Sering Kedinginan pada Penderita Diabetes: Penyebab, Bahaya, dan Cara Mengatasinya

Merasa kedinginan wajar terjadi bila cuaca sedang dingin atau berada dalam ruangan ber-AC. Namun, jika Anda sering kedinginan ketika cuaca cenderung panas, maka bisa menjadi tanda adanya masalah pada tubuh.
Sering kedinginan bisa menjadi gejala beberapa penyakit. Penderita diabetes juga dapat mengalami gejala sering kedinginan walau suhu lingkungan tidak dingin.
Namun, apakah sering kedinginan selalu menjadi gejala diabetes? Artikel ini akan membahas lebih dalam mengenai gejala sering kedinginan pada penderita diabetes, penyebabnya, bahayanya, hingga cara mengatasinya.
Apa itu Gejala Sering Kedinginan pada Penderita Diabetes?
Sering kedinginan pada penderita diabetes adalah kondisi saat tubuh merasakan dingin secara berlebihan atau tidak wajar, meskipun berada di lingkungan dengan suhu normal. Rasa dingin ini biasanya muncul di bagian tangan dan kaki, tetapi bisa juga menyebar ke seluruh tubuh, kadang disertai menggigil.
Pada penderita diabetes, sering kedinginan dapat menjadi tanda adanya gangguan peredaran darah, kerusakan saraf (neuropati diabetik), atau masalah metabolisme akibat kadar gula darah yang tidak stabil.
Apakah Sering Kedinginan Selalu Menjadi Gejala Diabetes?
Sering kedinginan tidak selalu berarti seseorang menderita diabetes. Ada berbagai kondisi lain yang dapat menyebabkan seseorang sering kedinginan, yaitu:
1. Hipotiroidisme
Hipotiroidisme adalah penyakit yang menyebabkan kelenjar tiroid kurang aktif sehingga produksi hormon tiroid berkurang. Hormon tiroid berperan penting dalam mengatur metabolisme tubuh. Saat metabolisme melambat, produksi energi menurun sehingga tubuh lebih mudah merasa dingin, bahkan ketika suhu sekitar normal.
2. Anemia
Anemia terjadi karena kadar hemoglobin di bawah normal. Jika hemoglobin berkurang, maka menyebabkan distribusi oksigen ke jaringan tubuh terganggu. Akibatnya, tubuh kesulitan mempertahankan suhu normal sehingga sering merasa dingin, terutama di tangan dan kaki.
3. Gangguan Sirkulasi Darah
Gangguan sirkulasi darah, misalnya karena penyakit jantung atau penyumbatan pembuluh darah dapat menyebabkan darah tidak mengalir lancar ke tubuh. Hal ini membuat badan merasa kedinginan.
4. Malnutrisi atau Kurang Gizi
Orang dengan gizi kurang biasanya memiliki berat badan rendah atau sangat kurus, serta lapisan lemaknya sedikit. Lemak tubuh berfungsi untuk menjaga suhu tubuh. Karena itu, orang yang kurang gizi bisa mengalami gejala sering kedinginan.
Selain itu, zat gizi digunakan tubuh untuk menghasilkan energi. Kekurangan kalori dapat menurunkan metabolisme sehingga tubuh tidak cukup menghasilkan panas dan merasa kedinginan.
5. Infeksi atau Penyakit Kronis
Beberapa infeksi dan penyakit kronis dapat mengganggu fungsi pengaturan suhu tubuh dan membuat seseorang mudah menggigil. Penyakit kronis lain, misalnya gagal ginjal, juga bisa menyebabkan tubuh merasa dingin karena terganggunya metabolisme tubuh.
Penyebab Sering Kedinginan pada Penderita Diabetes
Pada penderita diabetes, sering kedinginan dapat disebabkan oleh kadar gula darah yang rendah atau karena komplikasi diabetes. Berikut beberapa faktor yang dapat menyebabkan sering kedinginan pada penderita diabetes:
1. Neuropati Diabetik
Neuropati diabetik adalah kerusakan saraf karena tingginya kadar gula darah dalam jangka waktu lama. Kerusakan saraf tersebut dapat mengganggu sinyal saraf yang mengatur sensasi suhu. Hal ini dapat membuat penderita diabetes sering merasa kedinginan, terutama pada tangan dan kaki.
2. Gangguan Sirkulasi Darah
Diabetes dapat menyebabkan peredaran darah terganggu. Kadar gula darah yang tinggi terus-menerus dapat merusak pembuluh darah, sehingga aliran darah ke tubuh berkurang, terutama pada ekstremitas atau anggota gerak. Akibatnya, tubuh terasa dingin walaupun cuaca normal.
3. Gula Darah Rendah (Hipoglikemia)
Penderita diabetes yang menggunakan obat diabetes baik insulin atau obat oral dapat mengalami hipoglikemia jika tidak diikuti dengan konsumsi makanan yang cukup.
Saat kadar gula darah turun hingga mengalami hipoglikemia, tubuh tidak memiliki cukup energi untuk mempertahankan suhu normal. Karena itu penderita diabetes merasa menggigil atau kedinginan.
4. Gangguan Metabolisme
Kadar gula darah yang tidak stabil bisa memengaruhi metabolisme tubuh. Metabolisme yang melambat membuat tubuh lebih mudah merasa dingin.
Apakah Sering Kedinginan pada Penderita Diabetes itu Berbahaya?
Sering kedinginan pada penderita diabetes bisa menjadi tanda adanya masalah serius atau komplikasi. Jika penyebab kedinginan nya adalah gangguan organ tubuh akibat komplikasi, maka tidak boleh diabaikan.
Berikut berbagai bahaya yang bisa timbul jika gejala tersebut diabaikan:
- Kerusakan saraf yang semakin parah, bisa menyebabkan mati rasa, sering kesemutan, atau sering merasakan nyeri di tangan dan kaki.
- Komplikasi kardiovaskuler yang dapat mengganggu peredaran darah sehingga meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke.
- Jika kedinginan disebabkan oleh hipoglikemia penderita bisa mengalami kejang atau kehilangan kesadaran bila tidak segera ditangani.
- Menurunnya kualitas hidup karena rasa dingin yang terus menerus membuat penderita diabetes sulit beraktivitas, lemas, dan cepat lelah.
Cara Mencegah dan Mengatasi Sering Kedinginan pada Penderita Diabetes
Berikut beberapa cara untuk mencegah dan mengatasi sering kedinginan pada penderita diabetes:
- Mengontrol dan menjaga kadar gula darah agar tetap normal melalui pola makan sehat, olahraga teratur, dan patuh minum obat sesuai anjuran dokter.
- Melakukan aktivitas fisik seperti berjalan kaki, senam, atau yoga dapat melancarkan aliran darah ke seluruh tubuh.
- Menggunakan pakaian hangat atau selimut jika cuaca dingin atau tubuh mudah merasa dingin.
- Menerapkan pola makan sehat dengan mengonsumsi makanan bergizi yang mengandung karbohidrat kompleks, protein, lemak sehat, zat besi, dan vitamin untuk mendukung metabolisme tubuh.
- Berhenti merokok karena merokok dapat mempersempit pembuluh darah dan memperburuk sirkulasi darah.
Kapan Harus ke Dokter?
Penderita diabetes atau siapa pun yang sering merasa kedinginan di saat cuaca tidak dingin atau cenderung panas sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter, terutama jika gejala disertai dengan:
- Rasa dingin ekstrem yang tidak kunjung hilang meski sudah mengenakan pakaian hangat.
- Tangan dan kaki sering mati rasa atau kesemutan.
- Ada luka pada bagian tubuh yang sulit sembuh.
- Gejala disertai pusing, lemah, gemetar, keringat dingin, dan penurunan kesadaran.
- Disertai nyeri dada, detak jantung tidak teratur, dada berdebar atau sesak napas.
Jika Anda mengalami beberapa gejala di atas, segera konsultasi ke dokter. Berikut dokter yang bisa dikunjungi:
- Dokter penyakit dalam, khususnya spesialis endokrinologi untuk mengontrol diabetes dan kadar gula darah.
- Dokter saraf jika disertai keluhan saraf seperti tangan dan kaki mati rasa, sering kesemutan, kebas, atau ada kelemahan salah satu anggota gerak.
- Dokter jantung bila ada keluhan nyeri dada, detak jantung tidak beraturan, dan sesak napas.
- Dokter gizi untuk membantu mengatur pola makan agar sesuai dengan kebutuhan.
Kenapa CGM Jadi Pilihan yang Lebih Efektif untuk Memantau Gula Darah?
Dengan data yang terekam otomatis, CGM membantu dokter memahami pola gula darahmu secara menyeluruh, termasuk waktu-waktu kritis di mana gula darah sering melonjak atau turun drastis.
Manfaat nyata CGM antara lain:
✅ Mendeteksi fluktuasi gula darah lebih cepat sebelum menyebabkan gejala berat.
✅ Membantu dokter memberikan penyesuaian terapi yang tepat waktu.
✅ Membantu kamu mengatur pola makan dan aktivitas fisik dengan lebih bijak.
✅ Mencegah komplikasi serius, seperti hipoglikemia berat, hiperglikemi, hingga kondisi darurat medis.
Dengan kata lain, CGM memberi kamu dan doktermu kendali penuh atas kondisi tubuh, bukan sekadar reaksi setelah gejala muncul.
Menurut dr. Samuel Alexsander, selaku edukator diabetes di Primecare Clinic Tebet, Continuous Glucose Monitoring (CGM) merupakan salah satu inovasi terbaru dalam pemantauan kadar gula darah.
“Kalau dulu, kita hanya bisa mengetahui kadar gula darah lewat pemeriksaan dengan alat tes yang menusuk jari—hasilnya hanya menggambarkan kondisi pada satu waktu tertentu saja, seperti melihat satu potongan kecil dari puzzle besar. Sedangkan dengan CGM, kita dapat memantau kadar gula darah secara real-time dan berkelanjutan hingga 14 hari, sehingga gambaran yang terlihat menjadi jauh lebih utuh,” jelas dr. Samuel.
Ia menambahkan, setiap orang memiliki respons yang berbeda terhadap makanan yang dikonsumsi. “Ada orang yang setelah makan nasi satu piring gula darahnya langsung melonjak, ada juga yang tidak terlalu berubah. Dengan CGM, kita bisa melihat bagaimana tubuh kita sendiri bereaksi terhadap berbagai jenis makanan, aktivitas, atau bahkan stres harian. Dari situ, kita jadi bisa lebih mengenali tubuh sendiri dan mengambil langkah yang lebih tepat untuk menjaga kestabilan gula darah,” tambahnya.
Menariknya, teknologi CGM ini tidak hanya bermanfaat bagi pengidap diabetes, tetapi juga cocok digunakan untuk skrining bagi mereka yang memiliki riwayat atau keturunan diabetes, maupun bagi komunitas dan individu yang antusias menjaga kesehatan. Dengan menggunakan CGM, pengguna bisa mendapatkan pemahaman yang lebih dalam tentang bagaimana gaya hidup dan pola makan memengaruhi kadar gula darah mereka—bahkan sebelum muncul gejala atau diagnosis medis tertentu.
Konsultasi Diabetes di Primecare Clinic
Primecare Clinic menyediakan program manajemen diabetes. Anda bisa konsultasi dengan dokter spesialis penyakit dalam dan spesialis gizi klinik di program ini. Program manajemen diabetes ini dapat membantumu untuk menurunkan kadar HbA1C.
Primecare Clinic juga menyediakan CGM untuk memonitor kadar gula darah sepanjang hari tanpa berkali-kali tusuk. Klik tautan ini untuk informasi selengkapnya!


