109204-1200x481.webp

Sebagian orang merasa sudah makan dalam porsi besar, bahkan lebih sering dari biasanya, tetapi berat badan tetap sulit naik. Kondisi ini kerap menimbulkan frustasi, terutama bagi yang sedang berusaha menambah berat badan.

Pada dasarnya, berat badan ditentukan oleh keseimbangan antara asupan kalori dan kebutuhan energi tubuh. Namun, proses ini tidak sesederhana “makan banyak lalu otomatis gemuk”. Tubuh memiliki cara kerja masing-masing dalam membakar energi, menyerap zat gizi, dan mengatur metabolisme.

Penyebab Makan Banyak Tapi Tetap Kurus

Beberapa hal berikut dapat menjadi penjelasan mengapa berat badan sulit naik meskipun merasa sudah makan banyak:

1. Metabolisme Tubuh Cenderung Cepat

Setiap orang memiliki laju metabolisme yang berbeda. Pada sebagian orang, tubuh membakar kalori lebih cepat sehingga energi dari makanan lebih cepat habis digunakan.

2. Aktivitas Fisik yang Tinggi

Aktivitas harian seperti banyak berjalan, berdiri lama, atau olahraga intens dapat meningkatkan kebutuhan kalori tanpa disadari.

3. Asupan Kalori Belum Benar-Benar Surplus

Merasa sudah makan banyak belum tentu berarti kalori yang masuk sudah melebihi kebutuhan harian. Bisa jadi jumlahnya masih sesuai atau bahkan kurang dari kebutuhan harian.

4. Masalah Penyerapan Zat Gizi

Gangguan pada sistem pencernaan dapat membuat zat gizi dari makanan tidak terserap optimal sehingga berat badan sulit bertambah.

5. Kondisi Medis Tertentu

Beberapa gangguan, seperti hipertiroid (kelenjar tiroid terlalu aktif), dapat meningkatkan metabolisme secara signifikan sehingga tubuh terus membakar energi lebih cepat.

Apa yang Harus Dilakukan Jika Ingin Menaikkan Berat Badan?

Untuk menaikkan berat badan secara sehat, pendekatannya perlu dilakukan secara bertahap dan terarah, bukan sekadar menambah porsi makan secara asal. Beberapa langkah berikut dapat membantu:

1. Tingkatkan Asupan Kalori Secara Bertahap

Tambahkan porsi makan sedikit demi sedikit agar tubuh dapat menyesuaikan diri. Pilih makanan padat gizi seperti protein, karbohidrat kompleks, dan lemak sehat, bukan hanya makanan tinggi gula.

2. Perbanyak Asupan Protein

Protein membantu pembentukan massa otot, terutama jika dikombinasikan dengan latihan kekuatan.

3. Tambahkan Camilan Bergizi

Sisipkan camilan sehat di antara waktu makan utama untuk memenuhi kebutuhan total kalori harian.

4. Lakukan Latihan Kekuatan

Latihan beban membantu meningkatkan massa otot sehingga kenaikan berat badan menjadi lebih sehat dan proporsional.

5. Pantau Perkembangan Secara Berkala

Perhatikan perubahan berat badan dan lingkar tubuh secara rutin, tetapi tetap beri waktu karena proses ini tidak terjadi secara instan.

Jika Makan Banyak Tapi Tetap Kurus, Harus ke Dokter Apa?

Jika berat badan sangat sulit naik meskipun asupan makan sudah ditingkatkan, atau disertai gejala lain, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter umum terlebih dahulu.

Dokter dapat melakukan evaluasi awal dan, bila diperlukan, merujuk ke dokter spesialis penyakit dalam untuk pemeriksaan lebih lanjut, termasuk evaluasi fungsi tiroid atau gangguan metabolisme lainnya. 

Konsultasi dengan dokter gizi klinik atau ahli gizi juga dapat membantu menyusun rencana peningkatan berat badan yang aman dan sesuai dengan kebutuhan tubuh.

Jangan Ragu ke Dokter Spesialis Gizi Klinik jika sudah Makan Banyak, tapi Tetap Kurus

Anda sudah makan banyak tapi tetap kurus? Jika iya, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis gizi klinik.

Di Primecare Clinic cabang Panglima Polim, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, tersedia dokter spesialis gizi klinik yang bisa membantu Anda untuk meningkatkan berat badan. Klik tautan ini untuk informasi selengkapnya! (Bisa telekonsultasi)


10055-1-1200x800.webp

Banyak orang ingin mengecilkan bagian tubuh tertentu, seperti perut, paha, atau lengan, tanpa harus menurunkan berat badan secara keseluruhan. Tidak heran jika berbagai latihan yang diklaim mampu “menghilangkan lemak di area tertentu” terdengar sangat menarik dan praktis.

Konsep ini dikenal dengan istilah spot reduction dan sering dianggap sebagai cara cepat untuk membentuk tubuh. 

Apa Itu Spot Reduction?

Spot reduction adalah anggapan bahwa lemak dapat dikurangi atau dihilangkan hanya pada bagian tubuh tertentu melalui latihan atau metode khusus.

Contohnya, melakukan sit-up untuk mengecilkan perut atau latihan lengan untuk menghilangkan lemak di area tersebut. Konsep ini terdengar logis karena otot yang dilatih terasa bekerja, tetapi mekanisme pembakaran lemak tidak sesederhana itu.

Apakah Bisa Mengecilkan Bagian Tubuh Tertentu? 

Secara fisiologis, tubuh membakar lemak secara menyeluruh, bukan hanya dari satu area yang sedang dilatih. Saat tubuh membutuhkan energi, cadangan lemak akan diambil dari berbagai bagian tubuh sesuai dengan faktor genetik, hormon, dan komposisi tubuh masing-masing.

Inilah sebabnya, ketika seseorang menurunkan lemak tubuh, bagian yang mengecil lebih dulu bisa berbeda-beda. Ada yang wajahnya lebih dulu tirus, ada yang lingkar perutnya berkurang, sementara pada orang lain justru paha atau lengan yang berubah lebih dulu.

Artinya, latihan pada satu bagian tubuh tidak secara langsung menghilangkan lemak di area tersebut. Perubahan ukuran tubuh terjadi karena penurunan lemak total, bukan karena latihan lokal semata. Dengan kata lain, spot reduction bukan cara yang efektif untuk menghilangkan lemak secara spesifik dan tidak bisa dilakukan.

Manfaat Latihan Tubuh Bagian Tertentu

Latihan yang menargetkan bagian tubuh tertentu tetap memberikan manfaat berikut:

1. Membentuk dan Menguatkan Otot

Latihan spesifik membantu meningkatkan kekuatan dan kepadatan otot di area yang dilatih sehingga tubuh terlihat lebih kencang.

2. Memperbaiki Postur Tubuh

Otot yang lebih kuat membantu menjaga keseimbangan dan memperbaiki postur, terutama pada area inti dan punggung.

3. Meningkatkan Kinerja Fisik

Latihan terarah mendukung aktivitas sehari-hari dan meningkatkan kemampuan tubuh dalam bergerak.

4. Mendukung Metabolisme Tubuh

Peningkatan massa otot membantu tubuh membakar energi lebih efisien dalam jangka panjang.

Cara Menurunkan Berat Badan dengan Sehat

Penurunan berat badan yang sehat perlu dilakukan secara menyeluruh melalui langkah berikut:

1. Mengatur Pola Makan Seimbang

Konsumsi makanan bergizi dengan asupan kalori yang sesuai kebutuhan untuk mendukung penurunan lemak tubuh.

2. Melakukan Latihan Seluruh Tubuh

Kombinasi latihan kardio dan latihan kekuatan yang melibatkan banyak kelompok otot membantu membakar lemak sekaligus meningkatkan massa otot.

3. Menjaga Konsistensi dan Kesabaran

Perubahan bentuk tubuh memerlukan waktu, sehingga pendekatan jangka panjang lebih efektif dibanding metode instan.

4. Menerapkan Gaya Hidup Aktif

Mengurangi waktu duduk dan meningkatkan aktivitas harian membantu menjaga keseimbangan energi tubuh.

Mau Turun Berat Badan, harus Ke Dokter Apa?

Jika masih merasa bingung harus mulai dari mana atau sudah mencoba berbagai cara tetapi hasilnya belum sesuai harapan, pertimbangkan untuk berkonsultasi dengan ahli gizi atau dokter spesialis gizi klinik

Melalui pendampingan yang tepat, pola makan, jenis latihan, dan target yang disusun akan lebih sesuai dengan kebutuhan tubuh, sehingga proses penurunan berat badan dapat berjalan lebih aman, terarah, dan berkelanjutan.

Jangan Ragu ke Dokter Spesialis Gizi Klinik jika Ingin Menurunkan Berat Badan

Spot reduction memang tidak bisa dilakukan, tetapi menurunkan berat badan tetap bisa dilakukan. Jika Anda ingin menurunkan berat badan, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis gizi klinik.

Di Primecare Clinic cabang Panglima Polim, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, tersedia dokter spesialis gizi klinik yang bisa membantu Anda untuk menurunkan berat badan. Klik tautan ini untuk informasi selengkapnya! (Bisa telekonsultasi)


14974-_1_-1200x800.webp

Banyak orang menilai keberhasilan diet hanya dari angka di timbangan. Padahal, berat badan yang turun belum tentu menandakan tubuh menjadi lebih sehat. Ada kalanya berat badan memang berkurang, tetapi tubuh justru terasa lebih lemas, mudah sakit, dan sulit fokus. Kondisi ini sering terjadi ketika penurunan berat badan dilakukan dengan cara yang tidak tepat.

Menurunkan berat badan seharusnya tidak hanya berorientasi pada hasil cepat, tetapi juga pada proses yang aman dan berkelanjutan. 

Apa saja Tanda Berat Badan Turun dengan Sehat?

Penurunan berat badan yang sehat biasanya terjadi secara bertahap dan tidak terasa menyiksa. Berikut tanda-tanda yang bisa dikenali:

1. Berat Badan Turun Perlahan dan Konsisten

Penurunan tidak terjadi secara ekstrem dalam waktu singkat sehingga tubuh punya waktu untuk beradaptasi.

2. Tubuh Tetap Bertenaga untuk Beraktivitas

Energi masih cukup untuk bekerja, berolahraga ringan, dan menjalani rutinitas tanpa rasa lemas berlebihan.

3. Rasa Lapar Tetap Ada tetapi Masih Bisa Dikendalikan

Lapar muncul sebagai sinyal alami tubuh tanpa memicu keinginan makan berlebihan atau pembatasan ekstrem.

4. Pola Tidur Cenderung Lebih Teratur

Tubuh lebih mudah beristirahat dan bangun dengan perasaan segar.

5. Suasana Hati Relatif Stabil

Tidak mudah merasa emosional akibat perubahan pola makan yang terlalu ketat.

6. Lingkar Tubuh Mulai Mengecil

Perubahan tidak hanya terlihat dari angka timbangan, tetapi juga dari pakaian yang terasa lebih longgar.

7. Pencernaan Terasa Lebih Lancar 

Buang air besar lebih teratur dan keluhan seperti kembung jarang muncul.

8. Kebiasaan Makan Menjadi Lebih Teratur

Jadwal makan lebih konsisten dan pilihan makanan terasa lebih terkontrol.

Mengapa Turun Berat Badan dengan Sehat Itu Penting?

Menurunkan berat badan secara sehat membantu tubuh beradaptasi dengan perubahan tanpa menimbulkan tekanan berlebihan. Cara ini memungkinkan tubuh membakar lemak secara bertahap sambil mempertahankan massa otot dan fungsi organ tetap optimal.

Pendekatan yang sehat juga lebih mudah dipertahankan dalam jangka panjang. Pola makan dan gaya hidup yang seimbang cenderung menjadi kebiasaan baru, bukan sekadar fase sementara. Dengan begitu, risiko berat badan naik kembali setelah diet dihentikan dapat ditekan, sekaligus memberikan manfaat kesehatan yang lebih menyeluruh.

Bahaya Turun Berat Badan dengan Cara Tidak Sehat

Penurunan berat badan yang terlalu cepat sering kali disertai berbagai dampak negatif bagi tubuh. 

1. Kebutuhan Dasar Tidak Terpenuhi

Asupan energi yang terlalu rendah membuat tubuh kehilangan sumber tenaga, sehingga muncul keluhan seperti tubuh terasa sangat lemas, mudah pusing, dan sulit berkonsentrasi saat beraktivitas. 

2. Mengganggu Keseimbangan Metabolisme

Dalam jangka panjang, penurunan berat badan dengan cara yang tidak sehat dapat mengganggu keseimbangan metabolisme. Tubuh berisiko memperlambat pembakaran energi sebagai mekanisme bertahan hidup, yang justru menyulitkan penurunan berat badan selanjutnya. 

3. Risiko Sakit Meningkat

Daya tahan tubuh dapat menurun akibat kekurangan zat gizi penting, sehingga risiko mudah sakit meningkat. Jika terus berlangsung, pola ini juga dapat memicu defisiensi zat gizi tertentu yang berdampak pada kesehatan secara menyeluruh, bukan hanya pada berat badan.

Untuk mencegah risiko tersebut, proses penurunan berat badan sebaiknya dilakukan dengan pendampingan tenaga kesehatan. Konsultasi dengan ahli gizi atau dokter spesialis gizi klinik dapat membantu menyusun strategi penurunan berat badan yang sesuai dengan kondisi tubuh, kebutuhan zat gizi, serta tujuan kesehatan jangka panjang, sehingga hasil yang dicapai lebih aman, realistis, dan berkelanjutan.

Mau Cek Progres Penurunan Berat Badan? Yuk ke Dokter Spesialis Gizi Klinik!

Kalau Anda mau mengecek progres penurunan berat badan sudah benar atau belum, maka Anda bisa berkonsultasi dengan dokter gizi klinik atau memakai layanan analisa komposisi tubuh.

Di Primecare Clinic cabang Panglima Polim, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, tersedia dokter spesialis gizi klinik yang bisa membantu Anda dalam menurunkan berat badan serta layanan analisa komposisi tubuh untuk memantau progres penurunan berat badan Anda secara komprehensif. Klik tautan ini untuk informasi selengkapnya! (Bisa telekonsultasi, tetapi analisa komposisi tubuh harus datang ke klinik)


407-_1_-1200x720.webp

Menurunkan berat badan sering terdengar sederhana. “Makan lebih sedikit dan bergerak lebih banyak”. Namun pada prakteknya, tidak sedikit orang yang merasa sudah berusaha keras, tetapi hasilnya belum juga terlihat. Ada juga yang berhasil turun cepat di awal, lalu berat badan naik kembali. 

Salah satu konsep dasar yang sering dibahas dalam penurunan berat badan adalah defisit kalori. Sayangnya, istilah ini kerap disalahpahami dan diterapkan secara keliru.

Apa Itu Defisit Kalori?

Defisit kalori adalah kondisi ketika jumlah kalori yang masuk ke tubuh lebih sedikit dibandingkan kalori yang digunakan tubuh. Kalori tersebut digunakan untuk berbagai fungsi, mulai dari bernapas, mencerna makanan, hingga melakukan aktivitas fisik sehari-hari. 

Mengapa Defisit Kalori Penting untuk Individu yang Obesitas/Kelebihan Berat Badan?

Pada kondisi kelebihan berat badan atau obesitas, tubuh menyimpan energi dalam jumlah berlebih. Jika kondisi ini berlangsung terus-menerus, risiko gangguan kesehatan seperti diabetes, tekanan darah tinggi, dan penyakit jantung akan meningkat.

Defisit kalori menjadi dasar penurunan berat badan karena membantu mengurangi penumpukan energi tersebut. Saat asupan kalori lebih rendah dari kebutuhan harian, tubuh akan memanfaatkan cadangan lemak sebagai sumber energi, sehingga berat badan dapat turun secara bertahap dan lebih terkontrol.

Cara Defisit Kalori yang Benar

Agar defisit kalori dapat berjalan dengan aman dan efektif, diperlukan pendekatan yang tepat. Berikut beberapa langkah yang dapat diterapkan:

1. Kurangi Porsi Secara Bertahap

Hindari pembatasan kalori secara ekstrem. Mengurangi porsi makan sedikit demi sedikit membantu tubuh beradaptasi dengan lebih baik.

2. Perhatikan Kebutuhan Gizi

Meskipun sedang dalam defisit kalori, asupan karbohidrat, protein, dan lemak tetap dibutuhkan agar fungsi tubuh tetap berjalan optimal.

3. Pilih Makanan Padat Gizi

Konsumsi sayur, buah, sumber protein, dan karbohidrat kompleks. Makanan ini membantu tubuh tetap bertenaga meskipun asupan kalori dikurangi.

4. Tetap Rutin Beraktivitas Fisik

Aktivitas fisik yang sesuai akan membuat defisit kalori lebih efektif, serta dapat menjaga kebugaran tubuh.

5. +Pertahankan Pola Makan Teratur

Jadwal makan yang konsisten membantu proses adaptasi dan membuat defisit kalori lebih nyaman dijalani.

Kesalahan Umum dalam Menerapkan Defisit Kalori

Meskipun defisit kalori berperan penting dalam penurunan berat badan, penerapannya sering kali kurang tepat. Kesalahan-kesalahan berikut dapat membuat proses penurunan berat badan menjadi tidak efektif atau sulit dipertahankan dalam jangka panjang:

1. Makan Sesedikit Mungkin

Defisit kalori kerap disalahartikan sebagai memangkas porsi makan secara ekstrem. Pendekatan ini justru berisiko membuat tubuh kekurangan energi dan menurunkan kepatuhan terhadap pola makan.

2. Hanya Fokus pada Angka Kalori

Kalori memang penting, tetapi kualitas makanan tidak bisa diabaikan. Asupan rendah kalori tanpa memperhatikan kandungan gizi dapat menyebabkan kekurangan nutrisi penting.

3. Menghindari Kelompok Makanan Tertentu

Banyak orang memilih menghindari makanan sumber karbohidrat atau lemak. Menghilangkan salah satu kelompok zat gizi tersebut sepenuhnya dapat mengganggu fungsi tubuh dan keseimbangan metabolisme.

4. Mengikuti Pola Diet yang Tidak Sesuai Kondisi Tubuh

Pola diet ekstrem mungkin menghasilkan penurunan berat badan yang cepat, tetapi umumnya sulit dipertahankan dan berisiko menimbulkan efek samping.

Bahaya Kesalahan Dalam Menerapkan Defisit Kalori

Defisit kalori yang dilakukan secara tidak tepat dapat menyebabkan tubuh terasa lemas, mudah pusing, dan sulit berkonsentrasi. Dalam jangka panjang, kondisi ini berisiko memperlambat metabolisme serta menurunkan massa otot.

Selain itu, pembatasan makan yang terlalu ketat sering berujung pada makan berlebihan setelah diet dihentikan. Akibatnya, berat badan kembali naik dan siklus diet pun terus berulang.

Berapa Lama Hasil Defisit Kalori Akan Terlihat?

Hasil defisit kalori umumnya tidak terlihat dalam hitungan hari. Perubahan biasanya mulai terasa dalam beberapa minggu, tergantung kondisi awal tubuh serta konsistensi pola makan dan aktivitas fisik.

Penurunan berat badan yang sehat berlangsung secara bertahap, sekitar 0,5–1 kg per minggu atau 2-4 kg per bulan. Selain perubahan angka di timbangan, tanda lain bahwa defisit kalori berjalan dengan baik adalah pakaian yang terasa lebih longgar dan energi yang lebih stabil sepanjang hari.

Kapan Sebaiknya Mulai dan Berhenti Defisit Kalori?

Defisit kalori sebaiknya diterapkan ketika tujuan utama adalah menurunkan berat badan atau mengurangi lemak tubuh. Namun, pendekatan ini tidak perlu dijalani secara terus-menerus.

Ketika berat badan sudah mendekati target atau tubuh mulai menunjukkan tanda kelelahan, sebaiknya kembali ke pola makan dengan kalori pemeliharaan. Pendekatan ini membantu tubuh beradaptasi sekaligus menjaga hasil penurunan berat badan agar lebih bertahan lama.

Kalau Mau Defisit Kalori, ke Dokter Apa?

Jika Anda ingin defisit kalori, Anda bisa ke dokter spesialis gizi klinik agar mendapatkan meal plan dan pengaturan makan yang tepat untuk defisit dan sesuai dengan kebutuhan dan tujuan Anda, apalagi jika ada kondisi medis. Selain itu, dokter spesialis gizi klinik bisa meresepkan obat jika diperlukan agar membantu dalam penurunan berat badan Anda.

Jangan Ragu ke Dokter Spesialis Gizi Klinik jika Mau Defisit Kalori

Anda mau defisit kalori karena kelebihan berat badan/obesitas atau tujuan lain? Jika iya, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis gizi klinik.

Di Primecare Clinic cabang Panglima Polim, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, tersedia dokter spesialis gizi klinik yang bisa membantu Anda dalam mengatasi skinny fat. Klik tautan ini untuk informasi selengkapnya! (Bisa telekonsultasi)


2149374885-1-1200x800.webp

Ada yang sudah rutin berolahraga dan merasa pola makannya cukup terjaga, tetapi angka di timbangan tidak banyak berubah. Situasi ini sering menimbulkan pertanyaan: apakah usahanya sudah benar, atau justru ada yang terlewat? Padahal, perubahan tubuh tidak selalu ditunjukkan oleh penurunan berat badan, melainkan oleh perbaikan komposisi tubuh.

Apa Itu Body Recomposition?

Body recomposition adalah proses mengurangi lemak tubuh sekaligus meningkatkan atau mempertahankan massa otot dalam waktu yang bersamaan. Tujuannya bukan hanya membuat tubuh lebih ringan, tetapi juga lebih kuat, kencang, dan bugar.

Dalam proses ini, angka timbangan bisa saja tidak banyak berubah karena lemak berkurang dan otot bertambah secara bersamaan. Inilah alasan mengapa seseorang bisa terlihat lebih ramping dan fit meskipun berat badannya relatif sama.

Apa Itu Komposisi Tubuh?

Tubuh manusia tidak hanya terdiri dari berat badan semata, melainkan dari berbagai komponen seperti lemak, otot, air, dan jaringan lainnya. Perbandingan dari komponen-komponen inilah yang disebut sebagai komposisi tubuh.

Dua orang bisa memiliki berat badan yang sama, tetapi terlihat sangat berbeda karena komposisi tubuhnya tidak sama. Oleh karena itu, berat badan tidak cukup untuk menggambarkan kondisi tubuh secara menyeluruh.

Bagaimana Komposisi Tubuh yang Ideal?

Komposisi tubuh yang ideal tidak memiliki satu angka pasti karena dipengaruhi oleh usia, jenis kelamin, serta tingkat aktivitas fisik seseorang. Secara umum, komposisi tubuh yang baik ditandai dengan persentase lemak yang seimbang, massa otot yang cukup, dan kemampuan tubuh menjalankan aktivitas sehari-hari tanpa mudah lelah.

Pada orang dewasa, kisaran lemak tubuh yang dianggap sehat biasanya berada sekitar 14–24% pada laki-laki dan 21–31% pada perempuan, meskipun rentang ini dapat berbeda tergantung usia, kondisi kebugaran, dan faktor individu lainnya. 

Manfaat Body Recomposition

Body recomposition dapat memberikan beberapa manfaat berikut:

1. Meningkatkan Kekuatan dan Daya Tahan Tubuh

Massa otot yang lebih baik membantu tubuh menjadi lebih kuat, stabil, dan tidak mudah lelah saat beraktivitas.

2. Mendukung Metabolisme yang Lebih Efisien

Otot berperan dalam penggunaan energi, sehingga semakin baik massa otot, metabolisme tubuh cenderung bekerja lebih optimal.

3. Mengurangi Risiko Diet Ekstrem

Fokus pada komposisi tubuh membantu menghindari pola diet yang terlalu ketat dan tidak berkelanjutan.

4. Membentuk Tubuh Lebih Proporsional

Tubuh terlihat lebih kencang dan seimbang meskipun angka timbangan tidak berubah secara drastis.

Cara Melakukan Body Recomposition

Untuk mencapai perubahan komposisi tubuh, diperlukan kombinasi strategi makan, latihan, dan pemulihan yang berjalan konsisten. Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain:

1. Cukupi Asupan Protein

Protein membantu pembentukan sekaligus pemeliharaan massa otot selama proses penurunan lemak.

2. Lakukan Latihan Kekuatan secara Rutin

Latihan beban merangsang pertumbuhan otot dan membantu tubuh menggunakan lemak sebagai sumber energi.

3. Atur Asupan Kalori secara Seimbang

Hindari defisit kalori yang terlalu ekstrem agar tubuh tetap memiliki energi untuk membangun dan mempertahankan otot.

4. Jaga Kualitas Tidur dan Kelola Stres

Pemulihan yang baik berperan penting dalam proses perbaikan jaringan otot dan keseimbangan hormon.

Kesalahan dalam Body Recomposition yang Umum Dilakukan

Selain strategi makan dan latihan, ada dua faktor penting yang sering diabaikan dalam proses body recomposition.

1. Terlalu Cepat Mengubah Program

Body recomposition merupakan proses bertahap. Terlalu sering mengganti pola makan atau program latihan dapat membuat tubuh tidak memiliki cukup waktu untuk beradaptasi dan menunjukkan progres nyata.

2. Mengabaikan Istirahat

Tubuh memerlukan waktu istirahat setelah latihan untuk memperbaiki jaringan otot yang bekerja dan membangun massa otot secara efektif. Kurang tidur atau jarang memberi jeda latihan dapat menghambat proses tersebut.

Berapa Lama Proses Body Recomposition?

Body recomposition merupakan proses bertahap yang memerlukan konsistensi.

Perubahan biasanya mulai terlihat dalam beberapa minggu hingga beberapa bulan, tergantung kondisi awal tubuh, pola makan, dan intensitas latihan.

Hasil body recomposition biasanya lebih terlihat dari perubahan ukuran tubuh, kekuatan, dan kebiasaan sehari-hari dibandingkan dari angka timbangan.

Cara Mengukur Keberhasilan Body Recomposition

Keberhasilan body recomposition dapat dilihat dari beberapa hal berikut: 

  • Lingkar tubuh yang berubah
  • Otot yang terasa lebih kuat
  • Performa latihan yang meningkat
  • Pakaian yang terasa lebih longgar atau lebih pas
  • Tingkat energi yang lebih stabil

Anda bisa mengestimasi body fat Anda melalui tautan ini atau berkonsultasi dengan dokter spesialis gizi klinik/layanan yang menyediakan analisa komposisi tubuh.

Jika Ingin Body Recomposition, Harus ke Dokter Apa?

Jika ingin menjalani body recomposition secara lebih terarah, berkonsultasi dengan dokter spesialis gizi klinik dapat menjadi langkah yang tepat.

Dokter akan mengevaluasi kondisi kesehatan secara menyeluruh, termasuk komposisi tubuh, riwayat medis, dan kebutuhan energi harian sebelum menyusun strategi yang aman dan sesuai. Ahli gizi juga dapat membantu merancang pola makan yang lebih detail dan terukur agar hasil yang dicapai optimal serta berkelanjutan.

Mau Body Recomposition? Jangan Ragu ke Dokter Spesialis Gizi Klinik!

Anda mau body recomposition untuk mewujudkan body goals atau demi kesehatan? Jika iya, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis gizi klinik.

Di Primecare Clinic cabang Panglima Polim, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, tersedia dokter spesialis gizi klinik yang bisa membantu Anda dalam mengatasi skinny fat. Klik tautan ini untuk informasi selengkapnya! (Bisa telekonsultasi)


bru-no-blood-pressure-1584223_1280-1200x900.webp

Bulan puasa adalah momen istimewa bagi umat Muslim untuk meningkatkan ibadah dan menjaga kesehatan secara menyeluruh. Namun, pasti ada pertanyaan seperti apakah MCU (Medical Check Up) aman dan perlu dilakukan saat bulan puasa? Kalau di luar bulan puasa, umumnya pagi hari menjadi waktu ideal untuk MCU. Apakah di bulan puasa juga sama, atau malah berbeda?

Artikel ini akan membahas secara lengkap tentang MCU di bulan puasa, manfaatnya, jenis pemeriksaan yang ideal untuk dilakukan,, serta tips agar tetap nyaman menjalani MCU saat berpuasa.

Apa Itu MCU (Medical Check Up)?

Medical Check Up (MCU) adalah serangkaian pemeriksaan kesehatan menyeluruh untuk mendeteksi kondisi tubuh secara dini, bahkan sebelum muncul gejala penyakit.

MCU biasanya meliputi:

  • Pemeriksaan fisik umum
  • Tes darah lengkap
  • Cek gula darah
  • Tes kolesterol
  • Pemeriksaan fungsi hati dan ginjal
  • Rontgen dada
  • Rekam jantung (EKG)

Pemeriksaan ini penting untuk mendeteksi risiko penyakit seperti diabetes, hipertensi, gangguan jantung, hingga masalah metabolisme.

Apakah MCU Boleh Dilakukan saat sedang Berpuasa?

MCU itu boleh dan aman untuk dilakukan saat berpuasa, dengan beberapa catatan.

Sebagian besar tes dalam MCU tidak membatalkan puasa, termasuk:

  • Pengambilan sampel darah
  • Pemeriksaan tekanan darah
  • EKG
  • Rontgen

Namun, ada beberapa jenis pemeriksaan yang mungkin perlu dijadwalkan ulang atau dilakukan setelah berbuka, terutama jika membutuhkan konsumsi cairan atau makanan sebelumnya.

Manfaat MCU di Bulan Puasa

1. Hasil Gula Darah Lebih Akurat

Saat puasa, tubuh berada dalam kondisi tanpa asupan makanan selama 8-14 jam. Hal ini ideal untuk pemeriksaan gula darah puasa (GDP), sehingga hasilnya lebih akurat.

2. Deteksi Dini Gangguan Metabolik

Puasa memengaruhi metabolisme tubuh. Dengan melakukan MCU, Anda bisa mengetahui bagaimana tubuh beradaptasi selama berpuasa.

3. Evaluasi Kondisi Penyakit Kronis

Bagi penderita diabetes, hipertensi, atau penyakit jantung, MCU saat puasa membantu dokter mengevaluasi apakah kondisi tubuh Anda tetap stabil.

Jenis Pemeriksaan MCU yang Cocok saat Puasa

Berikut beberapa pemeriksaan yang sangat cocok dilakukan saat bulan puasa:

1. Tes Gula Darah Puasa

Ideal dilakukan setelah 8-10 jam tidak makan. Atau 8-10 jam setelah sahur. Jika terlalu dekat dengan jarak makan, maka jadi tes gula darah sewaktu.

2. Tes Profil Lipid (Kolesterol)

Puasa membantu mendapatkan hasil panel kolesterol yang lebih valid.

3. Pemeriksaan Asam Urat

Tes asam urat biasanya memerlukan kondisi puasa agar hasil optimal.

4. Tes Fungsi Hati dan Ginjal

Tes fungsi hati dan ginjal tidak memerlukan konsumsi makanan sebelumnya.

Kapan Waktu Terbaik MCU Saat Puasa?

Waktu terbaik melakukan MCU saat puasa adalah 8-10 jam setelah makan sahur, terutama MCU yang butuh puasa seperti tes gula darah, kolesterol, dsb. Sebaiknya dilakukan 10 jam setelah sahur. Contoh jika Anda sahur jam 4 pagi, maka MCU ini dilakukan jam 2 siang.

Selsiih 8-10 jam ini dilakukan agar hasilnya tetap akurat, tidak ada data yang menunjukkan hipo (terlalu sedikit/rendah).

Tips Aman Melakukan MCU di Bulan Puasa

1. Perbanyak Cairan Saat Sahur dan Berbuka

Pastikan tubuh cukup terhidrasi sebelum menjalani pemeriksaan.

2. Konsumsi Makanan Bergizi Seimbang

Hindari makanan terlalu manis atau berlemak saat sahur. Pakai prinsip gizi seimbang, perbanyak serat dan protein.

3. Konsultasikan dengan Dokter

Jika Anda memiliki kondisi medis tertentu, konsultasi dengan dokter sebelum melakukan MCU sangat disarankan.

Siapa yang Disarankan Melakukan MCU Saat Puasa?

MCU saat bulan puasa sangat dianjurkan bagi:

  • Karyawan yang membutuhkan pemeriksaan rutin, terutama di bulan puasa
  • Penderita penyakit kronis seperti diabetes, kolesterol tinggi, dsb.
  • Orang dengan riwayat keluarga diabetes atau jantung
  • Orang berusia di atas 30 tahun atau 40 tahun

Pemeriksaan rutin minimal setahun sekali membantu menjaga kesehatan jangka panjang.

MCU di Bulan Puasa bisa Dilakukan!

MCU di bulan puasa bukan hanya aman, tetapi juga bisa memberikan hasil yang optimal, terutama pemeriksaan yang membutuhkan puasa sebelum prosedurnya dan MCU yang tidak mengharuskan puasa sebelum dilakukan. Dengan persiapan yang tepat, Anda tetap bisa menjalankan ibadah puasa sekaligus menjaga kesehatan sekaligus.

Jangan tunda pemeriksaan kesehatan Anda. Bulan puasa justru  bisa menjadi momen terbaik untuk memulai gaya hidup yang lebih sehat dan lebih sadar dengan kondisi kesehatan tubuh.

Di Primecare Clinic cabang Panglima Polim, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, tersedia layanan MCU. Klik tautan ini untuk informasi selengkapnya!


34777-_1_-1200x800.webp

Sekilas terlihat kurus, tetapi perut tampak buncit, tubuh terasa kurang bertenaga, dan lemak mudah menumpuk di area tertentu. Kondisi ini sering membuat seseorang bingung karena berat badan terlihat normal, bahkan cenderung rendah, tetapi bentuk tubuh dan kondisi kesehatannya tidak sejalan. Fenomena inilah yang dikenal dengan istilah skinny fat.

Skinny fat cukup sering terjadi dan kerap tidak disadari, karena banyak orang hanya berpatokan pada angka timbangan. Padahal, kondisi ini berkaitan erat dengan komposisi tubuh dan kesehatan jangka panjang.

Apa Itu Skinny Fat?

Skinny fat adalah kondisi ketika berat badan terlihat normal atau cenderung kurus, tetapi persentase lemak tubuh relatif tinggi dan massa otot rendah. Akibatnya, tubuh tampak kurang kencang, terutama di area perut, lengan, atau paha.

Pada kondisi ini, seseorang bisa terlihat ramping saat berpakaian, tetapi memiliki penumpukan lemak di dalam tubuh, termasuk lemak visceral yang berada di sekitar organ dalam.

Penyebab Skinny Fat

Beberapa faktor yang dapat menyebabkan kondisi ini antara lain:

1. Pola Makan Tidak Seimbang

Asupan protein yang rendah serta konsumsi makanan tinggi gula dan lemak dapat meningkatkan lemak tubuh tanpa diimbangi pembentukan massa otot.

2. Kurang Latihan Kekuatan

Hanya mengandalkan latihan kardio tanpa latihan beban membuat massa otot tidak berkembang optimal, sehingga komposisi tubuh menjadi kurang seimbang.

3. Gaya Hidup Sedentari

Kebiasaan duduk terlalu lama dan kurang bergerak dalam aktivitas sehari-hari dapat menyebabkan rendahnya massa otot dan meningkatnya penumpukan lemak.

4. Faktor Genetik 

Faktor bawaan juga dapat memengaruhi distribusi lemak dan kemampuan tubuh membentuk otot. Pada sebagian orang, lemak cenderung lebih mudah menumpuk di area perut.

Bahaya Skinny Fat

Meskipun terlihat tidak gemuk, kondisi skinny fat tetap perlu diwaspadai. Penumpukan lemak, terutama di area perut, berkaitan dengan meningkatnya risiko gangguan metabolik seperti resistensi insulin, diabetes, dan penyakit jantung.

Selain itu, massa otot yang rendah juga dapat memengaruhi kekuatan tubuh, stamina, dan postur. Tubuh cenderung lebih mudah lelah dan kurang bertenaga karena tidak memiliki cukup jaringan otot untuk mendukung aktivitas sehari-hari.

Cara Mengetahui Apakah Mengalami Skinny Fat atau Tidak

Skinny fat tidak dapat dinilai hanya dari angka timbangan. Beberapa tanda yang sering muncul antara lain:

  • Tubuh terlihat kurus tetapi perut membuncit
  • Otot kurang terlihat
  • Kekuatan fisik relatif rendah
  • Lingkar perut cenderung tinggi meskipun berat badan normal

Untuk memastikan kondisi ini secara lebih objektif, diperlukan pengukuran komposisi tubuh, seperti persentase lemak dan massa otot. Anda bisa menghitung estimasi body fat Anda pada tautan ini.

Cara Mengatasi Skinny Fat

Mengatasi skinny fat bukan berfokus pada menurunkan berat badan, melainkan memperbaiki komposisi tubuh dengan meningkatkan massa otot dan mengurangi lemak. Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain:

1. Latihan Kekuatan Secara Rutin

Lakukan latihan beban 3–4 kali per minggu untuk meningkatkan massa otot dan memperbaiki komposisi tubuh.

2. Cukupi Asupan Protein

Pastikan konsumsi protein harian cukup agar tubuh memiliki bahan baku untuk membentuk dan mempertahankan otot.

3. Pantau Komposisi Tubuh

Fokus pada perubahan lingkar tubuh dan kekuatan fisik, bukan sekadar angka berat badan.

Cara Mencegah Skinny Fat

Pencegahan dapat dilakukan dengan membangun kebiasaan hidup yang mendukung keseimbangan antara lemak dan otot. Beberapa langkah berikut dapat diterapkan:

1. Jaga Pola Makan Seimbang

Konsumsi makanan dengan komposisi karbohidrat, protein, lemak sehat, dan serat yang cukup untuk menjaga keseimbangan lemak dan otot.

2. Penuhi Kebutuhan Protein Harian

Asupan protein yang cukup membantu mempertahankan massa otot dan mencegah dominasi lemak tubuh.

3. Rutin Latihan Kekuatan

Latihan beban secara teratur membantu menjaga dan meningkatkan massa otot meskipun berat badan tetap normal.

4. Tetap Aktif Bergerak

Hindari terlalu lama duduk dan biasakan tubuh aktif dalam aktivitas sehari-hari.

5. Cukupi Waktu Istirahat 

Tidur yang cukup membantu menjaga keseimbangan hormon yang berperan dalam metabolisme dan pembentukan otot.

Jika Mengalami Skinny Fat, Sebaiknya ke Dokter Apa?

Perbaikan komposisi tubuh untuk mengatasi skinny fat dapat dilakukan dengan berkonsultasi ke dokter spesialis gizi klinik atau ahli gizi. Tenaga profesional dapat membantu menyusun pola makan dan program aktivitas fisik yang tepat untuk meningkatkan massa otot serta menurunkan lemak tubuh secara aman dan terarah.

Jangan Ragu ke Dokter Spesialis Gizi Klinik jika Mengalami Skinny Fat

Anda sedang mengalami skinny fat, berat badan ideal, tetapi persentase lemak tinggi dan perut buncit? Jika iya, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis gizi klinik.

Di Primecare Clinic cabang Panglima Polim, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, tersedia dokter spesialis gizi klinik yang bisa membantu Anda dalam mengatasi skinny fat. Klik tautan ini untuk informasi selengkapnya! (Bisa telekonsultasi)


2149229154-_1_.webp

Banyak yang merasa bingung ketika sudah berusaha menjaga pola makan dan rutin berolahraga, tetapi angka di timbangan justru naik. Kondisi ini sering menimbulkan kekhawatiran seolah usaha yang dilakukan gagal. Padahal, kenaikan berat badan di awal perubahan gaya hidup tidak selalu berarti program diet dan olahraga berjalan salah.

Penyebab Sudah Diet dan Olahraga, Tapi Berat Badan Malah Naik

Ada beberapa faktor yang dapat menjelaskan mengapa berat badan justru meningkat meskipun sudah berusaha menjalani gaya hidup lebih sehat:

1. Proses Adaptasi Tubuh

Di awal perubahan gaya hidup, tubuh masih beradaptasi dengan pola makan dan aktivitas baru. Proses ini bisa membuat berat badan bisa naik-turun terlebih dahulu sebelum mulai turun secara bertahap.

2. Retensi Cairan

Saat mulai berolahraga, terutama latihan kekuatan, otot mengalami proses pemulihan dan peradangan ringan. Kondisi ini membuat tubuh menahan lebih banyak cairan sementara waktu sehingga angka timbangan dapat meningkat.

3. Massa Otot Bertambah

Latihan beban membantu membentuk dan meningkatkan massa otot. Karena otot lebih padat dibandingkan lemak, berat badan bisa naik meskipun komposisi tubuh sebenarnya membaik.

4. Asupan Kalori Berlebih tanpa Disadari

Merasa sudah rutin berolahraga kadang membuat seseorang lebih longgar dalam mengatur makan. Tanpa disadari, asupan kalori tetap melebihi kebutuhan harian, sehingga berat badan justru naik.

Apa yang Harus Dilakukan jika Sudah Diet dan Olahraga, tapi Berat Badan Malah Naik?

Jika mengalami kondisi ini, tidak perlu langsung panik. Beberapa langkah berikut dapat dilakukan:

1. Evaluasi Pola Makan

Periksa kembali porsi dan jenis makanan yang dikonsumsi. Pastikan asupan kalori sesuai kebutuhan tubuh, bukan hanya mengandalkan rasa sudah “makan sehat”.

2. Perhatikan Komposisi Tubuh, Bukan Hanya Timbangan

Lingkar perut, perubahan ukuran pakaian, atau persentase lemak tubuh sering menjadi indikator yang lebih menggambarkan progres dibandingkan angka timbangan saja.

3. Konsisten 

Perubahan komposisi tubuh membutuhkan waktu. Lemak tidak berkurang dalam hitungan hari, sehingga konsistensi menjadi kunci utama. Anda bisa menggunakan analisa komposisi tubuh atau memakai kalkulator body fat untuk evaluasi berkala.

4. Cukup Istirahat dan Kelola Stres

Tidur yang cukup dan stres yang terkontrol membantu menjaga keseimbangan hormon yang berperan dalam metabolisme dan pengaturan berat badan.

5. Variasikan Program Latihan

Jika sudah lama melakukan jenis olahraga yang sama, tubuh bisa menjadi terbiasa sehingga pembakaran energi tidak lagi optimal. Mencoba variasi latihan atau menyesuaikan intensitas dapat membantu tubuh kembali bekerja lebih efektif.

Jika sudah Diet dan Olahraga, tapi Berat Badan malah dan terus Naik, Harus Konsultasi ke Dokter Apa?

Jika kenaikan berat badan terjadi terus-menerus meskipun sudah menjaga pola makan dan olahraga secara konsisten, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter umum terlebih dahulu.

Dokter dapat membantu mengevaluasi kemungkinan penyebab medis, seperti gangguan hormon atau metabolisme. Jika diperlukan, pasien dapat dirujuk ke dokter spesialis penyakit dalam atau dokter spesialis gizi klinik untuk penanganan lebih lanjut.

Konsultasi dengan ahli gizi juga dapat membantu menyusun pola makan yang lebih sesuai dengan kondisi dan kebutuhan tubuh.

Jangan Ragu ke Dokter Spesialis Gizi Klinik jika sudah Diet dan Olahraga, tapi Berat Badan malah dan terus Naik,

Anda sudah berusaha keras untuk diet dan olahraga, tetapi berat badan malah hingga merasa frustasi? Jika iya, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis gizi klinik.

Di Primecare Clinic cabang Panglima Polim, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, tersedia dokter spesialis gizi klinik yang bisa membantu Anda dalam mengatasi masalah seputar berat badan seperti sudah diet dan olahraga, tapi berat badan malah naik. Klik tautan ini untuk informasi selengkapnya! (Bisa telekonsultasi)


9940-1200x800.webp

Perut yang tampak membuncit sering menjadi keluhan banyak orang, baik laki-laki mau pun perempuan. Tidak sedikit yang merasa berat badannya sebenarnya tidak terlalu berlebih, tetapi bagian perut justru terlihat lebih besar dan sulit dikecilkan. Kondisi ini kerap dianggap sekadar masalah penampilan, padahal perut buncit juga dapat berkaitan dengan kesehatan tubuh secara keseluruhan.

Apa Itu Perut Buncit?

Secara sederhana, perut buncit adalah kondisi ketika area perut tampak menonjol akibat penumpukan lemak, gas, atau kombinasi keduanya. 

Penumpukan lemak di sekitar perut, terutama yang berada di sekitar organ dalam (lemak visceral), perlu lebih diwaspadai karena berkaitan erat dengan berbagai gangguan metabolik.

Penyebab Perut Buncit

Munculnya perut buncit biasanya bukan disebabkan oleh satu faktor saja, melainkan hasil dari kebiasaan sehari-hari yang berlangsung dalam waktu lama. Beberapa hal berikut sering menjadi pemicunya:

1. Pola Makan Tinggi Kalori, Gula, dan Lemak

Asupan kalori berlebih, terutama dari makanan tinggi gula dan lemak jenuh, mendorong tubuh menyimpan kelebihan energi sebagai lemak, termasuk di area perut.

2. Kurang Aktivitas Fisik

Terlalu lama duduk dan jarang bergerak membuat pembakaran energi menurun sehingga lemak lebih mudah menumpuk.

3. Stres dan Kurang Tidur

Stres berkepanjangan dan kualitas tidur yang buruk dapat memengaruhi hormon pengatur nafsu makan dan penyimpanan lemak, yang akhirnya meningkatkan risiko perut buncit.

4. Gangguan Pencernaan

Kembung, sembelit, atau penumpukan gas juga bisa membuat perut tampak membesar. Kondisi ini biasanya bersifat sementara dan membaik setelah fungsi pencernaan kembali normal.

Bahaya Perut Buncit

Meski sering dianggap sepele, perut buncit bukan hanya masalah estetika. Lemak visceral berkaitan dengan meningkatnya risiko penyakit metabolik seperti diabetes, penyakit jantung, dan gangguan tekanan darah. 

Semakin besar lingkar perut, semakin tinggi pula risiko kesehatan yang dapat muncul. Selain itu, kondisi ini juga dapat memengaruhi kenyamanan bergerak serta menurunkan rasa percaya diri.

Cara Mengatasi Perut Buncit

Mengurangi perut buncit tidak bisa dilakukan secara instan, tetapi memerlukan perubahan kebiasaan yang konsisten. Beberapa langkah berikut dapat membantu:

1. Perbaiki Pola Makan

Kurangi makanan tinggi gula dan lemak jenuh, serta perbanyak asupan serat, protein, dan makanan utuh. Pola makan seimbang membantu mengurangi penumpukan lemak secara bertahap.

2. Tingkatkan Aktivitas Fisik

Olahraga yang melibatkan seluruh tubuh, seperti jalan cepat, bersepeda, atau latihan kekuatan, membantu membakar lemak sekaligus menjaga massa otot.

Cara Mencegah Perut Buncit

Pada dasarnya, pencegahan dilakukan dengan prinsip yang sama seperti pengelolaannya, yaitu menjaga keseimbangan antara asupan dan aktivitas. Berikut kebiasaan yang dapat diterapkan:

1. Jaga Pola Makan Seimbang

Konsumsi makanan dengan komposisi karbohidrat, protein, lemak sehat, serta serat yang cukup.

2. Kontrol Porsi Makan

Hindari kebiasaan makan berlebihan, terutama makanan tinggi gula dan lemak.

3. Rutin Bergerak dan Berolahraga

Aktivitas fisik membantu menjaga metabolisme tetap aktif dan mencegah penumpukan lemak, terutama jika sehari-hari lebih banyak duduk.

Apakah Mengecilkan Perut Itu Bisa Dilakukan?

Perlu dipahami bahwa mengecilkan perut tidak dapat dilakukan dengan cara menghilangkan lemak hanya di satu area tubuh saja. Tubuh bekerja sebagai satu sistem, sehingga proses pembakaran lemak terjadi secara menyeluruh, bukan terpisah di bagian tertentu.

Konsep spot reduction, yaitu upaya menghilangkan lemak hanya di area perut melalui latihan tertentu (seperti sit up), tidak sepenuhnya tepat. Latihan tersebut memang membantu menguatkan dan membentuk otot perut, tetapi tidak secara langsung menghilangkan lemak yang menutupinya. Saat berat badan turun melalui pola makan yang lebih terkontrol dan aktivitas fisik yang rutin, lemak akan berkurang bertahap di seluruh tubuh, termasuk di area perut.

Jika Perut Buncit, Sebaiknya ke Dokter Apa?

Jika perut buncit disertai keluhan seperti nyeri atau kembung yang tidak membaik, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter umum untuk memastikan tidak ada kondisi medis tertentu yang mendasarinya.

Untuk pengelolaan berat badan dan pengaturan pola makan, konsultasi dengan dokter spesialis gizi klinik atau ahli gizi dapat membantu menyusun rencana yang lebih terarah dan aman.

Jangan Ragu ke Dokter Spesialis Gizi Klinik jika Perut Buncit

Anda sedang mengalami perut buncit, merasa frustasi, dan ingin menurunkan berat badan/mengecilkan perut? Jika iya, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis gizi klinik.

Di Primecare Clinic cabang Panglima Polim, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, tersedia dokter spesialis gizi klinik yang bisa membantu Anda dalam mengatasi kondisi perut buncit. Klik tautan ini untuk informasi selengkapnya! (Bisa telekonsultasi)


16671-_1_.webp

Berat badan yang turun cepat sering terasa menyenangkan. Namun rasa puas itu kadang tidak bertahan lama. Setelah diet dihentikan, berat badan justru kembali naik, bahkan bisa lebih tinggi dari sebelumnya. Kondisi inilah yang sering disebut sebagai diet yoyo. 

Apa Itu Diet Yoyo?

Diet yoyo adalah kondisi ketika berat badan turun dalam waktu relatif singkat, lalu naik kembali setelah diet dihentikan. Siklus ini bisa terjadi berulang kali, sehingga berat badan terus naik dan turun seperti gerakan yoyo.

Penyebab Diet Yoyo?

Penyebab utama diet yoyo adalah pola diet yang terlalu ketat dan tidak realistis. Beberapa faktor yang sering memicu kondisi ini antara lain:

  • Membatasi makan secara berlebihan
  • Menghindari banyak jenis makanan

Pembatasan yang terlalu ekstrem dapat membuat asupan energi menjadi sangat rendah. Dalam kondisi ini, tubuh akan beradaptasi dengan memperlambat metabolisme sebagai bentuk perlindungan.

Saat diet dihentikan dan pola makan kembali seperti sebelumnya, tubuh cenderung menyimpan energi lebih banyak sebagai cadangan. Akibatnya, berat badan lebih mudah naik kembali.

Ciri-ciri Mengalami Diet Yoyo

Diet yoyo biasanya ditandai dengan beberapa hal berikut:

1. Berat Badan Turun Cepat Lalu Naik Kembali Dalam Waktu Singkat

Penurunan berat badan yang terjadi secara drastis seringnya tidak bertahan lama. Setelah diet dihentikan, berat badan dapat kembali naik karena tubuh beradaptasi dengan menyimpan lebih banyak energi.

2. Rasa Lapar Berlebihan Setelah Menghentikan Diet

Pembatasan makan yang ketat dapat meningkatkan rasa lapar. Ketika diet berakhir, keinginan makan menjadi lebih kuat dan sulit dikendalikan.

3. Mudah Lelah 

Asupan energi yang terlalu rendah selama diet dapat membuat tubuh terasa lemas dan cepat lelah saat beraktivitas.

4. Muncul Perasaan Bersalah, Stres, Atau Tidak Percaya Diri

Siklus naik turun berat badan dapat memengaruhi kondisi psikologis dan menimbulkan perasaan gagal mempertahankan hasil diet.

Bahaya Diet Yoyo

Diet yoyo dapat memberikan dampak negatif bagi kesehatan. 

Secara fisik, pembatasan energi yang terlalu drastis dapat membuat tubuh kehilangan massa otot dan terasa lebih cepat lelah. Jika siklus ini terjadi berulang, tubuh akan beradaptasi dengan memperlambat metabolisme sebagai bentuk perlindungan. Akibatnya, penurunan berat badan di kemudian hari bisa menjadi lebih sulit.

Dari sisi psikologis, diet yoyo juga dapat memengaruhi hubungan seseorang dengan makanan.  Perasaan gagal mempertahankan hasil diet bisa memicu stres dan frustrasi.

Cara Mencegah Diet Yoyo

Mengatasi diet yoyo membutuhkan pendekatan yang lebih realistis dan berkelanjutan. Fokus utama sebaiknya bukan pada penurunan berat badan yang cepat, melainkan pada perbaikan pola makan dan gaya hidup secara konsisten.

Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain:

1. Atur Porsi Makan 

Mulailah dengan menata ulang porsi makan, bukan memangkasnya secara ekstrem. Mengurangi sedikit demi sedikit jauh lebih mudah dipertahankan dibandingkan langsung makan sangat sedikit lalu tidak kuat menjalaninya.

2. Konsumsi Makanan yang Seimbang

Jangan menghilangkan satu kelompok makanan secara total. Tubuh tetap membutuhkan karbohidrat, protein, dan lemak dalam jumlah yang cukup agar rasa kenyang lebih stabil dan tidak mudah “balas dendam” setelah diet selesai.

3. Lakukan Aktivitas Fisik

Aktivitas fisik membantu menjaga massa otot dan mendukung metabolisme. Tidak harus olahraga berat setiap hari. Pilih jenis olahraga yang dapat dilakukan secara rutin. 

Jika Mengalami Diet Yoyo, Sebaiknya ke Dokter Apa?

Jika mengalami diet yoyo berulang, sebaiknya berkonsultasi dengan tenaga kesehatan yang tepat.

Dokter spesialis gizi klinik atau ahli gizi dapat membantu mengevaluasi pola makan, riwayat penurunan berat badan, serta kondisi kesehatan secara menyeluruh. Dari hasil evaluasi tersebut, akan disusun rencana makan yang lebih realistis, aman, dan dapat dipertahankan dalam jangka panjang.

Jangan Ragu ke Dokter Spesialis Gizi Klinik jika Mengalami Diet Yoyo

Anda sedang mengalami diet yoyo atau merasa berat badan turun dan naik dengan cepat sampai merasa frustasi? Jika iya, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis gizi klinik.

Di Primecare Clinic cabang Panglima Polim, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, tersedia dokter spesialis gizi klinik yang bisa membantu Anda dalam mengatasi diet yoyo. Klik tautan ini untuk informasi selengkapnya! (Bisa telekonsultasi)


primecare

Jakarta Panglima Polim

Jl. Panglima Polim IX No.16, Kby. Baru, Kota Jakarta Selatan

Jakarta Tebet

Jl. Tebet Barat Dalam II No.46 14, Tebet Barat, Kota Jakarta Selatan

Samarinda

Jl. Muso Salim No.28, Karang Mumus, Kota Samarinda


Copyright by PT. Layanan Medika Pratama 2025. All rights reserved.



Copyright by PT. Layanan Medika Pratama 2025. All rights reserved.