Apakah Penderita Diabetes Boleh Makan Ikan Lele? Ini Penjelasannya!

December 16, 2025 by Primecare Clinic
3335-1-1200x800.webp

Ikan lele merupakan lauk yang mudah ditemukan, harganya terjangkau, dan sering menjadi bagian dari menu harian masyarakat. Namun, setelah didiagnosis diabetes, wajar jika muncul kekhawatiran terhadap pilihan makanan sehari-hari. Kekhawatiran ini tidak berlebihan, mengingat pengelolaan diabetes sangat dipengaruhi oleh pola makan.

Bolehkah Penderita Diabetes Makan Ikan Lele?

Penderita diabetes pada dasarnya boleh mengonsumsi ikan lele, selama porsinya terkontrol dan cara pengolahannya diperhatikan.

Ikan lele merupakan sumber protein hewani yang tidak mengandung karbohidrat, sehingga tidak menyebabkan kenaikan gula darah secara langsung. Namun, cara pengolahan menjadi faktor penting. Misalnya, lele yang digoreng dengan banyak minyak dapat meningkatkan asupan lemak dan kalori, yang dalam jangka panjang dapat memengaruhi berat badan serta sensitivitas insulin.

Zat Gizi dan Indeks Glikemik Ikan Lele

Ikan lele mengandung berbagai zat gizi yang berperan dalam mendukung fungsi tubuh. Kandungan proteinnya cukup tinggi dan berperan dalam membantu perbaikan serta pemeliharaan jaringan tubuh. Protein juga berkontribusi dalam menjaga massa otot, yang berkaitan dengan proses metabolisme glukosa.

Selain protein, ikan lele mengandung lemak dalam jumlah sedang, termasuk asam lemak omega-6 dan sejumlah kecil omega-3. Dalam jumlah yang wajar, lemak berfungsi sebagai sumber energi dan membantu penyerapan vitamin tertentu. Namun, asupan lemak yang berlebihan, terutama dari proses pengolahan yang kurang tepat, tetap perlu dihindari.

Ikan lele juga menyediakan vitamin B12 yang berperan dalam fungsi sistem saraf, serta mineral seperti fosfor dan selenium yang mendukung metabolisme dan keseimbangan fungsi tubuh secara umum.

Sebagai bahan pangan hewani yang tidak mengandung karbohidrat, ikan lele memiliki indeks glikemik (IG) dan beban glikemik (BG) sebesar 0. Artinya, konsumsi ikan lele tidak secara langsung meningkatkan kadar gula darah. Meski demikian, cara pengolahan dan kombinasi dengan bahan makanan lain dapat memengaruhi respons gula darah secara keseluruhan.

Bahaya Makan Ikan Lele secara Berlebihan bagi Penderita Diabetes

Meskipun tergolong aman, konsumsi ikan lele secara berlebihan tetap berisiko, terutama jika diolah dengan cara yang kurang tepat. Beberapa dampak yang dapat terjadi antara lain:

1. Asupan Lemak dan Kalori Berlebih

Risiko ini terutama muncul ketika ikan lele dikonsumsi dalam bentuk gorengan atau dimasak dengan santan kental. Asupan lemak dan kalori yang berlebihan dapat berkontribusi terhadap peningkatan berat badan dan memperburuk sensitivitas insulin.

2. Peningkatan Asupan Natrium

Olahan lele berkuah atau berbumbu pekat, seperti lele kuah pedas atau pindang, dapat mengandung natrium yang cukup tinggi. Pada penderita diabetes yang juga memiliki tekanan darah tinggi, kondisi ini perlu diperhatikan.

3. Risiko Profil Lemak Darah Memburuk

Konsumsi lele yang sering disajikan bersama bahan tambahan tinggi lemak jenuh, seperti santan atau minyak berlebih, dapat memengaruhi kadar kolesterol, terutama pada individu dengan riwayat dislipidemia.

4. Ketidakseimbangan Pola Makan

Jika konsumsi ikan lele tidak disertai sayuran dan sumber serat, pola makan menjadi kurang seimbang, yang dapat berdampak pada pengendalian gula darah jangka panjang.

Cara Makan Ikan Lele yang Aman bagi Penderita Diabetes

Agar ikan lele tetap aman dikonsumsi, penderita diabetes perlu memperhatikan beberapa aspek.

1. Perhatikan Cara Pengolahan

Ikan lele sebaiknya diolah dengan metode yang tidak menambah lemak berlebihan, seperti dikukus, direbus, dipanggang, atau dibuat pepes. Olahan berkuah tetap dapat dikonsumsi, selama tidak menggunakan santan kental dan tidak terlalu asin.

2. Batasi Penggunaan Bahan Tambahan

Penggunaan minyak berlebih, santan, kecap manis, atau gula tambahan perlu dibatasi. Bahan-bahan tersebut dapat meningkatkan asupan lemak, gula, dan natrium yang berdampak pada kontrol gula darah dan kesehatan metabolik.

3. Perhatikan Porsi Konsumsi 

Konsumsi ikan lele sebaiknya tetap dalam porsi wajar. Satu hingga dua potong ukuran sedang umumnya cukup untuk satu kali makan, terutama jika dikombinasikan dengan sayuran dan sumber karbohidrat kompleks.

4. Perhatikan Kombinasi Menu

Ikan lele sebaiknya tidak dikonsumsi bersama menu tinggi lemak atau tinggi gula dalam satu waktu makan. Menambahkan sayuran berserat membantu memperlambat penyerapan glukosa dan menjaga keseimbangan asupan harian.

5. Sesuaikan dengan Kondisi Kesehatan Individu

Pada penderita diabetes yang juga memiliki kolesterol tinggi, hipertensi, atau gangguan ginjal, pengaturan konsumsi ikan lele perlu disesuaikan dengan anjuran tenaga kesehatan.

Kapan Penderita Diabetes Harus ke Dokter?

Penderita diabetes disarankan berkonsultasi ke dokter apabila kadar gula darah sering sulit terkendali setelah makan, meskipun porsi dan pilihan makanan sudah diperhatikan. 

Evaluasi dapat dilakukan oleh dokter spesialis penyakit dalam untuk menilai kondisi metabolik secara menyeluruh. Selain itu, dokter gizi klinik atau ahli gizi dapat membantu menyusun pengaturan makan yang lebih sesuai dengan kebutuhan dan kondisi kesehatan masing-masing individu.

Konsultasi Diabetes di Primecare Clinic

Jika kamu mengalami kesulitan mengontrol gula darah, mengalami gula darah tinggi, atau mengalami diabetes, konsultasikan masalah tersebut di Primecare Clinic. 

Primecare clinic menyediakan layanan konsultasi dengan dokter spesialis penyakit dalam dan program manajemen diabetes yang lengkap, termasuk Continuous Glucose Monitoring (CGM).  Terdapat dr. Anak Agung Arie Widyastuti, Sp.PD, FINASIM yang merupakan dokter spesialis penyakit dalam dengan spesialisasi penyakit diabetes di Primecare Clinic.

Jangan tunggu sampai muncul gejala dan komplikasi, mulailah memantau gula darah sejak secara rutin dan konsultasi dengan dokter terkait. Klik tautan ini untuk informasi selengkapnya!

primecare

Jakarta Panglima Polim

Jl. Panglima Polim IX No.16, Kby. Baru, Kota Jakarta Selatan

Jakarta Tebet

Jl. Tebet Barat Dalam II No.46 14, Tebet Barat, Kota Jakarta Selatan

Samarinda

Jl. Muso Salim No.28, Karang Mumus, Kota Samarinda


Copyright by PT. Layanan Medika Pratama 2025. All rights reserved.



Copyright by PT. Layanan Medika Pratama 2025. All rights reserved.