Berapa Kadar Gula Darah Normal Wanita? Ini Jawabannya!

Gula (glukosa) adalah sumber energi utama pada sel-sel tubuh, terutama sel otak sehingga glukosa memegang peranan penting dalam metabolisme tubuh.
Meskipun memiliki peranan penting, kadar gula darah harus dijaga dalam kondisi euglikemia (kondisi kadar gula darah normal) karena jika mengalami kelebihan atau kekurangan gula darah akan menimbulkan masalah metabolisme dan akhirnya menyebabkan penyakit lain, seperti diabetes, Cushing sindrom, dan lain-lain.
Apa Itu Kadar Gula Darah?
Kadar gula darah adalah ukuran konsentrasi gula (glukosa) yang beredar dalam aliran darah. Pemeriksaan kadar gula darah dapat menjadi skrining untuk melihat adanya kelainan dari berbagai organ, seperti pankreas, hati, usus halus, dan sel tubuh.
Masing-masing organ tubuh tersebut memiliki keterkaitan dengan gula darah sehingga kadar gula darah yang tidak normal dapat menjadi warning sign/tanda bahaya dan memerlukan pemeriksaan lebih lanjut.
Berapa Kadar Gula Darah Normal Wanita?
Meskipun pada studi atau literatur tidak disebutkan secara spesifik perbedaan kadar gula darah pria dan wanita, tetapi pemeriksaan gula darah dibagi menjadi beberapa jenis dan memiliki nilai normal yang berbeda pula. Berikut adalah nilai normal beberapa jenis pemeriksaan gula darah pada wanita:
1. Gula darah sewaktu (GDS) diperiksa tanpa melihat kapan terakhir pasien makan.
Nilai normalnya: <200 mg/dL.
2. Gula darah puasa (GDP) diperiksa ketika pasien melakukan puasa selama 8-10 jam dan biasanya dilakukan pada pagi hari sebelum sarapan.
Nilai normal: 70-100 mg/dL.
3. Gula darah 2 jam post prandial (GD2PP): pemeriksaan dilakukan 2 jam setelah pasien makan dengan kandungan 75 g karbohidrat.
Nilai normal: <140 mg/dL.
Bahaya Gula Darah Tidak Normal pada Wanita
Pada wanita, kondisi gula darah yang tidak normal akan menimbulkan masalah kesehatan yang dapat membahayakan kondisi tubuh, seperti:
a. Bahaya Hiperglikemia bagi Wanita
Hiperglikemia adalah kondisi dimana kadar gula darah melebihi batas normal dari pemeriksaan gula darah. Hiperglikemia sangat berkaitan dengan diabetes dan komplikasinya. Komplikasi inilah yang dapat menyebabkan morbiditas dan mortalitas (kematian). Berdasarkan data WHO, sejak tahun 2000, angka mortalitas pada diabetes terus meningkat.
Pada wanita, salah satu gejala diabetes yang mungkin sangat mengganggu kenyamanan adalah pruritus vulva (gatal di area luar kemaluan). Selain itu, kondisi hiperglikemia dapat berkaitan dengan adanya kelainan masalah reproduksi, seperti Polycystic Ovary Syndrome (PCOS) dan dapat menjadi masalah infertilitas.
b. Bahaya Hipoglikemia bagi Wanita
Kebalikan dari hiperglikemia, hipoglikemia adalah kondisi menurunnya kadar gula dalam darah.
Hipoglikemia ini dapat dibagi menjadi tiga derajat, yaitu:
- Level 1: kadar gula darah <70 – 54 mg/dL
- Level 2: kadar gula darah 54 mg/dL
- Level 3: adanya perubahan mental dan atau status fisik yang membutuhkan pendampingan, terlepas dari angka kadar gula darahnya. Kondisi ini sangat perlu ditangani sesegera mungkin.
Cara Menjaga Kadar Gula Darah Normal bagi Wanita
Menjaga kadar gula darah tetap normal penting dilakukan untuk mencegah penyakit metabolik yang dapat menyebabkan komplikasi di masa depan. Kadar gula darah sangat dipengaruhi oleh faktor yang mengendalikan produksi gula dan penggunaan energi dari gula. Oleh karena itu, penting untuk mengatur asupan gula dan perilaku yang berkaitan dengan penggunaan energi. Berikut ini, langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk menjaga kadar gula darah tetap normal, yakni:
1. Mengatur pola makan
- Pilih makanan yang mengandung diet seimbang.
- Kurangi makanan atau minuman yang terlalu manis.
- Hindari makanan yang banyak mengandung karbohidrat olahan dan lemak jenuh, tetapi minim gizi, seperti gorengan.
2. Menerapkan pola hidup sehat
- Berhenti atau kurangi merokok karena dapat meningkatkan kadar gula darah.
- Hindari minuman beralkohol karena dapat menyebabkan hipoglikemia.
- Lakukan aktivitas fisik secara rutin. Olahraga dapat membantu penggunaan glukosa lebih efektif dan dapat meningkatkan sensitivitas insulin. Olahraga dapat dilakukan sesuai dengan kemampuan fisik dengan durasi yang disarankan adalah 150 menit per minggu. Joging, jalan cepat, dan latihan beban dapat menjadi pilihan untuk berolahraga.
Kapan Harus Cek Gula Darah?
Wanita perlu mewaspadai beberapa kondisi yang menjadi tanda yang mengarah kepada tidak normalnya kadar gula dalam darah. Berikut beberapa hal yang dapat menjadi acuan kapan wanita perlu melakukan pemeriksaan gula darah, yaitu:
- Mengalami gejala, seperti mudah haus dan lapar, sering buang air kecil, atau penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas.
- Kurangnya aktivitas fisik sehari-hari.
- Memiliki riwayat penyakit diabetes dalam keluarga.
- Wanita dengan berat badan kategori overweight dan obesitas. Kedua hal ini dapat menjadi risiko terjadinya PCOS yang berkaitan dengan kondisi resisten insulin dan menyebabkan adanya hiperglikemia.
- Memiliki riwayat hiperglikemia dan merencanakan kehamilan
- Wanita yang pernah melahirkan bayi dengan BBL >4 kg
- Wanita yang memiliki riwayat diabetes melitus gestasional (diabetes yang didiagnosis pada kehamilan trimester 2 dan 3 tanpa ada riwayat diabetes sebelumnya).
- Adanya akantosis nigrikans, yaitu kondisi kulit yang berubah menjadi kehitaman, menebal dan bertekstur, dan biasanya terdapat di area lipatan, terutama di leher
Anda juga bisa mengecek gula darah secara terus-terusan tanpa tusuk jarum lewat teknologi seperti CGM. Teknologi tersebut memungkinkan Anda memantau gual darah Anda seperti memantau jarak lari Anda dengan aplikasi lari.
Anda bisa mengecek risiko diabetes dengan kalkulator pada tautan ini.
Kapan Wanita Perlu Konsultasi Gula Darahnya ke Dokter?
Pada wanita, beberapa kondisi terkait gula darahnya diharuskan untuk berkonsultasi dengan dokter, di antaranya:
- Ketika didapatkan hasil cek gula menunjukkan hiperglikemia, baik itu disertai dengan gejala seperti, mudah haus dan lapar, sering buang air kecil atau penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan sebabnya ataupun tidak, maka perlu dilakukan pemeriksaan lebih lanjut ke dokter umum atau dokter spesialis penyakit dalam.
- Wanita yang mengalami siklus haid yang tidak teratur karena dapat mengarah pada diagnosis PCOS, maka disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis obstetri ginekologi (obgyn).
- Wanita hamil yang mengalami diabetes gestasional perlu melakukan konsultasi rutin dengan dokter spesialis obgyn, terutama pada kehamilan usia 34-36 minggu dilakukan setiap minggu sampai melahirkan.
- Wanita yang sudah didiagnosis diabetes dan merencanakan kehamilan perlu mendapat pemeriksaan dan konseling mata yang komprehensif oleh dokter spesialis mata ke untuk mendeteksi kemungkinan adanya retinopati diabetik.
- Jika didapatkan hasil pemeriksaan tekanan darah berupa hipertensi, sebaiknya melakukan pemeriksaan ke dokter umum atau dokter spesialis penyakit dalam untuk penegakan diagnosis dan pemberian terapi yang sesuai.
- Jika wanita mengalami hiperglikemia, sulit untuk mengontrol makan, dan status indeks massa tubuhnya masuk ke dalam kategori overweight atau obesitas, dapat berkonsultasi ke dokter gizi klinik untuk perbaikan pola makan dan aktivitas fisik agar mendapatkan status gizi dan indeks massa tubuh yang normal.
- Jika wanita mengalami hipoglikemia berulang dan ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri, maka dapat dibawa ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan yang tepat.
Yuk Cek Gula Darah secara Berkala!
Cek gula darah secara berkala penting untuk memastikan tidak ada masalah pada kadar gula darah Anda (terlalu tinggi atau terlalu rendah). Sekarang, Anda bisa menggunakan teknologi CGM untuk memantau kadar gula darah tanpa harus tusuk jari terlebih dahulu, sehingga pemantauan gula darah menjadi lebih mudah dan praktis. Analoginya seperti Anda mengecek seberapa jauh Anda berlari dengan aplikasi lari.
Primecare Clinic memiliki CGM dalam program manajemen diabetesnya. Tertarik untuk mengecek gula darah dengan mudah dan praktis dengan CGM? Yuk klik tautan ini!


