Apakah Penderita Diabetes Boleh Main Tenis? Berikut Jawabannya!

Tenis dikenal sebagai olahraga yang memadukan kecepatan, ketepatan, dan ketahanan. Bukan hanya sekadar permainan rekreasi, tenis juga termasuk aktivitas fisik yang sangat baik untuk menjaga kebugaran dan kesehatan jantung.
Namun, bagi penderita diabetes mungkin muncul pertanyaan, “Apakah penderita diabetes aman bermain tenis?” Mari kita pahami lebih dalam di artikel ini!
Apakah Penderita Diabetes Boleh Main Tenis?
Banyak penderita diabetes ragu untuk berolahraga intens seperti tenis karena takut kadar gula darahnya turun drastis atau justru melonjak.
Pada dasarnya, penderita diabetes boleh main tenis jika kadar gula darahnya sudah stabil dan tidak terdapat komplikasi atau kondisi medis lain yang dapat menyebabkan cedera dan memburuknya kondisi diabetes selama bermain tenis.
Salah satu pemain tenis profesional dari Jerman, Alexander Zverev, didiagnosis mengalami diabetes tipe 1 pada umur 4 tahun. Alexander Zverev bisa menjadi inspirasi bahwa menderita diabetes tetap bisa bermain tenis, bahkan menjadi pemain profesional. Namun, tentu saja dengan syarat dan pengawasan yang ketat.
Penderita diabetes yang ingin mulai olahraga tenis sebaiknya konsultasi ke dokter terlebih dahulu. Hal ini penting untuk memastikan kondisi jantung, saraf, mata, gula darah, sendi dan otot dalam keadaan baik, terutama bila sudah lama tidak berolahraga.
Pemeriksaan dan pemantauan ini penting dilakukan untuk menilai apakah kondisi tubuh memungkinkan untuk bermain tenis dengan aman.
Tips Main Tenis bagi Penderita Diabetes
Agar dapat bermain tenis dengan aman dan menyenangkan, penderita diabetes perlu memperhatikan kondisinya sebelum, saat, dan setelah main tenis. Berikut beberapa tips yang bisa diterapkan:
1. Sebelum Bermain Tenis
- Cek kadar gula darah, pastikan kadar glukosa dalam rentang aman untuk bermain tenis, yaitu antara 100–250 mg/dL
- Makan dengan porsi seimbang, jangan bermain dalam kondisi perut kosong karena berisiko terjadi hipoglikemia saat bermain tenis.
- Lakukan pemanasan misalnya peregangan ringan dan jogging kecil selama 5–10 menit untuk menyiapkan otot dan sendi.
- Gunakan perlengkapan yang sesuai termasuk sepatu yang empuk dan nyaman untuk mencegah luka kaki. Ingat, luka kecil bisa menjadi serius pada penderita diabetes.
- Siapkan air dan camilan manis untuk berjaga-jaga jika terjadi hipoglikemia (gula darah turun tiba-tiba).
- Anda juga bisa memakai CGM untuk pemantauan gula darah secara real time
2. Selama Bermain Tenis
- Perhatikan intensitas, mulailah dengan durasi singkat misalnya 30–45 menit dan hindari bermain terlalu lama tanpa istirahat.
- Minum secara teratur untuk mencegah dehidrasi karena dehidrasi dapat memengaruhi kadar gula darah dan meningkatkan risiko kelelahan.
- Kenali tanda-tanda hipoglikemia seperti pusing, gemetar, lemas, atau berkeringat dingin. Segera berhenti bermain dan konsumsi makanan manis jika muncul tanda hipoglikemia.
- Gunakan pelindung kaki dan tangan untuk mencegah luka atau kapalan yang sulit sembuh.
3. Sesudah Bermain Tenis
- Lakukan pendinginan untuk menurunkan detak jantung secara bertahap.
- Cek kembali kadar gula darah karena setelah olahraga, gula darah bisa turun.
- Konsumsi makanan untuk pemulihan energi dan mengembalikan cadangan glukosa, pilih karbohidrat kompleks dan protein tanpa lemak.
- Periksa kondisi kaki untuk memastikan tidak ada lecet, luka, atau iritasi setelah bermain. Bila ada, segera bersihkan dan obati.
Manfaat Main Tenis bagi Penderita Diabetes
Bermain tenis secara teratur dapat memberikan dampak positif bagi penderita diabetes. Berikut beberapa manfaatnya:
1. Menurunkan Kadar Gula Darah
Aktivitas fisik seperti tenis membantu otot menggunakan glukosa untuk energi, sehingga kadar gula dalam darah menurun secara alami.
2. Meningkatkan Sensitivitas Insulin
Tenis menggabungkan gerakan lari di lapangan dan gerakan mengayun untuk memukul bola. Aktivitas aerobik dapat meningkatkan sensitivitas insulin sehingga pengaturan gula darah bisa membaik.
3. Menjaga Berat Badan Ideal
Bermain tenis membakar kalori cukup banyak, tergantung intensitasnya. Ini membantu mencegah obesitas yang merupakan faktor risiko diabetes tipe 2.
4. Meningkatkan Kesehatan Jantung dan Paru-paru
Gerakan lari dalam tenis melatih daya tahan jantung dan paru, serta membantu menurunkan tekanan darah dan kolesterol jahat.
5. Memperkuat Otot dan Tulang
Gerakan memukul dan melompat meningkatkan massa otot serta kepadatan tulang sehingga meningkatkan kebugaran.
6. Mengurangi Stres dan Memperbaiki Suasana Hati
Tenis membantu tubuh melepaskan hormon endorfin yang menimbulkan rasa bahagia dan relaksasi. Kondisi psikologis yang baik sangat membantu menjaga kestabilan gula darah.
Jadi, penderita diabetes boleh main tenis selama kondisinya stabil dan tidak ada komplikasi. Bahkan, bermain tenis memberikan berbagai manfaat bagi penderita diabetes. Jangan lupa untuk rutin memantau kadar gula darah untuk mencegah komplikasi!
Konsultasi Gula Darah di Primecare Clinic
Jika kamu mengalami kesulitan mengontrol gula darah atau mengalami prediabetes/diabetes, konsultasikan di Primecare Clinic.
Primecare clinic menyediakan layanan konsultasi dengan dokter spesialis penyakit dalam dan program manajemen diabetes yang lengkap, termasuk Continuous Glucose Monitoring (CGM).
Primecare Clinic menyediakan layanan pemantauan, termasuk CGM dan pengelolaan gula darah bersama dokter spesialis penyakit dalam dan dokter spesialis gizi klinik. Segera periksa dan konsultasikan kadar gula darah sejak dini sebelum gejala muncul. Terdapat dr. Anak Agung Arie Widyastuti, Sp.PD, FINASIM yang merupakan dokter spesialis penyakit dalam dengan spesialisasi penyakit diabetes di Primecare Clinic.
Primecare Clinic menyediakan program manajemen diabetes, termasuk pemantauan CGM, edukasi gizi, dan pendampingan medis yang disesuaikan dengan kebutuhan untuk mencapai tujuan Anda seperti menurunkan HbA1C.
Jangan tunggu sampai muncul gejala dan komplikasi, mulailah memantau gula darah sejak secara rutin. Klik tautan ini untuk informasi selengkapnya!

