Apakah Penderita Diabetes Boleh Intermittent Fasting? Ini Penjelasannya!

Intermittent fasting (IF) atau puasa berselang adalah pola makan yang mengatur kapan seseorang boleh makan dan kapan harus berpuasa.
Banyak orang menjalani IF untuk mengontrol berat badan atau meningkatkan kesehatan metabolik. Namun, bagi penderita diabetes, pola ini perlu dipahami dengan cermat karena kadar gula darah cenderung mudah berubah.
Bolehkah Penderita Diabetes Melakukan Intermittent Fasting?
Penderita diabetes boleh melakukan IF, tetapi tidak bisa disamakan dengan orang tanpa diabetes. Respons tiap orang berbeda tergantung jenis diabetes, riwayat gula darah, penggunaan obat atau insulin, serta kondisi kesehatan lainnya.
Beberapa bentuk IF mungkin aman, tetapi ada juga yang terlalu berisiko karena durasi puasanya panjang. Bila tidak dikelola dengan tepat, IF dapat menyebabkan gula darah turun terlalu rendah atau malah melonjak drastis.
Risiko Intermittent Fasting bagi Penderita Diabetes
Beberapa risiko yang perlu diperhatikan sebelum memulai IF:
1. Hipoglikemia
Puasa dalam durasi yang terlalu panjang dapat menyebabkan gula darah turun jauh di bawah batas normal. Kondisi ini lebih berisiko terjadi pada penderita diabetes yang menggunakan obat penurun gula darah.
Ketika tubuh tidak mendapatkan asupan makanan dalam waktu lama, cadangan glukosa cepat terkuras sehingga muncul gejala seperti gemetar, keringat dingin, lemas, lapar ekstrem, sulit berkonsentrasi, bahkan pingsan.
2. Hiperglikemia
Di sisi lain, intermittent fasting juga dapat memicu lonjakan gula darah, terutama ketika seseorang “balas dendam makan” saat jendela makan dibuka. Pola makan tidak terkontrol, misalnya makan dalam porsi besar atau memilih makanan tinggi karbohidrat sederhana dapat membuat gula darah naik cepat.
3. Dehidrasi
Durasi puasa yang panjang sering membuat asupan minum ikut berkurang, terutama jika seseorang tidak terbiasa memperhatikan konsumsi cairan. Pada beberapa orang, dehidrasi juga bisa memengaruhi kestabilan gula darah dan membuat tubuh semakin mudah mengalami kelelahan.
Manfaat Intermittent Fasting bagi Penderita Diabetes
Jika intermittent fasting dilakukan dengan strategi yang tepat, pola ini dapat memberikan beberapa manfaat untuk kesehatan metabolik penderita diabetes:
1. Membantu Menurunkan Berat Badan
IF dapat mengurangi total asupan kalori harian karena jam makan yang lebih terbatas. Penurunan berat badan dapat membantu meningkatkan sensitivitas insulin, sehingga tubuh dapat mengontrol gula darah lebih baik.
2. Membantu Menstabilkan Gula Darah
Bagi sebagian orang, pengaturan jam makan dapat membuat pola makan lebih teratur dan mengurangi frekuensi ngemil berlebih. Asupan makanan yang lebih teratur membantu mencegah fluktuasi gula darah yang ekstrem. Namun manfaat ini hanya dirasakan jika pilihan makan tetap sehat dan bergizi seimbang.
3. Mendukung Kesehatan Jantung
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa IF bisa membantu menurunkan tekanan darah, kadar trigliserida, dan peradangan dalam tubuh. Karena penderita diabetes rentan terhadap gangguan jantung, manfaat ini menjadi nilai tambah, asalkan IF tetap dilakukan dengan pengawasan.
Apa yang Harus Dilakukan sebelum dan saat Intermittent Fasting
Agar IF aman untuk penderita diabetes, beberapa langkah penting perlu diperhatikan:
1. Konsultasi dengan Dokter atau Ahli Gizi
Setiap orang memiliki kondisi diabetes yang berbeda. Konsultasi membantu menentukan apakah IF aman untuk dilakukan.
2. Pantau Gula Darah Secara Teratur
Pada fase awal mencoba IF, tubuh sedang beradaptasi. Pemantauan gula darah sangat penting untuk memastikan tidak terjadi penurunan atau kenaikan gula darah secara mendadak.
3. Pilih Metode IF yang Tepat
Durasi yang terlalu ekstrem dapat meningkatkan risiko hipoglikemia dan tidak cocok bagi yang menggunakan insulin atau obat tertentu.
4. Pastikan Asupan Gizi Seimbang Saat Jam Makan
Pilih makanan yang mengandung serat, protein, dan lemak sehat agar gula darah tetap stabil dan tubuh tidak cepat lapar selama berpuasa. Kombinasi ini membantu pelepasan energi yang lebih lambat dan terkontrol.
Apa yang Harus Dilakukan Setelah Intermittent Fasting?
Bagian setelah puasa juga berperan penting dalam menjaga kestabilan gula darah dan memastikan tubuh beradaptasi dengan aman terhadap pola intermittent fasting. Berikut beberapa hal yang harus diperhatikan:
1. Mulai Makan dengan Porsi Kecil
Sesudah puasa, tubuh membutuhkan waktu untuk menyesuaikan diri. Mulai makan dengan pilihan makanan yang “ringan” dan dalam porsi kecil, agar gula darah tidak langsung melonjak. Setelah itu, boleh dilanjutkan ke porsi makan utama dengan komposisi yang lebih seimbang.
2. Cukupi Kebutuhan Cairan
Setelah berjam-jam tidak makan dan minum, tubuh memerlukan cairan untuk menstabilkan tekanan darah dan mendukung proses metabolik.
3. Perhatikan Respons Tubuh
Jika muncul keluhan seperti pusing, mual, gemetar, atau gula darah yang sangat tidak stabil, pola IF perlu dihentikan atau disesuaikan. Setiap orang memiliki kondisi tubuh yang berbeda, sehingga respons tubuh menjadi indikator utama apakah IF aman untuk dilanjutkan.
Konsultasi Diabetes di Primecare Clinic
Jika kamu mengalami kesulitan mengontrol gula darah, mengalami gula darah tinggi, atau mengalami diabetes, konsultasikan masalah tersebut di Primecare Clinic.
Primecare clinic menyediakan layanan konsultasi dengan dokter spesialis penyakit dalam dan program manajemen diabetes yang lengkap, termasuk Continuous Glucose Monitoring (CGM). Terdapat dr. Anak Agung Arie Widyastuti, Sp.PD, FINASIM yang merupakan dokter spesialis penyakit dalam dengan spesialisasi penyakit diabetes di Primecare Clinic.
Jangan tunggu sampai muncul gejala dan komplikasi, mulailah memantau gula darah sejak secara rutin. Klik tautan ini untuk informasi selengkapnya!


