Berapa Kadar Gula Darah Normal Pria? Ini Jawabannya!

Gula (glukosa) adalah substrat metabolik yang menjadi sumber energi utama pada jaringan tubuh yang dipengaruhi oleh makanan yang dikonsumsi dan faktor hormon, seperti insulin, glukagon, kortisol, dan hormon lainnya. Oleh karena itu, pemeriksaan kadar gula darah dapat dilakukan sebagai prosedur skrining untuk mengetahui indikasi adanya kelainan pada sel, hormon, atau organ tubuh.
Apa Itu Kadar Gula Darah?
Kadar gula darah adalah ukuran konsentrasi gula dalam aliran darah yang dibentuk dari penguraian karbohidrat dan pemecahan glikogen (cadangan energi) dalam hati. Nilai kadar gula darah normal dipertahankan oleh faktor-faktor yang mengendalikan produksi dan penggunaan gula di tubuh.
Pemeriksaan kadar gula darah dapat digunakan untuk menunjukkan adanya kelainan sel pankreas dalam memproduksi hormon insulin, ketidakmampuan usus halus dalam menyerap gula, tidak optimalnya sel tubuh menggunakan gula sebagai sumber energi, atau kegagalan hati dalam memecah glikogen. Selain itu, perubahan kadar nilai gula darah juga dapat terjadi pada penyakit lain, seperti pada penyakit Cushing dan penyakit Addison.
Berapa Kadar Gula Darah Normal Pria?
Kadar gula darah memiliki beberapa nilai pengukuran berdasarkan waktu makan pasien. Perbedaan waktu pengukuran ini memiliki nilai normal yang berbeda. Berikut adalah nilai normal beberapa jenis pemeriksaan gula darah pada pria:
1. Gula darah sewaktu (GDS) diperiksa tanpa melihat kapan terakhir pasien makan.
Nilai normalnya: <200 mg/dL.
2. Gula darah puasa (GDP) diperiksa ketika pasien melakukan puasa selama 8-10 jam dan biasanya dilakukan pada pagi hari sebelum sarapan.
Nilai normal: 70-100 mg/dL.
3. Gula darah 2 jam post prandial (GD2PP): pemeriksaan dilakukan 2 jam setelah pasien makan dengan kandungan 75 g karbohidrat.
Nilai normal: <140 mg/dL.
Bahaya Gula Darah Tidak Normal pada Pria
Gula darah yang tidak normal dapat dimasukkan ke dalam kategori berikut:
a. Hiperglikemia
Hiperglikemia adalah kondisi dimana kadar gula darah melebihi batas normal dari pemeriksaan gula darah yang sudah dijelaskan sebelumnya.
Bahaya yang dapat terjadi ketika pasien mengalami hiperglikemia adalah diabetes dan komplikasinya, seperti gangguan saraf, gangguan mata, gagal jantung, gagal ginjal. Pada pria, kondisi ini juga dapat menimbulkan komplikasi berupa disfungsi ereksi.
b. Hipoglikemia
Hipoglikemia adalah kondisi menurunnya kadar gula dalam darah dengan nilai <70 mg/dL.
Tanda hipoglikemia yang dapat dirasakan oleh pasien di antaranya adalah rasa lapar, gelisah, lemah, lesu, pusing, pandangan kabur. Selain itu, kondisi ini menjadi bahaya karena dapat menyebabkan hilangnya kesadaran sehingga jika pasien ditemukan dalam keadaan tidak sadar, harus segera dibawa ke fasilitas kesehatan yang memiliki fasilitas instalasi gawat darurat (IGD).
Cara Menjaga Kadar Gula Darah Normal pada Pria
Menjaga kadar gula darah tetap normal sangat penting. Hal ini dilakukan untuk menghindari penyakit metabolik yang dapat menyebabkan komplikasi di kemudian hari. Seperti yang telah dijelaskan di awal, bahwa kadar gula darah sangat dipengaruhi oleh faktor yang mengendalikan produksi dan penggunaan energi dari gula sehingga beberapa hal di bawah ini dapat dilakukan untuk mempertahankan kadar gula normal, yaitu:
1. Perbaikan pola makan
- Pilih makanan yang mengandung diet seimbang.
- Kurangi makanan atau minuman yang terlalu manis.
- Hindari makanan yang banyak mengandung karbohidrat olahan dan lemak jenuh, tetapi minim gizi, seperti gorengan.
2. Menerapkan pola hidup sehat
- Mengurangi atau berhenti merokok karena dapat meningkatkan kadar gula darah.
- Menghindari minuman beralkohol karena dapat menyebabkan hipoglikemia.
- Lakukan aktivitas fisik secara rutin. Aktivitas fisik dapat menambah penggunaan glukosa pada tubuh dan meningkatkan sensitivitas insulin. Durasi yang dianjurkan untuk melakukan aktivitas fisik adalah 150 menit per minggu dengan intensitas ringan beratnya yang dapat disesuaikan dengan usia dan adanya penyakit penyerta lainnya. Contoh aktivitas fisik yang dapat dilakukan adalah, olahraga aerobik, berjalan cepat, atau resistance training (latihan beban).
Kapan Harus Cek Gula Darah?
Pada pria ada beberapa kondisi dimana harus waspada terhadap kadar gula dalam darahnya. Tujuannya untuk mengetahui apakah ada kelainan/penyakit seperti prediabetes atau diabetes. Ketika ditemukan kelainan lebih cepat, dapat segera pula dilakukan pencegahan penyakit menjadi lebih parah atau terjadinya komplikasi.
Berikut beberapa hal yang dapat menjadi acuan kapan pria perlu melakukan pemeriksaan gula darah, yaitu:
- Jika mengalami gejala seperti berikut, mudah haus dan lapar, sering buang air kecil, atau penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan sebabnya.
- Aktivitas fisik yang kurang
- Memiliki riwayat penyakit diabetes dalam keluarga
- Pria dengan berat badan kategori obesitas
- Memiliki tanda yang disebut akantosis nigrikans atau kondisi kulit yang berubah menjadi kehitaman, menebal dan bertekstur, dan biasanya terdapat di area lipatan, terutama di leher.
Terdapat juga teknologi CGM, sehingga Anda bisa mengecek gula darah secara kontinu tanpa harus tusuk jari untuk mengetahui kadar gula darah Anda.
Anda juga bisa mengecek risiko diabetes dengan kalkulator di tautan ini.
Kapan Pria Perlu Konsultasi terkait Gula Darahnya ke Dokter?
Ketika pria sudah melakukan pengecekan gula darah, baik itu secara sederhana dengan menggunakan glukometer ataupun melakukan pengecekan di laboratorium dan didapatkan hasil kadar gula darah tidak normal, maka pria harus berkonsultasi dengan dokter.
Selain itu, beberapa kondisi di bawah ini juga dapat menjadi acuan kapan pria harus berkonsultasi dengan dokter, yaitu:
- Ketika didapatkan hasil cek gula darah melebihi normal/hiperglikemia baik itu disertai dengan gejala seperti, mudah haus dan lapar, sering buang air kecil atau penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan sebabnya ataupun tidak, maka perlu dilakukan pemeriksaan lebih lanjut ke dokter umum atau dokter spesialis penyakit dalam.
- Jika pernah melakukan pemeriksaan tekanan darah dan didapatkan hasil yang tinggi, pria perlu melakukan pemeriksaan ke dokter umum atau dokter spesialis penyakit dalam.
- Jika pasien mengalami hiperglikemia, sulit untuk mengontrol makan, dan status indeks massa tubuhnya masuk ke dalam kategori overweight atau obesitas, selain berkonsultasi ke dokter umum atau dokter spesialis penyakit dalam, pria juga dapat berkonsultasi ke dokter gizi klinik untuk diberikan saran berupa perbaikan pola makan dan gaya hidup.
- Jika pria memiliki riwayat hipoglikemia yang sudah didiagnosis diabetes, atau riwayat hipoglikemia berulang, lalu mengalami kondisi tidak sadarkan diri, lalu dapat dibawa ke fasilitas kesehatan/rumah sakit dengan pelayanan IGD agar dapat segera ditangani kondisi kegawatannya.
Yuk Cek Gula Darah secara Berkala!
Cek gula darah secara berkala penting untuk memastikan tidak ada masalah pada kadar gula darah Anda (terlalu tinggi atau terlalu rendah). Sekarang, Anda bisa menggunakan teknologi CGM untuk memantau kadar gula darah tanpa harus tusuk jari terlebih dahulu, sehingga pemantauan gula darah menjadi lebih mudah dan praktis. Analoginya seperti Anda mengecek seberapa jauh Anda berlari dengan aplikasi lari.
Primecare Clinic memiliki CGM dalam program manajemen diabetesnya. Tertarik untuk mengecek gula darah dengan mudah dan praktis dengan CGM? Yuk klik tautan ini!


