Apakah Penderita Diabetes Boleh Angkat Beban? Ini Jawabannya!

Angkat beban adalah jenis latihan yang semakin populer dan banyak dipilih masyarakat. Latihan ini terbukti memiliki dampak positif terhadap metabolisme tubuh, kekuatan otot, hingga kesehatan jantung.
Namun, apakah penderita diabetes aman untuk melakukan angkat beban? Simak penjelasannya di artikel ini!
Apakah Penderita Diabetes Boleh Angkat Beban?
Pada dasarnya, penderita diabetes boleh melakukan latihan angkat beban, asalkan kondisi medisnya stabil dan latihan dilakukan dengan teknik yang benar.
Bahkan, Perkumpulan Endokrinologi Indonesia (PERKENI) juga merekomendasikan latihan beban untuk pengelolaan dan pencegahan diabetes.
Latihan angkat beban bermanfaat untuk meningkatkan kekuatan, densitas tulang, dan massa otot. Selain itu, juga dapat memperbaiki profil lipid, sensitivitas insulin, dan tekanan darah.
Penderita diabetes diperbolehkan latihan angkat beban bila gula darahnya stabil, yaitu sekitar 100–250 mg/dL sebelum latihan serta tidak ada komplikasi, misalnya penyakit jantung.
Hindari latihan bila sedang mengalami hipoglikemia, yaitu kadar gula darah <70 mg/dL) dan tekanan darah sangat tinggi. Kondisi tersebut berisiko memperburuk penyakit atau menimbulkan cedera serius selama latihan.
Cara Angkat Beban yang Aman bagi Penderita Diabetes
Keselamatan adalah prioritas utama bagi penderita diabetes yang ingin mulai latihan kekuatan agar mendapatkan manfaat yang optimal. Berikut beberapa tips latihan angkat beban bagi penderita diabetes:
1. Mulai Dengan Beban Ringan
Gunakan beban ringan untuk mempelajari teknik yang benar sebelum meningkatkan beban dan intensitas.
2. Berlatih dengan Spotter
Spotter adalah orang yang berpengalaman dalam membantu mengangkat atau mendorong beban yang lebih berat sambil memastikan keselamatan dan teknik yang tepat. Spotter membantu mengurangi risiko cedera atau tertimpa beban terutama bila kadar gula darah tiba-tiba turun.
3. Hindari Menahan Napas
Menahan napas dapat meningkatkan tekanan darah secara drastis sehingga berbahaya pada penderita hipertensi atau retinopati.
4. Cek Gula Darah Sebelum dan Sesudah Latihan
Penderita diabetes, terutama yang menggunakan insulin atau obat diabetes berisiko mengalami hipoglikemia sehingga perlu melakukan pengecekan lebih ketat.
5. Gunakan Sepatu dan Pakaian yang Nyaman
Menggunakan pakaian dan sepatu yang nyaman penting bagi penderita diabetes untuk mencegah luka atau cedera.
Manfaat Angkat Beban Bagi Penderita Diabetes
Latihan angkat beban dapat memberikan banyak manfaat bagi penderita diabetes dan orang yang berisiko diabetes, jika dilakukan dengan aman. Berikut beberapa manfaatnya:
1. Meningkatkan Sensitivitas Insulin
Latihan angkat beban membantu meningkatkan kemampuan otot menyerap glukosa. Otot yang aktif dan kuat memerlukan lebih banyak energi, sehingga glukosa digunakan secara efisien dan gula darah menjadi lebih stabil.
2. Menurunkan Risiko Diabetes Tipe-2 pada Orang yang Berisiko
Pada orang non-diabetes yang memiliki faktor risiko, latihan kekuatan terbukti menurunkan kemungkinan berkembangnya diabetes. Penelitian menunjukkan bahwa latihan kekuatan secara rutin dapat menurunkan risiko diabetes tipe 2 hingga 34%, terutama bila dikombinasikan latihan aerobik.Penelitian ini menegaskan bahwa peningkatan massa otot berperan penting dalam mencegah resistensi insulin.
Penelitian lain juga menemukan bahwa orang dewasa yang rutin melakukan resistance training memiliki risiko lebih rendah mengalami resistensi insulin, prediabetes, dan komplikasi jantung dan metabolik.
3. Membantu Menurunkan Lemak Tubuh
Latihan beban meningkatkan metabolisme basal sehingga tubuh membakar lebih banyak kalori, bahkan saat istirahat. Hal ini membantu menurunkan lemak tubuh, termasuk lemak perut, yang berkaitan erat dengan resistensi insulin.
4. Meningkatkan Kekuatan Otot
Penderita diabetes yang memiliki neuropati atau kelemahan otot sering mengalami kesulitan aktivitas sehari-hari. Latihan beban membantu memperkuat otot inti, kaki, dan lengan sehingga meningkatkan stabilitas tubuh, keseimbangan, dan mengurangi risiko jatuh.
5. Mengurangi Stres dan Membantu Kontrol Gula Darah
Olahraga, termasuk latihan beban melepaskan endorfin yang membantu mengurangi stres. Ketika stres, tubuh akan mengeluarkan hormon stres yang dapat meningkatkan gula darah.
Konsultasi Diabetes di Primecare Clinic
Primecare Clinic adalah klinik diabetes yang menyediakan program manajemen diabetes yang dapat membantumu untuk menurunkan kadar HbA1C. Kamu bisa konsultasi dengan dokter spesialis penyakit dalam dan dokter spesialis gizi klinik. Primecare Clinic juga menyediakan CGM untuk memonitor kadar gula darah sepanjang hari tanpa berkali-kali tusuk.
Primecare Clinic menyediakan layanan pemantauan, termasuk CGM dan pengelolaan gula darah bersama dokter spesialis penyakit dalam dan dokter spesialis gizi klinik. Segera periksa dan konsultasikan kadar gula darah sejak dini sebelum gejala muncul. Terdapat dr. Anak Agung Arie Widyastuti, Sp.PD, FINASIM yang merupakan dokter spesialis penyakit dalam dengan spesialisasi penyakit diabetes di Primecare Clinic.
Primecare Clinic menyediakan program manajemen diabetes, termasuk pemantauan CGM, edukasi gizi, dan pendampingan medis yang disesuaikan dengan kebutuhan untuk mencapai tujuan Anda seperti menurunkan HbA1C. Klik tautan ini untuk informasi selengkapnya!

