1200-1-1200x1135.webp

December 16, 2025 Primecare ClinicDiabetes

Siapa yang bisa menolak sepotong pizza hangat dengan topping favoritnya? Tekstur renyah, saus tomat segar, dan lelehan keju, rasanya sulit sekali untuk ditolak. 

Namun, tak jarang penderita diabetes merasa was-was ketika ingin menyantap pizza. Pizza sering dianggap sebagai makanan “risiko tinggi” karena karbohidrat dari adonan dan lemak dari keju serta toppingnya.

Bolehkah Penderita Diabetes Makan Pizza?

Jawabannya: boleh, tapi ada beberapa catatan penting. Pizza memiliki kandungan karbohidrat yang tinggi dari adonannya, sehingga bisa menaikkan gula darah lebih cepat dibanding makanan dengan IG rendah. 

Namun, bukan berarti pizza harus sepenuhnya dilarang. Pilihan topping, ukuran potongan, dan frekuensi konsumsi sangat memengaruhi dampaknya pada gula darah.

Zat Gizi dan indeks Glikemik Pizza

Pizza terdiri dari kombinasi bahan pangan yang menyediakan berbagai zat gizi penting. Karbohidrat pada adonan pizza menjadi sumber energi utama, sementara topping protein seperti ayam, daging sapi, atau ikan membantu menjaga massa otot dan memberi rasa kenyang lebih lama. Keju dan minyak dalam pizza juga menjadi sumber energi, tetapi jika dikonsumsi berlebihan, dapat menambah total kalori yang tinggi.

Sayuran sebagai topping, misalnya paprika, jamur, atau tomat menyumbang serat, vitamin, dan mineral yang mendukung kesehatan metabolik. Dari sisi respon gula darah, pizza termasuk kategori indeks glikemik sedang dengan nilai  60. 

Apakah Ada Manfaat Konsumsi Pizza bagi Penderita Diabetes?

Secara teori, pizza mengandung berbagai zat gizi penting yang dibutuhkan tubuh. Namun, proporsi zat gizi dalam pizza komersial atau restoran umumnya tidak seimbang. Karbohidrat dan lemak sering mendominasi, sementara serat, vitamin, dan mineral kurang.

Artinya, dari perspektif diabetes, pizza tidak bisa diandalkan sebagai sumber zat gizi yang “menyehatkan” secara langsung. Meski ada kandungan gizinya, risiko lonjakan gula darah dan kalori berlebih membuat manfaatnya terbatas. 

Bahaya Makan Pizza Berlebihan bagi Penderita Diabetes

Konsumsi pizza dalam porsi besar atau terlalu sering bisa menimbulkan beberapa risiko:

1. Lonjakan Gula Darah

Konsumsi pizza dalam porsi besar atau terlalu sering bisa membuat gula darah naik lebih cepat dibanding makanan yang seimbang. 

2. Asupan Kalori dan Lemak Berlebih

Pizza mengandung keju dan topping berlemak yang cukup tinggi. Jika dikonsumsi terlalu sering, hal ini dapat menambah asupan kalori harian dan berkontribusi pada kenaikan berat badan serta memperburuk resistensi insulin.

3. Risiko Tekanan Darah Tinggi

Pizza biasanya mengandung garam cukup banyak. Konsumsi secara berlebihan dapat meningkatkan tekanan darah, yang menjadi perhatian tambahan bagi penderita diabetes yang rentan terhadap komplikasi kardiovaskular.

Cara Makan Pizza yang Aman bagi Penderita Diabetes

Supaya tetap bisa menikmati pizza tanpa terlalu membebani gula darah, beberapa langkah berikut bisa diperhatikan:

1. Pilih Porsi Kecil dan Batasi Frekuensi

Makan satu potong pizza sudah cukup. Hindari mengonsumsinya setiap hari agar asupan karbohidrat dan lemak tetap terkendali.

2. Perhatikan Jenis Topping

Pilih topping yang lebih banyak sayuran dan protein rendah lemak. Batasi penggunaan keju berlebihan dan hindari topping olahan tinggi lemak atau gula tambahan.

3. Makan Perlahan

Mengunyah dengan perlahan membantu tubuh merespons gula darah lebih stabil dibandingkan makan terburu-buru.

Kapan Penderita Diabetes Harus ke Dokter?

Penderita diabetes sebaiknya berkonsultasi ke dokter apabila setelah mengonsumsi pizza muncul keluhan gula darah yang sulit terkendali. Kondisi ini perlu ditangani melalui evaluasi menyeluruh oleh dokter spesialis penyakit dalam untuk memastikan tidak ada masalah lain yang memengaruhi kontrol gula darah. 

Selain itu, ahli gizi atau dokter gizi dapat membantu menyusun pola makan yang lebih sesuai, terutama ketika merasa bingung menentukan porsi maupun frekuensi konsumsi pizza yang tetap aman untuk dikonsumsi.

Konsultasi Diabetes di Primecare Clinic

Jika kamu mengalami kesulitan mengontrol gula darah, mengalami gula darah tinggi, atau mengalami diabetes, konsultasikan masalah tersebut di Primecare Clinic. 

Primecare clinic menyediakan layanan konsultasi dengan dokter spesialis penyakit dalam dan program manajemen diabetes yang lengkap, termasuk Continuous Glucose Monitoring (CGM).  Terdapat dr. Anak Agung Arie Widyastuti, Sp.PD, FINASIM yang merupakan dokter spesialis penyakit dalam dengan spesialisasi penyakit diabetes di Primecare Clinic.

Jangan tunggu sampai muncul gejala dan komplikasi, mulailah memantau gula darah sejak secara rutin dan konsultasi dengan dokter terkait. Klik tautan ini untuk informasi selengkapnya!


7927-_1_-1200x840.webp

December 15, 2025 Primecare ClinicDiabetes

Kentang kerap dianggap sebagai makanan yang sebaiknya dihindari oleh penderita diabetes karena kandungan karbohidratnya yang cukup tinggi. Padahal, seperti banyak bahan pangan lain, dampak kentang terhadap gula darah tidak hanya ditentukan oleh jenis makanannya, tetapi juga oleh cara pengolahan, porsi, serta pola makan secara keseluruhan.

Bolehkah Penderita Diabetes Makan Kentang?

Penderita diabetes tetap boleh mengonsumsi kentang, namun porsinya perlu disesuaikan dan cara memasaknya perlu diperhatikan. Kentang merupakan sumber karbohidrat, sehingga berpotensi meningkatkan kadar gula darah apabila dikonsumsi dalam jumlah besar atau diolah dengan cara tertentu.

Berbagai kajian menunjukkan bahwa risiko terkait konsumsi kentang lebih sering dikaitkan dengan bentuk olahannya, terutama kentang goreng atau french fries, dibandingkan kentang rebus atau kukus.

Zat Gizi dan Indeks Glikemik Kentang

Kentang mengandung berbagai zat gizi yang berperan dalam mendukung fungsi tubuh. Karbohidratnya menjadi sumber energi utama, sementara vitamin C dan vitamin B6 berperan dalam proses metabolisme serta fungsi saraf. 

Kentang juga kaya akan kalium, mineral yang membantu menjaga keseimbangan cairan tubuh dan berperan dalam pengaturan tekanan darah. Apabila dikonsumsi bersama kulitnya, kentang turut menyumbang serat yang membantu memperlambat penyerapan glukosa di dalam darah.

Dari sisi respon gula darah, kentang dikenal memiliki indeks glikemik (IG) yang bervariasi, sangat bergantung pada cara pengolahannya. Data indeks glikemik menunjukkan bahwa kentang panggang dan kentang goreng memiliki IG masing-masing sekitar 95. Kentang tumbuk (mashed potato) IG sekitar 83, sementara kentang rebus berada pada kisaran IG 70.

Perbedaan ini terjadi karena proses pengolahan dapat mengubah struktur pati di dalam kentang. Semakin tinggi suhu dan semakin lembut teksturnya, pati akan lebih mudah dicerna tubuh sehingga glukosa dilepaskan ke dalam darah dengan lebih cepat. 

Menariknya, kentang yang telah dimasak lalu didinginkan dapat mengalami pembentukan resistant starch, yaitu jenis pati yang lebih sulit dicerna oleh tubuh. Kehadiran pati ini membantu memperlambat pelepasan glukosa, sehingga respons kenaikan gula darah cenderung lebih terkendali dibandingkan kentang yang langsung dikonsumsi dalam keadaan panas.

Bahaya Makan Kentang Berlebihan bagi Penderita Diabetes

Berikut beberapa dampak yang dapat terjadi jika penderita diabetes mengonsumsi kentang secara berlebihan atau dengan cara pengolahan yang kurang tepat:

1. Gula Darah Lebih Mudah Naik

Kentang termasuk sumber karbohidrat dengan indeks glikemik yang relatif tinggi. Jika dikonsumsi dalam porsi besar, terutama dalam kondisi masih panas atau bertekstur sangat lembut, kentang dapat menyebabkan kenaikan gula darah yang lebih cepat. Pada penderita diabetes, kondisi ini bisa menyulitkan pengendalian gula darah harian apabila terjadi berulang.

2. Asupan Kalori dan Lemak Meningkat

Masalah utama sering muncul ketika kentang dikonsumsi dalam bentuk olahan tertentu, seperti kentang goreng atau french fries. Olahan ini tidak hanya tinggi karbohidrat, tetapi juga mengandung lemak dan kalori yang cukup besar. Dalam jangka panjang, pola konsumsi seperti ini dapat berkontribusi pada peningkatan berat badan dan memperberat resistensi insulin.

3. Dampak Pengolahan Suhu Tinggi

Pengolahan kentang dengan cara digoreng pada suhu tinggi dapat menghasilkan senyawa oksidatif. Jika dikonsumsi terlalu sering, hal ini berpotensi berdampak kurang baik pada kesehatan metabolik dan sensitivitas insulin, terutama pada penderita diabetes yang sudah memiliki risiko komplikasi.

4. Pola Makan Kurang Seimbang

Porsi kentang yang terlalu dominan dalam satu kali makan dapat menggeser konsumsi sayuran dan sumber serat lain. Padahal, serat berperan penting dalam membantu memperlambat penyerapan glukosa dan menjaga kestabilan gula darah.

Cara Makan Kentang yang Aman bagi Penderita Diabetes

Agar tetap aman dikonsumsi, berikut beberapa tips makan kentang bagi penderita diabetes yang dapat diterapkan dalam keseharian.

1. Pilih Cara Masak yang Tepat

Kentang rebus atau kukus cenderung memberikan respons gula darah yang lebih terkendali dibandingkan kentang goreng. Penggunaan minyak yang minimal membantu menekan asupan lemak dan kalori berlebih.

2. Perhatikan Suhu

Kentang yang telah dimasak lalu didinginkan dapat membentuk resistant starch, yaitu pati yang lebih sulit dicerna tubuh. Kondisi ini membantu memperlambat pelepasan glukosa ke dalam darah dibandingkan kentang yang langsung dikonsumsi dalam keadaan panas.

3. Jaga Porsi Konsumsi

Kentang sebaiknya dikonsumsi dalam porsi kecil hingga sedang dan tidak menjadi satu-satunya sumber karbohidrat dalam satu waktu makan. Porsi yang terukur membantu mencegah lonjakan gula darah.

4. Kombinasikan dengan Lauk dan Sayur

Mengonsumsi kentang bersama sumber protein dan sayuran berserat dapat membantu memperlambat penyerapan gula sekaligus membuat rasa kenyang bertahan lebih lama.

Kapan Penderita Diabetes Harus ke Dokter?

Penderita diabetes disarankan berkonsultasi ke dokter apabila kadar gula darah sering sulit terkendali setelah mengonsumsi sumber karbohidrat, termasuk kentang, meskipun porsi sudah diperhatikan.

Evaluasi dapat dilakukan oleh dokter spesialis penyakit dalam untuk menilai kondisi metabolik secara menyeluruh. Selain itu, dokter gizi klinik atau ahli gizi dapat membantu menyusun pengaturan makan yang lebih sesuai dengan kebutuhan dan kondisi kesehatan masing-masing individu.

Konsultasi Diabetes di Primecare Clinic

Jika kamu mengalami kesulitan mengontrol gula darah, mengalami gula darah tinggi, atau mengalami diabetes, konsultasikan masalah tersebut di Primecare Clinic. 

Primecare clinic menyediakan layanan konsultasi dengan dokter spesialis penyakit dalam dan program manajemen diabetes yang lengkap, termasuk Continuous Glucose Monitoring (CGM).  Terdapat dr. Anak Agung Arie Widyastuti, Sp.PD, FINASIM yang merupakan dokter spesialis penyakit dalam dengan spesialisasi penyakit diabetes di Primecare Clinic.

Jangan tunggu sampai muncul gejala dan komplikasi, mulailah memantau gula darah sejak secara rutin dan konsultasi dengan dokter terkait. Klik tautan ini untuk informasi selengkapnya!


12317-_1_-1200x801.webp

Dokter spesialis gizi klinik adalah dokter yang menilai status gizi (bisa dari indeks massa tubuh dan parameter lainnya), menentukan kebutuhan nutrisi, serta menyusun program makan atau meal planning yang aman sesuai kondisi kesehatan Anda.

Konsultasi dengan dokter spesialis gizi bukan hanya untuk diet saja, melainkan juga untuk membantu pengelolaan penyakit/kondisi kesehatan tertentu, memulihkan kondisi pasca sakit/operasi, hingga meningkatkan kualitas hidup secara keseluruhan.

Jadi, kapan sebaiknya konsultasi ke dokter spesialis gizi klinik?

Tanda dan Kondisi yang Membuat Anda Perlu ke Dokter Spesialis Gizi Klinik

a. Mengalami dalam Kesulitan Menurunkan atau Menaikkan Berat Badan

Jika Anda mengalami kondisi seperti di bawah ini:

  • Sudah lama diet, tetapi berat badan tidak kunjung turun
  • Berat badan naik dengan cepat
  • Berat badan terlalu rendah atau dengan kata lain underweight (ketahui berapa IMT dengan kalkulator IMT di tautan ini). 

Maka evaluasi oleh dokter spesialis gizi diperlukan untuk menilai metabolisme, hormon, hingga pola makan yang tepat.

b. Memiliki Penyakit Kronis yang Butuh Pengaturan Makanan

Dokter spesialis gizi bisa membantu mengontrol asupan zat gizi untuk pasien dengan penyakit seperti:

  • Diabetes
  • Kolesterol tinggi
  • Asam urat
  • Hipertensi
  • Gangguan ginjal
  • Penyakit hati
  • PCOS 

Kebutuhan gizi pada penyakit-penyakit tersebut tidak bisa diet asal-asalan atau sembarangan karena ada batasan tertentu.

c. Mengalami Gejala Kekurangan Gizi

Gejala kekurangan gizi seperti:

  • Rambut rontok
  • Wajah pucat
  • Mudah lelah
  • Daya tahan tubuh rendah

Gejala di atas memerlukan penilaian gizi dan lab oleh dokter spesialis gizi.

d. Kesulitan Makan atau Mengalami Gangguan Pencernaan

Jika Anda sering mengalami:

  • Mual
  • Perut kembung
  • Tidak selera makan
  • Diare atau konstipasi kronis

Dokter spesialis gizi dapat menyusun pola makan yang sesuai kondisi pencernaan Anda.

e. Memerlukan Diet Khusus

Jika Anda ingin melakukan diet khusus seperti VLCD, diet rendah protein, dll. Sebaiknya konsultasi dulu ke dokter spesialis gizi.

f. Pasca Operasi atau setelah Sakit Berat

Diet pasca operasi perlu bantuan dokter spesialis gizi agar pemulihan bisa dilakukan dengan tepat dan optimal.

g. Hamil dengan Kondisi tertentu

Dokter spesialis gizi dapat membantu Anda untuk meningkatkan berat badan, sesuai dengan usia kehamilan Anda. Atau bisa juga dengan kondisi seperti diabetes gestasional atau muntah berlebihan.

h. Menyusui

Dokter spesialis gizi dapat membantu Anda untuk menyiapkan meal planning yang tepat agar asupan zat gizi sesuai untuk kondisi menyusui.

Kapan Anak Perlu ke Dokter Spesialis Gizi Klinik?

a. Masalah Terkait Berat Badan

Kondisi ini termasuk:

  • Berat badan sulit naik
  • Berat badan turun
  • Mengalami stunting atau berisiko stunting
  • Berat badan tidak sesuai grafik pertumbuhan 

b. Picky Eater atau Sulit Makan

Dokter spesialis gizi dapat membantu menyusun strategi makan dan pilihan makanan sesuai kebutuhan gizi anak, termasuk untuk anak dengan kondisi picky eater atau dengan kata lain mengalami kesulitan makan seperti sering GTM.

c. Anak dengan Obesitas

Anak dengan obesitas perlu pengaturan yang aman tanpa membuat anak kekurangan gizi yang penting.

Tersedia Dokter Spesialis Gizi Klinik di Primecare Clinic

Di Primecare Clinic cabang Panglima Polim, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, tersedia dokter spesialis gizi klinik. Ingin konsultasi masalah gizi seperti penurunan berat badan dan diet karena ada penyakit tertentu dengan dokter spesialis gizi klinik? Klik tautan ini untuk informasi selengkapnya!


1577-_1_-1200x800.webp

Dokter spesialis paru atau pulmonologis menangani keluhan yang berkaitan dengan sistem pernapasan, yaitu paru-paru, bronkus, saluran napas, dan fungsi oksigenasi tubuh. 

Banyak masalah paru-paru yang tampak ringan di awal, tetapi ternyata bisa memburuk tanpa penanganan yang tepat. Karena itu, perlu konsultasi dengan dokter spesialis paru jika ada masalah di paru-paru atau pernapasan.

Jadi, kapan waktu yang tepat untuk ke dokter spesialis paru atau pulmonologis?

Tanda dan Gejala yang Membuat Anda Harus ke Dokter Spesialis Paru

a. Batuk Berkepanjangan Lebih dari 3 Minggu

Batuk terus-menerus atau berkepanjangan bisa disebabkan oleh:

  • Infeksi saluran napas
  • Bronkitis
  • Alergi
  • Tuberkulosis (TBC)
  • Asma

Evaluasi dokter diperlukan untuk memastikan penyebabnya.

b. Sesak Napas atau Napas Pendek

Ketika mengalami sesak napas atau napas pendek, segera ke dokter paru untuk mencegah komplikasi lebih lanjut.

c. Batuk Berdarah

Batuk disertai darah. Batuk tersebut bisa terkait dengan:

  • Infeksi paru berat
  • TBC
  • Tumor paru
  • Bronkiektasis

Pemeriksaan dokter paru jika terjadi batuk berdarah sangat diperlukan untuk evaluasi lebih lanjut.

d. Nyeri Dada Saat Bernapas

Nyeri dada yang bertambah saat menarik napas dalam bisa menandakan:

  • Peradangan selaput paru (pleuritis)
  • Infeksi
  • Cedera pada otot pernapasan

Diagnosa oleh dokter paru diperlukan untuk tindakan lebih lanjut.

e. Asma

Jika inhaler tidak lagi cukup atau gejala semakin sering, dokter paru dapat menyesuaikan terapi pernapasan yang lebih tepat.

Ditambah dengan alergi yang mengganggu pernapasan seperti batuk berulang akibat alergi, sesak napas karena paparan debu/cuaca, serta rhinitis alergi yang memengaruhi pernapasan.

Ada masalah terkait asma, segeralah ke dokter paru.

f. Pneumonia atau Infeksi Paru

Gejala pneumonia atau infeksi paru meliputi:

  • Demam tinggi
  • Batuk berdahak kekuningan
  • Sesak
  • Dada terasa berat

Pneumonia ini bisa terjadi pada anak/orang dewasa. Konsultasi ke dokter spesialis paru jika terdapat gejala pneumonia atau infeksi paru

g. PPOK (Penyakit Paru Obstruktif Kronik)

PPOK umumnya terjadi pada perokok aktif atau pasif. Gejala dari PPOK adalah:

  • Sesak yang terjadi secara kambuhan
  • Batuk berdahak kronis
  • Mudah lelah

Segera konsultasi ke dokter spesialis paru jika mengalami gejala PPOK.

h. Tuberkulosis (TBC)

Jika mengalami gejala TBC seperti batuk lebih dari 2 minggu, berkeringat malam, atau berat badan turun, segera konsultasikan masalah ini ke dokter paru.

i. Ingin Berhenti Merokok

Kalau Anda ingin berhenti merokok, salah satu dokter spesialis yang bisa membantu hal ini adalah dokter spesialis paru.

Apa saja Daftar Pemeriksaan Penunjang Paru-Paru?

Pemeriksaan penunjang paru-paru akan dilakukan oleh dokter spesialis paru untuk diagnosa dan pemeriksaan lebih lanjut pada pasiennya, yaitu:

a. Rontgen Dada atau CT Scan

Rontgen dada atau CT scan dibutuhkan untuk melihat kondisi jaringan paru, infeksi, cairan, atau massa.

b. Tes Fungsi Paru (Spirometri)

Spirometri digunakan untuk menilai kondisi saluran napas. Pemeriksaan ini penting untuk kasus asma dan PPOK.

c. Pemeriksaan Dahak

Pemeriksaan dahak berfungsi untuk mendeteksi infeksi seperti TBC atau infeksi bakteri lainnya.

Tersedia Dokter Spesialis Paru di Primecare Clinic

Di Primecare Clinic cabang Panglima Polim, Kebayoran Baru dan Tebet, Jakarta Selatan, tersedia dokter spesialis paru. Ingin konsultasi masalah kesehatan paru-paru/pernapasan Anda dengan dokter spesialis paru? Klik tautan ini untuk informasi selengkapnya!


16437-1-1200x800.webp

Dokter spesialis saraf (neurologis) menangani gangguan pada otak, sumsum tulang belakang, saraf tepi, hingga otot. Banyak keluhan saraf tampak ringan di awal, tetapi dapat menjadi tanda masalah serius jika tidak diperiksa segera.

Jadi, apa saja tanda harus ke dokter spesialis saraf? Berikut penjelasannya!

Tanda kalau Anda harus ke Dokter Spesialis Saraf

a. Sakit Kepala Hebat atau Berulang

Anda perlu konsultasi ke dokter spesialis saraf jika mengalami

  • Sakit kepala muncul mendadak dan sangat kuat
  • Sakit kepala disertai muntah dalam jumlah banyak
  • Sakit kepala, tetapi sakitnya tidak membaik setelah mengonsumsi obat
  • Sakit kepala yang disertai gangguan penglihatan

b. Kesemutan atau Mati Rasa

Kesemutan yang sering atau kronis, terutama di tangan atau kaki, dapat menandakan:

  • Neuropati
  • Masalah saraf terjepit
  • Diabetes yang memengaruhi saraf (neuropati diabetik)
  • Radikulopati tulang belakang

Jangan ragu untuk ke dokter spesialis saraf jika menghadapi masalah ini. Apalagi jika kesemutan atau mati rasanya sudah berlangsung sangat lama.

c. Lemah atau Lumpuh pada Satu Sisi Tubuh

Keluhan lemah atau lumpuh pada salah satu sisi tubuh seperti:

  • Tidak bisa mengangkat tangan
  • Salah satu sisi wajah menurun
  • Kaki tiba-tiba sulit digerakkan

Ini merupakan tanda bahaya dan perlu diperiksa segera karena bisa menjadi indikasi stroke atau gangguan saraf motorik lainnya.

d. Kejang atau Hilang Kesadaran

Kejang, pingsan berulang, atau episode blackout perlu dievaluasi oleh dokter spesialis saraf.

e. Gangguan Keseimbangan dan Pusing Berputar

Jika Anda sering jatuh, sulit berjalan lurus, atau pusing seperti ruangan berputar,hal ini dapat mengarah pada:

  • Vertigo perifer
  • Masalah cerebellum
  • Stroke ringan (TIA)

Segera ke dokter spesialis saraf jika terjadi keluhan tersebut.

f. Kecelakaan dan Ada Benturan Ke Kepala

Jika Anda baru mengalami kecelakaan motor/mobil dan terjadi benturan pada kepala, maka sebaiknya ke dokter spesialis saraf untuk pemeriksaan, terlepas saat benturan, kepalanya berdarah atau tidak.

Keluhan Saraf yang Perlu Penanganan Lebih Mendalam

a. Tremor atau Gerakan Tidak Terkendali

Tangan gemetar, tubuh bergetar, atau gerakan tidak bisa dikontrol dapat mengarah pada:

  • Parkinson
  • Gangguan saraf pusat
  • Essential tremor

Jadi, jangan ragu ke dokter spesialis saraf jika terjadi tremor atau gerakan tubuh tidak bisa dikendalikan.

b. Gangguan Tidur, Ingatan, atau Konsentrasi

Dokter spesialis saraf/neurologis dapat membantu mengevaluasi:

  • Insomnia kronis
  • Demensia
  • Alzheimer
  • Brain fog berkepanjangan

Gangguan ini dapat dikonsultasikan ke dokter spesialis saraf.

c. Nyeri Saraf (Neuropatik)

Nyeri seperti terbakar, kesetrum, menyengat, dan menjalar sering berkaitan dengan saraf yang mengalami iritasi atau kerusakan. Jangan ragu untuk segera ke dokter spesialis saraf jika terjadi nyeri pada saraf, apalagi jika sudah mengganggu aktivitas sehari-hari.

Tersedia Dokter Spesialis Saraf di Primecare Clinic

Di Primecare Clinic cabang Panglima Polim, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, tersedia dokter spesialis saraf. Ingin konsultasi dengan dokter spesialis saraf terkait masalah saraf, dan masalah kesehatan lainnya yang berkaitan dengan saraf? Klik tautan ini untuk informasi selengkapnya!


5258-1-1200x800.webp

Kesehatan mental itu sama pentingnya dengan kesehatan fisik. Namun, masih banyak orang ragu untuk mencari bantuan profesional ketika mengalami masalah terkait psikologis/psikis, baik itu karena stigma atau pun ketidaktahuan. Salah satu pertanyaan yang sering muncul adalah: “Kapan ya harus ke psikiater atau dokter spesialis kejiwaan?” 

Artikel ini akan membantu Anda mengenali tanda-tanda yang menunjukkan bahwa saatnya untuk berkonsultasi dengan psikiater.

Apa Itu Psikiater/Dokter Spesialis Kejiwaan?

Psikiater adalah dokter spesialis kejiwaan yang menangani gangguan mental, emosional, dan perilaku. 

Mereka memiliki kemampuan untuk mendiagnosis kondisi kesehatan mental, memberikan terapi, dan meresepkan obat jika diperlukan. 

Psikiater dapat memberikan penanganan medis atau memberikan obat untuk pasien mereka.

Tanda-Tanda Perlu Konsultasi ke Psikiater/Dokter Spesialis Kejiwaan

Berikut adalah beberapa kondisi yang bisa menjadi indikator bahwa Anda perlu menemui psikiater:

1. Terjadi Perubahan Mood yang Ekstrim

Jika Anda mengalami perubahan suasana hati yang drastis, misalnya dari merasa sangat senang menjadi sangat sedih atau marah dalam waktu singkat, hal ini bisa menjadi tanda gangguan mood atau masalah pada kesehatan mental.

2. Kesulitan Menghadapi Stres

Stres yang berkepanjangan atau tidak bisa dikendalikan bisa mempengaruhi kualitas hidup. Jika Anda merasa cemas, gelisah, atau panik secara terus-menerus, itu adalah momen yang pas untuk ke psikiater.

3. Gangguan Tidur atau Nafsu Makan

Perubahan drastis pada pola tidur atau makan bisa jadi berkaitan dengan gangguan mental. Psikiater dapat membantu menilai apakah gangguan tidur atau gangguan makan merupakan gejala depresi, kecemasan, atau gangguan lainnya.

4. Pikiran atau Perilaku yang Mengganggu Aktivitas Sehari-hari hingga Self-Harm

Jika Anda merasa sulit menjalani aktivitas normal, mengalami isolasi sosial, atau memiliki pikiran untuk menyakiti diri sendiri (self-harm), segeralah untuk berkonsultasi dengan psikiater.

5. Trauma atau Masalah Emosional yang Sulit Diatasi

Pengalaman traumatis atau masalah emosional berat yang tidak bisa diatasi sendiri bisa memerlukan bantuan psikiater untuk terapi dan dukungan psikologis. 

6. Ada Indikasi Medis yang Perlu ke Psikiater seperti Berhalusinasi

Jika Anda mengalami gejala penyakit seperti bipolar, depresi, skizofrenia, dll. sebaiknya konsultasi dengan psikiater.

7. Mengalami Indikasi Kecanduan/Adiksi Tertentu

Jika Anda memiliki indikasi kecanduan atau indikasi, misalnya terhadap pornografi, masturbasi, NAPZA, dll. Maka psikiater bisa jadi pilihan untuk konsultasi.

Cara Mempersiapkan Diri untuk Konsultasi ke Psikiater

Untuk mendapatkan hasil konsultasi dengan psikiater dengan optimal, maka Anda bisa melakukan hal ini:

  • Catat gejala yang dialami
  • Siapkan pertanyaan atau keluhan spesifik
  • Siapkan riwayat kesehatan mental dan obat-obatan sebelumnya
  • Bersikap jujur dan terbuka selama konsultasi

Penting untuk memberi tahu riwayat obat sebelumnya serta bersikap jujur agar terapi pengobatan dari psikiater/dokter spesialis kejiwaan bisa berhasil. Obat psikiatri umumnya adalah obat keras dan tidak boleh dikonsumsi tanpa resep dokter.

Tersedia Dokter Spesialis Kejiwaan/Psikiater di Primecare Clinic

Di Primecare Clinic cabang Panglima Polim, Kebayoran Baru dan Tebet, Jakarta Selatan, tersedia dokter spesialis kejiwaan/psikiater. Ingin konsultasi masalah mental atau kejiwaan Anda dengan dokter spesialis kejiwaan/psikiater? Klik tautan ini untuk informasi selengkapnya!


74200-_1_-1200x800.webp

Dokter spesialis obgyn atau dokter spesialis kandungan dan kebidanan berperan dalam menjaga kesehatan reproduksi, kesuburan, dan kehamilan. Pemeriksaan rutin dengan dokter spesialis tersebut membantu mendeteksi masalah kewanitaan, kesuburan, dan kehamilan sejak dini sehingga pengobatan bisa dilakukan lebih cepat dan tepat.

Jadi, apa saja tanda-tanda Anda harus ke dokter spesialis obgyn atau kapan waktu yang tepat untuk ke dokter tersebut?

Tanda-Tanda Anda Harus ke Dokter Spesialis Obgyn

a. Haid Tidak Teratur

  • Haid terlambat terus-menerus
  • Tidak haid lebih dari 3 bulan
  • Haid terlalu sering atau tidak terduga

Perubahan siklus haid/menstruasi dapat menandakan gangguan hormon, stres, PCOS, atau masalah kesehatan lain.

b. Nyeri Haid yang Tidak Normal

Jika nyeri haid sampai membuat Anda:

  • Tidak bisa beraktivitas
  • Membutuhkan obat penghilang nyeri terus-menerus
  • Merasa lemas atau pusing hebat

Anda sebaiknya ke dokter spesialis obgyn untuk pemeriksaan lebih lanjut.

c. Keputihan Tidak Normal

Keputihan harus diperiksa jika:

  • Berwarna hijau/kuning
  • Berbau menyengat
  • Disertai rasa gatal atau nyeri
  • Keluar dalam jumlah berlebihan

d. Nyeri Panggul atau Perut Bawah

Nyeri panggul persisten bisa menandakan:

  • Kista ovarium
  • Radang panggul
  • Fibroid rahim

Konsultasi dengan dokter obgyn bisa membantu Anda untuk mendapatkan penjelasan terkait nyeri panggul atau perut bawah.

e. Perdarahan Tidak Normal

Perdarahan tidak normal ini termasuk:

  • Perdarahan di luar siklus haid
  • Perdarahan setelah berhubungan seksual
  • Perdarahan setelah menopause

Kondisi ini memerlukan evaluasi segera oleh dokter spesialis obgyn.

f. Kesulitan untuk Hamil

Jika Anda sudah mencoba hamil selama:

  • Lebih dari 12 bulan jika usia saat ini di bawah 35 tahun
  • Lebih dari 6 bulan jika saat ini berusia di atas 35 tahun  

Maka pemeriksaan kesuburan dianjurkan dan bisa dilakukan oleh dokter spesialis obgyn.

g. Ingin KB 

KB seperti pemasangan KB IUD bisa dilakukan oleh dokter spesialis obgyn. Begitu juga ketika ingin melepas KB IUD tersebut.

h. Pemeriksaan Payudara

Anda mau pemeriksaan payudara? Dokter spesialis obgyn bisa membantu Anda.

i. Muncul Tanda akan Bersalin

Jika terdapat tanda akan segera melahirkan atau bersalin seperti kontraksi dengan selisih antar kontraksi yang cepat, maka Anda sebaiknya segera ke dokter spesialis obgyn.

Kapan harus ke Dokter Spesialis Obgyn saat Hamil?

a.  Tes Kehamilan Menghasilkan Positif atau Garis Dua

Jika hasil testpack positif (garis dua), termasuk kondisi positif samar, segera konsultasi untuk memastikan kondisi dan usia kehamilan.

b. Mual Muntah Berlebihan

Mual muntah termasuk gejala ketika hamil, tetapi jika sampai tidak bisa makan/minum, Anda sebaiknya ke dokter spesialis obgyn.

c. Perdarahan Saat Hamil

Perdarahan saat hamil dapat menjadi tanda keguguran atau kehamilan ektopik.

d. Gerakan Janin Menurun

Kondisi ini khusus jika setelah 24 minggu, gerakan janin menurun.

e. Pemeriksaan Rutin untuk Wanita

1. Pap Smear 

Pap smear penting untuk deteksi dini penyakit kanker serviks. Prosedur medis ini sebaiknya rutin dilakukan setahun sekali demi kesehatan.

2. Pemeriksaan USG

Pemeriksaan USG ini digunakan untuk memantau kondisi rahim, ovarium, dan kehamilan.

3. Konsultasi Pra-Nikah & Pra-Kehamilan

Konsultasi pranikah/prakehamilan ini meliputi skrining infeksi, imunisasi, dan cek hormon.

Konsultasi dengan Dokter Spesialis Obgyn di Primecare Clinic!

Terdapat berbagai kondisi yang bisa diperiksa oleh dokter spesialis obgyn, terlepas Anda sedang hamil atau tidak. 

Jika Anda memiliki masalah di area kewanitaan atau seputar kehamilan, dokter spesialis obgyn di Primecare Clinic siap membantu Anda. Klik tautan ini untuk informasi selengkapnya!


17767-_1_-1200x800.webp

Dokter Spesialis Anak atau pediatrician menangani kesehatan bayi, anak, dan remaja, mulai dari penyakit ringan hingga gangguan tumbuh kembang. 

Deteksi dini masalah kesehatan anak (termasuk usia remaja) sangat penting agar kondisi yang mengganggu kesehatan anak tidak berkembang menjadi lebih serius.

Jadi, kapan waktu yang tepat ke dokter spesialis anak, baik itu untuk kondisi penyakit/kesehatan/vaksinasi atau cek tumbuh kembang?

Tanda dan Kondisi Anak yang Harus Dibawa ke Dokter Spesialis Anak

a. Demam Tinggi Lebih dari 3 Hari

Demam berkepanjangan bisa jadi merupakan tanda infeksi bakteri atau virus yang memerlukan evaluasi medis. Segera periksa jika anak Anda memiliki kondisi:

  • Demam >38°C pada bayi berusia <3 bulan
  • Demam >39°C pada anak berusia >3 bulan
  • Demam dengan disertai kejang atau lemas

b. Batuk dan Pilek Tidak Kunjung Sembuh

Jika batuk atau pilek berlangsung lebih dari 10–14 hari, disertai napas cepat, sesak, atau terdengar bunyi seperti “ngik-ngik”, anak perlu diperiksa lebih lanjut ke dokter spesialis anak.

c. Muntah atau Diare Terus-Menerus

Kondisi ini bisa membuat anak mengalami dehidrasi. Beberapa kondisi anak perlu ke dokter spesialis anak jika muntah atau diare terus-menerus:

  • Jarang buang air kecil
  • Bibir kering
  • Tidak nafsu makan
  • Mata terlihat cekung

d. Ruam Kulit yang Menyebar

Jika anak Anda mengalami ruam yang tidak kunjung hilang dengan obat biasa, atau disertai demam, gatal parah, bernanah, atau pembengkakan, maka sebaiknya masalah tersebut segera diperiksa oleh dokter spesialis anak

e. Kesulitan Bernapas

Segera bawa ke spesialis anak jika anak menunjukkan gejala kesulitan bernapas atau kondisi seperti:

  • Napas cepat
  • Bibir tampak kebiruan
  • Suara napas terdengar tidak normal

Kapan ke Dokter Spesialis Anak untuk Mengecek Tumbuh Kembang Anak?

a. Terlambat Bicara atau Berjalan

Jika anak lebih lambat dari rata-rata tonggak perkembangannya, evaluasi oleh dokter spesialis anak diperlukan untuk mendeteksi adanya potensi:

  • Speech delay
  • Autism spectrum disorder
  • Gangguan pendengaran
  • Gangguan motorik

b. Berat Badan atau Tinggi Badan Tidak Naik

Berat badan atau tinggi badan tidak naik perlu dicek ke dokter spesialis anak untuk mengetahui perkembangan. Apakah ada gangguan atau tidak.

c. Masalah Perilaku

Contoh masalah perilaku:

  • Anak hiperaktif
  • Sulit fokus
  • Sering tantrum berlebihan

Dokter spesialis anak dapat memberikan penilaian awal sebelum rujukan lebih lanjut (misalnya psikolog anak).

Kapan Anak Perlu Pemeriksaan Rutin ke Dokter Spesialis Anak?

a. Imunisasi

Imunisasi dan vaksinasi rutin sesuai jadwal sangat penting untuk mencegah penyakit infeksi pada anak.

b. Cek Tumbuh Kembang Berkala

Dokter anak akan memantau:

  • Tinggi badan
  • Berat badan
  • Lingkar kepala
  • Perkembangan motorik & sosial

Untuk mengecek bagaimana tumbuh kembang anak Anda.

c. Pemeriksaan Pasca Sakit

Setelah sakit tertentu, dokter spesialis anak mungkin akan menyarankan kontrol ulang untuk memastikan pemulihan telah berlangsung dengan baik, sehingga tidak perlu ada kontrol lagi ke depannya.

Tersedia Dokter Spesialis Anak di Primecare Clinic

Jadi, ada banyak kondisi di mana sebaiknya seorang anak dibawa ke dokter spesialis anak untuk pemeriksaan. Jangan ragu untuk konsultasi ke dokter spesialis anak.

Di Primecare Clinic cabang Panglima Polim, Kebayoran Baru dan Tebet, Jakarta Selatan, tersedia dokter spesialis anak. Ingin konsultasi masalah kesehatan anak Anda dengan dokter spesialis anak? Klik tautan ini untuk informasi selengkapnya!


2547-_2_-1200x800.webp

December 10, 2025 Primecare ClinicDiabetes

Daging bebek memiliki cita rasa yang khas dan sering menjadi pilihan ketika bosan dengan daging ayam. Namun bagi sebagian orang, terutama yang punya masalah metabolik seperti diabetes, ada keraguan tersendiri saat ingin menyantapnya. Wajar, karena daging bebek dikenal lebih berlemak dan bisa memengaruhi kontrol gula darah secara tidak langsung.

Bolehkah Penderita Diabetes Makan Daging Bebek?

Penderita diabetes tetap bisa menikmati daging bebek, asalkan porsinya terkontrol dan cara memasaknya diperhatikan. Kandungan lemak bebek memang cukup tinggi, dan konsumsi berlebihan dapat mempersulit kontrol gula darah jangka panjang karena penumpukan lemak tubuh dapat meningkatkan resistensi insulin. Namun, jika memilih bagian yang lebih rendah lemak serta mengolahnya dengan metode yang lebih sehat, daging bebek tetap dapat menjadi sumber protein yang aman dalam pola makan penderita diabetes.

Zat Gizi dan Indeks Glikemik Daging Bebek

Daging bebek mengandung berbagai zat gizi penting yang berperan dalam menjaga fungsi tubuh. 

Protein di dalamnya membantu memperbaiki dan membangun jaringan tubuh sekaligus menjaga massa otot, yang berkontribusi pada sensitivitas insulin. Kandungan lemaknya, termasuk lemak jenuh, memang relatif tinggi, tetapi dalam jumlah wajar tetap berfungsi sebagai sumber energi dan membantu penyerapan vitamin tertentu. 

Daging bebek juga menyediakan zat besi untuk mendukung pembentukan sel darah merah dan mencegah anemia, serta vitamin B kompleks yang penting bagi metabolisme energi dan fungsi saraf. 

Sebagai sumber protein hewani yang tidak mengandung karbohidrat, indeks glikemik (IG) dan beban glikemik (BG) daging bebek adalah 0. Artinya, daging bebek tidak langsung menaikkan kadar gula darah. 

Bahaya Makan Daging Bebek Secara Berlebihan bagi Penderita Diabetes

Meskipun daging bebek bisa menjadi sumber protein, porsinya tetap perlu dikendalikan karena konsumsi berlebihan dapat memicu beberapa risiko berikut:

1. Meningkatkan Berat Badan

Kandungan lemak pada daging bebek, terutama jika dimakan dengan kulit, cukup tinggi. Jika dikonsumsi terlalu sering atau dalam porsi besar, asupan kalori harian ikut meningkat. Kenaikan berat badan dapat memperburuk resistensi insulin dan membuat pengendalian gula darah menjadi lebih sulit.

2. Memicu Kenaikan Kolesterol

Lemak jenuh dalam daging bebek dapat meningkatkan kadar LDL (kolesterol jahat). Pada penderita diabetes yang sudah memiliki risiko lebih tinggi terhadap penyakit jantung, kenaikan kolesterol dapat mempercepat penumpukan plak di pembuluh darah.

3. Memperbesar Risiko Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah

Konsumsi makanan tinggi lemak jenuh secara berlebihan dapat meningkatkan risiko aterosklerosis, tekanan darah tinggi, serta gangguan pembuluh darah lainnya. Kondisi ini menjadi lebih berbahaya pada penderita diabetes yang sudah rentan terhadap komplikasi kardiovaskular.

4. Menyebabkan Inflamasi dalam Tubuh

Asupan lemak jenuh berlebih dapat memicu peradangan sistemik. Pada penderita diabetes, inflamasi kronis dapat memperburuk kontrol gula darah dan meningkatkan risiko komplikasi metabolik lainnya.

Cara Mengonsumsi Daging Bebek dengan Aman bagi Penderita Diabetes

Agar tetap bisa menikmati daging bebek tanpa mengganggu kontrol gula darah, beberapa langkah berikut dapat membantu:

1. Pilih Bagian Tanpa Kulit

Kulit bebek mengandung lemak yang paling tinggi. Menghilangkan kulit dapat membantu menurunkan asupan kalori dan lemak jenuh, sehingga lebih aman untuk kesehatan metabolik.

2. Gunakan Metode Masak yang Lebih Sehat

Memanggang, mengukus, merebus, atau menumis dengan sedikit minyak jauh lebih aman dibandingkan menggoreng. Cara ini membantu mengurangi penyerapan minyak berlebih sehingga total lemak dalam hidangan tetap terkendali.

3. Hindari Pendamping Tinggi Lemak

Hidangan bebek sering ditemani makanan berlemak seperti gorengan atau menu bersantan. Kombinasi ini membuat total asupan lemak dalam satu kali makan meningkat tajam, sehingga sebaiknya dihindari.

4. Perhatikan Keseimbangan Menu Harian

Jika daging bebek dikonsumsi pada satu waktu makan, pastikan pilihan makanan di waktu makan lainnya lebih rendah lemak agar total asupan harian tetap seimbang.

Kapan Penderita Diabetes Harus Berkonsultasi ke Dokter?

Penderita diabetes sebaiknya berkonsultasi ke dokter apabila setelah mengonsumsi daging bebek muncul keluhan gula darah yang sulit terkendali. Kondisi seperti ini perlu ditangani melalui evaluasi menyeluruh oleh dokter spesialis penyakit dalam untuk memastikan tidak ada masalah lain yang memperburuk kontrol gula darah. 

Selain itu, ahli gizi atau dokter gizi dapat membantu menyusun pola makan yang lebih sesuai, terutama ketika merasa bingung menentukan porsi maupun frekuensi konsumsi daging berlemak yang tetap aman dalam keseharian.

Konsultasi Diabetes di Primecare Clinic

Primecare Clinic adalah klinik diabetes yang menyediakan program manajemen diabetes yang dapat membantumu untuk menurunkan kadar HbA1C. Kamu bisa konsultasi dengan dokter spesialis penyakit dalam dan dokter spesialis gizi klinik. Primecare Clinic juga menyediakan CGM untuk memonitor kadar gula darah sepanjang hari tanpa berkali-kali tusuk.

Primecare Clinic menyediakan layanan pemantauan, termasuk CGM dan pengelolaan gula darah bersama dokter spesialis penyakit dalam dan dokter spesialis gizi klinik. Segera periksa dan konsultasikan kadar gula darah sejak dini sebelum gejala muncul. Terdapat dr. Anak Agung Arie Widyastuti, Sp.PD, FINASIM yang merupakan dokter spesialis penyakit dalam dengan spesialisasi penyakit diabetes di Primecare Clinic.

Primecare Clinic menyediakan program manajemen diabetes, termasuk pemantauan CGM, edukasi gizi, dan pendampingan medis yang disesuaikan dengan kebutuhan untuk mencapai tujuan Anda seperti menurunkan HbA1C. Klik tautan ini untuk informasi selengkapnya!


2151566399-1-1200x800.webp

December 9, 2025 Primecare ClinicDiabetes

Buah naga punya daya tarik tersendiri berkat warna dagingnya yang cerah dan teksturnya yang lembut. Banyak orang menjadikannya camilan harian karena rasanya lezat dan segar. Namun, bagi penderita diabetes, penting untuk memahami kandungan gizinya terlebih dahulu dan mengetahui bagaimana buah ini dapat memengaruhi kadar gula darah.

Bolehkah Penderita Diabetes Makan Buah Naga?

Penderita diabetes boleh mengonsumsi buah naga. Buah ini tergolong rendah gula jika dibandingkan dengan beberapa jenis buah lainnya dan mengandung serat yang membantu memperlambat penyerapan glukosa. 

Buah naga juga memiliki kandungan air yang tinggi, sehingga efeknya terhadap gula darah cenderung lebih ringan. Meski demikian, pengaturan porsi tetap penting agar tidak terjadi penumpukan asupan karbohidrat dalam satu waktu.

Kandungan Gizi serta Indeks/Beban Glikemik Buah Naga

Buah naga mengandung berbagai zat gizi penting yang dapat mendukung kesehatan penderita diabetes. Vitamin C di dalamnya berperan dalam menjaga daya tahan tubuh serta membantu proses perbaikan jaringan. Kandungan seratnya turut memperlambat penyerapan karbohidrat, sehingga kenaikan gula darah setelah makan menjadi lebih stabil. Selain itu, buah naga juga kaya antioksidan yang membantu melindungi sel dari stres oksidatif, kondisi yang lebih sering dialami penderita diabetes.

Dari sisi respons tubuh terhadap gula, indeks glikemik (IG) buah naga diperkirakan berada dalam kategori rendah hingga sedang, sementara beban glikemiknya (BG) tergolong rendah karena kandungan karbohidratnya per 100 gram hanya sekitar 9 gram. 

Kombinasi IG yang tidak tinggi, BG yang rendah, dan kandungan serat yang memadai membuat buah naga cenderung memberikan kenaikan gula darah yang lebih terkendali.

Bahaya Mengonsumsi Buah Naga Secara Berlebihan bagi Penderita Diabetes

Meskipun buah naga tergolong aman, porsinya tetap perlu dikendalikan. Jika dimakan dalam jumlah besar, gula alaminya tetap dapat meningkatkan kadar gula darah. Kenaikannya mungkin tidak secepat buah dengan indeks glikemik tinggi, tetapi porsi yang berlebihan tetap bisa memicu lonjakan yang tidak diinginkan.

Pada akhirnya, yang menjadi masalah bukan buah naganya, melainkan jumlah yang dikonsumsi. Dalam porsi wajar, buah naga aman untuk penderita diabetes, tetapi jika berlebihan tetap berisiko mengganggu kendali gula darah.

Cara Makan Buah Naga dengan Aman bagi Penderita Diabetes

Ada beberapa langkah yang dapat membantu penderita diabetes menikmati buah naga secara aman:

1. Batasi Porsi

Porsi yang dianjurkan berada sekitar setengah hingga satu buah ukuran kecil. 

2. Pilih Buah Utuh, Bukan Jus

Buah naga yang diolah menjadi jus biasanya kehilangan sebagian seratnya. Akibatnya, gula lebih cepat diserap dan risiko lonjakan gula darah menjadi lebih tinggi dibanding memakan buah utuh.

3. Hindari Menambahkan Pemanis

Campuran seperti madu, sirup, susu kental manis, atau gula tambahan dapat membuat kandungan gulanya meningkat tajam. Pilih buah naga segar tanpa tambahan apapun.

4. Pantau Respons Tubuh

Setiap orang memiliki toleransi karbohidrat yang berbeda. Memantau gula darah dua jam setelah makan dapat membantu menentukan apakah porsi yang dikonsumsi sudah sesuai.

Kapan Penderita Diabetes Harus ke Dokter?

Meskipun buah naga termasuk buah yang cenderung aman bagi penderita diabetes, respons tiap orang bisa berbeda. Jika hasil cek gula darah dua jam setelah makan terus menunjukkan angka yang lebih tinggi dari biasanya, segera konsultasikan ke dokter spesialis penyakit dalam untuk evaluasi lanjutan.

Selain itu, ahli gizi atau dokter gizi dapat membantu menentukan porsi buah yang tepat, mengatur pola makan harian, dan menyesuaikan kombinasi makanan agar kontrol gula darah tetap optimal.

Konsultasi Diabetes di Primecare Clinic

Primecare Clinic adalah klinik diabetes yang menyediakan program manajemen diabetes yang dapat membantumu untuk menurunkan kadar HbA1C. Kamu bisa konsultasi dengan dokter spesialis penyakit dalam dan dokter spesialis gizi klinik. Primecare Clinic juga menyediakan CGM untuk memonitor kadar gula darah sepanjang hari tanpa berkali-kali tusuk.

Primecare Clinic menyediakan layanan pemantauan, termasuk CGM dan pengelolaan gula darah bersama dokter spesialis penyakit dalam dan dokter spesialis gizi klinik. Segera periksa dan konsultasikan kadar gula darah sejak dini sebelum gejala muncul. Terdapat dr. Anak Agung Arie Widyastuti, Sp.PD, FINASIM yang merupakan dokter spesialis penyakit dalam dengan spesialisasi penyakit diabetes di Primecare Clinic.

Primecare Clinic menyediakan program manajemen diabetes, termasuk pemantauan CGM, edukasi gizi, dan pendampingan medis yang disesuaikan dengan kebutuhan untuk mencapai tujuan Anda seperti menurunkan HbA1C. Klik tautan ini untuk informasi selengkapnya!


primecare

Jakarta Panglima Polim

Jl. Panglima Polim IX No.16, Kby. Baru, Kota Jakarta Selatan

Jakarta Tebet

Jl. Tebet Barat Dalam II No.46 14, Tebet Barat, Kota Jakarta Selatan

Samarinda

Jl. Muso Salim No.28, Karang Mumus, Kota Samarinda


Copyright by PT. Layanan Medika Pratama 2025. All rights reserved.



Copyright by PT. Layanan Medika Pratama 2025. All rights reserved.