Penderita Diabetes Perlu ke Dokter Apa Saja? Ini Jawabannya!

Diabetes merupakan suatu kumpulan penyakit metabolik yang dikarakteristikkan dengan hiperglikemia yang disebabkan oleh resisten insulin, kelainan sekresi insulin, atau keduanya. Penyakit diabetes saat ini menunjukkan angka kejadian yang meningkat seiring dengan minimnya gaya hidup sehat dan meningkatnya angka obesitas yang menjadi faktor risiko terjadinya diabetes.
Pasien dengan diabetes sangat rentan mengalami komplikasi. Beberapa komplikasi akan menyebabkan morbiditas dan mortalitas yang dapat menurunkan kualitas hidup pasien diabetes. Oleh karena itu, sangat penting bagi pasien untuk memodifikasi gaya hidup, mengikuti program terapi yang dianjurkan oleh dokter, dan kontrol rutin ke dokter untuk memantau kondisi pasien.
Perlu ke Dokter Spesialis Apa Saja untuk Mengobati Penyakit Diabetes?
Diabetes seringkali menimbulkan komplikasi jika tidak diterapi dengan baik. Karenanya, dibutuhkan manajemen pencegahan dan terapi yang komprehensif dan terintegrasi pada pasien diabetes untuk menurunkan angka komplikasi dan/atau menurunkan derajat keparahan komplikasi. Untuk menerapkan hal ini, sangat dibutuhkan multidisiplin ilmu spesialisasi kedokteran, di antaranya:
1. Dokter Spesialis Penyakit Dalam
Pasien yang dicurigai atau didiagnosis mengalami diabetes pada Pemberi Pelayanan Kesehatan (PPK) I oleh dokter umum, perlu dirujuk ke PPK II yang akan ditangani oleh dokter spesialis penyakit dalam untuk dilakukan skrining awal dan pemeriksaan lebih lengkap. Hal ini dilakukan untuk mendeteksi adanya komplikasi.
Di Primecare Clinic, dr. Anak Agung Arie Widyastuti, Sp.PD, FINASIM adalah dokter spesialis penyakit dalam dengan spesialisasi di penyakit diabetes.
2. Dokter Spesialis Penyakit Dalam Subspesialis Endokrin Metabolisme Diabetes
Jika pasien telah mendapatkan pelayanan di PPK II, dan ditemukan salah satu dari beberapa komplikasi, seperti adanya komplikasi akut berupa ketoasidosis; hyperglycemic/hyperosmolar state; tidak adanya penurunan hasil pemeriksaan laboratorium pada diabetes dalam 3 bulan; tidak tercapainya target dalam terapi antidiabetes (AOD) tunggal dan kombinasi selama 3 bulan, dan lain-lain maka pasien perlu dirujuk ke PPK III untuk mendapatkan pelayanan dokter subspesialis endokrin metabolisme diabetes.
3. Dokter Spesialis Gizi Klinik
Terapi yang memegang peranan penting selain terapi OAD pada pasien diabetes adalah mengatur pola makan. Untuk memenuhi kebutuhan gizi dengan asupan makanan sehat, pasien dapat berkonsultasi dengan dokter spesialis gizi klinik.
Dokter spesialis gizi klinik dapat membantu pasien dalam memenuhi kebutuhan energi total harian yang akan dibagi ke dalam beberapa menu makanan.
Bagi pasien yang mengalami overweight atau obesitas, selain mengatur pola makan untuk program penurunan berat badan, dokter gizi juga akan mengatur perubahan gaya hidup lainnya seperti, jenis dan frekuensi olahraga.
4. Dokter Spesialis Neurologi/Saraf
Salah satu komplikasi yang cukup sering terjadi pada pasien diabetes adalah neuropati. Neuropati sendiri adalah gangguan saraf di tubuh yang dapat menyebabkan nyeri, kesemutan, baal, dan lain sebagainya.
Pada pasien yang sudah didiagnosis diabetes dapat dilakukan pemeriksaan saraf untuk mengetahui adanya neuropati atau tidak.
Gejala neuropati pada pasien diabetes di antaranya ialah nyeri seperti rasa terbakar, tersetrum, atau ditusuk-tusuk, gangguan keseimbangan, kesemutan, dan baal. Jika ditemukan beberapa gejala neuropati, pasien akan dirujuk ke dokter saraf untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.
5. Dokter Spesialis Jantung
Sindrom koroner akut (SKA) akibat penyempitan atau penyumbatan pembuluh darah koroner merupakan salah satu komplikasi yang dapat terjadi pada diabetes. Pasien yang mengalami serangan jantung (SKA) dengan tipe penyumbatan total perlu dirujuk ke dokter spesialis jantung untuk dilakukan percutaneous coronary intervention (PCI) dengan tujuan untuk melancarkan kembali aliran darah pada pembuluh darah koroner.
6. Dokter Spesialis Mata
Evaluasi komprehensif perlu dilakukan pada pasien diabetes, salah satunya dengan merujuk pasien ke dokter spesialis mata untuk dilakukan pemeriksaan funduskopi. Hal ini dilakukan untuk mendeteksi adanya komplikasi retinopati diabetik yang menyerang retina mata dan dapat menyebabkan kebutaan.
Gejala retinopati diabetik di antaranya adalah pandangan kabur, floaters (gambaran/bayangan titik-titik kecil yang mengambang pada lapang pandang), dan kehilangan ketajaman visual secara progresif.
Pasien diabetes wajib melakukan pemeriksaan mata rutin setiap 2 tahun pada pasien tanpa temuan retinopati, sedangkan pada pasien dengan temuan retinopati, pemeriksaan dilakukan 1 tahun sekali.
Pemeriksaan dapat dilakukan lebih sering pada kondisi retinopati yang bertambah parah. Tingkat keparahan retinopati diabetik dapat dicegah dengan mengontrol kadar gula dan tekanan darah secara rutin.
7. Dokter Spesialis Bedah
Kaki diabetik merupakan salah satu komplikasi yang sering terjadi pada diabetes. Pada kasus kaki diabetik dengan ulkus yang dalam akan dirujuk ke dokter bedah untuk dilakukan perawatan luka dan pembuangan jaringan yang mati (nekrosis).
Selain itu, komplikasi lain diabetes yang menyerang pembuluh darah besar, seperti peripheral arterial disease (PAD) dapat dirujuk ke dokter bedah vaskular untuk dilakukan pemeriksaan dan pemberian terapi yang tepat.
Kapan Penderita Diabetes Harus ke Dokter?
- Pasien diabetes harus melakukan kontrol rutin minimal satu bulan sekali, baik itu oleh dokter umum, atau dokter spesialis penyakit dalam, atau pun dokter subspesialis endokrin metabolisme diabetes bergantung pada kondisi pasien dan status rujukannya.
- Jika pasien mengalami komplikasi akut, seperti hipoglikemia, sesak napas, tidak sadarkan diri, berat badan yang menurun dengan cepat dapat segera dirujuk ke fasilitas kesehatan sekunder atau tersier untuk mendapatkan penanganan yang tepat sesegera mungkin.
- Jika didapatkan gejala yang mengarah pada komplikasi lainnya, seperti neuropati atau retinopati diabetes, maka pasien dapat dirujuk ke dokter spesialis berdasarkan jenis komplikasinya.
Konsultasi Diabetes di Primecare Clinic!
Kamu bisa konsultasi dengan dokter di Primecare Clinic untuk konsultasi terakit diabetes. Terdapat juga program manajemen diabetes di klinik ini yang bisa membantumu untuk mengontrol gejala diabetes.
Primecare Clinic adalah klinik diabetes yang menyediakan layanan konsultasi dokter dan program manajemen diabetes untuk pengelolaan diabetes yang tepat untukmu. Klik tautan ini untuk informasi selengkapnya.


