20056-1-1200x801.webp

Alergi bisa dialami siapa saja, baik anak-anak maupun orang dewasa. Gejalanya pun beragam, mulai dari gatal-gatal, bersin terus-menerus, hingga sesak napas. Tentu saja gejala alergi ini mengganggu kehidupan sehari-hari. Namun, masih banyak orang yang bingung, kalau periksa alergi, harusi ke dokter apa.

Artikel ini akan membantu Anda memahami pilihan dokter yang tepat, jenis pemeriksaan alergi, dan kapan sebaiknya segera ke fasilitas kesehatan.

Mengapa Perlu Periksa Alergi ke Dokter?

Alergi adalah reaksi berlebihan dari sistem kekebalan tubuh terhadap zat tertentu yang sebenarnya tidak berbahaya, seperti debu, makanan, atau bulu hewan.

Jika tidak ditangani dengan tepat, alergi dapat:

  • Mengganggu aktivitas sehari-hari
  • Menjadi semakin parah
  • Menyebabkan komplikasi seperti asma atau infeksi kulit

Oleh karena itu, penting untuk mengetahui dokter yang tepat untuk memeriksa alergi yang Anda alami.

Periksa Alergi ke Dokter Apa?

Jawabannya, tergantung pada usia pasien dan gejala yang dialami. Berikut penjelasannya.

1. Dokter Umum

Dokter umum adalah pilihan pertama yang paling mudah diakses. Anda bisa ke dokter umum untuk cek alergi jika:

  • Gejala alergi masih ringan
  • Baru pertama kali mengalami reaksi alergi
  • Membutuhkan rujukan ke dokter spesialis

Dokter umum dapat memberikan obat awal dan menentukan apakah perlu pemeriksaan lanjutan serta rujukan ke dokter spesialis.

2. Dokter Spesialis Alergi dan Imunologi

Jika alergi sering kambuh atau cukup berat, dokter spesialis alergi dan imunologi adalah pilihan terbaik. Dokter spesialis ini dapat menangani kasus:

  • Alergi makanan
  • Alergi obat
  • Alergi debu, serbuk sari, dan tungau
  • Reaksi alergi berat (anafilaksis)

Dokter spesialis ini juga dapat melakukan tes alergi untuk mengetahui penyebab pastinya.

3. Dokter Spesialis Anak (untuk Anak-anak)

Untuk bayi dan anak-anak, sebaiknya periksa alergi ke dokter spesialis anak. Dokter spesialis anak cocok menangani kasus alergi pada anak, seperti kasus:

  • Alergi susu atau makanan tertentu
  • Ruam kulit berulang
  • Batuk atau pilek alergi

Dokter spesialis anak akan menyesuaikan penanganan alergi sesuai dengan usia dan kondisi tumbuh kembang anak.

4. Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin

Jika alergi muncul pada kulit, seperti eksim, biduran, atau ruam merah, dokter spesialis kulit bisa menjadi pilihan. Masalah terkait alergi yang bisa ditangani meliputi:

  • Alergi kulit
  • Dermatitis atopik
  • Gatal kronis

Jenis Pemeriksaan/Tes Alergi yang Umum Dilakukan

Setelah menentukan periksa alergi ke dokter apa, dokter mungkin menyarankan beberapa tes berikut.

1. Tes Tusuk Kulit (Skin Prick Test)

Tes ini paling sering digunakan untuk mendeteksi alergi. Cara kerjanya adalah sebagai berikut:

  • Zat alergen diteteskan ke kulit
  • Kulit ditusuk ringan
  • Reaksi diamati dalam 15–20 menit

2. Tes Darah 

Tes darah akan dilakukan jika tes kulit tidak memungkinkan. Misalnya karena:

  • Pasien memiliki penyakit kulit berat
  • Sedang mengonsumsi obat tertentu
  • Risiko reaksi alergi tinggi

3. Tes Eliminasi Makanan

Tes ini umum dilakukan pada kasus alergi makanan. Prosedurnya adalah:

  • Menghindari makanan tertentu
  • Mengamati perubahan gejala
  • Tes ini dilakukan dengan adanya pengawasan dari dokter

Kapan Harus Segera ke Dokter Terkait Alergi?

Segera periksakan diri jika alergi disertai:

  • Sesak napas
  • Pembengkakan wajah atau bibir
  • Pusing atau pingsan
  • Muntah hebat setelah makan makanan tertentu

Gejala tersebut bisa menandakan reaksi alergi berat dan memerlukan penanganan dengan cepat dan sesegera mungkin.

Tips Sebelum Periksa Alergi ke Dokter

Agar pemeriksaan lebih efektif, Anda bisa melakukan hal berikut:

  • Catat gejala yang muncul dan kapan terjadinya
  • Ingat makanan atau lingkungan sebelum gejala muncul
  • Bawa daftar obat yang sedang dikonsumsi
  • Jangan menghentikan obat tanpa arahan dokter

Jangan Ragu untuk Ke Dokter Terkait Alergi

Terdapat banyak pilihan dokter untuk menangani kasus alergi, baik itu dokter umum dan dokter spesialis. Jangan ragu untuk ke dokter jika muncul alergi, terutama jika gejala alerginya telah mengganggu aktivitas sehari-hari, bahkan menimbulkan gejala berat seperti sesak napas.

Di Primecare Clinic cabang Panglima Polim, Kebayoran Baru dan Tebet, Jakarta Selatan, tersedia dokter umum, dokter spesialis anak, dan dokter spesialis kulit dan kelamin, serta layanan tes alergi. Klik tautan ini untuk informasi selengkapnya!


125027-1200x800.webp

Pemeriksaan feses adalah salah satu tes laboratorium yang sering direkomendasikan dokter untuk mengetahui kondisi saluran pencernaan. 

Tes ini dilakukan dengan menganalisis sampel tinja guna mendeteksi infeksi, gangguan pencernaan, hingga tanda penyakit serius. Lalu, kapan sebaiknya feses diperiksa (cek lab)? Ini jawabannya!

Apa Itu Pemeriksaan Feses?

Pemeriksaan feses adalah pemeriksaan medis untuk menilai kandungan dalam tinja, seperti bakteri, parasit, darah, lemak, atau zat tertentu yang tidak normal. Hasil tes ini membantu dokter menentukan penyebab gangguan pencernaan yang dialami pasien.

Tujuan Pemeriksaan Feses

Pemeriksaan feses bertujuan untuk:

  • Mengetahui penyebab diare atau konstipasi berkepanjangan
  • Mendeteksi infeksi saluran cerna
  • Menilai gangguan penyerapan nutrisi
  • Mendeteksi perdarahan saluran cerna
  • Membantu diagnosis penyakit tertentu, seperti kolitis atau kanker usus

Jenis-Jenis Pemeriksaan Feses

Ada beberapa jenis pemeriksaan feses yang umum dilakukan, tergantung keluhan dan indikasi medis. Berikut jenis-jenisnya:

1. Pemeriksaan Feses Rutin

Pemeriksaan ini menilai:

  • Konsistensi dan warna tinja
  • Kandungan lendir atau darah
  • Adanya parasit atau telur cacing

Biasanya pemeriksaan feses rutin digunakan sebagai pemeriksaan awal untuk mendeteksi apakah ada gangguan pencernaan.

2. Tes Darah Samar dalam Feses (FOBT)

Tes ini bertujuan mendeteksi darah yang tidak terlihat secara kasat mata dalam tinja. Pemeriksaan ini sering digunakan sebagai skrining awal dari:

  • Perdarahan saluran cerna
  • Polip usus
  • Kanker kolorektal

3. Kultur Feses

Kultur feses dilakukan untuk mengidentifikasi bakteri penyebab infeksi, seperti Salmonella, Shigella, atau E. coli

Pemeriksaan feses jenis ini biasanya dianjurkan pada pasien dengan keluhan diare berat atau berkepanjangan.

4. Pemeriksaan Lemak Feses

Tes ini menilai kadar lemak dalam tinja untuk mendeteksi gangguan penyerapan zat gizi seperti pada pasien dengan penyakit celiac atau gangguan pankreas.

Kapan Pemeriksaan Feses Diperlukan?

1. Keluhan Pencernaan yang Berkepanjangan

Dokter biasanya menyarankan pemeriksaan feses jika muncul gejala:

  • Diare yang berlangsung lebih dari 3 hari
  • Konstipasi kronis
  • Nyeri perut berulang bahkan hebat
  • Perut kembung secara berlebihan

2. Tinja Tidak Normal

Segera periksa jika tinja:

  • Berwarna hitam atau merah (ada indikasi BAB berdarah)
  • Berlendir
  • Berbau sangat menyengat
  • Berminyak dan sulit dibersihkan

3. Penurunan Berat Badan Tanpa Sebab Jelas

Pemeriksaan feses dapat membantu mencari penyebab gangguan penyerapan zat gizi atau penyakit tertentu pada saluran cerna.

Prosedur Pemeriksaan Feses

1. Pengambilan Sampel Feses

Pengambilan sampelfeses  biasanya dilakukan sendiri di rumah dengan langkah:

  • Menggunakan wadah steril dari laboratorium
  • Ambil tinja secukupnya, hindari tercampur urin atau air agar tidak terkontaminasi
  • Tutup rapat wadah
  • Segera bawa ke laboratorium, sesuai dengan petunjuk dari dokter

2. Hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Pemeriksaan Feses

Beberapa pemeriksaan feses mengharuskan pasien untuk:

  • Menghindari obat tertentu
  • Tidak mengonsumsi makanan tertentu sementara
  • Mengikuti instruksi dokter atau petugas laboratorium

Karena itu, konsultasi ke dokter penting sebelum cek feses, jadi jangan lupa untuk mencatat ya apa saja yang harus dihindari.

Interpretasi Hasil Pemeriksaan Feses

1. Hasil Normal

Jika tidak ditemukan darah, parasit, bakteri berbahaya, atau zat abnormal, maka hasil pemeriksaan dinyatakan normal.

2. Hasil Tidak Normal

Hasil tidak normal bisa menunjukkan:

  • Infeksi bakteri atau parasit
  • Perdarahan saluran cerna
  • Gangguan pencernaan dan penyerapan
  • Penyakit inflamasi usus

Dokter akan mengaitkan hasil tes dengan gejala dan pemeriksaan lain.

Ke Dokter Apa untuk Mendapatkan Pemeriksaan Feses?

1. Dokter Umum

Dokter umum dapat memberikan rujukan awal dan menjelaskan hasil pemeriksaan feses secara sederhana.

2. Dokter Spesialis Penyakit Dalam atau Gastroenterologi

Jika ditemukan kelainan atau keluhan berlanjut, pasien biasanya dirujuk ke dokter spesialis penyakit dalam, khususnya konsultan saluran cerna.

Jangan Ragu untuk Melakukan Pemeriksaan Feses, Terutama jika Dokter Menyarankan

Pemeriksaan feses adalah cek laboratorium yang penting untuk membantu diagnosis berbagai gangguan pencernaan, mulai dari infeksi ringan hingga penyakit serius. 

Pemeriksaan ini sederhana, aman, dan bisa memberikan informasi berharga bagi dokter. Jika Anda mengalami keluhan pencernaan yang tidak kunjung membaik, jangan ragu untuk berkonsultasi dan menjalani pemeriksaan sesuai anjuran medis.

Di Primecare Clinic, tersedia dokter umum dan dokter spesialis serta cek laboratorium, termasuk pemeriksaan feses. Klik tautan ini untuk informasi selengkapnya!


44703-_1_-1200x800.webp

Asam lambung naik sering menimbulkan keluhan tidak nyaman, bahkan menyakitkan seperti nyeri ulu hati, mual, dada terasa panas, hingga rasa asam di mulut. 

Banyak orang masih bingung, periksa asam lambung ke dokter apa agar mendapatkan penanganan yang tepat. Artikel ini akan membantu Anda memahami pilihan dokter yang tepat terkait periksa asam lambung.

Kapan Harus Periksa Asam Lambung Naik ke Dokter?

Asam lambung naik sebaiknya tidak dianggap sepele, terutama jika keluhan sering kambuh atau semakin parah. Beberapa kondisi ini mengharuskan Anda segera ke dokter:

  • Nyeri dada hebat
  • Berat badan turun tanpa sebab
  • Muntah darah atau feses berwarna hitam
  • Gejala tidak membaik meski sudah minum obat

Periksa Asam Lambung Naik harus ke Dokter Apa?

Kalau mau periksa asam lambung naik, Anda bisa ke dokter ini:

1. Dokter Umum 

Dokter umum adalah pilihan pertama ketika asam lambung kambuh, mereka bisa menangani:

  • Keluhan asam lambung ringan hingga sedang
  • Pemeriksaan awal dan pemberian obat
  • Rujukan ke dokter spesialis jika diperlukan

Dokter umum biasanya akan mengevaluasi pola makan, stres, dan gaya hidup pasien.

2. Dokter Spesialis Penyakit Dalam

Jika keluhan sering kambuh atau berat, dokter umum akan merujuk ke dokter spesialis penyakit dalam.

Peran dokter spesialis penyakit dalam terkait asam lambung adalah::

  • Menangani maag kronis dan GERD
  • Memberikan terapi jangka panjang
  • Menentukan pemeriksaan lanjutan

3. Dokter Spesialis Gastroenterologi

Untuk kasus asam lambung yang lebih kompleks, pasien akan ditangani oleh dokter spesialis gastroenterologi (subspesialis pencernaan).

Dokter spesialis gastroenterologi akan menangani:

  • GERD berat
  • Tukak lambung
  • Radang kerongkongan
  • Infeksi Helicobacter pylori

Apa yang Dilakukan ketika Pemeriksaan Asam Lambung?

1. Wawancara dan Pemeriksaan Fisik

Dokter akan menanyakan tentang hal ini:

  • Pola makan
  • Riwayat penyakit
  • Frekuensi dan tingkat keparahan gejala

Jawab pertanyaan dari dokter dengan jujur dan sesuai kondisi agar penanganan bisa tepat.

2. Pemeriksaan Penunjang

Beberapa pemeriksaan penunjang yang mungkin dilakukan adalah:

  • Endoskopi lambung
  • Tes H. pylori
  • USG atau rontgen (jika diperlukan)
  • Tes pH asam lambung

Umumnya, pemeriksaan ini dilakukan setelah konsultasi lebih lanjut.

Sebelum Periksa Asam Lambung ke Dokter, harus Menyiapkan Apa?

Anda bisa mencatat gejala yang dirasakan, hindari makanan pemicu asam lambung naik, serta ingat/catat riwayat obat yang pernah dikonsumsi.

Jangan Ragu ke Dokter untuk Periksa Asam Lambung

Jadi, kalau mau periksa asam lambung, harus ke dokter apa? Jawabannya tergantung pada tingkat keparahan serta ketersediaan dokter. Baik itu dokter umum atau dokter spesialis, keduanya bisa jadi pilihan.

Di Primecare Clinic cabang Panglima Polim, Kebayoran Baru, dan Tebet, Jakarta Selatan, tersedia dokter umum dan dokter spesialis penyakit dalam untuk konsultasi seputar asam lambung, ditambah dengan promo homecare gastric relieve yang bermanfaat untuk meredakan gejala asam lambung naik/GERD. Klik tautan ini untuk informasi selengkapnya!


67131-1-1200x800.webp

Rambut rontok bisa terjadi pada baik itu laki-laki dan perempuan. Terkadang, rambut rontok ini bisa membuat stres. Bahkan, ada momen di mana Anda sebaiknya ke dokter karena masalah rambut rontok.

Pertanyaannya, kalau rambut rontok, maka harus ke dokter apa? Ini dia jawabannya!

Periksa Rambut Rontok, harus ke Dokter Apa?

1. Dokter Spesialis Kulit (Dermatolog)

Dokter spesialis kulit atau dermatolog adalah dokter utama yang menangani masalah rambut dan kulit kepala. Masalah pada rambut dan kepala ini meliputi:

  • Rambut rontok secara berlebihan
  • Ketombe dalam jumlah banyak
  • Alopecia (kebotakan)
  • Radang pada kulit kepala
  • Kulit kepala mengalami infeksi jamur atau bakteri 

Dermatolog atau dokter spesialis kulit dapat mendiagnosis penyebab kerontokan rambut  dan memberikan terapi, mulai dari obat luar, obat oral (melalui mulut), hingga tindakan medis.

2. Dokter Umum

Jika Anda belum yakin penyebab kerontokan pada rambut, maka Anda bisa mulai lewat berkonsultasi dengan dokter umum.

Dokter umum akan menilai kondisi awal dan menentukan apakah Anda perlu dirujuk ke dokter kulit atau spesialis lainnya, sesuai dengan penyebab dari rambut rontok.

3. Dokter Spesialis Penyakit Dalam atau Endokrinolog

Kerontokan rambut juga bisa saja disebabkan oleh gangguan hormon, seperti:

  • Tiroid (hipotiroid(kekurangan hormon tiroid) atau hipertiroid (kelebihan hormon tiroid))
  • PCOS (khusus perempuan)
  • Ketidakseimbangan hormon androgen

Jika dokter curiga ada masalah terkait hormon,, Anda bisa dirujuk ke dokter spesialis penyakit dalam atau dokter spesialis endokrin.

4. Dokter Spesialis Gizi Klinik

Rambut rontok juga dapat terjadi karena tubuh kekurangan zat gizi. Zat gizi tersebut adalah:

  • Zat besi
  • Zinc (seng)
  • Protein
  • Vitamin D
  • Vitamin B kompleks
  • Vitamin A
  • Vitamin E
  • Biotin

Konsultasi dengan dokter spesialis gizi klinik bisa membantu memperbaiki pola makan dan asupan zat gizi yang bisa mendukung pertumbuhan rambut dan mencegah kasus rambut rontok.

Berbagai Jenis Pemeriksaan untuk Rambut Rontok

Berikut ini adalah berbagai jenis pemeriksaan untuk rambut rontok

1. Pemeriksaan Fisik Kulit Kepala

Pemeriksaan ini akan menilai kondisi kulit kepala, ketebalan rambut, area yang menipis, dan kemungkinan terjadinya infeksi.

2. Trichoscopy

Pemeriksaan ini menggunakan alat pembesar untuk melihat akar rambut dan struktur kulit kepala secara detail, sehingga diagnosa penyebab rambut rontok bisa diketahui.

3. Tes Darah

Tes darah untuk kasus rambut rontok bisa dilakukan untuk memeriksa:

  • Kadar hormon
  • Fungsi tiroid
  • Kadar hemoglobin dan zat besi
  • Vitamin D dan B12

Hal ini sesuai dengan sub penjelasan pada dokter spesialis gizi dan dokter spesialis penyakit dalam di atas. Kekurangan zat gizi dan gangguan hormon akan menyebabkan rambut rontok.

4. Biopsi Kulit Kepala

Pada kasus tertentu seperti alopecia scarring, dokter dapat mengambil sedikit sampel kulit kepala untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Kapan Harus Memeriksakan Rambut Rontok ke Dokter?

Anda sebaiknya segera ke dokter terkait rambut rontok ketika memiliki kondisi berikut:

  • Rambut rontok dengan kecepatan rontok yang sangat tinggi, lebih dari 100 helai per hari
  • Timbul kebotakan berbentuk lingkaran (alopecia areata)
  • Rambut menipis dengan cepat dan dalam waktu singkat
  • Ada kemerahan, gatal, atau luka di kulit kepala
  • Kerontokan rambut terjadi setelah melahirkan, stres berat, atau penyakit tertentu
  • Rambut rontok ini membuat Anda tidak percaya diri atau cemas, bahkan tidak mau beraktivitas (gangguan pada aktivitas sehari-hari)

Jangan Ragu untuk Konsultasi ke Dokter Terkait Rambut Rontok

Terdapat banyak pilihan dokter jika Anda mengalami masalah rambut rontok, yaitu dokter umum, dokter spesialis kulit/dermatolog, dokter spesialis penyakit dalam, dan dokter spesialis gizi klinik. Jangan ragu untuk konsultasi dengan mereka.

Di Primecare Clinic, tersedia dokter umum dan dokter spesialis (kulit/dermatolog, penyakit dalam, dan gizi), baik itu di cabang Panglima Polim Kebayoran Baru, atau pun Tebet, Jakarta Selatan. Anda ingin konsultasi terkait rambut rontok? Klik tautan ini untuk informasi selengkapnya!

Note: Dokter spesialis gizi hanya tersedia di Primecare Clinic cabang Panglima Polim, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.


849-1200x800.webp

Radang amandel atau tonsilitis adalah kondisi umum yang sering dialami anak-anak maupun orang dewasa. Rasanya pasti tidak enak, apalagi jika sampai mengganggu pernapasan dan aktivitas sehari-hari, rasanya mau cepat sembuh saja.

Pertanyaannya, kalau lagi radang amandel, harus ke dokter apa? Berikut dokter yang bisa menangani radang amandel.

Kalau Radang Amandel ke Dokter Apa?

Terdapat dua pilihan dokter jika Anda mengalami radang amandel, yaitu:

1. Dokter Umum

Dokter umum adalah pilihan pertama yang bisa Anda kunjungi jika mengalami radang amandel ringan hingga sedang, misalnya gejala baru hanya nyeri sedikit pada tenggorokan. Dokter umum dapat:

  • Melakukan pemeriksaan fisik
  • Memberikan obat pereda nyeri, demam, atau antibiotik jika diperlukan
  • Menentukan apakah pasien perlu dirujuk ke dokter spesialis

2. Dokter Spesialis THT

Jika radang amandel sering kambuh, berlangsung lama, atau menimbulkan komplikasi, dokter umum biasanya akan merujuk pasien ke dokter spesialis THT (Telinga, Hidung, dan Tenggorokan).

Dokter THT bisa menangani hal ini terkait radang amandel:

  • Radang amandel yang bersifat kronis
  • Radang amandel yang sering kambuh
  • Amandel membesar hingga mengganggu pernapasan
  • Pertimbangan untuk perlu adanya tindakan operasi amandel (tonsilektomi)

Kapan Harus Segera ke Dokter Terkait Radang Amandel?

Segera periksakan diri ke dokter jika mengalami kondisi berikut ketika radang amandel:

  • Demam tinggi lebih dari 3 hari
  • Nyeri menelan yang semakin parah, bahkan hingga sulit untuk makan dan minum
  • Sulit bernapas
  • Radang amandel sering kambuh dalam setahun
  • Amandelnya mengeluarkan nanah

Baik itu dokter umum atau dokter spesialis THT, bisa jadi rujukan untuk konsultasi terkait gejala ini.

Apakah jika Radang Amandel, maka pasti harus Operasi?

Tidak semua radang amandel memerlukan operasi. Operasi amandel biasanya disarankan oleh dokter jika Anda mengalami hal ini:

  • Radang amandel kambuh lebih dari 5-7 kali setahun
  • Amandel sangat besar, sehingga mengganggu pernapasan
  • Terjadi komplikasi serius

Keputusan operasi amandel pastinya akan ditentukan oleh dokter spesialis THT setelah pemeriksaan komprehensif dilakukan.

Jangan Ragu untuk Konsultasi Terkait Radang Amandel ke Dokter

Jika Anda mengalami radang amandel, jangan ragu untuk konsultasi ke dokter. Pilihannya bisa ke dokter umum atau dokter spesialis THT, tergantung gejala yang dirasakan. Tenang saja, tidak semua radang amandel perlu tindakan operasi.

Primecare Clinic cabang Panglima Polim, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan memiliki dokter umum dan dokter spesialis THT. Klik tautan ini jika Anda ingin konsultasi terkait radang amandel!


2147766689-1-1200x1200.webp

Telat haid sering kali menimbulkan kekhawatiran, terutama bagi perempuan yang siklus menstruasinya teratur, pasti kaget dan cemas ketika haidnya telat. Pertanyaan-pertanyaan seperti “apakah saya hamil?”, “kok gak haid ya, apa ada masalah” cukup menghantui dan mengganggu pikiran.

Faktanya, kondisi telat haid tidak hanya disebabkan oleh kehamilan, tetapi ada berbagai kondisi lainnya. Pertanyaannya kalau mau periksa telat haid, ke dokter apa? Ini jawabannya!

Telat Haid, harus Periksa ke Dokter Apa?

Berikut adalah dokter yang bisa Anda kunjungi terkait keluhan telat haid:

1. Dokter Umum 

Dokter umum bisa menjadi pilihan pertama untuk kasus telat haid jika:

  • Telat haid terjadi sesekali atau pertama kali terjadi
  • Tidak ada keluhan berat lainnya
  • Ingin pemeriksaan awal atau tes kehamilan

Dokter umum dapat melakukan wawancara medis, pemeriksaan fisik, dan merujuk ke dokter spesialis bila diperlukan.

2. Dokter Spesialis Kandungan (Sp.OG)

Dokter spesialis kandungan/obgyn adalah pilihan utama jika:

  • Telat haid telah terjadi lebih dari 2 bulan
  • Siklus haid tidak teratur dalam waktu lama
  • Ada nyeri perut bawah, perdarahan abnormal, atau keputihan tidak normal
  • Program hamil
  • Hasil tes kehamilan positif atau meragukan, misalnya positif samar

Dokter kandungan dapat melakukan USG, pemeriksaan hormon, dan evaluasi organ reproduksi secara menyeluruh untuk kasus telat haid.

3. Dokter Spesialis Penyakit Dalam 

Dalam beberapa kasus, telat haid berkaitan dengan hormon, seperti:

  • Gangguan tiroid
  • Diabetes
  • Gangguan metabolik

Jika dicurigai adanya masalah hormon, maka dokter spesialis obgyn atau dokter umum bisa merujuk Anda ke dokter spesialis penyakit dalam.

Kapan jika Telat Haid, harus Segera ke Dokter?

Segera periksakan diri ke dokter jika telat haid disertai keluhan ini:

  • Nyeri perut hebat
  • Perdarahan di luar jadwal haid
  • Mual muntah berat
  • Berat badan naik atau turun drastis
  • Tumbuh jerawat parah atau rambut berlebih (indikasi gejala PCOS)

Semakin cepat ke dokter, semakin baik. Hal ini karena deteksi penyakit bisa dilakukan lebih awal.

Bagaimana jika Telat Haid, tetapi Tes Kehamilan Negatif?

Jika tes kehamilan negatif, tetapi haid masih telat atau belum terjadi, maka:

  • Ulangi tes setelah 7 hari
  • Periksa ke dokter spesialis obgyn

Jangan Ragu untuk Konsultasi dengan Dokter jika Telat Haid

Dokter umum, dokter spesialis obgyn, atau dokter spesialis penyakit dalam bisa jadi opsi jika terjadi kondisi telat haid, terutama jika telat haid ini pertama kali terjadi dan disertai gejala berat seperti perdarahan.

Di Primecare Clinic cabang Panglima Polim, Kebayoran Baru, dan Tebet, Jakarta Selatan, tersedia dokter spesialis obgyn, dokter spesialis penyakit dalam, dan dokter umum. Klik tautan ini untuk informasi selengkapnya jika Anda ingin konsultasi terkait telat haid.



Dokter spesialis THT (Telinga, Hidung, dan Tenggorokan) berperan penting dalam menangani berbagai gangguan yang berkaitan dengan pernapasan, pendengaran, suara, hingga keseimbangan tubuh, sesuai dengan spesialisasinya yaitu telinga, hidung, dan tenggorokan. Jika ada masalah di seputar bagian tubuh tersebut, jangan ragu untuk konsultasi dengan mereka.

Pertanyaannya, kapan harus ke dokter spesialis THT? Ini jawabannya!

Kapan Harus ke Dokter Spesialis THT?

Tidak semua keluhan pada THT harus langsung ke dokter spesialis. Namun, ada kondisi tertentu yang sebaiknya segera diperiksakan.

1. Kapan Telinga perlu Diperiksa ke Dokter Spesialis THT?

Segera ke dokter spesialis THT jika telinga Anda mengalami hal ini:

  • Nyeri telinga hebat atau berkepanjangan
  • Keluar cairan atau nanah dari telinga
  • Telinga berdenging terus-menerus (tinnitus)
  • Penurunan pendengaran mendadak
  • Merasa berputar (indikasi vertigo)

2. Kapan Hidung perlu Diperiksa ke Dokter Spesialis THT?

Beberapa keluhan hidung yang memerlukan pemeriksaan dokter spesialis THT adalah:

  • Hidung tersumbat lebih dari 10 hari
  • Mimisan sering atau sulit berhenti
  • Nyeri wajah dan kepala akibat sinus
  • Ingus berwarna kuning kehijauan, disertai dengan demam
  • Ada dugaan timbulnya polip hidung

3. Kapan Tenggorokan perlu Diperiksa ke Dokter Spesialis THT?

Periksakan tenggorokan Anda ke dokter spesialis THT jika Anda mengalami:

  • Sakit tenggorokan lebih dari satu minggu
  • Sulit menelan atau terasa mengganjal
  • Suara serak atau bindeng lebih dari dua minggu
  • Amandel membesar dan bengkak, bahkan sering kambuh
  • Batuk kronis (terus-menerus) tanpa sebab jelas

Apakah Harus ke Dokter Umum Dulu, atau bisa Langsung ke Dokter Spesialis THT?

Pada keluhan ringan seperti flu biasa atau sakit tenggorokan ringan, dokter umum harusnya sudah cukup, Namun, Anda sebaiknya ke dokter spesialis THT jika keluhan di bawah ini tidak membaik setelah 3-5 hari

  • Gejala semakin berat, misalnya tenggorokan terus merah tanpa adanya indikasi radang akan berkurang dalam waktu dekat
  • Keluhan pada telinga, hidung, atau pun tenggorokan sering kambuh

Jangan Ragu untuk Konsultasi dengan Dokter Spesialis THT

Jadi, Anda tidak perlu ragu untuk konsultasi dengan dokter spesialis THT, terutama jika ada keluhan pada telinga, hidung, atau pun tenggorokan Anda, apalagi jika keluhannya sering kambuh dan terasa sangat berat.

Di Primecare Clinic cabang Panglima Polim, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, tersedia dokter spesialis THT serta layanannya seperti irigasi telinga dan audiometri. Klik tautan ini jika Anda tertarik untuk konsultasi dengan dokter spesialis THT!


486-_1_-1200x800.webp

Memeriksa kesehatan payudara sangat penting untuk mendeteksi masalah sejak dini, seperti benjolan, nyeri, perubahan bentuk, bahkan hingga masalah kesehatan seperti kanker. Masalahnya, kalau mau periksa payudara harus ke dokter apa? Berikut jawabannya!

Dokter Apa saja yang bisa Menangani Masalah Payudara?

1. Dokter Spesialis Obstetri & Ginekologi (Obgyn)

Selain pemeriksaan kehamilan, keluhan di sekitar vagina seperti keputihan, dokter spesialis obgyn juga bisa menangani pemeriksaan pada payudara.

2. Dokter Umum

Dokter umum cocok jadi pilihan awal jika Anda belum mengetahui permasalahan pasti, sehingga ingin cek payudara saja sebagai permulaan.

3. Dokter Spesialis Bedah (Bedah Umum / Bedah Onkologi)

Anda bisa dirujuk ke dokter bedah jika terjadi keluhan atau gejala seperti perubahan bentuk, benjolan, keluar cairan dari puting tanpa sebab yang jelas, dll.

Mereka ahli dalam mendiagnosis kelainan pada payudara dan melakukan tindakan seperti biopsi atau operasi bila memang diperlukan.

4. Dokter Spesialis Onkologi

Dokter spesialis onkologi adalah dokter spesialis kanker. Anda bisa dirujuk ke mereka jika mengalami kanker payudara atau terapi kanker.

5. Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Hematologi Onkologi (SpPD-KHOM)

Jika kondisi terkait kanker payudara membutuhkan pengobatan lanjutan seperti kemoterapi, dokter spesialis penyakit dalam ini dapat menangani terapi tersebut.

Jenis Pemeriksaan Payudara yang Dilakukan Dokter

1. Pemeriksaan Fisik Payudara

Pemeriksaan fisik ini mencakup pemeriksaan benjolan, perubahan kulit, atau kelainan lainnya pada payudara jika ditemukan.

2. USG Payudara

USG payudara ini menggunakan USG (bukan X-ray). Umumnya, pemeriksaan ini dilakukan setelah konsultasi dengan dokter umum dan Anda mendapatkan surat pengantar untuk pemeriksaan dengan USG payudara.

3. Mammografi

Mammografi adalah pemeriksaan yang berbeda dengan payudara. Pemeriksaan ini bisa dipakai untuk memeriksa indikasi kanker payudara.

4. Biopsi Payudara

Jika dari pemeriksaan lewat USG atau mamografi menemukan kelainan, dokter mungkin menyarankan biopsi untuk menegakkan diagnosis terkait masalah pada payudara Anda.

Kapan harus Periksa Payudara?

Anda sebaiknya segera ke dokter jika terdapat kondisi ini pada payudara Anda:

  • Benjolan pada payudara atau ketiak
  • Nyeri payudara yang tidak kunjung hilang
  • Puting mengeluarkan darah
  • Perubahan bentuk atau ukuran payudara
  • Permukaan kulit menyerupai kulit jeruk
  • Terjadi perubahan posisi atau bentuk puting

Jangan Ragu untuk Periksa Payudara

Jangan ragu untuk memeriksakan payudara Anda dengan dokter, baik itu dokter umum atau pun dokter spesialis. Setelah konsultasi, Anda akan diarahkan untuk pemeriksaan seperti fisik, USG, mammografi, atau bahkan biopsi.

Pemeriksaan payudara ini penting untuk mendeteksi dini penyakit serta mencegah hal yang tidak diinginkan. Mencegah lebih baik daripada mengobati.

Di Primecare Clinic tersedia dokter spesialis obgyn dan dokter umum. Tersedia juga layanan pemeriksaan payudara, yaitu USG payudara. Ingin konsultasi dengan dokter untuk periksa payudara atau USG payudara? Klik tautan ini untuk informasi selengkapnya!


2148875858-1-1200x864.webp

Keputihan adalah hal normal, tetapi bisa menjadi tanda masalah kesehatan bila muncul perubahan warna, bau, jumlah, atau disertai gejala lain. 

Pertanyaannya, kalau mau konsultasi seputar masalah keputihan itu harus ke dokter apa ya? Ini jawabannya!

Dokter yang Tepat untuk Periksa Keputihan

1. Dokter Kandungan (Spesialis Obgyn)

Dokter kandungan atau Sp.OG adalah pilihan paling tepat untuk memeriksa keputihan, terutama jika keputihan disebabkan oleh masalah pada organ reproduksi seperti vagina, serviks, atau rahim.

Konsultasikan masalah keputihan Anda dengan dokter kandungan jika:

  • Keputihan berbau menyengat
  • Berwarna kuning, hijau, atau kecokelatan
  • Menggumpal seperti susu basi
  • Disertai gatal, nyeri, atau perih
  • Disertai perdarahan
  • Keputihan terus-menerus atau berulang

2. Dokter Kulit dan Kelamin (Sp.KK)

Jika keputihan dicurigai terkait dengan infeksi menular seksual (IMS) atau masalah kulit di area genital, dokter spesialis kulit dan kelamin dapat menjadi pilihan.

Masalah keputihan cocok untuk dikonsultasikan dengan dokter spesialis kulit dan kelamin jika:

  • Ada luka, ruam, atau benjolan di area vagina
  • Muncul gejala terkait infeksi menular seksual 
  • Keputihan terjadi setelah kontak seksual berisiko seperti tanpa pengaman 

3. Dokter Umum

Bila gejala masih ringan atau Anda membutuhkan pemeriksaan awal, dokter umum juga bisa membantu sebelum merujuk ke spesialis.

Anda bisa konsultasi masalah terkait keputihan dengan dokter umum jika:

  • Keputihan baru terjadi pertama kali
  • Gejala belum parah
  • Ingin pemeriksaan dan saran awal terkait masalah keputihan Anda

Kapan Masalah Keputihan harus Dikonsultasikan dengan Dokter?

Beberapa kondisi keputihan ini menjadi tanda bahwa Anda harus segera ke dokter:

  • Bau amis atau busuk
  • Warna kuning, hijau, atau abu-abu
  • Tekstur berbusa atau menggumpal
  • Disertai gatal, nyeri, atau perih saat berkemih
  • Jumlahnya sangat banyak

Jika Anda mengalami salah satunya saja dari kondisi di atas, sebaiknya segera periksa ke dokter.

Persiapan Sebelum Periksa ke Dokter terkait Keputihan

1. Catat Gejala yang Dialami

Catat gejala terkait keputihan seperti:

  • Kapan keputihan mulai muncul
  • Warna dan bau
  • Apakah keputihannya disertai gatal atau nyeri

2. Hindari Membersihkan Vagina Berlebihan

Douching atau penggunaan cairan pembersih sebelum pemeriksaan bisa mengganggu hasil diagnosis terkait keputihan.

3. Bawa Riwayat Pengobatan

Jika Anda pernah menggunakan obat tertentu terkait masalah keputihan atau kewanitaan, maka informasikan ke dokter. Hal ini penting agar dokter bisa memberikan pengobatan yang tepat untuk Anda.

Jangan Ragu untuk Periksa Terkait Keputihan ke Dokter

Kalau Anda ingin periksa keputihan, maka dokter yang paling tepat adalah dokter kandungan (Sp.OG). Namun, dokter kulit dan kelamin (Sp.KK) juga bisa menjadi pilihan bila masalah keputihan ini berkaitan dengan masalah kulit atau infeksi menular seksual (IMS). Sementara itu, untuk keluhan ringan, Anda bisa mulai dengan cara berkonsultasi dengan dokter umum.

Di Primecare Clinic, tersedia dokter spesialis obgyn, kulit dan kelamin, serta dokter umum. Tertarik untuk konsultasi terkait keputihan Anda? Klik tautan ini untuk informasi selengkapnya!


1394-_1_-1200x800.webp

Ketika GERD (Gastroesophageal Reflux Disease) sering kambuh, banyak orang bingung harus memeriksakan diri ke dokter apa. Penanganan yang tepat sangat penting agar gejala tidak semakin parah dan kualitas hidup tetap terjaga.

Berikut dokter yang bisa Anda kunjungi jika GERD kambuh!

Dokter Apa yang  Bisa Menangani Keluhan GERD Kambuh?

1. Dokter Umum

Dokter umum bisa jadi pilihan jika GERD kambuh, terutama untuk penanganan awal. Mereka bisa mendiagnosis serta memberikan obat untuk mengatasi GERD/asam lambung.

2. Dokter Spesialis Penyakit Dalam/Internis

Dokter spesialis penyakit dalam adalah pilihan dokter spesialis yang cocok untuk menangani GERD yang kambuh. Mereka dapat:

  • Mendiagnosis penyebab GERD
  • Memberikan obat antasida, PPI, atau H2 blocker
  •  Menyusun rencana perawatan jangka panjang terkait GERD

Biasanya, pasien akan dirujuk ke spesialis gastroenterologi lebih lanjut jika diperlukan.

3. Dokter Spesialis Gastroenterologi (Pencernaan)

Jika GERD sudah kronis, sering kambuh, atau tidak membaik setelah pemberian obat, maka Anda sebaiknya menemui dokter gastroenterologi. Mereka dapat melakukan:

  • Pemeriksaan endoskopi
  • Evaluasi kerusakan esofagus
  • Penanganan komplikasi seperti Barrett’s esophagus atau esofagitis

Dokter spesialis ini adalah dokter yang cocok jika GERD-nya sudah parah dan gejalanya berat.

Kapan Harus ke Dokter Karena GERD?

1. Gejala GERD Sering Kambuh

GERD sering kambuh seperti mules lebih dari dua kali seminggu atau regurgitasi (makanan kembali ke kerongkongan) asam terus-menerus, maka Anda bisa segera ke konsultasi dengan dokter.

2. Sudah Minum Obat Bebas, tetapi Tidak Membantu

Jika antasida atau obat lambung yang diberikan sebagai perawatan awal sudah tidak mempan, evaluasi lebih lanjut dengan dokter, baik itu evaluasi oleh dokter umum atau dokter spesialis.

3. Ada Tambahan Gejala yang Mengkhawatirkan

Jika ada tambahan gejala seperti sulit menelan, nyeri dada yang tidak biasa, penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas, muntah darah, atau tinja berwarna hitam. Maka, segera ke dokter untuk penanganan agar komplikasi bisa ditangani sesegera mungkin.

Pemeriksaan yang Biasanya Dilakukan Dokter Terkait GERD

Terdapat tiga pemeriksaan yang biasanya dilakukan oleh dokter untuk memeriksa GERD, misalnya:

1. Endoskopi Saluran Cerna Atas

Pemeriksaan ini (endoskopi) berfungsi untuk melihat langsung kondisi esofagus dan lambung.

2. Tes pH 24 Jam

Tes ini akan mengukur intensitas dan frekuensi asam lambung yang naik ke esofagus (kerongkongan).

3. Manometri Esofagus

Manometri berfungsi untuk memeriksa fungsi otot esofagus (kerongkongan).

GERD Kambuh? Ayo Segera ke Dokter!

Jika GERD kambuh, Anda sebaiknya segera ke dokter, baik itu dokter umum atau pun dokter spesialis penyakit dalam.

Di Primecare Clinic tersedia dokter umum, dokter spesialis penyakit dalam, serta homecare suntik GERD untuk menangani keluhan GERD Anda. GERD Anda kambuh? Ayo klik tautan ini!


primecare

Jakarta Panglima Polim

Jl. Panglima Polim IX No.16, Kby. Baru, Kota Jakarta Selatan

Jakarta Tebet

Jl. Tebet Barat Dalam II No.46 14, Tebet Barat, Kota Jakarta Selatan

Samarinda

Jl. Muso Salim No.28, Karang Mumus, Kota Samarinda


Copyright by PT. Layanan Medika Pratama 2025. All rights reserved.



Copyright by PT. Layanan Medika Pratama 2025. All rights reserved.