Berapa Kadar Gula Darah Normal di Usia 60 Tahun? Ini Jawabannya!

September 17, 2025 by Primecare Clinic
159-_2_-_1_-1200x800.webp

Gula (glukosa) adalah sumber energi utama pada sel-sel tubuh dan memegang peranan penting dalam metabolisme tubuh. 

Seiring bertambahnya usia, terjadi penurunan fungsi fisiologis tubuh sehingga individu berusia 60 tahun ke atas (lansia) memiliki risiko lebih tinggi mengalami penyakit metabolik dan degeneratif, seperti diabetes, kardiovaskular (penyakit jantung), gangguan kognitif, dan disabilitas fisik. Oleh sebab itu, penting bagi lansia untuk rutin memeriksakan kesehatannya ke fasilitas kesehatan terdekat. 

Apa Itu Kadar Gula Darah?

Kadar gula darah adalah jumlah gula (glukosa) yang terdapat di dalam darah. Tubuh manusia melalui beberapa mekanisme metabolisme akan menjaga kadar gula darah tetap normal. 

Beberapa faktor yang memengaruhi kadar gula darah adalah asupan makanan, hormon-hormon seperti insulin dan glukagon, dan aktivitas beberapa organ lainnya. Dengan demikian, pemeriksaan kadar gula darah dapat menjadi prosedur skrining awal untuk mengetahui adanya penyakit metabolik.

Berapa Kadar Gula Darah Normal Individu Berusia 60 Tahun?

Kadar gula darah tidak secara spesifik dibedakan berdasarkan usia, kecuali pada anak-anak. Namun, pada usia 40 tahun ke atas, penting untuk lebih mewaspadai kadar gula darah yang menjadi tanda awal adanya penyakit diabetes. Di bawah ini adalah angka kadar gula darah normal, yaitu:

1. Gula darah sewaktu (GDS) dilakukan kapan saja, tanpa melihat kapan terakhir pasien makan. 

Nilai normal: <200 mg/dL.

2. Gula darah puasa (GDP) diperiksa ketika pasien melakukan puasa selama 8-10 jam. Pemeriksaan biasanya dilakukan pada pagi hari sebelum sarapan.

Nilai normal: 70-100 mg/dL.

3. Gula darah 2 jam post prandial (GD2PP): pemeriksaan dilakukan 2 jam setelah pasien makan dengan kandungan 75 g karbohidrat.

Nilai normal: <140 mg/dL.

Bahaya Gula Darah Tidak Normal Ketika Berusia 60 Tahun

Baik kadar gula darah tinggi (hiperglikemia) maupun kadar gula darah rendah (hipoglikemia) sama-sama akan menunjukkan tanda dan gejala yang akan dirasakan pasien. Jika tidak diatasi atau dilakukan terapi dengan sesuai, maka dapat menimbulkan bahaya komplikasi yang dapat menurunkan kualitas hidup dan meningkatkan mortalitas (angka kematian). Berikut adalah gejala dan komplikasi yang terjadi pada kondisi kadar gula darah tidak normal.

a. Kondisi hiperglikemia

Lansia merupakan salah satu faktor risiko terjadinya penyakit metabolik, salah satunya diabetes. Pada diabetes, terjadi kenaikan kadar gula darah (hiperglikemia) akibat beberapa sebab. Jika kondisi ini tidak dikontrol atau diterapi, maka akan menyebabkan berbagai komplikasi, di antaranya:

  • Stroke
  • Neuropati (gangguan saraf),
  • Gagal jantung dan dapat juga mengakibatkan serangan jantung 
  • Gagal ginjal
  • Retinopati (ganggaun penglihatan) dan  dapat mengakibatkan kebutaan
  • Gangguan pembuluh darah
  • Luka sulit sembuh yang biasanya terjadi pada sindrom kaki diabetik. Bahkan, jika tidak diterapi dengan baik dapat dilakukan amputasi.

b. Kondisi hipoglikemia 

Hipoglikemia adalah kondisi kadar gula darah <70 mg/dL. Hipoglikemia rentan terjadi pada lansia yang sudah didiagnosis diabetes atau bagi individu penyintas diabetes yang mengonsumsi obat antidiabetes (OAD) jenis insulin dan sulfonilurea. Beberapa gejala dan keluhan yang dapat dirasakan lansia yang mengalami hipoglikemia adalah berkeringat, pusing atau sakit kepala, rasa mual, kebingungan, pandangan kabur, bahkan dapat mengalami kondisi yang lebih berbahaya, seperti kehilangan kesadaran dan kejang.

Cara Menjaga Kadar Gula Darah Normal Ketika Menyentuh Usia 60 Tahun

Memasuki usia 60 tahun, terjadi penuaan yang mengubah komposisi tubuh dan proses metabolisme. Dengan kondisi seperti ini, diharapkan lansia tidak menerapkan sedentary lifestyle (gaya hidup yang minim aktivitas fisik) dan gaya hidup tidak sehat lainnya yang dapat menyebabkan timbulnya berbagai penyakit. Oleh sebab itu, langka-langkah di bawah ini dapat dilakukan untuk menjaga kadar gula darah tetap normal, yaitu:

  1. Konsumsi makanan sehat.
  1. Selalu tersedia buah dan sayur saat makan tiga sampai lima kali (termasuk snack time) setiap hari.
  2. Kurangi asupan gula dan garam.
  3. Hindari makanan yang mengandung lemak jenuh. 
  4. Menjaga berat badan dalam rentang normal
  5. Melakukan aktivitas fisik. Olahraga dilakukan setidaknya 30 menit setiap hari selama minimal lima hari dalam satu minggu dengan intensitas ringan-sedang, seperti jalan cepat atau bersepeda santai. Banyak aktivitas fisik dapat mengontrol berat badan dan meningkatkan sensitivitas insulin. 
  6. Hindari rokok dan konsumsi minuman beralkohol
  7. Kelola stres dengan baik.
  8. Rutin melakukan cek gula darah. Anda bisa memakai CGM untuk memantau gula darah secara real time tanpa harus tusuk berulang kali.

Kapan Harus Cek Gula Darah Ketika Usia Sudah Menginjak 60 Tahun?

Dengan terjadinya penurunan fungsi fisiologis tubuh pada usia yang semakin tua, individu yang memasuki masa lansia harus selalu menjaga kesehatannya. Salah satu caranya dengan mengecek kadar gula darah. Beberapa kondisi di bawah ini dapat menjadi acuan kapan lansia perlu melakukan pemeriksaan kadar gula darah agar terhindar dari penyakit metabolik, yaitu: 

  1. Memiliki riwayat diabetes pada keluarga
  2. Berat badan berlebihan atau obesitas
  3. Kurangnya aktivitas fisik
  4. Sering mengonsumsi makanan yang tidak sehat
  5. Mengalami tanda dan gejala diabetes, seperti berikut:
  1. Nafsu makan bertambah, sering merasa lapar dan haus
  2. Sering merasa kelelahan
  3. Frekuensi buang air kecil yang lebih sering
  4. Pandangan kabur
  5. Kehilangan sensasi/gejala saraf, seperti kesemutan dan baal di tangan dan kaki.
  6. Jika didapatkan pemeriksaan kadar gula darah plasma (pemeriksaan laboratorium) hasilnya normal, maka perlu dilakukan pemeriksaan ulang setiap 3 tahun. Jika hasil pemeriksaannya menunjukkan prediabetes, lakukan pemeriksaan ulang setiap 1 tahun. 

Anda bisa memakai CGM untuk memantau kadar gula darah secara kontinu, sehingga tidak perlu tusuk tiap pagi, siang, atau waktu kapan pun. Pemantauan real time ini dapat membantu Anda mengawasi kadar gula darah secara real time

Selain itu, Anda juga bisa mengecek risiko diabetes dengan kalkulator pada tautan ini.

Kapan Perlu Konsultasi Gula Darah ke Dokter?

Lansia yang mengalami gejala yang mengarah pada kondisi diabetes dan komplikasinya, seperti yang sudah dijelaskan di atas, baik itu sudah melakukan pemeriksaan gula darah atau belum, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter umum atau dokter spesialis penyakit dalam.

Bagi lansia yang berkonsultasi dengan dokter umum di fasilitas pelayanan kesehatan primer, seperti puskesmas atau klinik umum dan diagnosis diabetes, perlu dilakukan rujukan ke fasilitas kesehatan lanjutan untuk mendapatkan pelayanan dokter spesialis penyakit dalam. 

Jika diperlukan, dokter penyakit dalam akan merujuk pasien lansia ke fasilitas kesehatan yang lebih tinggi untuk mendapatkan pelayanan dokter subspesialis endokrin dan metabolisme diabetes.

Ketika terjadi gejala hipoglikemia atau hasil pengecekan kadar gula darah <70 mg/dL, seperti pusing, lemas, jantung berdebar cepat, pandangan kabur, disarankan juga untuk berkonsultasi dengan dokter umum atau dokter spesialis penyakit dalam. 

Jika kondisi yang terjadi bersifat gawat darurat, seperti kehilangan kesadaran, kejang, maka pasien perlu dibawa ke instalasi gawat darurat (IGD) agar segera mendapatkan pertolongan.

Kenapa CGM Jadi Pilihan yang Lebih Efektif untuk Memantau Gula Darah?

Dengan data yang terekam otomatis, CGM membantu dokter memahami pola gula darahmu secara menyeluruh, termasuk waktu-waktu kritis di mana gula darah sering melonjak atau turun drastis.

Manfaat nyata CGM antara lain:
✅ Mendeteksi fluktuasi gula darah lebih cepat sebelum menyebabkan gejala berat.
✅ Membantu dokter memberikan penyesuaian terapi yang tepat waktu.
✅ Membantu kamu mengatur pola makan dan aktivitas fisik dengan lebih bijak.
✅ Mencegah komplikasi serius, seperti hipoglikemia berat, hiperglikemi, hingga kondisi darurat medis.

Dengan kata lain, CGM memberi kamu dan doktermu kendali penuh atas kondisi tubuh, bukan sekadar reaksi setelah gejala muncul.

Menurut dr. Samuel Alexsander, selaku edukator diabetes di Primecare Clinic Tebet, Continuous Glucose Monitoring (CGM) merupakan salah satu inovasi terbaru dalam pemantauan kadar gula darah.

“Kalau dulu, kita hanya bisa mengetahui kadar gula darah lewat pemeriksaan dengan alat tes yang menusuk jari—hasilnya hanya menggambarkan kondisi pada satu waktu tertentu saja, seperti melihat satu potongan kecil dari puzzle besar. Sedangkan dengan CGM, kita dapat memantau kadar gula darah secara real-time dan berkelanjutan hingga 14 hari, sehingga gambaran yang terlihat menjadi jauh lebih utuh,” jelas dr. Samuel.

Ia menambahkan, setiap orang memiliki respons yang berbeda terhadap makanan yang dikonsumsi. “Ada orang yang setelah makan nasi satu piring gula darahnya langsung melonjak, ada juga yang tidak terlalu berubah. Dengan CGM, kita bisa melihat bagaimana tubuh kita sendiri bereaksi terhadap berbagai jenis makanan, aktivitas, atau bahkan stres harian. Dari situ, kita jadi bisa lebih mengenali tubuh sendiri dan mengambil langkah yang lebih tepat untuk menjaga kestabilan gula darah,” tambahnya.

Menariknya, teknologi CGM ini tidak hanya bermanfaat bagi pengidap diabetes, tetapi juga cocok digunakan untuk skrining bagi mereka yang memiliki riwayat atau keturunan diabetes, maupun bagi komunitas dan individu yang antusias menjaga kesehatan. Dengan menggunakan CGM, pengguna bisa mendapatkan pemahaman yang lebih dalam tentang bagaimana gaya hidup dan pola makan memengaruhi kadar gula darah mereka—bahkan sebelum muncul gejala atau diagnosis medis tertentu.

Yuk Cek Gula Darah secara Berkala!

Cek gula darah secara berkala penting untuk memastikan tidak ada masalah pada kadar gula darah Anda (terlalu tinggi atau terlalu rendah). Sekarang, Anda bisa menggunakan teknologi CGM untuk memantau kadar gula darah tanpa harus tusuk jari terlebih dahulu, sehingga pemantauan gula darah menjadi lebih mudah dan praktis. Analoginya seperti Anda mengecek seberapa jauh Anda berlari dengan aplikasi lari.

Primecare Clinic memiliki CGM dalam program manajemen diabetesnya. Tertarik untuk mengecek gula darah dengan mudah dan praktis dengan CGM? Yuk klik tautan ini!

primecare

Jakarta Panglima Polim

Jl. Panglima Polim IX No.16, Kby. Baru, Kota Jakarta Selatan

Jakarta Tebet

Jl. Tebet Barat Dalam II No.46 14, Tebet Barat, Kota Jakarta Selatan

Samarinda

Jl. Muso Salim No.28, Karang Mumus, Kota Samarinda


Copyright by PT. Layanan Medika Pratama 2025. All rights reserved.



Copyright by PT. Layanan Medika Pratama 2025. All rights reserved.