Pemeriksaan Feses: Fungsi, Prosedur, dan Kapan Harus Dilakukan

January 26, 2026 by Primecare Clinic
125027-1200x800.webp

Pemeriksaan feses adalah salah satu tes laboratorium yang sering direkomendasikan dokter untuk mengetahui kondisi saluran pencernaan. 

Tes ini dilakukan dengan menganalisis sampel tinja guna mendeteksi infeksi, gangguan pencernaan, hingga tanda penyakit serius. Lalu, kapan sebaiknya feses diperiksa (cek lab)? Ini jawabannya!

Apa Itu Pemeriksaan Feses?

Pemeriksaan feses adalah pemeriksaan medis untuk menilai kandungan dalam tinja, seperti bakteri, parasit, darah, lemak, atau zat tertentu yang tidak normal. Hasil tes ini membantu dokter menentukan penyebab gangguan pencernaan yang dialami pasien.

Tujuan Pemeriksaan Feses

Pemeriksaan feses bertujuan untuk:

  • Mengetahui penyebab diare atau konstipasi berkepanjangan
  • Mendeteksi infeksi saluran cerna
  • Menilai gangguan penyerapan nutrisi
  • Mendeteksi perdarahan saluran cerna
  • Membantu diagnosis penyakit tertentu, seperti kolitis atau kanker usus

Jenis-Jenis Pemeriksaan Feses

Ada beberapa jenis pemeriksaan feses yang umum dilakukan, tergantung keluhan dan indikasi medis. Berikut jenis-jenisnya:

1. Pemeriksaan Feses Rutin

Pemeriksaan ini menilai:

  • Konsistensi dan warna tinja
  • Kandungan lendir atau darah
  • Adanya parasit atau telur cacing

Biasanya pemeriksaan feses rutin digunakan sebagai pemeriksaan awal untuk mendeteksi apakah ada gangguan pencernaan.

2. Tes Darah Samar dalam Feses (FOBT)

Tes ini bertujuan mendeteksi darah yang tidak terlihat secara kasat mata dalam tinja. Pemeriksaan ini sering digunakan sebagai skrining awal dari:

  • Perdarahan saluran cerna
  • Polip usus
  • Kanker kolorektal

3. Kultur Feses

Kultur feses dilakukan untuk mengidentifikasi bakteri penyebab infeksi, seperti Salmonella, Shigella, atau E. coli

Pemeriksaan feses jenis ini biasanya dianjurkan pada pasien dengan keluhan diare berat atau berkepanjangan.

4. Pemeriksaan Lemak Feses

Tes ini menilai kadar lemak dalam tinja untuk mendeteksi gangguan penyerapan zat gizi seperti pada pasien dengan penyakit celiac atau gangguan pankreas.

Kapan Pemeriksaan Feses Diperlukan?

1. Keluhan Pencernaan yang Berkepanjangan

Dokter biasanya menyarankan pemeriksaan feses jika muncul gejala:

  • Diare yang berlangsung lebih dari 3 hari
  • Konstipasi kronis
  • Nyeri perut berulang bahkan hebat
  • Perut kembung secara berlebihan

2. Tinja Tidak Normal

Segera periksa jika tinja:

  • Berwarna hitam atau merah (ada indikasi BAB berdarah)
  • Berlendir
  • Berbau sangat menyengat
  • Berminyak dan sulit dibersihkan

3. Penurunan Berat Badan Tanpa Sebab Jelas

Pemeriksaan feses dapat membantu mencari penyebab gangguan penyerapan zat gizi atau penyakit tertentu pada saluran cerna.

Prosedur Pemeriksaan Feses

1. Pengambilan Sampel Feses

Pengambilan sampelfeses  biasanya dilakukan sendiri di rumah dengan langkah:

  • Menggunakan wadah steril dari laboratorium
  • Ambil tinja secukupnya, hindari tercampur urin atau air agar tidak terkontaminasi
  • Tutup rapat wadah
  • Segera bawa ke laboratorium, sesuai dengan petunjuk dari dokter

2. Hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Pemeriksaan Feses

Beberapa pemeriksaan feses mengharuskan pasien untuk:

  • Menghindari obat tertentu
  • Tidak mengonsumsi makanan tertentu sementara
  • Mengikuti instruksi dokter atau petugas laboratorium

Karena itu, konsultasi ke dokter penting sebelum cek feses, jadi jangan lupa untuk mencatat ya apa saja yang harus dihindari.

Interpretasi Hasil Pemeriksaan Feses

1. Hasil Normal

Jika tidak ditemukan darah, parasit, bakteri berbahaya, atau zat abnormal, maka hasil pemeriksaan dinyatakan normal.

2. Hasil Tidak Normal

Hasil tidak normal bisa menunjukkan:

  • Infeksi bakteri atau parasit
  • Perdarahan saluran cerna
  • Gangguan pencernaan dan penyerapan
  • Penyakit inflamasi usus

Dokter akan mengaitkan hasil tes dengan gejala dan pemeriksaan lain.

Ke Dokter Apa untuk Mendapatkan Pemeriksaan Feses?

1. Dokter Umum

Dokter umum dapat memberikan rujukan awal dan menjelaskan hasil pemeriksaan feses secara sederhana.

2. Dokter Spesialis Penyakit Dalam atau Gastroenterologi

Jika ditemukan kelainan atau keluhan berlanjut, pasien biasanya dirujuk ke dokter spesialis penyakit dalam, khususnya konsultan saluran cerna.

Jangan Ragu untuk Melakukan Pemeriksaan Feses, Terutama jika Dokter Menyarankan

Pemeriksaan feses adalah cek laboratorium yang penting untuk membantu diagnosis berbagai gangguan pencernaan, mulai dari infeksi ringan hingga penyakit serius. 

Pemeriksaan ini sederhana, aman, dan bisa memberikan informasi berharga bagi dokter. Jika Anda mengalami keluhan pencernaan yang tidak kunjung membaik, jangan ragu untuk berkonsultasi dan menjalani pemeriksaan sesuai anjuran medis.

Di Primecare Clinic, tersedia dokter umum dan dokter spesialis serta cek laboratorium, termasuk pemeriksaan feses. Klik tautan ini untuk informasi selengkapnya!

primecare

Jakarta Panglima Polim

Jl. Panglima Polim IX No.16, Kby. Baru, Kota Jakarta Selatan

Jakarta Tebet

Jl. Tebet Barat Dalam II No.46 14, Tebet Barat, Kota Jakarta Selatan

Samarinda

Jl. Muso Salim No.28, Karang Mumus, Kota Samarinda


Copyright by PT. Layanan Medika Pratama 2025. All rights reserved.



Copyright by PT. Layanan Medika Pratama 2025. All rights reserved.