Gula Darah Turun Setelah Olahraga, Apakah Aman?

October 22, 2025 by Primecare Clinic
2148694289-_1_.webp

Olahraga dapat memberikan banyak manfaat bagi kesehatan, baik bagi individu yang sehat maupun yang sudah mengidap penyakit tertentu, seperti diabetes, hipertensi, atau penyakit jantung. Selain menjadi cara pencegahan terhadap penyakit, bahkan olahraga juga sering menjadi bagian dari terapi pada penyakit metabolik ataupun penyakit degeneratif. Pada diabetes, bahkan aktivitas fisik merupakan pilar utama dalam terapi diabetes karena dapat meningkatkan sensitivitas insulin. Namun, setelah olahraga gula darah dapat mengalami penurunan. Lantas, apakah hal ini normal terjadi?

Kondisi Gula Darah Turun Setelah Olahraga

Efek kadar gula darah naik turun dapat bervariasi bergantung pada jenis olahraga yang dilakukan, lamanya durasi olahraga, dan konsumsi makanan atau obat sebelum berolahraga. Olahraga dapat menurunkan kadar gula darah sampai 24 jam atau lebih setelah berolahraga. Jenis olahraga yang berbeda mengakibatkan kondisi kadar gula darah setelahnya, seperti pada olahraga intensitas sedang seperti aerobik dapat menyebabkan penurunan kadar glukosa setelah sesi latihan. Kondisi lainnya, misal pada penderita diabetes yang mengonsumsi insulin dan obat golongan sulfonilurea sangat berisiko mengalami hipoglikemia jika insulin atau karbohidrat tidak disesuaikan dengan olahraga. 

Apakah Gula Darah Turun Setelah Olahraga Itu Normal? 

Penurunan gula darah merupakan respons fisiologis yang normal dari otot yang bekerja karena otot mengambil glukosa untuk digunakan sebagai energi. Namun, apakah penurunan tersebut dianggap normal bergantung pada tingkat penurunan dan status kesehatan individu:

  • Pada individu sehat (non-diabetes): Selama olahraga intensitas sedang, terjadi homeostasis 

(proses stabilisasi) glukosa dimana tubuh akan merespons penggunaan glukosa oleh otot ketika berolahraga yang menyebabkan penurunan kadar gula darah. Selanjutnya, tubuh akan melakukan metabolisme untuk menaikkan kembali kadar gula darah. 

  • Pada penderita diabetes (terutama pengguna insulin atau obat oral golongan sulfonilurea): Penurunan yang signifikan hingga mencapai kondisi kadar gula darah turun merupakan risiko nyata dan hambatan utama terhadap kepatuhan berolahraga. 

Penyebab Gula Darah Turun Setelah Olahraga

Penyebab utama gula darah turun setelah olahraga, terutama hingga mencapai tingkat hipoglikemia, meliputi:

1. Peningkatan efek insulin

Olahraga dapat meningkatkan proses metabolisme protein yang berkaitan dengan insulin sehingga meningkatkan efek (sensitivitas) insulin. Insulin akan bekerja untuk menurunkan kadar gula dalam darah.

2. Penggunaan glukosa sebagai energi

Ketika terjadi kontraksi otot saat berolahraga, sel tubuh akan menyerap glukosa dan menggunakannya sebagai energi. 

3. Melewatkan waktu makan

Tidak tercukupinya kebutuhan glukosa untuk memenuhi kebutuhan metabolisme saat olahraga.

4. Berolahraga dengan durasi yang panjang. 

Semakin banyaknya penggunaan glukosa yang dibutuhkan.

5. Penggunaan obat penurun glukosa

Pada penderita diabetes, konsumsi obat insulin atau golongan sulfonilurea (obat antidiabetes oral yang bekerja dengan merangsang pankreas untuk memproduksi lebih banyak insulin) meningkatkan risiko terjadinya hipoglikemia.

6. Olahraga pada sore atau malam hari

Olahraga yang dilakukan pada sore atau malam hari meningkatkan risiko terjadinya hipoglikemia nokturnal (saat tidur), yang merupakan risiko umum pada penderita diabetes tipe 1.

Apakah Gula Darah Turun Setelah Olahraga Itu Berbahaya? 

Ya, pada penderita diabetes, jika penurunan kadar gula darah mencapai tingkat hipoglikemia yang tidak terkontrol, hal itu dapat berbahaya yang dapat mengakibatkan:

1. Meningkatkan angka kematian

Episode hipoglikemia berat (terutama yang terjadi pada malam hari) berhubungan dengan kenaikan risiko kematian. 

2. Hambatan Psikologis

Pada pasien diabetes tipe 1, rasa takut akan terjadinya hipoglikemia akan menurunkan motivasi dan menjadi hambatan dalam berolahraga, sedangkan olahraga merupakan hal yang penting dalam terapi diabetes.

3. Gangguan Hormonal

Penderita diabetes yang mengonsumsi insulin kehilangan respons normal pada hormon (seperti penurunan insulin) yang seharusnya mencegah penurunan glukosa berlebihan semakin membuat pasien rentan terhadap hipoglikemia.

Sementara itu, pada individu sehat, sistem hormonal biasanya bekerja secara efektif untuk mengimbangi penggunaan glukosa selama aktivitas fisik intensitas sedang sehingga mencegah penurunan berlebihan yang signifikan dan berbahaya. Oleh karena itu, bahaya penurunan drastis biasanya tidak terjadi pada orang yang sehat dan tidak menggunakan obat penurun gula darah. Namun, jika terjadi gejala hipoglikemia berat dapat membahayakan karena dapat mengakibatkan kehilangan kemampuan berpikir dan berfungsi secara normal, bahkan dapat menyebabkan kondisi tidak sadarkan diri. 

Cara Mencegah dan Mengatasi Gula Darah Turun Berlebihan Setelah Olahraga

Salah satu cara untuk mencegah dan mengatasi turunnya kadar gula darah setelah olahraga pada penderita diabetes adalah dengan rutin mengecek kadar gula darah secara mandiri untuk mengevaluasi jenis olahraga pada tiap individu dan melihat pola bagaimana respons tubuh. Pengecekan kadar gula darah dapat dilakukan dengan metode 15-15, yaitu sebagai berikut:

  1. Lakukan pengecekan gula darah.
  2. Jika hasilnya 100 mg/dL atau kurang, makan 15-20 gr karbohidrat untuk meningkatkan kadar gula darah.
  3. Cek kembali gula darah setelah 15 menit. Jika hasilnya masih di bawah 100 mg/dL, konsumsi lagi karbohidrat lainnya sebesar 15 gr.
  4. Ulangi setiap 15 menit sampai kadar gula darah minimal 100 mg/dL.
  5. Jika ingin melanjutkan sesi olahraga/latihan, istirahat terlebih dahulu dan dapat mengecek kembali kadar gula darah. Jika gula darah sudah mencapai 100 mg/dL, olahraga dapat dilanjutkan kembali. 

Selain mengecek kadar gula darah secara mandiri dengan menggunakan blood glucose meter (BGM), pasien dapat menggunakan continuous glucose meter (CGM) yang dapat memantau kadar gula darah selama 24 jam. Tentu ini sangat memudahkan pasien untuk merinci secara detail kadar gula darahnya pada waktu-waktu tertentu yang dibutuhkan.

Selain itu, pada penderita diabetes, terutama yang mengonsumsi obat insulin dan golongan sulfonilurea, dapat melakukan tips berikut:

  1. Penyesuaian obat dengan mengurangi dosis insulin. Sebaiknya hal ini dikonsultasikan dengan dokter.
  2. Pemilihan jenis olahraga. Melakukan olahraga ketahanan (resistensi) sebelum olahraga aerobik dapat mengurangi risiko hipoglikemia karena olahraga ketahanan dikategorikan sebagai olahraga intensitas berat yang cenderung menyebabkan kenaikan kadar gula darah. 

Kapan Harus Berkonsultasi dengan Dokter?

Jika hipoglikemia terus-menerus terjadi saat olahraga rutin, Anda dapat  konsultasi ke dokter untuk mendapat penanganan lebih lanjut. Anda dapat berkonsultasi dengan dokter spesialis penyakit dalam atau subspesialis endokrin, metabolisme, dan diabetes agar dilakukan evaluasi terhadap dosis obat, jenis olahraga, dan konsumsi makanan sebelum dan sesudah olahraga. Jika dibutuhkan, dokter akan merujuk pasien untuk program olahraga lainnya ke dokter spesialis dengan bidang yang sesuai. 

Konsultasi Diabetes di Primecare Clinic!

Primecare Clinic menyediakan layanan pemantauan, termasuk CGM dan pengelolaan gula darah bersama dokter spesialis penyakit dalam dan dokter spesialis gizi klinik. Segera periksa dan konsultasikan kadar gula darah sejak dini sebelum gejala muncul. Terdapat dr. Anak Agung Arie Widyastuti, Sp.PD, FINASIM yang merupakan dokter spesialis penyakit dalam dengan spesialisasi penyakit diabetes di Primecare Clinic.

Primecare Clinic menyediakan program manajemen diabetes, termasuk pemantauan CGM, edukasi gizi, dan pendampingan medis yang disesuaikan dengan kebutuhan untuk mencapai tujuan Anda seperti menurunkan HbA1C.

Primecare Clinic adalah klinik diabetes yang menyediakan layanan konsultasi dokter spesialis penyakit dalam dan program manajemen diabetes (ada CGM) untuk pengelolaan diabetes yang tepat untukmu. Klik tautan ini untuk informasi selengkapnya. 

primecare

Jakarta Panglima Polim

Jl. Panglima Polim IX No.16, Kby. Baru, Kota Jakarta Selatan

Jakarta Tebet

Jl. Tebet Barat Dalam II No.46 14, Tebet Barat, Kota Jakarta Selatan

Samarinda

Jl. Muso Salim No.28, Karang Mumus, Kota Samarinda


Copyright by PT. Layanan Medika Pratama 2025. All rights reserved.



Copyright by PT. Layanan Medika Pratama 2025. All rights reserved.