Berapa Kadar Gula Darah Normal pada Usia 50 Tahun? Ini Jawabannya!

Gula (glukosa) adalah sumber energi utama pada sel-sel tubuh sehingga glukosa memegang peranan penting dalam metabolisme tubuh. Semakin bertambah usia, tubuh kita mengalami proses aging/penuaan yang berpengaruh pada metabolisme dalam tubuh. Oleh sebab itu, sangat penting menjaga kadar gula darah dalam rentang normal.
Apa Itu Kadar Gula Darah?
Kadar gula darah adalah ukuran konsentrasi gula (glukosa) yang beredar dalam aliran darah. Gula menjadi sumber energi utama bagi sel-sel tubuh. Oleh karena itu, kadar gula darah juga diatur oleh tubuh sedemikian rupa agar tetap dalam rentang normal.
Salah satu faktor yang memengaruhi kadar gula dalam darah selain makanan yang kita makan adalah hormon insulin. Hormon ini bekerja mengatur kadar gula darah dengan cara mengikat reseptor di sel target dimana akan terjadi metabolisme nutrisi yang tersedia. Dengan demikian, jika terjadi resistensi insulin (yang biasanya terjadi pada pasien diabetes), hal ini akan mengganggu kadar gula dalam darah.
Berapa Kadar Gula Darah Normal Orang Berusia 50 Tahun?
Kadar gula darah tidak secara spesifik dibedakan berdasarkan usia, tetapi pemeriksaan kadar gula darah dibagi menjadi beberapa jenis pemeriksaan, yaitu:
1. Gula darah sewaktu (GDS) diperiksa tanpa melihat kapan terakhir pasien makan.
Nilai normalnya: <200 mg/dL.
2. Gula darah puasa (GDP) diperiksa ketika pasien melakukan puasa selama 8-10 jam dan biasanya dilakukan pada pagi hari sebelum sarapan.
Nilai normal: 70-100 mg/dL.
3. Gula darah 2 jam post prandial (GD2PP): pemeriksaan dilakukan 2 jam setelah pasien makan dengan kandungan 75 g karbohidrat.
Nilai normal: <140 mg/dL.
Untuk skrining diabetes pada usia 50 tahun dapat ditambahkan pemeriksaan HbA1C dengan nilai normal HbA1C adalah <5,7. Nantinya, pemeriksaan ini dapat menjadi salah satu acuan diagnosis penyakit diabetes. Namun, ada beberapa kondisi dimana nilai HbA1C tidak dapat dijadikan alat diagnosis mau pun evaluasi, seperti anemia, riwayat transfusi 2-3 bulan terakhir, atau pun gangguan ginjal.
Bahaya Gula Darah Tidak Normal Ketika Berusia 50 Tahun
Kondisi kadar gula darah yang tidak normal akan menimbulkan masalah kesehatan yang dapat membahayakan kondisi tubuh, seperti:
a. Kondisi hiperglikemia
Hiperglikemia sangat berkaitan erat dengan diabetes. Jika tidak diterapi dengan baik, kondisi ini dapat menimbulkan komplikasi yang dapat mengakibatkan kematian. Contoh keadaan darurat yang terjadi karena hiperglikemia pada diabetes adalah terjadinya krisis hiperglikemia berupa ketoasidosis diabetik (KAD) atau status hiperglikemia hiperosmolar (SHH).
Selain itu, komplikasi lainnya yang dapat menurunkan kualitas hidup pasien diabetes adalah:
- Neuropati (gangguan saraf)
- Retinopati (ganggaun penglihatan)
- Gagal ginjal
- Gangguan jantung
- Luka sulit sembuh yang biasanya terjadi sindrom kaki diabetik
b. Kondisi hipoglikemia
Kondisi ini terjadi jika kadar gula darah menunjukkan angka <70 mg/dL. Gejala hipoglikemia dapat berupa gejala ringan seperti, pusing, mata berkunang-kunang, lemas, berkeringat, dan lainnya. Sedangkan, kondisi yang lebih berbahaya yang dapat terjadi pada hipoglikemia adalah terjadinya penurunan kesadaran. Jika tidak ditangani dengan baik, maka dapat berakhir dengan kematian.
Cara Menjaga Kadar Gula Darah Normal Ketika Usia Menyentuh 50 Tahun
Ketika menyentuh usia 50 tahun, terjadi penuaan yang mengubah komposisi tubuh dan proses metabolisme. Oleh sebab itu, sangat penting menjaga kadar gula darah di usia 50 tahun. Beberapa langkah di bawah ini dapat dilakukan agar kadar gula darah tetap normal, di antaranya:
1. Mengatur pola makan
- Pilih makanan yang mengandung gizi seimbang.
- Batasi asupan gula dari makanan dan minuman.
- Hindari makanan yang banyak mengandung karbohidrat olahan dan lemak jenuh, dan minim gizi, seperti gorengan.
2. Menerapkan pola hidup sehat
- Hindari merokok atau berhenti sama sekali.
- Hindari minuman beralkohol karena dapat menyebabkan hipoglikemia.
- Rutin berolahraga karena aktivitas fisik dapat menurunkan risiko penyakit metabolik. Durasi olahraga yang dianjurkan adalah 150 menit setiap minggu. Olahraga yang dapat dilakukan adalah aktivitas fisik dengan intensitas ringan-sedang, seperti berjalan cepat.
Kapan Harus Cek Gula Darah Ketika Usia Sudah Menginjak 50 Tahun?
Pada orang yang sudah menginjak usia 50 tahun, perlu perhatian khusus terhadap kesehatan. Penurunan metabolisme tubuh karena penuaan adalah hal yang lazim terjadi sehingga dibutuhkan pengecekan kadar gula darah untuk memantau dan sebagai skrining kesehatan. Berikut adalah kondisi yang dapat menjadi acuan untuk memeriksa kadar gula darah, di antaranya:
- Mengalami keluhan, seperti mudah haus dan lapar, sering buang air kecil, atau penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas
- Kurangnya aktivitas fisik sehari-hari
- Memiliki riwayat penyakit diabetes dalam keluarga
- Adanya akantosis nigrikans, yaitu kondisi kulit yang berubah menjadi kehitaman, menebal dan bertekstur, dan biasanya terdapat di area lipatan, terutama di leher.
Anda bisa mengecek gula darah secara real-time dan kontinu dengan CGM. Teknologi ini memungkinkan Anda memantau gula darah seperti memantau total jarak lari yang ditempuh dengan aplikasi lari.
Anda juga bisa mengecek risiko diabetes dengan kalkulator di link ini.
Kapan Perlu Konsultasi Gula Darah ke Dokter?
Jika orang berusia 50 tahun sudah melakukan pengecekan gula darah dan didapat hasil yang tidak normal, maka ia perlu berkonsultasi dengan dokter, terlebih jika terjadi beberapa kondisi seperti di bawah ini:
- Jika didapatkan hasil cek gula darah menunjukkan hiperglikemia, baik itu disertai dengan keluhan seperti, mudah haus dan lapar, sering buang air kecil atau penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan sebabnya atau pun tidak, maka perlu dilakukan pemeriksaan lebih lanjut ke dokter umum atau dokter spesialis penyakit dalam.
- Jika pengecekan gula darah tidak normal disertai adanya hipertensi, sebaiknya melakukan pemeriksaan ke dokter umum atau dokter spesialis penyakit dalam untuk penegakan diagnosis dan pemberian terapi yang sesuai.
- Ketika pasien sudah didiagnosis diabetes dengan berat badan overweight atau obesitas, maka perlu berkonsultasi dengan dokter gizi klinik untuk membantu program penurunan berat badan.
- Jika pasien yang sudah didiagnosis diabetes mengalami kondisi tidak sadarkan diri, sesak napas, terdapat tanda dehidrasi, segera bawa pasien ke fasilitas kesehatan yang menyediakan layanan instalasi gawat darurat (IGD) untuk mendapatkan penanganan segera.
- Jika didapatkan pemeriksaan kadar gula darah plasma (pemeriksaan laboratorium) hasilnya normal, maka perlu dilakukan pemeriksaan ulang setiap 3 tahun. Jika hasil pemeriksaannya menunjukkan prediabetes, lakukan pemeriksaan ulang setiap 1 tahun.
Kenapa CGM Jadi Pilihan yang Lebih Efektif untuk Memantau Gula Darah?
Dengan data yang terekam otomatis, CGM membantu dokter memahami pola gula darahmu secara menyeluruh, termasuk waktu-waktu kritis di mana gula darah sering melonjak atau turun drastis.
Manfaat nyata CGM antara lain:
✅ Mendeteksi fluktuasi gula darah lebih cepat sebelum menyebabkan gejala berat.
✅ Membantu dokter memberikan penyesuaian terapi yang tepat waktu.
✅ Membantu kamu mengatur pola makan dan aktivitas fisik dengan lebih bijak.
✅ Mencegah komplikasi serius, seperti hipoglikemia berat, hiperglikemi, hingga kondisi darurat medis.
Dengan kata lain, CGM memberi kamu dan doktermu kendali penuh atas kondisi tubuh, bukan sekadar reaksi setelah gejala muncul.
Menurut dr. Samuel Alexsander, selaku edukator diabetes di Primecare Clinic Tebet, Continuous Glucose Monitoring (CGM) merupakan salah satu inovasi terbaru dalam pemantauan kadar gula darah.
“Kalau dulu, kita hanya bisa mengetahui kadar gula darah lewat pemeriksaan dengan alat tes yang menusuk jari—hasilnya hanya menggambarkan kondisi pada satu waktu tertentu saja, seperti melihat satu potongan kecil dari puzzle besar. Sedangkan dengan CGM, kita dapat memantau kadar gula darah secara real-time dan berkelanjutan hingga 14 hari, sehingga gambaran yang terlihat menjadi jauh lebih utuh,” jelas dr. Samuel.
Ia menambahkan, setiap orang memiliki respons yang berbeda terhadap makanan yang dikonsumsi. “Ada orang yang setelah makan nasi satu piring gula darahnya langsung melonjak, ada juga yang tidak terlalu berubah. Dengan CGM, kita bisa melihat bagaimana tubuh kita sendiri bereaksi terhadap berbagai jenis makanan, aktivitas, atau bahkan stres harian. Dari situ, kita jadi bisa lebih mengenali tubuh sendiri dan mengambil langkah yang lebih tepat untuk menjaga kestabilan gula darah,” tambahnya.
Menariknya, teknologi CGM ini tidak hanya bermanfaat bagi pengidap diabetes, tetapi juga cocok digunakan untuk skrining bagi mereka yang memiliki riwayat atau keturunan diabetes, maupun bagi komunitas dan individu yang antusias menjaga kesehatan. Dengan menggunakan CGM, pengguna bisa mendapatkan pemahaman yang lebih dalam tentang bagaimana gaya hidup dan pola makan memengaruhi kadar gula darah mereka—bahkan sebelum muncul gejala atau diagnosis medis tertentu.
Yuk Cek Gula Darah secara Berkala!
Cek gula darah secara berkala penting untuk memastikan tidak ada masalah pada kadar gula darah Anda (terlalu tinggi atau terlalu rendah). Sekarang, Anda bisa menggunakan teknologi CGM untuk memantau kadar gula darah tanpa harus tusuk jari terlebih dahulu, sehingga pemantauan gula darah menjadi lebih mudah dan praktis. Analoginya seperti Anda mengecek seberapa jauh Anda berlari dengan aplikasi lari.
Primecare Clinic memiliki CGM dalam program manajemen diabetesnya. Tertarik untuk mengecek gula darah dengan mudah dan praktis dengan CGM? Yuk klik tautan ini!


