Sering Pusing pada Penderita Diabetes – Penyebab, Bahaya, dan Cara Mengatasinya

September 15, 2025 by Primecare Clinic
21731-_1_-1200x800.webp

Pusing adalah keluhan yang sering dianggap sepele dan sering dialami banyak orang. Penyebab pusing ada banyak, mulai dari yang ringan hingga masalah kesehatan yang serius. 

Pada penderita diabetes, rasa pusing yang muncul berulang kali bisa menjadi sinyal bahwa kadar gula darah sedang tidak stabil atau adanya komplikasi. Sering pusing tidak boleh diabaikan karena dapat mengganggu aktivitas sehari-hari, hingga memicu risiko kesehatan yang lebih parah.

Apakah sering pusing selalu menjadi diabetes dan apakah berbahaya? Artikel ini akan membahas lebih jauh mengenai pusing pada penderita diabetes, penyebabnya, tingkat bahayanya, cara mengatasi, serta kapan waktu yang tepat untuk memeriksakan diri ke dokter.

Apa itu Gejala Sering Pusing pada Penderita Diabetes?

Pusing pada penderita diabetes adalah kondisi ketika kepala terasa ringan, berputar, atau bahkan seperti melayang. Pada penderita diabetes, gejala ini biasanya berkaitan dengan kadar gula darah yang tidak stabil, baik terlalu tinggi (hiperglikemia) maupun terlalu rendah (hipoglikemia).

Selain itu, pusing juga bisa timbul karena adanya gangguan pada sistem saraf otonom yang terjadi karena kadar gula darah tidak terkontrol dalam jangka panjang. Beberapa penyakit akibat komplikasi diabetes juga dapat menyebabkan rasa pusing. 

Apakah Sering Pusing Selalu Menjadi Gejala Diabetes?

Penderita diabetes bisa mengalami gejala sering pusing jika kadar gula darahnya tidak stabil. Namun, sering pusing tidak selalu berkaitan langsung dengan diabetes. Banyak faktor lain yang dapat menyebabkan pusing, misalnya:

  • Kurang tidur atau kelelahan.
  • Dehidrasi karena saat tubuh kekurangan cairan maka aliran darah ke seluruh tubuh, termasuk otak akan berkurang.
  • Tekanan darah rendah dan tekanan darah tinggi.
  • Masalah telinga bagian dalam yang mengakibatkan gangguan sistem keseimbangan di telinga, seperti pada vertigo.
  • Efek samping obat, misalnya obat anti kejang, antidepresan, dan obat penenang.
  • Stres dan kecemasan yang berlebih. 
  • Gangguan peredaran darah ke otak misalnya pada penyakit jantung dan stroke. 

Oleh karena itu, jika seseorang sering mengalami pusing, belum tentu berarti menderita diabetes. Diperlukan pemeriksaan medis lebih lengkap untuk memastikan penyebabnya. Namun, pada penderita diabetes, pusing yang muncul berulang kali lebih sering berhubungan dengan gula darah yang tidak terkendali atau komplikasi tertentu.

Penyebab Sering Pusing pada Penderita Diabetes

Ada beberapa penyebab pusing yang sering dialami penderita diabetes, di antaranya:

1. Fluktuasi Gula Darah

Gula darah yang naik-turun drastis dapat memengaruhi fungsi otak dan sistem saraf sehingga memicu rasa pusing.

2. Hipoglikemia (Kadar Gula Darah Rendah) 

Hipoglikemia adalah ketika kadar gula darah kurang dari 70 mg/dL. Penderita diabetes dapat mengalami hipoglikemia karena penggunaan insulin atau obat diabetes, tetapi tidak diimbangi dengan asupan makanan yang cukup.

Hipoglikemia menyebabkan otak tidak cukup mendapatkan energi. Kondisi ini sering menimbulkan pusing mendadak, keringat dingin, hingga penurunan kesadaran atau pingsan.

3. Hiperglikemia (Kadar Gula Darah Tinggi)

Hiperglikemia terjadi ketika kadar gula darah puasa (GDP) ≥126 mg/dL atau gula darah sewaktu (GDS) ≥200 mg/dL. Kadar gula darah yang terlalu tinggi membuat tubuh mengalami dehidrasi dan sirkulasi darah terganggu. Hal tersebut dapat menimbulkan gejala pusing.

4. Neuropati

Penderita diabetes yang gula darahnya tidak terkontrol dalam jangka panjang bisa mengalami komplikasi berupa kerusakan saraf yang disebut neuropati. Jika terjadi kerusakan saraf yang mengatur tekanan darah dapat menyebabkan tekanan darah turun tiba-tiba saat berdiri dan memicu pusing. Kondisi ini disebut hipotensi ortostatik.

5. Komplikasi Diabetes Kronis

Diabetes yang tidak terkontrol dapat menyebabkan berbagai komplikasi berupa kerusakan pembuluh darah dan saraf. 

Gangguan tersebut dalam menimbulkan komplikasi pada organ yang terganggu fungsinya. Misalnya jika terdapat kerusakan pada pembuluh darah otak, maka  aliran darah ke otak akan terganggu. Komplikasi tersebut dapat menimbulkan berbagai gejala, salah satunya sering pusing. 

Apakah Sering Pusing pada Penderita Diabetes itu Berbahaya?

Sering pusing pada penderita diabetes bisa berbahaya jika dibiarkan tanpa penanganan. Beberapa bahaya yang mungkin timbul antara lain:

  • Risiko jatuh dan cedera akibat kehilangan keseimbangan.
  • Tanda hipoglikemia berat yang dapat menyebabkan kejang, kehilangan kesadaran, bahkan koma jika tidak segera ditangani
  • Kemungkinan adanya komplikasi serius seperti gangguan jantung, stroke, atau gagal ginjal.
  • Penurunan kualitas hidup karena penderita sulit beraktivitas normal akibat sering merasa pusing dan tidak stabil.

Cara Mencegah dan Mengatasi Sering Pusing pada Penderita Diabetes

Untuk mengurangi risiko pusing, penderita diabetes dapat melakukan beberapa langkah berikut:

  1. Mengontrol kadar gula darah dengan pola makan seimbang, olahraga teratur, dan penggunaan obat sesuai anjuran dokter.
  2. Rutin memonitor gula darah, Anda bisa memakai CGM untuk memonitor gula darah sepanjang hari tanpa harus berulang kali tusuk jarum untuk mengetahui berapa kadar gula darah
  3. Mencukupi kebutuhan cairan agar tubuh tidak dehidrasi.
  4. Mengubah posisi tubuh secara perlahan, misalnya saat bangun dari tidur atau duduk, lakukan secara bertahap agar tidak terjadi penurunan tekanan darah mendadak.
  5. Menghindari konsumsi alkohol dan rokok, yang bisa memperburuk sirkulasi darah.
  6. Mengelola stres melalui relaksasi, meditasi, atau aktivitas yang menenangkan.
  7. Konsultasi dengan dokter jika pusing masih berlanjut setelah melakukan penanganan di rumah.

Kapan Penderita Diabetes atau Orang yang Mengalami sering Pusing Harus ke Dokter?

Rasa pusing kerap datang tiba-tiba, tetapi tidak selalu berbahaya dan cukup dengan penanganan di rumah. Namun, Anda harus segera mencari pertolongan medis bila mengalami kondisi berikut:

  • Pusing datang tiba-tiba dan sangat hebat.
  • Pusing disertai penurunan kesadaran, kejang, atau kebingungan.
  • Pusing disertai gejala lain seperti nyeri dada, sesak napas, bicara pelo, atau kelemahan pada satu sisi tubuh (tanda stroke).
  • Pusing sering muncul setelah minum obat diabetes tertentu.
  • Pusing disertai mual muntah terus menerus. 
  • Pusing tidak membaik meski sudah cukup istirahat, makan serta minum.

Penderita diabetes sebaiknya berkonsultasi ke dokter penyakit dalam atau spesialis endokrin untuk mengelola kadar gula darah dan mencegah komplikasi.

Jika pusing disertai gangguan pada telinga atau keseimbangan, bisa juga konsultasi dengan dokter spesialis THT. Sementara jika pusing disertai keluhan jantung, seperti nyeri dada atau sesak napas, pemeriksaan ke dokter jantung sangat dianjurkan.

Jika pusing disertai gejala lemah salah satu sisi anggota gerak dan bicara pelo maka konsultasikan ke dokter saraf karena merupakan gejala stroke. 

Kenapa CGM Jadi Pilihan yang Lebih Efektif untuk Memantau Gula Darah?

Dengan data yang terekam otomatis, CGM membantu dokter memahami pola gula darahmu secara menyeluruh, termasuk waktu-waktu kritis di mana gula darah sering melonjak atau turun drastis.

Manfaat nyata CGM antara lain:
✅ Mendeteksi fluktuasi gula darah lebih cepat sebelum menyebabkan gejala berat.
✅ Membantu dokter memberikan penyesuaian terapi yang tepat waktu.
✅ Membantu kamu mengatur pola makan dan aktivitas fisik dengan lebih bijak.
✅ Mencegah komplikasi serius, seperti hipoglikemia berat, hiperglikemi, hingga kondisi darurat medis.

Dengan kata lain, CGM memberi kamu dan doktermu kendali penuh atas kondisi tubuh, bukan sekadar reaksi setelah gejala muncul.

Menurut dr. Samuel Alexsander, selaku edukator diabetes di Primecare Clinic Tebet, Continuous Glucose Monitoring (CGM) merupakan salah satu inovasi terbaru dalam pemantauan kadar gula darah.

“Kalau dulu, kita hanya bisa mengetahui kadar gula darah lewat pemeriksaan dengan alat tes yang menusuk jari—hasilnya hanya menggambarkan kondisi pada satu waktu tertentu saja, seperti melihat satu potongan kecil dari puzzle besar. Sedangkan dengan CGM, kita dapat memantau kadar gula darah secara real-time dan berkelanjutan hingga 14 hari, sehingga gambaran yang terlihat menjadi jauh lebih utuh,” jelas dr. Samuel.

Ia menambahkan, setiap orang memiliki respons yang berbeda terhadap makanan yang dikonsumsi. “Ada orang yang setelah makan nasi satu piring gula darahnya langsung melonjak, ada juga yang tidak terlalu berubah. Dengan CGM, kita bisa melihat bagaimana tubuh kita sendiri bereaksi terhadap berbagai jenis makanan, aktivitas, atau bahkan stres harian. Dari situ, kita jadi bisa lebih mengenali tubuh sendiri dan mengambil langkah yang lebih tepat untuk menjaga kestabilan gula darah,” tambahnya.

Menariknya, teknologi CGM ini tidak hanya bermanfaat bagi pengidap diabetes, tetapi juga cocok digunakan untuk skrining bagi mereka yang memiliki riwayat atau keturunan diabetes, maupun bagi komunitas dan individu yang antusias menjaga kesehatan. Dengan menggunakan CGM, pengguna bisa mendapatkan pemahaman yang lebih dalam tentang bagaimana gaya hidup dan pola makan memengaruhi kadar gula darah mereka—bahkan sebelum muncul gejala atau diagnosis medis tertentu.

Konsultasi Diabetes di Primecare Clinic

Primecare Clinic menyediakan program manajemen diabetes agar Anda bisa menurunkan kadar HbA1C Anda. Selain itu, Anda bisa konsultasi dengan dokter spesialis penyakit dalam dan dokter spesialis gizi klinik. Primecare Clinic juga menyediakan CGM untuk memonitor kadar gula darah sepanjang hari tanpa berkali-kali tusuk. Klik tautan ini untuk informasi selengkapnya! 

primecare

Jakarta Panglima Polim

Jl. Panglima Polim IX No.16, Kby. Baru, Kota Jakarta Selatan

Jakarta Tebet

Jl. Tebet Barat Dalam II No.46 14, Tebet Barat, Kota Jakarta Selatan

Samarinda

Jl. Muso Salim No.28, Karang Mumus, Kota Samarinda


Copyright by PT. Layanan Medika Pratama 2025. All rights reserved.



Copyright by PT. Layanan Medika Pratama 2025. All rights reserved.