Apakah Penderita Diabetes Boleh Minum Minuman Isotonik? Simak Penjelasannya!

Minuman isotonik sering dipandang sebagai penyelamat setelah olahraga karena bisa menggantikan cairan dan elektrolit yang hilang. Rasanya manis dan menyegarkan, membuat banyak orang mudah tergoda untuk meminumnya.
Bolehkah Penderita Diabetes Minum Minuman Isotonik?
Minuman isotonik tidak direkomendasikan untuk dikonsumsi penderita diabetes. Kandungan gula yang tinggi dapat dengan cepat menaikkan kadar gula darah, sehingga sebaiknya dihindari atau diganti dengan minuman rendah gula atau air putih, bahkan setelah olahraga atau berkeringat.
Kandungan Gizi dan Indeks Glikemik Minuman Isotonik
Minuman isotonik atau sports drink umumnya mengandung karbohidrat sederhana dalam bentuk gula, natrium, kalium, dan elektrolit lain yang membantu menggantikan cairan tubuh dan mineral yang hilang saat berkeringat. Selain itu, beberapa produk juga menambahkan magnesium atau kalsium, meski dalam jumlah kecil.
Dari sisi gula darah, minuman isotonik memiliki indeks glikemik (IG) tinggi, yaitu sekitar 75i. Untuk penderita diabetes, hal ini berarti risiko lonjakan gula darah lebih besar meski volume konsumsi biasanya kecil.
Bahaya Konsumsi Minuman Isotonik bagi Penderita Diabetes
Minuman isotonik memang membantu mengembalikan elektrolit, namun bagi penderita diabetes, konsumsinya dapat menimbulkan beberapa risiko:
1. Lonjakan Gula Darah
Gula dalam minuman isotonik diserap dengan cepat oleh tubuh karena IG tinggi. Konsumsinya bisa menyebabkan gula darah naik drastis, apalagi jika diminum di luar konteks olahraga atau aktivitas berat.
2. Meningkatkan Asupan Kalori
Meski volumenya kecil, kandungan gula bisa menambah kalori harian. Jika dikonsumsi tanpa kebutuhan energi yang seimbang, risiko kenaikan berat badan meningkat, yang berdampak pada sensitivitas insulin.
3. Memicu Ketergantungan Minuman Manis
Rasa manis yang mudah diterima tubuh dapat membuat seseorang terbiasa mengonsumsi minuman tinggi gula, sehingga kebiasaan ini sulit dikendalikan.
Cara Minum Minuman Isotonik dengan Aman bagi Penderita Diabetes
Jika ingin tetap mengonsumsi minuman isotonik karena kebutuhan tertentu, beberapa strategi berikut bisa diterapkan:
1. Batasi Porsi dan Frekuensi
Hanya konsumsi ketika benar-benar diperlukan, misalnya setelah olahraga intens dengan keringat banyak. Hindari minum minuman isotonik secara rutin di luar aktivitas fisik berat.
2. Pilih Varian Rendah atau Tanpa Tambahan Gula
Beberapa merek menawarkan versi rendah gula atau bebas gula tambahan. Ini lebih aman untuk gula darah, meski tetap harus dikontrol porsinya.
Kapan Penderita Diabetes Harus ke Dokter?
Penderita diabetes sebaiknya berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu jika ingin mengonsumsi minuman isotonik. Dokter atau ahli gizi dapat membantu menilai apakah minuman tersebut aman untuk dikonsumsi, menentukan porsi yang tepat, atau memberikan alternatif hidrasi yang lebih aman.
Konsultasi Diabetes di Primecare Clinic
Jika kamu mengalami kesulitan mengontrol gula darah, mengalami gula darah tinggi, atau mengalami diabetes, konsultasikan masalah tersebut di Primecare Clinic.
Primecare clinic menyediakan layanan konsultasi dengan dokter spesialis penyakit dalam dan program manajemen diabetes yang lengkap, termasuk Continuous Glucose Monitoring (CGM). Terdapat dr. Anak Agung Arie Widyastuti, Sp.PD, FINASIM yang merupakan dokter spesialis penyakit dalam dengan spesialisasi penyakit diabetes di Primecare Clinic.
Jangan tunggu sampai muncul gejala dan komplikasi, mulailah memantau gula darah sejak secara rutin dan konsultasi dengan dokter terkait. Klik tautan ini untuk informasi selengkapnya!


