Apakah Penderita Diabetes Boleh Makan Pempek? Ini Jawabannya!

June 11, 2026 by Primecare Clinic
2476-_1_-1200x800.webp

Pempek adalah salah satu makanan yang enak dan rutin dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia. Namun, apakah penderita diabetes boleh mengonsumsi kuliner ini? Berikut jawabannya!

Pada umumnya, penderita diabetes boleh makan pempek selama porsinya dibatasi. Karbohidrat utama pada pempek berasal dari tepung sagu/tapioka yang merupakan karbohidrat sederhana yang cepat diserap tubuh. Oleh karena itu, penderita diabetes harus memperlakukan pempek sebagai makanan selingan (pencuci mulut) dalam porsi kecil, bukan sebagai makanan utama (main course). 

Zat Gizi serta Indeks/Beban Glikemik dari Pempek

Untuk memahami dampaknya pada gula darah, kita perlu melihat komponen penyusun pempek (daging ikan, tepung sagu, dan kuah cuko): 

Kandungan Zat Gizi (per 100 gram Pempek lenjer/kapal selam standar)

Karbohidrat: 25-30 gram (didominasi pati dari tepung sagu).

Protein: 10-15 gram (dari daging ikan seperti tenggiri atau gabus)

Lemak: Bervariasi. Jika direbus bisa sekitar 1-3 gram, namun jika digoreng bisa melonjak hingga 8-12 gram.

Indeks Glikemik (IG) dan Beban Glikemik (BG)

  • Tepung Sagu/Tapioka: Memiliki Indeks Glikemik Tinggi (70-85). Artinya, pati ini sangat cepat diubah menjadi glukosa di dalam darah.
  • Kuah Cuko: Terbuat dari gula merah/gula jawa dalam jumlah banyak. Gula merah murni memiliki IG sedang-tinggi (54-65), namun karena dicairkan dan diminum, penyerapannya sangat cepat.
  • Secara Keseluruhan (Pempek + Cuko): Masuk dalam kategori IG Tinggi dan Beban Glikemik Sedang hingga Tinggi tergantung porsi. Protein dari ikan sedikit membantu memperlambat lonjakan gula darah, tetapi dominasi karbohidrat dari sagu dan gula pada cuko tetap mendominasi efek glikemiknya.

Bahaya Makan Pempek secara Berlebihan bagi Penderita Diabetes

Jika dikonsumsi dalam jumlah banyak atau terlalu sering, pempek dapat memicu beberapa risiko kesehatan akut dan kronis, seperti: 

1. Gula darah naik secara mendadak

Kombinasi tepung sagu dan gula merah pada cuko akan menyebabkan glucose spike (gula darah melonjak tajam dalam waktu 1-2 jam setelah makan).

2. Resistensi insulin yang memburuk

Sering mengalami lonjakan gula darah akan membuat sel-sel tubuh semakin tidak sensitif terhadap insulin.

3. Lonjakan kalori dan berat badan

Pempek yang digoreng kaya akan kalori dari minyak. Obesitas atau kenaikan berat badan adalah musuh utama dalam manajemen diabetes tipe 2.

4. Risiko kardiovaskular (penyakit jantung)

Pempek goreng mengandung lemak jenuh. Penderita diabetes secara alami memiliki risiko penyakit jantung lebih tinggi; konsumsi gorengan berlebih akan mempercepat plak pada pembuluh darah (aterosklerosis).

Cara makan pempek dengan aman bagi penderita diabetes

Penderita diabetes tetap bisa menikmati pempek dengan melakukan modifikasi taktik makan berikut:

1. Pilih Pempek Rebus/Kukus

Hindari pempek yang digoreng. Konsumsilah pempek langsung setelah direbus (seperti pempek lenjer atau kapal selam sebelum digoreng).

2. Batasi Kuah Cuko (Jangan Diminum)

Cuko adalah sumber gula tersembunyi terbesar, sehingga tidak disarankan untukl menghirup kuah cuko. Cukup cocol pempek sedikit saja untuk mendapatkan rasanya.

3. Kontrol Porsi (Aturan Piring Makan)

Batasi hanya 1-2 potong kecil pempek. Anggap pempek sebagai pengganti nasi/karbohidrat utama pada jam makan tersebut, bukan camilan setelah makan nasi.

4. Sandingkan dengan Serat

Makanlah sayuran (seperti mentimun di mangkuk pempek dalam jumlah banyak) atau sayur hijau sebelum menyantap pempek. Serat larut air akan membantu memperlambat penyerapan glukosa di usus halus.

5. Modifikasi Resep

Kurangi proporsi tepung sagu dan perbanyak porsi daging ikan. Untuk cuko, gantilah gula merah dengan pemanis ramah diabetes (seperti stevia atau sukralosa) yang diberi pewarna alami atau sedikit kecap diet untuk replikasi warna.

Kapan penderita diabetes harus ke dokter?

Penderita diabetes harus segera memeriksakan diri jika setelah mengonsumsi makanan tinggi karbohidrat (seperti pempek) mengalami gejala hiperglikemia akut:

  • Sangat kehausan (polidipsia) dan sering buang air kecil (poliuria) terutama di malam hari.
  • Sakit kepala hebat, pandangan kabur, atau pusing berputar.
  • Lemas, mengantuk ekstrem, atau merasa linglung/bingung.
  • Hasil cek gula darah mandiri menunjukkan angka lebih dari 250 mg/dl

Dokter spesialis yang bisa dikunjungi untuk konsultasi diabetes

Penderita diabetes juga bisa konsultasi ke dokter spesialis untuk konsultasi lebih lanjut mengenai pilihan menu makanan yang tepat termasuk konsumsi pempek. Dokter spesialis yang dapat menjadi pilihan yaitu:

1. Dokter Spesialis Penyakit Dalam (Sp.PD)

Dokter spesialis penyakit dalam cocok untuk menangani diagnosis, manajemen obat, dan kontrol diabetes secara umum.

2. Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Endokrin, Metabolik, dan Diabetes (Sp.PD-KEMD)

Sub-spesialis (konsultan) yang sangat disarankan jika penderita diabetes memiliki kondisi yang sulit dikontrol, mengalami komplikasi, atau menggunakan terapi insulin intensif.

3. Dokter Spesialis Gizi Klinik (Sp.GK)

Dokter spesialis gizi klinik tepat untuk diajak berkonsultasi mengenai perencanaan menu (meal planning), menghitung kebutuhan kalori harian, serta memberikan panduan porsi spesifik jika pasien tetap ingin menyelipkan makanan daerah seperti pempek ke dalam dietnya.

Konsultasi Diabetes di Primecare Clinic

Jika Anda mengalami kesulitan mengontrol gula darah, mengalami gula darah tinggi, atau mengalami diabetes, konsultasikan masalah tersebut di Primecare Clinic. 

Primecare clinic menyediakan layanan konsultasi dengan dokter spesialis penyakit dalam dan program manajemen diabetes yang lengkap, termasuk Continuous Glucose Monitoring (CGM).  Terdapat dr. Anak Agung Arie Widyastuti, Sp.PD, FINASIM yang merupakan dokter spesialis penyakit dalam dengan spesialisasi penyakit diabetes di Primecare Clinic.

Jangan tunggu sampai muncul gejala dan komplikasi, mulailah memantau gula darah sejak secara rutin dan konsultasi dengan dokter terkait. Klik tautan ini untuk informasi selengkapnya!

primecare

Jakarta Panglima Polim

Jl. Panglima Polim IX No.16, Kby. Baru, Kota Jakarta Selatan

Jakarta Tebet

Jl. Tebet Barat Dalam II No.46 14, Tebet Barat, Kota Jakarta Selatan

Samarinda

Jl. Muso Salim No.28, Karang Mumus, Kota Samarinda


Copyright by PT. Layanan Medika Pratama 2025. All rights reserved.



Copyright by PT. Layanan Medika Pratama 2025. All rights reserved.