Kapan Harus ke Dokter Spesialis Paru (Pulmonologis)? Ini Dia Jawabannya!

Dokter spesialis paru atau pulmonologis menangani keluhan yang berkaitan dengan sistem pernapasan, yaitu paru-paru, bronkus, saluran napas, dan fungsi oksigenasi tubuh.
Banyak masalah paru-paru yang tampak ringan di awal, tetapi ternyata bisa memburuk tanpa penanganan yang tepat. Karena itu, perlu konsultasi dengan dokter spesialis paru jika ada masalah di paru-paru atau pernapasan.
Jadi, kapan waktu yang tepat untuk ke dokter spesialis paru atau pulmonologis?
Tanda dan Gejala yang Membuat Anda Harus ke Dokter Spesialis Paru
a. Batuk Berkepanjangan Lebih dari 3 Minggu
Batuk terus-menerus atau berkepanjangan bisa disebabkan oleh:
- Infeksi saluran napas
- Bronkitis
- Alergi
- Tuberkulosis (TBC)
- Asma
Evaluasi dokter diperlukan untuk memastikan penyebabnya.
b. Sesak Napas atau Napas Pendek
Ketika mengalami sesak napas atau napas pendek, segera ke dokter paru untuk mencegah komplikasi lebih lanjut.
c. Batuk Berdarah
Batuk disertai darah. Batuk tersebut bisa terkait dengan:
- Infeksi paru berat
- TBC
- Tumor paru
- Bronkiektasis
Pemeriksaan dokter paru jika terjadi batuk berdarah sangat diperlukan untuk evaluasi lebih lanjut.
d. Nyeri Dada Saat Bernapas
Nyeri dada yang bertambah saat menarik napas dalam bisa menandakan:
- Peradangan selaput paru (pleuritis)
- Infeksi
- Cedera pada otot pernapasan
Diagnosa oleh dokter paru diperlukan untuk tindakan lebih lanjut.
e. Asma
Jika inhaler tidak lagi cukup atau gejala semakin sering, dokter paru dapat menyesuaikan terapi pernapasan yang lebih tepat.
Ditambah dengan alergi yang mengganggu pernapasan seperti batuk berulang akibat alergi, sesak napas karena paparan debu/cuaca, serta rhinitis alergi yang memengaruhi pernapasan.
Ada masalah terkait asma, segeralah ke dokter paru.
f. Pneumonia atau Infeksi Paru
Gejala pneumonia atau infeksi paru meliputi:
- Demam tinggi
- Batuk berdahak kekuningan
- Sesak
- Dada terasa berat
Pneumonia ini bisa terjadi pada anak/orang dewasa. Konsultasi ke dokter spesialis paru jika terdapat gejala pneumonia atau infeksi paru
g. PPOK (Penyakit Paru Obstruktif Kronik)
PPOK umumnya terjadi pada perokok aktif atau pasif. Gejala dari PPOK adalah:
- Sesak yang terjadi secara kambuhan
- Batuk berdahak kronis
- Mudah lelah
Segera konsultasi ke dokter spesialis paru jika mengalami gejala PPOK.
h. Tuberkulosis (TBC)
Jika mengalami gejala TBC seperti batuk lebih dari 2 minggu, berkeringat malam, atau berat badan turun, segera konsultasikan masalah ini ke dokter paru.
i. Ingin Berhenti Merokok
Kalau Anda ingin berhenti merokok, salah satu dokter spesialis yang bisa membantu hal ini adalah dokter spesialis paru.
Apa saja Daftar Pemeriksaan Penunjang Paru-Paru?
Pemeriksaan penunjang paru-paru akan dilakukan oleh dokter spesialis paru untuk diagnosa dan pemeriksaan lebih lanjut pada pasiennya, yaitu:
a. Rontgen Dada atau CT Scan
Rontgen dada atau CT scan dibutuhkan untuk melihat kondisi jaringan paru, infeksi, cairan, atau massa.
b. Tes Fungsi Paru (Spirometri)
Spirometri digunakan untuk menilai kondisi saluran napas. Pemeriksaan ini penting untuk kasus asma dan PPOK.
c. Pemeriksaan Dahak
Pemeriksaan dahak berfungsi untuk mendeteksi infeksi seperti TBC atau infeksi bakteri lainnya.
Tersedia Dokter Spesialis Paru di Primecare Clinic
Di Primecare Clinic cabang Panglima Polim, Kebayoran Baru dan Tebet, Jakarta Selatan, tersedia dokter spesialis paru. Ingin konsultasi masalah kesehatan paru-paru/pernapasan Anda dengan dokter spesialis paru? Klik tautan ini untuk informasi selengkapnya!

