Apakah Penderita Diabetes Boleh Makan Pizza? Simak Jawabannya!

December 16, 2025 by Primecare Clinic
1200-1-1200x1135.webp

Siapa yang bisa menolak sepotong pizza hangat dengan topping favoritnya? Tekstur renyah, saus tomat segar, dan lelehan keju, rasanya sulit sekali untuk ditolak. 

Namun, tak jarang penderita diabetes merasa was-was ketika ingin menyantap pizza. Pizza sering dianggap sebagai makanan “risiko tinggi” karena karbohidrat dari adonan dan lemak dari keju serta toppingnya.

Bolehkah Penderita Diabetes Makan Pizza?

Jawabannya: boleh, tapi ada beberapa catatan penting. Pizza memiliki kandungan karbohidrat yang tinggi dari adonannya, sehingga bisa menaikkan gula darah lebih cepat dibanding makanan dengan IG rendah. 

Namun, bukan berarti pizza harus sepenuhnya dilarang. Pilihan topping, ukuran potongan, dan frekuensi konsumsi sangat memengaruhi dampaknya pada gula darah.

Zat Gizi dan indeks Glikemik Pizza

Pizza terdiri dari kombinasi bahan pangan yang menyediakan berbagai zat gizi penting. Karbohidrat pada adonan pizza menjadi sumber energi utama, sementara topping protein seperti ayam, daging sapi, atau ikan membantu menjaga massa otot dan memberi rasa kenyang lebih lama. Keju dan minyak dalam pizza juga menjadi sumber energi, tetapi jika dikonsumsi berlebihan, dapat menambah total kalori yang tinggi.

Sayuran sebagai topping, misalnya paprika, jamur, atau tomat menyumbang serat, vitamin, dan mineral yang mendukung kesehatan metabolik. Dari sisi respon gula darah, pizza termasuk kategori indeks glikemik sedang dengan nilai  60. 

Apakah Ada Manfaat Konsumsi Pizza bagi Penderita Diabetes?

Secara teori, pizza mengandung berbagai zat gizi penting yang dibutuhkan tubuh. Namun, proporsi zat gizi dalam pizza komersial atau restoran umumnya tidak seimbang. Karbohidrat dan lemak sering mendominasi, sementara serat, vitamin, dan mineral kurang.

Artinya, dari perspektif diabetes, pizza tidak bisa diandalkan sebagai sumber zat gizi yang “menyehatkan” secara langsung. Meski ada kandungan gizinya, risiko lonjakan gula darah dan kalori berlebih membuat manfaatnya terbatas. 

Bahaya Makan Pizza Berlebihan bagi Penderita Diabetes

Konsumsi pizza dalam porsi besar atau terlalu sering bisa menimbulkan beberapa risiko:

1. Lonjakan Gula Darah

Konsumsi pizza dalam porsi besar atau terlalu sering bisa membuat gula darah naik lebih cepat dibanding makanan yang seimbang. 

2. Asupan Kalori dan Lemak Berlebih

Pizza mengandung keju dan topping berlemak yang cukup tinggi. Jika dikonsumsi terlalu sering, hal ini dapat menambah asupan kalori harian dan berkontribusi pada kenaikan berat badan serta memperburuk resistensi insulin.

3. Risiko Tekanan Darah Tinggi

Pizza biasanya mengandung garam cukup banyak. Konsumsi secara berlebihan dapat meningkatkan tekanan darah, yang menjadi perhatian tambahan bagi penderita diabetes yang rentan terhadap komplikasi kardiovaskular.

Cara Makan Pizza yang Aman bagi Penderita Diabetes

Supaya tetap bisa menikmati pizza tanpa terlalu membebani gula darah, beberapa langkah berikut bisa diperhatikan:

1. Pilih Porsi Kecil dan Batasi Frekuensi

Makan satu potong pizza sudah cukup. Hindari mengonsumsinya setiap hari agar asupan karbohidrat dan lemak tetap terkendali.

2. Perhatikan Jenis Topping

Pilih topping yang lebih banyak sayuran dan protein rendah lemak. Batasi penggunaan keju berlebihan dan hindari topping olahan tinggi lemak atau gula tambahan.

3. Makan Perlahan

Mengunyah dengan perlahan membantu tubuh merespons gula darah lebih stabil dibandingkan makan terburu-buru.

Kapan Penderita Diabetes Harus ke Dokter?

Penderita diabetes sebaiknya berkonsultasi ke dokter apabila setelah mengonsumsi pizza muncul keluhan gula darah yang sulit terkendali. Kondisi ini perlu ditangani melalui evaluasi menyeluruh oleh dokter spesialis penyakit dalam untuk memastikan tidak ada masalah lain yang memengaruhi kontrol gula darah. 

Selain itu, ahli gizi atau dokter gizi dapat membantu menyusun pola makan yang lebih sesuai, terutama ketika merasa bingung menentukan porsi maupun frekuensi konsumsi pizza yang tetap aman untuk dikonsumsi.

Konsultasi Diabetes di Primecare Clinic

Jika kamu mengalami kesulitan mengontrol gula darah, mengalami gula darah tinggi, atau mengalami diabetes, konsultasikan masalah tersebut di Primecare Clinic. 

Primecare clinic menyediakan layanan konsultasi dengan dokter spesialis penyakit dalam dan program manajemen diabetes yang lengkap, termasuk Continuous Glucose Monitoring (CGM).  Terdapat dr. Anak Agung Arie Widyastuti, Sp.PD, FINASIM yang merupakan dokter spesialis penyakit dalam dengan spesialisasi penyakit diabetes di Primecare Clinic.

Jangan tunggu sampai muncul gejala dan komplikasi, mulailah memantau gula darah sejak secara rutin dan konsultasi dengan dokter terkait. Klik tautan ini untuk informasi selengkapnya!

primecare

Jakarta Panglima Polim

Jl. Panglima Polim IX No.16, Kby. Baru, Kota Jakarta Selatan

Jakarta Tebet

Jl. Tebet Barat Dalam II No.46 14, Tebet Barat, Kota Jakarta Selatan

Samarinda

Jl. Muso Salim No.28, Karang Mumus, Kota Samarinda


Copyright by PT. Layanan Medika Pratama 2025. All rights reserved.



Copyright by PT. Layanan Medika Pratama 2025. All rights reserved.