Sering Kembung pada Penderita Diabetes – Gejala, Penyebab, dan Cara Mengatasinya

September 15, 2025 by Primecare Clinic
1331-_1_-1200x800.webp

Perut kembung adalah masalah yang sering dialami banyak orang. Kembung bisa disebabkan oleh banyak faktor, misalnya kebiasaan makan yang tidak sehat, gangguan pencernaan, dan penyakit tertentu. 

Penderita diabetes dapat mengalami gejala sering kembung yang disebabkan oleh gangguan pencernaan atau komplikasi jangka panjang diabetes. Lalu, apakah sering kembung pada diabetes berbahaya dan bagaimana mengatasinya? Mari kita pahami bersama di artikel ini! 

Apa itu Gejala Sering Kembung pada Penderita Diabetes?

Kembung adalah kondisi ketika terjadi penumpukan gas pada sistem pencernaan. Pada penderita diabetes kembung bisa berlangsung lebih lama dan sering kambuh.

Tanda-tanda yang sering dirasakan saat kembung antara lain perut terasa sakit, penuh, sesak, cepat kenyang meski baru makan sedikit, sering bersendawa, sering buang angin, serta perut terasa keras.

Berbeda dengan kembung biasa yang biasanya hilang setelah buang angin atau sendawa, kembung pada penderita diabetes sering datang berulang. Kondisi ini bisa berkaitan dengan komplikasi diabetes seperti gastroparesis yang menyebabkan waktu pengosongan lambung lebih lama sehingga memicu rasa kembung. 

Apakah Sering Kembung Selalu Menjadi Gejala Diabetes?

Kembung tidak selalu menjadi gejala diabetes. Kembung adalah gangguan pencernaan yang bisa dialami siapa saja, tidak hanya pada penderita diabetes. Ada banyak penyebab lain yang dapat menimbulkan kembung, antara lain:

  • Konsumsi makanan dan minuman yang dapat menghasilkan gas seperti minuman bersoda, kol, brokoli, ubi, kentang, dan makanan tinggi lemak.
  • Kebiasaan makan terlalu cepat sehingga banyak udara ikut tertelan.
  • Intoleransi laktosa yang menyebabkan perut tidak bisa mencerna laktosa yang biasanya terkandung dalam susu.
  • Sindrom iritasi usus besar (IBS) yang sering menimbulkan kembung berulang.
  • Stres dan kecemasan yang dapat memengaruhi kerja sistem pencernaan.

Penyebab Sering Kembung pada Penderita Diabetes

Ada beberapa faktor yang menyebabkan penderita diabetes sering mengalami kembung, antara lain:

1. Gastroparesis

Gastroparesis adalah gangguan pada lambung yang menyebabkan gerakan otot lambung melambat sehingga waktu pengosongan lambung lebih lama. Normalnya, makanan yang masuk ke lambung akan dicerna lalu diteruskan ke usus dengan bantuan kontraksi otot lambung. Proses ini diatur oleh saraf vagus. 

Diabetes yang tidak terkontrol dapat menyebabkan kerusakan saraf, termasuk saraf vagus. Akibatnya, kontraksi otot lambung terganggu dan lambung kesulitan mengosongkan makanan ke usus halus. Makanan pun tertahan di lambung lebih lama. Hal ini bisa menyebabkan rasa penuh, mual, dan kembung.

2. Efek Samping Obat Diabetes

Beberapa obat antidiabetes, seperti metformin dan acarbose memiliki efek samping berupa gangguan pencernaan. Gejala yang bisa dialami yaitu kembung, diare, dan sakit perut.

3. Perubahan Pola Makan

Penderita diabetes dianjurkan untuk memperbaiki pola makan, salah satunya memperbanyak konsumsi makanan berserat. Menambah asupan serat secara drastis dapat menyebabkan perut terasa kembung.

Apakah Sering Kembung pada Penderita Diabetes itu Berbahaya?

Kembung yang sesekali muncul biasanya tidak berbahaya. Namun, bila keluhan ini terjadi terus-menerus pada penderita diabetes, hal tersebut dapat menandakan adanya komplikasi serius seperti gastroparesis atau masalah pada usus.

Gastroparesis bisa menyebabkan gangguan penyerapan zat gizi karena makanan tidak dicerna dengan baik. Selain itu, kembung yang disertai gejala lain seperti muntah, penurunan berat badan, atau nyeri perut parah bisa menjadi tanda bahaya yang tidak boleh diabaikan.

Cara Mencegah dan Mengatasi Sering Kembung pada Penderita Diabetes

Ada beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk mengurangi atau mencegah kembung, antara lain:

  • Mengatur pola makan, makan dalam porsi kecil tapi lebih sering agar lambung tidak bekerja terlalu berat.
  • Menghindari makanan pemicu gas seperti soda, makanan berlemak tinggi, bawang, kubis, atau makanan pedas.
  • Mengunyah makanan dengan baik untuk mengurangi udara yang ikut tertelan.
  • Mengontrol kadar gula darah secara rutin agar sistem pencernaan tetap stabil.
  • Mengonsumsi probiotik untuk membantu menyeimbangkan flora usus.
  • Olahraga ringan seperti berjalan kaki setelah makan dapat membantu pergerakan usus dan mencegah gas terperangkap.
  • Konsultasi terkait obat diabetes jika metformin atau obat lain memicu kembung. Dokter mungkin akan menyesuaikan dosis atau mengganti dengan alternatif obat yang lebih sesuai.

Kapan Harus ke Dokter?

Kembung pada penderita diabetes perlu mendapat perhatian medis bila disertai dengan gejala berikut:

  • Kembung terjadi terus-menerus meski sudah mengubah pola makan.
  • Disertai mual, muntah, atau kesulitan menelan makanan.
  • Berat badan turun tanpa sebab yang jelas.
  • Rasa penuh atau nyeri di perut semakin parah.
  • Gula darah sulit dikendalikan akibat pola makan yang terganggu.

Penderita diabetes sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter spesialis penyakit dalam, khususnya konsultan endokrinologi. Jika gejala yang dirasakan lebih banyak pada saluran pencernaan, maka bisa juga konsultasi ke dokter spesialis gastroenterologi. 

Kenapa CGM Jadi Pilihan yang Lebih Efektif untuk Memantau Gula Darah?

Dengan data yang terekam otomatis, CGM membantu dokter memahami pola gula darahmu secara menyeluruh, termasuk waktu-waktu kritis di mana gula darah sering melonjak atau turun drastis.

Manfaat nyata CGM antara lain:
✅ Mendeteksi fluktuasi gula darah lebih cepat sebelum menyebabkan gejala berat.
✅ Membantu dokter memberikan penyesuaian terapi yang tepat waktu.
✅ Membantu kamu mengatur pola makan dan aktivitas fisik dengan lebih bijak.
✅ Mencegah komplikasi serius, seperti hipoglikemia berat, hiperglikemi, hingga kondisi darurat medis.

Dengan kata lain, CGM memberi kamu dan doktermu kendali penuh atas kondisi tubuh, bukan sekadar reaksi setelah gejala muncul.

Menurut dr. Samuel Alexsander, selaku edukator diabetes di Primecare Clinic Tebet, Continuous Glucose Monitoring (CGM) merupakan salah satu inovasi terbaru dalam pemantauan kadar gula darah.

“Kalau dulu, kita hanya bisa mengetahui kadar gula darah lewat pemeriksaan dengan alat tes yang menusuk jari—hasilnya hanya menggambarkan kondisi pada satu waktu tertentu saja, seperti melihat satu potongan kecil dari puzzle besar. Sedangkan dengan CGM, kita dapat memantau kadar gula darah secara real-time dan berkelanjutan hingga 14 hari, sehingga gambaran yang terlihat menjadi jauh lebih utuh,” jelas dr. Samuel.

Ia menambahkan, setiap orang memiliki respons yang berbeda terhadap makanan yang dikonsumsi. “Ada orang yang setelah makan nasi satu piring gula darahnya langsung melonjak, ada juga yang tidak terlalu berubah. Dengan CGM, kita bisa melihat bagaimana tubuh kita sendiri bereaksi terhadap berbagai jenis makanan, aktivitas, atau bahkan stres harian. Dari situ, kita jadi bisa lebih mengenali tubuh sendiri dan mengambil langkah yang lebih tepat untuk menjaga kestabilan gula darah,” tambahnya.

Menariknya, teknologi CGM ini tidak hanya bermanfaat bagi pengidap diabetes, tetapi juga cocok digunakan untuk skrining bagi mereka yang memiliki riwayat atau keturunan diabetes, maupun bagi komunitas dan individu yang antusias menjaga kesehatan. Dengan menggunakan CGM, pengguna bisa mendapatkan pemahaman yang lebih dalam tentang bagaimana gaya hidup dan pola makan memengaruhi kadar gula darah mereka—bahkan sebelum muncul gejala atau diagnosis medis tertentu.

Konsultasi Diabetes di Primecare Clinic

Primecare Clinic menyediakan layanan konsultasi dan manajemen diabetes secara holistik. Anda bisa konsultasi dengan dokter spesialis penyakit dalam dan dokter spesialis gizi klinik untuk penanganan diabetes secara menyeluruh. 

Primecare Clinic juga menyediakan layanan CGM untuk memantau kadar gula darah sepanjang waktu tanpa harus tusuk berulang kali. Klik tautan ini untuk informasi selengkapnya! 

primecare

Jakarta Panglima Polim

Jl. Panglima Polim IX No.16, Kby. Baru, Kota Jakarta Selatan

Jakarta Tebet

Jl. Tebet Barat Dalam II No.46 14, Tebet Barat, Kota Jakarta Selatan

Samarinda

Jl. Muso Salim No.28, Karang Mumus, Kota Samarinda


Copyright by PT. Layanan Medika Pratama 2025. All rights reserved.



Copyright by PT. Layanan Medika Pratama 2025. All rights reserved.