Apakah Pria dengan Disfungsi Ereksi/Impotensi masih bisa punya Keturunan? Ini Jawabannya!

Mungkin ini adalah pertanyaan bagi banyak pria. Kalau ada masalah seperti impotensi/disfungsi ereksi apakah masih subur atau menghasilkan keturunan?
Berikut jawabannya!
Apa Hubungan Antara Kemampuan Ereksi dan Kualitas Sperma?
Seorang pria bisa dikatakan impoten atau disfungsi ereksi ketika ada kondisi di mana pria tersebut tidak bisa mempertahankan ereksi. Sistem pada tubuh seperti sistem saraf otonom (simpatis atau parasimpatis), sistem vaskuler atau pembuluh darah, dan faktor psikologis mempengaruhi seseorang agar bisa ereksi.
Kesehatan sperma terkait dengan faktor produksi dan transpor sperma untuk diejakulasi sehingga kualitasnya sendiri tidak ditentukan oleh kemampuan ereksi dan begitu juga sebaliknya. Walau begitu, keduanya memiliki faktor risiko yang mirip sehingga gangguannya bisa terjadi secara bersamaan, misalnya:
- Gangguan Hormon (Hormonal Imbalance): Hormon testosteron mengendalikan gairah seksual serta membantu proses produksi sperma. Jika kadar testosteron turun (hipogonadisme) atau hormon prolaktin terlalu tinggi, pria akan mengalami disfungsi ereksi sekaligus penurunan jumlah dan kualitas sperma (bisa dicek dengan analisis sperma)
- Penyakit Kronis (Diabetes & Jantung): Penyakit seperti diabetes atau penyumbatan pembuluh darah (aterosklerosis) merusak aliran darah dan saraf ke penis (memicu impotensi). Di saat yang sama, kadar gula darah yang tinggi memicu stres oksidatif yang merusak bentuk (morfologi) dan pergerakan sperma
- Gaya Hidup Buruk: Kebiasaan merokok, konsumsi alkohol, obesitas, dan stres berat merupakan pemicu utama penyempitan pembuluh darah (alat ereksi melemah) sekaligus racun yang menurunkan kualitas sperma di dalam testis
Mengapa Pria Impoten/Disfungsi Ereksi Tetap Memiliki Peluang Punya Anak Secara Medis?
Meski begitu, pria yang impoten tetap berpeluang memiliki anak. Hal ini disebabkan oleh perbedaan mekanisme fungsi ereksi (kemampuan penis menegang) dan fungsi spermatogenesis (kemampuan menghasilkan sperma).
- Masalah Ereksi vs. Kualitas Sperma: Impotensi umumnya disebabkan oleh gangguan aliran darah, masalah saraf, atau faktor psikologis yang menghalangi terjadinya ereksi. Namun, hal ini tidak merusak kualitas, jumlah, maupun pergerakan sperma di dalam testis.
- Sperma Tetap Bisa Diambil: Karena sperma tetap diproduksi dengan normal di dalam buah zakar, dokter spesialis urologi atau andrologi dapat mengambil sperma tersebut menggunakan berbagai metode medis untuk kemudian dipertemukan dengan sel telur pasangan.
Hambatan Mekanis: Bagaimana Impotensi/Disfungsi Ereksi Mengganggu Proses Penetrasi Seksual
Impotensi menjadi penghambat kehamilan alami karena mengganggu jalur pengantaran sperma ke dalam rahim akibat masalah mekanis berikut:
- Kegagalan Penetrasi: Untuk terjadinya kehamilan alami, penis harus cukup tegang (ereksi) agar bisa melakukan penetrasi ke dalam vagina dan mendekatkan sperma ke leher rahim saat ejakulasi.
- Ejakulasi di Luar Vagina: Pada beberapa kasus, pria impoten mungkin bisa berejakulasi, tetapi karena penis melunak atau tidak bisa penetrasi, sperma dikeluarkan di luar vagina. Sperma yang keluar di luar tubuh memiliki peluang yang sangat kecil untuk bertahan hidup dan berenang menuju sel telur.
- Ketidakmampuan Mencapai Ejakulasi: Kehilangan ereksi di tengah aktivitas seksual sering kali membuat pria frustrasi dan stres, yang akhirnya menggagalkan proses ejakulasi sama sekali.
Apakah Teknologi Reproduksi Berbantuan (Inseminasi/IVF) bisa menjadi Solusi bagi Pria Impoten?
Teknologi Reproduksi Berbantuan (TRB) adalah solusi utama dan paling efektif bagi pasangan dengan suami yang mengalami impotensi. Teknologi ini memotong jalur “penetrasi alami” dan langsung fokus pada mempertemukan sperma dengan sel telur.
Berikut adalah dua pilihan metode utama yang bisa digunakan:
a. Inseminasi Buatan (IUI – Intrauterine Insemination)
- Cara Kerja: Sperma suami diambil (baik melalui masturbasi jika memungkinkan, atau bantuan medis), lalu dicuci dan dipilih yang terbaik di laboratorium. Sperma sehat ini kemudian disuntikkan langsung ke dalam rahim istri menggunakan kateter kecil saat masa subur.
- Kapan Digunakan: Metode ini dipilih jika kualitas sperma suami sangat baik dan komponen reproduksi istri normal, hanya saja terkendala proses penetrasi.
b. Bayi Tabung (IVF – In Vitro Fertilization) & ICSI
- Cara Kerja: Sel telur istri diambil, lalu sperma suami juga diambil. Melalui teknik ICSI (Intracytoplasmic Sperm Injection), satu sperma terbaik disuntikkan langsung ke dalam satu sel telur di laboratorium. Setelah menjadi embrio, ia akan ditanamkan kembali ke rahim istri.
- Solusi Ekstraksi Sperma: Jika pria impoten sama sekali tidak bisa berejakulasi secara mandiri, dokter dapat melakukan tindakan bedah minor untuk mengambil sperma langsung dari testis atau epididimis. Sperma hasil biopsi ini kemudian digunakan dalam proses bayi tabung.
Langkah Pengobatan Disfungsi Ereksi serta kesuburan
Untuk menangani serta mencegah terjadinya disfungsi ereksi, pengobatan yang dianjurkan antara lain:
- Obat-obatan dengan fungsi merelaksasikan otot di penis, sehingga aliran darah meningkat sebagai respon dari stimulasi seksual dan mempermudah terjadinya ereksi, seperti sildenafil (viagra) dan tadalafil. Dosis, durasi dan cara kerja obat bermacam-macam dan efek samping yang mungkin terjadi meliputi kemerahan pada wajah, hidung tersumbat, sakit kepala, perubahan penglihatan, sakit punggung, dan sakit perut. Konsultasi ke dokter dahulu sebelum konsumsi obat-obatan jenis ini karena ada kemungkinan kontraindikasi bila Anda memiliki riwayat tertentu seperti:
- Mengonsumsi obat nitrat seperti nitrogliserin, isosorbid mononitrat, dan isosorbid dinitrat yang digunakan untuk pengobatan nyeri dada (angina).
- Mengalami penyakit jantung atau gagal jantung.
- Memiliki tekanan darah sangat rendah (hipotensi).
- Obat-obatan lain, seperti:
- Terapi injeksi mandiri (self-injection) menggunakan jarum halus untuk menyuntikkan obat alprostadil ke pangkal atau sisi penis.
- Obat intraurethral, dengan cara menempatkan obat menggunakan aplikator khusus di dalam penis ke dalam saluran yang membawa urin dari tubuh, yang disebut uretra. Obat tersebut meningkatkan aliran darah untuk menyebabkan ereksi.
- Terapi hormon testosteron seperti TRT bila diduga kadar testosteron di tubuh rendah.
- Tindakan medis seperti:
- LI-ESWT (Low-Intensity Extracorporeal Shock Wave Therapy), prosedur medis non-invasif yang menggunakan gelombang kejut intensitas rendah. Dalam dunia urologi, metode ini secara khusus digunakan untuk mengatasi disfungsi ereksi dengan merangsang pembentukan pembuluh darah baru dan memperbaiki aliran darah
- Vacuum erection device, di mana tabung plastik dipasang di atas penis yang telah terpasang pompa tangan atau bertenaga baterai. Pompa tersebut menyedot udara keluar dari tabung yang menimbulkan proses vakum yang menarik darah ke penis.
- Implan pada penis, yang bisa dikontrol kapan dan berapa lama pasien bisa ereksi.
- Terapi konseling untuk mengatasi masalah psikis seperti kecemasan/anxiety, depresi, stres, serta masalah komunikasi dengan pasangan.
- Mengubah gaya hidup seperti menurunkan berat badan, menghindari rokok dan alkohol, rutin berolahraga dan bergerak aktif, serta berkomunikasi dengan pasangan
Kalau disfungsi ereksi, harus ke dokter apa?
Bila Anda mengalami gangguan pada ereksi, Anda bisa berkonsultasi ke dokter spesialis Andrologi untuk pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut. Bila kondisi tersebut disertai dengan masalah buang air kecil, Anda juga bisa konsultasikan gejala tersebut ke dokter spesialis Urologi.
Jangan Ragu ke Dokter jika Mengalami Impotensi/Disfungsi Ereksi
Jika ada masalah kesehatan seperti impotensi atau disfungsi ereksi, jangan ragu untuk ke dokter. Anda bisa ke dokter spesialis andrologi jika ada masalah ini, termasuk jika ada masalah kesuburan.
Di Primecare Clinic cabang Panglima Polim, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, tersedia dokter spesialis andrologi dan terapi seperti TRT. Klik tautan ini untuk informasi selengkapnya!
Sumber:
Erectile dysfunction: Symptoms & causes. Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/erectile-dysfunction/symptoms-causes/syc-20355776
Cleveland Clinic. (2023, August 28). Erectile dysfunction (ED): Causes, diagnosis & treatment. https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/10035-erectile-dysfunction
Info Sehat FKUI. (2023, May 23). Mengenali disfungsi ereksi pada pria. Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. https://fk.ui.ac.id/infosehat/mengenali-disfungsi-ereksi-pada-pria/
NHS. (2023, July 28). Erectile dysfunction (impotence). https://www.nhs.uk/conditions/erection-problems-erectile-dysfunction/

