Ozempic vs Wegovy – Apa Bedanya?

November 21, 2025 by Primecare Clinic
2150756392-_2_-_1_-1200x798.webp

Ozempic dan Wegovy adalah dua obat yang sama-sama mengandung semaglutide dan termasuk golongan GLP-1 receptor agonist. Keduanya berperan dalam membantu mengontrol gula darah dan menurunkan berat badan. 

Meski kandungannya sama, ozempic dan wegovy digunakan untuk tujuan terapi yang berbeda sesuai dengan kebutuhan klinis pasien. Apa saja perbedaan ozempic dan wegovy?

Artikel ini membahas perbedaan Ozempic dan Wegovy dari berbagai perspektif mulai dari tujuan, dosis, efek samping, dan kategori pasien yang cocok. Simak hingga selesai, ya! 

1. Tujuan Pengobatan (Primary Indication)

Ozempic disetujui oleh BPOM dan FDA khusus untuk mengobati diabetes tipe 2. Fungsi utamanya adalah membantu tubuh mengontrol kadar gula darah. Obat ini meningkatkan respons insulin, mengurangi produksi gula oleh hati, serta memperlambat pengosongan lambung.

Selain itu, ozempic terbukti mengurangi risiko kejadian kardiovaskular mayor seperti serangan jantung dan stroke pada pasien diabetes tipe 2. Penurunan berat badan memang terjadi pada sebagian pasien yang mengonsumsi ozempic, tetapi bukan tujuan utama penggunaannya.

Sementara itu, wegovy diformulasikan untuk manajemen obesitas, bukan untuk diabetes. Obat ini diberikan pada pasien yang memiliki BMI ≥ 30 atau BMI ≥ 27 tetapi memiliki penyakit komorbid seperti hipertensi, kolesterol tinggi, atau diabetes tipe 2.

Efek utama dari wegovy adalah menurunkan nafsu makan, memperpanjang rasa kenyang, dan pada akhirnya menurunkan berat badan secara signifikan. Wegovy tidak ditujukan untuk menurunkan gula darah dan bukan terapi lini utama untuk diabetes.

2. Dosis

Dosis ozempic dimulai dari yang rendah, yaitu mulai dari 0,25 mg per minggu, kemudian dinaikkan secara bertahap menjadi 0,5 mg dan dosis maksimalnya adalah 2 mg per minggu. Peningkatan dosis ditentukan oleh dokter yang menangani berdasarkan kondisi klinis pasien. 

Penggunaan wegovy juga dimulai dari dosis rendah lalu dinaikkan secara bertahap. Namun, dosis akhir wegovy jauh lebih tinggi daripada ozempic. Dosis awal wegovy mulai dari 0,25 mg, lalu bisa dinaikkan menjadi 0,5 mg hingga mencapai dosis maksimal 4 mg per minggu.

Dosis tinggi wegovy bertujuan memaksimalkan efek penurunan berat badan. Untuk mencapai hasil penurunan berat badan yang signifikan dibutuhkan kadar semaglutide yang lebih besar dibanding pada pengobatan diabetes.

3. Mekanisme Kerja Obat

Ozempic dan wegovy bekerja melalui mekanisme yang sama, yaitu mengaktifkan GLP-1 receptor. GLP-1 atau glucagon-like peptide-1 adalah hormon yang diproduksi Oleh tubuh untuk membantu pencernaan. 

Kedua obat ini dapat meningkatkan pelepasan insulin ketika gula darah naik, menekan pelepasan glukagon dari hati, sehingga mencegah proses pemecahan glukosa di hati, dan memperlambat pengosongan lambung. 

Walaupun mempunyai mekanisme kerja yang sama, kuatnya efek obat berbeda. Penurunan nafsu makan terjadi pada kedua obat, tetapi lebih kuat pada wegovy karena dosisnya lebih besar.

4. Efek Samping

Karena merupakan golongan obat yang sama, efek samping ozempic dan wegovy cenderung serupa, antara lain:

  •  Mual
  •  Muntah
  •  Diare atau konstipasi
  •  Perut kembung
  •  Nafsu makan turun

Namun, karena dosis wegovy lebih besar maka kemungkinan efek sampingnya lebih besar, seperti mual lebih berat, kram perut, serta intoleransi gastrointestinal. 

Selain itu, wegovy dan ozempic juga berisiko menimbulkan efek samping yang lebih serius, yaitu:

  • Pankreatitis
  • Batu empedu
  • Alergi berat hingga sesak napas
  • Hipoglikemia, biasanya jika dikombinasikan dengan obat diabetes lain. 

5. Siapa yang Cocok Menggunakan Ozempic dan Wegovy? 

Sesuai dengan indikasi obatnya, maka ozempic cocok digunakan oleh pasien diabetes tipe 2, pasien diabetes yang ingin menurunkan berat badan secara perlahan, dan pasien yang memiliki risiko kardiovaskular yang tinggi. 

Sedangkan wegovy cocok untuk pasien obesitas walau tanpa diabetes, pasien overweight dan memiliki komorbid seperti hipertensi atau kolesterol tinggi, serta pasien yang membutuhkan penurunan berat badan lebih besar untuk menurunkan risiko penyakit metabolik.

Namun, perlu diingat bahwa penggunaan ozempic dan wegovy harus dengan resep dokter. Jadi, jangan sembarangan menggunakan kedua obat ini karena bisa menyebabkan efek yang merugikan jika digunakan tidak sesuai indikasi.

Konsultasi dengan Dokter Terlebih Dahulu

Jika Anda memiliki masalah berat badan, maka segera konsultasi ke dokter spesialis gizi klinik. Sementara itu, jika Anda memiliki diabetes, sebaiknya konsultasi ke dokter spesialis penyakit dalam.

Primecare Clinic memiliki dokter spesialis gizi dan dokter spesialis penyakit dalam. Klik tautan ini untuk informasi selengkapnya terkait konsultasi dengan dokter tersebut.

primecare

Jakarta Panglima Polim

Jl. Panglima Polim IX No.16, Kby. Baru, Kota Jakarta Selatan

Jakarta Tebet

Jl. Tebet Barat Dalam II No.46 14, Tebet Barat, Kota Jakarta Selatan

Samarinda

Jl. Muso Salim No.28, Karang Mumus, Kota Samarinda


Copyright by PT. Layanan Medika Pratama 2025. All rights reserved.



Copyright by PT. Layanan Medika Pratama 2025. All rights reserved.