Gula Darah Naik Sampai 200 mg/dL: Penyebab, Risiko, dan Cara Mengatasinya

November 24, 2025 by Primecare Clinic
1412-_1_-1200x800.webp

Kadar gula darah merupakan salah satu indikator dalam menilai kesehatan tubuh. Jika hasil pemeriksaan gula darah 200 mg/dL atau lebih, maka angka tersebut sudah melebihi batas normal. Kadar gula darah normal pada orang dewasa adalah 70-99 mg/dL saat puasa dan 70-139 mg/dL dua jam setelah makan.

Namun, apakah gula darah naik hingga 200 mg/dL selalu berarti diabetes? Untuk memahami hal tersebut, artikel ini akan menjelaskan apa penyebab gula darah naik hingga 200 mg/dL dan apa saja tindakan yang sebaiknya dilakukan.

Penyebab Gula Darah Naik Sampai 200 mg/dL

Kadar gula darah 200 mg/dL baik pada saat puasa atau setelah makan termasuk dalam kategori tinggi. Lonjakan gula darah hingga 200 mg/dL dapat disebabkan oleh beberapa faktor. Berikut beberapa penyebabnya:

1. Konsumsi Karbohidrat dan Gula Berlebihan

Setelah konsumsi makanan tinggi gula atau karbohidrat sederhana, misalnya nasi putih dalam porsi besar, roti putih, kue, dan minuman manis, tubuh akan memecah karbohidrat dalam makanan tersebut menjadi glukosa dengan cepat. Jika jumlahnya berlebihan, maka gula darah dapat melonjak tajam hingga mencapai 200 mg/dL.

2. Stres Emosional dan Stres Fisik

Stres menyebabkan tubuh mengeluarkan hormon seperti kortisol dan adrenalin. Hormon ini memicu peningkatan gula darah untuk menyediakan energi tambahan dalam situasi “fight or flight”. Karena itu seseorang dapat mengalami lonjakan gula darah ketika mengalami stres mental atau stres fisik seperti menderita penyakit kronis, infeksi, serta pasca operasi. 

3. Kurang Tidur

Kurang tidur dapat memicu resistensi insulin. Akibatnya, gula darah lebih mudah meningkat. Selain itu, kurang tidur juga mengganggu keseimbangan hormon yang mengatur rasa kenyang dan lapar. Seseorang yang kurang tidur cenderung merasa lebih lapar sehingga akan makan lebih banyak. Hal itu akan semakin meningkatkan kadar gula darah. 

4. Kurang Aktivitas Fisik

Otot merupakan salah satu organ yang paling banyak menggunakan glukosa sebagai energi. Bila seseorang mempunyai sedentary lifestyle, yaitu gaya hidup yang jarang bergerak atau terlalu lama duduk, maka penggunaan gula darah sebagai energi akan minimal. Akibatnya gula darah semakin menumpuk dan menyebabkan lonjakan kadar gula darah.

5. Efek Obat-obatan Tertentu

Beberapa obat dapat meningkatkan kadar gula darah, seperti:

  • Kortikosteroid (prednison, metilprednisolon)
  • Pil kontrasepsi tertentu
  • Obat tekanan darah golongan diuretik tiazid
  • Antipsikotik

Kenaikan ini biasanya bersifat sementara, ketika penggunaan obat sudah dihentikan, kemungkinan kadar gula darah bisa kembali seperti semula. 

6. Gangguan Insulin

Jika terjadi masalah pada insulin, baik jumlahnya tidak cukup atau terjadi resistensi insulin, maka metabolisme glukosa akan terganggu. Hormon insulin membantu proses penyerapan gula darah ke dalam sel.

Jika jumlah insulin tidak cukup atau terjadi resistensi insulin, maka glukosa tidak bisa masuk ke dalam sel secara maksimal. Akibatnya, glukosa tetap berada di aliran darah dan menyebabkan lonjakan kadar gula darah. 

Mengapa Gula Darah Bisa Naik Sampai 200 mg/dL Tanpa Gejala?

Sebagian besar orang dengan kadar gula 200 mg/dL tidak mengalami gejala. Hal ini sering membuat kondisi ini tidak terdeteksi. Berikut beberapa penyebab gula darah naik tapi tidak menimbulkan gejala:

1. Tubuh Terbiasa dengan Kadar Gula yang Lebih Tinggi

Jika kadar gula naik secara perlahan atau sering berada di angka yang melebihi normal, tubuh dapat beradaptasi sehingga gejala tidak muncul. Kondisi ini sering terjadi pada prediabetes, yaitu ketika gula darah sudah melebihi normal tetapi belum cukup tinggi untuk disebut diabetes. 

2. Gejala Biasanya Muncul pada Kadar Gula Darah yang Lebih Tinggi

Gula darah tinggi dapat menyebabkan gejala klasik, yaitu sering buang air kecil (poliuria), mudah haus (polidipsia), dan cepat lapar (polifagia), yang sering disebut 3P. Gejala ini biasanya muncul ketika gula darah lebih tinggi dan terjadi dalam jangka panjang. 

3. Lonjakan Sementara

Jika lonjakan gula darah terjadi sementara, misalnya setelah makan porsi besar, kurang tidur, atau stres, gula darah hanya naik dalam waktu singkat sehingga tubuh belum menunjukkan gejala.

4. Perbedaan Sensitivitas

Setiap orang memiliki sensitivitas berbeda terhadap perubahan kadar gula. Ada yang sangat sensitif, ada pula yang sama sekali tidak merasakan perubahan meskipun gula darah cukup tinggi.

Apakah Gula Darah Naik Sampai 200 mg/dL Pasti Menandakan Diabetes?

Kadar gula darah naik sampai 200 mg/dL belum tentu diabetes. Seperti yang sudah dijelaskan di atas, lonjakan kadar gula darah bisa disebabkan oleh berbagai faktor dan bisa saja hanya sementara. 

Diabetes adalah penyakit kronis yang ditandai dengan kadar gula darah yang tinggi akibat gangguan produksi insulin pada DM tipe 1 dan resistensi insulin pada DM tipe 2.

Diagnosis diabetes ditegakkan bila kadar glukosa darah puasa ≥126 mg/dL dan hasil tes HbA1c ≥6,5%. Diabetes bisa disertai gejala khas seperti sering buang air kecil, haus berlebih, dan penurunan berat badan tanpa sebab. 

Bahaya Gula Darah Naik Sampai 200 mg/dL

Meski bukan diagnosis pasti diabetes, kadar gula 200 mg/dL tetap tidak boleh diabaikan. Jika terjadi dalam jangka panjang, maka dapat mengakibatkan berbagai komplikasi seperti berikut:

1. Kerusakan Pembuluh Darah

Gula darah tinggi menyebabkan kerusakan pada pembuluh darah kecil di mata, ginjal, dan saraf. Jika terjadi berkepanjangan, risiko retinopati, neuropati, dan penyakit ginjal meningkat.

2. Menurunkan Sensitivitas Insulin

Lonjakan gula darah berulang membuat sel semakin sulit merespons insulin sehingga terjadi resistensi. Hal ini dapat meningkatkan risiko diabetes tipe 2.

3. Meningkatkan Risiko Penyakit Jantung

Gula darah tinggi meningkatkan peradangan dan menyebabkan kerusakan pada pembuluh darah besar. Hal ini meningkatkan risiko tekanan darah tinggi, penyakit jantung koroner, dan stroke. 

Apa yang Harus Dilakukan Jika Gula Darah Naik Sampai 200 mg/dL?

Jika hasil pemeriksaan kadar gula darah mencapai 200 mg/dL, berikut langkah yang bisa dilakukan:

1. Evaluasi Pola Makan

Coba evaluasi kembali pola makan selama beberapa waktu ke belakang. Bila memungkinkan, catat makanan dan minuman apa saja yang dikonsumsi . 

Hindari minuman kemasan, makanan cepat saji, makanan tinggi tepung dan gula karena dapat menyebabkan lonjakan gula darah. Ganti dengan makanan sehat yang mengandung tinggi serat, protein, dan karbohidrat kompleks.

2. Rutin Melakukan Aktivitas Fisik

Selain mengevaluasi pola makan, evaluasi juga gaya hidup yang lain. Apakah sudah rutin olahraga? Aktivitas fisik yang rutin, walaupun aktivitas ringan seperti berjalan kaki dapat membantu menurunkan gula darah dan meningkatkan sensitivitas insulin. 

Jalan kaki 30 menit, sebanyak 5 kali per minggu sudah cukup membantu menurunkan gula darah karena otot menggunakan glukosa sebagai energi.

3. Kelola Stres dan Perbaiki Kualitas Tidur

Jika pikiran sedang kalut dan stres, coba lakukan aktivitas untuk mengurangi tingkat stres. Lakukan hobi atau kegiatan yang menyenangkan untuk meningkatkan suasana hati. 

Selain itu, kamu bisa mencoba yoga, meditasi, atau melatih teknik pernapasan untuk mengurangi stres. Jika perlu, dikonsultasikan dengan profesional seperti psikolog atau psikiater. Selain mengelola stres, perbaiki kualitas tidur untuk membantu menjaga kadar gula darah. 

4. Periksa Ulang Gula Darah di Waktu Berbeda

Untuk memastikan hasil yang akurat, coba periksa ulang kadar gula darah di beberapa waktu, yaitu gula darah puasa dan 2 jam setelah makan. Kamu juga bisa memeriksa kadar HbA1c untuk mengetahui rata-rata gula darah 2-3 bulan terakhir. Konsultasikan hasilnya kepada dokter untuk mendapat penanganan yang tepat. 

Kalau Anda mau cek gula darah, ayo klik tautan ini!

Konsultasi Gula Darah di Primecare Clinic

Jika kamu mengalami kesulitan mengontrol gula darah atau mengalami gula darah tinggi, konsultasikan di Primecare Clinic. 

Primecare clinic menyediakan layanan konsultasi dengan dokter spesialis penyakit dalam dan program manajemen diabetes yang lengkap, termasuk Continuous Glucose Monitoring (CGM).  Terdapat dr. Anak Agung Arie Widyastuti, Sp.PD, FINASIM yang merupakan dokter spesialis penyakit dalam dengan spesialisasi penyakit diabetes di Primecare Clinic.

Jangan tunggu sampai muncul gejala dan komplikasi, mulailah memantau gula darah sejak secara rutin. Klik tautan ini untuk informasi selengkapnya!

primecare

Jakarta Panglima Polim

Jl. Panglima Polim IX No.16, Kby. Baru, Kota Jakarta Selatan

Jakarta Tebet

Jl. Tebet Barat Dalam II No.46 14, Tebet Barat, Kota Jakarta Selatan

Samarinda

Jl. Muso Salim No.28, Karang Mumus, Kota Samarinda


Copyright by PT. Layanan Medika Pratama 2025. All rights reserved.



Copyright by PT. Layanan Medika Pratama 2025. All rights reserved.