahat maupun saat beraktivitas berat.
  4. Vaksinasi yang diwajibkan negara Arab Saudi bagi jamaah umroh dan/atau haji serta para pendatang yang melakukan perjalanan di kawasan Arab Saudi, yaitu:
         a. Vaksin untuk mencegah penyakit meningitis yang dapat menyebabkan peradangan selaput otak. Vaksin yang diberikan adalah vaksin meningokokus yang melindungi tubuh dari infeksi bakteri Neisseria meningitidis penyebab meningitis. Ada 2 jenis vaksin meningitis, yaitu:

    • vaksin meningokokus konjugat, diberikan 1 dosis, disuntikkan secara intramuskular atau melalui jaringan otot.
    • vaksin meningokokus polisakarida, diberikan 1 dosis, disuntikkan secara subkutan atau di dalam jaringan lemak antara otot dan kulit.
      b. Vaksin untuk mencegah penyakit polio. Penyakit polio atau poliomyelitis adalah penyakit yang disebabkan oleh virus polio yang menyerang sistem saraf dan dapat menyebabkan kelumpuhan. Jenis vaksin yang digunakan adalah Inactivated Poliovirus Vaccine (IPV) sejumlah 1 dosis, diberikan secara intramuskular.

Pemberian vaksin dilakukan maksimal dua minggu sebelum keberangkatan karena efektifitas vaksin mulai terbentuk 10-14 hari setelah pemberian. 

Rekomendasi vaksin lainnya yang juga bisa diberikan sebelum haji antara lain vaksin influenza dan pneumococcus (PCV) yang masing-masing diberikan sebanyak 1 dosis dengan disuntikkan secara intramuskular. Karena nanti Anda akan berinteraksi dengan jamaah haji lain dari seluruh dunia, Anda bisa mencegah tertular oleh virus yang mungkin bisa menyebabkan wabah, pandemi atau masalah darurat kesehatan di seluruh dunia.

Namun bila ada kondisi tertentu seperti ibu hamil/menyusui, riwayat alergi terhadap kandungan vaksin, riwayat penyakit kronis tertentu atau sedang mengalami sakit yang menular seperti batuk dan/atau demam, sebaiknya konsultasi dulu ke dokter sebelum melakukan vaksinasi. 

Jika gaya hidup aktif/sering berolahraga, apa harus persiapan fisik untuk haji juga?

Bagi Anda yang sudah menerapkan olahraga secara rutin, tetap harus memperhatikan kondisi fisik Anda untuk memastikan tubuh sudah siap untuk menjalani aktivitas selama ibadah haji. Sebaiknya jangan melakukan olahraga yang terlalu ekstrem menjelang keberangkatan haji karena tubuh perlu melakukan pemulihan yang lama dan bisa menurunkan kapasitas tubuh dalam beradaptasi terhadap pengaruh lingkungan dan aktivitas ketika pelaksanaan haji. Beberapa pilihan olahraga yang bisa dilakukan untuk persiapan haji antara lain:

  1. Jalan kaki kecil dengan durasi cepat sebagai latihan melakukan thawaf dan sa’i ketika ibadah haji
  2. Latihan kekuatan otot kaki seperti naik turun tangga dan squat.
  3. Jogging atau berlari kecil untuk melatih kapasitas paru-paru dan daya tahan jantung agar tidak mudah sesak napas, terutama di cuaca panas.
  4. Bersepeda bisa menjadi alternatif bagi Anda yang mengalami gangguan persendian kaki untuk latihan menjaga stamina.
  5. Yoga untuk menjaga kelenturan otot, sekaligus menjaga ketenangan mental dan spiritual.

Kalau Mau Haji, Bagusnya ke Dokter Apa untuk Persiapan?

Untuk memastikan kondisi fisik Anda sudah cukup baik untuk persiapan berangkat ibadah haji, Anda bisa melakukannya dengan melakukan MCU sekaligus konsultasi ke dokter umum.

Bila Anda memiliki kondisi atau penyakit kronis tertentu seperti hipertensi, diabetes mellitus, dislipidemia, autoimun, dan/atau keganasan, sebaiknya konsultasi ke dokter spesialis penyakit dalam untuk penyesuaian obat atau terapi yang dapat dikonsumsi selama ibadah haji. Bagi jamaah wanita di usia subur disarankan juga untuk konsultasi dengan dokter spesialis obstetri dan ginekologi (obgyn) untuk pertimbangan pemberian obat penunda menstruasi untuk mengatur jadwal siklus menstruasi.

Tips Persiapan Fisik untuk Haji

Berikut tips-tips untuk persiapan fisik untuk haji:

  • Lakukan olahraga bersama keluarga dan/atau teman agar terasa lebih menyenangkan
  • Membuat catatan pengingat/reminder untuk persiapan yang perlu dilakukan seperti jadwal rutinitas olahraga, jadwal medical check up, vaksinasi, serta konsultasi dengan dokter.
  • Membuat checklist untuk obat-obat yang akan dibawa ketika berangkat haji
  • Bagi jamaah wanita, catat siklus menstruasi Anda agar dokter dapat memberikan petunjuk pemakaian obat sesuai dengan jadwal menstruasi secara akurat (Anda bisa menghitung masa subur/siklus menstruasi di tautan ini).
  • Istirahat cukup dan tidur selama 7-9 jam sehari agar metabolisme tubuh dapat terjaga dengan baik, terutama menjelang keberangkatan
  • Selalu memantau perkembangan kebijakan baik pemerintah Indonesia maupun Arab Saudi terkait dengan persyaratan kesehatan fisik untuk menunaikan ibadah haji.

Persiapan Fisik juga Penting untuk Haji

Jadi, persiapan fisik juga penting untuk haji agar haji bisa dilakukan dengan optimal.

Semoga persiapan untuk haji yang Anda lakukan bisa menyukseskan ibadah haji yang Anda lakukan.


503-1-1200x1182.webp

Donat adalah makanan yang enak karena bisa dimodifikasi seperti memakai meses, selai, dsb. sehinggga banyak dikonsumsi banyak orang. Namun, bagaimana dengan penderita diabetes? Apakah boleh makan donat?

Apakah penderita diabetes boleh makan donat?

Tidak, pasien dengan diabetes melitus tidak direkomendasikan untuk mengkonsumsi donat 

Donat topping gula tepung menjadi makanan dengan index glikemik paling tinggi, disebabkan kandungan makanan mempengaruhi absorpsi saluran pencernaan secara otomatis mempengaruhi kadar glukosa darah. Semakin lambat makann di absorpsi, maka index glikemik semakin rendah. Selain itu bahan gula memiliki indeks glikemik yang juga lebih tinggi jika dibandingkan dengan bahan coklat maupun sereal. 

Bahaya makan donat secara berlebihan bagi penderita diabetes

Makan donat berlebihan memang berisiko besar, terutama bagi penderita Diabetes Mellitus. Donat umumnya tinggi gula sederhana, tepung olahan, dan lemak—kombinasi yang bisa memperburuk kontrol gula darah. Berikut dampak utamanya:

1. Lonjakan gula darah cepat

Donat memiliki indeks glikemik tinggi, sehingga bisa menyebabkan gula darah naik drastis setelah makan. Ini berbahaya karena tubuh penderita diabetes sulit mengontrol lonjakan tersebut.

2. Memperburuk resistensi insulin

Konsumsi gula dan karbohidrat olahan berlebihan dapat memperparah resistensi insulin, sehingga tubuh makin sulit menggunakan insulin secara efektif.

3. Risiko komplikasi meningkat

Jika sering terjadi lonjakan gula darah, risiko komplikasi seperti penyakit jantung, kerusakan saraf, hingga gangguan ginjal bisa meningkat dalam jangka panjang.

4. Berat badan naik

Donat mengandung tinggi kalori dan lemak trans. Kelebihan berat badan dapat memperparah kondisi diabetes dan membuat kontrol gula darah makin sulit.

5. Memicu peradangan

Makanan tinggi gula dan lemak tidak sehat bisa meningkatkan peradangan dalam tubuh yang berkaitan dengan berbagai komplikasi diabetes.

Cara makan donat dengan aman bagi penderita diabetes 

Beberapa penelitian menjelaskan bahwa produk donat dapat dikonsumsi jika terdapat beberapa modifikasi, salah satunya apabila produk donat menggunakan gula stevia sebagai pengganti gula pasir serta selai yang biasa digunakan yang memerlukan banyak gula diganti dengan kurma ataupun madu 

Kapan penderita diabetes harus ke dokter?

Penderita Diabetes Mellitus sebaiknya tidak menunggu sampai kondisi parah untuk ke dokter. Ada waktu-waktu tertentu yang memang penting untuk segera konsultasi.

1. Saat pertama kali terdiagnosis

Untuk menentukan rencana pengobatan, pola makan, dan edukasi dasar tentang pengelolaan diabetes.

2. Gula darah sering tidak terkontrol

Terlalu tinggi terus (hiperglikemia) Atau sering terlalu rendah (hipoglikemia) Ini menandakan terapi perlu disesuaikan.

3. Muncul gejala yang memburuk

Sering haus dan buang air kecil, Berat badan turun tanpa sebab, Luka sulit sembuh, Penglihatan mulai kabur.

4. Ada tanda komplikasi

Kesemutan atau mati rasa (saraf), Nyeri dada atau sesak napas (jantung), Pembengkakan kaki (ginjal atau jantung), Luka pada kaki yang tidak sembuh.

5. Saat sakit atau stres berat

Infeksi atau kondisi tertentu bisa membuat gula darah naik drastis.

6. Kontrol rutin

Walaupun merasa sehat, tetap perlu cek berkala (biasanya tiap 3–6 bulan) untuk memantau gula darah, HbA1c, dan fungsi organ.

Konsultasi Diabetes di Primecare Clinic

Jika Anda mengalami kesulitan mengontrol gula darah, mengalami gula darah tinggi, atau mengalami diabetes, konsultasikan masalah tersebut di Primecare Clinic. 

Primecare clinic menyediakan layanan konsultasi dengan dokter spesialis penyakit dalam dan program manajemen diabetes yang lengkap, termasuk Continuous Glucose Monitoring (CGM).  Terdapat dr. Anak Agung Arie Widyastuti, Sp.PD, FINASIM yang merupakan dokter spesialis penyakit dalam dengan spesialisasi penyakit diabetes di Primecare Clinic.

Jangan tunggu sampai muncul gejala dan komplikasi, mulailah memantau gula darah sejak secara rutin dan konsultasi dengan dokter terkait. Klik tautan ini untuk informasi selengkapnya!


2148439186-_2_-_2_-1200x800.webp

Salah satu mitos kesehatan yang cukup umum adalah minum air dingin bisa menunda menstruasi. Benarkah demikian? Berikut faktanya!

Apakah benar bahwa minum air dingin bisa menunda menstruasi?

Jawabannya adalah tidak benar. Secara medis, minum air dingin tidak memiliki hubungan langsung dengan siklus menstruasi. Menstruasi diatur oleh sistem hormon kompleks yang melibatkan otak (hipotalamus dan kelenjar pituitari) serta ovarium. Suhu minuman yang masuk ke tubuh tidak mempengaruhi sistem hormon ini.

Tubuh manusia juga memiliki mekanisme untuk menjaga suhu internal tetap stabil (sekitar 36–37°C). Jadi, meskipun Anda minum air dingin, suhu tersebut tidak akan “mengganggu” proses biologis yang mengatur menstruasi.

Mengapa ada mitos minum air dingin bisa menunda menstruasi?

Mitos ini cukup umum dan biasanya berasal dari beberapa hal berikut:

a. Kepercayaan turun-temurun

Banyak budaya mengaitkan suhu dingin dengan “perlambatan aliran darah”.

b. Logika sederhana yang keliru

Karena dingin membuat pembuluh darah menyempit sementara, orang mengira hal ini bisa menghentikan atau menunda haid.

c. Kurangnya edukasi kesehatan reproduksi

Kurangnya edukasi kesehatan reproduksi berpotensi menyebarkan misinformasi seperti hal ini.

d. Pengalaman pribadi yang merupakan suatu kebetulan

Misalnya seseorang minum es lalu haidnya telat, padahal penyebabnya bukan air dingin

Padahal, efek dingin pada tubuh bersifat sementara dan lokal, tidak sampai memengaruhi sistem hormon reproduksi.

Beberapa penjelasan penyebab telat menstruasi 

Menstruasi bisa terlambat karena berbagai faktor yang benar-benar berpengaruh secara medis, antara lain:

  • Stres (emosional maupun fisik)
  • Perubahan berat badan drastis
  • Pola makan yang tidak seimbang
  • Olahraga berlebihan (overtraining)
  • Perubahan hormon (misalnya pada sindrom ovarium polikistik / PCOS)
  • Penggunaan alat kontrasepsi hormonal
  • Kehamilan

Faktor-faktor ini mempengaruhi keseimbangan hormon dalam tubuh, yang memang berperan langsung dalam mengatur siklus menstruasi.

Tips minum air dingin bagi wanita

Minum air dingin sebenarnya aman, termasuk saat menstruasi, selama tidak berlebihan. Berikut beberapa tips:

a. Sesuaikan dengan kondisi tubuh

Jika merasa tidak nyaman (misalnya kram bertambah), bisa pilih air suhu normal atau hangat

b. Hindari minuman terlalu dingin saat tubuh sedang sensitif

Lebih baik pilih air biasa atau air hangat.

c. Tetap cukup hidrasi/penuhi kebutuhan cairan

Air putih, baik dingin maupun tidak, penting untuk kesehatan.

d. Perhatikan kondisi tertentu

Misalnya jika Anda memiliki gangguan lambung, air dingin mungkin memicu ketidaknyamanan.

Intinya, pilih suhu minuman yang membuat tubuh Anda paling nyaman. 

Minum Air Dingin Tidak Menunda Menstruasi

Jadi, minum air dingin tidak menyebabkan menstruasi tertunda. Jika Anda mengalami keterlambatan haid, kemungkinan besar penyebabnya adalah faktor hormonal, gaya hidup, atau kondisi kesehatan tertentu, bukan karena air dingin.

Memahami fakta ini penting agar kita tidak terjebak dalam mitos yang bisa menyesatkan. Jika siklus menstruasi sering tidak teratur atau terlambat dalam waktu lama, sebaiknya konsultasikan dengan tenaga medis untuk mendapatkan penjelasan yang tepat.

Air dingin tidak mempengaruhi siklus menstruasi. Fokuslah pada faktor kesehatan yang benar-benar berperan, seperti pola hidup, stres, dan keseimbangan hormon.

Kalau Anda telat haid karena satu dan lain hal, sebaiknya Anda berkonsultasi dengan dokter spesialis obgyn.

Di Primecare Clinic, tersedia dokter speisalis obgyn untuk konsultasi seputar menstruasi. Klik tautan ini untuk informasi selengkapnya!


63777-_1_-1200x800.webp

Konsultasi kehamilan merupakan langkah penting untuk memastikan kesehatan ibu dan janin selama masa kehamilan. Melalui pemeriksaan rutin, dokter dapat memantau perkembangan janin sekaligus mendeteksi risiko sejak dini. Namun, pertanyaan dari ibu hamil sendiri juga penting untuk menjaga kesehatan selama kehamilan. Apa saja pertanyaan yang sebaiknya ditanyakan ke dokter spesialis obgyn saat konsultasi kehamilan?

Pertanyaan Dasar Saat Konsultasi Kehamilan

1. Apakah Kondisi Kehamilan Saya Normal?

Tanyakan apakah perkembangan janin sesuai dengan usia kehamilan, termasuk berat badan, detak jantung, dan posisi janin. 

2. Apa Saja Vitamin yang Perlu Dikonsumsi?

Pastikan Anda mengetahui suplemen penting seperti asam folat, zat besi, dan kalsium yang dibutuhkan selama kehamilan, serta frekuensi konsumsi dan cara konsumsinya.

3. Makanan Apa yang Harus Dihindari/Diabtasi?

Dokter biasanya akan menjelaskan makanan yang berisiko. Contohnya adalah makanan mentah seperti sushi.

Pertanyaan Tentang Perubahan Tubuh

1. Apakah Keluhan X yang Saya Alami itu Normal?

Tanyakan apakah keluhan Anda selama kehamilan seperti mual dan muntah, serta gejala/keluhan lainnya adalah hal yang normal atau perlu pemeriksaan lebih lanjut.

2. Berapa Kenaikan Berat Badan Ideal?

Mengetahui target kenaikan berat badan penting untuk kesehatan ibu dan bayi. Selain dokter spesialis obgyn, Anda juga bisa bertanya perihal berat badan selama kehamilan dengan dokter spesialis gizi klinik.

3. Apakah Aman Berolahraga?

Tanyakan jenis olahraga yang aman dan sesuai dengan kondisi kehamilan Anda, apalagi jika Anda rutin beraktivitas fisik sebelum kehamilan.

Pertanyaan Tentang Pemeriksaan Medis

1. Pemeriksaan Apa Saja yang Dibutuhkan?

Tanyakan jadwal USG, tes darah, dan pemeriksaan lainnya selama kehamilan. Misalnya, ketika mendekati kehamilan (trimester 3), USG tidak dilakukan sebulan sekali. Frekuensinya akan bertambah.

2. Kapan Harus Melakukan USG?

Mengetahui waktu terbaik USG membantu memantau perkembangan janin secara optimal. Hal ini cocok jika Anda sedang ingin mengetahui apakah Anda sedang hamil atau tidak (trimester 1).

3. Apakah Perlu Tes/Cek Lab Tambahan?

Contohnya adalah tes lab TTGO, dsb. Anda bisa bertanya dengan dokter spesialis obgyn terdahulu.

Pertanyaan Tentang Gaya Hidup

1. Apakah Aman untuk Bepergian Jauh atau dengan Transportasi Tertentu?

Tanyakan batasan perjalanan, terutama jika menggunakan kendaraan untuk berpergian jarak jauh atau moda udara seperti pesawat.

2. Bolehkah Berhubungan Intim?

Ini penting untuk memastikan keamanan aktivitas seksual selama kehamilan. Umumnya diperbolehkan, kecuali pada kondisi tertentu.

Pertanyaan Menjelang Persalinan

1. Apa saja Tanda-Tanda Persalinan?

Pahami tanda awal seperti kontraksi, pecah ketuban, atau flek darah, sehingga Anda bisa mengambil keputusan dengan cepat terkait kapan harus ke rumah sakit.

2. Metode Persalinan Apa yang Disarankan?

Diskusikan kemungkinan persalinan normal atau operasi caesar sesuai dengan kondisi kesehatan.

3. Apa yang Harus Dipersiapkan/Bagaimana Birth Plan-nya?

Tanyakan apa yang harus dipersiapkan serta bagaimana birth plan Anda.

Tips Agar Konsultasi Kehamilan dengan Dokter Spesialis Obgyn Lebih Maksimal/Optimal

1. Catat Semua Pertanyaan

Tulis pertanyaan sebelum datang agar tidak ada yang terlewat.

2. Bawa Catatan Kesehatan

Riwayat medis diri Anda sangat membantu dokter dalam memberikan rekomendasi. Contohnya adalah riwayat penyakit dan BMI sebelumnya.

3. Jangan Ragu Bertanya

Tidak ada pertanyaan yang sepele jika menyangkut kesehatan ibu dan bayi. Tanya semua hal yang Anda ingin tahu atau sedang ragu atas suatu informasi?

Menyiapkan Pertanyaan saat Konsultasi Kehamilan itu Penting!

Menyiapkan pertanyaan saat konsultasi kehamilan sangat penting agar Anda mendapatkan informasi yang lengkap dan tepat, serta terhindar dari informasi yang tidak akurat. Hal ini agar Anda bisa mempersiapkan kehamilan dengan baik dan terlindung dari bahaya misinformasi/disinformasi seputar kehamilan.

Di Primecare Clinic, tersedia dokter speisalis obgyn untuk konsultasi seputar kehamilan. Klik tautan ini untuk informasi selengkapnya!


2147646004-1200x800.webp

Suntik vitamin adalah metode pemberian nutrisi langsung ke dalam tubuh melalui injeksi, baik secara intramuskular (ke otot) maupun intravena (melalui pembuluh darah). Prosedur ini biasanya dilakukan untuk meningkatkan daya tahan tubuh, mengatasi kekurangan vitamin, atau sebagai bagian dari terapi tertentu.

Mengapa harus Makan Berat sebelum Suntik Vitamin?

Banyak tenaga medis menyarankan untuk makan terlebih dahulu sebelum melakukan suntik vitamin. Hal ini bukan tanpa alasan, karena berkaitan dengan keamanan dan kenyamanan pasien. Pada dasarnya, Anda harus makan sebelum suntik vitamin untuk mencegah kenaikan asam lambung saat perut kosong, terutama untuk penderita GERD/asam lambung naik.

Apakah Semua Suntik Vitamin Dianjurkan untuk Dilakukan setelah Makan?

Apa pun jenis suntik vitaminnya, tetap dianjurkan untuk makan berat terlebih dahulu untuk mencegah risiko kenaikan asam lambung saat perut kosong.

Apa yang Sebaiknya Dimakan sebelum Suntik Vitamin?

Umumnya, makanan berat dianjurkan untuk dikonsumsi sebelum suntik vitamin. Namun, hindari makanan berlemak tinggi. Lalu, jangan lupa untuk minum air putih untuk hidrasi sebelum suntik vitamin.

Berapa Lama Jarak Makan sebelum Suntik Vitamin?

Idealnya, suntik vitamin dilakukan 30 menit-1 jam setelah makan berat.

Sebaiknya Makan Berat Terlebih dahulu sebelum Suntik Vitamin

Jadi, pada dasarnya, sebaiknya makan berat terlebih dahulu sebelum suntik vitamin untuk menghindari risiko kenaikan asam lambung, terutama jika Anda penderita GERD/asam lambung naik.

Di Primecare Clinic cabang Panglima Polim, Kebayoran Baru, dan Tebet, Jakarta Selatan, tersedia paket layanan suntik vitamin. Klik tautan ini untuk informasi selengkapnya!


85-1200x800.webp

Apakah boleh vaksin HPV tanpa pap smear terlebih dahulu? Jawabannya adalah terdapat kondisi di mana Anda harus pap smear dulu, dan ada juga kondisi di mana Anda tidak perlu pap smear sebelum vaksin HPV.

Kondisi Di Mana Tidak Perlu Pap Smear sebelum Vaksin HPV

Beberapa kondisi ini tidak mengharuskan Anda pap smear sebelum vaksin HPV:

  1. Belum pernah berhubungan seksual
  2. Vaksin HPV dosis ke-2 atau ke-3

Alasannya adalah risiko paparan virus HPV yang rendah pada kondisi tersebut, sehingga tidak perlu pap smear. 

Kondisi Di Mana Perlu Pap Smear sebelum Vaksin HPV

Sebaliknya, kondisi berikut mengharuskan Anda pap smear terlebih dahulu sebelum vaksin HPV:

  1. Sudah pernah berhubungan seksual
  2. Vaksin HPV dosis pertama
  3. Memiliki faktor risiko tinggi seperti kelainan pada serviks atau ada riwayat infeksi HPV

Jika Anda ragu, maka Anda bisa berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter umum/dokter spesialis obgyn sebelum vaksin HPV untuk mendapatkan jawaban apakah perlu pap smear dulu atau tidak.

Terdapat Kondisi Di Mana Anda harus Pap Smear Terlebih Dahulu sebelum Vaksin HPV

Jika Anda sudah pernah berhubungan seksual, vaksin HPV-nya pada dosis pertama, dan memiliki faktor risiko tinggi, maka pap smear sebaiknya dilakukan sebelum vaksin HPV. Namun, jika belum pernah berhubungan seksual atau vaksin HPV-nya sudah dosis ke-2 atau ke-3, maka pap smear tidak perlu dilakukan.

Kalau Anda masih ragu tentang pap smear sebelum vaksin HPV, maka Anda bisa berkonsultasi dengan dokter umum/dokter spesialis obgyn terlebih dahulu.

Di Primecare Clinic cabang Panglima Polim, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, tersedia layanan pap smear dan vaksin HPV serta konsultasi dokter umum/dokter spesialis obgyn. Klik tautan ini untuk informasi selengkapnya!


13553-_1_-1200x800.webp

Banyak wanita bertanya apakah aman menerima vaksin HPV ketika sedang menstruasi? Berikut jawabannya:

Apakah Boleh Vaksin HPV saat Haid?

Kabar baiknya, vaksin HPV tetap boleh dilakukan saat haid dan tidak ada larangan medis terkait hal ini.

Namun, jika Anda masih ragu, disarankan untuk berkonsultasi dahulu dengan dokter umum atau dokter spesialis obgyn sebelum mendapat vaksin HPV. Umumnya berkaitan dengan kenyamanan, misalnya, seperti jika Anda sedang demam atau nyeri saat haid.

Apakah Haid Mempengaruhi Efektivitas Vaksin HPV?

Jawabannya adalah: sejauh ini, tidak ada hubungan antara haid dan efektivitas vaksin HPV.

1. Tidak Mengganggu Sistem Imun

Haid adalah proses alami dan tidak menurunkan kemampuan sistem imun dalam merespons vaksin. Artinya, tubuh tetap dapat membentuk antibodi secara optimal setelah vaksin HPV, meski saat haid sekalipun.

2. Tidak Mempengaruhi Keamanan

Sejauh ini, tidak ada bukti bahwa vaksin HPV menjadi lebih berisiko jika diberikan saat haid. Efek samping yang mungkin muncul seperti nyeri di tempat suntikan atau demam ringan tetap bisa terjadi.

Vaksin HPV bisa Diberikan saat Haid

Jadi, vaksin HPV tetap aman dan boleh diberikan saat haid. 

Haid tidak memengaruhi efektivitas maupun keamanan vaksin, sehingga jika kondisi tubuh Anda terasa cukup fit, sebaiknya vaksin HPV tidak perlu ditunda.

Jika masih ragu, Anda bisa berkonsultasi dengan dokter umum atau dokter spesialis obgyn.

Di Primecare Clinic cabang Panglima Polim, Kebayoran Baru, dan Tebet, Jakarta Selatan, tersedia vaksin HPV dan dokter umum/dokter spesialis obgyn. Klik tautan ini untuk informasi selengkapnya!


primecare

Jakarta Panglima Polim

Jl. Panglima Polim IX No.16, Kby. Baru, Kota Jakarta Selatan

Jakarta Tebet

Jl. Tebet Barat Dalam II No.46 14, Tebet Barat, Kota Jakarta Selatan

Samarinda

Jl. Muso Salim No.28, Karang Mumus, Kota Samarinda


Copyright by PT. Layanan Medika Pratama 2025. All rights reserved.



Copyright by PT. Layanan Medika Pratama 2025. All rights reserved.