Merokok Bagi Penderita Diabetes – Bahayanya dan Cara Berhenti

Tentu kita sudah sering mendengar atau mengetahui bahaya merokok untuk kesehatan. Rokok mengandung 7.000 komponen kimia yang dapat menyebabkan kanker dan masalah kesehatan lainnya, baik itu bagi perokok aktif maupun perokok pasif. Meskipun risiko kesehatan yang dihadapi sangat besar, jumlah perokok di kalangan penderita diabetes cenderung mirip dengan populasi umum. Lalu, apa bahayanya merokok bagi penderita diabetes? Mari disimak jawabannya.
Penyebab Potensi Mengapa Penderita Diabetes Masih Merokok
Merokok dapat meningkatkan risiko diabetes sebesar 30-40% dibandingkan dengan individu yang tidak merokok. Merokok merupakan faktor risiko diabetes yang dapat diubah. Namun, tidak mudah untuk menghentikan kebiasaan merokok, terlebih jika aktivitas merokok dimulai pada usia muda. Beberapa faktor yang berpotensi menjadi penyebab sulitnya penderita diabetes untuk berhenti merokok meliputi:
a. Aspek psikologis kecanduan
Merokok dapat menimbulkan kecanduan karena zat yang terkandung di dalamnya. Kecanduan tembakau menyulitkan pelakunya untuk berhenti merokok sehingga dibutuhkan motivasi yang kuat dan intervensi yang komprehensif untuk keberhasilan program berhenti merokok. Perokok bisa saja sudah berhenti merokok dan kemudian kembali merokok karena efek kecanduan tersebut.
b. Kurangnya dukungan penghentian aktivitas merokok
Terkadang, untuk menambah motivasi berhenti merokok membutuhkan dukungan dari eksternal, seperti keluarga, teman, lingkungan yang kondusif agar tidak terpapar kembali dengan rokok. Namun, hal itu seringkali tidak didapatkan oleh pasien sehingga keinginan untuk merokok muncul kembali.
c. Belum ada intervensi penghentian merokok yang efektif
Kendala lain terhadap pengobatan penghentian merokok adalah belum adanya cara atau intervensi yang efektif untuk program penghentian merokok pada pasien diabetes .
Bahaya Merokok Bagi Penderita Diabetes
Tingginya kandungan nikotin dari rokok dapat menurunkan respons sel terhadap insulin sehingga kadar gula darah meningkat. Oleh karena itu, merokok akan memperburuk kondisi dan meningkatkan risiko komplikasi yang lebih tinggi dibandingkan dengan pasien diabetes yang tidak merokok.
a. Penyakit jantung
Merokok dapat meningkatkan kolesterol dan menurunkan kolesterol baik. Risiko penyakit kardiovaskular pada pasien diabetes yang merokok adalah 1,44 kali lebih tinggi
b. Tekanan darah tinggi
Pasien yang menderita diabetes dan merokok memiliki risiko lebih tinggi terhadap kerusakan pembuluh darah akibat peradangan, yang menyebabkan pembuluh darah mengeras dan meningkatkan tekanan darah tinggi
c. Gangguan dan penyakit ginjal
Merokok merupakan faktor risiko terjadi dan berkembangnya nefropati (gangguan ginjal) diabetik dan gagal ginjal. Pasien yang merokok dan memiliki diabetes lebih mungkin mengalami adanya protein dalam urin dan gagal ginjal terminal
d. Gangguan mata
Merokok dapat merusak pembuluh darah retina yang meningkatkan risiko retinopati diabetik dan kehilangan penglihatan
e. Sirkulasi darah yang buruk dan dapat menyebabkan amputasi
Merokok dapat menyebabkan kerusakan pada pembuluh darah yang menyebabkan berkurangnya sirkulasi darah ke area tertentu. Adanya ulkus (luka) pada kaki sering ditemukan pada penderita diabetes. Merokok dapat memperparah kondisi peradangannya sehingga keadaan ulkus semakin parah dan meningkatkan risiko amputasi.
f. Gangguan saraf
Merokok berkaitan dengan peradangan yang menyebabkan kerusakan pada saraf dan menimbulkan gejala, seperti nyeri, kebas, kesemutan
Cara Mengurangi/Berhenti Merokok Bagi Penderita Diabetes
Berhenti merokok tentu menjadi salah satu usaha terbaik untuk menjaga kesehatan dan menghindari bahaya atau komplikasi diabetes. Namun, tentu tidak semudah itu untuk menghentikan aktivitas merokok karena sifatnya yang candu. Diperlukan strategi tertentu agar berhasil untuk berhenti merokok. Berikut tips dan strategi yang bisa dilakukan oleh pasien untuk berhenti merokok, yaitu:
a. Mengetahui manfaat berhenti merokok
Selain bahaya dan komplikasi yang mengintai pada penderita diabetes yang merokok, manfaat lain dari tidak merokok adalah diabetes lebih terkontrol, mengurangi keriput di wajah, mengurangi masalah pernapasan, mengurangi paparan asap rokok di rumah. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan motivasi untuk berhenti merokok.
b. Tulis alasan berhenti merokok
Tuliskan alasan berhenti merokok dan dapat ditempel di tempat yang sering dilalui agar terus termotivasi untuk berhenti merokok.
c. Singkirkan pemicu merokok
Buang rokok, korek atau pemantik api, dan asbak sebagai bentuk komitmen berhenti merokok.
d. Berhenti merokok secara bertahap
Jika pasien mengalami kesulitan untuk berhenti merokok, coba lakukan secara bertahap dalam beberapa minggu
e. Gunakan pengganti rokok
Pengganti rokok yang dapat menjadi alternatif adalah seperti permen karet, permen pelega tenggorokan. Namun, hal ini juga perlu dikonsultasikan dengan dokter apakah pengganti alternatif tersebut bukan merupakan kontraindikasi bagi pasien.
f. Dapat mengikuti konseling atau hipnosis untuk berhenti merokok
Pemerintah melalui kementerian kesehatan membuka layanan konseling bagi masyarakat yang ingin berhenti merokok melalui telepon tidak berbayar. Selain itu, proses berhenti merokok dapat dilakukan menggunakan metode hipnoterapi atau terapi hipnosis yang dapat dibantu oleh pakar hipnoterapi.
Bagaimana Jika Penderita Diabetes Tidak Bisa Berhenti Merokok?
Jika pasien mengalami kesulitan besar untuk berhenti merokok yang berkelanjutan atau berisiko tinggi untuk kambuh, dokter harus mempertimbangkan strategi alternatif berdasarkan pengurangan risiko.
a. Dukungan klinis
Dokter harus mengevaluasi kebutuhan untuk meresepkan obat dalam pengobatan kecanduan nikotin untuk mengurangi gejala putus nikotin yang mungkin terjadi, seperti depresi, cemas dan gelisah, mudah marah dan tersinggung, peningkatan nafsu makan, dan lain-lain. Dokter juga tidak perlu ragu untuk merujuk pasien ke pusat spesialis dan melakukan tindak lanjut pada proses pengobatan mereka.
b. Kolaborasi interdisipliner
Perlu adanya kolaborasi interdisipliner di antara para profesional kesehatan untuk menerapkan strategi berbasis bukti untuk perubahan perilaku dalam manajemen diabetes, terutama terkait rokok.
Bagi caregiver (perawat) dan keluarga pasien dapat melakukan beberapa hal berikut untuk mendukung penderita diabetes berhenti merokok dan menyediakan lingkungan yang lebih sehat baik bagi pasien maupun anggota keluarga lain:
a. Menciptakan lingkungan bebas asap rokok
Caregiver dan keluarga harus menyadari bahwa paparan asap rokok pasif juga dapat meningkatkan risiko diabetes tipe 2 pada usia yang lebih muda dan memperburuk komplikasi terkait diabetes.
b. Beri dukungan
Selalu beri dukungan dan motivasi untuk pasien. Mintalah dukungan dan pengertian dari kerabat lainnya dan teman. Dapat juga mempertimbangkan untuk berhenti merokok bersama sebagai bentuk dukungan dan kesadaran akan kesehatan.
c. Edukasi dan kesadaran
Caregiver dan keluarga juga harus meningkatkan kesadaran tentang bahaya yang ditimbulkan oleh penggunaan tembakau dan paparan rokok bagi perokok pasif sehubungan dengan diabetes tipe 2, serta manfaat berhenti merokok.
Konsultasi dan Pemantauan Diabetes di Primecare Clinic
Primecare Clinic menyediakan layanan pemantauan, termasuk CGM dan pengelolaan gula darah bersama dokter spesialis penyakit dalam dan dokter spesialis gizi klinik. Segera periksa dan konsultasikan kadar gula darah sejak dini sebelum gejala muncul. Terdapat dr. Anak Agung Arie Widyastuti, Sp.PD, FINASIM yang merupakan dokter spesialis penyakit dalam dengan spesialisasi penyakit diabetes di Primecare Clinic.
Primecare Clinic menyediakan program manajemen diabetes, termasuk pemantauan CGM, edukasi gizi, dan pendampingan medis yang disesuaikan dengan kebutuhan untuk mencapai tujuan Anda seperti menurunkan HbA1C. Klik tautan ini untuk informasi selengkapnya!

